Minggu, 31 Mei 2015

Sinopsis Warm and Cozy episode 6



Jeong Joo menoleh karena mendengar pintu dibuka, tapi Geun Woo meraih kepalanya dan bersiap menciumnya. Karena dia tahu, Ji Won akan kembali dan memastikannya. Tepat saat dia mendekatkan bibirnya ke bibir Jeong Joo, Ji Won melihat mereka tapi segera pergi dari situ. Sadar kalo Ji Won pergi, Geun Woo pelan pelan menjauhkan wajahnya dari Jeong Joo dan menyuruhnya membuka mata. Jeong Joo, yang merasa dipermainkan dan dimanfaatkan, jengkel dan membenturkan kepalanya ke kepala Geun  Woo. Geun Woo bertanya kenapa dia kesal.
"Apa kau suka padaku?"
Jeung Joo yang tidak menyangka dapat pertanyaan itu langsung melongo. Tanpa menjawab, Jeong Joo berjalan melewati Geun Woo, tapi tangannya ditarik. Geun Woo bertanya kenapa dia tidak menjawab. Kemudian Jeong Joo melingkarkan tangannya dileher Geun Woo, dan mendekatkan wajahnya seperti akan menciumnya, dan dueng!!, kakinya malah menyepak kaki Geum Woo yang langsung kesakitan. Sebelum pergi dia menyuruh Geun Woo membersihkan sisa makan malam tadi.

Diatas, Jeong Joo teringat lagi kata kata Geun Woo
"Dimasa lalu, sekarang, atau yang akan datang, bahkan jika Ji Won menjadi lebih jahat, meskipun dia menikahi orang lain, aku akan tetap menyukainya"

Dibawah, Geun Woo juga memikirkan reaksi Jeong Joo yang kelihatan kaget saat ditanya apa dia menyukai Geun Woo. Poong San, yang sedang bersama Geun Woo salah sangka, mengira Geun Woo memikirkan  Ji Won yang mungkin salah sangka dengan Jeong Joo. Geun Woo berkata, dia akan menjelaskan karena Jeong Joo sakit keras, maka dia membiarkan Jeong Joo tinggal di Maendorong Ttottot
"Ngomong ngomong, kalo seandainya Jeong Joo Nunna tidak sakit keras, apa kau akan menendangnya keluar?"
Geun Woo menjawab iya. Dan saat Poong San bertanya apa dia punya perasaan lain pada Jeong Joo, Geun Woo berkata tidak.

Geun Woo membuka tirai tempat tidur Jeong Joo. Dia melihat Jeong Joo tidur, tapi masih saja dia bertanya apa Jeong Joo sudah makan malam. Awalnya Jeong Joo diam saja, tapi saat Geun Woo duduk disampinya, dia bangun dan melarang Geun Woo merayunya. Kalo Geun Woo tetap merayunya seperti ini, mau tidak mau dia akan menyukainya, tapi akhirnya dia sendiri yang akan terluka.
"Kau brengsek seperti tteokbokki pedas dimalam hari"
Walah....peribahasa apa lagi inih. Tapi seperti biasa, Geun Woo tidak peka dan bertanya apa salahnya. Karena Jeong Joo tambah marah, dia lalu keluar dan berkata kalo jangan sampai Jeong Joo minta tteokbokki. Akhirnya malam itu mereka berdua sama sama tidak bisa tidur nyenyak.

Pagi harinya, saat Jeong Joo menyapu depan restonya, warga Sorang lewat didepannya. Jeong Joo memberi salam dan diberitahu kalo mereka akan membersihkan penahan air. Jeong Joo berkata kalo dia akan ikut membersihkan. Dia lalu keatas dan membangunkan Geun Woo. Geun Woo menggerutu tapi akhirnya bnagun juga. Dan beginilah Geun Woo saat ikut kerja bakti.
Dia hanya sekedarnya menyapu karena tidak ada yang melihat. Tiba tiba ada yang melemparinya dari belakang. Geun Woo menoleh dan melihat ada anak laki laki membawa pistol mainan. Geun Woo menghampiri dan memarahinya. Tapi anak tadi malah memecahkan lampu jalan dengan pistol mainannya.
"Kubilang berhenti, kau dalam masalah besar sekarang, kau tahu seberapa menakutkan walikota disini, kalo dia tahu kau akan segera dilaporkan"
Mendengar itu, anak tadi menangis keras. Tiba tiba dari belakang Geun Woo, Yoo Ja ahjumma muncul dan memukul kepala Geun Woo. Ternyata anak tadi adalah cucu Yoo Ja ahjumma. Yoo Ja ahjumma bertanya kenapa Geun Woo membuat cucunya menangis, dan dia juga menuduh Geun Woo memecahkan lampu jalan. Geun Woo tidak mengerti perkataan Yoo Ja ahjumma dengan dialek Jejunya. Untung Jeong Joo datang dan membantu Geun Woo.  Jeong Joo berkata kalo cucunya lah yang memegang pistol mainan dan menembaki lampu jalan. Sayangnya Yoo Ja ahjumma tetap menyangkal dan pergi sambil menggerutu. Beberapa langkah, dia bertemu dengan Jong Bae ahjussi. Ahjussi bertanya apa dia habis bertengkar.
"Aku tidak pernah bertemu dengan wanita Seoul seperti itu"
Ahjumma pergi dengan marah. Jong Bae mendekati Jeong Joo dan berkata meskipun dia benar harusnya dia menahan diri, karena Yoo Ja ahjumma adalah pewawancara di sekolah menyelam Sorang, dan karena kejadian ini mungkin Jeong Joo tak akan mendapat nilai baik.

Di rumah, Jeong Joo bingung bagaimana kalo memang benar dia tidak diterima disekolah menyelam. Padahal kalo dia bisa menyelam, paling tidak dia bisa memasok bahan makanan laut dan bisa mengurangi biaya. Selain itu, dia juga bisa berteman dengan para ahjumma penyelam. Geun Woo juga ikut memikirkan cara bagaimana mewujutkan keinginan Jeong Joo.
"Jeong Joo~ah, kalo kau benar benar ingin masuk, bukankah kau punya foto si pria tanah liat merah? Kau ancam saja pak walikota dengan itu dan minta dia memasukkanmu"
Ide Geun Woo membuat Jeong Joo kesal dan mencubit Geun Woo. Dia juga mengomel memakai logat Jeju.

Tapi ternyata dia pergi ke balai kota juga untuk menemui Hwang Wook. Hwang Wook ternyata sudah mendengar tentang insiden pagi itu tapi dia jual mahal. Jeong Joo yang putus asa, terngiang ngiang ucapan Geun Woo untuk mengancam walikota dengan fotonya. Jeong Joo hampir tergoda untuk mengeluarkan ponselnya dan menunjukkannya ke Hwang Wook. Tapi tidak jadi. Dia lalu pamit. Hwang Wook mencegahnya.
"Kau tidak akan mengancamku kan? Kau punya rahasiaku, apa kau masih menyimpan rahasia yang harus kau jaga?"
Karena Jeong Joo masih menyimpan rahasiannya, dia akan membantunya.

Geun Woo ternyata juga berusaha membantu Jeong Joo. Dengan mengendap endap, dia mendatangi tempat para ahjumma penyelam berkumpul. Jong Bae menepuk pundaknya dari belakang dan mengajaknya bicara. Menurut Jong Bae, Yoo Ja ahjumma bisa dirayu dengan minum makgulli, menyanyikan lagu Na Hoon Ah, dan mengalah saat main Go-Stop. Sayang, Geun Woo tidak bisa melakukan itu semua. Hampir saja Geun Woo menyerah, tapi Jong Bae berkata
"Kalo begitu nona muda itu tidak bisa masuk, kau tahu Yoo Ha ahjumma cenderung menyimpan dendam dalam waktu yang sangat lama"
Mau tak mau, Geun Woo menyangupinya.

Dan benar, ditempat tadi, Yoo Ja ahjumma memang berusaha mempengaruhi Hae Sil untuk tidak meluluskan Jeong Joo. Tapi Hae Sil menolak karena itu urusan pribadi dengan Yoo Ja saja. Ahjumma ganti menyindir Hae Sil yang memintanya dan yang lain agar meluluskan Tn Song. Hae Sil menjawab kalo dia ingin membantu Tn Song karena situasinya sulit. Dia bahkan membayangkan kalo Tn Song akan sulit untuk mengemis makanan. Para ahjumma saling bertukar pandangan. Sepertinya Hae Sil memang tidak tahu kalo Jung Geun adalah seorang Presdir.

Saat Hae Sil berjalan, dia menerima pesan text dari Jung Geun yang bertanya kapan dia mengajarinya. Dan ternyata Jung Geun galo karena smsnya tidak segera dibalas Hae Shil. Hee Ra, yang ada disebelahnya berkomentar
"Apa pesanmu diabaikan seseorang?, aku melihatmu mengirim pesan, aku tidak melihat dia membalas pesanmu, ditambah kau tampak sangat perih menatap ponselmu, jadi iti sudah diabaikan"
Jung Geun hanya diam mendengar tebakan Hee Ra yang nyaris benar. Tapi tak lama, ada pesan masuk. Hae Sil akan mengajarinya menyelam sekarang. Jung Geun tersenyum sambil berkata "aku tidak diabaikan". Dan dia langsung pergi meninggalkan Hee Ra.

Hae Sil memberi beberapa buku yang harus dipelajari oleh Jung Geun. Sayangnya Jung Geun bertekat untuk tidak belajar sama sekali. Kalo memang dia gagal masuk, berarti itulah takdirnya. Hae Sil tetap menyemangatinya untuk berusaha supaya Jung Geun bisa masuk sekolah penyelam.

Geun Woo ada didepan rumah Yoo Ja ahjumma. Dia membawa barang barang yang tadi beri Jong Bae tadi. Saat Geun Woo masih ragu ragu antara masuk dan tidak, dari dalam rumah ahjumma, terdengar suara anak anak yang rewel. Itu adalah cucu ahjumma yang tadi dan adiknya. Mereka berdua sedang marah karena makanan yang dimasak tidak enak.
Yoo Ja berkata pada menantunya untuk membawa 2 cucunya ke resort dan makan disana. Geun Woo masuk rumah. Yoo Ja ahjumma bertanya ada perlu apa. Geun Woo menjawab "kami punya reservasi makan siang untuk menanti dan cucu cucu Ny. Yoo Ja direstoran kami". Menantu ahjumma bertanya apa benar dia sudah memesan tempat, dan ahjumma dengan gugup mengiyakan. 
Geun Woo memasak pitsa seafood dan spageti untuk mereka. Anak anak itu tambah senang saat tahu kalo seafoodnya adalah hasil tangkapan halmoni mereka. Geun Wo mengerlingkan matanya pada Yoo Ja dan Yoo Ja membalasnya. Hari ini dia senang sekali.

Saat Geun Woo bertemu Jong Bae, dia diberitahu kemungkinan Jeong Joo sudah bisa masuk sekolah menyelam 

Hwang Hoo ternyata mengajak Jeong Joo ke museum selam. Jeong Joo masih belum tahu kalo dia sudah boleh ikut sekolah selam. Kata Hwang Hoo, kalo dia menunjukkan kuitansi dari museum penyelam ke pewawancara, dia akan mendapat poin plus. Hwang Hoo juga memberikan buku panduan pada Jeong Joo.
(Dasar Kegiatan Bawah Laut)

Hwang Hoo menyuruh Jeong Joo mempelajari bukunya.

Geun Woo menunggu Jeong Joo pulang didepan restoran. Tak lama, Jeong Joo datang diantar mobil Hwang Hoo. Kirain Pak walikota cuma punya sepeda hehehe. Geun Woo jengkel karena Jeong Joo terlihat gembira diantar musuhnya. Tapi dia masih memaksa tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Cuman Geun Woo sebenarnya memang berniat memanggil Hwan Hoo dengan sebutan pria tanah liat. Jeong Joo yang sudah tahu niat jeleknya, cepat cepat menutup mulut Geun Woo dan menariknya masuk.
"Ya Baek Geun Woo, sudah kubilang jangan mengungkit soal pria tanah merah liat"
Geun Woo kesal, dan bertanya sebenarnya Jeong Joo ada dipihak siapa. Dia tambah jengkel saat Jeong Joo menjawab kalo dia ada dipihak Hwang Hoo.

Hwang Hoo ternyata menemui Yoo Ja ahjumma yang sedang berkumpul dengan teman dan menantunya. Dia membawa makgulli dan cemilan juga kartu dan ingin meminta Yoo Ja memaafkan Jeong Joo. Tapi Yoo Ja ahjumma malah memberitahu kalo dia sudah berbaikan dengan Tn Maendorong karena dia sudah membuatkan pitsa untuk cucu nya.
"Aahh....aku datang terlambat"
Jeong Joo belajar buku yang diberi Hwang Hoo. Geun Woo datang dan mengambil lotion wajah yang mahal milik Jeong Joo. Jeong Joo awalnya tidak sadar, tapi akhirnya dia berusaha merebut lotion itu dari Geon Woo.

Di resort, Hee Ra heran karena kakaknya tidak mau sarapan pagi itu. Karena hari itu adalah hari wawancara masuk sekolah menyelam perempuan.

Geun Woo mengantar Jeong Joo ke sekolah menyelam dan menyemangatinya. Dia akan menunggu sampai wawancara Jeong Joo selesai.

Jung Geun yang memakai setelan training hitam bling bling, langsung berlari dan bersembunyi saat melihat adiknya dipintu masuk sekolah menyelam. Jung Geun bingung mencari cara agar dapat masuk kesana.

Jeong Joo gugup saat sebelum wawancara, tapi akhirnya dia bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Diluar Jung Geun masih bersembunyi dari Geun Woo. Dia akhirnya menelpon Hee Ra dan memintanya untuk memanggil Geun Woo ke resort. Hee Ra menolak karena Geun Woo pasti tidak akan mau. Tapi Jung Geun menyuruhnya memberi tahu kalo dia akan diberi kartu kredit. Hihihi demi apa coba Jung Geun mengalah kayak gt. Dan begitu adiknya masuk mobil dan pergi, dia langsung berlari masuk.

Jung Geun hampir ketinggalan saat nomernya disebut. Tapi dia bisa masuk ruang wawancara. Hae Sil diam diam tersenyum melihatnya. Cie ciee...

Selesai wawancara, Jeong Joo pulang naik bus karena Geun Woo tidak menunggunya. Didalam bus Geun Woo menelponnya. Jeong Joo memberitahunya kalo dia akan membeli alat selam. Geun Woo melarangnya pergi sendiri dan menyuruh Jeong Joo memunggunya disuatu tempat
(karena akan mencari alat selam bersama.

Di resort, Ji Won mencari Presdir Song Jung Geun. Dia bertanya pada sekretaris Jang yang memberitahu kalo Presdir sedang keluar untuk urusan pribadi. Tapi sekretaris Jang berkata kalo Geun Woo akan menemui Hee Ra di kedai kopi.

Hee Ra sepertinya tidak terlalu senang dengan Ji Won. Jadi meskipun masih berbasa basi sebentar, Hee Ra tidak mencegah saat Ji Won mau pergi.

Jeong Joo menunggu Geun Woo di kedai kopi. Dia bahkan membelikan lotion wajah untuknya. Sambil menunggu, Jeong Joo mengirim sms ke Geun Woo dan memesan es serut yang bentuknya lucu. Saat dia bertanya bagaimana cara membuatnya pada pegawai kedai, pegawai itu tidak memberitahunya. Ya iyalah...ngawur Jeong Joo.

Geun Woo menemui nunna nya. Hee Ra memberi kartu kredit, tapi dengan limit. Saat Geun Woo mau pergi, dia malah menemukan ponsel Ji Won terselip di kursi yang tadi dia duduki. Bagi Geun Woo itu adalah tanda dari Jin Won untuk datang dan mencarinya.

Geun Woo mencari Ji Won dan mengembalikan ponselnya. Geun Woo berkata kalo seharusnya dia ada dibelakang Ji Won untuk mengatasi masalah karena kecerobohannya. Geun Woo lalu menawarkan diri menemani Ji Won yang mau berbelanja.

Es serut Jeung Joo mau mencair. Dia tidak mau makan dulu karena menunggu Geun Woo.

Di mobil, Ji Won bertanya apa benar Jeong Joo itu pemilik Maendorong Ttottot. Geun Woo mengiyakan. Ji Won lalu mengajaknya ke Seoul.
Jeong Joo menunggu lama sampai es serut nya mencair semua. Saat dia mau pergi, tiba tiba Geun Woo sudah ada dibelakangnya. Tapi Geun Woo cuma sekedar memberitahi kalo dia akan menemani Ji Won ke Seoul. Geun Woo mau pergi tapi Jeong Joo memegang tangannya.
"Jangan pergi Geun Woo" pinta Jeong Joo. Dia beralasan kalo ada 2 reservasi sore ini dan dia tidak bisa mengatasinya berdua dengan Poong San. Tapi Geun Woo sudah mengatur semuanya. Geun Woo menawari untuk membawakan Jeong Joo tteokbokki. Tapi Jeong Joo menolak dengan pelan dan pergi meninggalkan Geun Woo. Geun Woo yang merasa tidak enak terus memanggil Jeong Joo. Tapi Jeong Joo tidak menoleh dan terus berjalan. 

Jung Geun menunggu didepan sekolah menyelam sampai Hae Sil keluar. Dia minta diantarkan ke halte bus yang sebenarnya tidak terlalu jauh. Hae Sil menolak, tapi Jung Geun langsung naik ke motornya. Jadi mau tidak mau Hae Sil mengantarnya. Saat akana keluar, Jong Bae melihatnya dari belakang.
Jong Bae lalu mencari surat lamaran Jung Geun didalam. Dia membacanya dan Yoo Ja ahjumma bercerita kalo Tn Song ini orang yang ditolong Hae Sil setelah jatuh dari laut (sepertinya mereka mengira Jung Geun ini bunuh diri). Hae Sil membantunya untuk bisa mencari nafkah sendiri. 

Jung Geun terus nengoceh sepanjang jalan. Dia mengeluh kalo jalannya jelek dan dia akan melaporkan pada Gubernur. Hae Sil tersenyum dan sepertinya tidak percaya. Jung Geun lalu membuka kantongnya untuk menunjukkan pesan pak Gubernur padanya. Saat itulah motor mereka melewati.polisi tidur. Karena Jung Geun kaget, dia buru buru berpegangan pada Hae Sil. Cuma, area yang dia pegang itu gag banget deh.
Saat Jung Geun sadar apa yang dia pegang, dia kaget dan terjatuh dari motornya. Tanganya keseleo dan berdarah. Dia bersikeras kalo tidak sengaja memegang bagian itu. Dia juga pasrah kalo Hae Sil tidak lagi mau bertemu dengannya. Lalu Jung Geun pergi. Hae Sil hanya melihatnya.

Bo Mi Ra ternyata akan membuat novel tentang ibu dari seorang pria yang dia kenal. Dia bahkan punya fotonya.

Jeong Joo mencuci apron miliknya. Saat menjemur dia memandangi apron Geun Woo yang ada disebelahnya. Hwang Wook yang datang, mengamati wajah Jeong Joo yang sedih. Hwang Hoo memberitahunya kalo orang kantor akan makan di Maendorong Ttottot. Jeong Joo hanya berterimakasih sekedarnya. Hwang Hoo bercerita kalo mereka akan mengadakan.pesta perpisahan salah seorang karyawan yang akan pindah ke Seoul karena dia punya pacar disana. Jeong Joo malah menjawab
"Dia meninggalkan rekan kerjanya dan pergi ke Seoul demi pacarnya, kalo dia tetap pergi bahkan saat kau memintanya jangan pergi, maka dia itu adalah seorang penghianat yang sebenarnya"
Jadi Jeong Joo ini sedang membayangkan Geun Woo yang meninggalkannya demi Ji Won. Mata Jeong Joo berkaca kaca. Lama setelah Hwang Hoo pergi, dia meresapi kata katanya.
"Mereka yang bertujuan untuk pergi, akan tetap pergi tak perduli seberapa keras kau mencoba untuk menghentikannya, itu membuatku merasa tenang saat melepaskan, karena mereka pasti akan pergi"

Geun Woo dan Ji Won sudah sampai di resort. Sebenarnya Ji Won masih ingin ditemani Geun Woo, tapi Geun Woo buru buru pulang dan menyerahkan semua belanjaan nya pada Ji Won.

Sampai dirumah, Jeong Joo menghampirinya. Geun Woo bercerita kalo dia sekarang sudah memengang kredit card lagi. Bukannya senang, Jeong Joo malah berkata
"Karena kau sudah punya kartu kredit, kau bisa pergi sekarang, Geun Woo jangan disini lagi, aku lebih suka kalo kau tidak disini, kurasa lebih baik kalo aku mengirimmu ketempat yang lain, jadi Geun Woo, pergilah!"
Geun Woo tidak bisa berbicara apa apa dan hanya terdiam mendengar permintaan Jeong Joo.

Puk puk Jeong Joo. Geun Woo ini semacam mahluk bebal memang, gg bisa di kode in sama sekali.

Tapi saya adalah pens nya Jung Geun-Hae Sil hehehe. Saya lebih suka hubungan mereka berdua yang lucu itu. Gimana ya nnt kalo Hae Sil tahu siapa sebenarnya Jung Geun itu?? Waaa gg sabar deh.....

9 komentar:

  1. Iya Mb tapi semoga Hae sil menerima Jeung Geun apa adanya :)

    BalasHapus
  2. Jodu...mbak poet, jong geun -haeshil couple yg benar2x menarik....(hahhaha)
    Scene pegang tettot itu bikin saya ngakak....kok bisa yah ???????padahal SHE shil mah gak bilang apa2 meski terkwWejut...jong geun yg salah tingkah sendiri....kapan hae shil bakalan tau kalo jong geun itu kaya parah.....
    Akan kah hae shil saingan sama ji won utk jong geun atao malah daingan sama jeung joo ????padahal Ji won mg kayaknya modussss bgt deketin jong geun.....
    Gumapshimnida mbak poet.....

    BalasHapus
  3. Tumben mbk put agak telat.. Hehe sibuk ya mbk? Tp gk papa kok yg penting nongol.. Mksh mbk.. Suka drama ny ringan.. D tunggu teruus ya mbk..

    BalasHapus
  4. Tuh kan salah ketik harusnya jeong geun :) hehehhe

    BalasHapus
  5. maaf ya...minggun kmrn agak sibuk...padahal sok sibuk hihihi jadi 2 drama yang saya recaps telatnya pake banget. untung aja gg hamil (eeehhh....)

    BalasHapus
  6. Mbakkk episode 5 nyaa manaa????
    KoK nggak ada ya?? Aku dah cari cari yang ep 5 nieh mbak. Kalau ada yang tau link nya bagi dongg hehe makasihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eps 5 disini yaaa http://drama2korealovers.blogspot.com/2015/05/sinopsis-warm-and-cozy-episode-5.html?m=1

      Hapus
  7. Jenggen sm gunwo bukannya sodara kembar ya..msh bingung kok ada benih2 cinta..bknnya dilarang

    BalasHapus
  8. Liat sinopsisnya, dramanya pasti bagus ni...

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...