Kamis, 07 Mei 2015

Sinopsis The Girl Who Sees Smells episode 11


Cho Rim tidak mendengar langkah kaki Jae Hee. Dia terus membaca dan terkejut saat tahu kalo penulis surat itu adalah dr Chun. Tangan Jae Hee menepuk Cho Rim yang langsung membalikkan badan. Jae Hee bertanya ada apa, Cho Rim buru buru menyembunyikan surat dr Chun dibelakang dan sedikit meremasnya. Dia menjawab kalo sedang membaca skript nya dan sedikit nervus. Jae Hee paham. Dia memberi Cho Rim semangat. Mereka lalu dipanggil tim produksi untuk segera memulai syuting. 

Di kantor polisi Moo Gak marah dan menggedor pintu ruang rapat tempat Yeom Mi dan yang lainnya sedang berkumpul. 
Moo Gak "Letnan...Letnan..aku perlu bicara denganmu, apa alasanmu sebenarnya?"
Yeom Mi tetap diam tidak bergeming. Tapi karena Moo Gak tidak mau berhenti berteriak, Kepala Kang membuka tirai pintu dan menyuruh Moo Gak tenang, karena mereka akan mendengar perkataan Yeom Mi tentang keputusannya untuk tidak melibatkan Moo Gak lagi dalam kasus barcode. Tapi Moo Gak tetap tidak mau diam, akhirnya kepala Kang menyuruh det yeh dan det Ki membawanya pergi dari situ. Di luar 2 det itu berhasil menyuruh Moo Gak untuk pulang dan menenangkan diri. Kembali keruang rapat, det Ki malah ganti memarahi Yeom Mi dan meminta penjelasannya, karena baginya Moo Gak itu paling pintar dan berani diantara mereka. Tapi saat Yeom Mi berkata kalo Moo Gak adalah keluarga dari salah satu korban barcode, mereka terkejut.
"gadis yang dibunuh karena mengira itu saksi adalah adik det Choi, hanya dia satu satunya keluarga det Choi jadi dia merasa sangat kehilangan, det Choi sampai ingin membunuh pembunuhnya. investigasi kepolisian tidak mellibatkan dendam pribadi, aku membebastugaskannya karena ini, jadi tak akan ada diskusi lagi"
Didalam bus, Cho Rim membuka lagi surat dr Chun dan mengingat kembali saat dia disapa temannya di rumah Jae Hee tadi. Cho Rim menelpon Moo Gak dan mau menemuinya di kantor polisi, tapi Moo Gak sepertinya bilang kalo dia dirumah. Sampai disana, Cho Rim bertanya kenapa dia tidak bekerja jam segini dan kenapa kelihatan sedih.
"aku dikeluarkan dari tim investigasi, Letnan  Yeom seharusnya memberitahuku apa alasannya. aku sudah melalui banyak kesulitan agar bisa bergabung dengan tim investigasi, tapi sekarang aku dikeluarkan, aku jadi gila, adikku bukan korban barcode, itu sebabnya letnan Yeom membiarkanku di tim, tapi tiba tiba dia mengeluarkanku tanpa alasan"
Cho Rim bertanya apa ada jalan untuk kembali di tim, Moo Gak  menjawab kalo mereka sedang mendiskusikan. Moo Gak kemudian bertanya, kenapa Cho Rim mencarinya, Cho Rim memilih untuk tidak memberitahukanya dulu. Dia malah berkata kalo dia akan menemui ayahnya.
Cho Rim menemui ayahnya dan bertanya, apa dia Choi Eun Seol dan bukan Oh Cho Rim. Awalnya Pak Oh tidak mau jujur, tapi Cho Rim terus memohon. Akhirnya Pak Oh memberitahunya, kalo memang benar namanya Choi Eun Seol. Cho Rim bertanya kenapa dan kapan ayahnya berbuat ini.
"saat kejadian tabrak lari 3 tahun yang lalu, aku adalah det yang bertanggungjawab pada kasus itu. kamu terbaring koma dan tak ada yang merawatmu. melihatmu banyak mengingatkanku pada anak perempuanku yang mungkin seumuranmu kalo dia masih hidup. dia hilang saat usia 5 tahun dan mayatnya ditemukan sebulan kemudian, aku ingin merawatmu seperti anakku sendiri, jadi aku mengadopsimu"
Saat Cho Rim bertanya bagaimana dengan orang tua kandungnya, Pak Oh hanya menjawab dia tidak tahu. Cho Rim menangis dan berkata bagaimanapun juga Pak Oh tetaplah ayahnya. Pak Oh pun berkata kalo Cho Rim tetaplah anaknya sambil memeluknya.
Kepala det Kang, det Ki, det Yeh mengajak Moo Gak makan bersama. det Kang berkata kalo sekarang mereka tahu alasan Moo Gak berusaha masuk ke Departemen Pidana Pembunuhan. det Ki memberitahunya kalo mereka tidak bisa menentang Letnan Yeom Mi. Sedang det Yeh berjanji akan menangkap pembunuhnya. Tapi Moo Gak berkata dia sendiri yang akan menangkap pembunuh barcode, dengan bantuan dari mereka. 

Dikantor polisi, Yeom Mi masih berkutat dengan biodata Pak Oh. det Ki dan det Yeh datang dan mengajak Yeom Mi makan malam. Tapi karena Yeom Mi tidak mau makan, akhirnya det Yeh beralasan kalo Kepala Kang ingin menemuinya. Yeom Mi akhirnya mau keluar bersama mereka, tapi tanpa sepengetahuan Yeom Mi, det Ki mengkode Moo Gak kalo situasi sudah aman. 

Dan ditempat makan ayam goreng, mereka bertiga sibuk membuat Yeom Mi tetap tinggal disitu sementara Moo Gak melihat file di kantor polisi
Mo Gak banyak menemukan isi file yang selama ini dirahasiakan Yeom Mi  darinya. Daftar hubungan keluarga Oh Cho Rim dengan Oh Jae Pyo dan gambar sketsa wajah yang dia temukan dengan foto ibu Cho Rim. Moo Gak jadi ingat waktu dia bersama Cho Rim kesana dan Yeom Mi langsung menyembunyikan secarik kertas. Moo Gak akhirnya menyimpulkan
"jadi Oh Cho rim adalah putri pasangan nelayan dan saksi?"

Ditempat lain Yeom Mi menelpon Cho Rim ingin menemuinya. Yeom Mi bertanya, apa Cho Rim tidak ingin mencari ingatannya yang hilang, karena Yeom Mi bisa membantunya lewat program khusus. Cho Rim menolaknya, dia merasa hidupnya tidak bahagia kalo ingatan lamaya kembali. Dia senang sekarang, jadi dia tidak perduli masa lalunya. Yeom Mi minta maaf karena bertindak gegabah. Tapi saat Cho Rim dengan ragu ragu bertanya tentang adik Moo Gak, Yeom Mi dengan tegas memotong perkataannya dan tidak mau membahas hal itu karena aturan kepolisian.
Di dua tempat yang berbeda, Cho Rim dan Moo Gak sama sama terjaga dan sibuk dengan pikiran masing masing.

Paginya, Moo Gak menemui Yeom Mi diparkiran. Begitu Yeom Mi turun dari mobil, dia menghadangnya dan langsung memberitahu alasan kenapa Yeom Mi mendepaknya dari tim.
"apakah alasan anda menendang saya dari tim karena Oh Cho rim adalah saksi dari pembunuhan berantai, karena adik saya meninggal bukannya Oh Cho rim, karena saya mencintai Oh Cho rim anda pikir saya akan kehilangan pikiran saya atas fakta adik saya dibunuh karena orang yang saya cintai?"
Moo Gak kembali memohon supaya dimasukkan ke tim lagi. Meskipun begitu Yeom Mi tetap tidak mau merubah keputusannya. Dia tidak mau emosi Moo Gak mengacaukan penyelidikan.
Moo Gak akhirnya pergi menemui Pak Oh. Dia hampir sampai ke tempat tujuannya saat diatas jembatan kecil, mobilnya berhadapan dengan mobil lain yang sama sama tidak mau mengalah. Ternyata itu mobil Jae Hee. Mereka turun dari mobil dan saling menyapa dengan canggung. Moo Gak berkata sebenarnya dia tidak mengharapkan akan bertemu Jae Hee disitu. Begitu juga dengan Jae Hee. Moo Gak bertanya apa yang dia cari disitu. Belum sempat Jae Hee menjawab, ponsel Moo Gak bergetar. Otomatis ponsel Jae Hee juga berbunyi. Moo Gak sedikit curiga. Jae Hee buru menjawab apa kita sedang mencari hal yang sama makanya kita sekarang ada ditempat yang sama.
"ya..aku seorang koki, aku sedaang berbicara tentang menemukan restoran tersembunyi yang bagus"
"aku detektif, jadi aku bicara tentang menemukan saksi"
Ponsel Moo Gak bergetar lagi, juga ponsel Jae Hee. Sekarang mau tidak mau Moo Gak jadi mencurigainya. Mereka berdua melihat ponsel masing masing dan terdiam. Akhirnya Jae Hee berkata kalo apa yang tadi mereka bicarakan adalah hal yang berbeda. Moo Gak menimpali dengan berkata kalo mereka ada di dua jalur yang berbeda, dimana salah satu jalur itu akan menyebabkan kematian. Jae Hee tersenyum dan berkata kalo dia harus pergi karena ada seseorang yang menunggunya. Saat Jae Hee mau menuju mobilnya, Moo Gak berkata " Chef Kwon, sekarang aku tahu bagaimana kau menemukan tempat ini". Dan seperti biasa, Jae Hee tersenyum sambil menunjukkan ponselnya. Jadi sekarang Moo Gak sudah tahu Jae Hee yang  menyadap ponselnya dengan spy app.

Tiba di resto tempat Pak Oh kerja, Moo Gak diberitahu pelayan wanita kalo Pak Oh sudah berhenti tidak lama ini.

Dan ternyata Pak Oh ada dihalte sedang menunggu JAE HEE!!!!!. Saya hampir teriak liat scene ini. Kenapa musti Jae Hee yang menjemput Pak Oh. Jae Hee menolong Pak Oh memasukkan kopernya ke bagasi. Tatapan matanya mengandung setan.

Moo Gak mengajak det Ki makan di restoran Jae Hee. det Ki sih senang senang aja dapat gratisan. Selesai makan, Moo Gak menelpon ponsel det Ki. Tentu saja det Ki bingung, tapi tetap dia menerima telp Moo Gak. det Ki tambah bingung lagi saat Moo Gak mulai berbicara.
"dengarkan aku baik baik, aku akan menangkapmu segera, jangan bermimpi tentang menemukan saksi, aku tak kan membiarkan saksi lain mati ditanganmu, apa kau ingin aku memberitahu siapa orang itu? Choi Eun sol yang kau bunuh di Rs Jeju Baekrok adalah adikku, sekarang mungkin kau ingin tahu bahwa aku tidak akan menyerah, kita berada dalam jalur yang berbeda, dan ini akan berakhir jika salah satu dari kita mati, ayo buat lebih cepat"
Ternyata Moo Gak memang sengaja menelpon supaya Jae Hee mendengar pesannya. Det Ki yang pintar langsung menebak spy app dan menyuruh Moo Gak mereset ulang ponselnya sambil bertanya apakah itu Jae Hee. Moo Gak mengiyakan. 
Cho Rim menunggu Moo Gak di halte dekat penyebrangan jalan. Moo Gak sebenarnya sudah datang, tapi hanya memandang Cho Rim dari seberang.  Moo Gak hanya diam saat Cho Rim berulang kali mengirim pesan padanya. Moo Gak benar benar sedang bad mood. Dan saat sebuah bus berhenti, dia langsung naik meninggalkan Cho Rim yang masih berdiri menunggunya.

Cho Rim berjalan pulang sendiri dan mencari Moo Gak di kantor polisi. Tapi yang dicari tidak ada. Dia hanya menemukan det Kang dan 2 lainnya sedang berdiskusi. Cho Rim mau menghampiri mereka tapi tidak jadi saat det  Kang menyebut nama Choi Eun Seol. Cho Rim memilih untuk bersembunyi dan mendengarkan mereka bicara.
Kepala Kang "bagaimana jika Choi Eun Seol benar benar hidup? pembunuh itu menewaskan adik Choi Moo Gak dan berpikir dia adalah saksi karena mereka memiliki nama yang sama"
det Yeh "dan pembunuhnya sekarang tahu bahwa saksi sebenarnya masih hidup dan sedang berusaha untuk membunuhnya juga, jika Choi Eun Seol masih hidup, kenapa dia tidak muncul?"
det Ki "dia menghilang setelah dirawat di Rs Jeju Baekrok dimana dr Chun bekerja"

Cho Rim kaget. Matanya berkaca kaca. Didalam bus, dia berhasil menghubungkan semua informasi yang dia dapat. Dia sadar kalo adik Moo Gak dibunuh karena dia.

Moo Gak merenung sendirian di pinggir sungai Han. Cho Rim juga menangis sendirian. Moo Gak kembali ke Sea World, tempat kenangannya dengan Eun Seol. Mereka berdua galau berjamah.

Malam itu Moo Gak menunggu didepan rumah Cho Rim sambil membawa banyak barang. Sepertinya Moo Gak berusaha menekan perasaanya. Cho Rim menghampirinya dan Moo Gak menyambutnya sambil menunjukkan kotak yang berisi  kue tart. Hari ini hari ulang tahunnya. Saat jawaban Cho Rim hanya "aahhh...." Moo Gak kecewa dan berkata
"apakah itu ekspresi pacar yang terlalu keren untuk merayakan ulang tahun pacarnya ato mungkin pacar pelupa yang lupa tentang ulang tahun pacarnya?

Halah si Moo Gak geje kug. Cho Rim hanya menjawab kalo dia lupa dan Moo Gak menyuruhnya bernyanyi selamat ulang tahun sekeras mungkin. Moo Gak mau memberitahu alasan kenapa dia tidak menemui Cho Rim kemarin, tapi perkataannya dipotong. Cho Rim menganggap Moo Gak kemarin sedang melakukan penyelidikan. Mereka masuk kedalam dan mulai memasak bermacam macam pancake untuk ulang tahun Moo Gak. Mulai dari pancake sosis, seafood, sampai kacang hijau. Cho Rim bertanya kenapa ada banyak sekali makanan. Mo Gak menjawab, dalam keluarganya ada tradisi memasak tiga jenis pancake, tiga jenis sayuran, dan tiga jenis hidangan daging, dan Cho Rim harus  menyadari tradisi ini kalo dia mau menikah dengannya (aaww.. itu saya banget lho mas nya...). Tapi reaksi Cho Rim tidak seperti biasanya. Bahkan saat Moo Gak menggodanya, dia hanya tersenyum sedikit.

Kue ulang tahunnya keluar. Moo Gak meminta Cho Rim bernyanyi lebih keras. Pas lirik "selamat ulang tahun Moo Gak...", Moo Gak meminta Cho Rim untuk mengganti Moo Gak dengan sayang. Jadinya "selamat ulang tahun sayang ku...". Halah Moo Gak sok coo cuit. Setelah meniup lilin dan mengucapkan permohonan, karena gelap Moo Gak tidak bisa menemukan ponselnya. Tapi Cho Rim bisa melihat ponselnya dari aroma Moo Gak yang dia lihat. Moo Gak menyadari kalo banyak yang dia tidak tahu tentang Cho Rim.
"bagaimana jika nanti kau membenciku karena kau mengenal lebih banyak tentangku?, ketika aku ingat masa laluku, bagaimana jika kau tidak suka apa yang aku ingat?"
"kupikir kita hanya perlu tahu dan ingat hal hal apa yang terjadi setelah pertemuan pertama kita. hal yang paling bermakna disini adalah bersamamu, segala sesuatu yang lain tidak berarti, masa lalu tidak penting, yang penting adalah kau denganku sekarang"

Cho Rim mengecek ponselnya dan menyuruh Moo Gak pulang saat hampir tengah malam. Moo Gak sebenarnya tidak mau tapi dia akhirnya pulang juga. Cho Rim mengantar ke jalan depan. Dan Moo Gak kaget saat Cho Rim meminta putus. Saat Moo Gak bertanya apa lasannya, Cho Rim menjawab kalo dia sudah tidak menyukai Moo Gak lagi, dan dia tidak akan merubah pikirannya. Moo Gak geram dan akhirnya berteriak agar Cho Rim berkata jujur apa alasannya. Tapi Cho Rim tetap tidak mau bicara dan dia pergi meninggalkan Moo Gak. Asiikk ada yang putus...(sambil goyang ala sinchan).

Sanpai dirumah Moo Gak masih tidak habis pikir kenapa Cho Rim sampai berbuat begitu. Keduanya sama sama mengingat pertemuan demi pertemuan mereka sampai akhirnya mereka berciuman dan jadian. Cho Rim menangis didepan semua makanan ulang tahun Moo Gak yang belum dimakan.
Cho Rim menemui Yeom Mi. Dia ingin mencoba program pengembalian ingatan. Yeom Mi bertanya kenapa Cho Rim berubah pikiran. Dengan tenamg dia menjawab karena dia saksi pembunuhan dan hanya dengan jalan itu mereka bisa menangkap si pembunuh. Cho Rim akhirnya mengaku kalo dia sudah tahu. Cho Rim berkata kalo karenanya lah adik Moo Gak terbunuh, makanya dia ingin kasus ini segera berakhir. Sebagai gantinya dia mau Moo Gak dikembalikan kedalam tim investigasi tapi dia tidak mau Moo Gak tahu kalo dia ikut program ini. Yeom Mi menyanggupi.
"aku mencurigai Chef Kwon menjadi pembunuh,untuk keselamatanmu sendiri, aku ingin kau meninggalkan  segala aktivitas yang kau lakukan dengan Chef Kwon"

Tapi Yeom Mi malah kaget saat Cho Rim memintanya untuk menggunakannya jika dia butuh seseorang untuk berada didekat Chef Kwon Jae Hee.

Pagi itu Moo Gak berkali kali menelpon ponsel Cho Rim dan hanya diterima oleh mbak pesan suara. Tak lama kemudian dia menerima telpon dan pergi menemui Yeom Mi di kantor polisi. Dan seperti biasa ketiga det kita yang tidak ganteng itu ikut mengintip. Yeom Mi mengembalikan status Moo Gak sebagai anggota tim. Dia menerima lagi ID dan pistolnya. 

Jae Hee berjalan menuju perpustakaannya. Dia mengingat kembali percakapannya dengan Pak Oh. Pak Oh bercerita dalam perjalanan kalo dia membuat asosiasi antara keluarga korban setelah pembunuhan ketiga di Jeju. Ternyata Jae Hee penasaran bagaimana bisa Pak Oh tahu kalo pembunuhan pasutri itu merupakan pembunuhan ketiga. Padahal orang lain tahunya kalo itu pembunuhan kedua. Pembunuhan pertamanya terpisah rentang waktu yang jauh.
Hong Ji Yeon (1969/09/15-2010/03/09) 

Pak Oh ternyata ada dirumah Jae Hee.  Dia memberi uang 30 juta won pada Pak Oh untuk asosiasi keluarga korban pembunuhan barcode. Jae Hee bertanya uang itu untuk apa saja. Pak Oh tanpa sadar mengatakan kalo mereka punya saksi, dan akan menangkap sendiri pembunuhnya. Jae Hee bertanya ada saksi?. Dan lagi lagi Pak Oh berkata kalo dia menjaga saksinya agar sedekat mungkin dengannya. Mesin pembuat kopi Jae Hee berbunyi. Dia mengambil kopi sambil mengingat ingat sesuatu. Seorang wanita yang akan dia bunuh menulis:
"setahun setelah Soo Jeong hilang, keluarga kami hancur berkeping keping, Suamiku Jae Pyo menjadi detektif dan dia mulai jarang pulang kerumah. Semakin malam aku tidur setelah minum, setiap pagi aku bangun dari mimpi buruk yang mengatakan Soo Jeong ku yang berumur 5 tahun tewas. Jae Pyo dan aku bercerai dua tahun setelah kematian Soo Jeong"
Jae Hee sadar dialah Jae Pyo yang dimaksud wanita itu. Jae Hee menyuguhkan kopi buatannya sambil bertanya dengan kesibukan Pak Oh, bagaimana dengan keluarganya, Pak Oh menjawab kalo dia punya anak perempuan berusia 22 tahun yang bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik. Jae Hee mengangguk pelan dan menyuruh pak Oh minum kopinya. Aarrggh..jangan minum kopinya Pak Oh, itu ada obat tidurnya.

Cho Rim minum kopi bersama Yeom Mi. Cho Rim agak kuatir karena ayahnya, yang katanya pulang hari ini belum juga kembali. Dan juga ponselnya tidak bisa dihubungi.  Yeom Mi mencoba menelponnya.
Moo Gak diberitahu Yeom Mi kalo Cho Rim sudah tahu  bahwa dia saksi pembunuhan barcode. Moo Gak kaget, dan menebak kalo ingatan Cho Rim sudah kembali. Tapi Yeom menyangkal dengan mengatakan kalo Cho Rim mendengar percakapan tiga detektive mereka. Yeom Mi juga bercerita kalo Cho Rim sudah tahu tentang adik Moo Gak yang terbunuh karenanya. Moo Gak langsung pergi menemui Cho Rim.
Cho Rin mendapat pesan text dari ayahnya kalo dia mabuk dan minta dijemput. Alamatnya Pyeongchang-dong 154 Jongro, Seoul. Cho Rim bergegas kesana.
Yeom Mi mendapat petunjuk keberadaan Pak Oh ada Pyeongchang-dong. Dia langsung mengingat itu sebagai alamat Jae Hee. Pesan dari Cho Rim masuk, dia memberitahukan kalo dia sudah bisa menghubungi ayahnya dan sekarang dalam perjalanan menjemputnya. Yeom Mi mencoba menelpon Cho Rim, tapi sayang dia tidak mendengar ada panggilan masuk. Yeom Mi lalu menelpon Moo Gak dan menyuruhnya ke rumah Jae Hee. Karena Pak Oh mungkin ada disana, begitu juga dengan Cho Rim.

Cho Rim sampai di alamat rumah yang tadi diterimanya. Dia menelpon ayahnya, tapi tidak ada jawaban. Cho Rim melihat pintu terbuka, dan dia masuk sambil tetap menelpon. Didalam rumah, Cho Rim mencari jejak ayahnya. Tapi nihil. Ayahnya tidak ada dimanapun. Ponsel Pak Oh ada di tangan Jae Hee yang bersembunyi dibalik pintu. Saat Cho Rim mendekati posisinya bersembunyi, Jae Hee keluar dan menepuk bahu Cho Rim. Cho Rim membalikkan badan dan terkejut.


Selesai juga. Sebelum berkomentar, saya mau mengucapkan duka cita kepada mbk fanny yang tadi siang memberi tahu kalo opa nya meninggal dunia. Yang sabar ya mbak fanny sayang, semoga beliau mendapat tempat yang paling baik disisiNYA. Amien.

Oke...episode kali ini gg ada lope lopenya deh. Dan saya seneng banget mereka putus hihihi. Hari ini saya khusus mengomentari Jae Hee. Entah kenapa sekarang saya jadi ngepens sama dia. Mungkin karena IQ kita sama sama mangewu mangatus (5500) nya ya hahaha. Saya suka waktu Jae Hee perang watak, entah itu dengan Yeom Mi di eps 10 ato sm Moo Gak. Dia tenang. Menarik ulur dan membuat lawannya tidak bisa maju ato mundur. Dan saat kedoknya ketahuan, dengan tenang dia mengiyakan. Dia tahu tanpa bukti yang kuat, dia aman. Saya juga suka pas di mengorek keterangan dari Pak Oh tentang Cho Rim. Tanpa sadar apa yang sedang dihadapinya, Pak Oh masuk perangkap Jae Hee.

Saya merasa kalo drama ini bakal jadi pintu pembuka karier Nam Gong Min. Saya tunggu semoga tahun ini dia bisa jd lead male. Jadi inget Choi Jun Hyuk nih. Diumur kepala 3 baru jadi lead.

Yang jadi pertanyaan, kenapa waktu Cho Rim masuk rumah Jae Hee untuk mencari ayahnya dia tidak bisa melihat aromanya. Trs, mantan istri Pak Oh berarti juga korban barcode ya? Jangan jangan dia korban pertamanya, Hong Ji Yeon? Saya gg tau ya, nama itu masuk kategori laki ato perempuan. Kalo memang benar Hong Ji Yeoan adalah istri Pak Oh, berarti benar Pak Oh satu satunya yang tahu kalo orang tua Cho Rim adalah korban ketiga.

Meskipun menakutkan, tapi tatapan mata membunuh nya Nam Gong Min bener bener daebak. Tidak terlalu ketara kejam tapi disaat yang bersamaan justru kelihatan sadisnya.  Ah sudahlah...tunggu nanti malam ya gimana kelanjutannya. Saya mau bubuk duyu sama Mirza gendut. Makasih sudah membaca.

16 komentar:

  1. Setuju ma mbak putri, NGM ni bener2 daebak, ekspresi tenangnya dan senyum manisnya justru lebih menakutkan ya... selamat mbak put, endognya balik lgi hehe

    BalasHapus
  2. Horeee.... Perfect episode for putri.. Jangan2 Putri sengaja ngomong kalau dia ngefans ama jae hee, membuat jae hee seneng. Jae Hee akhirnya ngancam scriptwriter-nim untuk misahin cho rim dari moo gak. You know lah bagaimana cara jae hee ngancam..

    Konspirasi tingkat tinggi nih.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. khayalan tingkat tingginya mbak dee ckck

      Hapus
  3. Huwaaa.. Baca sinopsis aja aku ga berani smp selesai:(((( ihhh serem bgt jaehee T_T bener2 dpt akting pemainnya...ceritanya.... Ahhh, the most everything drama of the year kali ya..... Hiksss blm smpt download krn quota abisss:(

    BalasHapus
  4. Smngt mb putri. ... akhhh gg asix lo ptuz..ughhhhhhhh...

    BalasHapus
  5. Jae Hee menolong Pak Oh memasukkan kopernya ke bagasi. Tatapan matanya mengandung setan.(bukan setan cabul kan bak poet???)
    Di banyak drama NGM....dia selaalu total (bagi saya yg gepens duluan) aktingnya, yg paling berkesan itu pas di drama can you hear my heart sama hwang jum eun. Karakter Maru mirip sama karakter jae hee disini, penuh luka dan dendam, tp tenang bawaannya....
    Yah semoga Lah drama ini sesuai dg harapan mbak poet utk NGM....
    Mbak poet seneng banget sampe goyang sinchan is endo diputusin cho rim....yeay.....
    Kalo ada waktu senggang sinop setan cabul.diterusin yah mbak poet....please.....
    Dan utk oppanya mbak fanny...semoga mendapat tempat terbaik disisi Tuhan....dan keluarga diberi ketabahan, amiin.
    Gumapshimnida mbak poet....sport jantung mode on....mau nonton jae hee eh uchun dulu bentar lagi....
    Jeongmal kamsahamnida......

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaaaa, jatuh hati sama nam goong min tuh waktu ngeliat ma ru di can yo hear my heart >/<
      meski punya luka, selalu dia tutupin...
      padahal mah orangnya rapuh banget
      tambah pas karena dia di sana jadi seorang kakak yang akhirnya tetep bisa ikhlas demi kebahagiaan keluarganya T.T
      setelah cymh belum nemu lagi drama yang nyantol lagi sampe drama ini muncul
      syukurlah oppa akhirnya dapet peran gini, psikopa sejati yang tetep aja punya kelemahan
      belum bisa benci sepenuhnya dan kayaknya sampai ending akan begitu (efek nam goong min yang main hahahaha)
      btw, ngm udah pernah jadi lead male kok (employee romance?) di channel tv kabel kalo ga salah
      tapi bagi saya walaupun di sini nggak jadi lead male, tetep aja sorotan utamanya juga ke nam goong min
      jadi sama aja seperti lead male, bedanya dia lead male antagonis ^^"
      eh, thank you mbak poet dan mbak nur buat ulasan nam goong minnya

      Hapus
  6. Ehhehehe tatapan nya setan ya bukan tatapan racun. ..

    Ngeri ya kalau udah nemu psikopat kaya gitu ..
    Duh deg deg ser jadi nya ni hehehe ..

    Oiua mba fanny turut berduka cita moga oppaa dpt tempat terbaik di sisi tuhan ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya itu kenapa tatapan isinya setan mbak poet? kok tau? hahaha
      tapi makin ke sini mbak poet emang mirip jae hee: sms (seneng ngeliat orang susah, susah ngeliat orang seneng)
      masak malah goyang-goyang liat moo gak putus -.-
      apa iq tinggi mempengaruhi? *kabur ke tempat mbak dee

      Hapus
  7. Huaaa.... Nda tahaannn. Ikut komen jugak.
    Ho'oh.. Ngepens banget deh sm karakter psycho macam gt.
    Dulu gape banget ngikutin Hannibal Lecter.. Jadii.. Abang jae hee... Dulu belajar sm opa Hannibal yak? Sadisnya oke bangeettt....
    Mba poet... Komen nya sukses bikin sy ngikik tengah malem...
    Setia deh nunggu sinop ep slanjutnya.
    Fighting buat trio ahjumma...!!!

    BalasHapus
  8. Tuh kan mba poetri... wedi aku karo jae hee...
    Mbak fanny turut berduka cita ya... semoga diberikan tempat terbaik disisiNya

    BalasHapus
  9. Gumawo...komennya lucu lucu deh..sm kyk saya...eh yang mash pake anonim gt nnt kl pas komen dikasih nama dibawah ya, byr enak, sapa tahu nnt saya mau maen ke rumah kalian, kan bingung mw manggil. Apa perlu saya minta tlg jae hee aja? Saya sama dia sudah konco plek lho ^_^

    BalasHapus
  10. wkwkwkwk nggak perlu deh mbak poet
    kalo buka nama takut malah dideketin jae hee karena suka ngerusuh komen ga jelas di blognya orang :P
    (udah tau mah mbak poet ma jae hee temenan -.-)
    tapi terima kasih kembali mbak poetri dibilangin lucu komennya (kayak yang komen dong) ^^"
    emang kurang sedep kalo mbak poet nggak narsis, namanya tuh yang bikin gitu #ups

    BalasHapus
  11. NGM dah pernah jadi lead male di wild chives soy bean soup. Dramanya puluhan episode tp saya suka hehehe....

    BalasHapus
  12. Sy trmasuk yg nge pends sm nam gong min.. dia second lead male di secret hotel, I need romance

    BalasHapus
  13. Kemarin liat NGM di Beautiful Gongshim, kocak banget... Ngegemesin... Tapi karakter tenang nya tetap..tetap menghanyutkan... suka banget NGM di film itu

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...