Senin, 30 Maret 2015

Sinopsis My Brilliant Life part 2

Sudah 10 hari Suh Ha tidak membalas email dari Ah Reum. Dia khawatir terjadi apa apa dengan sahabatnya itu. Ah Reum terus membuka emailnya berharap ada balasan dari Suh Ha, tapi nihil. dr Lee visite, Mi Ra menanyakan tentang obat yang diganti. Ternyata terapi Ah Reum membutuhkan dosis yang sedikit lebih tinggi. Ah Reum bertanya "kapan aku mati?". Ah Reum merasa dia berhak untuk tahu kapan dia akan mati. dr Lee awalnya mencoba menyakinkan Ah Reum bahwa dia sudah banyak lebih baik kesehatannya, tapi Ah Reum tidak percaya, dia tetap memaksa dr Lee untuk mengatakan yang sebenarnya.
Ah Reum "kau tahu betapa beratnya menunggu mati tanpa harapan? Katakan saja!"
dr Lee "kau sungguh ingin tahu, paling cepat 1 bulan paling lama 2 bulan"
Tn Jang menjenguk Ah Reum. Dan mereka membicarakan sesuatu yang lucu sehingga membuat Ah Reum tertawa lepas. Tn Jang mengajak Ah Reum pergi ke pemandian air panas dan Ah Reum mengiyakan. Tapi Ah Reum punya permintaan, dia ingin dibawakan soju. Dia ingin mencoba bagaimana rasanya soju sebelum terlambat. Tapi Tn Jang malah memarahinya. Paginya Ah Reum bangun, badannya penuh dengan keringat. Dia mendengar suara ibunya bertengkar dengan Seung Chang. Ternyata ada seseorang yang ingin membuat skenario film tentang Ah Reum dan Suh Ha. Mi Ra marah, dia tidak suka Ah Reum diekspos seperti itu. mereka berdua sepakat untuk merahasiakannya dulu dari Ah Reum. Tapi ternyata Ah Reum sudah mendengarnya sendiri dari balik pintu. 

Ah Reum bermain game. Ayah dan ibunya menyuruhnya berhenti main game dan makan serta minum obat, karena Ah Reum sudah bermain hampir 2 jam.  Ah Reum menolak. Ketika ibunya memaksa dan mau mengambil game itu dia marah. Tangannya menyenggol tempat makan dimeja makan kecil didepannya, sehingga semuanya jatuh kebawah. Mi Ra memunguti makanan yang jatuh. Dae Soo memarahi Ah Reum, tapi Ah Reum, hampir menangis, berkata 
Ah Reum "apa gunanya aku makan, toh aku akan mati, apa aku pernah melawan kalian? aku hanya ingin melakukan sesuatu yang kusuka sebelum meninggal, ini yang ingin kulakukan sekarang, kenapa aku tidak boleh bermain ini? hidupku tidak lama lagi"
Mi Ra dan Dae Soo hanya terdiam. Dae Soo pergi ke tangga darurat, Mi Ra menyusulnya, mereka menangis berdua sambil berpelukan. Besoknya, Ah Reum ikut kerja ayahnya. Dae Soo hampir tidak mengijinkan, tapi Ah Reum berkata kalau dia ingin melihat bintang dari Taman Langit. Jadilah hari itu Ah Reum ikut ayahnya. Hari sudah malam ketika dari dalam taxi, Ah Reum menulis email kepada Suh Ha. Email perpisahan. Mereka sampai di Taman Langit. Ah Reum berlari sambil menagis, dikejar oleh ayahnya. Tiba tiba dia berhenti, dan terduduk, ayahnya yang khawatir segera menghamipirinya, dan bertanya ada apa. Ah Reum, dengan menangis menjawab kalau dia sangat bahagia, sangat bahagia dengan semuanya. 

Dae Soo memeluknya. mereka berdua duduk dibukit. Dengan bertaburan bintang diatasnya, mereka tidur dialasi kain. Ada bintang jatuh. Ayahnya menyuruhnya meminta sesuatu, Ah Reum menjawab sudah tapi rahasia. "aku sangat senang disini bersama ayah melihat bintang dan aku sangat senang karena kau adalah ayahku" kata Ah Reum tiba tiba. Dae Soo menjawab sambil tersenyum, "aku juga. aku sangat senang kau adalah putraku. Anak baik sepertimu seharusnya tidak sakit". Ketika ayah nya berteriak kalau ada bintang jatuh lagi, Ah Reum membuka matanya, tapi ternyata matanya kabur. Dia sudah tidak bisa melihat apa apa. Sambil menangis, Dae Soo menggendong anaknya kerumah sakit. dr Lee mengatakan kalau gejala pada Ah Reum memang datang tanpa peringatan. Penyebab dia tidak bisa melihat adalah karena arteri retinanya tertutup. dr Lee tanya apa Ah Reum mengalami trauma akhir akhir ini.

Sepertinya Mi Ra bercerita tentang Seung Chan, karena Dae Soo memarahi Seung Chan. Tak lama dia mendatangi rumah rumah orang yang menulis tentang Ah Reum. Dia membuka kamarnya, dan menemukan banyak artikel tentang Ah Reum tertempel di dinding kamarnya. Dimeja kerjanya juga ada skrip tentang Ah Reum dan Suh Ha yang masih belum sempurna. Si penulis itu datang dan Dae Soo langsung menghajarnya. Dae Soo kaget, ternyata penulis itu kakinya cacat san memakai penyangga kaki. Antara frustasi dan kasian karena tidak bisa melampiaskan marahnya ke penulis itu, Dae Soo akhirnya memukuli tembok. Mereka berdua berakhir dengan minum soju bersama.
"Kupikir aku berbakat, aku tidak bisa merelakannya, maafkan aku, semua ini salahku, aku tak kan melakukannya jika kaki ku tidak cacat, anakmu benar benar hebat"
Dae Soo akhirnya tidak jadi memarahi orang itu. Dia malah membanggakan anaknya, dan menunjukkan pusi yang ditulis Ah Reum untuknya. Judulnya Ayah.
"Ayah, ayahku bertanya padaku kau ingin menjadi apa jika dilahirkan kembali, kujawab dengan lantang, ayah aku ingin menjadi seperti ayah. Ayahku bertanya padaku masih banyak yang lebih bagus, kenapa kau ingin menjadi seperti aku, kujawab dengan pelan......."
Tidak ada kelanjutan puisi tadi. Tapi sepertinya hati Dae Soo terbuka. Dia pergi kerumah ayahnya setelah sekian lama tidak pulang. Sampai disana, dia ragu untuk.membuka pintu, meskipun akhirnya dia buka dan masuk kehalaman. Rumahnya gelap, tapi mendengar pintu gerbang dibuka, ayahnya kemudian membuka jendela untuk melihat siapa yang masuk. Menyadari Dae Soo yang datang, ayahnya hanya bisa menatapnya lama. Begitu pula dengan Dae Soo. Mereka lalu duduk berhadapan. Dae Soo membungkuk memberi hormat kepada ayahnya. Dia menanyakan kabar ayahnya selama ini. Dae Soo melihat sekeliling ruangan itu. Dimeja tertempel artikel Ah Reum dan no rekening mereka. Tiba tiba, Dae Soo tersadar, kalau orang yang mengirimkan donasi senilai 10 juta won itu adalah ayahnya. Merka berbincang bincang, dan ketika pulang, Dae Soo berjanji akan membawa Mi Ra dan kalau bisa Ah Reun kerumah. Ayahnya memberi kantong plastik dan saat dibuka ternyata isinya topi merah. "Kupikir cucuku menyukai topi" kata ayahnya. Dae Soo hampir menangis. Tapi dia pulang sambil tersenyum.

Sampai rumah sakit, Mi Ra mengajaknya makan. Istrinya memohon Dae Soo untuk berhenti bekerja dan tinggal lebih lama disisi Ah Reum, karena Mi Ra merasa hidup Ah Reum tidak lama lagi. Mi Ra menemani Ah Reum ditempat tidur. Mi Ra membacakan buku tentang Bima Sakti. Ah Reum bercerita kalau Bima Sakti adalah penghubung surga dan dunia. Dia berharap bertemu ayah ibunya kelak. Tn Jang datang menjenguk. Dia baru tahu kalau Ah Reum sudah tidak bisa melihatnya lagi. Dia membawa Ah Reun keluar dengan kursi roda. Dia membawakan sesuatu untuk Ah Reum. Soju. Tn Jang menuangkan sedikit.
Ah Reum "pahiitt..."
Ah Reum lalu meminta Tn Jang untuk menyanyikan lagu sedih, karena kata ayahnya, minum soju cocok dengan mendengarkan lagu sedih. Tn Jang bernyanyi. Diluar, salju pertama turun. Sayang Ah Reum sudah tidak bisa melihatnya. Merasa kedinginan, Tn Jang membawa Ah Reum masuk. Dia berkata kalau dia akan mencari panti jompo untuknya dan ayahnya. Dia meminta Ah Reum untuk menjaga dirinya. Tn Jang juga berkata kalau itu mungkin pertemuan terakhir mereka. Ah Reum memegang tangan Tn Jang yang sedang mendorong kursi dengan erat.

Hari itu hari Natal. Ah Reum ternyata sudah ada di ICU. Ayahnya memberika nhadiah natal. Buku tabungan dengan saldo 2 juta won lebih. Ayahnya menyuruh Ah Reum menyebutkan hadiah Natal apa yang ingin dia beli. Tapi Ah Reum hanya ingin mendengar lonceng tahun baru ditengah kota. Ayah Ibunya tidak mau membawanya karena disana pasti akan banyak orang. Tapi Ah Reum memaksanya. Ah Reum juga berpesan, kalau ayahnya pulang dia ingin file dikomputernya yang diberi nama "cosmos" dicetak. Dia ingin ayahnya berjanji supaya tidak membaca file itu.
Ah Reum "kalau ayah membacanya, aku akan menghantui ayah selamanya"
Dae Soo berjanji tidak akan membacanya. Dia lalu pergi mencetak file itu. Saat menunggu, dia membaca email dari Ah Reun kepada Suh Ha, email itu tentang bagaimana ayahnya menyerah pada cita citanya demi dirinya. Dae Soo membacanya sambil menangis. Dia lalu membohongi Ah Reum dengan mengatakan dia sudah mendapat balasan email dari Suh Ha. Dae Soo mengarang email balasan itu dengan mengatakan kalau Suh Ha sudah sehat dan sedang di L.A. Ah Reum senang tapi ingin ayahnya membacakan email itu sekali lagi. Dae Soo jelas bingung karena dia lupa apa yang tadi dia sampaikan ke Ah Reum. Dengan terbata bata dia mengulangi perkataannya tadi. Ah Reum tersenyum seakan akan tahu ayahnya sudah membohonginya. Ayahnya kemudian keluar sebentar dengan alasan menerima telp, padahal dia menyusun kembali kalimat kalimatnya. Dae Soo kembali kekamar dengan ponselnya sudah ada tulisan karangannya, tapi Ah Reum berkata kalau dia ingin membalas email Suh Ha.
Ah Reum "hai Suh Ha, terimakasih atas emailmu, aku akan menceritakan masa kecil ku"
Ah Reum lalu bercerita, bagaimana dia dulu waktu bayi suka sekali kalau main cilukba dengan ayahnya. Dia tahu betapa besar pengorbanan ayah ibunya untuk membesarkannya. Mengorbankan cita cita mereka sendiri. Dia juga bilang kalau dia tidak akan bisa mengirimi email untuk sementara waktu. Tapi tolong jangan melupakannya. Ayahnya merasa sebenarnya kata kata itu ditujukan untuknya. Dae Soo menangis pelan. Tapi Ah Reum, meskipun tidak bisa melihat, dia tahu itu. Ah Reum juga berpesan jangan pernah sedih karenanya.

Dae Soo memohon dr Lee untuk mengijinkan Ah Reum keluar rumah sakit.

Malam itu malam tahun baru. Semua orang berkumpul di kota menunggu pergantian tahun. Macet sekali jalannya. Taxi Dae Soo tidak bisa beegerak sama sekali. Ah Reim tidur dipangkuan ibunya. "Bau ibu enak sekali" katanya. Sambil membelai perut ibunya, dia berkata,
Ah Reum "ibu, sampaikan pesanku pada adikku, kalau kakaknya memegang kepalanya"
Mi Ra terkejut, Ah Reum sudah tahu tentang kehamilannya, dia meminta maaf karena tidak memberitahunya. Rupanya, waktu melihat bintang jatuh bersama ayahnya, dia berdoa untuk kesehatan adiknya. Dia kemudian meminta ibunya mengambil hadiah tahun baru mereka ditas. Ternyata hasil cetakan file "cosmos". Dia meminta ibunya membacakan supaya dia juga bisa ikut mendengar. Ternyata itu cerita tentang bagaimana ayahnya bertemu ibunya sewaktu SMA. Mi Ra membacakan cerita itu sambil menangis tersedu. Terakhir, Ah Reum berkata "ayah ibu aku akan merindukan kalian" dan matanya menutup untuk selamanya. Ibunya, yang masih belum menyadari kalau Ah Reum sudah tidak bernafas memuji karangan Ah Reum. Tapi begitu dia menunduk dan melihat anaknya sudah meninggal, dia langsung menangis sambil memanggil "Ah Reum....Ah Reum..bangunlah...kau ingin mendengar lonceng tahun baru kan...bangunlah..." . Dae Soo juga hanya bisa menangis.

Flashback

Waktu itu wawancara Ah Reum dimusim semi. Dia ditanya tentang puisinya yang berjudul Ayah.
"ayahku bertanya padaku kau ingin menjadi apa jika dilahirkan kembali, kujawab dengan lantang, ayah aku ingin menjadi seperti ayah. Ayahku bertanya padaku masih banyak yang lebih bagus, kenapa kau ingin menjadi seperti aku, kujawab dengan pelan, ayah jika aku menjadi seperti ayah memiliki anak seperti aku, maka aku bisa mengerti bagaimana rasanya menjadi ayah"


T A M A T

Selesai juga akhirnya. Jujur saya cengeng banget digenre film kyk gini. Betapa orang tua itu banyak pengorbanannya untuk anak. Saya bisa merasakan karena saya sudah menjadi anak dan orang tua. Dulu kalo saya bandel dan dipukul sama ayah saya, beliau pasti bilang, kamu itu belum pernah jadi orang tua nak, orang tua itu kalau abis mukul anaknya pasti nyesel. Waktu itu sih saya gg percaya, masak ada abis mukul tra nyesel, paling ayah gg sayang sama saya. Tapi ternyata itu bener, sekarang saya kalau lagi marahin anak saya yang gede, malamnya pasti saya pijitin kakinya sama nyesel banget udah marah marah sama dia. Ini knp tambah curcol lagin intinya adalah, apapun kita, bagaimanapun kita, orng tua kita itu adalah segalanya buat kita. Yak...sudah drpd saya nulis yg geje geje..saya mau tidur dulu nemenin sigendut yg udah molor duluan. Makasih sudah membaca. Oh ya leave comment ya biar saya semangat nulisnya. Anneyong....

13 komentar:

  1. Sebenarnya udah lumayan lama nonton film ini...tp begitu baca sinopsis ini berasa banget sedihnya...makasih sinopsisnya...;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama wiwid..trimaks sdh membaca ya..

      Hapus
  2. Berhasil mewek2 sendirian ditengah malam...

    ,\=D/>   hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.. 
      hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.. 
    _( )_  hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi. ..

    Mksih mb sinopx
    Smoga sehat selalu
    آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho knp mewek2nya tengah malam...gpp sih asal jangan tengah jalan aja hehehe..sama2 trimaksh ya...

      Hapus
    2. hahaha mbak poetri suka nyeleneh nih >.<

      Hapus
    3. Kl mw yang nyleneh lagi nnt baca Man on High Heels nya Cha Seung Won ya...yg itu nylenehnya plus plus ^_^

      Hapus
  3. Bner2 cerita yg menyentuh, ampeg nangis bacany... pelajaran bwt qta smua, yg mngkin sering mengeluh klau hidup ini gg adil, kurng ini kurng itu!! Pdhal sbnerny bnyak yg jauh jauh lebih memderita dri qta... slam kenal bwt mbak putri, dri echa di sidoarjo
    ^O^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyeeaa echa..mknya gg boleh berani sama orang tua ya...be good girl...eh kita sekota lho...

      Hapus
  4. kisah yang nyentuh banget....makasih mba poetri buat sinopx....stuju banget mba...ternyata jadi orang tua sesuatu yg hebat banget ya....saat anak ngga mau lakukan yg qt mau...keselnya sampai terpaksa nyubitin mereka....ehhhh sdetik kmudian rasa nyesel banget....kadang anak2 buat qt mikir apa kita jg sengerepotin itu ya waktu kecil.....he...he...maaf ya comentx jadi kepanjangan....salam sayang n doa buat para bunda se indo....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha jd ikutan curcol ya..kl saya iya mmg bandelnya minta ampun..hehe jadi kalo anak lg bandel huby sll bilang,,,kan ada yg ditiru hehehe

      Hapus
  5. Aq nangis bacanya... Yaaaa hikz hikz hikz
    jd inget alm ibu.. Dulu dy suka marah2... Suka ngomel2... Tp beliau yg slalu ad buat aq saat aq jatuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru terasa ya waktu beliau udh kembali ke sana...

      Hapus
  6. Bagus mbak sinopsisnya...awalnya ngira nih film romantis...taunya...soalnya saya ngefans SHK...hehe....btw saya kira anaknya g mati..habis nonton.....search...eh ternyata it flash back,baru tau setelah liat blog ini.....terima kasih ^_^

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...