Sabtu, 21 Maret 2015

Sinopsis The Technicians (The Con Artists) part 2


Det. Gong dan anak buahnya mengintai tempat yang mereka kira adalah persembunyian Ji Hyuk. Mereka disana mengawasi semua gerakan mencurigakan. Tapi percuma. Ji Hyuk tidak sekalipun terlihat. Det. Gong akhrnya menyadari bahwa petunjuk yang mereka temukan dikamar hotel itu cuma pengalihan saja dari rencana asli mereka. Det. Gong terpaksa membubarkan misi mereka hari itu.

Sekretaris menemui Presdir Cho. Dia membawa berkas yang ternyata berisi hubungan antara Ji Hyuk, Eun Ha, dan seorang pria tua yang ditemui Ji Hyuk dulu. Tn. Oh.
Presdir Cho "sudah kuduga ada yang aneh,jadi Ji Hyuk sudak menjebakku dari awal,pantas dia tampak tidak asing"
Ternyata, Oh Eun Ha adalah anak dari Tn. Oh, guru dan teman dari Lee Jin Hyuk dan kawan lama dari Presdir Cho. Sekretaris berjanji untuk menyingkirkan Eun Ha secepatnya. Tapi Presdir melarangnya. "Belum waktunya, perburuan baru dimulai, kau tidak bisa membunuh anjing pemburu" ujar Presdir Cho.

Eun Ha keluar dari galeri. Dipintu keluar dia berpisah dengan teman temannya. Ketika menuju mobil, matanya terpaku pada mobil Ji Hyuk. Dia melihat Ji Hyuk mengawasinya. Tapi dia berusaha mengabaikannya. Ketika akan membuka pintu mobil, Ji Hyuk memanggilnya dari belakang. Eun Ha berbalik dan berkata kalau tidak sopan tiba tiba Ji Hyuk muncul seperti itu. Ji Hyuk lalu meminta dia untuk mempercayainya apapun yang terjadi. Eun Ha mengelak. Mengatakan kalau Ji Hyuk sudah salah paham, dan dia menganggap Ji Hyuk hanya sekedar investor. Eun Ha juga berkata kalau sekarang dia sudah tidak merasa nyaman dengan Ji Hyuk.
Ji Hyuk "aku tidak mencari alasan, tapi ini menyangkut ayahmu"
Ji Hyuk "apa kau pernah bertanya kenapa dia tidak bisa hidup dengan keluarganya,bagaimana jika dia tidak mati karena kecelakaan?"

Flashback

Kalian masih ingat kan, waktu Ji Hyuk membelikan soju buat seorang laki laki tua. Kita kembali ke masa itu. Pak tua itu Tn. Oh, sedang minum soju berdua dengan Ji Hyuk di atap. Dia memegang sebuah foto. Seorang laki laki sedang menggendong anak perempuannya
Ji Hyuk bertanya pada Tn Oh foto kapan itu. Tn Oh tidak menjawab, hanya memasukkan foto itu kedalam saku jaketnya.
Ji Hyuk kembali berkata "temui dia jika kau merindukannya". Tapi Tn Oh tetap hanya diam. Ji Hyuk lalu mengomel karena soju nya sudah habis dan dia mau membeli soju lagi. Ji Hyuk mau kembali ke atap gedung ketika melihat orang orang berlarian ke trotoar seberang. Ji Hyuk merasa tidak enak dan ikut berlari kearah kerumunan orang. Dan benar, dia melihat Tn Oh, sudah tergeletak di bawah dengan tengkurap. Tn Oh meninggal. Ji Hyuk lalu melihat atap tempat dia dan Tn Oh bertemu tadi. Dia melihat ada orang disana. Ji Hyuk menyimpulkan kalau Tn Oh sengaja didorong orang.

Makanya, sekarang, dia minta Eun Ha untuk bersembunyi sampai misi nya selesai. Tapi Eun Ha menolaknya. Eun Ha "aku tidak percaya kau lagi, kau sengaja mendekatiku dan memanfaatkan aku untuk kejahatanmu". Ji Hyuk minta maaf kalau memang dia memanfaatkan Euh Ha, tapi dia ingin melindungi Eun Ha. Eun Ha tetap tidak mau. Dia lalu meminta Ji Hyuk untuk tidak mengganggunya lagi. Eun Ha meninggalkan Ji Hyuk menuju mobilnya. Ketika sudah didalam mobil, Eun Ha disekap dari belakang oleh sekretaris. Dia berusaha mengambil ponselnya tapi di pingsan.

D-Day

Pagi itu, Presdir Cho mendapat akses masuk ke Bea Cukai. Saya kurang jelas ya dia pake ID apa, yang penting dia bisa masuk. Jong Bae, sebagai pegawai perusahaan telepon juga sudah masuk ke tkp. Mereka diposisi masing masing. Jong Bae memberi aba aba pada Presdir Cho untuk meledakkan bom yang sudah terpasang di Bea Cukai kemarin.
Ledakannya tidak terlalu besar, tapi membuat keributan yang besar. Semua pegawai Bea Cukai keluar. Pemadam Kebakaran juga mendekati lokasi. Ji Hyuk dan sekretaris masuk ke sana memakai seragam EOD (Explosive Ordnance Disposal), Jihandak nya Korea. Anak buah Presdir Cho yang lain juga memakai kendaraan EOD.
Begitu mereka masuk, Jong Bae segera mematikan sistem di pusat kontrol. Ruang kontrol jelas kelabakan. Tim Ji Hyuk tiba disayap timur, tempat target mereka. Sedangkan tim lain memasuki bagian 11, kawasan konteiner. Tim itu bertugas untuk menyingkirkan kupon kupon dari kontainer agar bisa dipakai untuk uang. Di pusat kontrol, Ketuanya melaporkan ke Direktur bahwa sistem mereka harus dimatikan dan di reset ulang. Direktur mengijinkan mereset ulang...ya iyalah..orang yang ditelepon itu Presdir Cho yang berpura pura sebagai Direktur. Saluran komunikasi juga sudah direntas oleh Jong Bae. Begitu sistem direset ulang, semua jaringan tidak berfungsi, termasuk keamanan dalam kontainer yang menyimpan uang tersebut.
Ada pemberitahuan bahwa sistem sedang direset, jadi semua penjaga diharuskan menjaga gerbang. Presdir Cho memberitahu tim Ji Hyuk, mereka harus bisa mengerjakan dalam waktu 40 mnt. Mobil EOD mereka mendekati penjagaan. Karena tidak dijinkan masuk, sekretaris dan anak buahnya menyerang para penjaga. 2 orang anak buah berganti dengan seragam penjagaan. Sedang mobil Ji Hyuk menuju lokasi kontainer berisi uang itu. Sampai didepan brangkas, waktunya beraksi. Koo In mengingatkan waktu Ji Hyuk hanya 10 mnt untuk membuka brangkas. Sementara itu diluar, kekacauan masih terjadi. Presdir Cho tetap menunggu dimobilnya sambil memantau saluran komunikasi. Det. Gong, menerima laporan bahwa ada ledakan di Bea Cukai, langsung meluncur bersama anakbuahnya. Ji Hyuk mulai memutar kunci kombinasi. Presdir Cho, sekretaris, Koo In, dan Jong Bae semuanya tegang. Menunggu. Setelah memutar kunci beberapa kali, Ji Hyuk berhenti. Tangannya memegang kenop pintu brangkas dan membukanya. Tapi gagal. Pintu tetap terkunci. Koo In yang sudah tegang terus terusan mengingatkan kalau waktu mereka tinggal 5 menit kurang. Ji Hyuk tidak merespon apa apa. Dia fokus memutar kunci kombinasi. Ji Hyuk kembali berhenti. Tangannya sekali lagi mencoba membuka pintu brangkas.
Dan terbuka. Uang 150 milyar ada didepan mereka. Saatnya memindahkan uang. Uang itu dimasukkan ke mobil. Lalu mereka menuju posisi Jong Bae. Disana sudah ada kapal boat yang menunggu. Dengan kapal boat, uang dipindahkan ke bagian 11 kawasan kontainer untuk dimasukkan ke dalam kontainer kupon. Diatas uangnya nanti akan ditumpuk dengan kupon kupon untuk menghindari kecurigaan penjagaan. Sementara itu, det. Gong mulai mendekati tempat Ji Hyuk. Saat akan melewati penjagaan, dia dihadang oleh anak buah Presdir Cho yang sudah memakai pakaian penjagaan. Tapi akhirnya det. Gong diperbolehkan melewati kawasan itu. Ji Hyuk yang sudah tahu, segera memundurkan mobilnya di belakang kontainer sehingga det. Gong tidak bisa melihatnya. Jong Bae melaporkan bahwa sisa waktu sebelum sistem kembali normal tinggal 3 menit lagi, dan mereka harus segera pergi dari situ. Mobil det. Gong masih berkeliling di area situ. Mendekati menit menit terakhir, mereka memutuskan untuk keluar dari sana. Waktu semakin sempit. Ji Hyuk segera keluar dari kawasan itu tepat setelah det. Gong.

Proses pemindahan uang hampir saja selesai ketika mobil tim SWAT menyisir kawasan limbah, tempat memindahkan uang lewat kapal boat. Ji Hyuk, Koo In dan sekretaris segera menutup pintu mobil, mencopot lampu rotator, dan merobek tulisan EOD dibadan mobil. Jadi mobil mereka sekarang seperti mobil dari perusahaan. Koo In dan sekretaris turun ke kapal boat, tapi Ji Hyuk tidak ikut. Dia mengalihkan perhatian tim SWAT, dengan berlari melewati mereka. Tim SWAT segera mengejarnya. Ji Hyuk berhasil mengelabuhi mereka. Presdir Cho khawatir. Dia bertanya dimana Ji Hyuk, "aku melindungi uangmu Presdir" jawab Ji Hyuk lalu membuang headsetnya. Dia juga membuka seragam EODnya. Presdir Cho terus memanggil Ji Hyuk tapi tidak ada jawaban.
              
            
Koo In dan Jong Bae juga masih menunggu Ji Hyuk di kapal boat. Presdir marah, tahu kalau Ji Hyuk sudah mulai menjalankan aksinya memberontak kepadanya. Ji Hyuk berlari melewati kontainer, menuju ke sebuah gedung. Semua karyawan sudah dievakuasi karena kebakaran tadi, jadi sekarang gedung itu sepi. Dia menuju ruang kontrol (saya kurang tahu ya itu ruang apa, masalahnya gg ada terjemahan hehe). Diruang itu, Ji Hyuk menuju ke sebuah laptop dan mulai membuka sistemnya. Tapi ternyata Presdir Cho sudah mengikuti dibelakangnya. "Jangan bergerak!" perintahnya sambil menodongkan pistol ke arah Ji Hyuk. "Bukan begini caranya berbisnis, maaf aku sudah mengacaukan rencanamu, usaha bagus membawa polisi untuk mengulur waktu, jika kau pintar kenapa kau melakukan hal seperti ini?" lanjutnya.
Presdir Cho "jujur saja,kau yang memulai semua ini, karena Tn Oh kan?"
Ji Hyuk "jawab aku lebih dulu, kenapa kau membunuh Tn Oh?"
Flashback

Waktu Ji Hyuk mengomel karena sojunya sudah diminum Tn Oh semua, saat mereka bertemu diatap gedung, Ji Hyuk turun membeli soju lagi. Begitu dia keluar dari lift, sekretaris ada dibelakangnya dan masuk kelift. Presdir Cho menelpon Tn Oh. Dia mengatakan kalau meskipun sudah mengenal Tn Oh bertahun tahun ternyata Presdir Cho belum pernah sekalipun bertemu anak perempuannya. Presdir Cho saat itu ada didalam apartemen Eun Ha dan sedang memegang foto wisuda Eun Ha. Tn Oh kaget. Dia memohon supaya Presdir Cho tidak mengganggu anaknya. 
Ternyata selama ini, atap gedung yang sering dibuat Tn Oh dan Ji Hyuk bertemu itu tepat didepan gedung apartemen Eun Ha. Jadi selama ini Tn Oh selalu mengawasi Eun Ha. Tn Oh menoleh kebelakang dan sekretaris sudah ada disana. Dia langsung membunuh Tn Oh dan melemparkannya dari atap. 
Ji Hyuk berjalan keparkiran dengan masih ditodong oleh pistol. Presdir Cho mengatakan seharusnya Tn Oh mau melakukan permintaannya yang terakhir, tapi Tn Oh sangat keras kepala dan menolaknya, kalau dia menerimanya dia tidak akan mati. Ji Hyuk menjawab "dia tahu tidak ada pekerjaan terakhir dari pencuri seperti mu". Presdir tersenyum dan memuji Ji Hyuk mempunyai mata yang tajam. Presdir Oh lalu menunjukkan kalung Eun Ha, Ji Hyuk kaget. Dengan emosi dia bertanya dimana Eun Ha, tapi dahinya langsung ditodong pistol oleh Presdir Cho. Presdir Cho menyuruhnya masuk mobil nya dan memberikan perintah "ini yang akan kau lakukan, bawa koper ini dan pergi kelokasi ledakan!". Didalam mobil memang sudah ada sebuah koper putih. Ji Hyuk bertanya "kau akan menyerahkanku ke polisi? Bagaimana kalau aku menceritakan semuanya?". Presdir Cho menjawab kalau Ji Hyuk ingin Eun Ha selamat maka dia tidak boleh macam macam. Ji Hyuk akhirnya menuruti perintah Presdir Cho. 

Setelah mobil Ji Hyuk berangkat, Presdir Cho memerintahkan sekretaris untuk melanjutkan lagi memindahkan uangnya ke kontainer kupon dan menutupinya dengan kupon yang masih tersisa. Setelah itu dia, lewat saluran polisi, memberitahu polisi kalau tersangka mengebom sudah ditemukan mengendarai mobil putih. Polisi langsung mengejar mobil Ji Hyuk, sampai akhirnya dia terkepung di pinggir laut.
Ji Hyuk masih didalam mobil. Dia memutuskan akan keluar atau tidak. Tapi akhirnya, sambil membawa koper bom, diaa keluar dari mobil. Det. Gong menyuruhnya meletakkan koper itu. Tapi Ji Hyuk tidak mau. Tanpa berpikir panjang, Ji Hyuk berbalik kanan dan melompat ke laut. Tapi sebuah tembakan mengenai punggungnya tepat sebelum dia masuk kedalam air. Ji Hyuk tenggelam. Presdir Cho, mendengar dari HT nya, lalu meledakkan koper putih tadi.

Koo In syok mendengar kabar tertembaknya Ji Hyuk dari Presdir Cho. Tapi tidak dengan Jong Bae. "Aku tahu dia akan berakhir seperti itu. Itu berarti kita mendapat uang lebih banyak" katanya. Koo In marah mendengar nya. Kemudian dia menyerang Jong Bae. Tapi ternyata Jong Bae membawa pisau dan menusuk Koo In. Koo in meninggal. 

Hari sudah sore ketika akhirnya semuanya selesai. Polisi sudah mensterilkan tkp tempat Ji Hyuk tenggelam dengan memasang police line. Presdir Cho juga sedang menunggu dibukanya kontainer berisi uang. Dengan tersenyum, Presdir Cho naik diatas kontainer. Tapi ketika melihat isi kontainer, senyumnya menghilang. Di kontainer tadi cuma ada kupon kupon miliknya. Dan bukan uang. Belum bisa berpikir bagaimana ini bisa terjadi, ponselnya berbunyi.
Ji Hyuk "kau terdengar muram,berarti kau sudah mendapatkan kuponmu"
Ji Hyuk ternyata yang menelponnya. Dia masih hidup. Presdir Cho mengancam akan melukai Eun Ha kalau Ji Hyuk tidak memberi tahu tempat uangnya, tapi Ji Hyuk cuek. Dia malah berkata kalau Eun Ha tidak berarti apa apa buatnya. Terakhir Ji Hyuk berkata "bersiaplah kedatangan tamu". Dan dari kejauhan memang terdengar suara sirine mobil polisi.  Presdir Cho segera pergi dari situ. Sedang sekretaris menyuruh anak buahnya menghadang polisi.

Det. Gong menerima rekaman dari Ji Hyuk yang berisi pengakuan Presdir Cho kalau dia sudah membunuh akuntannya dulu kedalam semen. Rekaman itu didapat dari alat penyadap yang diletakkan Ji Hyuk di patung yang dicurinya dulu yang ternyata dibeli oleh Presdir Cho dan diletakkan di ruang tamu. Meskipun dihadang anak buah Presdir Cho, tapi polisi tetap berusaha masuk kesana. Presdir Cho melarikan diri sendiri tanpa sekretarisnya. Ditengah kekacauan, Jong Bae diam diam menuju tempat Eun Ha disekap. Melihat Jong Bae, Eun Ha berontak, tapi ketika Jong Bae berkata "Jin Hyuk hyung memintamu untuk mempercayainya" baru dia mau ikut Jong Bae. Jong Bae ternyata tidak berkhianat. Berdua mereka menuruni tangga, sampai akhirnya sekretaris menghadangnya. Diseretnya Eun Ha dan Jong Bae juga dipukuli. Sampai akhirnya dia menodongkan pistol pada Jong Bae yang berusaha melindungi Eun Ha. Tapi tak lama kemudian anak buah det. Gong datang dan menembaknya. Lee Joo Hwan, sekretaris itu akhirnya tertangkap. Jong Bae membawa Eun Ha keluar dan melihat Presdir Cho melarikan diri. Dia memberitahu Ji Hyuk. Presdir Cho menerima telp dari Ji Hyuk. Dia bertanya bagaimana Ji Hyuk melakukan semua rencana itu.
Ji Hyuk "kau tidak bisa berbisnis kalau kau bodoh Presdir,mana yang lebih mudah,merubah yang asli menjadi palsu atau yang palsu menjadi asli?"
Flashback
Polisi yang menembak Ji Hyuk itu ternyata Turbo yang menyamar. Ji Hyuk suda h memakai darah palsu dipunggungnya untuk menyakinkan bahwa dia benar benar tertembak dan mati.
                 
Sebelumnya, mereka membuat mobil SWAT palsu dan bergabung dengan iring iringan det. Gong memasuki Bea Cukai.
Ternyata, mobil SWAT yang mendekati mereka waktu memindahkan uang dan mengejar Ji Hyuk itu adalah mobil Turbo.
Turbo tidak memindahkan uang, dia hanya bertugas untuk melapisi uang itu dengan motif kupon menggunakan tinta buatan Ji Hyuk yang tidak menempel, luntur, dan tidak tahan terhadap alkohol. Saat Presdir mengira itu hanya kupon, sebenarnya itu adalah uang yang sudah dilapisi. Dan sekarang, uang dalam kontainer itu sedang dibawa oleh Jong Bae dan Koo In yang memakai seragam KCSI, CSI nya Korea lah hehehe. Yeaayy....Koo In ternyata memang masih hidup. Jong Bae pura pura menusuknya dan mereka memakai darah palsu untuk menyakinkan Sekretaris. 
Ji Hyuk, yang masih mengejar mobil Presdir Cho, langsung menabrakkan mobilnya ke mobil Presdir Cho. Dia lalu menyuruh Presdir Cho keluar. 
Ji Hyuk "ada yang ingin kau berikan padaku?"
Presdir Cho mengambil kalung Eun Ha dari sakunya dan melempar ke arah Ji Hyuk. Tapi begitu Ji Hyuk mau mengambil kalung itu, Presdir Cho menyerangnya. Tapi Ji Hyuk dengan sigap menodongkan pistol ke arahnya. "Jangan seperti ini, memalukan, kau kalah, terimalah". Ji Hyuk seakan mau menembak Presdir Cho tapi tidak, dia tidak menembak. Sebelum pergi, dia bilang bahwa dia akan berhenti dari semua ini. Tak lama kemudian, det. Gong menangkap Presdir Cho.

Mayat akuntannya sudah ditemukan. Tapi Presdir Cho sama sekali tidak mau membuka mulut. Det. Gong sampai frustasi saat menginterogasinya. 


Dimarkas, Ji Hyuk, Koo In, Jong Bae, Turbo dan anakbuahnya, bersiap menyiramkan alkohol ke kupon kupon itu dan dalam sekejap kupon itu berubah menjadi uang. Mereka berpesta. 

Di apartemen, Eun Ha mondar mandir menungu telp dari Ji Hyuk. Ketika bel pintu apartemennya berbunyi, dia cepat cepat membuka pintu. Tapi tidak ada siapa siapa disana. Cuma sebuah tas hitam. Ketika dibuka, tas itu berisi uang dan secarik kertas dan foto nya ketika digendong ayahnya. Itu foto punya Tn Oh. Surat dari Ji Hyuk berbunyi 
"Ini investasi sesuai janji, maaf terlambat"

ABU DHABI

Eun Ha kesana dalam rangka mengurusi pameran lukisan. Ketika dia tiba dihotel, dia melihat kalungnya dipasang di sana.
Dibawah kalung itu ada tulisan "kalung ini barang berharga dari Korea Selatan". Melihat itu, Eun Ha mencari seseorang yang dia kenal yang mungkin ada disitu. Dan memang, Ji Hyuk dengan mengendarai mobil sport merah sudah menyusul Eun Ha dihotel. Eun Ha terus berjalan mencari Ji Hyuk sampai akhirnya dia menemukan lukisan dirinya digantung disalah satu sudut hotel itu. 
Lama dia melihat lukisan dirinya ketika menyadari bahwa Ji Hyuk sudah ada dibelakangnya. Dia berkata kepada Eun Ha "kurasa aku melukismu terlalu cantik...bagaimana kabarmu?" Dan mereka saling berpandangan. 

Koo In akhirnya membuka restorannya sendiri, dan ketika resto nya diliput televisi, dia berdebat dengan chefnya yang ingin juga diwawancarai dan masuk tv hahaha

Turbo tetap menjadi makelar persewaan gedung. Tapi sekarang dandanannya klimis.

Anak buah Turbo yang gendut dan bertampang agak ndeso mencoba masuk di club malam elit, tapi ditolak meakipun mereka sudah memakai baju bermerk. Dan Jong Bae datang menolong mereka.

Sinopsis The Technicians (The Con Artists) part 1 

                             
                               T A M A T

Yeaayy...finally rampung juga ya...saya agak pesimis bisa gg ya saya ngrecaps film ini. Agak gg pede juga soalnya takut salah ato miss di storylinenya. Maklum genre genre kayak gini kan harus detail. Film ini ngingetin saya saya film nya om George Coloney, trilogi Ocean. Film yang booming banget waktu itu. Cuman mmg film itu rumit bgt. The Technicians ini buat saya bgs juga. Even saya bukan fans nya KWB tp saya bilang dia bagus disini. Ko Chang Seok, pemeran Koo In saya baru kenal dia jadi dokter nya Jisung di Kill Me Heal Me. Kalau aktor senior Kim Young Chul dramanya paling berkesan buat saya ya Princess Man. Kalau Joo Yoon Hee drama nya yang terakir saya liat itu Nine kalo gg salah.

Saya puas dengan film ini. Kalo harus dikasih nilai nih mungkin 8 kali ya hehehe. Oke deh....see you next time with another recaps yaa...
















9 komentar:

  1. ThankU mb sinopx..
    Hehehe
    Membantu sekali..stlh nonton ªķέ bhsa kalbu..

    Ditunggu project2 movie selanjutx..
    Smga sehat selalu
    آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

    BalasHapus
  2. aku masih agak bingung dengan masalah uangnya, niat awal uang itu emang mau ditaruh di kontainer kupon terus diatasnya nanti mau di taruh kupon kan biar gak dicurigain. terus si Turbo juga gak nuker uangnya cuma ngelapisin doang. tapi intinya Presdir Cho tahu kan kalo duit yang udah dipindah ke kontainer itu, atasnya adalah kupon, kenapa pas ngecek, dia murka. kenapa dia gak ngecek bagian bawah, kan yang kupon cuma bagian atasnya (dia tahunya gitu). tapi dari awal dia liat duit itu kupon, udah langsung murka. mohon penjelasannya chingu. aku masih kurang nyambung. hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah betul aku juga nntn part yang itu udh 3x an juga masih belum nemu jawabnnya. Aku pikir apa karena kupon yg ditumpuk itu harusnya cmn atasnya beberapa lapis saja, tp kan gg mungkin wong kuponnya juga sdh dipack juga. Jadi ya mungkin mmg plotnya yang slah. Waktu itu presdir juga gg mriksa smpe kebawah dan ke tumpukan uang yang lainnya. Dia cm mriksa yg didepan pintu dan cm lapisan atas aja. Wah jdi kamu hebat ya bs punya pikiran kyk gt..mksh ya

      Hapus
    2. Berarti sama juga ya sama aku .. Aku juga bingung dibagian itu .. Emg dibuat membingungkan paling ya film itu

      Hapus
  3. hehehe, kalo film bagus itu emang niat banget aku nontonnya chingu. jadi setiap adegan aku bener-bener ngikutin. hihi.

    BalasHapus
  4. Makasih bgt, gue beli kaset bajakan pas diakhir kepotong abis gila... thanks bgt udah bikin penasaran gue ilang wkwk

    BalasHapus
  5. suka dech kl hepi ending mcm gini....
    sinopsis putri enak bc ny makasih y say...

    BalasHapus
  6. Karna film ini kan Kim Woo Bin gk bisa ambil tawaran jadi pemeran di pinochio.. Tp gpp filmnya keren kok

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...