Selasa, 31 Maret 2015

Gong Hyo Jin, On Me!!




Nah....abis Park Yoochun, saatnya saya menulis 1 halaman buat unnie saya, mbk Gong Hyo Jin. Saya gg tau ya knp saya bs ngepens sama dia. Padahal kl diliat dari wajah juga gg sekece artis korea lainnya. Apalagi peran peran yang dimainkannya pasti aneh. Lebih lebih mbk nya ini kalo pake baju suka yang lucu gt didramanya.
Saya mulai merasa klik sm mbk Gong ini di Pasta.Jadi critanya saya ini kan kerja diluar kota. Kira2 kalo diitung sih sejaman lah naek bus. Nah, kl seringnya Pasta main di tipinya pas tepat sama jam saya pulang. Untung waktu itu hp saya mash hp made in china yg ada tipinya. Jadi, kalo dibus sudah pasti bisa nntn Pasta. Maklum dulu kan mash amatiran, jd blm tau caranya donlod. Bagi saya, Pasta ini memorable bgt. Saya nntn mungkin sdh gg terhitung brp kali. Bagi saya, mbk Gong bgs bgt chemistry nya sm Lee Sung Kyung ahjussi. Semacam Shah Rukh Khan-Kajol versi korea ya hehehe. Mungkin bagi sebagian orang Pasta itu drama yang simple dan biasa, tapi bagi saya lebih dari itu. Ada pesan yang disampaikan disitu. Bahwa hidup itu gg sedramatis drama, gg hrs jadi cinderella yang cling bs disukain pangeran tampan kaya raya. Sukses hrs dimulai dgn merangkak dulu dr bwh. Itu yg saya suka dari Pasta. Sampe sekarang LSK-GHJ ttp jadi Best Couple versi saya.
Drama nya mbk Gong berikutnya tentu saja Greatest Love. Saya awalnya ragu mw nntn, masalahnya saya sdh termainset dengan GHJ yang lugu dan berambut panjang berponi. Dan lagian saya gg kenal juga sama Cha Seung Won. Tapi ya udah lah saya nonton. Masak mbk nya gg ditonton sih. Dan betul, saya sebel bgt sama dokkojin. Napa ada peran yang super aneh gitu. Mana kalo ketawa widiihh..saya jadi ketawa sendiri kalo inget betapa saya sebel sama dia. Eh eh tapi ternyata mbk Gong juga dapet lho fill nya sma CSW disini. Trs nya, saya sempet cari bbrp bts nya, lho CSW ini polite lho orgnya. Bener bener yang care gt sama mbk Gong. Dan lebih wow nya lgi, dia itu family man. Waahhh...Lha kug malah ngobrolin CSW sih. Intinya adalah, di 2 drama ini mbk Gong bisa dengan bagus bangun chemistri nya sama LM dramanya. Disini saya tambah tahu tentang mbk Gong. Ternyata dia mmg jarang maen didrama yang save zone. Pasti perannya dia aneh2, gag biasa, dan minim make up.
Master's Sun. Drama tentang seorang wanita yang bisa melihat hantu. Disini mbk Gong dipasangin sama  mas So Ji Sub, yang masih jomblo. Saya sih taunya SJS gg pernah maen ronkom juga. Eh ternyata mereka cocok. Bahkan ada shipperannya juga lho. Banyak yang berharap mereka jadian bener dialam nyata. Kalo saya ditanya gitu...ya...gmn ya...coba LSK blm merid hiks...Mbk Gong disini agak lumayan ya make bajunya, agak bagusan dikit hehehe, masih lumayan lho ya drpada yang dulu dulu. Tapi teteplah, kalo yang namanya mbk Gong, mau dipasangin sama siapa, mau pake baju apa, pasti ttp cakep hehehe
ini dramanya mbk Gong yang bikin saya agak merasa tidak nyaman/halaaahh.../. Mmg sih dr awal eps saya suka karakternya disini, cuman....mas Insungnya itu lho,,,terlalu seksi untuk dilihat hahaha. Pertengahan drama, mbk Gong dikabarkan konfirm sama LJW, tapi ternyata gg lama ehh putus. Kalo kata dispatch sih GHJ dan JIS kegep bareng. lha saya trs mikirnya gini...makanya pas kisseu itu mereka bener2 woow aja. eh eh mbk Gong ni hmpir gg pernah lho kiseu yang smp gt, kecuali sama CSW, tapi kan CSW udah ada yang punya. Ak sih lebih ngrestuin mbk Gong sama LJW, soalnya LJW tuh wajahnya anak alim soleh dan tidak suka begadang hahaha (Irfa pasti setuju)

Abis ini mbk Gong ngedrama brg CTH dan KSH trs IU. Cast dramanya mbk Gong kali ini wow bgt. Gag terduga, tp mudah mudahan bisa bagus nnti. Mbk Fanny selamat ngrecaps drama ini ya. Kalo butuh bantuan, saya siyap membantu....dengan doa saja hehehe.

Udah dulu curhat saya soal mbk Gong. Besok rabu airing pertama dramanya Yoochun, The Girl Who See Smells, n sepertinya mbk Fanny yang cantik dan baik hati akan ngrecaps dulu. Setelah itu saya yang tidak cantik tapi keren ini, trs baru mbk Dee yang keren dan baik hati. Tengkyu sudah membaca ya

Senin, 30 Maret 2015

Sinopsis My Brilliant Life part 2

Sudah 10 hari Suh Ha tidak membalas email dari Ah Reum. Dia khawatir terjadi apa apa dengan sahabatnya itu. Ah Reum terus membuka emailnya berharap ada balasan dari Suh Ha, tapi nihil. dr Lee visite, Mi Ra menanyakan tentang obat yang diganti. Ternyata terapi Ah Reum membutuhkan dosis yang sedikit lebih tinggi. Ah Reum bertanya "kapan aku mati?". Ah Reum merasa dia berhak untuk tahu kapan dia akan mati. dr Lee awalnya mencoba menyakinkan Ah Reum bahwa dia sudah banyak lebih baik kesehatannya, tapi Ah Reum tidak percaya, dia tetap memaksa dr Lee untuk mengatakan yang sebenarnya.
Ah Reum "kau tahu betapa beratnya menunggu mati tanpa harapan? Katakan saja!"
dr Lee "kau sungguh ingin tahu, paling cepat 1 bulan paling lama 2 bulan"
Tn Jang menjenguk Ah Reum. Dan mereka membicarakan sesuatu yang lucu sehingga membuat Ah Reum tertawa lepas. Tn Jang mengajak Ah Reum pergi ke pemandian air panas dan Ah Reum mengiyakan. Tapi Ah Reum punya permintaan, dia ingin dibawakan soju. Dia ingin mencoba bagaimana rasanya soju sebelum terlambat. Tapi Tn Jang malah memarahinya. Paginya Ah Reum bangun, badannya penuh dengan keringat. Dia mendengar suara ibunya bertengkar dengan Seung Chang. Ternyata ada seseorang yang ingin membuat skenario film tentang Ah Reum dan Suh Ha. Mi Ra marah, dia tidak suka Ah Reum diekspos seperti itu. mereka berdua sepakat untuk merahasiakannya dulu dari Ah Reum. Tapi ternyata Ah Reum sudah mendengarnya sendiri dari balik pintu. 

Ah Reum bermain game. Ayah dan ibunya menyuruhnya berhenti main game dan makan serta minum obat, karena Ah Reum sudah bermain hampir 2 jam.  Ah Reum menolak. Ketika ibunya memaksa dan mau mengambil game itu dia marah. Tangannya menyenggol tempat makan dimeja makan kecil didepannya, sehingga semuanya jatuh kebawah. Mi Ra memunguti makanan yang jatuh. Dae Soo memarahi Ah Reum, tapi Ah Reum, hampir menangis, berkata 
Ah Reum "apa gunanya aku makan, toh aku akan mati, apa aku pernah melawan kalian? aku hanya ingin melakukan sesuatu yang kusuka sebelum meninggal, ini yang ingin kulakukan sekarang, kenapa aku tidak boleh bermain ini? hidupku tidak lama lagi"
Mi Ra dan Dae Soo hanya terdiam. Dae Soo pergi ke tangga darurat, Mi Ra menyusulnya, mereka menangis berdua sambil berpelukan. Besoknya, Ah Reum ikut kerja ayahnya. Dae Soo hampir tidak mengijinkan, tapi Ah Reum berkata kalau dia ingin melihat bintang dari Taman Langit. Jadilah hari itu Ah Reum ikut ayahnya. Hari sudah malam ketika dari dalam taxi, Ah Reum menulis email kepada Suh Ha. Email perpisahan. Mereka sampai di Taman Langit. Ah Reum berlari sambil menagis, dikejar oleh ayahnya. Tiba tiba dia berhenti, dan terduduk, ayahnya yang khawatir segera menghamipirinya, dan bertanya ada apa. Ah Reum, dengan menangis menjawab kalau dia sangat bahagia, sangat bahagia dengan semuanya. 

Dae Soo memeluknya. mereka berdua duduk dibukit. Dengan bertaburan bintang diatasnya, mereka tidur dialasi kain. Ada bintang jatuh. Ayahnya menyuruhnya meminta sesuatu, Ah Reum menjawab sudah tapi rahasia. "aku sangat senang disini bersama ayah melihat bintang dan aku sangat senang karena kau adalah ayahku" kata Ah Reum tiba tiba. Dae Soo menjawab sambil tersenyum, "aku juga. aku sangat senang kau adalah putraku. Anak baik sepertimu seharusnya tidak sakit". Ketika ayah nya berteriak kalau ada bintang jatuh lagi, Ah Reum membuka matanya, tapi ternyata matanya kabur. Dia sudah tidak bisa melihat apa apa. Sambil menangis, Dae Soo menggendong anaknya kerumah sakit. dr Lee mengatakan kalau gejala pada Ah Reum memang datang tanpa peringatan. Penyebab dia tidak bisa melihat adalah karena arteri retinanya tertutup. dr Lee tanya apa Ah Reum mengalami trauma akhir akhir ini.

Sepertinya Mi Ra bercerita tentang Seung Chan, karena Dae Soo memarahi Seung Chan. Tak lama dia mendatangi rumah rumah orang yang menulis tentang Ah Reum. Dia membuka kamarnya, dan menemukan banyak artikel tentang Ah Reum tertempel di dinding kamarnya. Dimeja kerjanya juga ada skrip tentang Ah Reum dan Suh Ha yang masih belum sempurna. Si penulis itu datang dan Dae Soo langsung menghajarnya. Dae Soo kaget, ternyata penulis itu kakinya cacat san memakai penyangga kaki. Antara frustasi dan kasian karena tidak bisa melampiaskan marahnya ke penulis itu, Dae Soo akhirnya memukuli tembok. Mereka berdua berakhir dengan minum soju bersama.
"Kupikir aku berbakat, aku tidak bisa merelakannya, maafkan aku, semua ini salahku, aku tak kan melakukannya jika kaki ku tidak cacat, anakmu benar benar hebat"
Dae Soo akhirnya tidak jadi memarahi orang itu. Dia malah membanggakan anaknya, dan menunjukkan pusi yang ditulis Ah Reum untuknya. Judulnya Ayah.
"Ayah, ayahku bertanya padaku kau ingin menjadi apa jika dilahirkan kembali, kujawab dengan lantang, ayah aku ingin menjadi seperti ayah. Ayahku bertanya padaku masih banyak yang lebih bagus, kenapa kau ingin menjadi seperti aku, kujawab dengan pelan......."
Tidak ada kelanjutan puisi tadi. Tapi sepertinya hati Dae Soo terbuka. Dia pergi kerumah ayahnya setelah sekian lama tidak pulang. Sampai disana, dia ragu untuk.membuka pintu, meskipun akhirnya dia buka dan masuk kehalaman. Rumahnya gelap, tapi mendengar pintu gerbang dibuka, ayahnya kemudian membuka jendela untuk melihat siapa yang masuk. Menyadari Dae Soo yang datang, ayahnya hanya bisa menatapnya lama. Begitu pula dengan Dae Soo. Mereka lalu duduk berhadapan. Dae Soo membungkuk memberi hormat kepada ayahnya. Dia menanyakan kabar ayahnya selama ini. Dae Soo melihat sekeliling ruangan itu. Dimeja tertempel artikel Ah Reum dan no rekening mereka. Tiba tiba, Dae Soo tersadar, kalau orang yang mengirimkan donasi senilai 10 juta won itu adalah ayahnya. Merka berbincang bincang, dan ketika pulang, Dae Soo berjanji akan membawa Mi Ra dan kalau bisa Ah Reun kerumah. Ayahnya memberi kantong plastik dan saat dibuka ternyata isinya topi merah. "Kupikir cucuku menyukai topi" kata ayahnya. Dae Soo hampir menangis. Tapi dia pulang sambil tersenyum.

Sampai rumah sakit, Mi Ra mengajaknya makan. Istrinya memohon Dae Soo untuk berhenti bekerja dan tinggal lebih lama disisi Ah Reum, karena Mi Ra merasa hidup Ah Reum tidak lama lagi. Mi Ra menemani Ah Reum ditempat tidur. Mi Ra membacakan buku tentang Bima Sakti. Ah Reum bercerita kalau Bima Sakti adalah penghubung surga dan dunia. Dia berharap bertemu ayah ibunya kelak. Tn Jang datang menjenguk. Dia baru tahu kalau Ah Reum sudah tidak bisa melihatnya lagi. Dia membawa Ah Reun keluar dengan kursi roda. Dia membawakan sesuatu untuk Ah Reum. Soju. Tn Jang menuangkan sedikit.
Ah Reum "pahiitt..."
Ah Reum lalu meminta Tn Jang untuk menyanyikan lagu sedih, karena kata ayahnya, minum soju cocok dengan mendengarkan lagu sedih. Tn Jang bernyanyi. Diluar, salju pertama turun. Sayang Ah Reum sudah tidak bisa melihatnya. Merasa kedinginan, Tn Jang membawa Ah Reum masuk. Dia berkata kalau dia akan mencari panti jompo untuknya dan ayahnya. Dia meminta Ah Reum untuk menjaga dirinya. Tn Jang juga berkata kalau itu mungkin pertemuan terakhir mereka. Ah Reum memegang tangan Tn Jang yang sedang mendorong kursi dengan erat.

Hari itu hari Natal. Ah Reum ternyata sudah ada di ICU. Ayahnya memberika nhadiah natal. Buku tabungan dengan saldo 2 juta won lebih. Ayahnya menyuruh Ah Reum menyebutkan hadiah Natal apa yang ingin dia beli. Tapi Ah Reum hanya ingin mendengar lonceng tahun baru ditengah kota. Ayah Ibunya tidak mau membawanya karena disana pasti akan banyak orang. Tapi Ah Reum memaksanya. Ah Reum juga berpesan, kalau ayahnya pulang dia ingin file dikomputernya yang diberi nama "cosmos" dicetak. Dia ingin ayahnya berjanji supaya tidak membaca file itu.
Ah Reum "kalau ayah membacanya, aku akan menghantui ayah selamanya"
Dae Soo berjanji tidak akan membacanya. Dia lalu pergi mencetak file itu. Saat menunggu, dia membaca email dari Ah Reun kepada Suh Ha, email itu tentang bagaimana ayahnya menyerah pada cita citanya demi dirinya. Dae Soo membacanya sambil menangis. Dia lalu membohongi Ah Reum dengan mengatakan dia sudah mendapat balasan email dari Suh Ha. Dae Soo mengarang email balasan itu dengan mengatakan kalau Suh Ha sudah sehat dan sedang di L.A. Ah Reum senang tapi ingin ayahnya membacakan email itu sekali lagi. Dae Soo jelas bingung karena dia lupa apa yang tadi dia sampaikan ke Ah Reum. Dengan terbata bata dia mengulangi perkataannya tadi. Ah Reum tersenyum seakan akan tahu ayahnya sudah membohonginya. Ayahnya kemudian keluar sebentar dengan alasan menerima telp, padahal dia menyusun kembali kalimat kalimatnya. Dae Soo kembali kekamar dengan ponselnya sudah ada tulisan karangannya, tapi Ah Reum berkata kalau dia ingin membalas email Suh Ha.
Ah Reum "hai Suh Ha, terimakasih atas emailmu, aku akan menceritakan masa kecil ku"
Ah Reum lalu bercerita, bagaimana dia dulu waktu bayi suka sekali kalau main cilukba dengan ayahnya. Dia tahu betapa besar pengorbanan ayah ibunya untuk membesarkannya. Mengorbankan cita cita mereka sendiri. Dia juga bilang kalau dia tidak akan bisa mengirimi email untuk sementara waktu. Tapi tolong jangan melupakannya. Ayahnya merasa sebenarnya kata kata itu ditujukan untuknya. Dae Soo menangis pelan. Tapi Ah Reum, meskipun tidak bisa melihat, dia tahu itu. Ah Reum juga berpesan jangan pernah sedih karenanya.

Dae Soo memohon dr Lee untuk mengijinkan Ah Reum keluar rumah sakit.

Malam itu malam tahun baru. Semua orang berkumpul di kota menunggu pergantian tahun. Macet sekali jalannya. Taxi Dae Soo tidak bisa beegerak sama sekali. Ah Reim tidur dipangkuan ibunya. "Bau ibu enak sekali" katanya. Sambil membelai perut ibunya, dia berkata,
Ah Reum "ibu, sampaikan pesanku pada adikku, kalau kakaknya memegang kepalanya"
Mi Ra terkejut, Ah Reum sudah tahu tentang kehamilannya, dia meminta maaf karena tidak memberitahunya. Rupanya, waktu melihat bintang jatuh bersama ayahnya, dia berdoa untuk kesehatan adiknya. Dia kemudian meminta ibunya mengambil hadiah tahun baru mereka ditas. Ternyata hasil cetakan file "cosmos". Dia meminta ibunya membacakan supaya dia juga bisa ikut mendengar. Ternyata itu cerita tentang bagaimana ayahnya bertemu ibunya sewaktu SMA. Mi Ra membacakan cerita itu sambil menangis tersedu. Terakhir, Ah Reum berkata "ayah ibu aku akan merindukan kalian" dan matanya menutup untuk selamanya. Ibunya, yang masih belum menyadari kalau Ah Reum sudah tidak bernafas memuji karangan Ah Reum. Tapi begitu dia menunduk dan melihat anaknya sudah meninggal, dia langsung menangis sambil memanggil "Ah Reum....Ah Reum..bangunlah...kau ingin mendengar lonceng tahun baru kan...bangunlah..." . Dae Soo juga hanya bisa menangis.

Flashback

Waktu itu wawancara Ah Reum dimusim semi. Dia ditanya tentang puisinya yang berjudul Ayah.
"ayahku bertanya padaku kau ingin menjadi apa jika dilahirkan kembali, kujawab dengan lantang, ayah aku ingin menjadi seperti ayah. Ayahku bertanya padaku masih banyak yang lebih bagus, kenapa kau ingin menjadi seperti aku, kujawab dengan pelan, ayah jika aku menjadi seperti ayah memiliki anak seperti aku, maka aku bisa mengerti bagaimana rasanya menjadi ayah"


T A M A T

Selesai juga akhirnya. Jujur saya cengeng banget digenre film kyk gini. Betapa orang tua itu banyak pengorbanannya untuk anak. Saya bisa merasakan karena saya sudah menjadi anak dan orang tua. Dulu kalo saya bandel dan dipukul sama ayah saya, beliau pasti bilang, kamu itu belum pernah jadi orang tua nak, orang tua itu kalau abis mukul anaknya pasti nyesel. Waktu itu sih saya gg percaya, masak ada abis mukul tra nyesel, paling ayah gg sayang sama saya. Tapi ternyata itu bener, sekarang saya kalau lagi marahin anak saya yang gede, malamnya pasti saya pijitin kakinya sama nyesel banget udah marah marah sama dia. Ini knp tambah curcol lagin intinya adalah, apapun kita, bagaimanapun kita, orng tua kita itu adalah segalanya buat kita. Yak...sudah drpd saya nulis yg geje geje..saya mau tidur dulu nemenin sigendut yg udah molor duluan. Makasih sudah membaca. Oh ya leave comment ya biar saya semangat nulisnya. Anneyong....

Minggu, 29 Maret 2015

Sinopsis My Brilliant Life part 1


Saya komebek...
Jangan bosen ya sama saya, saya orgnya asik kug, baik hati, ramah, dan rajin membuang sampah pada tempatnya. Kalo gg percaya coba deh traktir saya haha. Jadi gini, kmrn kan saya blg mw rehat bentar sblm ngrecaps TGWSS, lha kug ya hr ini saya ditinggal hubby sm anak saya yg besar mancing. Sebel kan saya gg diajakin hehe ya udah saya ngrecaps movie aja dan My Brilliant Life yg jd next project saya. Film ini rilis thn kmrn bulan september kl gg salah. Cuman krn mnrt saya critanya bgs mknya saya mw sharing. Film ini membuat saya terharu saat nntn. Oke selamat membaca ya.

Pengenalan Karakter 

 Kang Dong Won sebagai Han Dae Soo
 Jo Seong Mok sebagai Han Ah Reun
 Song Hye Kyo sebagai Choi Mi Ra
Baek Il Seob sebagai Tn Jang

Ah Reum :"usiaku 16 tahun dan aku tidak pernah sekolah, sebagian besar kuhabiskan waktuku dengan membaca buku atau menulis di komputer, aku belum lama ini mulai menulis tentang orang tuaku, orang tua ku memiliki aku saat mereka masih 17 tahun".

Tn Jang tertawa mendengar cerita Ah Reum tentang orang tuanya. Mereka berdua duduk ditangga dijalan. Ah Reum memang selalu bercerita dengan Tn Jang yang sudah dianggap teman baiknya.
Hari itu, Ah Reum bercerita tentang masa lalu orang tuanya, tepatnya saat ibunya hamil, diusia 17 thn dan masih memakai seragam SMA. Tn Jang bisa memahami itu, tapi Ah Reum tidak. Bagaimana bisa ibunya hamil diusia 17 thn n bukan 27 thn. Tn Jang berkata kalau romeo dan juliet, mereka juga jatuh cinta pada usia segitu. Tn Jang merasa iri pada cinta dimasa muda. "Tapi, aku yakin ayahmu pasti panik ketika mengetahuinya" kata Tn Jang.

Flashback

Dae Soo, ayah Ah Reum dan Mi Ra, ibunya sedang berada di cafe. Dae Soo tidak bisa diam, dia gelisah. Dia bertanya kepada Mi Ra, "kau tidak akan melahirkannya kan?" Dan dia bertambah stress ketika Mi Ra malah menjawab tidak tahu.  Dae Soo berkata kalau dia masih 17 thn, tapi Mi Ra, dengan cepat juga menjawab "aku juga 17 thn" . Ya iyalah kan sekelas...msk umurnya beda hehehe.
Dae Soo "aku sangat bodoh, keluargaku miskin, dan aku tidak punya masa depan, oh ya dan aku tidak punya ibu untuk membantu membesarkan anak itu, dan jika kabar ini tersebar kita bisa dikeluarkan dari sekolah, bagaimana kita bisa membesarkan anak?"
Dasar Dae Soo, sudah tahu akibatnya begitu masih saja berbuat.
Mi Ra "ibuku juga putus sekolah, tapi dia baik baik saja"
Walah...Mi Ra juga gitu, kalo mau niru orangtuanya mbok ya yang bagus yang ditiru, ini sama sama putus sekolah aja bangga ckckckc...

Dae Soo masih ketakutan, dia tidak mau orang orang tahu dia sudah melakukannya dengan Mi Ra. Dia belum siap dengan resikonya.  Dan benar, ketika kelurga Mi Ra tahu dia hamil dengan Dae Soo, kakak laki laki Mi Ra langsung mengejarnya. Kakak laki laki Mi Ra bukan 1 atau 2 tapi 5 dan kelimanya mengejar Dae Soo yang lari ketakutan sambil membawa tongkat hahaha. Tanggung jawab mu mana mas brow. Dirumah, Mi Ra juga di pukuli ayahnya. Tapi ibunya masih menghalang halangi. Saat ibunya lengah, ayahnya memukul kepala Mi Ra. Kena pukulan, Mi Ra malah mengumpat "sialan..." haha. Mi Ra memang dapat julukan putri sial karena diajari kakak kakaknya. Coba disini, dimarahin ortu trs kita bilang sialan, widiih..bisa bisa sepatu, mejikjer, sapu, mesin cuci, kulkas semua melayang hehehe.

Masih di jaman mereka SMA, Dae Soo ternyata atlet taekwondo. Tapi masalahnya dia terlalu cepat emosi. Ketika bertanding dan wasit memberikan peringatan, dia tidak terima dan melemparkan helm kekepala wasit. Wasit itu sampai berdarah hidungnya. Dan saat wasit menyuruh Dae Soo keluar, dia tambah marah dan menendang wasit itu. Masalahnya adalah, yang terkena tendangan itu justru kepala sekolahnya yang tiba tiba ada disitu untuk melerai mereka hahaha. Jadilah Dae Soo terkenal dikotanya karena menedang kepala sekolahnya.
Dan karena itu, dia ditampar oleh pelatihnya. Berulang kali sampai pipinya merah. Dan ketika ayahnya tahu dia menghamili Mi Ra, dia juga ditampari ayahnya. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya dan keluar dari rumah. Dia tidak pernah kembali sampai sekarang.

Pintu kamar dibuka. Mi Ra masuk membawa sebuah kotak. Ah Reum, yang sedang menulis di komputer, menyelanya, "ibu, ketuk pintu!!". Mi Ra, menutup pintu lagi, kemudian mengetuk nya. Saat Ah Reum bilang "masuk..." dia baru membuka pintu. Ibunya memasang ekspresi wajah pura pura sebal ke Ah Reum. Mi Ra menghampirinya, otak yang dibawa, diletakkan di meja. Ternyata isinya tensimeter. Lalu dia mengambil glukometer, dan mengecek darah Ah Reum. Dia bertanya apa sudah minum obat darah tinggi, obat reumatik, dan obat lambung. Ah Reum menggangguk. Dia berkata kalau dia sudah terbiasa melakukan sendiri. Mi Ra juga bertanya apakah insulinnya masih ada, dan dia berencana akan mengambilnya lagi ketika Ah Reum bilang kalau insulinnya tinggal 2. Ibunya menyuruhnya keluar untuk makan es serut bersama sama. Dan sambil nonton TaeTiSeo haha.
Dae Soo bahkan mengomentari Taeyeon dan Seohyun yang cantik dan sudah dewasa. Dia lalu bertanya kepada Ah Reum, musik apa yang dia sukai, dasar Ah Reum, dia menjawab semua yang dinyanyikan grup wanita. Dan ayahnya setuju haha, dasar cowok. Mi Ra kembali keruang duduk setelah mengambilkan kue beras untuk Ah Reum, dan dia menyuruh Dae Soo mengganti chanel tv. Ternyata mereka mau menonton acara reality show Berbagi Kebahagiaan. Dan hari itu, reality show nya akan menayangkan tentang mereka. 

Han Ah Reum, seorang anak yang berusia 16 thn tapi memiliki fisik seperti orang berusia 80 thn. Ah Reum diwawancara, dia berkata kalau dia ingin sekolah, karena seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan masuk sekolah. Han Ah Reum mempunyai penyakit penuaan dini yang bahasa medisnya disebut Progeria Syndrom. Ah Reum harus menjalani banyak pemeriksaan dan pengobatan rawat jalan setiap minggunya. Seorang dokter, Lee Seung Tae, diwawancarai.
Lee Seung Tae "dia baru 16 thn, tapi secara fisik dia lebih dari 80 thn, pasien Progeria bertambah tua 10 kali lebih cepat dari orang normal, bukan hanya kulit mereka, tapi juga tulang dan organ. Ini penyakit yang amat langka, menyerang 1 dari 30 juta orang. Penuaan bisa ditunda sedikit tapi tidak bisa disembuhkan"
Selama disiarkan, banyak orang yang melihat dan memberikan donasi kepada mereka. Tn Jang juga menonton acara itu. Ternyata Tn Jang juga diwawancara dan dia menunggu.

Kamera menyorot Mi Ra. Mi Ra bekerja di tempat cuci baju. Dan ayah Ah Reum, Dae Soo bekerja sebagai supir taxi. Tapi penghasilan mereka tidak bisa menutupi biaya pengobatan Ah Reum.  Mi Ra lalu bercerita, ketika Ah Reum masuk UGD, pada saat yang sama ayahnya kritis. Tapi dia tidak segera menemui ayahnya. Dia malah berharap tidak bisakah ayahnya pergi lebih dulu karena dia sudah hidup lama. Jadi Mi Ra merasa menjadi anak durhaka. Kadang juga, Ah Reum ikut ayahnya pergi bekerja naik taxi. Ketika ditanya apa mimpinya, Ah Reum menjawab kalau dia ingin jadi anak yang bisa membuat orangtuanya tertawa, tumbuh sehat, dan melihat orang tuanya bahagia, tapi sayang dia tidak bisa melakukan itu.
Ah Reum "jika ayah memiliki anak yang sehat, mereka bisa pergi kemping bersama atau main baseball, jadi kupikir, setidaknya aku bisa membuat mereka tertawa"
Acara selesai. Mereka bertiga masih terpaku didepan tv. Telp berbunyi, ternyata dari kakak Mi Ra, yang juga melihat acara tadi. Tak berapa lama, pintu diketuk. Ternyata Tn Jang yang datang. Tn Jang marah karena  scene nya tidak ditayangkan, padahal dia sudah mentraktir prodesernya hehehe. Ternyata Tn Jang ini narsis juga. Saking sebalnya Tn Jang memanggilnya produser licik ^_^

Produser licik itu bernama Seung Chan, teman sekelas ibunya. Dia menemui Mi Ra dirumah dan memberitahu kalau rating acara meningkat waktu kisah mereka disiarkan. Mi Ra juga berterimakasih kepada mereka atas semua bantuaannya selama ini.

Paginya, Ah Reum ikut ayahnya bekerja naik taxi. Ketika ada pelanggan yang akan naik dan mereka melihat Ah Reum, reaksi mereka beragam. Ada yang senang, ada yang jijik, tapi ada yang malah minta foto bareng hehehe
Anak anak SMA ini bahkan mendoakan Ah Reum supaya cepat sembuh. Dalam perjalanan, Ah Reum bertanya kepada ayahnya, kenapa ayahnya belajar taekwondo kalau sebenarnya tidak ingin jadi atlet. Dae Soo tidak bisa menjawabnya. Dia hanya suka taekwondo karena seragamnya (Mirip saya yg ikut ekskul karate biar bisa liat org yg saya taksir waktu SMP hehehe). Malamnya, mereka berdua menjemput Mi Ra, dan pergi ke pinggir sungai Han untuk piknik. Sambil menggelar tikar, mereka minum bersama. Mi Ra menghabiskan bir kalengannya dengan sekali minum. "Kenapa aku begitu menyukai hari berangin?" kata Mi Ra. Suaminya menggangguk sambil memakan ayam goreng. Mendengar itu, Ah Reum menjelaskan kalau udara menggerakkan elektron diudara ke atom lain, makanya membuat perasaan senang. Mereka berdua memuji Ah Reum dan memperebutkan mirip siapa dia.

Mi Ra menyuruh suaminya membeli bir lagi. Ah Reum ikut. Waktu keluar dari toko, Ah Reum minta pergi kekamar kecil. Dia pergi sendiri dan ayahnya menunggu ditaman dekatnya. Disitu Ah Reum diganggu oleh anak anak SMA. Mereka mengejeknya alien bahkan mengambil topi yang dipakai Ah Reum.
Rambut Ah Reum tumbuh tidak sempurna. Bahkan bisa dibilang tidak tumbuh. Diperlakukan seperti itu Ah Reum hanya pasrah. Dae Soo menghampiri mereka. Ternyata, mereka malah sekalian membuli Dae Soo. Mereka bilang kalau Dae Soo membawa kakeknya jalan jalan dan menyebut Ah Reum itu gollum. Yang sudah tamat nonton The Lord of The Ring pasti tahu apa itu gollum. Tidak terima, Dae Soo mengajak berkelahi. Dengan jurus jurus yang dipelajarinya dulu, dia menendang semua anak SMA itu. Ah Reum sampai terpesona melihatnya. Sampai sampai dia tidak sadar kalau ayahnya sebenarnya dikeroyok oleh mereka kkkkk
Scene ini bener bener ngakak-able. Jadi, Dae Soo bener bener dikeroyok sampai dia tidak bisa berkutik. Tahu akan kalah, dia akhirnya mengeluarkan jurus tendangan mautnya yang dulu mengenai kepala sekolahnya. Dan kali ini tepat mengenai.....seorang polisi yang sedang berpatroli wkwkkww. Puk puk Dae Soo. Mereka semua dibawa kekantor polisi, meski akhirnya dibebaskan. Dalam perjalanan pulang, Mi Ra marah marah karena Dae Soo sudah berjanji tidak akan berkelahi lagi. Tapi begitu Dae Soo memberi tahu kalau Ah Reum diejek gollum, gantian dia yang marah dan mau gantian menghajar mereka hehehe.

Ah Reum dan Mi Ra menemui dokter Lee Seung Tae. Ini kenapa gak sekalian aja pakai nama Lee Seung Min sih. Dr Lee memeriksa hasil ct scan. Ternyata ada pembuluh darah yang pecah dan itu bisa menyebabkan stroke dan sakit kepala yang luar biasa. Ah Reum disuruh keluar sebentar. Dr Lee menjelaskan kalau arterinya bisa pecah kapan saja dan kalau Ah Reum tidak secepatnya rawat inap, mereka tidak bisa membantu kalau ada apa apa. Pulang dari rumah sakit, mereka berjalan jalan sebentar. Tapi Ah Reum tidak nyaman karena banyak orang melihatnya dengan pandangan tidak suka. Tapi Mi Ra berkata untuk tidak memperdulikan orang orang. "Apa ibu tidak malu?" kata Ah Reum
Mi Ra "kenapa ibu harus malu, kau sakit, jangan perdulikan hal lain, jangan perdulikan tatapan dan cemoohan orang lain, bersikaplah seperti anak seusiamu, mengeluh dan menangis seperti anak kecil jika sakit!"
Ibunya lalu melepas kacamata hitam yang dia pakai, dan berkata kalau itu yang membuat orang melihatnya. "Seperti selebritis saja" kata Mi Ra. Ibunya juga menyuruhnya bangga karena melewati pengobatan yang parah, sedangkan pamannya saja menangis kesakitan ketika disunat, padahal umur mereka sama waktu itu. Ah Reum menggangguk dan tersenyum. Di jurnal yang sedang dibuatnya, Ah Reum menulis kalau dulu, ibunya juga menulis kelebihan dan kelemahan ayahnya. Menurut ibunya kelebihan ayahnya adalah tinggi dan baik. Tapi kelemahannya adalah terlalu tinggi dan terlalu baik. Kalau menurut ayah Mi Ra, kelebihan Dae Soo cuma 1, yaitu menghamili anaknya, tapi kata ibu Mi Ra tidak apa apa, yang penting dia punya kelebihan. Sebenernya kelebihannya ada 1 lagi, menendang orang yang tidak tepat hahaha. Ditengah menulis, tiba tiba jantungnya terasa sakit. Ah Reum menutup pintu, kemudian mengambil obat dan meminumnya. Dia tertidur di lantai. Beberapa saat kemudian dia terbangun, dan ketika melihat komputer, ada 1 email masuk. Dibacanya email itu.
"Hai, namaku Lee Suh Ha, 16 thn, sebaya denganmu. Aku dapat emailmu dari stasiun tv, mereka memberi tahunya mungkin karena aku juga sakit, setelah melihat tayanganmu ditv kupikir kita bisa berteman, semenit dalam hidupku terasa seperti selamanya juga, semoga beruntung, semoga kau lekas sembuh"
Ah Reum seperti tidak percaya kalau ada yang mengajaknya berteman. Jadi kemana mana dia selalu teringat email Suh Ha. Sampai malamnya, dia terbangun karena sepertinya dia melihat bayangan Suh Ha. Ah Reum kemudian mengambil air di lemari es ketika dia mendengar suara orang tuanya berbicara. Dari balik pintu, Ah Reum mendengar ibunya menangis. Ibunya merasa kalau Ah Reum menjadi seperti ini karena waktu dia hamil dulu, dia lari 10-20 lintasan tiap malamnya untuk mencegah Ah Reum lahir. Ayahnya menenangkannya. Dia berkata kalau itu bukan salahnya. Ah Reum, sepanjang malam memikirkan kata kata ibunya.

Besoknya, Ah Reum bertemu dengan Tn Jang, dia pamitan kalau besok dia akan masuk rumah sakit. Mereka lalu sama sama minum. Tn Jang minum soju, Ah Reum minum susu. Ah Reum tanya apakah soju enak. Tn Jang menjawab tentu saja pahit. "Kalau pahit kenapa tetap diminum?" tanya nya lagi. Tn Jang menjawab "apa kau berhenti menjalani hidup karena pahit, tidak!". Saya sesuju Tn Jang. Ah Reum lalu curhat tentang Suh Ha. Dia bertanya apa normal kalau ada gadis yang masih mau berteman dengannya meskipun dia tahu kondisi Ah Reum. Dia lalu bercerita kalau mendapat email itu. Tn Jang menyuruh Ah Reum untuk membalas emailnya. Ayah Tn Jang yang pikun mau masuk dirumah yang salah. Tn Jang menghentikannya. Ayahnya lalu bertanya siapa dia, Tn Jang menjawa itu Ah Reun tetangga sebelah. Dan ayahnya Tn Jang membungkuk memberi hormat pada Ah Reum hihihi. Sebelum pergi Tn Jang bertanya dia nanti akan dirawat dibag apa, pediatri (anak anak) atau geriatri (manula).

Ternyata Ah Reum ditempatkan dibag pediatri. Ah Reum sampai bengong melihat ramainya kamar itu. Tiba tiba ada anak yang menghampirinya dan memberika lolipopnya sambil berkata "haraboji...." hehehe. Tapi setelah itu dia dipindah ke bagian dewasa. Disana ada seorang pasien yang sedang dikunjungi oleh tiga jemaat gereja untuk mendoakannya. Tapi ketiganya segera disuruh pergi oleh Dae Soo ketika mereka akan mendoakan Ah Reum. Seung Chan datang sambil membawa banyak hadiah dari pemirsa tv. Hadiahnya banyak, mulai dari vitamin, buku buku, dan yang paling keren adalah game konsol.
Ah Reum membalas email dari Suh Ha. Dan mereka saling membalas email beberapa kali. Suh Ha bahkan mengirimi Ah Reum sebuah lagu sebagai tanda persahabatan mereka. Seung Chan datang paginya. Dia memohon kepada Mi Ra untuk tampil lagi diacara tv nya. Bos Seung Chan yang memintanya. Awalnya Mi Ra tidak mau, karena donasi yang didapat mereka sudah berlebih. Tapi Seung Chan tetap memaksanya. Akhirnya Ah Reum bilang dia akan tampil.  Ketika Mi Ra menemani Ah Reum makan, dia tidak sengaja melihat obat mual untuk ibu hamil di tas ibunya. "Ibu sakit?" Tanya Ah Reum. Ibunya menjawab itu hanya vitamin. Dia lalu menelpon suaminya yang saat itu ternyata sedang bekerja tambahan mengamankan demonstrasi. Dan ternyata minggu depan dia juga diajak untuk menjadi keamanan program Star Date yang guess nya adalah
Dae Soo "Girl Generation...?"
Dasar....sudah bapak bapak masih aja ngepoin gelben. Dae Soo kerumah sakit sambil membawa ayam goreng kesukaan Ah Reum. Sayang Ah Reum ternyata harus puasa untuk pemeriksaan besok. Dae Soo, yang tidak punya peri kemanusiaan, langsung saja membuka ayam goreng kentakinya yang masih hangat dan memakannya didepan Ah Reum. Dan beginilah ekspresi Ah Reum melihat bapaknya makan.
Dae Soo bener bener keplak-able ya. Gregeten saya. Eh belum habis ayamnya, ternyata dia juga mengincar game konsol hadiah dari pemirsa kemarin. Dia bilang kalau Ah Reun tidak mau, berikanlah pada ayah. Saya jadi inget hubby yang pengen bgt beli ps tapi gg saya bolehin hehehe. Masak sih udah punya anak 2 mash suka maen game. Lah knp saya jadi curhat juga. Oke lupakan curhat gg penting saya. Dae Soo memberi Mi Ra uang hasil kerjanya tadin dan ganti Mi Ra menyerahkan print out buku tabungan. Disitu sudah ada banyak sekali orang yang menyumbang untuk mereka. Bahkan ada sumbangan senilai 10 juta won dan itu tanpa nama. Dae Soo ingin mencari siapa yang mengirim uang sebanyak itu. Tapi kata istrinya, Seung Chan tidak memperbolehkan itu.

Hari itu Ah Reum sedang mempersiapkan wawancara untuk program tv ketika Tn Jang datang menjenguk. Saat Seung Chan lewat, Ah Reum memanggilnya. Dia berterimakasih kepada Seung Chan karena memberikan emailnya kepada Suh Ha. "Bukan aku yang memberikannya, mungkin staffku" kata Seung Chan. "Tapi siapa dia?" tanya Seung Chan lagi. Ah Reun menjawab kalau dia hanya tau nama dan emailnya saja. Dan meminta Seung Chan untuk merahasiakannya. Kembali ke Tn Jang, Ah Reum bercerita kalau sekarang dia akan syuting lagi karena terakhir kali syuting, responnya bagus. Dan Tn Jang yang masih ingin masuk tv menanyakan kapan syuting lagi.

Malamnya Ah Reum dan Suh Ha kembali berkirim email. Ah Reum bertanya tentang penyakit Suh Ha yang ternyata sakitnya sama dengan ibunya. Mereka berdua punya impian yang sama menjadi penulis. Ah Reum bahkan bercerita kalau dia sudah menulis tentang bagaimana orang tuanya bertemu.

Dae Soo ada lokasi Star Date. Dia bahkan mengawal diruang ganti. Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun juga menggoda Dae Soo yang sudah punya anak diusia 17 thn.
Mereka turun kebawah. Acara nya memang live. Ah Reum dan Mi Ra juga menonton dari tv rumah sakit. Ah  Reum kaget meluhat ayahnya ada ditv dibelakang TaeTiSeo. Diberitahu ibunya. Mi Ra yang awalnya hanya sebel pada suaminya, tiba tiba terdiam dan temenung lama. Ah Reum tahu sebabnya. Dulu ibunya ingin jadi artis. Melihat ibunya termenung, dia memotret ibunya. MI Ra baru tersadar dia tadi sudah melamun. Foto Mi Ra di gambari Ah Reum dengan sayap bidadari.
Seung Chan menemui Ah Reum. Dia ingin minta alamat email Suh Ha untuk kepentingan siaran. Rencananya, eps yang akan datang , mereka akan memperkenalkan persahabatan Ah Reum dan Suh Ha. Ah Reum agak marah karena Seung Chan sudah berjanji untuk merahasiakannya. Tapi setelah Seung Chan menerangkan bahwa mungkin mereka bisa bertemu, Ah Reun akhirnya setuju untuk menanyakan ke Suh Ha.

Hari itu hari wawancara, dan Tn Jang sengaja datang dengan memakai pakaian terbaiknya hahaha. Dan ternyata dia memang diminta untuk wawancara. Masalahnya Tn Jang ini juga galo. Dia bolak balik sengaja melakukan kesalahan saat diwawancara supaya lebih lama di syuting hihihi.

Dr Lee Seung Tae visite dan dia marah ketika tahu Ah Reum bermain laptop. Dia memerintahakan Ah Reum melarang membaca apapun karena sudah mulai berkurang penglihatannya. Tapi dia masih berusaha supaya bisa berkirim email kepada Suh Ha. Dia bahkan sudah berani meminta foto Suh Ha dan Suh Ha mengiriminya foto.
Dia lalu membayangkan dirinya dan Suh Ha dalam versi yang sehat sedang berjalan jalan berdua di tepi danau sambil tertawa tawa.

Sinopsis My Brilliant Life part 2

Saya mau sedikit menjelaskan apa itu Progeria Syndrom. Jadi Progeria Syndrom ita adalah penyakit genetik yang disebabkan mutasi atau perubahan gen. Jadi kalau umpamanya kita berusia 10 tahun ya kita akan nampak seperti seseorang yang berusia 40thn-70thn. Dan itu juga berlaku pada fungsi organ tubuh. Penglihatan berkurang, kulit keriput, rambut rontok, dll. Masalahnya penyakit ini blm ada obatnya, jadi therapinya hanya sebatas pada keluhan pasien saja alias simtomatik. Hasil saya gugling ada bbrpa foto foto pasien Progeria.

                 
Pasien Progeria jarang ada yang hidup diusia lebih dari 20 tahun.

Itu yang bisa saya share tentang Progeria Syndrom. Saya bukan dokter jadi saya hanya bisa menjelaskan sesuai kapasitas saya saja hehehe. Kalau kalian ada yang pernah nemuin, bisa dishare kug disini. Siapa tahu saya juga bisa belajar. Trimakash sudah membaca ya. 

Jumat, 27 Maret 2015

Park Yoochun, On Me!!


Haii...hari ini hari jum'at terakhir di bulan Maret. Akhir bulannya udah mepet gt ya, jadi bikin dompetnya agak rame...soalnya yang nyisa tinggal koin koin aja hahaha. Biasanya sih ya, kalo pas lagi bokek gini, kreativitas saya tambah tajam hahaha. Itu hanya alasan belaka. Dihari jum'at nan cerah ini, tiba tiba saya pengin bikin satu halaman full yang saya dedikasikan buat abang uchun saya yang imut. Kenapa kug tiba tiba? Karena tanpa sebab yang jelas saya semalam mimpiin dia ^_^. Ahh enggak ding boong. Karena setelah ada bang uchun hidup saya jadi lebih berwarna hahaha. Itu juga boong lagi kekeke. Yang bener adalah kmrn itu tiba tiba saya, mbk dee, sama mbk fanny sepakat mau ngrecaps dramanya bang uchun, Sensory Couple aka The Girl Who See Smells. 

Nah ada yang salah ini...kenapa saya jadi mau ngrecaps drama, kan tagline nya sinopsis film aja. Jawabannya adalah semua karena bang uchun dan duo master persinopsisan Indonesia Raya yang sudah beken hingga ke mancanegara. Jadi pas aja momennya buat saya bernostalgia mengingat kapan dan knp saya jadi suka sm bang uchun. Page ini isinya cuman curhatan saya ya, jadi kalo kalian males baca silahkan diskip aja hahaha.

Kalo diingat ingat ya, awal saya mengenal YC itu karena Sunkyunkwan Scandal yg lagi diputer di tipi. Waktu itu saya blm tau smp segitunya siapa castnya, namanya siapa, dan bla bla. Cuman saya suka drakor yg lg diputer ditipi, itu aja. Saya juga gg nnt dr awalannya, nnt nya br di eps ke 3 kl gg salah ya. Waktu itu liat YC mah bisaaaaa aja. Ya tipikal pretty boy gt lah. Waktu itu malah saya sukanya sma Yoo Ah In. Keren kl liat YAI haha. Terusnya kug ya mata YC yang sendu itu menusuk tepat dijantungku. Laah lebay!!.

Saya baru tau juga kalo YC ternyata adalah penyanyi. Tau saya, dia cm di JYJ aja, eh ternyata dia sdh lama nyanyi bareng TVXQ. Ost nya SSK, Chajatta jadi lagu wajib saya sampe sekarang.

Next dramanya dia, Miss Ripley, terus terang saya gg ngikutin. Mungkin karena waktu itu gg booming banget ya disini. Nah, Rooftop Prince jadi titik balik ke-ngepans-an saya sama YC. Sebelum drama ini airing, saya sudah bolak balik mampir Soompi. Saya sih suka mmg genre ronkom, dan berharap YC bisa ekting lucu didrama ini. Dan kesampaian. 2 karakter di 1 drama. Saya sangat menikmati RTP ini. Meskipun sebenernya YC msh belum terlalu bagus untuk drama ronkom. Tapi its ok lah. Setidaknya dia sdh bs bikin ketawa saya dengan wajah oon nya waktu kelaparan dan kehujanan trs liat 2 org siswa makan mie ditoko hahaha. Scene itu bener bener deh...

RTP selesai datanglah I Miss You. Saya juga gg ngikuti krn saya gg suka sama LF nya, Yoo Eun Hee. File donlotannya mash ada, tapi gg ada niat buat nntn. apakrn terlalu melow juga, saya kurang tahu. Yang pasti sampe sekarang saya blm ada niatan buat nntn IMU.
Nah...3 Days bisa jadi drama fav saya. Saya suka YC mengambil peran ini. Saya juga suka sama Park Ha Sun. Drama ini bener bener buat saya penasaran tiap minggunya. Oh ya, saya shipperannya YC dan PHS hihi. Sayang Park Ha Sun sdh diambil orang hiks..

 Oke sampe juga ke The Girl Who See Smells. Saya sih gg yakin, apa YC dan SSK ini bs bgs chem nya nnt. Moga moga aja ya, jadi saya bisa nikmatin drama ini.

Saya, sekarang jadi ass salah satu dokter spesialis di rs, dan kebetulan beliau juga suka nntn drakor dan sukanya sama Lee Dong Wook. Nah yang bikin saya sebal adalah, beliau selalu nyebut YC dengan sebutan Kepala Endog aka Kepala Telor hahaha. Krn kata beliau, anatomi kepala YC kayak telor hihihi. trs nya saya bales ngejekin LDW hahaha.

Jadi itulah curhatan saya tentang YC. Penginnya sih curhat dikantor polisi biar ada yang ngetikin hehehe. Maafin ya kalo seandainya ada yg sebel sama saya krn saya gg suka YEH, dan saya ngledekin LDW gg aneh2 kug hehehe. Daaaaa.....

Sinopsis Gangnam 1970 part 2


Jong Dae mengumpulkan anak buahnya. Dia meminta pendapat Chang Bae dan anak buahnya tentang rencana yang akan dilakukannya. Chang Bae ragu ragu, dia takut rencana yang sudah disusun Jong Dae meleset dan mereka semua terkena akibatnya. Tapi Jong Dae menyakinkan mereka bahwa semua akan baik baik saja.

Yong Gi duduk dimobil sambil merokok. Tak lama kemudian Jong Dae masuk mobilnya. Dia melihat baju Yong Gi berlumuran darah. Dia bertanya ada apa. Yong Gi menjawab tidak ada yang perlu Jong Dae pikirkan. Semua sudah dia atasi.
Yong Gi "aku tidak mengerti apa yang ada dipikiranku"
Berdua, mereka ke sebuah danau dan membuang mayat Senior Kim disana. Sebenarnya dia menyesal membunuh Seniora Kim. Seandainya saja Senior Kim tidak ada disana. Jong Dae menenangkannya. Mereka berdua bermaksud menyelesaikan semuanya untuk selamanya.

Yang bermaksud dengan menyelesaikan semuanya adalah, Jong Dae dan Yong Gi serta anak buah Jong Dae bermaksud membunuh tangan kanan Seo Tae Gon.  Dia membunuh agar bisa menempati posisi tertinggi di organisasinya. Semuanya dia bunuh. Dengan cara yang sadis. Diwaktu yang sama, Gil Soo sedang menemui calon suami Seon Hye dan keluarganya. Pulang kerumah, Seon Hye menunggu Jong Dae didepan rumah. Hari itu hujan. Tapi Jong Dae tidak mau menemui Seon Hye. Dia bersembunyi dibalik kaca.

Jong Dae menemui Tae Gon untuk meminta tolong. Jong Dae bermaksud meminjam uang untuk membayar hutang. Tae Gon bertanya untuk apa uang tersebut. Ketika Jong Dae menjawab untuk membiayai perjalanan politiknya, Tae Gon heran. Jong Dae sebenarnya ingin meminjam uang untuk membayar hutang Gil Soo.

Gil Soo dan Chang Bae dirumah sedang menunggu Jong Dae. Begitu Jong Dae sampai rumah, Gil Soo segera memukuli Jong Dae. Gil Soo rupanya sudah tahu bahwa Jong Dae sudah membunuh tangan kanan Tae Gon. Gil Soo kecewa. 
Gil Soo "apa aku pernah mendidikmu seperti ini, kenapa kau melaukan hal buruk ini, jangan diam saja"
Jong Dae "aku kecewa, karena kau tidak pernah mendukungku, seandainya kau tidak pernah memaksaku, tentu aku tidak akan melakukan ini"
Jong Dae lalu pergi. Dengan meninggalnya tangan kanan Tae Gon, Jong Dae otomatis naik pangkatnya menjadi orang kepercayaan  Tae Gon. Hari itu hari pernikahan Seon Hye. Jong Dae terus memandangi Seon Hye yang cantik memakai gaun putihnya. Jong Dae mencintai Seon Hye sejak lama. Tapi Seon Hye pernah berkata kalau dia tidak mau berurusan dengan pekerjaan ayah dan Jong Dae, yang sudah dia anggap sebagai kakak.

Jong Dae menemui Yong Gi di sebuah tempat dipegunungan. Mereka sepakat bahwa mereka akan berpisah jalan mulai sekarang.

Chang Bae memberi pelajaran dansa kepada anak buahnya . Ternyata itu untuk merayu para ahjumma yang mempunyai tanah supaya menjual kepada mereka. Para ahjumma tadi senang sekali ketika diajak berdansa dengan anak buah Chang Bae. Dan akhirnya mereka tanpa ragu memberikan stempel diatas kontrak jual beli tanah.

Jong Bae menjebak anak seorang politikus dengan bantuan Min Sung Hee. Anak politikus tadi dituduh membunuh seorang pelacur dan foto fotonya dipakai untuk mengancam ayahnya. Tapi ancaman itu tidak berhasil ketika Tae Gon memberitahu bahwa kasus sudah ditutup. Dan Tae Gon tidak mau menjelaskan kenapa. Jong Dae mengantar Tae Gon pulang ketika kepalanya dipukul dengan tongkat. Dia pingsan. Ternyata Jong Dae disekap oleh Gi Taek. Dia disiksa. Tangannya diikat kebelakang disebuah tiang dan dadanya dipukuli dengan besi. Jong Dae kesakitan. Tapi dia tidak mau menunjukkan nya didepan Gi Taek.
Gi Taek "dasar kau bajingan, kau punya hutang kepadaku, tapi kau masih belum membayarnya. Kau kira kau bisa lari dariku, aku akan selalu menemukanmu, kau pikir kau ini pintar ya?"
Jong Dae malah menjawab kalau memang dia lebih pintar, karena Gi Taek SD saja tidak lulus (pantes jadi anggota geng, kan gg bs nglamar kerja kl gg punya ijazah SD). Mendengar penghinaan Jong Dae, Gi Taek tambah marah dan melampiaskan nya dengan melucuti Jong Bae lagi. Sepasang mata melihatnya dengan iba. Yong Gi. Yong Gi tidak tega melihat sahabatnya seperti itu. Dia lalu memanggil Gil Soo dan Chang Bae. Gil Soo meminta tolong untuk membebaskan anak angkatnya itu.

Yong Gi masuk ke gudang tempat Yong Dae ditawan. Dia melihatnya dikurung.
Dia lalu menyuruh seseorang membuatkan makanan. Jong Dae diberi mie. Dia makan dengan mulutnya. Ternyata tanpa penjaganya tahu, Yong Gi memasukkan silet didalam mie nya. Gil Soo datang. Dia menyerahkan beberapa dokumen kepada Seniornya Yong Gi untuk barter dengan Jong Dae. Jong Dae dikeluarkan dari kurungannya (kenapa jadi kayak ayam ya hahaha). Dengan tangan yang sudah lepas dari ikatannya, dia menyerang penjaganya. Ketika dari dalam gudang terdengar letusan senapan, Gil Soo segera menyerang si Seniot dengan kapak. Bagasi mobil Gi Soo terbuka dan Chang Bae keluar dan langsung menyerang mereka. Perkelahian terus terjadi sampai akhirnya Gil Soo berhasil membunuh orang yang hampir menikam Jong Dae. 

Jong Dae dibawa bersembunyi ke sebuah penginapan oleh Gil Soo. Gil Soo berharap Jong Dae cepat sembuh karena peran Jong Dae penting bagi mereka. Tanpa Jong Dae mereka bukan apa apa. Jong Dae bingung dengan apa yang dikatakan Gil Soo.

Gi Taek marah mendengar Jong Dae lepas. Dia menampar semua orang yang menjaga Jong Sae waktu itu. Dia lalu melaporkan kejadian ini kepada Seung Go. Mereka perlu rencana lain untuk menang.

Polisi menyerbu club malam tempat anak buah Tae Gon berkumpul. Tae Gon diselamatkan dan dibawa pergi. 

Akuntan Jeong Gyo ternyata sudah di dekati dan disuap oleh Gi Taek. Gi Taek bahkan membawakan pelacur untuk melayaninya. So Jung duduk di samping Gi Taek. Ternyata So Jung dimintai tolong Yong Gi untuk merekam pembicaraan mereka. Jong Dae mendengarkan rekaman itu. Dia sekarang tahu kalau Akuntan berkonspirasi dengan pihak Park Seung Go. Jong Bae dan Yong Gi sedang memikirkan rencana mereka, ketika anak buah Jong Bae melaporkan kalau Gil Soo dan yang lainnya ditangkap polisi. Tanpa berpikir panjang, Jong Dae berlari keluar penginapan, tapi segera dihentikan Yong Gi. Yong Gi minta Jong Dae jangan gegabah. 
Di kantor polisi, Gil Soo, Chang Bae dan lainnya di tahan. Gil Soo bahkan ditampar 2x oleh seorang polisi. Dia mengingatkan mereka jangan berlagak jadi jagoan disitu. Mereka tidak ada apa apanya. 

Jong Dae hanya diam dikamar melihat berita tentang penangkapan Gil Soo. Dia sedih karena tidak bisa berbuat apa apa. Pintu diketuk. Seon Hye yang datang dengan wajah penuh lebam. Sepertinya dia habis dipukuli suaminya. Sambil menangis dia memeluk Jong Dae.

Jong Dae bermaksud untuk menjebak si Akuntan Jeong Gyoo. Dia menyuruh Choon Ho dan seorang perempuan untuk menjalankan misinya. Mereka membuat mabuk Akuntan tadi dan perempuan itu melayaninya. Yong Gi melaporkan kepada Seong Go bahwa semua sudah siap. Setelah itu dia pergi menemui Jong Bae dan menyerahkan sebuah dokumen. Paginya, Jong Dae membawa tukang foto kamar hotel Akuntan. Dan ternyata si perempuan yang melayani Akuntan tadi sudah berubah menjadi Choon Hoo yang memakai wig panjang haha
            
Jong Dae mengancam Akuntan dengan foto foto mesumnya tadi. 

Tae Gon, Jong Dae dan Sung Hee minum bersama. Mereka mendiskusikan wilayah mana yang harus mereka kuasai dulu. Sung Hee memberi saran didaerah yang kecil dulu, tapi Tae Gon menolaknya, dia ingin menguasai wilayah yang ramai, tapi Jong Dae mengatakan kalau belum tentu wilayah yang ramai itu selalu menguntungkan. Tapi Tae Gon tidak mau mendengar saran Jong Dae. 

Yong Gi dan Jong Dae bertemu untuk membicarakan rencana berikutnya.

Ternyata, Tae Gon menemui Jeong Gyoo dan menyerahkan dokumen yang didapat Jong Dae dari Yong Gi. Jeong Gyoo memuji Tae Gon. Tae Gon ingin segera memulai rencana mereka tapi Jeong Gyoo sepertinya masih ragu ragu.

Gil Soo mengumpulkan orang orang diclub. Dia meminta mereka semua membantunya memjalankan bisnis nya. Jong Dae tidak setuju dengan Gil Soo, dan dia bertanya kenapa Gil Soo tidak memberitahu nya lebih dulu. Gil Soo merasa tidak perlu memberitahu Jong Dae. 

Seorang ahjussi menemukan mayat Senior Kim.

Jong Dae bertemu Yong Gi dan memberitahu bahwa rencana mereka berubah karena Gil Soo bertindak lebih cepat dari perkiraan.

Yong Gi dipukuli oleh para seniornya. Kemungkinan Gi Taek sudah tahu kalau Senior Kim dibunuh Yong Gi. Yong Gi meminta maaf, Gi Taek mau memaafkannya asal dia melakukan perintah Gi Taek. 

Jong Gi mendapat kabar kalau Seon Hye masuk rumah sakit dan dia berlari kesana. Dia melihat Seon Hye dipukuli lagi. Diwaktu yang sama, Gil Soo bertemu dengan Gi Taek. Dia melaporkan kepada Gi Taek kalau Yong Gi dan Jong Dae sedang berencana untuk menjatuhkan Gi Taek. Tapi meskipun begitu, Gil Soo, sambil berlutut memohon kepada Gi Taek
Gil Soo "ketua, aku memohon kali ini pada mu, jangan sakiti mereka"
Jong Dae, dengan emosi masuk ke tempat perjudian. Disana dia melihat suami Seon Hye sedang bermain judi. Tanpa banyak bicara, Jong Dae langsung memukulinya. Gil Soo pulang kerumah dan sudah ditunggu Yong Gi. Ternyata Yong Gi berniat membunuh Gil Soo. Dia menusuknya diperut. Gil Soo masih melawan sebelum akhirnya dia mati. Tugas yang diberikan Gi Taek terlaksana. Dipemakaman Gil Soo, Gi Taek juga ikut melayat. Yong Gi, sambil berkaca kaca, mengatakan kepada temanya kalau tidak ada cara lain, dia harus membunuh Gil Soo. Temannya menjawab kalau seharusnya Yong Gi bs memikirkan jalan lain dan dia tidak perlu perlu jadi pembunuh.

Gi Taek memuji Yong Gi karena sudah melakukan perintahnya dengan baik. Dia lalu menyuruh anak buahnya bersiap siap melakukan sesuatu. Malamnya Yong Go menemui Jong Dae, menyuruhnya jangan khawatir atas keadaan ini. Jong Dae menjawab kalau apa yang dia takutkan sudah terjadi.

Ternyata, Gil Soo memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Yong Gi dia acara pemakaman Gil Soo. Kekuatan tidak berimbang. Jong Dae hanya membawa sedikit anak buah. Tapi mereka tidak takut. Mereka terus berusaha melawan sampai akhirnya Yong Gi datang bersama orang orangnya membantu Jong Dae. Akhirnya mereka menang.

Park Seung Go ditangkap polisi. Gi Taek menghilang.

Jong Dae menghadap Tae Gon. Tae Gon menyakinkan Jong Dae apa dia sanggup mengemban tugas berat yang akan diberikan Tae Gon, menguasai Gangnam. Wilayah yang luas dan sulit. Jong Dae menyanggupinya. Dia siap untuk merebut wilayah itu.

Yong Gi diangkat sebagai ketua. Malamnya ada pesta untuk merayakan keberhasilan itu. Jong Dae juga datang. Ditengah pesta dia keluar. Sendiri, dia mengingat ingat informasi yang dia dapat. Kalau sebenarnya yang membunuh Gil Soo adalah Yong Gi. Yong Gi menghampirinya. Menyuruh Jong Dae untuk tidak terlalu memikirkan masalah masalah dulu. Karena ini waktunya mereka bersenang senang. Jong Dae hanya diam.

Seon Hye memasukkan setrika yang biasa dipakai ayahnya kedalam keranjang. Sementara Jong Dae melihat kamar ayah angkatnya. Disitu dia melihat foto foto mereka dulu. Foto ketika Gil Soo mulai membuka jasa laundry nya, dan foto foto pernikahan Seon Hye.  Dia lalu menemukan sebuah dokumen dan dia menangis.
Jeong Gyoo menerima laporan dari Tae Gon kalau dia sudah membereskan mereka, karena mereka ini sudah terlalu lama menyebabkan masalah. Mereka ini yang dimaksud adalah Yong Gi dan Jong Dae. Saat itu mereka berdua bertemu dengan Gi Taek di bioskop. Yong Gi menyerahkan uang kepada Gi Taek, tapi Gi Taek malah bermaksud menembaknya. Tapi Jong Dae datang dan mereka berdua membunuh Gi Taek. Kalau saya bilang, Yong Gi membunuh Gi Taek karena membuat dia jadi pembunuh Gil Soo dan Jong Dae membantunya karena membuat sahabatnya menjadi pembunuh ayah angkatnya. Yong Gi berterimakasih karena Jong Dae membantunya, tapi dia terkejut ketika Jong Dae, menodongkan pistol Gi Taek yang jatuh tadi, kearahnya dan menembaknya. Sementara itu anak buah Yong Gi menyerang  anak buah Jong Dae yang ikut di bioskop. Jong Dae masih mengarahkan pistol kearah Yong Gi. Dia menembaknya dilengan. Yong Gi bertanya kenapa Jong Dae melakukan ini.
Jong Dae "karena kau melakukan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan, kau punya pesan terakhir?"
Yong Gin "sialan kau, tembak saja aku, seumur hidup kau hanya akan dimanfaatkan orang lain, tembaklah, bunuh aku, jadilah anjing setia bagi tuanmu, dan bunuh aku sekarang, jangan sampai kau menyesalinya..tembaklah jangan ragu, cepat bunuh aku,bunuhlah saudaramu dan dengarkan kata kata majikanmu, itu akan membuatnya senang"
Jong Dae menembak, tapi mengarahkannya ke kursi dibelakang Yong Gi. Hampir menangis, Jong Dae menyuruh Yong Gi untuk pergi. Yong GI menangis.

Jong Dae diatas kereta bersama Chang Bae.Yong Gi mengobati luka tembak dilengannya didalam mobil.
Diatas kereta Jong Dae ditembak oleh orang suruhan Tae Gon. Jong Dae terlempar dari kereta yang berjalan
Yong Gi, juga ditembak kepalanya oleh orang yang sama. Dia mati.

Di kantor Jeong Gyoo, dia dan Tae Gon membuka kotak kotak kayu yang berisi uang. Orang suruhan Tae Gon memberi tahu kalau tugas membunuh Jong Dae dan Yong Gi sudah dilakukan.

Jong Dae masih ternyata masih hidup. Tertatih tatih dia berjalan keluar dari terowongan kereta api. Tidak kuat menahan sakit, dia terjatuh. tapi dia tetap merangkak, berusaha menuju rumah tempat Seon Hye menunggunya.hari itu ternyata mereka memutuskan untuk pindah dari situ. Jong Dae terus merangkak sebelum akhirnya dia pingsan.

Sebuah pesta diadakan untuk merayakan keberhasilan Tae Gon menguasai wilayah Seoul.

Kita diajak kembali ke masa lalu saat mereka berdua masih menjadi pemulung. Malam sebelum rumah mereka di hancurkan, waktu Yong Gi mengeluh kedinginan dan memasukkan bohlam lampu kedalam selimutnya, Jong Dae melemparkan sarung tinju, dan mengenai kepala Yong Gi. mereka akhirnya saling bertinju sambil tertawa.

Dan Seo Tae Gon semakin bersinar karir politiknya.

T  A  M  A  T

Akhirnya selesai juga. Jujur, saya berat ngrecaps film ini. Bukan karena filmnya berat. Tapi lebih karena ceritanya yang membuat bingung saya. Dengan durasi 2 jam, banyak sekali cameo cameo yang cuman dapet jatah scene dikit. Akhirnya saya juga gg tahu, dia siapa, perannya apa disitu. apalagi waktu nntn, kyknya sub indo yang saya punya juga agak gg jelas gitu. Ada beberapa part yang hilang. Jadi saya hanya bisa mengira ngira apa yang terjadi. Tapi saya sudah berusaha yang terbaik untuk merampungkan sinopsis film ini. Maaf kalo mmg nanti pas kalian nntn ternyata tidak sesuai, karna saya galo pas ngrecaps ini hehehe. Oh iya, rabu minggu depan perdana  The Girl Who See Smeels, Insya Allah saya akan bertrio dengan mbk Fanny kdramatized dan mbk Dee kutudrama. oke trimaksih sudah membaca ya.