Rabu, 25 Maret 2015

Sinopsis Gangnam 1970 part 1


Akhirnya sampai juga saya difilm nya mas Rae Won dan  Lee Min Hoo. Sebenernya saya galo, saya pgn ngrecaps filmnya Om Jang Dong Gun yang No Tears For The Dead, cuman ggr kmrn sempet ngikutin Punch nya mas Rae Won, akhrnya om Dong Gun ngalah dulu ya. Saya penasaran sama Gangnam Blues ini karena Kim Rae Won nya, dan bukan Lee Min Hoo. Mianhae para Minoz hehe. Tp saya yakin kug, LMH maennya bgs disini. Oke ya...met membaca readers...

Pengenalan Karakter


     Kim Rae Won sebagai Baek Yong Gi
 Lee Min Hoo sebagai Kim Jong Dae
   Jeong Jin Yeong sebagai Kang Gil Soo
Jeong Ho Bin sebagai Yang Gi Taek
     Eom Hyo Seob sebagai Kim Jeong Gyoo
        Yoo Seung Mok sebagai Seo Tae Gon
         Choi Jin Ho sebagai Park Seung Go





Sebuah helikopter membelah langit. Melewati kawasan tanah yang luas, heli tadi berputar melintasi area itu. Didalam heli, Kim Jeong Gyoo sedang mendengarkan penjelasan akuntannya. "Lihatlah...ini daerah kekuasaan kita, dari sini kau bisa melihat semua wilayah kita". Jong Gyoo bertanya "apa kau yakin, sekarang ini persaingan semakin ketat".

Di perkampungan kumuh dekat rel kereta, 2 orang pemulung sedang mencari barang bekas. Yong Gi dan Jong Dae, pemulung itu, mereka adalah teman baik. Kerja mereka ya cuman jadi pemulung itu. Kalau sudah terkumpul, baru deh dibawa ke pengepul. Malam itu, Jong Dae sedang marah karena harga barang yang dibawanya tidak dihargai sebagaimana biasanya. Dia protes, tapi akhirnya dipukul oleh si bos pengepul. Dia tidak terima lalu balas memukul. Hampir saja terjadi perkelahian, kalau saja tidak dihentikan oleh Yong Gi. Scene ini buat saya separo pengin ketawa separo pengen sedih. Yong Gi dan Jong Dae makan mie ramen mentah dan dibagi berdua. Didepan mereka, ada sebuah keluarga yang sedang makan makanan hangat. Malamnya, dirumah yang sangat sederhana sekali sehingga susah kalo mau selonjor/halahh.../ mereka tidur diatas tikar. Hawa nya dingin sampai sampai Yong Gi memasukkan bolham lampu didalam selimutnya. Sementara itu ada sebuah surat berstempel merah tergeletak di lantai. Surat penggusuran rumah mereka. Paginya sebuah traktor menghancurkan rumah mereka. Dan ketika mereka mau melawan, mereka sudah dihajar.

Disebuah rumah besar, Park Seung Go, Seo Tae Gon, Yang Gi Taek, dan Park Chang Bae, dan seorang ahjussi lagi saya tidak tahu namanya, sedang berkumpul. Park Seung Go dan Seo Tae Gon sedang memberitahu 3 bahawannya untuk bekerja lebih baik dalam proyek mereka kali ini. Hanya ada beberapa orang yang tidak mau pindah. Sepertinya memang mereka sedang memperluas wilayahnya dengan cara mengusir orang orang miskin dari tempat tinggalnya.  Tak berapa lama, Gil Soo masuk. Dia lalu memberikaan laporannya kepada ahjussi tadi.
Gil Soo "kami sudah menangkap pembuat masalah itu, kami sudah mengurung mereka, mereka tidak akan membuat masalah lagi"
Ahjussi "benarkah..apa kau bisa memastikan itu, apa mereka tidak akan menghalangi kita lagi?"

Yong Gi dan Jong Dae ternyata sudah dibawa di tempat orang orang yang tadi menggusur rumah mereka. Disana mereka dihajar oleh 2 orang.
Yong Gi "kami bukan penganggu, kami hanya ingin menyelamatkan rumah kami"
Berkata begitu, Mereka malah ditertawakan. Tak berapa lama, Gil Soo datang. Ternyata mereka ini anak buahnya Gil Soo. Gil Soo bertanya apakah ada masalah dengan penggusurannya, sambil melihat Yong Gi dan Jong Dae. Anak buahnya menjawab tidak apa apa, mereka akan membereskannya. Tapi Gil Soo berkata mungkin mereka berdua bisa berguna. 

Yong Gi dan Jong Dae ternyata diajak naik bus dengan preman preman yang lain. Dibus, mereka diberi uang dan susu. Yong Gi langsung minum 2 botol susu. Tapi karena mungkin dia tidak pernah minum susu jadi sepertinya perutnya sakit hahaha. Jong Dae menghitung uangnya. Tapi mengeluh kalau ini tidak benar. Kalau mereka sudah menjual harga dirinya. Tapi Yong Gi cuek. Yang penting mereka punya uang. Lebih baik begini daripada tidak punya. Suara Gil Soo memutuskan percakapan mereka. 
Gil Soo "dengar, kita hampir sampai, kalian harus berusaha sekuat tenaga, hancurkan semua yang kalian lihat, apa kalian paham dengan tugas masing masing?"


Semua menjawab iya. Ternyata tugas mereka adalah membuat kerusuhan diacara kampaye. Mungkin sih dari partai politik. Dan karena sudah diperintah untuk merusak, jadilah semua diobrak abrik oleh mereka. Bahkan orang orang disitupun mereka pukuli.
Begitu masuk aula, Jong Dae sudah mau menghajar orang orang itu, tapi Yong Gi mengeluh perutnya sakit dan lari mencari kamar mandi hahaha. Perkelahian diaula sudah semakin liar. Anak buah Gil Soo sudah mampu menguasai aula. Banyak orang yang bergeletak setelah terkena pukulan. Dan Jong Dae, memukuli orang orang dengan kejam. Dikamar mandi, ternyata Yong Gi juga tidak bisa bab dengan lancar jaya. Lha gimana, ternyata musuhnya juga mencari mangsa dikamar mandi. Jadilah mereka berkelahi, dan tiba tiba seseorang memukul kepala Yong Gi. Dia jatuh. Di aula, Gil Soo menghentikan perkelahian. Dia cepat cepat menyuruh orang orang nya untuk segera masuk bus lagi.  Tapi Jong Dae, kebingungan mencari Yong Gi. Yang akhirnya ia temukan tergeletak di kamar mandi.

Kim Jeong Gyoo memanggil 2 bawahannya, Park Seung Go dan Seo Tae Gon. Dia melemparkan koran yang menuliskan atrikel perkelahian kemarin. Dia bertanya 
Kim Jeong Gyo "Park Seung Go apa ini, aku sudah bilang jangan ceroboh?"

Park Seung Go meminta maaf. "Kejadian ini diluar perkiraan kami semua".  Kim Jeong Gyo berkata "kita tidak bisa membiarkan ini, jadi harus segera kita bereskan, kalau tidak ini akan jadi masalah" sambil melihat kearah Seo Tae Gon. Seo Tae Gon berjanji akan segera membereskan. Park Seung Go hanya diam sambil melihat  Tae Gon.

Jong Dae duduk termenung diatas reruntuhan rumahnya. Matanya berkaca kaca mengingat Yong Gi.

Dikantor Gil Soo, Park Chang Bae, bawahan Gil Soo dan senior disitu mempertanyakan hasil kerja mereka kemarin. Gil Soo menjawab semua berantakan dan polisi sedang mengincar mereka. Tapi Chang Bae berkata "ah itu tidak mungkin, kita sudah menyuap mereka, kita tak kan tersentuh". Tepat saat itu Jong Dae masuk. Jong Dae meminta tolong Gil Soo untuk menolong kakaknya yang terluka parah. Tapi Chang Bae menolaknya. "Itu resiko pekerjaan kita" jawabnya. Sekali lagi Jong Dae mendekat ke arah Gil Soo dan memohon padanya.

Gil Soo mengajak Jong Dae kerumahnya. Disitu, dia bertemu anak Gil Dae, Seon Hye. Seon Hye memasak untuk mereka.
Seon Hye "Aku harap kau menyukai masakanku, orang bilang masakanku sangat enak"
Dia lalu meninggalkan mereka berdua. Tapi paandangan mata Jong Dae terus mengikuti Seon Hye. (Apa karena Seon Hye ini mirip Bae Suzy ya haha). Selesai makan, Jong Dae tidur disitu juga. Tapi dia tidak bisa tidur. Berharap Yong Gi ada disebelahnya. Tiba tiba dia mendengar suara keras. Saat keluar rumah, dia melihat Gil Soo sudah ditikam oleh seseorang. Jong Dae menyerang orang itu. Tapi ternyata dia tidak sendiri.  Mereka berkelahi sampai akhirnya Jong Dae bisa mengalahkan mereka berdua. Besoknya, ternyata ahjussi yang atasan Gil Soo juga diserang. Tapi dia meninggal.
Seo Tae Gon dan bawahannya Yang Gi Taek, melayat kerumah ahjussi itu. Disana mereka bertemu Gil Soo. Mereka mengira ngira siapa yang melakukan ini pada ahjussi dan Gil Soo. Gil Soo berkata bahwa itu orang suruhan musuh mereka. Tae Gon menyuruh Gil So berhati hati. Gil Soo mengajak Chang Bae dan Jong Dae berbicara. Gil Soo mengajak mereka balas dendam. Tapi Chang Bae menolaknya. Dia takut masalah semakin runyam. Gil Soo hanya takut kalau mereka tidak balas dendam, mereka akan dianggap lemah dan akan mudah dihancurkan. Mereka hanya terdiam.

3 Tahun Kemudian

Seorang pria membuka bagasi mobilnya. Disitu ternyata ada seorang pria lagi yang terikat  tangan dan mulutnya dibekap. Dia berteriak ketakutan. Berjanji akan memberitahu sesuatu. Tapi pria pertama tadi sudah membawa senapan dan menembaknya. Seseorang turun dari mobil. Dia Yong Gi. Ternyata Yong Gi selama ini masih hidup dan menjadi anak buah Park Seung Go. Setelah ditugaskan menembak pria tadi, dia diajak minum oleh Park Seung Go dan Yang Gi Taek.
Park Seung Go "silahkan minum, itu minuman yang terbaik"
Yong Gi berterimakasih dan meminumnya. Gi Taek bertanya kepada Park Seung Go bagaimana dengan urusan mereka. Ternyata Seung Go senang dengan apa yang dilakukan Gi Taek.
Gi Taek "tak lama lagi kita akan mengambil alih wilayah mereka, aku sudah menyiapkan semuanya untukmu, kau jangan khawatir"

Seung Go "sebaiknya kau tidak membuatku kecewa"
Disebuah club malam, seorang informan menemui Jong Dae dan Chang Bae. Dia berkata bahwa pihak lawan sudah bersiap untuk menyerang. "mereka pikir sekuat apa mereka? ingin menyerang kita...". Chang Bae menyahut "tenang saja, mereka tidak akan berhasil, meskipun anggota mereka lebih besar, mereka tidak akan berhasil". Tapi Jong Dae berpikiran lain. Dia malah menyuruh supaya mereka tidak boleh meremehkan ancaman itu. Tak lama kemudian Jong Dae dipanggil oleh Bos Goo. Bos Goo mengkritik Jong Dae karena bersikap sombong padahal dia anggota baru.
Bos Goo "kau tidak menghormati anggota yang lama, kenapa? kau sudah merasa hebat? tanpa bantuan kami kau masih jadi gelandangan diluar sana"
Jong Bae menjawab "bukan begitu, aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk kelompok kita". Bos Goo menjawab "bagaimana caranya? apa dengan bersikap seperti itu mereka akan mendengarkanmu". Jong Bae berkata lagi kalau sebenarnya mereka harus merubah cara beroperasi. Dan Bos Goo tersinggung dengan itu." Sekarang kau ingin mengajari kami caranya bekerja? apa kau sudah merasa hebat?" ujarnya sambil meninggalkan Jong Dae yang terdiam.

Kim Choon Ho, seorang gigolo sedang melayani pelanggannya, ketika pintu kamar dibuka oleh Jong dae dan Chang Bae. Pelanggannya wanitanya terkejut dan segera menutupi tubuhnya dengan selimut. Chong Ho yang terkejut, jatuh dari tempat tidur sambil beruaha memakai celana dalamnya. Tapi Chang Bae yang marah langsung menendangnya. "kau bersenang senang sementara kami semua bekerja keras" teriaknya sambil menendangi Choon Ho. Sedangkan Jong Dae, memungut baju wanita itu dan melemparkannya. Chang Bae terus memukuli Choon Ho dan menjambak rambutnya. "kau meninggalkan pekerjaanmu untuk bersenang senang" katanya pada Chong Ho sambil menamparnya. Tapi Choon Ho mengelak "aku tidak meninggalkan pekerjaanku". Jong Dae lalu mendekati Choong Ho. Dia berlutut dan mengambil sebuah gunting besar. Digesek gesekkannya gunting itu di kemaluan Choon Ho sambil berkata "kau mau aku potong...jawab atau kupotong kemaluanmu bajingan". Choon Ho menjerit sambil memegang kemaluannya hahaha. "baiklah baiklah jangan potong kemaluanku, aku sudah menjualnya" ujarnya sambil melindungi harta pusakanya hehehe.

Jong Dae lalu pergi kesebuah pesta kecil. Choon Ho ikut dibelakangnya. Dia membuka pintu dan bertanya "siapa yang bernama Min Sung Hee?". seorang wanita cantik menjawab
Min Sung Hee "ada masalah apa?
Jong Dae "ini ada hubungannya dengan barang yang telah dijualnya, aku ingin menyelesaikan masalah ini"
Min Sung Hee terdiam tidak menjawab.

Di kantor, Seo Tae Gon sedang memarahi Yang Gi Taek. Dia marah karena Park Seung Go, atasan Gi Taek sudah membuatnya marah. "Kau masih belum mengerti posisiku sebagai ketua? kau sudah mengerti? lihatlah kau sedang berbicara kepada siapa. kau tahu?". Gi Taek tersenyum, dia menjawab "ini hanya masalah bisnis, kita harus membedakan masalah pribadi dan masalah bisnis". Tae Gon marah.
Tae Gon "berani kau berbicara seperti itu bajingan!!, aku seorang pebisnis, kau lupa siapa dulu yang menolongmu, kau belum lupa itu kan?"
Tae Gon menampar Gi Taek. "aku ingatkan kau, jangan pernah bersikap kurang ajar pada orang yang sudah menolongmu". Gi Taek terdiam. "kau tahu aku sudah lama membangun hotel ini" Tae Gon. Gi Taek menjawab dengan dingin "aku juga ingin mempertahankannya, tapi itu sama sekali melanggar hukum, Tuan Seo Tae Gon, hotel itu sudah diambil alih oleh Park Seung Go"

Gil Soo, ternyata sudah pensiun dari dunianya yang dulu. Dia membuka jasa laundry dirumahnya. Tapi Jong Dae ternyata masih tinggal disana. Gil Soo menyuruh Jong Dae makan. Dia juga bertanya ada apa dengan Seon Hye, putrinya. Tapi Jong Dae menjawab tidak ada apa apa. Jong Dae memberi Gil Soo amplop berisi uang. Gil Soo menolaknya. Dia berkata "berhentilah bersikap seperti itu, aku tak ingin kau terus membantuku". Tapi Jong Dae menjawab tidak apa apa smbil masuk kedalam rumah. Seon Hye ternyata sudah menyiapkan banyak sekali makanan malam itu. Jong Dae bertanya "kenapa makanannya begitu banyak, apa ada yang harus dirayakan?". Seon Hye menjawab "hari ini adalah hari ulang tahun". Jong Dae bingung "ulang tahun, memangnya ini hari ulang tahunku?" tanyanya.
Gil Soo "ini adalah hari ulang tahun dimana keluarga kita telah berkumpul kembali, kau telah kembali kerumah ini setelah sekian lama pergi"
Jong Dae tertunduk. Dia berkata bahwa ini bukan hal yang harus dirayakan. Tapi Seon Hye dengan tersenyum berkata "kakak kenapa, cobalah cicipi masakanku, aku akan selalu memasakkan makanan untukmu, kau harus menghabiskannya, oke?". Jong Bae tersenyum dan menggangguk. Gil Soo bertanya apa Jong Dae dan Chang Bae apa sudah menemukan sesuatu yang mereka cari. Jong Bae menjawab belum. Tiba tiba Bos Goo datang dan mengajak Gil Soo keluar. Ternyata dia menagih hutang kepada Gil Soo. "Kau harus segera melunasinya, kalau tidak aku akan kena masalah. Kau tidak bisa menghindariku, kau sudah janji akan melunasinya. Apa kau tahu itu menyulitkanku? selama ini, apa kau tahu aku telah menghabiskan waktu untuk mencarimu?. Ketua ingin kau segera melunasi hutang atau dia akan bertindak kasar" katanya panjang lebar. Dibalik pintu Jong Dae mendengarkan. Gil Soo memohon Bos Goo untuk menolongnya sekali lagi. "Ketua Goo, tolong beri aku waktu lagi, aku akan segera melunasinya". Bos Goo menyanggupinya, sambil mengancam kalau minggu depan tidak melunasi, rumah Gil Soo akan dihancurkan.

Scene berikutnya saya sensor ya hehehe. Rupanya Yong Gi punya affair dengan simpanannya bosnya, Gi Taek.

Di Hotel, Gi Taek mengumpulkan  keempat anak buahnya termasuk Yong Gi. Dia memberi perintah supaya  mereka bisa mendapatkan kembali tempat yang pernah mereka punyai, sebuah hotel. Gi Taek bertanya kepada Yong Gi, apakah Yong Gi bisa mengurus hotel itu. Yong Gi mengiyakan. salah satu dari keempat nya berkata untuk membiarkan Senior Kim yang mengurus nya. Tapi Gi Taek menolaknya. Sepeninggalan Gi Taek, Yong Gi dimarahi oleh Senior Kim karena telah menyerobot wilayahnya. Tapi Yong Gi tidak takut, dan menyuruh senior Kim untuk bicara kepada Gi Tae kalau dia tidak suka.

Di club malam, ada acara penyambutan untuk Jong Dae. Choon Ho mengajak Jong Dae bertemu dengan  Min Sung Hee. Sung Hee ingin Jong Dae melakukan sesuatu untuknya, dengan imbalan uang yang memang dibutuhkan Jong Dae untuk membayar utang Gil Soo.
Sung Hee "aku ingin kau melakukan sesuatu untukku, aku ingin menguasai daerah Yong Du, kau bisa,jika kau bisa membantuku, kau akan dapat bagian yang banyak"
Dan Jong Dae menyetujuinya.

Di kantor Kim Jeong Gyoo, Park Seung Goo sedang memetakan kekuatan mereka. Tapi Jeong Gyoo masih belum puas, dia ingin ada peningkatan lagi. Seung Go berkata kalau Yong Gi masih berupaya meningkatkan jumlahnya. Jeong Gyoo memaki Yong Gi sambil tersenyum
Jeong Gyoo "dasar bajingan itu,dia telah berkembang dengan cepat selama ini, kau tahu dimana bisa menemukan dia?"
Mereka berdua ternyata sedang berusaha untuk menguasai distrik Gangnam dan Seoul. Seung Goo agak pesimis Gangnam bisa mereka kuasai. Tapi Jeong Gyoo tidak. Dia sangat berharap Gangnam bisa mereka ambil alih mengingat keuntungan yang besar nanti. Rencananya, besok akan ada operasi besar dan mereka harus berhasil untuk bisa menguasai Seoul dan Gangnam. Park Seng Goo ditunjuk untuk memimpin operasi tersebut.

Jong Dae menepati janjinya untuk membantu Sung Hee mendapatkan wilayah Yong Du. Mereka menggunakan segala cara untuk bisa membeli tanah dari warga sekitarnya. Tidak terasa sepertiga wilayah Yong Du sudah mereka kuasai. Tapi sepertinya ada masalah. Anak buah Seo Tae Gon ternyata juga mengincar wilayah yang sama. Mereka ingin tahu siapa yang sudah membeli wilayah incaran mereka selama ini. Jong Dae melihat mereka dari kejauhan.

Yong Gi ditangkap oleh anak buah Tae Gon.

Jong Dae menunggu Seon Hye dijalan. Dia melihat Seon Hye berciuman dengan pacarnya didalam mobil. Ketika Seon Hye turun dari mobil, Jong Dae memanggilnya dari belakang. Mereka berjalan beriringan menuju rumah. Ternyata rumah dirumah Gil Soo, Bos Goo sedang mengeluarkan barang barang Gil Soo dan membakarnya didepan rumah. Jong Dae menyerang Bos Goo dan anak buahnya. Dia juga mengancam, kalau seandainya Bos Goo kembali kesini, dia akan membunuhnya. Setelah membereskan rumahnya, Yong Gi bicara berdua dengan Gil Soo. Sepertinya Yong gi ingin meminta bantuan dari Gil Soo tapi Gil Soo menolaknya.

Di ruang bawah sebuah club malam, Jong Dae dan Chang Bae menyelinap mencari dokumen penjualan tanah. Mereka sudah menemukan yang mereka cari ketika ada suara turun kebawah mendekati mereka. Ternyata diruang bawah situ ada sandera yang akan mereka siksa. Dan Jong Dae kaget setelah tahu kalau sanderanya adalah Yong Gi. Dia menyuruh Chang Bae untuk pulang dulu karena dia akan menolong Yong Gi. Yong Gi akan dikubur hidup hidup ketika Jong Dae menyerang orang orang yang ternyata suruhan Tae Gon, ketuanya. Berhasil membunuh semuanya, dia lalu menyelamatkan Yong Gi dan membawanya ke club untuk diobati. Jong Dae merasa lega karena Yong Gi sudah dia temukan.
Yong Gi "kau tidak perlu mengkhawatirkanku, lebih baik kau tidur"
Jong Dae tersenyum dan berkata kalau Yong Gi masih tetap sama seperti dulu.

Di kantor, Kim Jeong Gyoo dan Park Seung Goo sedang mendengarkan akuntan mereka memetakan kekuatan mereka. Ternyata, luas wilayah mereka masih kalah bila dibandingkan dengan musuh. Kalau mereka ingin menang, mereka harus merebut wilayah kekuasaan musuh. Jeong Gyoo tidak percaya. Dia menyuruh akuntannya menerangkan sekali lagi.
"Dengan kondisi kita sekarang sulit untuk menang, karena wilayah yang kita kuasai masih kecil, maka dari itu aku menyarankan memperluas wilayah"
Kim Jeong Gyoo tidak langsung menyetujui rencana itu. Dia merasa itu terlalu beresiko.

Jong Dae sedang bersama Min Sung Hee diclub. Dia memberikan dokumen yang dicurinya diruang bawah tanah club malam. Sung Hee memberikan uang hasil kerja Jong Dae. Tiba tiba Jong Dae mencium Sung Hee. Dan Sung Hee membalas ciumannya. Setelah itu Jong Dae bertanya mau diapakan berkas itu. Tapi Sung Hee enggan untuk menjawab. Dia memberitahu Jong Dae kalau ada hal yang sebaiknya tidak dia ketahui.

Dan ternyata memang, Sung Hee adalah orang suruhan Park Seung Go, musuh dari Seo Tae Gon, bos nya. Ketika Seung Go sedang dihibur oleh Sung Hee yang bernyanyi, Tae Gon yang mabuk merusak tempat itu.

Jong Dae dikamar ditemani Gil Soo. Dia masih meminta Gil Soo untuk membantunya. Tapi Gill So tetap menolaknya. Besok paginya, dari atap, Jong Dae melihat Gil Soo memarahi Seon Hye. Seon Hye menangis dikamar dan Jong Dae menenangkannya.

Malam itu, Yong Gi dan Joo So Jung, simpanan Gi Taek, bos nya, mengatakan kalau dia hamil. Yong Gi bingung, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Karena jengkel, So Jung pergi meninggalkan Yong Gi. Yong Gi sebenarnya mau mengejar So Jung, tapi sebuah suara menghentikannya. Dia Senior Kim, orang yang wilayahnya sudah dia rebut. Senior Kim sepertinya berusaha mengancam Yong Gi dengan perselingkuhannya dengan simpanan bos, dan tanpa banyak bicara, karena takut kalau Gi Taek sampai tahu hal ini, Yong Gi menusuk Senior Kim sampai tewas.



Part 1 sampai sekian dulu ya. Semoga minggu ini bs selesai part 2nya. Terimakasih sudah membaca.

Sinopsis Gangnam 1970 part 2 

5 komentar:

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...