Minggu, 29 Maret 2015

Sinopsis My Brilliant Life part 1


Saya komebek...
Jangan bosen ya sama saya, saya orgnya asik kug, baik hati, ramah, dan rajin membuang sampah pada tempatnya. Kalo gg percaya coba deh traktir saya haha. Jadi gini, kmrn kan saya blg mw rehat bentar sblm ngrecaps TGWSS, lha kug ya hr ini saya ditinggal hubby sm anak saya yg besar mancing. Sebel kan saya gg diajakin hehe ya udah saya ngrecaps movie aja dan My Brilliant Life yg jd next project saya. Film ini rilis thn kmrn bulan september kl gg salah. Cuman krn mnrt saya critanya bgs mknya saya mw sharing. Film ini membuat saya terharu saat nntn. Oke selamat membaca ya.

Pengenalan Karakter 

 Kang Dong Won sebagai Han Dae Soo
 Jo Seong Mok sebagai Han Ah Reun
 Song Hye Kyo sebagai Choi Mi Ra
Baek Il Seob sebagai Tn Jang

Ah Reum :"usiaku 16 tahun dan aku tidak pernah sekolah, sebagian besar kuhabiskan waktuku dengan membaca buku atau menulis di komputer, aku belum lama ini mulai menulis tentang orang tuaku, orang tua ku memiliki aku saat mereka masih 17 tahun".

Tn Jang tertawa mendengar cerita Ah Reum tentang orang tuanya. Mereka berdua duduk ditangga dijalan. Ah Reum memang selalu bercerita dengan Tn Jang yang sudah dianggap teman baiknya.
Hari itu, Ah Reum bercerita tentang masa lalu orang tuanya, tepatnya saat ibunya hamil, diusia 17 thn dan masih memakai seragam SMA. Tn Jang bisa memahami itu, tapi Ah Reum tidak. Bagaimana bisa ibunya hamil diusia 17 thn n bukan 27 thn. Tn Jang berkata kalau romeo dan juliet, mereka juga jatuh cinta pada usia segitu. Tn Jang merasa iri pada cinta dimasa muda. "Tapi, aku yakin ayahmu pasti panik ketika mengetahuinya" kata Tn Jang.

Flashback

Dae Soo, ayah Ah Reum dan Mi Ra, ibunya sedang berada di cafe. Dae Soo tidak bisa diam, dia gelisah. Dia bertanya kepada Mi Ra, "kau tidak akan melahirkannya kan?" Dan dia bertambah stress ketika Mi Ra malah menjawab tidak tahu.  Dae Soo berkata kalau dia masih 17 thn, tapi Mi Ra, dengan cepat juga menjawab "aku juga 17 thn" . Ya iyalah kan sekelas...msk umurnya beda hehehe.
Dae Soo "aku sangat bodoh, keluargaku miskin, dan aku tidak punya masa depan, oh ya dan aku tidak punya ibu untuk membantu membesarkan anak itu, dan jika kabar ini tersebar kita bisa dikeluarkan dari sekolah, bagaimana kita bisa membesarkan anak?"
Dasar Dae Soo, sudah tahu akibatnya begitu masih saja berbuat.
Mi Ra "ibuku juga putus sekolah, tapi dia baik baik saja"
Walah...Mi Ra juga gitu, kalo mau niru orangtuanya mbok ya yang bagus yang ditiru, ini sama sama putus sekolah aja bangga ckckckc...

Dae Soo masih ketakutan, dia tidak mau orang orang tahu dia sudah melakukannya dengan Mi Ra. Dia belum siap dengan resikonya.  Dan benar, ketika kelurga Mi Ra tahu dia hamil dengan Dae Soo, kakak laki laki Mi Ra langsung mengejarnya. Kakak laki laki Mi Ra bukan 1 atau 2 tapi 5 dan kelimanya mengejar Dae Soo yang lari ketakutan sambil membawa tongkat hahaha. Tanggung jawab mu mana mas brow. Dirumah, Mi Ra juga di pukuli ayahnya. Tapi ibunya masih menghalang halangi. Saat ibunya lengah, ayahnya memukul kepala Mi Ra. Kena pukulan, Mi Ra malah mengumpat "sialan..." haha. Mi Ra memang dapat julukan putri sial karena diajari kakak kakaknya. Coba disini, dimarahin ortu trs kita bilang sialan, widiih..bisa bisa sepatu, mejikjer, sapu, mesin cuci, kulkas semua melayang hehehe.

Masih di jaman mereka SMA, Dae Soo ternyata atlet taekwondo. Tapi masalahnya dia terlalu cepat emosi. Ketika bertanding dan wasit memberikan peringatan, dia tidak terima dan melemparkan helm kekepala wasit. Wasit itu sampai berdarah hidungnya. Dan saat wasit menyuruh Dae Soo keluar, dia tambah marah dan menendang wasit itu. Masalahnya adalah, yang terkena tendangan itu justru kepala sekolahnya yang tiba tiba ada disitu untuk melerai mereka hahaha. Jadilah Dae Soo terkenal dikotanya karena menedang kepala sekolahnya.
Dan karena itu, dia ditampar oleh pelatihnya. Berulang kali sampai pipinya merah. Dan ketika ayahnya tahu dia menghamili Mi Ra, dia juga ditampari ayahnya. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya dan keluar dari rumah. Dia tidak pernah kembali sampai sekarang.

Pintu kamar dibuka. Mi Ra masuk membawa sebuah kotak. Ah Reum, yang sedang menulis di komputer, menyelanya, "ibu, ketuk pintu!!". Mi Ra, menutup pintu lagi, kemudian mengetuk nya. Saat Ah Reum bilang "masuk..." dia baru membuka pintu. Ibunya memasang ekspresi wajah pura pura sebal ke Ah Reum. Mi Ra menghampirinya, otak yang dibawa, diletakkan di meja. Ternyata isinya tensimeter. Lalu dia mengambil glukometer, dan mengecek darah Ah Reum. Dia bertanya apa sudah minum obat darah tinggi, obat reumatik, dan obat lambung. Ah Reum menggangguk. Dia berkata kalau dia sudah terbiasa melakukan sendiri. Mi Ra juga bertanya apakah insulinnya masih ada, dan dia berencana akan mengambilnya lagi ketika Ah Reum bilang kalau insulinnya tinggal 2. Ibunya menyuruhnya keluar untuk makan es serut bersama sama. Dan sambil nonton TaeTiSeo haha.
Dae Soo bahkan mengomentari Taeyeon dan Seohyun yang cantik dan sudah dewasa. Dia lalu bertanya kepada Ah Reum, musik apa yang dia sukai, dasar Ah Reum, dia menjawab semua yang dinyanyikan grup wanita. Dan ayahnya setuju haha, dasar cowok. Mi Ra kembali keruang duduk setelah mengambilkan kue beras untuk Ah Reum, dan dia menyuruh Dae Soo mengganti chanel tv. Ternyata mereka mau menonton acara reality show Berbagi Kebahagiaan. Dan hari itu, reality show nya akan menayangkan tentang mereka. 

Han Ah Reum, seorang anak yang berusia 16 thn tapi memiliki fisik seperti orang berusia 80 thn. Ah Reum diwawancara, dia berkata kalau dia ingin sekolah, karena seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan masuk sekolah. Han Ah Reum mempunyai penyakit penuaan dini yang bahasa medisnya disebut Progeria Syndrom. Ah Reum harus menjalani banyak pemeriksaan dan pengobatan rawat jalan setiap minggunya. Seorang dokter, Lee Seung Tae, diwawancarai.
Lee Seung Tae "dia baru 16 thn, tapi secara fisik dia lebih dari 80 thn, pasien Progeria bertambah tua 10 kali lebih cepat dari orang normal, bukan hanya kulit mereka, tapi juga tulang dan organ. Ini penyakit yang amat langka, menyerang 1 dari 30 juta orang. Penuaan bisa ditunda sedikit tapi tidak bisa disembuhkan"
Selama disiarkan, banyak orang yang melihat dan memberikan donasi kepada mereka. Tn Jang juga menonton acara itu. Ternyata Tn Jang juga diwawancara dan dia menunggu.

Kamera menyorot Mi Ra. Mi Ra bekerja di tempat cuci baju. Dan ayah Ah Reum, Dae Soo bekerja sebagai supir taxi. Tapi penghasilan mereka tidak bisa menutupi biaya pengobatan Ah Reum.  Mi Ra lalu bercerita, ketika Ah Reum masuk UGD, pada saat yang sama ayahnya kritis. Tapi dia tidak segera menemui ayahnya. Dia malah berharap tidak bisakah ayahnya pergi lebih dulu karena dia sudah hidup lama. Jadi Mi Ra merasa menjadi anak durhaka. Kadang juga, Ah Reum ikut ayahnya pergi bekerja naik taxi. Ketika ditanya apa mimpinya, Ah Reum menjawab kalau dia ingin jadi anak yang bisa membuat orangtuanya tertawa, tumbuh sehat, dan melihat orang tuanya bahagia, tapi sayang dia tidak bisa melakukan itu.
Ah Reum "jika ayah memiliki anak yang sehat, mereka bisa pergi kemping bersama atau main baseball, jadi kupikir, setidaknya aku bisa membuat mereka tertawa"
Acara selesai. Mereka bertiga masih terpaku didepan tv. Telp berbunyi, ternyata dari kakak Mi Ra, yang juga melihat acara tadi. Tak berapa lama, pintu diketuk. Ternyata Tn Jang yang datang. Tn Jang marah karena  scene nya tidak ditayangkan, padahal dia sudah mentraktir prodesernya hehehe. Ternyata Tn Jang ini narsis juga. Saking sebalnya Tn Jang memanggilnya produser licik ^_^

Produser licik itu bernama Seung Chan, teman sekelas ibunya. Dia menemui Mi Ra dirumah dan memberitahu kalau rating acara meningkat waktu kisah mereka disiarkan. Mi Ra juga berterimakasih kepada mereka atas semua bantuaannya selama ini.

Paginya, Ah Reum ikut ayahnya bekerja naik taxi. Ketika ada pelanggan yang akan naik dan mereka melihat Ah Reum, reaksi mereka beragam. Ada yang senang, ada yang jijik, tapi ada yang malah minta foto bareng hehehe
Anak anak SMA ini bahkan mendoakan Ah Reum supaya cepat sembuh. Dalam perjalanan, Ah Reum bertanya kepada ayahnya, kenapa ayahnya belajar taekwondo kalau sebenarnya tidak ingin jadi atlet. Dae Soo tidak bisa menjawabnya. Dia hanya suka taekwondo karena seragamnya (Mirip saya yg ikut ekskul karate biar bisa liat org yg saya taksir waktu SMP hehehe). Malamnya, mereka berdua menjemput Mi Ra, dan pergi ke pinggir sungai Han untuk piknik. Sambil menggelar tikar, mereka minum bersama. Mi Ra menghabiskan bir kalengannya dengan sekali minum. "Kenapa aku begitu menyukai hari berangin?" kata Mi Ra. Suaminya menggangguk sambil memakan ayam goreng. Mendengar itu, Ah Reum menjelaskan kalau udara menggerakkan elektron diudara ke atom lain, makanya membuat perasaan senang. Mereka berdua memuji Ah Reum dan memperebutkan mirip siapa dia.

Mi Ra menyuruh suaminya membeli bir lagi. Ah Reum ikut. Waktu keluar dari toko, Ah Reum minta pergi kekamar kecil. Dia pergi sendiri dan ayahnya menunggu ditaman dekatnya. Disitu Ah Reum diganggu oleh anak anak SMA. Mereka mengejeknya alien bahkan mengambil topi yang dipakai Ah Reum.
Rambut Ah Reum tumbuh tidak sempurna. Bahkan bisa dibilang tidak tumbuh. Diperlakukan seperti itu Ah Reum hanya pasrah. Dae Soo menghampiri mereka. Ternyata, mereka malah sekalian membuli Dae Soo. Mereka bilang kalau Dae Soo membawa kakeknya jalan jalan dan menyebut Ah Reum itu gollum. Yang sudah tamat nonton The Lord of The Ring pasti tahu apa itu gollum. Tidak terima, Dae Soo mengajak berkelahi. Dengan jurus jurus yang dipelajarinya dulu, dia menendang semua anak SMA itu. Ah Reum sampai terpesona melihatnya. Sampai sampai dia tidak sadar kalau ayahnya sebenarnya dikeroyok oleh mereka kkkkk
Scene ini bener bener ngakak-able. Jadi, Dae Soo bener bener dikeroyok sampai dia tidak bisa berkutik. Tahu akan kalah, dia akhirnya mengeluarkan jurus tendangan mautnya yang dulu mengenai kepala sekolahnya. Dan kali ini tepat mengenai.....seorang polisi yang sedang berpatroli wkwkkww. Puk puk Dae Soo. Mereka semua dibawa kekantor polisi, meski akhirnya dibebaskan. Dalam perjalanan pulang, Mi Ra marah marah karena Dae Soo sudah berjanji tidak akan berkelahi lagi. Tapi begitu Dae Soo memberi tahu kalau Ah Reum diejek gollum, gantian dia yang marah dan mau gantian menghajar mereka hehehe.

Ah Reum dan Mi Ra menemui dokter Lee Seung Tae. Ini kenapa gak sekalian aja pakai nama Lee Seung Min sih. Dr Lee memeriksa hasil ct scan. Ternyata ada pembuluh darah yang pecah dan itu bisa menyebabkan stroke dan sakit kepala yang luar biasa. Ah Reum disuruh keluar sebentar. Dr Lee menjelaskan kalau arterinya bisa pecah kapan saja dan kalau Ah Reum tidak secepatnya rawat inap, mereka tidak bisa membantu kalau ada apa apa. Pulang dari rumah sakit, mereka berjalan jalan sebentar. Tapi Ah Reum tidak nyaman karena banyak orang melihatnya dengan pandangan tidak suka. Tapi Mi Ra berkata untuk tidak memperdulikan orang orang. "Apa ibu tidak malu?" kata Ah Reum
Mi Ra "kenapa ibu harus malu, kau sakit, jangan perdulikan hal lain, jangan perdulikan tatapan dan cemoohan orang lain, bersikaplah seperti anak seusiamu, mengeluh dan menangis seperti anak kecil jika sakit!"
Ibunya lalu melepas kacamata hitam yang dia pakai, dan berkata kalau itu yang membuat orang melihatnya. "Seperti selebritis saja" kata Mi Ra. Ibunya juga menyuruhnya bangga karena melewati pengobatan yang parah, sedangkan pamannya saja menangis kesakitan ketika disunat, padahal umur mereka sama waktu itu. Ah Reum menggangguk dan tersenyum. Di jurnal yang sedang dibuatnya, Ah Reum menulis kalau dulu, ibunya juga menulis kelebihan dan kelemahan ayahnya. Menurut ibunya kelebihan ayahnya adalah tinggi dan baik. Tapi kelemahannya adalah terlalu tinggi dan terlalu baik. Kalau menurut ayah Mi Ra, kelebihan Dae Soo cuma 1, yaitu menghamili anaknya, tapi kata ibu Mi Ra tidak apa apa, yang penting dia punya kelebihan. Sebenernya kelebihannya ada 1 lagi, menendang orang yang tidak tepat hahaha. Ditengah menulis, tiba tiba jantungnya terasa sakit. Ah Reum menutup pintu, kemudian mengambil obat dan meminumnya. Dia tertidur di lantai. Beberapa saat kemudian dia terbangun, dan ketika melihat komputer, ada 1 email masuk. Dibacanya email itu.
"Hai, namaku Lee Suh Ha, 16 thn, sebaya denganmu. Aku dapat emailmu dari stasiun tv, mereka memberi tahunya mungkin karena aku juga sakit, setelah melihat tayanganmu ditv kupikir kita bisa berteman, semenit dalam hidupku terasa seperti selamanya juga, semoga beruntung, semoga kau lekas sembuh"
Ah Reum seperti tidak percaya kalau ada yang mengajaknya berteman. Jadi kemana mana dia selalu teringat email Suh Ha. Sampai malamnya, dia terbangun karena sepertinya dia melihat bayangan Suh Ha. Ah Reum kemudian mengambil air di lemari es ketika dia mendengar suara orang tuanya berbicara. Dari balik pintu, Ah Reum mendengar ibunya menangis. Ibunya merasa kalau Ah Reum menjadi seperti ini karena waktu dia hamil dulu, dia lari 10-20 lintasan tiap malamnya untuk mencegah Ah Reum lahir. Ayahnya menenangkannya. Dia berkata kalau itu bukan salahnya. Ah Reum, sepanjang malam memikirkan kata kata ibunya.

Besoknya, Ah Reum bertemu dengan Tn Jang, dia pamitan kalau besok dia akan masuk rumah sakit. Mereka lalu sama sama minum. Tn Jang minum soju, Ah Reum minum susu. Ah Reum tanya apakah soju enak. Tn Jang menjawab tentu saja pahit. "Kalau pahit kenapa tetap diminum?" tanya nya lagi. Tn Jang menjawab "apa kau berhenti menjalani hidup karena pahit, tidak!". Saya sesuju Tn Jang. Ah Reum lalu curhat tentang Suh Ha. Dia bertanya apa normal kalau ada gadis yang masih mau berteman dengannya meskipun dia tahu kondisi Ah Reum. Dia lalu bercerita kalau mendapat email itu. Tn Jang menyuruh Ah Reum untuk membalas emailnya. Ayah Tn Jang yang pikun mau masuk dirumah yang salah. Tn Jang menghentikannya. Ayahnya lalu bertanya siapa dia, Tn Jang menjawa itu Ah Reun tetangga sebelah. Dan ayahnya Tn Jang membungkuk memberi hormat pada Ah Reum hihihi. Sebelum pergi Tn Jang bertanya dia nanti akan dirawat dibag apa, pediatri (anak anak) atau geriatri (manula).

Ternyata Ah Reum ditempatkan dibag pediatri. Ah Reum sampai bengong melihat ramainya kamar itu. Tiba tiba ada anak yang menghampirinya dan memberika lolipopnya sambil berkata "haraboji...." hehehe. Tapi setelah itu dia dipindah ke bagian dewasa. Disana ada seorang pasien yang sedang dikunjungi oleh tiga jemaat gereja untuk mendoakannya. Tapi ketiganya segera disuruh pergi oleh Dae Soo ketika mereka akan mendoakan Ah Reum. Seung Chan datang sambil membawa banyak hadiah dari pemirsa tv. Hadiahnya banyak, mulai dari vitamin, buku buku, dan yang paling keren adalah game konsol.
Ah Reum membalas email dari Suh Ha. Dan mereka saling membalas email beberapa kali. Suh Ha bahkan mengirimi Ah Reum sebuah lagu sebagai tanda persahabatan mereka. Seung Chan datang paginya. Dia memohon kepada Mi Ra untuk tampil lagi diacara tv nya. Bos Seung Chan yang memintanya. Awalnya Mi Ra tidak mau, karena donasi yang didapat mereka sudah berlebih. Tapi Seung Chan tetap memaksanya. Akhirnya Ah Reum bilang dia akan tampil.  Ketika Mi Ra menemani Ah Reum makan, dia tidak sengaja melihat obat mual untuk ibu hamil di tas ibunya. "Ibu sakit?" Tanya Ah Reum. Ibunya menjawab itu hanya vitamin. Dia lalu menelpon suaminya yang saat itu ternyata sedang bekerja tambahan mengamankan demonstrasi. Dan ternyata minggu depan dia juga diajak untuk menjadi keamanan program Star Date yang guess nya adalah
Dae Soo "Girl Generation...?"
Dasar....sudah bapak bapak masih aja ngepoin gelben. Dae Soo kerumah sakit sambil membawa ayam goreng kesukaan Ah Reum. Sayang Ah Reum ternyata harus puasa untuk pemeriksaan besok. Dae Soo, yang tidak punya peri kemanusiaan, langsung saja membuka ayam goreng kentakinya yang masih hangat dan memakannya didepan Ah Reum. Dan beginilah ekspresi Ah Reum melihat bapaknya makan.
Dae Soo bener bener keplak-able ya. Gregeten saya. Eh belum habis ayamnya, ternyata dia juga mengincar game konsol hadiah dari pemirsa kemarin. Dia bilang kalau Ah Reun tidak mau, berikanlah pada ayah. Saya jadi inget hubby yang pengen bgt beli ps tapi gg saya bolehin hehehe. Masak sih udah punya anak 2 mash suka maen game. Lah knp saya jadi curhat juga. Oke lupakan curhat gg penting saya. Dae Soo memberi Mi Ra uang hasil kerjanya tadin dan ganti Mi Ra menyerahkan print out buku tabungan. Disitu sudah ada banyak sekali orang yang menyumbang untuk mereka. Bahkan ada sumbangan senilai 10 juta won dan itu tanpa nama. Dae Soo ingin mencari siapa yang mengirim uang sebanyak itu. Tapi kata istrinya, Seung Chan tidak memperbolehkan itu.

Hari itu Ah Reum sedang mempersiapkan wawancara untuk program tv ketika Tn Jang datang menjenguk. Saat Seung Chan lewat, Ah Reum memanggilnya. Dia berterimakasih kepada Seung Chan karena memberikan emailnya kepada Suh Ha. "Bukan aku yang memberikannya, mungkin staffku" kata Seung Chan. "Tapi siapa dia?" tanya Seung Chan lagi. Ah Reun menjawab kalau dia hanya tau nama dan emailnya saja. Dan meminta Seung Chan untuk merahasiakannya. Kembali ke Tn Jang, Ah Reum bercerita kalau sekarang dia akan syuting lagi karena terakhir kali syuting, responnya bagus. Dan Tn Jang yang masih ingin masuk tv menanyakan kapan syuting lagi.

Malamnya Ah Reum dan Suh Ha kembali berkirim email. Ah Reum bertanya tentang penyakit Suh Ha yang ternyata sakitnya sama dengan ibunya. Mereka berdua punya impian yang sama menjadi penulis. Ah Reum bahkan bercerita kalau dia sudah menulis tentang bagaimana orang tuanya bertemu.

Dae Soo ada lokasi Star Date. Dia bahkan mengawal diruang ganti. Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun juga menggoda Dae Soo yang sudah punya anak diusia 17 thn.
Mereka turun kebawah. Acara nya memang live. Ah Reum dan Mi Ra juga menonton dari tv rumah sakit. Ah  Reum kaget meluhat ayahnya ada ditv dibelakang TaeTiSeo. Diberitahu ibunya. Mi Ra yang awalnya hanya sebel pada suaminya, tiba tiba terdiam dan temenung lama. Ah Reum tahu sebabnya. Dulu ibunya ingin jadi artis. Melihat ibunya termenung, dia memotret ibunya. MI Ra baru tersadar dia tadi sudah melamun. Foto Mi Ra di gambari Ah Reum dengan sayap bidadari.
Seung Chan menemui Ah Reum. Dia ingin minta alamat email Suh Ha untuk kepentingan siaran. Rencananya, eps yang akan datang , mereka akan memperkenalkan persahabatan Ah Reum dan Suh Ha. Ah Reum agak marah karena Seung Chan sudah berjanji untuk merahasiakannya. Tapi setelah Seung Chan menerangkan bahwa mungkin mereka bisa bertemu, Ah Reun akhirnya setuju untuk menanyakan ke Suh Ha.

Hari itu hari wawancara, dan Tn Jang sengaja datang dengan memakai pakaian terbaiknya hahaha. Dan ternyata dia memang diminta untuk wawancara. Masalahnya Tn Jang ini juga galo. Dia bolak balik sengaja melakukan kesalahan saat diwawancara supaya lebih lama di syuting hihihi.

Dr Lee Seung Tae visite dan dia marah ketika tahu Ah Reum bermain laptop. Dia memerintahakan Ah Reum melarang membaca apapun karena sudah mulai berkurang penglihatannya. Tapi dia masih berusaha supaya bisa berkirim email kepada Suh Ha. Dia bahkan sudah berani meminta foto Suh Ha dan Suh Ha mengiriminya foto.
Dia lalu membayangkan dirinya dan Suh Ha dalam versi yang sehat sedang berjalan jalan berdua di tepi danau sambil tertawa tawa.

Sinopsis My Brilliant Life part 2

Saya mau sedikit menjelaskan apa itu Progeria Syndrom. Jadi Progeria Syndrom ita adalah penyakit genetik yang disebabkan mutasi atau perubahan gen. Jadi kalau umpamanya kita berusia 10 tahun ya kita akan nampak seperti seseorang yang berusia 40thn-70thn. Dan itu juga berlaku pada fungsi organ tubuh. Penglihatan berkurang, kulit keriput, rambut rontok, dll. Masalahnya penyakit ini blm ada obatnya, jadi therapinya hanya sebatas pada keluhan pasien saja alias simtomatik. Hasil saya gugling ada bbrpa foto foto pasien Progeria.

                 
Pasien Progeria jarang ada yang hidup diusia lebih dari 20 tahun.

Itu yang bisa saya share tentang Progeria Syndrom. Saya bukan dokter jadi saya hanya bisa menjelaskan sesuai kapasitas saya saja hehehe. Kalau kalian ada yang pernah nemuin, bisa dishare kug disini. Siapa tahu saya juga bisa belajar. Trimakash sudah membaca ya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...