Jumat, 08 Mei 2015

Sinopsis My Love My Bride part 2



Cinta Pertama

Paginya Mi Yeong pulang dari menginap dirumah ibunya dan bertemu ahjumma pemilik toko saat akan naik ke rumah. Dia bertanya apa mereka berdua bertengkar semalam, dan karena Mi Yeong menjawab tidak, lalu ahjumma memberitahu kalo Yeong Min pulang subuh. Mi Yeong membela suaminya kalo mungkin suaminya sibuk kerja. Tapi ahjumma malah menjawab
Ahjumma "pekerjaan apa, minum alkohol saat bekerja?"
Malamnya sebelum tidur, Mi Yeong bertanya kepada suaminya apa semalam dia minum minum dengan temannya. Yeong Min menjawab iya, tapi mereka pulang lebih awal. Mi Yeong diam dan berpikir.

Mi Yeong dipanggil direktur sekolahnya dan dikenalkan dengan Yoo In Young, seorang seniman juga yang pernah belajar di Perancis yang ternyata adalah temannya dulu. Yoo In Young adalah seorang kurator di Galeri Nasional. Dan dia akan memberikan kuliah khusus pada murid di kelas Mi Yeong. Mereka berbicara berdua. In Young bertanya apa apa Mi yeong suka mengajar anak anak dan apa dia sudah berhenti melukis. Mi Yeong hanya tersenyum, bingung mau menjawab apa. Tapi tiba tiba In Young bertanya apa dia masih berhubungan dengan Sung Wo. Mi Yeong awalnya kaget dan tidak percaya kalo In Young bertanya hal itu, karena Sung Woo adalah mantan pacarnya, dan mereka putus karena berselingkuh dengan In Young. In Young berkata
"Kau bisa mencari informasi tentangnya diinternet. Dia menggelar acara musical, bagaimana kalo kita pergi bersama sama?"
Tapi Mi Yeong menolak karena dia tidak tertarik. Preett...apanya yang tidak tertarik, orang sampe rumah dia langsung cari informasi bahkan sekalian memesan beberapa tiket. Oh jadi dia mau pergi nonton konser sama Yeoung Min?. Tidak ternyata. Jadi hari itu, dia sudah berdandan cantik sekali, dan meninggalkan pesan di post it yang ditempelkan di kaca,
"Aku pergi nonton acara musical dengan Eun Jung"
Di bus, dia baru menelpon Eun Jung yang ternyata sedang ada dirumah mertuanya dan tidak bisa menemaninya nonton. Dia lalu menelpon beberapa orang temannya lagi yang semuanya tidak bisa diajak. Jadilah Mi Yeong sendirian. Dia tersenyum senyum sendiri dalam bus. Dan ternyata Mi Yeong sempat pergi ke salon untuk merapikan rambutnya. Ih,,, yang mau ketemu mantan pacar rek.

Yeong Min menelpon istrinya ditengah konser, tapi tidak diangkat. Yeong Min merenggut karena kesal. Atasan Yeong Min tahu dan bertanya ada apa. Saat Yeong Min berkata kalo istrinya tidak mengangkat telpnya, atasannya malah memanas manasi dengan berkata
"Mungkin istrimu sedang selingkuh"
Sang Woo keluar dari gedung pertunjukkan dan dilobi dia diserbu penggemarnya. Mi Yeong, ada juga ada diantara mereka tapi melihat banyaknya orang yang ingin menyalami Sung Woo, dia akhirnya mengalah dan berbalik arah. Tepat saat itu, Sung Woo melihatnya. Tapi dia mengenali kalo itu Mi Yeong. Sung Woo langsung memanggil Mi Yeong, yang dengan gugup malah melarikan diri bersembunyi. Dia melihat Sung Woo membelakanginya, dan dia mengendap endap berjalan menjauhinya.

Tiba tiba Sung Woo menoleh dan langsung mengejar Mi Yeong. Sung Woo mendekati Mi Yeong yang menyembunyikan wajahnya dibalik boneka kepala tikus yang besar. Haaa...jadi ingat Lee Gak.
Sung Woo "kau Mi Yeong kan?"
Mi Yeong, awalnya pura pura tidak mendengar, tapi karena pemilik kepala boneka tikus datang, mau tidak mau dia melepasnya dan memberikan kepada yang punya. Mi Yeong berbalik dan menghadap Sung Woo, "apa ini kau Sung Woo?" tanyanya pura pura kaget. Mi Yeong mengarang kalo dia bekerja disitu tapi tidak tahu kalo Sung Woo sedang mengadakan musikal. Sung Woo terkejut saat tahu Mi Yeong sudah menikah, dan bertanya apa suaminya baik padanya.  Mi Yeong mengangguk dan bertanya "Lagu pertama musicalmu, bukankah itu lagu yang kau minta diputarkan diradio?". Tapi Sung Woo sepertinya lupa.
Sung Woo "aku? Tapi kau bilang tidak melihat pertunjukannya?"
Mi Yeong yang ketahuan berbohong hanya tersenyum malu. Tapi dia masih juga mengelak dengan berkata kalo dia mendengar suaranya dari luar. Mi Yeong diam, Sung Woo menatapnya lama. Mi Yeong jadi risih. Tapi Sung Woo berkata kalo Mi Yeong mimisan.

Sung Woo segera membawa Mi Yeong ke ruang ganti dan menghentikan minisannya. Mi Yeong berkata dia jadi teringat dulu Sung Woo pernah membelikannya baju supaya blus Mi Yeong tidak kena darah. Sung Woo lagi lagi lupa. Ini cowok kug amnesia mulu bawaannya dari tadi.
Mi Yeong "kau tidak ingat? Kau beli kaus warna merah untuk menutupi noda darahnya"
Sung Woo hanya mengangguk dan bilang kalo dia lupa karena mungkin sudah terlalu lama. Saat akan pulang, Sung Woo memberikan kartu namanya.

Eun Jung menelponnya saat Mu Yeong berjalan pulang. Mereka bertemu direstoran. Mi Yeong bercerita kalo dia ingin melukis lagi. Eun Jung jadi bertanya apa dia dan suaminya bertengkar.
Mi Yeong "ini sudah rutinitas kami. Setiap hari kami bertengkardia mungkin sudah bosan denganku. aku mungkin tidak penting dalam hidupnya"
Eun Jung "apa masalahnya, dia tidak membeli kaos merah lagi ketika kau mimisan, kau lupa, dia bahkan meminta lagu untuk diputar diradio untukmu"
Oh...jadi Mi Young yang lupa nih. Ternyata suaminya yang dulu melakukan hal yang dia sangka dilakukan Sang Woo. Memang dulu pacarnya Mi Young banyak ta, sampe lupa gitu. Masak kalah sama saya yang gag punya pacar.

Saat pulang, Mi Yeong meninggalkan kartu nama Sung Woo di taxi. Sampe rumah, Yeong Min ternyata sedang masak sendiri ramen dirumah. Dia agak sebal karena istrinya tidak menjawab telpnya tadi siang, pulang larut malam, bau alkohol. Mi Yeong juga akhirnya jengkel karena dinterogasi, akhirnya mereka bertengkar. Mi Yeong ganti bertanya kemana Yeong Min pergi sampe pulang subuh saat dia menginap dirumah orangtuanya dulu. Yeong Min menjawab kalo dia lupa. Tapi Yeong Min juga menuduh istrinya menggoda pria lain dihadapannya dibioskop.
Mi Yeong "maksudmu Jun Soo? dia rekan kerjaku, aku sudah memperkenalkannya padamu, dan sudah kubilang aku mengajarinya sejak dia masih SMA, dia cuma anak kecil"
Tapi Yeong Min dengan marah malah menjawab anak kecil apa yang tingginya 182 cm. Istrinya langsung menyahuti berarti Yeong Min masih kecil karena tingginya cuma 153 cm hahaha. Aslinya saya tertawa kalo lihat scene ini. Tapi kemudian dengan marah, Mi Yeong keluar kamar sambil menambahkan, dia punya firasat kuat kalo hari itu terjadi sesuatu. Kaki Mi Yeong kena piring kotor yang ditaroh Yeong Min dilantai. Sambil masih menahan marahnya, Mi Yeong berteriak "sudah kukatakan berulang kali, cuci piring setelah selesai makan! suami lain melakukannya!". Dan Yeong Min membalasnya, juga dengan setengah berteriak  "menikahlah dengan suami seperti itu!". Mi  Yeong terkejut saat suaminya berkata seperti itu, dia terdiam dan melihat Yeong Min lama. Lalu masuk kamar mandi dan membanting pintunya.

Yeong Min menatap pintu kamar mandi. Didalam Mi Yeong hanya menghidupkan kran tapi diam didepannya. Dari luar Yeong Min mengetuk pintu. Mi Yeong tidak menjawab, Yeong Min mengetuk lagi agak keras, barulah Mi Yeong mematikan kran dan membuka pintu. Yeong Min protes. Tapi dengan suara pelan, dia bilang kalo Mi Yeong membanting pintu didepannya, bagaimana perasaannya. Mi Yeong ganti membalas hal yang sama.
"kenapa kau bersikap sperti ini, kau hanya butuh aku saat makan dan berhubungan seks dan saat kau tidak  bisa menemukan kimchi bukan?"

Mi Yeong lalu menangis sambil terduduk. Yeong Mi merangkulnya dan menyadari kalo istrinya mimisan. dia menghentikan perdarahannya sambil terus memeluk istrinya.

Malamnya, Yeong Min membuka internet dan menemukan nama Choi Sung Woo diantara daftar riwayat pencarian. Saat melihat fotonya, dia mendercakkan lidah dan bergumam "dia seperti pria nakal" hahaha. Cemburu juga ini orang. Yeong Min keluar rumah, dan waktu pulang dia bertemu dengan ahjumma didepan. Yeom Mi meminta maaf karena mereka terlalu berisik. Ahjumma menggeleng, "tidak, aku sudah terbiasa, aku berharap memiliki teman untuk bertengkar". Dia lalu bertanya apa terjadi sesuatu, apa Yeong Min ketahuan selingkuh. "Tidak, jangan katakan itu padanya meski hanya bercanda!" jawab Yeon Min. "Tentu saja, aku tidak suka mencampuri urusan orang lain....lalu dia yang selingkuh?". Halah, ahjumma ini ember pisan kug. Katanya gg suka ikut campur, masih aja tanya. Yeom Mi membela istrinya. Tapi akhirnya dia bertanya, apa cinta pertama bagi seorang wanita itu sangat penting? tak terlupakan?.
"bagi wanita tidak ada istilah cinta pertama, jadi cinta pertama bukanlah orang pertama yang dicintainya, tapi kenangan pertama dari pria yang dicintainya sekarang, katanya begitu"

Aah..ini ahjumma, pinter juga ternyata. Yeom Mi masuk kamar dan istrinya ternyata terbangun. Dia berbaring disamping istrinya dan pelan pelan bertanya tentang bagaimana dia dan Sung Woo putus. Mi Yeong menjawab "karena cinta baru datang, kau tahu aku bertemu denganmu, lalu dia ingin kembali kepadaku". Setelah memaki Sung Woo, Yeong Min mengajak istrinya untuk piknik kapan kapan.

Aku Mencintaimu, Mi Yeong

Yeong Min adalah PNS Pusat Pelayanan Masyarakat, dan tugasnya adalah memilih orang orang tua yang masuk daftar penerima bantuan dari dinas sosial. Ya kalo disini semacam BLT gt ya. Tapi kalo di Korea mah teratur, gag uwel uwelan kyk antri sembako. Nah kebetulan salah satu penerima bantuan itu, Pak Pan Mok Won. Seorang penulis puisi terkenal jaman dulu. Yeong Min mengenalinya waktu membetulkan pesawat telp nya, dan secara tidak sengaja menemukan buku puisi karyanya diantara buku buku puisi karya maestro dunia yang menjadi koleksi Pak Mok Won. Saat Yeong Min memanggilnya Seonsaengmin, Pak Mok Won tertawa
"Jangan panggil aku begitu, aku merasa terhormat kau mengenali karya karyaku"

Dia memberikan buku buku puisi itu pada Yeong Min yang diterima dengan senang. Sepulang kerja, Yeong Min pergi ke rumah Pak Mok Won dan mendiskusikan tentang puisi yang akan dikirimkan ke kontes sastra.

Jun Soo memanggil Mi Yeong dan memberitahu kalo Jae Kyung mencarinya. Jae Kyung bermaksud mengambil lukisan nya yang disita Mi Yeong. Masalahnya, lukisan itu entah ada dimana. Jae Kyung merajuk dan pura pura menangis, karena itu adalah kado yang akan diberikannya pada pacarnya. Akhirnya Mi Yeong mengganti lukisannya. Selesai melukis Jae Kyung dia memuji lukisannya sendiri.
  "sudah lama aku tidak melukis sesuatu"

Hari itu hari yang cerah untuk piknik. Suami istri itu tiba di pantai. Sebelumnya mereka mampir ke restoran dulu untuk makan. Disana Yeong Min memberikan kalung mainan kepada istrinya. Tapi istrinya sebenarnya alergi logam dan hanya bisa memakai emas ato perak. Jadi Mi Yeong kembali memarahi suaminya karena dia tidak tahu apa apa tentang istrinya. Apalagi Yeong Min salah pula menyebut ukuran bra istrinya hahaha.
"Yeong Min ssi, mulai sekarang kau dilarang menyentuh payudaraku!"
"Mi Yeong ssi...itu sama seperti hukuman mati bagiku!"

Mi Kyung berlarian di pantai sambil menggandeng suaminya. Ponsel Yeong Min berbunyi. Ternyata dia mendapat kabar gembira. Puisinya mendapat Penghargaan Figur Puisi Modern.

Malamnya, Yeong Min mengunjungi Pak Mok Won, dan dan dia ditraktir makan direstoran. Saat akan membayar, Pak Mok won bersikeras membayar makanannya dan dia mengambil uang yang dia selipkan didalam buku yang dibawanya. Yeong Min mengucapkan terimakasih atas bantuannya dan dia akan lebih sering merepotkan gurunya itu. Pak Mok Won berkata kalo dia juga senang Yeong Min menemuinya. Selesai berkata itu, Pak Mok Won terbatuk batuk. Yeong Min mengambilkannya tissue. Lalu dia menasehati Yeong Min
"kau penyair sekarang, jadi teruslah berkarya, memang benar hidup ini bagai puisis dan puisi adalah alasan hidup, tapi jangan biarkan puisi merenggut sesuatu yang berharga bagimu, puisi ada untuk sesuatu yang berharga bagimu, itulah yang aku rasakan sekarang, setelah istriku tiada aku banyak berpikir"

Hari itu acara penerimaan penghargaan. Yeong Min berlatih pidato dan thanks to-nya saat berganti baju. Mi Yeong memotong pidatonya dan mengatakan itu terlalu norak sambil memasangkan dasi suaminya. Suaminya masih mengoceh kegirangan tentang acara penghargaan ini. Berbeda dengan Mi Yeong, dia merasa canggung datang karena dia tidak tahu apa apa tentang puisi.

Ternyata teman se genk nya juga datang memberi semangat. Yeong Min dan istrinya gugup juga ternyata. Tapi tak lama seseorang menyuruh Mi Yeong pindah tempat duduk karena disitu hanya untuk para penerima penghargaan. Mi Yeong akhirnya pindah kebelakang. Dari belakang dia bisa melihat Seung Hee, yang duduk dikursi dekat suaminya, memberi selamat. Mi Yeong jengkel. Tambah jengkel lagi saat nama Yeong Min dipanggil untuk menerima penghargaan, Seung Hee berdiri dan menyerahkan buket yang cantik.

Waktunya Yeong Min untuk pidato. Mi Yeong agak kecewa karena namanya tidak disebut. Dan dia hanya hanya bisa diam melihat Seung Hee tiba tiba memeluk suaminya. Karena kesal, Mi Yeong keluar dari ruangan. Seung Hee yang juga keluar setelahnya, menyapa Mi Yeong. Dasar Mi Yeong sudah sebal dengan Seung Hee, dia langsung pergi dan tidak memperdulikan Seung Hee. Mi Yeong pulang kerumah sendiri.

Pagi itu, Yeong Min mendengar berita duka. Pak Mok Won meninggal dunia dan dia ditemukan setelah beberapa hari dirumahnya. Yeong Min datang, sebagai petugas dinas sosial dan sebagai seorang murid. Disana, dia membuka salah satu buku yang sudah dipaking yang sepertinya memang akan diberikan kepada Yeong Min.
Didalam buku itu dia juga menemukan uang yang selalu diselipkan disitu. 

Yeom Mi pulang dengan tidak bersemangat. Dia bahkan menolak untuk makan masakan istrinya, dia malah memilih mengerjakan tugas kantornya. Dia tidak menceritakan meninggalnya Pak Mok Won. Dia hanya diam. Bahkan saat Mi Yeong mengeluh perutnya terasa sakit belakangan ini, Yeom Mi bahkan tidak mendengar karena sibuk dengan pikirannya sendiri. Sampai Mi Yeong mengulangi perkataannya, yang malah membuat Yeong Min marah. Dia pindahkan laptopnya ke kamar dan membuat laporan disana. Tapi karena mood nya terlanjur jelek, dia jadi kehilangan ide dan keluar rumah untuk membeli rokok. Melewati ruang tamu, dia melihat Mi Yeong yang tidur disofa. 
Tapi dia tidak sadar kalo istrinya sedang kesakitan sambil memegang perut dan memanggil namanya.  Dia malah memarahi Mi Yeong dari balik pintu karena membiarkan buku buku Pak Mok Won dibiarkan begitu saja didepan. Sambil marah dia membanting pintu saat keluar, tanpa menyadari Mi Yeong menangis dan menahan sakit. Mi Yeong menelpon ibunya sambil berteriak kesakitan.

Yeong Min menangis di RS saat perawat memberitahu ada tumor jinak dirahimnya. Mi Yeong keluar dari kamarnya menuju laboratorium. Ibunya minta tolong pada Yeong Min untuk mendorong kursi rodanya, tapi ditolak Mi Yeong
Dikamar, Yeong Min kaget saat istrinya berkata kalo dia akan memikirkan ulang segalanya tentang mereka. Mungkin dia juga akan mempertimbangkan perceraian. 

Yeong Min pulang. Dia menerima telp dari mertuanya kalo Mi Yeong akan dioperasi lusanya. Dia lalu melanjutkan pekerjaannya. Tanpa sengaja dia memanggil Mi Yeong dan minta dibuatkan kopi. Nah lho...baru kerasa kan kalo gg ada istri. Sadar kalo yang dipanggil tidak ada, dia ke meja tamu untuk mengambil rokok. Dikursi tamu, ada kemeja biru langit miliknya.
Dia teringat awal pertemuan dengan Mi Yeong. Seharusnya Mi Yeong menemui pria yang akan dikenalkan dengannya. Tapi karena Yeong Min juga memakai kemeja biru langit yang jadi dress code mereka, dia salah nyamperin orang. Sedang orang yang mestinya ditemuin Mi Yeong, duduk dibelakangnya tanpa tahu kalo Mi Yeong sudah datang. Menyadari itu, Yeom Min langsung mengajak Mi Yeong keluar cafe. Takut kali ya kalo ketahuan. Tapi, Dal Soo yang juga ada disana, tahu kalo Yeom Mi lari dengan Mi Yeong, malah mengejar mereka berdua hahaha.

Kembali di Yeong Min yang masih menatap layar pc nya. Dia melihat akun sns Mi Yeong, ternyata isinya foto foto mereka berdua. Dia lalu ingat, saat ditaman dan Mi Yeong mi Yeong minta putus, dia berkata kalo dia tidak akan pernah minta putus.
Mi Yeong "itu artinya aku kesepian, sendiri bukan berarti kau kesepian,  lebih menakutkan merasa kesepian saat kau bersama seseorang"
Yeong Min juga ingat nasehat dari Pak Mok Wan waktu mereka makan untuk merayakan kemenangan Yeong Min.

Di RS, Mi Yeong ditelp Eun Jung, yang memberi tahu, suaminya masuk tv (apa ya cukup hihihi) dan diwawancara tentang kematian Pak Pan Mok Wan. Suaminya tampak sangat sedih. Mi Yeong akhirnya tahu apa alasan Yeong Min tidak bersemangat tadi dan kenapa dia marah waktu buku buku Pak Mok Wak ditaroh sembarangan. Mi Yeong menyesal. Tiba tiba dia teringat saat Yeong Min, dengan wajah cuek, memasukkan cincin dijari manisnya.

Yeong Min, saat itu juga berlari ke RS. Sampai disana, melihat istrinya tidur dia ikut tidur disebelahnya, tapi saat dia mau menutup tirai, Mi Yeong membuka pinta kamar. Lha, jadi Yeong Min salah bed tadi hahaha.

Mereka bicara berdua. Mi Yeong berkata kalo dia tahu hari ini Yeong Min audah melalui hari yang berat. Yeong Min memandang wajah istrinya sambil berkata
Yeong Min "saranghae...Mi Yeong"
Mi Yeong tersenyum saat suaminya bilang kalo dialah cinta pertama Mi Yeong. Dan mereka saling mengucapkan kata cinta sambil berpelukan.

Epilog
Apa seseorang tahu arti cinta ketika membicarakannya? butuh berapa banyak cinta untuk mendefinisikan arti cinta? kami sering bertengkar setelah musim dingin lalu, juga terus mengatakan aku mencintaimu. Aku masidh belum mengerti arti cinta itu, tapi aku ingin mengucapkannya tiap hari. Aku mencintaimu Mi Yeoung.
Dal Soo "aku akan.....menikah..."
Gi Tae "selamat, maaf aku sibuk"
Jeong Jin "anakku nangis, kirim undangannya" 
Yeong Min "........."
Gi Tae meninggalkan ruang chatting
Jeong Jin meninggalkan ruang chatting
Yeong Min meninggalkan ruang chatting

Puk puk Dal Soo. Tapi wajahnya berubah ceria saat calon istriny yang tidak lain adalah ahjumma pemilik rumah Yeom Min datang. Waaa...cinlok nih yee,,,,

T    A    M    A    T

Setelah tertunda akhirnya posting juga part 2 nya. Film ini cukup realistis buat saya. Karena saya sudah menikah, jadi yaaa sepeti itulah gambarannya. kadang pagi berantem, siang udah senyum senyuman lagi (soalnya pas habis gajian hihihi). Tapi itulah kehidupan pernikahan. Kadang perkara sepele bisa jadi berantem. Yaa gak? kayak yc saya nih, paling sebel kalo pas abis mandi handuknya gg mau njemur lagi, ato pas abis makan piringnya ditinggal. Memangnya piring sama handuk bisa jalan sendiri. Sebeell kan? hahaha malah curcol...Yo wez lah...makasih sudah membaca...

2 komentar:

  1. Hahaha....bagi saya juga mbak poet, realistis.
    Bedanya...selama ini mungkin saya gak nyadar sudah ganggu mood suami ketika mau nulis! Mana tau saya??????kebetulan uri nampyun jg suka nulis (cerpen, puisi) saya jd tukang kacau.
    Gumapshimnida mbak poet...
    Yeobu....saranghae! ^_^

    BalasHapus
  2. stuju mba...he...he. emang kadang-kadang kita ngrasa jenuh...hal-hal spele bisa jadi alasan brantem...tapi yah emang udah dhitu kalii para suami ditakdirkan kurang perhatian, kurang .rapi, kurang pengertian...akhirnya parah istri jadi tukang ngomel....he...he...sinop yang refresh an komen yg ngawur....

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...