Jumat, 20 Maret 2015

Sinopsis The Technicians (The Con Artists) part 1


Anneyong Yorobun...
Kali ini beneran ya saya mau ngrecaps The Technicians. Gag ngepasin sih sebenernya, cuman mmg si Woo Bin ini kmrn brusan ke sini. Saya sih gag liat, cuman mantau ditemlen saya kug ya rame. Oke deh selamat membaca ya.

Pengenalan Karakter

 Kim Woo Bin sebagai Lee Ji Hyuk
 Ko Chang Seok sebagai Kim Koo In
Lee Hyun Woo sebagai Park Jong Bae
Kim Young Cheol sebagai Presdir Cho Dae Jin
Jo Yoon Hee sebagai Oh Eun Ha


Malam itu di gedung KDB, para security sedang patroli ketika listrik tiba tiba mati. Ruang kontrol juga mendeteksi adanya masalah diruang CEO. Ruang kontrol menyuruh kembali para security untuk memeriksanya. Diruang CEO ternyata ada sesosok orang yang sedang membungkuk didepan brangkas. Dia berpakaian serba hitam. Dia memutar mutar kunci kombinasi, dan walaa....brangkas terbuka. Ternyata isinya dokumen dokuman dan sebuah patung. Diambilnya patung itu. Para security yang menyadari kalau kabel kabel di ruang kontrol listrik ada yang terpotong, segera berlari ke ruang CEO, menyadari bahwa ada penyusup. Tapi ketika mereka membuka pintu ruang CEO, tidak ada siapa siapa. Kemana orang berbaju hitam tadi? ternyata dia sudah masuk, merangkak ke lubang udara. Turun dari situ, dia berlari lagi dan dikejar oleh security ke tangga darurat menuju atap. Dia melompat, berlari, dan mengendap endap. Seperti Healer hehe. Dia mengaitkan tali dan meluncur ke bawah dari lantai 29.  

Disebuah gudang, si baju hitam tadi, Lee Ji Hyuk, sedang dimarahi oleh Koo in setelah merusakkan barang miliknya. Koo In juga berkata "seharusnya kau tidak berangkat sendiri, kita kan satu tim" ketika Ji Hyuk mengeluh tulang rusuknya sakit. Ji Hyuk kemudian memecahkan patung yang tadi dia curi dan membuat duplikatnya.
Ji Hyuk "kita bisa mendapatkan uang banyak lewat orang ini dipelelangan" ujarnya sambil menunjukkan sebuah foto dimajalah. Koo In menyahut "apa kepalamu terluka. Kau pikir bisa mengelabuhi Dr. Min? jika kau bisa, akan kau panggil kau kakak".
Dr Min "kau benar,  kau melakukan analisa material, ini adalah patung Phoenix thn 1940 oleh pemahat terkenal Yoo Tae Sook"
Ternyata Healer senior yang muncul jadi Dr Min. Sembari berkata Dr Min memencet tombol alarm. Segera saja para security bergegas ke ruang Dr Min. Ji Hyuk dan Koo In yang tidak tahu masih melanjutkan percakapan mereka. "Aku minta diatas 500 juta!" kata Ji Hyuk. "500 juta?" tanya Dr. Min. "Seperti kau tahu ini barang berharga" jawab Ji Hyuk. Tapi Dr. Min menjawab "cukup omong kosongnya, aku tahu  ini palsu, aku sudah menghubungi polisi". Koo In yang terkejut langsung berdiri dan berlari keluar. Tapi tidak dengan Ji Hyuk. Dia tenang dan melanjutkan percakapannya. "Jadi kau tidak mau berurusan dengan barang palsu, tapi kenapa kau menjual vas paslu dipelelangan di Hongkong tahun lalu? vas dari dinasti Ming" tanyanya tenang. "Aku tahu kau melakukannya karena hutang judimu" lanjutnya. Dr Ming terdiam. Sementara itu Koo In ternyata keluar untuk melihat apakah securitynya sudah disampai di ruangan itu. Dia lalu menutup dan mengunci pintu ruang Dr Min dari dalam. Dr. Ming "barang aslinya pasti ada diluar sana, aku tidak bisa melelang ini" ujarnya. "Aslinya?" tanya Ji Hyuk. Dia lantas mengeluarkan foto. Kurang jelas sih foto apa, tapi sepertinya foto patung asli yang sudah dipecahkan Ji Hyuk.
Ji Hyuk "mulai sekarang ini barang yang asli, paham?"
"Jika kau dapat melelangnya hingga 500 juta, kau dapat komisi 20%, kau dapat 100 juta" lanjutnya menutup negosiasi mereka.

"Kau memang berbakat" kata Koo In sambil menuruni tangga. Ji Hyuk menagih janjinya untuk memanggilnya kakak jika misi berhasil, dan Koo In langsung berkata "hyung...sarangeyo Ji Hyuk hyung" hahaha.

Pagi itu det Gong membawa anak buahnya untuk bertemu dengan Tn Yoon, seorang akuntan dari presdir Cho yang ternyata juga informannya det Gong. Presdir Cho ini ternyata sedang diselidiki untuk sebuah kasus. Det Gong menelpon Tn Yoon dan memberitahu bahwa mereka sudah ada dilokasi pertemuan. Tn Yoon, yang masih dalam perjalanan, ketakutan karena merasa ada yang mengikuti. Tapi det Gong menenangkannya. "Kau informan kami, kau dilindungi, Presdir Cho mengurus sendiri masalahnya atau menyuruh kaki tangannya, sudah ada orang yang mengawasinya" ujarnya. Presdir Cho memang sekarang sedang bermain golf dan banyak detektif  lain yang sedang mengawasinya. Tapi ternyata Presdir Cho memang sudah menyiapkan anak buahnya untuk menangkap Tn Yoo. Ketika berhenti dilampu merah, mobil Tn Yoo diapit oleh 2 mobil  anak buah Presdir Cho. Tanpa berkata apa apa, mereka segera memecahkan kaca mobil dan memukuli Tn Yoo.
Tn Yoo sedang menghadapi hukuman yang akan diberikan oleh Presdir Cho. Dia digantung terbalik dan dibawahnya ada adonan semen. Berulang kali Tn Yoo menohon kepada Presdir Cho supaya jangan dibunuh. Tapi Presdir dengan tersenyum berkata
Presdir Cho "kau ini akuntan hebat, tapi kau terlalu banyak bicara, terimakasih atas kerja kerasmu selama ini, istirahatlah"
Tn Yoo berteriak kalau ada yang ingin dia katakan. Tapi Presdir Cho tidak menghiraukannya dan pergi. Sementara Tn Yoo menerima hukumannya, dimasukkan ke dalam adonan semen.

Ji Hyuk dan Koo In sedang berdebat. Mereka ternyata berlomba uang kertas palsu siapa yang paling mendekati asli. Koo In berkata "hitunganku sudah sempurna, tinta, kertas, watermark, tapi milikmu? tinta tidak menempel dan luntur, kau sebut itu tinta?"
Ji Hyuk menyuruh Koo In melihat hasil tiruan uangnya.
Ji Hyuk berkata "akurasi tintanya pas, juga kekentalan, kadar, serta daya tahannya, tapi lemah terhadap alkohol". Koo In bertanya, "alkohol? masalah perekatan?". Ji Hyuk menjawab sambil tersenyum "aah mungkin itu bisa jadi keuntungan...ah aku memang tidak berbakat membuat uang palsu, aku berhenti". Dia berdiri dan berjalan keluar garasi. Koo In bertanya dia mau kemana, "dating.." jawab Ji Hyuk sambil berlari unyu keluar.

Didalam galeri lukisan, pemilik galeri sedang berusaha membujuk Oh Eun Ha, seorang kurator lukisan, untuk melihat lukisan yang akan dilukis seorang investor. Pemilik galeri ini yang meranin Daniel Choi ya, cuman saya tidak tahu disini dia bernama siapa. Saya panggil  saja dia dengan Daniel. Jadi, Daniel ini sedang membujuk Eun Ha supaya mau mengijinkan calon investor mereka memamerkan lukisannya digalerinya. Eun Ha hanya menjawab  "dia terdengar seperti orang aneh".
Eun Ha "itu orangnya?"     Daniel "ya, itu dia"
Mereka berdua mendekati Ji Hyuk yang sedang melihat ke arah lain. Euh Ha lalu mengikuti pandangan Ji Hyuk dan terkejut. Ji Hyuk ternyata sedang memandangi lukisan yang mirip dirinya, atau memang mungkin itu lukisannya. Ternyata Ji Hyuk memang melukis Eun Ha. Berdua, Daniel membujuk Eun Ha untuk memenuhi permintaan Ji Hyuk.
Daniel "kita tidak bisa melepaskan kesempatan ini,  kau tahu tempat ini warisan terakhir ayahku"
Eun Ha "Dan kau tidak mau kehilangan tempat ini"
"Oke...biarkan aku mengatur semua pameran ini, dan naikkan sahamku 30%" lanjut Eun Ha. Awalnya Daniel keberatan tapi akhirnya menyetujui juga.

Koo In diberitahu kalau Ji Hyuk akan berinvestasi di galeri. Koo In malah mengira kalau Eun Ha itu penipu. "sudah kuduga kau berencana jahat, putar balik aku mau pulang" katanya. "berarti kau tidak tertarik dengan bisnis besar" tanya Ji Hyuk. Ji Hyuk menjelaskan kalau mereka akan berbisnis besar, 3 milyar. Koo In jadi bersemangat. Dia malah menawarkan memeriksa lokasinya sekarang. Ji Hyuk mengiyakan dan menyuruhnya untuk mencari hacker berbakat.
Si hacker sedang merentas sistem beberapa komputer milik swalayan dan cafe. Akibatnya komputer kasir error dan menimbulkan keributan. Tiba tiba pintu dibuka oleh Koo In. "Jangan bergerak!!" teriak nya pada Park Jong Bae, si hacker. Lalu mereka berdua pergi ke atap. Koo In bertanya apa yang terjadi. "Saham jatuh jika perusahaan keamanan rusak, lalu dia aka menaikkan rasio saham, lalu menjadi pemegang saham" jawab Jong Bae. Ternyata mereka sedang membicarakan pekerjaan Jong Bae sebelumnya. "orang itu pintar juga!" jawab Koo In. "Tapi ada rumor tentangmu, si kaki ayam ditangkap karena kau" lanjut nya. Jong Bae mengelak "dia yang lebih dulu menghianatiku, bukan aku, kau tidak percaya?". Koo In "ya...aku tidak percaya...aku tidak percaya rumor!" lanjutnya ketika melihat Jong Bae menunduk.
Koo In "bersiaplah,,kita pergi untuk wawancara"
Lalu mereka berdua pergi wawancara di.....Diskotik hahaha. Ini wawancara apa ya, enak bener tempatnya. Jong Bae dan Koo In sedang menari dengan 2 gadis diatas bar. Ji Hyuk memperhatikan mereka dari bawah. Merasa terus diawasi, Jong Bae lalu mendekati Ji Hyuk. "hei berhenti mengamati aku, wawancara apa ini?" katanya pada Ji Hyuk. Ji Hyuk tersenyum dan menjawab "kau tampak seperti penghianat". Jong Bae sebal, dia menarik tangan Koo In turun dari bar "Hyung...sudah kubilang itu bukan aku.." katanya pada Koo In, yang langsung mengiyakan perkataan Jong Bae. "itu bukan dia,,mari kita minum dan bicara soal bisnis!" ujarnya. Tapi Ji Hyuk masih tetap menggoda Jong Bae. "kau pasti aktor hebat, bisa jadi penghianat hebat!!". mendengar itu Jong Bae marah, tapi Koo In segera menenangkannya. Ji Hyuk "duduklah, kau tidak bisa berbisnis kalau sensitip seperti ini". dan mereka minum bersama. Ponsel Koo In berbunyi, ternyata dari Turbo, teman mereka yang akan mencarikan markas untuk misi kali ini

Turbo membawa mereka ke sebuah gudang besar yang sudah tidak terawat. Koo In protes karena uang sewa nya yang mahal.
Turbo "lihatlah tempat ini! sangat cocok untukmu,kau bisa melarikan diri dari 3 arah, ke songpa,seongnam, dan guri."
Ji Hyuk "cukup omong kosongnya,tanah ini milik pemerintah, kau bukan pemiliknya"
Turbo mengelak. Mengatakan kalau sebenarnya memang bangunan itu milik pemerintah, tapi karena masalah konstruksi yang ditunda sampai tahun 2015, maka bangunan itu masih bisa dipakai.  Ji Hyuk tidak mau dan mereka bertiga pergi dari sana.

Operation Begin....

Ji Hyuk, Koo In, dan Jong Bae berbagi tugas. Ji Hyuk memetakan lokasi target mereka. Sebuah toko perhiasan yang menjual berlian dikawasan pecinan. Koo In memotret semua tempat yang memungkinkan mereka untuk menjalankan aksi. Sedang Jong Bae, dengan membawa laptop, mencari semua lokasi cctv disekitar target mereka untuk direntas.
Malamnya mereka briefing bersama. Ji Hyuk dan Jong Bae mengamati peta target. Jong Bae memberikan laporannya. "seluruh jalan ini diawasi oleh perusahaan keamanan polisi" lapornya sambil melingkari area yang dimaksud. "akan ku hapus rekamanmu setelah kau masuk" lanjutnya. Koo In memotong mereka "hei...kita perlu masuk ke ruang VIP untuk memeriksa keadaan, kau mau kubuatkan berlian palsu?" usul Koo In. Tapi Ji Hyuk menolaknya, dan berkata dia yang akan mengurusnya.

Ternyata Ji Hyuk mengajak Eun Ha untuk melancarakan operasinya. Dan Eun Ha tidak tahu kalau dirinya digunakan oleh Ji Hyuk. Jadi, siang itu mereka makan siang berdua disebuah cafe. Ji Hyuk memuji Eun Ha. 
Ji Hyuk " aku senang kau menilai galeri bukan sekedar bisnis"
Eun Ha : tapi untuk itu kita tetap memerlukan bisnis"
"baiklah.." kata Ji Hyuk "jika aku berinvestasi dalam galeri apa keuntunganku?" tanyanya. Eun Ha "kami memamerkan lukisanmu digaleri kami". Ji Hyuk memotong kata kata Eun Ha," Bukan itu yang kumaksud, apa yang bisa kau lakukan untukku, Eun Ha?". Sambil bertanya, mata Ji Hyun turun ke arah dada Eun Ha. Lhaa...nakal ya Ji Hyuk haha.
"apa yang kau lihat?" tanya Eun Ha risih. Ji Hyuk "jangan salah paham, aku hanya melihat kalungmu, aku bisa melihat kalung itu spesial". Eun Ha lalu menjelaskan kalau sebenarnya kalung itu pemberian ayah ke ibunya sebelum meninggal. Dengan rasa penasaran yang dibuat buat, Ji Hyuk bertanya, "berapa harga kalung itu?".
Mereka berdua akhirnya pergi ke toko perhiasan.
Ji Hyuk "bukankah itu mirip dengan Berlian Eugenie Biru dari Permaisuri Napoleon III?"
Sambil berkata, kaki Ji Hyuk menyelipkan koper hitam dibawah kursi yang dia duduki.
Ahjumma " kau tahu dengan baik. Ini juga berlian kelas atas dengan potongan marquise langka"
Ahjumma lalu mengajak Ji Hyuk dan Eun Ha untuk melihat ruang penyimpanan VIP mereka, tapi Ji Hyuk menolaknya dan mengajak pergi Eun Ha. Mereka lalu ke toko perhiasan lagi.
Ahjussi "ini pertama kalinya aku melihat berlian seperti ini. ini barang koleksi berharga bagi kaum kelas atas, ini bukan kalung biasa,,,mari kita bicara didalam"

Anehnya, kali ini Ji Hyuk mau diajak kerung VIP toko tadi. Begitu masuk, tanpa mendengarkan pemilik toko yang sedang memberikan penjelasan kepada Eun Ha, Ji Hyuk melihat sekelilingnya. Dan akhirnya, matanya tertuju pada brangkas.
Malamnya, sambil mandi, Eun Ha mengingat ingat percakapannya dengan Ji Hyuk tadi siang. Ji Hyuk meminta Eun Ha untuk percaya kepadanya apapun yang terjadi.Tapi Eun Ha tidak tahu apa artinya.

Presdir Cho tiba dirumahnya dengan suasana hati tidak enak. Dia bermaksud merampok para politisi karena sudah mengecewakannya. Dia menyuruh sekretarisnya untuk mencarikan penipu ulung.
Presdir Cho "Tn.Oh pasti ccocok dengan pekerjaan ini,,aku rindu teman lamaku"
Besoknya anak buah Presdir Cho segera mencari beberapa orang seperti yang dimaksud bos nya. Teryata mereka mencari orang yang bisa membuka brangkas. Tapi ternyata tidak ada yang bisa membuka brangkas itu.

D-Day...

Malam itu Koo In, yang berpura pura mabuk, menggedor gedor pintu toko perhiasan tempat ahjumma bekerja. Yang menyebabkan alarm berbunyi. Sebelumnya, dia menempelkan bahan peledak di kaca jendela toko itu. Polisi segera menuju TKP alarm. Mereka menyimpulkan kalau itu hanya ulah pemabuk. Jong Bae, yang duduk dimobil dan mengawasi lewat kamera cctv yang sudah direntasnya, segera masuk di saluran komunikasi polisi. Di beberapa blok dari situ, Ji Hyuk dan Koo In, dengan memakai pakaian serba hitam dan topeng wajah, menunggu aba aba dari Jong Bae. Begitu Jong Bae berkata "bersiap melempar umpan", Ji Hyuk segera menekan tombol yang membuat koper yang dia tinggalkan dibawah kursi tadi berasap. Jong Bae lalu mematikan saluran radio polisi, dan...duuaarr...kaca toko yang ditempeli bahan peledak oleh Koo In tadi diledakkan oleh Ji Hyuk. Melihat ada ledakan, polisi langsung memanggil bantuan lewat radio yang tentu saja tidak direspon oleh polisi lain karena sistemnya sudah dimatikan.
Jong Bae "para pemain....masuk..."
Ji Hyuk serta Koo In langsung berlari, keluar dari persembunyiannya, menuju toko target mereka, toko perhiasan si ahjussi. Koo In melubangi jendela dan Ji Hyuk masuk lebih dulu.
Jong Bae tetap mengawasi mereka melalui monitor, memastikan sekelilingnya aman. Sampai didepan brangkas, Koo In segera mematikan sistem cctv diruangan itu. setelah itu, Ji Hyuk berlutut didepan brangkas dan mulai mengebor brangkas. Koo In, disebelahnya, mengukur kedalaman pengeborannya. Koo In "bor polisi bisa mendengar diatas 130dB". Jong Bae mengerutkan alisnya, dan membuka pintu mobil. Dia lalu memberi tahu Koo In dan Ji Hyuk. "Toko itu tidak kedap suara. Aku bisa medengar bornya". Dan benar, polisi yang sedang berpatroli samar samar mendengar suara bor. Jong Bae segera mengingatkan 2 temannya "polisi sedang menuju arah kalian!!". Koo In memperingatkan Ji Hyuk untuk segera berhenti mengebor, tapi diabaikan. Ji Hyuk terus mengebor samapai akhirnya mata bornya menembus lapisan brangkas. Tapi Ji Hyuk meminta koo In untuk mengulur waktu. "mengulur waktu?" tanya Koo In, "kau pikir itu mudah.." lanjutnya. Tapi akhirnya dia tetap melakukannya. Berlari kedepan menghindari polisi, dia kemudian memecahkan kaca mobil, membuat 2 orang polisi mengejarnya. Koo In kembali ke mobil bersama Jong Bae, ketika Ji Hyuk sudah bisa membuka brangkas dan mengambil kotak berlian berwarna hitam.

Operation Done.

Ternyata toko perhiasan yang mereka bobol itu adalah milik Predir Cho. Sekretarisnya minta maaf karena teledor sehingga menyebabkan tokonya kerampokan. Tapi ternyata Presdir Cho punya pikiran lain. Dia malah mau menggunakan keahlian Ji Hyuk dan teman temannya untuk kepentingannya. Dia menyuruh sekretarisnya untuk segera mencari Ji Hyuk. Anak buah Presdir Cho mulai mencari dengan mendatangi para makelar berlian yang kemungkinan menjual berlian hasil curian Ji Hyuk.

Dikantor polisi, Det gong menerima laporan dari anak buahnya. Dia menyebutkan, bahwa setelah ada pencurian di toko berlian, para makelar ilegal mulai menghilang. Det Gong menganggap biasa, tapi ketika anak buahnya berkata "toko yang dirampok itu milik Cho Dae Jin", dia lalu segera mengumpulkan anak buahnya. Salah satu anak buah Det Gong melaporkan, sambil melihatkan koper yang terbakar di monitor, "koper ini penyebab kebakaran, tapi bukan toko tempat kebakaran yang dirampok dan mereka mengendalikan semua kamera CCTV".
Det Gong "mereka pasti sudah merencanakannya dengan baik untuk perampokan sebesar ini"
"Itu berarti kita tidak bisa secerdas mereka, jadi sibukkanlah kaki kalian, dapatkan semua kamera cctv dikawasan itu, aku yakin kita akan mendapatkan sesuatu,ayo bergerak!!!" perintahnya.

Turbo membawa berliannya ke salah satu makelar ilegal Tapi ditempat makelar itu sudah ada sekretaris Presdir Cho yang memata matai. Akhirnya sekretarisnya menyuruh anak buahnya mengikuti turbo sampai markas Ji Hyuk. Presdir Cho mendapat laporan lengkap tentang ketiga orang itu dari sekretarisnya.
Sekretaris Presdir Cho "Nama Lee Ji Hyuk, 31 tahun, yatim piatu dan mengambil jurusan seni di universitas". Presdir Cho bertanya "dia tidak memiliki cacatan kriminal? kenapa dia tidak dikenal dibisnis ini? kau yakin informasi ini?". Sekretarisnya menjawab bahwa dia akan memeriksanya sekali lagi. Presdir Cho melihat foto Eun Ha, dan bertanya siapa ini, tapi sekretarisnya menyuruh mengabaikannya saja. Sekretaris melanjutkan laporannya "Nama Kim Koo In, 42 tahun, tehnisi yang memiliki banyak koneksi. Nama Park Jong Bae, 24 tahun, dia hacker dan spesialis kamera, dia memiliki reputasi buruk karena menghianati rekannya". Akhirnya Presdir Cho mengambil kesimpulan kalau Ji Hyuk lah yang bertugas membuka brangkas.

Di markas, Koo In yang sedang memasak, menyuruh Jong Bae untuk segera menghapus rekaman kaset cctv yang diambilnya dari toko berlian. Tiba tiba beberapa mobil milik anak Presdir Cho masuk dan mengepung mereka. Mereka tidak bisa melawan. Sekretaris Presdir Cho melihat rekaman Ji Hyuk saat membuka brangkas di ponsel Jong Bae. Malamnya Ji Hyuk datang ke markas. Begitu masuk, dia berhadapan langsung dengan Presdir Cho. Koo In dan Jong Bae, duduk berlutut disebelah Presdir Cho dengan kedua tangan diikat kedepan.
Ji Hyuk " kau siapa? "
Presdir Cho hanya tersenyum. Anak buahnya malah maju mau memukuli Ji Hyuk. Jelas Ji Hyuk kalah, dia sendirian. Ji Hyuk diseret kedepan Presdir Cho. Sekali lagi dia bertanya "siapa kau?".
Presir Cho "orang memanggilku Presdir Cho dari Chinetown, kini aku menjalankan bisnis di Seoul"
Ji Hyuk bertanya "untuk apa Presdir datang ketempat kumuh seperti ini?". Presdir Cho menjawab "bekerjalah untukku". Tapi Ji Hyuk menolak. Dia tidak mau bekerja untuk orang lain. Lalu presdir Cho menyuruh anak buahnya mengurung mereka bertiga sampai berubah pikiran. Sementara ji Hyuk dikurung, Eun Ha ternyata berusaha menghubungi Ji Hyuk tapi tidak bisa. Eun Ha galau hahaha.
Dikurung, Koo In mengeluh lapar karena tidak diberi makan. Sementara Ji Hyk hanya terdiam memikirkan sesuatu. Koo In "aku yakin ini bukan transaksi yang adil, jangan buat kesepakatan dengan mereka, karena kita akan menjadi budak mereka, toalk mereka seperti janjimu, mengerti?" jelasnya pada Ji Hyuk panjang lebar. Ji hyuk menggangguk "baik, aku mengerti, jadi tenanglah". Koo In hanya takut Ji Hyuk akan melakukan hal bodoh, karena sebenarnya menakutkan bekerja untuk Presdir Cho. Ji Hyuk diam.

Sekretaris Cho menjemput mereka untuk bertemu dengan Presdir Cho. Setelah ditawari lagi untuk bekerja dengannya, Koo In tetap menolak, Koo In juga meminta maaf sudah menggangu bisnis Presdir Cho. Presdir Cho berkata "berbisnis memang hal yang memusingkan. sulit mengatur orang, terutama yang sombong" sambil melihat Ji Hyuk. "mantan akuntan ku yang basa duduk disana, kini terkubur dalam semen, aku tak ingin hal itu terjadi pada kalian" lanjutnya. ji Hyuk segera memotongnya " kau mengancam kami?". Presdir Cho menggeleng "tidak", lalu sekretaris menunjukkan foto foto dari adik Koo In, ayah Jong Bae, dan Eun Ha. Secara tidak langsung merupakan ancaman kalau mereka bertiga tidak mau bekerja sama, maka Presdir Cho akan melukai orang orang yang di foto itu.
Presdir Cho "aku orang yang baik,tapi bisnis butuh lebih dari semangat"
Ji Hyuk bertanya sebesar apa bisnis ini. "tidak besar, 50 milyar dan ditambah 100 milyar" jawab Presdir Cho. Mendengar jawaban itu, Koo In dan Jong Bae kaget. Ji Hyuk "tidak ada bisnis sebesar itu dinegara ini". "bagaimana jika ada?" sanggah Presdir Cho. "dimana?" tanya Ji Hyuk. "Di Bea Cukai Icheon" jawab Presdir Cho lagi. Ji Hyuk bertanya apa yang mereka dapat. Presdir cho menjawab "Berlian yang klaian curi, dan masing masing komisi 5%". Mendengar itu Ji Hyuk melihat Koo In dan Jong Bae, seaakn meminta pendapat mereka. Koo In mengatakan jangan dengan suara pelan. Tapi akhirnya Ji Hyuk menyetujui setelah melihat foto Eun Ha lama.

Dalam perjalanan pulang, Ji Hyuk membuka ponselnya dan melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Eun Ha. Ji Hyuk bertanya apa Hyung nya marah. Koo In malah bertanya balik, "apa aku ini rekanmu? kenapa kau terima tawaran dia? dan siapa gadis dalam foto tadi". Ji Hyuk menjawab pelan "kan sudah kubilang aku naksir seseorang". Koo In marah dan segera meminggirkan mobilnya. "apa?gadis yang ingin kau investasi? apa kau sudah gila?". Tapi Ji hyuk berhasil menenangkan Koo In

Dikantor polisi, det Gong memeriksa cctv bersama anak buahnya. Dan akhirnya menemukan bahwa Ji Hyuk yang sudah membobol brangkas toko berlian.

Presdir Cho briefing bersama Ji Hyuk, Koo In, dan Jong Bae.
Presdir Cho "Koo In beritahu aku soal Bea Cukai Incheon!"
Koo In "Disana awal masuk barang import dan eksport di korea,dilemgkapi sistem keamanan terketat di Asia,dengan rasio tertinggi penyaringan barang selundupan"
"Bagus, jadi dari mana asal 150 milyar?ingat pencucian uang 80 milyar oleh J Group lima tahun lalu? ini hampir sama, pemerintah mengangkat Direktur Bea cukai baru setelah 10 tahun. Dan mereka menyimpan uang itu di Bea Cukai sejak 4-5 tahun yang lalu. Uang itu disimpan ditempat rahasia, dan keamanan sulit ditembus. 150 milyar Won. Dijaman sekarang orang memiliki dana rahasia 10 milyar, bagi pemerintah, 150 milyar uang tunai bukanlah uang yang banyak. Kabarnya uang itu akan segera dipindahkan, kita harus mendapatkannya sebelum terjadi..." jelas Presdir Cho panjang.

Presdir Cho membawa mereka bertiga kegudang. Disana ada brangkas, kodel yang sama yang digunakan target mereka, Seri L dari Israel. Ji Hyuk harus belajar membobol brangkas itu. Sekretaris memberi mereka cetak biru skema dasar, keamanan, kabel telepon, dan sistem pembuangan limbah, serta kartu ID palsu. Mereka juga mempunyai rekaman dari perusahaan keamanan. 2 penjaga bersenjata menjaga area. 50 penjaga bersenjata bersiaga dalam gedung. Sekretaris menjelaskan kalau butuh 10 menit untuk tim darurat memasuki Bea Cukai, jadi Ji Hyuk hanya punya waktu 10 menit  untuk membuka dan membawa uang itu. Koo In "5 milyar beratnya 100 kg, jadi 150 milyar beratnya 3 ton. itu mustahil"Presdir Cho memotong nya "mustahil?" sambil melihat Koo In dan Koo In lansung terdiam. "lalu bagaimana dengan kamera dan sensor inframerah?" tanyanya pada Jong Bae. dan Jong Bae menjawab kalau dia bisa menangani area lain kecuali penjagan. Ji Hyuk berkata "ada masalah yang lebih besar". Presdir Cho melihatnya. "angggaplah kita mengelabuhi kamera, sensor, ruang kontrol dan penjaga bersenjata, penjaga patroli dan polisi darurat, dan kita berhasil membawa 150 milyar, bagaimana kita bisa melewati pos pemeriksaan? kau bisa merentas pos pemeriksaan?" tanyanya pada Jong Bae. "Jika kita menanam zombie dan membiarkan mereka beroperasi selama sebulan.." jawab Jong Bae. "tapi waktu kita cuma 2 minggu, lalu bagaimana melewati ini?" tanya Ji Hyuk. Presdir Cho menjawab dengan tenang "tepat..aku  bisa mengurus itu".

Mereka pergi ke gudang. Disana Presdir Cho menunjukkan sesuatu di dalam brangkas. Setumpuk besar kupon yang mirip Won.
Presdir Cho " aku meembuat perusahaan investasi di China beberapa tahun lalu, setiap kupon bernilai 100 Won, dan terimpor secara rutin. dalam 2 minggu aku akan mendapatkam 33 milyar kupon. kita bisa melewati penjagn dengan kupon ini,,kita masuk ke Bea Cukai dan merubah kupon seharga 100 dengan 5000 won".



Presdir Cho memanggil Jong Bae sendirian di ruangannya. Dia mengambil ponsel yang ada video nya Ji Hyuk yang sedang membuka brangkas tokonya. Ditunjukkannya kepada  Jong Bae.
Presdir Cho " aku tahu kau akan menghianati temanmu dengan ini.."
Jong Bae "aku tak mengerti maksudmu....."
Tapi Presdir Cho menjawab "aku suka orang sepertimu, licik dan gigih seperti hyena, ini uang muka, laporkan semua yang kau lihat dan dengar padaku!" perintahnya pada Jong Bae sambil memberinya uang di dalam tas besar.

Ji Hyuk  duduk sendiri di atap gedung. Dia menuangkan soju digelas plastik. Dia mengingat ingat kejadian yang lalu.

Flashback

Terendap endap, Ji Hyuk naik tangga ke atap gedung yang sama. Bedanya, kali ini ada seorang Pak tua yang menunggunya disana. Pak tua itu tahu kedatangan Ji Hyuk yang tanpa suara dan menegurnya "kau memang pencuri tak bersuara seperti kucing, ada urusan apa kau kemari?". Ji Hyuk tersenyum "aku ingin minum denganmu". Dan mereka minum bersama. Pak tua itu bertanya lagi "kapan kau akan berhenti mencuri?". dan Ji Hyuk mengatakan kalau dia akan berhenti mencuri setelah sukses besar.
"gila kau, tak ada sukses terakhir bagi pencuri,j angan kira dirimu Robin Hood, pencuri tetaplan pencuri"
Kembali kemasa sekarang. Ji Hyuk berkata pada dirinya sendiri "aku merindukanmu Tn Oh". Ponsel Ji Hyuk berbunyi, dari Eun Ha. Eun Ha bertanya kenapa Ji Hyuk tidak menjawab telponnya, Ji hyuk menjawab dia sedang sibuk karena pekerjaannya. Besoknya mereka bertemu. Sambil berjalan di taman mereka berbicara. Euh Ha menjelaskan kalau Galeri mereka bermitra dengan Museum Belta di Abu Dhabi. Dan mereka akan mengadakan perkenalan untuk seniman ditiap negara. Ji Hyuk tidak berkonsentrasi dengan kata kata Eun Ha, dia melihat mobil det. Gong Parkir dijalan depan. Tak alam kemudian det. Gong dan anak buahnya turun dari mobil dan menghampiri mereka berdua.
det. Gong "aku det. Gong dari Unit Investigasi Regional, bisa kita bicara sebentar Tn. Lee?"

Lee Ji Hyuk dibawa ke ruang interogasi kepolisian.
det. Gong " Lee Ji Hyuk, kau ada dikamar hotel saat kejadian kan? tapi tak ada saksi yang melihatmu dan rekaman cctv sudah dihapus, kamera cctv ditoko perhiasan juga hilang, menurutmu ini lucu kan? sudah berapa kali kau merampok?"
 Ji Hyuk tersenyum, mendengar pertanyaan det.Gong dan menjawab "kukatakan sekali lagi, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan". Ketika det. Gong melihatkan gambanya bersama Eun Ha sedang membawa koper, dia hanya berkata "apa kau punya rekaman kejadian? ini tidak cukup menjadi bukti". Dan akhirnya mau tidak mau det. Gong melepaskannya. Keluar kantor polisi, dia menelpon Eun Ha tapi tidak diangkat.
(adegan ini yang buat saya betah nntn film atau drama korea...hihi)
Ji Hyuk menelpon Presdir Cho " aku memiliki rencana Bea Cukai, mari kita merubah kupon ini menjadi uang"
Presdir Cho akan bertemu dengan Ji Hyuk di hotel. Ketika masuk lobi hotel, dia memperhatikan kalau anak buah det. Gong sedang mengawasi mereka. Dia lalu memerintahkan Sekretarisnya untuk membawa Ji Hyuk keluar dari hotel. Presdir Cho keluar lebih dulu lewat tangga darurat, sementara sekretarisnya menjemput Ji Hyuk. Berdua, mereka segera menyingkirkan semua bukti yang digunakan untuk rencana mereka dan segera pergi dari situ. Pada saat yang bersamaan, det Gong dan anak buahnya sedang menuju ke kamar Ji Hyuk. Det  Gong membuka pintu kamar dan tidak menemukan siapa siapa didalam. Ji Hyuk dan sekeretaris sudah turun ke parkiran dan masuk mobil Presdir Cho. Anak buah Det. Gong masih menggeledah kamar Ji Hyuk. dan mereka mendobrak kamar yang terkunci.
Anak buah det. Gong menemukan bahwa target mereka adalah Bea Cukai Incheon. Mereka juga menemukan skema lantai dasar tertempel didinding dan tanggal kapan operasi dilakukan.

Di mobil, Ji Hyuk meminta Presdir untuk memasang bom di Bea cukai untuk membuat orang orang sibuk, sementara mereka membuka brangkas. Ketika Presdir Cho bertanya bagaimana Ji Hyuk akan memasuki Bea Cukai, Ji Hyuk menjawab "kantor publik tidak berdaya ketika menghadapi masalah lingkungan. Kita akan menggunakan no fax Kementrian Lingkungan Hidup dan memberitahu Bea Cukai akan ada pemeriksaan kualitas air disana".

Koo In membuat bom. Bom yang menurutnya berbahan kimia yang digunakan dalam perang dunia kedua dan mempunyai ledakan yang luar biasa. Presdir Co menyuruhnya membuat 2 bom.

Hari itu Koo In dan sekretaris pergi ke Bea Cukai untuk memasang bom dengan memalsukan kunjungan dari Kementrian Lingkungan Hidup.  Ji Hyuk bertemu Turbo, meminta tolong untuk  merubah 2 mobil box. Di markas Jong Bae menjelaskan "ketika bom meledak, alarm akan berbunyi di Bea Cukai, alarm akan mati setelah beberapa saat, lalu kita akan mematikan sistem sehingga alarm tidak mati". Presdir Co bertanya "jadi mereka mengira terjadi kesalahan dalam sistem keamanan dan mematikannya secara manual?" . Jong Bae mengiyakan "tepat, saat kita mengaktifkan program melalui remote, sistem lain butuh waktu sekitar 45 menit untuk restat" dan kesimpulannya adalah mereka butuh waktu 45 menit untuk membuka brangkas dan membawa uang itu keluar.

Ji Hyuk tidak juga bisa membuka brangkas yang dibuat latihan. Koo In mengomelinya, mengingatkan bahwa waktu mereka sempit. Tapi Ji Hyuk mengatakan bahwa kerjanya lebih baik di lapangan. Ji Hyuk lalu mengajak Koo In berbicara rahasia, tanpa Jong Bae. Dia punya rencana untuk memalsukan kargo ekspor saat di Bea Cukai. Jadi Ji Hyuk akan memalsukan dokumen sehingga mereka bisa memiliki uang tersebut sendiri. Tapi sayang, pembicaraan mereka sudah disadap oleh Jong Bae melaui headphonenya dan dilaporkan ke Presdir Cho.
Presdir Cho " memalsukan perusahan ekspor?"
"tanpa aku mereka tidak bisa merentas sistem" kata Jong Bae. Tapi Presdir Cho menjawab pelan "bagaimana jika mereka tidak butuh itu?, aku mengerti sekarang, masalahnya adalah waktu"

Aah,,,selalu ada penghianat diantara teman. Memang begitulah kira kira hidup. Part 1 sampai disini dulu ya. panjang banget karena detailnya banyak. Takutnya kalau saya gg nulis semua detilnya, kalian akan bingung dengan jalan ceritanya. Oke mksh sudah membaca ya...

Sinopsis The Technicians (The Con Artist) part 2

5 komentar:

  1. Annyeong yeodongsaeng......akhirnya punya blog neehh sekarang. Daebak!!! Ok, it's about your sipnosis. When I saw a preview of The Technicians, I feel like a movie taken in Korean-style espionage. Uuuhh, although I'm not fan of kim woo bin, but he's has a good acting. Thank ya sipnosisnya

    BalasHapus
  2. Kereennnn. Thank youu
    klo bisa blognya dibuat home nya jdi gak bingung klo mau cari file yang udah di huat apa ajaaa.. kamsahamnida

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha gt ya...iya.insy ini juga msh belajar...semog bisa nnt..

      Hapus
  3. wah wah keren mbk... jadi inget pas mereka di undang di running man ... kim wo bin lebih licik dari kwang soo....

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...