Minggu, 03 Mei 2015

Sinopsis My Love My Bride part 1


Waktunya bikin sinopsis tentang love, love, and love melulu XD. Itu slogan mtv taon 90 an. Masih pada kenal mtv kan hehehe. My Love My Bride ini premier oktober taon kemarin. Dari posternya aja yng serba pinky, hrusnya film ini pas buat palentinan ya. Oke...selamat membaca ya..

Pengenalan Karakter
Jo Jeong Seok sebagai Yeong Min
Shin Min Ah sebagai Mi Yeong
Yoon Jeong Hee sebagai Seung Hee
Lee Si Eon sebagai Gi Tae
Koo Gyo Pil sebagai Jeong Jin
Bae Seong Woo sebagai Dal Soo

Yeong Min duduk dibawah cherry blossom yang berguguran ditaman. Dia mengirim pesan text lewat grup kakao. Aahh meskipun sudah di blur ttp aja kliatan kalo itu kakaotalk. Kalo disini mah hidup mati ttp wasap haha. Member grup kakao nya itu Dal Soo, Gi Tae, dan Jeong Jin. Pesan text Yeong Min adalah aku....akan...menikah. Tapi 3 temanya ternyata punya jawaban yang beda.
Gi Tae " jangan kawan jangan menikah, aku menentang berdasarkan pengalaman"
Dal Soo "teganya kau mendahului aku"
Jeong Jin "kenapa mendadak? Apa dia hamil?"
Yeong Min "tidak, menurutku sudah waktunya, kami sudah berpacaran 4 tahun dan aku belum melamarnya"
Intinya, 2 dari 3 temannya melarangnya menikah. Yeong Min mengabaikannya. Dia nembuka kotak cincin untuk Mi Yeong.

Mi Yeong berjalan dari rumah ke taman sambil membawa sendok untuk menutupi matanya yang bengkak. Dia sedang berbicara ditelp dengan temannya. Tapi sepertinya dia sedang bad mood dan merasa kalo alasan Yeong Min memanggilnya sekarang adalah mereka akan putus.

Dia duduk di samping Yeong Min dan mendengarkannya berbicara. Tapi karena Yeong Min bicaranya mbulet, Mi Yeong gagal paham maksudnya dan mengira dia akan diputusin. Nah tipikal cewek nih, gengsi kan kalo diputus duluan, akhirnya Mi Yeong yang minta putus. Tapi setelah itu dia langsung menangis didepan Yeong Min dan membuat Yeong Min bingung.
Tapi akhirnya mereka menikah juga. Mereka juga berjanji untuk membahagiakan satu sama lain.

Rumah Baru

And as a newly wed, mereka melakukan "nya" dimana saja, kapan saja, dan jam berapa saja. Sampai sampai ahjumma pemilik toko dibawah rumah mereka memberitahu kalo dia bisa mendengar suara mereka semalaman dan anjingnya jadi pengin "ikut ikutan" hihihi. Tapi Mi Yeong berkilah kalo semalam mereka menonton baseball. 

Dikantorpun, Yeong Min juga kena marah atasannya arena tidak fokus bekerja dan hanya melihat ponsel sambil tersenyum sendiri. Dia minta maaf, tapi saat atasannya pergi dia kembali mengirim pesan kepada istrinya. Sebuah suara memanggil, dan Yeong Min yang mengira atasannya kembali, langsung gugup. Tapi ternyata bukan.
"Tuan Kim Yeong Min, bolehkah aku mengajukan surat pindah disini?"
"Seung Hee?"
Ternyata Seung Hee, temannya yang lama tinggal di Amerika datang. Mereka berdua ini ternyata sama sama menyukai seni. Seung Hee adalah penulis lirik lagu di Amerika. Dan Yeong Min dulunya suka sekali menulis puisi. Yeong Min mengantar Seung Hee pulang kerumah. Dan saat akan berpisah, Seung Hee mengajak mereka, Yeong Min dan 3 temannya berkumpul nanti malam. Awalnya Yeong Min ragu ragu, sehingga Seung Hee berkata
Seung Hee "oh ya kau kan sudah menikah, jadi kau harus pulang lebih awal"
Dan Mi Yeong memilih waktu yang tepat untuk menelpon suaminya. Yeong Min, yang biasanya langsung mengangkat telp, ini malah mengubah mode ponselnya menjadi silent. Dia mengabaikan panggilan istrinya, dan malah berjanji kalo malam ini dia bisa ikut kumpul bersama.

Mi Yeong, ternyata masih didalam kelas seni lukis. Dia mengirim sms pada suaminya, kenapa dia tidak mengangkat telp. Salah seorang siswa, Jae Kyeong menegurnya. "Kau bisa dipecat kalo hanya main ponsel saja seharian" kata Jae Kyeong. Mi Yeong meletakkan ponselnya dan menghampirinya yang sedang melukis gambarnya sendiri dikanvas.
Mi Yeong "Kau akan menghadapi ujian kurang dari sebulan lagi, apa kau tidak ingin masuk sekolah seni?"
Jae Kyeong menjawab kalo dia ingin masuk ke sekolah SMA biasa. Mi Yeong menyuruh dia ikut bimbingan belajar saja supaya dia tidak mengganggunya lagi. Mi Yeong lalu mengambil sketsa Jae Kyeong dan berkata kalo dia boleh pulang setelah menyelesaikan lukisan apel yang menjadi objek lukis hari itu. Dan dia menambahkan sebotol minuman untuk dilukis sebagai hukuman untuk Jae Kyeong.

Yeong Min, Seung Hee, Dal So, Jeong Jin dan Gi Tae akhirnya bertemu ditempat minum. Dan mereka semua sepakat untuk pergi kerumah Yeong Min dan melihat rumah barunya. Yeong Min menelpon Mi Yeong dan meminta istrinya untuk membuat okonomiyaki. Mi Yeong sih memang terkenal pintar memasak dan Yeong Min pura pura kalo istrinya sudah masak untuk mereka.
Tapi waktu mereka sampai depan rumah, 2 pegawai pesan antar datang bersamaan. Hahaha ketauan ya kalo ternyata makanannya delivery. Meski begitu, dengan menahan omelan, Mi Yeong ttp membuatkan okonomiyaki sementara teman teman suaminya minum nimum sambil bernyanyi diruang tamu. Dal Soo malah mengambil foto pernikahan mereka dan memutarnya ala koboy.
Mereka bernyayi bergantian. Mi Yeong yang mendengarkan mereka dari dapur terus mengomel, apalagi pas giliran Seung Hee. "Terdengar seperti orang yang sedang memaki" omelnya. Lalu Gi Tae mengajaknya gantian bernyanyi. Awalnya dia tidak mau, Yeong Min pun membelanya dengan berkata kalo Mi Yeong tidak bisa bernyanyi. Tapi waktu Seung Hee berkata "kalo dia tidak bisa, tidak sopan memaksanya, maaf kami agak mengganggu, kau tidak perlu melakukannya", Yeong Mi merasa kalo Seung Hee sedang menantangnya. Dia langsung menjawab "tidak, aku akan bernyanyi" yang langsung di sambut teman teman Yeong Min. Sedang suami istri itu saling berpandangan.
Sebelum bernyanyi, Yeong Mi minum telur mentah dulu. Mungkin biar suaranya lebih mak nyus ya. Tapi eh tapi, ternyata Yeong Mi memang tidak punya bakat nyanyi. Setelah beberapa bait lagu, suaminya sepertinya menahan tertawa. Tapi tak lama kemudian, semuanya tertawa mendengar suara Yeong Mi yang aneh hahaha. Yeong Mi awalnya tidak perduli ditertawakan begitu, tapi dia melihat suaminya juga tertawa sambil menutupi wajahnya, dia langsung terdiam dan memandangi suaminya dengan sedih.

Semuanya pulang. Tapi mereka tahu kalo Yeong Min bakal diomeli istrinya. Gi Tae berpesan kalo ada apa apa, dia boleh menginap dirumahnya. Yeong Min mengangguk dengan ragu ragu. Yeong Min membuka pintu kamar mereka dan disambut lemparan kotak tissue. Dia melihat rumahnya yang kotor dan merapikannya. Setelah itu dia mandi. Tau suaminya mandi, Mi Yeong keluar kamar dan melihat kalo rumah sudah bersih. Dia tersenyum. Yeong Min mengintip dari pintu kamar mandi, istrinya sedang membersihkan lantai sambil bernyanyi lagu tadi dan masih dengan suara fales. Dia tersenyum. Dia juga melihat istrinya sudah menyiapkan baju gantinya didepan pintu kamar mandi. Saat Mi Yeong masuk kamar mandi dan sikat gigi, dia menemukan tulisan suaminya di kaca.
"Aku mencintaimu, Mi Yeong"

Widiih...co cuit deh. Cobak Yc ku kyk gt kalo pas marahan, aku traktir deh kalian semua ke Korea hihihi. 

Omelan

Yeong Min sedang dapat inspirasi menulis puisi saat Mi Yeong mengomel tentang kebiasaan suaminya yang kalo bak (pipis) sampai kena pinggiran kloset. Yeong Min minta maaf, karena sudah kebiaasan.
Mi Yeong "kau tidak pernah menulis surat cinta untukku, kau mendapat inspirasi sekarang?, jangan memakai celana olahraga saat keluar,  kenapa kau belum membuang kemeja usang ini? Kau tahu apa kata orang kepadaku kalo ku biarkan kau memakai ini?"
Karena omelan Mi Yeong, Yeong Min jadi kehilangan inspirasinya. Tapi istrinya tetap saja mengomel. Akhirnya Yeong Min mengambil gitar dan bernyayi untuk mnegimbangi omelan istrinya hahaha. Mau tak mau Mi Yeong mengalah.

Saat akan tidur, Yeong Min memeluk istrinya dari belakang dan merayunya supaya jangan tidur dulu. Yaa tau kan mksd saya. Tapi karena Mi Yeong capek, dia menolaknya. Puk puk Yeong Min.
Suatu hari, mereka pergi ke bioskop. Ternyata Mi Yeong bertemu Jun Soo, junior nya di kampus dan teman mengajarnya sekarang. Yeong Min agak cemburu waktu Mi Yeong dengan supelnya menyapa Jun Soo. Tambah cemburu lagi waktu dia membeli tiket dan melihat mereka masih saja tertawa tawa berdua. Sampai sampai dia membentak penjaga tiket otomatis yang bertanya apa dia kesulitan membeli tiketnya. 
Yeong Min selesai membeli tiket dan mendekati mereka. Dia berkata kepada Jun Soo "kau sangat tinggi, pasti kau akan menghalangi orang dibelakangmu". Dan ternyata yang duduk didepan Yeong Min di bioskop adalan Jun So hihihi. Karena dia pendek, ya gag bisa lihat layar karena terhalang Jun Soo haha.

Pulang dari nonton mereka makan. Mi Yeong memesan sub daging kepiting, daging babi dan ayam. Tapi karena Yeong Min sedang kesal dia membatalkan semua pesanan istrinya dan hanya memesan 2 mie hitam. Mi Yeong protes tapi Yeong Min malah bertanya "kau tau dari mana Che Guevara?". Istrinya menjawab "dari Kuba". Yeong Min tersenyum sinis sambil mengejek "bodoh.." dan menyuruh istrinya mencari jawabannya sendiri.  Mi Yeong yang sama sekali tidak sadar kalo suaminya marah, makan dengan lahap saat pesanan mereka datang, sedang Yeong Min menggerutu dalam hati.
Yeong Min "dia tidak tahu apa kesalahannya, dia menggoda pria lain didepan suaminya, dan punya rahasi dengannya, lihat, dia makan seperti babi, menghilangkan napsu makanku. Apa itu enak? Sialan!"
Yeong Min bangkit dari kursinya dan mendorong kepala Mi Yeong sehingga wajah istrinya masuk ke dalam mangkuk mie. Mi Yeong berusaha menarik kepalanya tapi suaminya malah menekan kepalanya lebih kencang dan memutar mutarnya. Mi Yeong memanggilnya "apa yang kau lakukan?". Yeong Min masih memutar tangannya sambil tersenyum. Mi Yeong berteriak "kenapa denganmu??". Dan Yeong Min baru sadar kalo dia ternyata hanya memegangi teko teh panas dan memutar mutar tutupnya hahaha.

Malamnya mereka berdua ada ditempat yang berbeda, Yeong Min di tempat minum dengan teman temannya dan Mi Yeong dirumah sedang setrika. Tapi mereka sama sama sedang curhat pada temannya.
Mi Yeong "dia pergi tanpa makan, apa ini aksi protes dengan kelaparan, dia mungkin sedang minum dengan temannya, dia sangat pelit terhadap keluargaku, ketika kami mengunjungi orangtuanya, di menyiapkan 300 ribu won, tapi untuk keluargaku dia membawa kupon hadiah 100ribu won, dan selalu mencari gratisan dari orang tuaku"
Yeong Min "dengan pria muda dihadapanku, kau tidak pernah tahu apa yang mereka bicarakan, dia benci aku menulis puisi lagi, dan parahnya lagi, dia menolak melakukan itu"
Jeong Jin bertanya apa tissue yang mereka berikan waktu syukuran rumah baru masih ada sisanya. Karena Yeong Min bilang tissue itu sudah habis, Jeong Jin berkata kalo masa manis pernikahan mereka resmi berakhir. Beehh apa hubungannya coba.

Teman Mi Yeong berkata kalo begitulah pernikahan,  keluarganya menerima, keluarga mu memberi, jadi itulah awalnya kita jadi membenci segala sesuatu tentang suami. Tapi teman Mi Yeong masih baik, dia menyuruh Mi Kyeong untuk tidak terlalu menekan suaminya, supaya tidak stress. Karena pekerjaan paling stress nomer 2 di Korea adalah menjadi PNS.

Kembali ke acara minum Yeong Min dan 3 temannya. Jeong Jin malah memberitahu kalo dia biasa membayangkan wajah artis seksi saat bercinta dengan istrinya /walah..bayangin artis seksi? Siapa? Yoo Eun Hee? Iihh dasar brodin..".
Tapi saat pulang, Yeong Min mendapati istrinya sedang menunggunya di jalan besar sambil membawa payung. Mau tidak mau Yeong Min terharu, ternyata istrinya begitu perhatian. Dia mendekati istrinya dan berkata "jangan keluar di malam begini, terlalu berbahaya bagi wanita cantik sepertimu". Mi Yeong tersenyum. Dia menjawab kalo dia tidak tenang kalo suaminya pergi tanpa pamit begitu. Akhirnya mereka bergandengan berjalan pulang. Mi Yeong memberitahu kalo di sudah tahu asal Che Guevara. "Argentina...". Yeong Min tersenyum dan berkata  kalo istrinya memang pintar. Cieee ciee....

Kerasukan Setan Cabul (haaa...judulnya kug agak??!!)

Yeong Min gelisah. Sepertinya dia sedang puber kedua. Dia gampang tergoda cewek cewek berbaju seksi. Contohnya saja pegawai baru ditempatnya kerja. Ato cewek yang sedang lewat didepan meja kerjanya. Intinya dia ini lagi mata keranjang dan gampang "on". Apalagi waktu dia dan 3 temannya minum bersama, Gi Tae membawa salep spesial.
Gi Tae "ini salep viagra dari dokter Jones, ini hadian untukmu dari teman baikmu"
Bodohnya, Jeong Jin langsung membuka dan memasukan viagra tadi kemulut hihihi. Gi Tae merampas nya sambil berkata memangnya itu mayones kkkk. Yeong Min semakin galo saat istrinya menelpon dan memberitahu kalo dia menginap dirumah ibunya. Puk puk Yeong Min. Artinya dia bebas tugas malam itu.

Saking "kebelet"nya Yeong Min, dia sampai menghayalkan seorang perempuan seksi sedang menggodanya di bus. Padahal cuma mimpi.

Tapi ternyata nasip Yeong Min lagi baik. Dia turun dari bus dan Seung Hee memanggilnya dari dalam mobil. Mereka akhirnya ngobrol berdua di cafe.
Seung Hee mengajak ngobrol ringan, tapi rupaya pikiran Yeong Min sudah dipenuhi dengan "setan cabul". Dia bahkan berpindah duduk supaya lebih dekat dan bisa memegang tangan Seung Hee. Setelah berhasil memegang tangan Seung Hee, dia ganti merayunya dengan kata kata gombal mukiyo. Dan dengan "Aku menyukaimu, kau cantik malam ini", mereka berdua akhirnya berciuman dan hampir tidur bersama dirumah Seung Hee. Hampir saja karena saat Yeong Min akan mencium Seung Hee dia malah bilang "saranghae Mi Yeong". Dan itu membuat Seung Hee ill fill dan pergi dari kamar.

Yeong Min pulang kerumah saat hampir subuh. Dan dia malah bertemu dengan pemilik rumah yang sedang buang sampah pagi pagi sekali. Yeong Min tidur tiduran disofa, tak lama ada sms masuk. Dari Seung Hee.
Seung Hee "untung kita berhenti tadi, mari kita tetap berteman"
Yeong Min mengirimkan "ya.." nya dan menghapus riwayat obrolan dengan Seng Hee.


Part 1 sekian dulu. Tunggu kelanjutannya mungkin sekitar hari selasa sebelum saya buat recaps Moo Gak yaa....

5 komentar:

  1. Haaaahhh ini yg wktu di RM haaa iya iya iya XD oke deh lanjut yaa min :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha betul...di RM mah endingnya sama abang Gely..

      Hapus
  2. Hah??????setan cabul...????sigh.namja.....
    Mbak poet mmg paling bisa melucu.....
    Gumapshimnida.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada apa mbk nur, kug ada #sigh..namja nya segala hihihi

      Hapus
    2. Hahaha....itu...itu....itu...Laki laki tuh kaya gitu.....suka kepeleset, gak bisa bahan kebelet (apaan tu????)
      Pokoknya gumapshimnida bak poet!!!!!!

      Hapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...