Sabtu, 23 Mei 2015

Sinopsis Warm and Cozy episode 4


Pagi itu, Baek Geun Woo bangun dengan senyum diwajah. Tapi cuma sebentar karena dia sadar di sebelah feldbett tempatnya tidur semalam, Lee Jeung Joo menata galon galon kayu sebagai pembatas.
Geun Woo mencoba merayu Jeong Joo atas "kekuasaan wilayah" mereka. Karena itu terlalu sempit buatnya. Jeong Joo, yang sedang mengepel lantai dan masih sebal karena Geun Woo datang dan mengganggunya, lantas bertanya sebenarnya apa maksud kedatangan Geun Woo. Dengan wajah memelas, Geun Woo berbohong kalo sebenarnya dia masih punya hutang. Kakaknya sudah melunasinya tapi sayang dia mengambil apartemen Geun Woo di Seoul. Mana kartu kreditnya juga di bekukan, jadi dia sekarang benar benar tidak punya uang. Jeong Joo bertanya kenapa dia tidak menghubungi kakak perempuannya dan tinggal disana. Bahkan kakak perempuan Geun Woo tidak menjawab telpnya. Geun Woo memang tukang bikin rusuh hihi. Geun Woo memohon diijinkan tinggal sementara disitu. Dia lalu mengajak Jeong Joo berbelanja kebutuhan restoran. Dia bahkan membungkukkan badannya dan berkata
"Bos, aku akan bersiap siap dan turun ke bawah"
Dan Jeong Joo hanya melongo.

Dipasar, tanpa disadari Jeong Joo, Geun Woo sebenarnya berbelanja bahan masakan untuk Ji Won. Semua dia belikan yang kualitas bagus. Dia juga membeli abalon tang harganya mahal. Jeong Joo tidak setuju karena uangnya terbatas, tapi dia tidak bisa menolak Geun Woo. Saat Jeong Joo mau membeli apron, Geun Woo bilang kalo apron model itu sudah ketinggalan jaman. Jeong Joo tidak menjawab dan pergi dari situ.

Waktunya mencicipi masakan Geun Woo. Poong San memuji kalo masakannya bercitarasa laut. Tapi Jeong Joo bilang kalo acar untuk masakan yang dipanggang manis dan enak. Geun Woo mengeryit dan bergumam kalo Ji Won tidak suka manis. Jeong Joo minta dibuatkan mie kerang. Dan dia akan mencari kerang di laut depan restorannya. Saat Jeong Joo mau ke laut, Geun Woo menyodorkan apron pilihannya di pasar tadi. Dia memasang apeon tadi ke pinggang Jeong Joo dan membuatnya gugup. Dari jauh, Poong San mengawasi mereka dengan curiga.
Tapi saat Poong San bertanya apa Geun Woo suka Jeong Joo, eh dia malah dapat omelan kalo seharusnya dia melakukan pekerjaannya lebih baik jadi Jeong Joo tidak perlu melakukannya. Poong San menggerutu.

Jeong Joo mencari kerang di pantai. Dia lebih bersemangat karena memakai apron yang dibelikan Geun Woo. Dari jauh, 2 ahjumma penyelam dan Hwang Wook lewat dijalan dan melihat Jeong Joo. 2 ahjumma itu mengomentari cara Jeong Joo saat mencari kerang. Tak berapa lama Hwang Woo menghampirinya. Pak Walikota memberitahu kalo cara Jeong Joo seperti itu pergelangan tangannya akan sakit. Hwang Woo mengajarinya.
Dari jauh 2 ahjumma mengawasi mereka dan berkata kalo mereka berdua cocok. Saat Hwang Woo sudah mengajari, tapi Jeong Joo belum juga paham, dia mengumpat dengan dialek Jeju dan hampir pergi. Jeong Joo melarangnya dan minta diajari lagi. Sayangnya, pas sudah dapat banyak, ternyata yang diambil Jeong Joo itu (tangan kura kura?) turtle's hand. Hwan Woo tambah frustasi dan berkata "aahh..sangat menjengkelkan...apa dia begitu bodoh?". Hwan Woo berdiri dan mengibaskan tangan ke baju dan rambutnya yang kotor. Dan tanpa dia sadari, gerakannya mirip posenya di poster Sunghan Apparel. Jeong Joo sekali lagi bertanya apa mereka benar benar tidak pernah bertemu. Hwan Hoo kesal, lalu menjawab "hai nona, kau bisa bertanya pertanyaan macam itu di Seoul, tapi kalo kau main mata disini, kau harus secepatnya menikah dengan orang itu, jadi kalo.kai tidak ingin berakhir dengan menikahiku, hentikan kata kata 'aku pernah melihatmu', 'kau tampak familier' oke!" dan dia pergi.

Teman teman Jeong Joo di Sunghan Apparel tahu kalo Jeong Joo di Jeju dari blog Boo Mi Ra. Sayangnya yang diaplod Boo Mi Ra di blog adalah foto Jeong Joo yang sedang mencari kerang. Mereka mengejeknya.

Hari itu Boo Mi Ra memang mengambil gambar Heong Joo secara diam diam.

Di kantor Sunghan, beritanya menyebar, dan mereka bahkan bermaksud jelek dengan mengundang Jeong Joo waktu mereka warkshop di Jeju.

Mie kerang Geun Woo sudah siap dan 2 orang yang mencicipi, Poong San dan Jeong Joo berkata kalo rasanya enak. Jadi, Jeong Joo memutuskan untuk membuka restonya saat weekend juga karena membayangkan besarnya keuntungan.
"Aku akan mencari kerang, mencuci, membuat kaldu dan membuat mie, lalu menjualnya"
Geun Woo dan Poong San hanya melihat dari kejauhan saat Jeong Joo dengan semangat membersihkan kerang. Mereka tidak yakin kalo weekend, pelanggan yang datang akan bertambah. Karena mereka memang tidak pernah buka pas weekend dan karena lokasi resto mereka bukan tujuan wisata.

Hari pertama weekend 

Gong Jung Bae datang membawa.paketan untuk Poong San. Jeung Joo kecewa karena mengira dia mau mencoba mie kerangnya. Jung Bae berkata kalo restonya sepi meskipun ini wekend. Bahkan lalatpun tidak ada. "Mungkin tempat ini butuh PR" ujarnya. Mendengar itu Jeong Joo mendapat ide dan minta tlg pak Gong memasangkan iklan.
Geun Woo membuka mesin kasir dan tidak banyak uang didalam situ. Tapi tetap dia ambil uangnya. Dia masuk mobil dan dihadang Jeong Joo.  Jeong Joo bermaksud mengajak Geun Woo mengikuti pak Gong, tapi Geun Woo menolak dan berkata kalo dia harus ke bandara untuk menjemput Ji Won. Dia juga bilang kalo mengambil uang bensin.

Jeong Joo mengumpat saat membuka mesin kasir  yang hampir kosong. 

Geun Woo menjemput Ji Won ke bandara dan mengantar ke hotel milik kakaknya (ini ya hotelnya Jaejoong?). 
Ji Won menyuruh Geun Woo pulang dan berjanji akan mengunjunginya. Jadi Geun Woo harus menyiapkan masakan yang enak.  Dihotel, Ji Won diberitahu kalo presdir Song masih rapat dan Ji Won berkata kalo dia dia akan menelpon 'oppa' nya sendiri. Sekretaris presdir Song heran dan berkata kalo dia pasti sangat dekat dengan presdir. 

Presdir Song memang sedang rapat. Tapi pikirannya ada di tempat lain. Lebih tepatnya ke orang lain. Kim Hae Sil. Dia bahkan membayangkan kalo Hae Sil ada didepannya.
Dia berkata pada khayalan Hae Sil, kenapa dia tidak memberikan nomer ponselnya. "Lihatlah, aku ini mutiara hitam. Kau sudah memilih, harusnya kau membukanya juga!", dan bayangan Hae Sil hanya tersenyum lalu menghilang. Jung Geun sadar kalo dia hanya berkhayal.

Hae Sil ternyata membuka sekolah menyelam Sorang. Dia dan Hwang Hoo mempromosikan sekolah selam pada para turis dan berharap itu jadi bagian dari paket wisata. Tapi sayang sepertinya banyak yang mendaftar sendiri. Hwang Hoo membesarkan hatinya dan berkata kalo anak muda yang mendaftar. "Temuilah mereka dan temukan mutiara tersembunyi disana!" Ujar Hwang Hoo.
"Aku membawa sebuah mutiara dan melepaskannya begitu saja"
Hae Sil langsung teringat Jung Geun yang pernah berkata kalo dia adalah mutiara hitam. 'Kalo seandainya orang seperti Jung Geun datang dan belajar menyelam, mungkin dia bisa lulus' gumamnya.

Ji Won menemui Jung Geun. Dia mengajaknya makan ditempat Geun Woo, tapi ditolak. Ji Won memujinya sebagai bos yang galak tapi sangat sayang pada adiknya. Dia juga berharap  semoga Jung Geun tidak galak padanya. Tapi Jung Geun malah berkata kalo dia membawa Ji Won ke Jeju bukan karena dia kawan lama, tapi karena dia adalah pegawai yang kompeten. Ji Won sedikit kecewa.

Geun Woo sampai restoran dan kaget ada umbul umbul didepannya.
Jeong Joo juga membuat tulisan untuk promosi. Geun Woo malah memarahi Jeong Joo karena ide promosinya murahan. Jeong Joo tidak perduli, dia lalu bertanya apa uang yang diambil dari mesin kasir sudah habis, karena dia butuh membeli cat. Tapi uangnya memang sudah habis untuk abalon yang akan dibuat masakan untuk Ji Won. Jeong Joo akhirnya paham, dan langsung marah. Apalagi Geun Woo sengaja menyepak tulisan promosi yang diatasnya ada catnya. Jadilah cat itu jatuh dan mengenai apron baru Jeong Joo.

Jeong Joo berteriak pada Geun Woo kalo dia akan menjalankan restoran mie. Kalo Geun Woo tidak suka, dia minta uang 50 jutanya dikmbalikan. Geun Woo balik marah dan berkata kalo akan membawakan uang itu sekarang juga.
(Pemandanganya itu lho buat saya ngiler)

Geun Woo pergi ke hotel kakaknya. Tapi karena asisten Jung Geun memberitahu kalo dia mau chek in, kakaknya memberi perintah supaya menolak check in nya Geun Woo.

Jeong Joo mencuci apronnya yang kena cat. Yaa...gg bisa ilang kaleess catnya. Poong San bertanya apa yang akan dilakukan dengan kerangnya, apa Jeong Joo akan membuangnya?. Dia menggeleng dan bilang kalo akan memberikan pada pak Gong yang membuka restoran ikan. Dan beginilah cara Jeong Joo membawa 1 bak besar kerang.

Geun Woo duduk dilobi hotel dan mendengar 2 orang anak buah kakaknya menggosip tentang siapa ayahnya sebenarnya.

Ditempat yang berbeda, Hee Ra sedang bersama laki laki di sebuah toko perhiasan. Laki laki itu juga bertanya sebenernya ibunya punya berapa suami hihihi. Hee Ra lalu membelikannya gelang.

Jeong Joo kelelahan membawa kerangnya. Karena itu kerangnya berjatuhan. Saat Jeong Joo duduk jongkok sebentar, ponselnya jatuh kebawah. Dia bingun gbagaimana mengambilnya, karena dia masih menggotong kerangnya diatas kepala. Apalagi Poong San menelponnya. Dia menggeser tombol on dengan jari kakinya. Di sana, Poong San berkata kalo ada 3 pelanggan. Tapi karena Jeong Joo sudah tidak kuat, dia nyaris saja jatuh,  dan berteriak kalo dia kesakitan. Untung pak walikota datang dan membantunya.
Dia juga menolong Jeong Joo ke tempat pak Gong. Bu Gong memberinya uang dan berjanji akan mengambil kerang darinya. Saat akan pergi, Hwang Hoo malah meminta traktir sup kerang ditempat pak Gong. Jeong Joo kesal karena dari hasil bayaran tadi dia malah harus membayari makan. Tapi Hwang Hoo ternyata punya maksud lain. Dia ingin Jeong Joo "timbal balik hati". Jeong Joo salah mengira kalo Hwang Hoo lah yang perlu dia "timbal balik hati". Tapi ternyata tidak. Hwang Hoo berharap Jeong Joo bisa menjalin hubungan yang baik dengan sesama pedangan disana. Dan karena bu Gong sudah mau membeli kerangnya, dia juga harus membeli mie dan memujinya enak.

Diluar, Jeong Joo berkata kalo masakan Geun Woo malah lebih enak dari ini.
"Dia malas dengan bisnisnya, bagaimana bisa dia memasak dengan benar?, dia tampaknya tidak meliki keinginan apapun, jadi kelihatannya dia juga malas memasak. Kadang orang asing membuka restoran sekedar hobi seperti dia, tapi mereka selalu bosan dan segera pergi setelah mengacaukan suasana kota"
Tapi Jeong Joo malah berkata kalo penyebab para pendatang tidak bisa bergaul dengan penduduk asli adalah karena pak walikota tidak mau "melebarkan" tangannya.

Seorang warga lewat dan menyapa mereka. Dia juga bertanya apa mereka sedang berkencan. Keduanya menggeleng.  Tapi Jeong Joo berkata dia tidak mau disalah pahami lagi. Hwang Hoo berkata kalo sekali mereka disalahpahami, maka mereka harus menikah haha. Ancaman mulu dari tadi. Hwang Hoo juga berjanji akan mampir dan makan sup kerang Geun Woo. Jeong Joo memberitahunya kalo sebenarnya Geun Woo pergi dari resto gara gara abalon.

Hwang Hoo mengajaknya ke tempat pak Gong jualan abalon. Hah...ini orang banyak banget profesinya. Makelar rumah, antar barang, jual ikan, jual abalon, ckckckc. Disana dia memilih abalon dan dibantu Hwang Hoo. Tiba tiba Hae Shil datang dan membawa abalon liar yang lebih mahal dan lebih besar.
Jeong Joo tergoda untuk membelinya, tapi tidak jadi.

Jeong Joo mencari Geun Woo dihotel. Sayang dia tidak tahu kalo Sunghal juga sedang mengadakan workshop dihotel itu. Geun Woo ternyata sudah di.parkiran dan hampir pergi saat Poong San memberitahunya Jeong Joo kehotel mencarinya. Geun Woo masih ngambek, tapi Poong San berkata kalo sebenarnya Jeong Joo kesakitan dan sekarat saat mencarinya. Poong San menyuruhnya membawa Jeong Joo pulang.
Jeong Joo bertemu Ji Won didepan lift. Ji Won menjatuhkan es kopinya, tapi dengan santai langsung masuk. Jeong Joo menegurnya. Kenapa dia tidak membersihkan tumpahan kopinya, bagaimana kalo ada orang yang terpeleset. Tapi Ji Won tidak perduli dan menutup pintu lift nya.  Jeong Joo akhirnya yang membersihkan kopinya, dan saat itu rombongan Sunghal datang. Jeong Joo terbata bata menjawab pertanyaan temannya tentang pekerjaannya. Geun Woo memperhatikannya dari jauh.

Diparkiran, Geun Woo bak pangeran berkuda putih yang menyelamatkan Jeong Joo dari ejekan temannya. Dia menghampiri Jeong Joo dengan mobil merahnya. Teman temannya langsung mengenalinya sebagai Chef yang fotonya diaplod Boo Mi Ra. Dan mereka kaget saat tahu Maendorong Ttottot adalah milik Jeong Joo. Akhirnya teman teman Jeong Joo berjanji akan mengunjungi restonya nanti sore. 
Dimobil, Geun Woo bertanya pada Jeong Joo apa dia sakit. Jeung Joo menjawab tidak apa apa. Dia lalu bilang kalo dia membeli 5 abalon untuk Geun Woo. Dan karena teman kantor Jeong Joo akan ke resto, Jeong Joo meminta chefnya memasak yang enak.
"Sajang nim, aku akan membuat hidangan yang enak agar kau teap bisa menegakkan kepala!"

Dan Geun Woo memang memasak yang spesial untuk tamu Jeong Joo. Dan abalonnya malah dimasak juga. Jeong Joo memandang Geun Woo saat melihat abalon yang harusnya untuk Ji Won itu.

Hwang Hoo bertemu dengan 2 ahjumma yang membawa abalon liar yang besar. Dia jadi ingat Jeong Joo yang tadi juga ingin membelinya. Hwang Hoo meminta ahjumma tadi untuk berbagi abalon dengannya.

Jeong Joo masuk dapur dan melihat Geun Woo masak dengan senyum. Jeong Joo bertanya apa Geun Woo senang. Yang ditanya menggangguk.

Hwang Hoo ternyata pergi ke Maendorong Ttottot. Dan dia kaget saat melihat ada teman teman Jeong Joo dari Sunghal yang makan disana. Dan ternyata pak maneger mengenalinya sebagai "pria tanah merah liat", item hit terbesar sejak tahun 1998 hahaha. Hwang Hoo jadi salah tingkah.
Hwang Hoo bercerita pada Jeong Joo kalo dia hanya sekali melakukan pemotretan saat dia masih muda. Bagaimana bisa mereka semua mengenalinya. Jeong Joo berkata kalo celana dalam yang dia iklankan adalah item paling laris, dan perusahaan memasang fotonya yang besar di ruang pamer perusahaan. "Jadi orang orang akan melihat postermu saat  datang dan pulang kerja" jelas Jeong Joo. Dan Hwang Hoo memintanya untuk menjaga rahasia karena warga tidak tahu kalo dia adalah model saat muda. Jeong Joo berjanji. Saat itulah Geun Woo keluar rumah dan melihat mereka berdua.

Geun Woo bertanya ada apa dengannya dan Pak walikota, dan dia melarang Jeong Joo bertemu dengan walikota lagi. Dia bahkan menolak memasak abalon pemberian Hwang Hoo.

Dihotel, Ji Won membereskan barang barangnya. Tapi dia ingat kalo tadi siang dia bertemu Geun Woo bermobil dengan seorang perempuan.

Geun Woo mengantarkan teman Jeong Joo kedepan resto saat mereka akan pulang. Semuanya senang malam itu. Setelah sepi, Geun Woo membersihkan bekas makan malamnya dibantu Jeong Joo. Geon Woo menyuruh Jeong Joo memakai baju hangat karena dia akan memasak abalon bakar untuk mereka berdua.
Diatas, Jeong Joo bahkan berdandan dan memakai kalungnya. Dia juga menata meja dan menghiasinya dengan bunga. Abalon bakar nya datang, dan Geun Woo menyuruhnya mengambil anggur didalam. Saat Jeong Joo kembali ke depan, dia kaget karena Geun Woo sudah bersama Ji Won di meja dan Geon Woo mempersilahkannya memakan abalon bakar Jeong Joo.


Aahh...Jeung Joo tu gg bisa diginiin :((. Dan seperti biasa, Geun Woo masih labil ya.

Saya suka suka suka sama pemandangannya. Kapan ya saya bisa ke Jeju. Ayo kalo ada yang mau bayarin, saya iklas deh hehehe.

Poong San itu imut kyk saya ya hihihi. Ehm saya nunggu kelanjutan loveline antara Jung Geun dan Hae Siln semoga sosuit juga ya. 

6 komentar:

  1. Mba maaf ya, episode 3 nya diblog mana ya? Saya cariin ko ga ada. Makasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. http://drama2korealovers.blogspot.com/2015/05/sinopsis-warm-and-cozy-episode-3-1.html?m=1 ini ya...

      Hapus
    2. 1/2 ahjumma yang khilaf :P

      Hapus
  2. Jeong Geun ma Hae Sil malah cocok kan :) sebelll ma Geun Woo :P

    BalasHapus
  3. itu hotelnya Junsu,Jaejoong mah pnyanya resto & cafe..haha.
    itu geunwoo nyebelin. ngepehape in jeungjo..

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...