Senin, 06 April 2015

Sinopsis Man on High Heels part 2

Yoon menemui Bada di kelab. Bada memberitahu Yoon berapa uang yang harus dia siapkan untuk operasi ganti kelamin. Dan harganya tidak murah.
Bada "perkiraan sekitar 20 ribu untuk tes dan operasi, gunakan uangnya baik baik jika kau ingin hasil yang bagus, lebih baik untukmu melakukan operasi payudara dan operasi lainnya dalam 1 tahun"
"aku khawatir bagaimana dengan caramu mencari nafkah sebagai seorang wanita, kaum homo bertahan karena orang berpikiran mereka itu kreatip dan unik, tapi tidak untuk transgender, terutama yang miskin, mereka tidak sama dengan wanita miskin. itu adalah momen paling tragis, tahu kenapa? karena saat itulah dunia jadi menetangmu, bahkan keluargamu juga"
Yoon tidak bisa tidur malam itu. Dia banyak memikirkan kata kata Bada. Diambilnya buku rekening tabungan. Sepertinya uang yang ada disitu tidak cukup. 

Jaksa Hong, ditemani Chief Park, Yoon, dan Jin Woo pergi ke rs tempat Presdir Heo Bool dirawat. Jaksa Hong ingin tahu kondisi Presdir. Dia juga bertanya apa Yoon terluka. Dan Yoon, dengan wajah sakit yang dibuat buat berkata kalau lengannya sakit. 
Jaksa Hong "kau seharusnya bekerja sama saai dia menunjukkan lencananya"
Tentu saja kata kata Jaksa Hong segera disanggah oleh Pengacara Presdir. Kalau kliennya tidak pernah melawan balik atau menolak. Pengacara Presdir ingin bicara bertiga dengan Jaksa Hong dan Presdir. Pengacara Presdir menuduh kalau sebenarnya Jaksa Hong hanya ingin disorot media saja dengan menangkap Presdir Heo Bool. Jaksa Hong tidak terima.
Jaksa Hong "hei..kau kira ini main main, kita bicara tentang geng, penipuan, narkoba, penyelundupan, penggelapan pajak, dan sebuah rencana pembunuhan. Hukuman apa yang harusnya dia dapat?"
Pengacara "Perencanaan pembunuhan? bagaimana caramu membuktikan itu?"
Jaksa Hong akan berusaha membuktikan kejahatan Presdir dengan menemukan rekaman rencana pembunuhan yang dilakukan Presdir via telp. Dan dengan bukti itu bisa memenjarakan Presdir Heo Gool sampai lama. Melihat Presdir diam saja, Jaksa Hong, mendekatinya dan berjongkok di dekat kakinya.
Jaksa Hong "bagi hukumanmu dengan adikmu Heo Gon, apa yang kau butuhkan adalan pengurangan hukuman dan aku, menangkap Heo bersaudara lebih baik daripada hanya menangkap kamu saja"
Dan Presdir Heo Bool memikirkan ucapan Jaksa Hong.

Yoon membuka buka dokumen barang bukti yang mereka sita dari kantor Presdir Heo Bool. Dia menemukan sesuatu yang dia cari dari tumpukan dokumen itu. Sebuah dokumen dengan tulisan Rusia diatasnya.
Pengacara Presdir masih menunggu apa yang akan diperintahkan oleh Presdir.

Dikantor Polisi, Chief Park tiba tiba saja menyuruh Yoon berkemas. Itu berarti dia sudah menyetujui pengunduran diri Yoon. Mereka semua pergi minum minum untuk pesta perpisahan. Disana, mereka tertawa tawa mengingat saat Yoon menyamar sebagai wanita. Jin Woo, dengan gaya orang mabuk berpesan kepada Yoon 
Jin Woo " hyung nim, kau harus bahagia, jika kau hidup seperti orang gila, aku akan masukkan kamu ke penjara"
Jin Woo lalu memeluk Yoon sambil berkata "sarange...". Batin saya, Hee mas Jin Woo, jangan maen peyuk aja, bukan muhrimnya :)). 

Yoon pulang. Di tangga depan pintu kamar apartemennya, Jang Mi duduk menunggu disitu. Badan dan rambutnya basah. Yoon mengganti baju Jang Mi dengan mantel mandi dan mengambilkan minuman panas untuknya. 
Tapi setelah itu Yoon melarang Jang Mi untuk menemuinya lagi. Karena sekarang dia sudah tidak menjadi polisi lagi, dan mungkin dia juga akan pindah dari situ. Jang Mi mengerti. Dia mau pergi tapi berhenti dibelakang Yoon. Dia bertanya "kenapa kau datang padaku?". Jang Mi seakan tahu kalau sebenarnya Yoon memang sudah mengenal dia dari dulu. Yoon diam tidak menjawab. Dia memandang mata Jang Mi. Dia teringat saat mereka berdua naik mobil bak terbuka, saat mereka saling memegang tangan.
Yoon "kakakmu memiliki matamu"
Dan seorang gadis kecil hanya tersenyum mendengar itu. Dia Jang Mi kecil. Adik dari sahabatnya. Yoon menatap mata Jang Mi lama. Dia teringat saat menatap mata kakak Jang Mi. Yoon hampir menangis saat dia mencium Jang Mi. 
Sayang, bukan Jang Mi yang ada dipikiran Yoon saat dia menciumnya, Yoon malah teringat saat dia berciuman dengan kakak Jang Mi. Iya, mereka berdua saling mencintai. Yoon memang sudah lama ingin menjadi wanita. Dan kakak Jang Mi juga mencintai Yoon Mereka berciuman diatap sekolah. Tapi setelah itu, kakak Jang Mi melompat dari atap sambil berkata "aku cinta kamu"
Saat itu dia tidak bisa melupakan kakak Jang Mi. Dia bahkan membuat luka di jari manisnya, persis seperti luka yang ada di jari manis kakak Jang Mi, yang saat itu mereka sebut "couple ring". 
Heo Gon sedang makan malam saat Yoon menemuinya. Yoon akhirnya mau membantu Heo Gon mendapatkan lagi surat obligasi Rusia yang disita polisi. Mereka sudah sepakat. Dan Yoon meminta uang untuknya dimasukkan bagasi mobil. Tapi Heo Gon menolak. Dia sendiri yang akan mentransfer uang itu kerekening Yoon. Heo Gon bertanya
Heo Gon "boleh aku bertanya sesuatu padamu, apa kau benar benar membutuhkan uangnya? kau sangat putus asa sampai kau membutuhkan uang dari aku?"
Tapi Yoon tidak menjawab dan pergi dari situ. Di mobil, Heo Gon masih saja penasaran kenapa Yoon mau menerima uangnya, dia merasa ada sesuatu yang aneh. Sekretarisnya memberitahu kalau Heo Gool ingin bertemu dengannya. Heo Gon pergi ke rs. Kakaknya ingin dia melakukan sesuatu
Heo Gon "kau sudah pikun dasar brengsek? kau ingin aku masuk penjara untuk menyelamatkan hidupmu yang menyedihkan ini?ini tidak bisa dihindari"
Heo Gon menolak. Dia juga mengatakan kalau mereka bukan saudara kandung. Diluar, Heo Gon marah dan mengobrak abrik nurse station dekat kamar kakaknya. Dia mengira Yoon yang menyuruh kakaknya untuk memenjarakan Heo Gon. Tidak terima, Heo Gon menyuruh anak buahnya mencari Yoon. Dia menyuruh membunuh semua orang terdekat Yoon tapi jangan membunuh Yoon.   

Heo Gon bertanya pada sekretarisnya apa yang terjadi kalau seandainya dia berbagi hukuman dengan kakaknya. Sekretarisnya menjawab kalau memang kakaknya sudah membuat kesepakatan dengan Jaksa Hong, Heo Gon akan kehilangan semuanya. 

Jaksa Hong keluar dari kantornya menuju parkiran. Tapi sana anak buah Heo Gon sudah menunggunya. Jaksa Hong melihat semua kabel dan kamera cctv sudah dirusak.
Jaksa Hong "apa apaan ini?"
Jaksa Hong menyerang mereka lebih dulu. Tapi karena dia sendirian, dia kalah. Dia ditusuk berkali kali dan akhirnya jatuh di dekat pintu mobilnya. Heo Gon datang. Dia mendekati Jaksa Hong yang sudah mengeluarkan banyak darah.
Jaksa Hong "ayo kita buat perjanjian, kau dan aku...."
Kata kata Jaksa Hong belum selesai, tapi Heo Gon tidak mau mendengar lagi. Dia memasukkan kepala Jaksa Hong ke mobil dan dibenturkannya ke pintu mobil berkali kali. Rasain Jaksa Hong, jadi orang serakah bener. Lha kenapa saya jadi esmoni hehehe.

Chief Park yang sudah mendapat laporan tentang kematian Jaksa Hong segera menuju rs. Dia menyerang Presdir yang sedang makan. 
Chief Park "dasar kamu bajingan, berani beraninya kau meneror kami, lebih baik kau berhenti atau aku akan membunuhmu, kau sudah habis dasar brengsek, Jin Woo..tahan dia!"
Presdir Heo Bool bertanya apa yang terjadi tapi Chief Park segera pergi tanpa mau menjawab pertanyaannya. Kasihan Presdir, dia memang tidak tahu apa apa tentang apa yang dilakukan adiknya.

Anak buah Heo Gon sudah mulai mencari orang yang dekat dengan Yoon. Mereka menemukan praktekan dr. Jin. Awalnya dr Jin tidak mengaku kalau dia mengenal Yoon, tapi setelah disiksa, dia akhirnya mengaku juga. 
Dr Jin "dia bukan seorang pria..."
Dan anak buah Heo Gon langsung melaporkannya. 

Jin Woo pergi ke tempat Joo Yeon. Jin Woo berkata kalau dia teman Ji Wook. Joo Yeon bertanya 
Joo Yeon "dimana Ji Wook?'
Jin Woo "aku tidak tahu tapi dia pindah, apakah kau tahu dimana dia?"
Joo Yeon akhirnya mengantar Jin Woo ke kelab malam tempat Bada dan Dodo. Memang Yoon ada disana dengan Dodo. Tapi Yoon sudah bukan Yoon yang dulu penampilannya sudah berubah. 
(Beneran ya, saya hampir teriak liat scene ini, ahjussiku cantik banget. Kenapa coba saya yang cewek tulen gg bisa secantik itu hehehe)

Awalnya Yoon senang dengan perubahannya, tapi sayang, dia tidak siap bertemu dengan Jin Woo yang sudah ada disitu. Jin Woo akhirnya tahu kalau besok pagi Yoon akan berangkat ke Amerika untuk operasi kelamin. Yoon lalu memberikan barang bukti rekamannya waktu Heo Gon menyuruhnya dan bukti transaksi di rekeningnya. Yoon tidak pernah memakai uang itu.
Yoon "maaf kau sudah melihatku seperti ini"
Jin Woo "sialan kau Ji Wook, apakah ini sepadan dengan semua yang kau miliki?"
Yoon tidak menjawab. Dalam perjalanan pulang, Jin Woo teringat ucapan  Joo Yeon, "dia berjuang cukup lama, Ji Wook sangat tersiksa dalam menyembunyikan wanita yang ada dalam dirinya, kemudian suatu hari dia bilang padaku kalau dia harus menghadapi itu". Jin Woo lalu ingat sesuatu.
               
Yoon masih terpaku diruang rias kelab malam. Sepertinya banyak yang dipikirkan Yoon saat itu. Ponselnya berbunyi, dari Jin Woo. Jin Woo saat itu sedang berada di cafe Jang Mi dan mabuk.
Jin Woo "hyung nim ini aku Jin Woo, aku lupa beritahu kamu sesuatu, saat melihatmu aku lupa dengan kenyataan kalau kau adalah seorang pria, kau terlihat sangat cantik, sungguh benar benar cantik, kau bajingan yang beruntung, kau hidup dengan dua kehidupan, kurasa kau adalah bionik woman, bukan pria enam juta dolar"
Yoon hanya bisa menjawab "gumapta Jin Woo ah". Dia tidak tahu kalau Jin Woo sedang berusaha untuk tidak menangis. Jin Woo yang mabuk diantar keluar oleh Jang Mi. Begitu mereka di luar, hujan sangat deras. Kunci mobil Jin Woo ketinggalan dicafe dan Jang Mi mengambilnya. Jin Woo yang masih mabuk tidak menyadari kalau ada beberapa orang yang mengincarnya. Tiba tiba saja dia sudah ditusuk oleh beberapa orang yang lewat. Mereka anak buah Heo Gon. Jin Woo jatuh dan tubuhnya dipenuhi darah.

Jang Mi yang turun dari cafe hanya memandangi tubuh Jin Woo, tidak bisa berbuat apa apa. Tak lama kemudian ada tangan yang menyekapnya. Dia diculik.

Yoon sudah berada di bandara. Petugas bandara yang memeriksa pasportnya kaget.
Dia menceramahi Yoon, mengatakan kalau Yoon beruntung dia yang memeriksa, kalau orang lain pasti kaget dan akan berteriak. Yoon tidak menjawab. Yoon duduk diruang tunggu ketika berita tentang penusukan Jin Woo disiarkan di tv. Tak lama dia menerima telp dari Heo Gon.
Heo Gon "kukira kau sudah pergi, atau kau akan datang kemari?kukira kau takkan berubah pikiran karena temanmu tewas, jadi aku bawa seorang gadis dengan tato bunga dipunggungnya, tapi jika kau hanya bermain main saja dengan gadis ini, kurasa kau takkan datang"
Yoon langsung menuju tempat Heo Gon. Didalam taxi dia ingat berjanji pada kakak Jang Mi untuk selalu melindungi adiknya. Jang Mi disekap disebuah mobil dan dibius. Mobilnya disiram dengan bensin.

Yoon masuk ke tempat Heo Gon sebagai laki laki. Dia sudah melepaskan semua atribut wanita yang dia pakai tadi kecuali bajunya. Anak buah Heo Gon membawanya kedalam, tapi sebelumnya dia bertanya, apakah mereka ada disana saat Jin Woo meninggal. Anak buah Heo Gon menertawakan Jin Woo. Itu yang membuat Yoon marah dan menyerang mereka. Saat mereka sudah diatasi, Ketua Park menghadang Yoon.
Ketua Park "kau ini seorang gadis? Bagaimana aku bertarung dengan seorang gadis?"
Yoon " kau sebut ini seorang gadis?"


Yoon langsung menyerang Ketua Park. Mereka bertarung, awalnya Yoon kewalahan menghadapinya, karena dia sudah banyak terluka. Tapi akhirnya Yoon bisa membunuh Ketua Park. Saat nya menghadapi Heo Gon. Dengan nafas berat dia bertanya dimana Jang Mi. Tapi Heo Gon menertawakannya.
Yoon "dia masih hidup kan? Kumohon lepaskan dia"
Heo Gon "kau benar benar mencintai dia ya? Sial...sekarang aku merasa kasihan"
Yoon, tiba tiba langsung menyerang Heo Gon dengan 2 pisau yang langsung mengenai leher dan perutnya. Setelah itu dia ganti menyerang anak buahnya. Mereka saling bertarung sampai akhirnya Yoon ditikam dengan pisau dari belakang. Yoon terjatuh. Anak buah Heo Bool ternyata sudah menghianati Heo Gon. Dia tidak menolong waktu Heo Gon hampir mati. Dia melaporkan kepada Heo Bool kalau semua sudah dibereskan.

Yoon kembali dengan taxi yang dari tadi menunggunya dari bandara. Dengan bafan penuh luka dia memandangi pasport dan tiket pesawat ditangannya.

Disebuah gereja, Yoon dan Jang Mi sedang berbincang dengan pendeta. Ternyata pendeta itu akan memberikan kebaktian pada pernikahan Jang Mi. Yoon menoleh ke arah pintu gerbang. Dia melihat Dodo berdiri disana. Mereka saling memandang lama.

Dimobil, Jang Mi menunjukkan katu undangan pernikahannya pada Yoon, dan memastikan bahwa Yoon mau datang dan bercukur. Saat Yoon akan merokok, Jang Mi menggantinya dengan minuman, dan dia memegangnya dengan lembut.

T  A  M  A  T

Saya beneran salut dengan CSW, disini dia bermain sebagai laki laki yang bisa menunjukkan kegalauan hatinya lewat ekpresi wajah. Saya pikir endingnya bakalan merid sama Jang Mi..ehh tibaknya gg. Gpp lah yang penting endingnya gg jadi ganti kelamin aja hehehe. Next kayaknya saya mw bikin sinopsisnya film Scarlet Innocent nya Jung Woo Sung. Semoga bisa saya selesaikan secepatnya. Gumawoo

6 komentar:

  1. Waa keren keren keren
    yg nulis jg hebat hebat
    makasih banyak yaaaa

    BalasHapus
  2. Ikut deg2an...

    BalasHapus
  3. omoooo..... cakep beneerrrr ahjussi csw. ini pilem taon brp yak mba putri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tahun 2014 rilisnya bareng sama film Jang Dong Gun yang No Tears For The Dead Body

      Hapus
  4. Hahaa lucu jga crtanya. Gak nyangka.dia bisa meranin jadi cwok yg bimbang.
    Thanks to author.

    BalasHapus
  5. aku sudah nonton nih film.. sempat kepikiran kalau Dodo adalah kakak Jang Mi.. Soalnya tatapan matanya dalem banget.. hahaha..

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...