Kamis, 16 April 2015

Sinopsis The Girl Who Sees Smells episode 5



Cho Rim melihat Moo Gak dan Yeom Mi saling tersenyum. Akhirnya dia hanya pergi, tidak jadi menemui Moo Gak.
Cho Rim melewati toko. Dia melihat bayangannya dikaca toko. Lalu dihapusnya lipstik yang tadi dia oleskan dengan senang karena mau menemui Moo Gak.
Dirumah, Cho Rim makan mie sambil melihat acara komedi tv. Ponselnya berbunyi.  Dari Moo Gak. Dia mengajak Cho Rim bertemu. Moo Gak menunggu lama dibawah pohon sampai akhirnya  Cho Rim datang.
Moo Gak bertanya apa rumah Cho Rim sejauh itu sampai harus menyeberangi sungai dan mendaki gunung. Tapi dia lalu melihat Cho Rim berdandan cantik. Moo Gak mengajak Cho Rim berlatih. Hehe Cho Rim sih salah sangka dikiranya mereka mau kemana gitu ya.
Dan seperti biasa, Moo Gak pasti heboh sendiri waktu berlatih. Masalahnya, mereka berlatihnya di restoran ayam goreng yang lagi rame sama pembeli. Moo Gak baru mau berhenti waktu Cho Rim memberi kode untuk melihat sekelilingnya.
Moo Gak diberitahu kasir kalau sudah ada yang membayar makanan mereka. Dan orang itu juga bilang kalau desa itu juga enak buat ditinggali. Sketsa mereka sih memang soal karakter Moo Gak yang mau pindah dari desa ke Seoul.
Det Tak ditangkap. Sebelum pergi dia minta maaf karena menjadi beban buat tim nya. Dia juga berterimakasih pada Moo Gak yang sudah menghentikannya sebelum dia melakukan kejahatan lagi. Mereka berjabat tangan. Hiks bai bai Eun Soo. 
Yeom Mi memberitahukan kalau kasus pembunuhan pelatih fitnes sudah ditutup, dan meminta mereka fokus pada pembunuhan barcode dengan mengumpulkan bukti pembunukan pada Joo Ma Ri.
Semuanya mengomel kecuali Moo Gak.
Moo Gak tiba tiba ganti profesi jadi tukang parkir saat Det Ki  mau memarkirkan mobil barunya didepan restoran. Sudah perkir bener pun, dia masih bertanya pada Moo Gak apa pintu mobil lain bisa kena mobilnya kalo dibuka. Det Yeh yang sebal malah bilang kalo sebenarnya itu juga bukan mobil baru. Dari pada mendengar mereka bertengkar, Moo Gak turun dari mobil.
Baru saja dia keluar, tiba tiba braakk... ada orang berpakaian koki jatuh tepat di kaca depan mobil Det Ki. Moo Gak refleks menoleh melihat atap, dan ada orang disana. Chef Jae Hee.
Moo Gak menyuruh Det Yeh mengamankan area sambil berteriak ada orang diatap.

10 menit yang lalu

Chef  Jae Hee berdiri didepan pintu menyalami para tamu, termasuk Cho Rim. Dia berterimakasih atas undangan Jae Hee. Jae Hee mengantarkan Cho Rim ke mejanya. Lalu dia menuju dapur dan bertanya dimana Chef Hong, karena sudah banyak tamu yang datang. Assistennya menjawab kalo Chef Hong ke atap dan belum kembali.
Jae Hee akhirnya membantu memilah makanannya. Wenaknyaa.... jadi laper hiks...
Setelah itu Jae Hee menyusul ke atap. Dibelakang pintu ada orang yang bersembunyi. Tapi Jae Hee tidak tahu, dia hanya memanggil Chef Hong yang berdiri di tepi pagar dan langsung melompat.
Melihat Chef Hong melompat, Jae Hee langsung berlari ketempat Chef Hong lompat. Dia menengok kebawah dan mayat Chef Hong jatuh diatas mobil. Dia juga melihat Moo Gak disana. Jae Hee berlari ke pintu. Orang yang tadi bersembunyi tidak ada dan dia terkunci disitu.
Jae Hee berusaha membuka pintu. Pintu terbuka dan Moo Gak serta Det Ki ada disana. Det Ki langsung memborgol Jae Hee tanpa memberikan waktu untuk membela diri. Saat turun kebawah, Moo Gak heran bertemu Cho Rim. Tapi Det Ki langsung membawa Jae Hee keluar. Cho Rim yang mau mengikuti Moo Gak bertabrakan dengan seorang laki laki berbaju hitam dan berkacamata.
Jae Hee berkata kalau korban adalah assisten Chef nya dulu. Sekarang dia membuka restoran sendiri. Det Ki bertanya kenapa dia membunuh korban. Jae Hee bingung mau menjawab apa. Dia meminta pengacara. Jae Hee dibawa ke mobil polisi dan Det Ki menangisi mobil barunya hihihi.
Dari jauh, Cho Rim melihat sesuatu. Bau mayat nya tidak sama dengan bau tangan Jae Hee. Malah dia melihat bau yang sama ditangan orang yang dia tabrak tadi. Cho Rim mengikuti orang itu.
Dikantor polisi, Jae Hee berganti baju dan diawasi oleh Det Yeh dan Moo Gak. Moo Gak pesimis apa mereka bisa menahan Jae Hee. Ada sms dari Cho Rim yang minta bertemu.
Cho Rim berkata kalo bau mayat dan Jae Hee tidak sama. Moo Gak juga ngotot kalo dia melihat Jae Hee ada diatap pada saat mayat itu jatuh. Mereka terus berargumen sampai akhirnya Moo Gak pergi.
Di ruang interogasi, Moo Gak memberikan Jae Hee minuman dan berkata kalo itu dari Cho Rim. Dia bertanya apalagi yang Jae Hee butuhkan. Moo Gak juga bilang kalo tidak ada yang mencurigakan dirumahnya, maka Jae Hee bisa bebas. Sebelum pergi Moo Gak berkata kalo Cho Rim khawatir dengan anjing Jae Hee karena sendirian dirumah.
Cho Rim ada dirumah Jae Hee. Dia mencari Moongchi dan menggendongnya. Dia melihat ada bau Joo Ma Ri diantara tumpukan box.
Saat Cho Rim keluar dia berpapasan dengan dokter Chun. Setelah bertukar salam, Cho Rim pulang dan dr Chun masuk rumah Jae Hee.
dr Chun ternyata dimintai tolong Jae Hee untuk menyembunyikan catatan finansial bisnisnya yang diletakkan dibox tengah di bawah box anggur yang tadi dilihat Cho Rim. Dr Chun membawa box itu kekantornya.
Di kantor polisi, semua sedang membahas barang bukti diary Joo Ma Ri. Tapi mereka tidak berhasil mendapat surat penggedahan kantor dr Chun karena bukti kurang. Gantinya, mereka akan menggeledah rumah Jae Hee.
Cho Rim masih mencari bau yang sama dengan bau orang yang menabraknya kemarin. Dia bau mugwort (sejenis tanaman obat dari jepang). Dia cari mulai dari toko roti, pengobatan alternatif, sampai orang jualan dipinggir jalan.
Dia hampir menyerah saat melihat orang yang menabraknya bersepeda melewatinya. Segera dia lari mengejarnya. Sayang dia ketahuan, dan langsung dikejar oleh orang tadi.
Cho Rim bersembunyi di belakang mobil box sambil mengirim sms ke Moo Gak, tapi saat mobil box tadi jalan, orang itu ada dibelakangnya dan mengacungkan pisau. Cho Rim langsung lari.
Dia lari kesebuah gedung dan masuk kedalam kamar mandi. Si pembunuh berhasil menemukannya meringkuk dipojok pintu. Dia mengacungkan senjatanya. Tapi Moo Gak datang dan memanggil namanya. Pembunuh tadi langsung  membekap mulut Cho Rim. 
Moo Gak memeriksa semua pintu kamar mandi. Dia sampai di tempat Cho Rim di sandera, Moo Gak tidak bisa membuka pintunya dan dia pergi.
Tahu kalo Moo Gak sudah pergi, Cho Rim ketakutan. Pembunuh tadi mau melukai Cho Rim saat Moo Gak tiba tiba menendang pintunya. Pahlawan bertopeng datang...jreng jreng jreng...
Mereka saling menyerang. Tapi pembunuh tadi melarikan diri. Moo Gak kembali ke Cho Rim. Dia menangis ketakutan. Moo Gak memegang tangan Cho Rim dan membantunya berdiri.
Cho Rim menenangkan diri dan duduk ditaman. Eh bukannya dihibur, dia malah dimarahi Moo Gak yang khawatir. Cho Rim lalu memberi tahu kalo leher Chef Hong beraroma mugwort jepang. Moo Gak akan menginvestigasinya. Sebelum pulang Moo Gak berpesan kepada Cho Rim.
"Jangan bandel!!"
Cho Rim marah dan membuka jaketnya. Tapi dia malah menemukan aroma macam macam bunga dijaketnya. Dia heran dari mana asalnya.
Cho Rim hampir masuk bus saat Moo Gak memanggilnya. Moo Gak membawakan obat untuk luka dilutut Cho Rim. Cieeee...yang geer hihi. Cho Rim berkata kalau pembunuhnya berbau macam macam bunga. Jadi pasti dia bekerja ditoko bunga.
Tapi Moo gak juga bilang kalo Cho Rim jangan ikut campur dengan urusan kepolisian lagi.

Kepala Det, det Yeh dan det Ki mencari barang bukti dirumah Jae Hee. Tiba tiba Kepala det ingin tahu alibi dr Chun juga.
Dikantor, mereka melihat riwayat dr Chun. Moo Gak baru tahu kalau ternyata dr Chun pernah tinggal di pulau Jeju. Dan ternyata waktu tinggalnya sama dengan waktu pembunuhan orang tua Eun Seol (Cho Rim). Yeom Mi minta Moo Gak ke Jeju untuk mengkonfirmasi alibi dr Chun. 
Keluar dari kereta bawah tanah, ada yang berjualan boneka yang bisa merekam suara. Dia ingat adiknya yang dulu pernah punya boneka yang sama. 
Moo Gak ke pemakaman abu adiknya membawa boneka tadi. Dia ingat saat bertengkar dengan adiknya yang ingin makan mie daging sedang dia ingin makan daging babi.
Di Rs Jeju, dia kaget saat tahu kalo sebelumnya dr. Chun ke sana mau melihat rekam medis Choi Eun Sol, yang sudah di ronsen, masuk ICU, dan dioperasi.
Tapi Moo Gak salah mengira kalo itu Eun Seol adiknya. Dia membandingkan 2 file rekam medis Cho Rim dan Eun Seol.
Besoknya, det Yeh dan det Ki memberikan laporan kepada Kepala det, tentang tagihan listrik yang banyak. Moo Gak datang dan berkata kalo pembunuhnya ada hubungannya dengan bunga. Det Ki berkata kalo tagihan listrik yang besar memang berasal dari toko bunga.
Mereka bertiga mengepung toko bunga itu. Pada hitungan ketiga, mereka akan masuk dan menyerbu penjahatnya. Tapi hanya Moo Gak saja yang masuk dan menangkapnya. 2 det temannya ketakutan sambil memegang tongkat hahaha.
Det Ki dan det Yeh berhasil menemukan bukti yaitu kebun marijuana yang memang berbau seperti mugwort.
Kepala det berhasil membuat mereka mengaku soal menanam marijuana. Tapi Moo Gak mendakwa Yang Suk Jin dengan tuduhan membunuh Chef Hong. Motifnya adalah Chef Hong tidak mau restorannya menjadi tempat transaksi bandar obat terlarang dan membuat Jae Hee yang kebetulan ada disana jadi tersangka.
Jae Hee dibebaskan dan pulang kerumah. Dia langsung menuju tumpukan box yang bagian tengahnya sudah diambil dr Chun. Dia lega karena box yang dimaksud sudah tidak ada. Cho Rim datang membawa Moongchi.
Dikantor polisi, Moo Gak melapor kalau tujuan dr Chun ke Jeju adalah mendapat rekam medis Choi Eun Seol. Yeom Mi kaget, karena Choi Eun Seol adalah anak dari pasangan nelayan yang dibunuh itu. Mereka bertanya tanya kenapa dr. Chun mencari rekam medisnya, padahal Eun Sol sudah meninggal.
Jae Hee memasakkan steak untuk Cho Rim. Dia berharap Moo Gak ada disana juga .

Si endog masih dikantor. Dia membuka file pembunuhan adiknya. Saat Yeom Mi datang, dia langsung menutup laptopnya. Tapi Yeom Mi memaksa melihatnya.
Akhirnya Yeom Mi tahu kalo adik Moo Gak jadi korban pembunuhan juga. Yeom Mi juga mengaku kalo Eun Seol yang dia cari, putri dari pasangan nelayan itu adalah satu satunya saksi pembunuhan barcode.
Cho Rim lagi enak banget makan steaknya. Saat Jae Hee bertanya bagaimana pekerjaannya, Cho Rim langsung mengeluh. Jae Hee lalu menawari Cho Rim bekerja direstorannya. Dia mau.
Moo Gak dan Yeom Mi sampai pada kesimpulan kalo pembunuhnya mengincar Eun Seol karena dikiranya dia Eun Seol yang sama dengan saksi pembunuhan itu. Moo Gak langsung menemui dr Chun dengan marah.
Moo Gak menyerang dr Chun sambil mengacungkan foto Eun Seol, adiknya. Dia juga berkata kalo dr Chun membunuh orang yang salah. Yeom Mi datang dan menghentikannya. Yeom Mi juga memarahinya.
Moo Gak menunggu Cho Rim pulang. Dia memberi Cho Rim boneka yang bisa merekam tadi dan mengajak nya minum soju dan makan.
Cho Rim merasa terjadi sesuatu yang buruk pada Moo Gak. Dia bertanya ada apa tapi Moo Gak diam dan malah mengusap rambut Cho Rim.
Cho Rim tersipu, tapi Moo Gak berkata kenapa supnya sampe dikepala Cho Rim hihihi.
Cho Rim keluar sebentar untuk menelpon Ae Ri, dan waktu kembali, Moo Gak sudah ngorok sambil duduk hehe.
Cho Rim menekan tombol boneka tadi. Ternyata bonekanya tertukar bonekanya Eun Seol adiknya. Dia mendengarkan suara Moo Gak.
Melihat Moo Gak tidur, ahjumma pemilik restoran menyuruhnya membawa Moo Gak pergi. Eman e rek, ganteng tapi ndlahom lek turu kkk.
Entah bagaimana, Cho Rim akhirnya bisa membawa Moo Gak ke taman. Dia tidur di pangkuan Cho Rim. Saat Cho Rim akan meniup daun yang jatuh dipipi Moo Gak, Moo Gak membuka mata dan menatapnya.

Akhirnyaa...
awas aja sampe nnt mereka kisseu ya, saya ngambek ^_^. Nah kecurigaan masih mengarah ke Jae Hee sebenernya. Apalagi, dr Chun dimintai tolong menyembunyikan box yang katanya berisi catatan finansial. Padahal kan ada bau Ma Ri disitu. Blm dpt clue sih barang apa yg kira2 ada disitu. Tambahan lagi siapa ya yang membayari bill makan ayam mereka?

Sebenernya saya punya insting kuat knp saya curiga Jae Hee yang jadi pembunuh Barcode. Jae Hee kan chef ya, jadi dia mahir menyayat, sama kyk sayatan dipergelangan tangan korban. Sayatan biasanya lurus juga kan. Makanya dinamakan Barcode Murder, sayatannya lurus menyerupai barcode. Nah coba kalo Jae Hee ini tukang pos, pasti dia bikinnya sayatan berbentuk angka kodepos n namanya jadi Postcode murder. Ato kalo pembunuhnya apoteker dan sebelum membunuh dikasih codein, namanya jadi Codein Murder. Halah koplak saya kumat. Maklum obatnya abis belum kontrol.

Ya udah lah..eps 6 lompat ke mbk Dee ya...

12 komentar:

  1. Sebelum baca komen dulu ah.....
    Wuah......daebak...saya aja baru nonton tawnya tadi diang, putri sdh kelar nulis sinopnya sore.......plok3, tepuk pramuka.....
    Put..barcode itu mmg bukan kode rahasia harga barang2 gitu yah?????
    Kalo orang komplak aja bisa komen yg yg bikin ngakak kayak gini....^^ gimaa yg gak koplak yah?????
    Emang ada obat buat ngilangin koplak????wkwkwkwk.....
    Putri bisa aja bikin ngakak yg baca.....
    Kamsahamnida
    Jeongmaal......tapi ttp masih lebih somplak MOGak....jiiiiiiiiiiiaaaaaaaaahhhhhhhhh XD

    BalasHapus
  2. hahaha
    bahasa jawa timurannya ikutan nongol :D

    BalasHapus
  3. Emang udah mau kisseu di episode 6....
    Kenapa marah ????
    Mogak nganggep cho rim itu kayak ganti adiknya yah?? Tp perlakuan mogak itu bikin cho rim slh pahm..jd GR deh dia....
    Belom tau aja mogak kalo eun sul yg dibicarakan yeon mi itu yh cho rim...
    Jd mkin penasaran , apa iya adik mogak korban salah bunuh ????
    Ksihan bgt yah......
    Kamshmnida.....

    BalasHapus
  4. Kayanya isi kotak itu diari Ma Ri...kayanya lho yaaa ^^

    BalasHapus
  5. Berharap di boneka adiknya Mo Gak ada sedikit petunjuk yg mengarah ke pembunuh barcode

    BalasHapus
  6. Saya juga curiga kalo jae hee tuh pembunuh barcode. Alesannya: 1. Biasanya di cover drama korea itu nunjukin si antagonis. Dari ke 4 orang ( moo gak, cho rim, yum mi, ja hee) , cuma ja hee yang statusnya masih misterius. 2. Cho rim ngeliat box dirumah ja hee ada aroma si mantan yg udah wafat. 3. Saya masih penasaran apa yg anjing itu gonggongin di rumah ja hee( dari episode sebelumnya). 4. Guys,,, dokter chun sama ja hee ada hubungan apa ya? Blm dijelasin kan?saya lupa. Mungkin aja Ja hee juga salah satu pasien dokter chun.

    BalasHapus
  7. Kisseu? Bkn nya scent kisseu selalu di eps 8? Melihat drama2 sebelumnya kekeke..

    BalasHapus
  8. wakakak...bagian paling seru dari sinopsis putri adalah : komen nya di akhir sinopsis....suka suka suka. gumawo

    BalasHapus
  9. Udh nonton tp blm lengkap klo liat sinopsis nya mba plus komen2 nya... Hehehe
    Gomawo mba fighting

    Ditunggu episode 6 ga sabar mau komen episode 7 hehe

    BalasHapus
  10. Wahh makin seru, fighting mba

    BalasHapus
  11. Terimaksih atas komennya. Maaf tidak bls satu satu. Akhrnya di eps 6 sudah dikash tau ya siapa penjahatnya. Wah ini jadi tambah penasaran, ada apa di 10 eps yg akan datang? Heemm..yg msh jd misteri siapa yg bunuh eun seol? N apa motifnya? Mg2 ada kejutan lain dieps depan..

    BalasHapus
  12. ngakak bc komen putri
    gsnteng tapi ndlahom...wakkkxxx
    somplakkk..

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...