Senin, 29 Juni 2015

Sinopsis The Producers episode 12 (bagian 1) End

Tae Ho masih tidak bisa memahami Joon Mo yang tetap akan mempertahankan Cindy di 1D2N meskipun program mereka juga sedang bermasalah. 

Pada penulis di tim 1D2N berkumpul di toilet. Mereka semua takut kalo program mereka benar benar dihentikan. Itu semua karena Joon Moo bersikeras membawa Cindy tetap diacara mereka. "kau tahu hal apa yang paling menakutkan? tak seorangpun dari managemen yang mencoba menghentikannya" ujar salah seorang dari mereka. Semua beranggapan kalo Joon Mo tidak bertanggung jawab terhadap mereka. Mereka tidak tahu kalo Ye Jin ada disalah satu toilet, dan saat dia keluar mereka terkejut. Ye Jin bertanya pada Son Yi Jun, penulis 1D2N berapa lama dia berkerja untuk Joon Mo. Son Yi Jun menjawab 5 tahun.
"kalian tidak punya program yang sukses kan? program demi program semuanya gagal, kau berpikir tidak menyuruhnhya untuk mengganti penulis? mereka menyuruhnya mengganti penulis, tapi Joon Mo yang selalu bersikeras, yang selalu bermasalah dengan program yang selalu gagal, bersikeras bahwa kau adalah keluarga dan memastikan untuk mempertahankanmu, aku benar benar tidak tahu, apa yang kau maksud dengan rasa tanggung jawab"

Mereka hanya diam mendengar penjelasan Ye Jin.

Keluar dari toilet, Ye Jin berpapasan dengan Seung Chan yang membisikkan "atap" padanya. Mereka bertemu di atap gedung. Disana, Seung Chan meminta Ye Jin untuk mempertimbangkan lagi perasaannya. "tadi malam aku berjalan pulang, selama waktu yang lama itu, aku berjalan dan berpikir, aku ingin syuting lagi". Ye Jin jadi bingung, Seung Chan ingin syuting apa.
"jika hidupku adalah semacam drama TV dan pemeran protagonis dari drama itu, dan jika mereka merekam hidupku, jika demikian aku ingin mengulang proses syuting, aku tidak tahu dari titik mana kita harus mengulangnya mungkin aku seharusnya tidak merekam perasaanku dalam boneka beruang itu, mungkin aku seharusnya tidak meninggalkanmu sendirian diruangan itu ketika ayahku memintaku keluar, mungkin ketika kau memintaku untuk datang ketaman bermain mungkin aku seharusnya tidak kesana, jika tidak maka mungkin seharusnya aku tidak memberikanmu kesempatan untuk menolakku keluar untuk kencan kemarin, namun mungkin sebelum itu, ketika aku mulai menyukai menghabiskan waktu denganmu dan ketika aku mulai tidak menyukai kau melihat Joon Mo, mungkin aku mungkin harus mengulanginya dari titik itu, aku benar benar tidak tahu kapan aku harus mengulang proses syuting, tapi bagaimanapun juga aku ingin mengulang proses syuting"
Ye Jin bertanya apa Seung Chan tidak akan merasa tersakiti jika seperti itu. Seung Chan menjawab kalo dia menyukai Ye Jin sepenuhnya.


Ye Jin, yang malam itu harus melewati jalan taman yang gelap, tiba tiba kaget saat lampu taman tiba tiba bisa menyala semua. 
"aku tidak yakin, ketika lampu jalannya menyala 'apa Seung Chan mengajukan keluhan ke kantor komunitas?' itu yang ada dipikiranku, mungkin saja bukan dia, bisa jadi terjadi begitu saja, tapi karena Seung Chan begitu baik dalam menjagaku, aku akhirnya berpikir bahwa mungkin itu dia, sejujurnya ini bukan sesuatu yang kuharapkan dari Ra Joon Mo, dia bukan tipe orang yang perduli, Seung Chan sangat perduli" 
Manager Cindy ternyata membawa semua kru 1D2N keapartemen Cindy. Cindy yang sedang tidur disemprot air oleh Seung Chan. Setelah bangun, dia melihat semua kru ada disana dengan wajah tersenyum.
"Cindy, apa yang kau lakukan? kita harus syuting"

Mata Cindy berkaca kaca. Saat Seung Chan menyodorinya (sepertinya) kecap asin, dia malah menangis keras. 

Manager Cindy terus tersenyum dan melihat Cindy duduk dibelakang. Cindy bertanya apa dia tidak takut ketahuan Byun, mungkin dia bisa dipukul lagi. Managernya menjawab kalo dia lebih takut dengan Cindy, karena dia tidak mau Cindy kecewa padanya. 

Dan CEO Byun akhirnya tahu tentang Cindy yang masih ikut syuting 1D2N, padahal Jin Ni sudah dia siapkan untuk menggantikannya. Tapi Byun sudah bisa menebak kalo Joon Mo yang membuatnya seperti itu.

Saat para cast berkumpul untuk syuting, Kim Ji Soo dengan semangat menjelek jelekkan Cindy, sebenarnya cast yang lain agak membelanya tapi tetap saja dia tidak suka.
"kau tidak tahu bagaimana menilai orang, dia bahkan tidak menatapku dan tidak memanggilku unni, apa kalian tidak sadar, dia sangat aneh"
Tapi saat Cindy datang, dia menyapanya dan pura pura khawatir. Tapi Cindy dengan senyum terpaksa mengucapkan terimakasih atas perhatiannya.

Tim1D2N menuju lokasi syuting. Episode kali itu  berjudul Going Home Spesial. Joon Mo menerangkan pada castnya, kalo mereka akan menghabiskan 1 malam dirumah para halmoni yang sudah mereka pilih. Joon Mo mengenalkan para halmoni dan memintanya maju untuk berkenalan dengan para cast. Tapi ternyata para halmoninya malah sibuk melihat heli camera yang dari tadi berputar putar diatas mereka hihi, ndeso kayak saya. 

Seung Chan menemani Cindy kerumah salah satu halmoni. Lucunya, antara Cindy dan Seung Chan, dia tidak tahu mana yang selebritis. Ya iyalah, wajahnya Seung Chan aja mirip Kim Soo Hyun, ya kan?

Song Hae adalah aktor dan komedian jaman dulu. Pantas lah halmoninya nge pens aktor jadul. Saat Cindy menyebut namanya, dia malah menertawakan dan berkata kalo namanya lucu. Seung Chan juga tertawa mendengar halmoni tadi, tapi langsung diam saat Cindy memarahinya.


Masuk rumah halmoni, Cindy dengan semangat bertanya apa mereka akan menyalakan api dan membuat nasi dengan panci besi. Tapi halmoni malah menyahut kalo ini sudah bukan zaman perang dan dia sudah memakai mejik jer, bahkan dia juga punya wajan untuk menggoreng hihi. Cindy syok saat tahu dapurnya halmoni yang berantakan isi kabinet juga kulkasnya. Juga saat tahu alas tidurnya ternyata belum dicuci sejak tahu 2002.

Cindy akhirnya mencuci alas tidur itu, dia berharap Seung Chan yang sedang duduk didekat vj mau membantunya. Tapi yaaa, namanya juga Seung Chan, dia mah gitu orangnya, tidak tahu kode Cindy yang minta dibantuin. Akhirnya Cindy dengan sedikit kesal, minta dibantu mengeringkan cuciannya. Cindy bercanda dan menarik dengan kuat alas tidurnya sampai dia dan Seung Chan berhadapan cukup dekat.

Cindy menghilangkan kecanggungan dengan bertanya tentang piala dunia. Ternyata mereka pernah menonton piala dunia di tempat yang sama. Bagi Cindy itu adalah bagian kecil dari takdirnya dan Seung Chan. Mendengar itu, Seung Chan ingat perkatannya pada Ye Jin saat dia menemukan foto mereka dulu.

Seung Chan mengomentari tentang Cindy selama di rumah itu
"aku sangat khawatir tentang dia, aku lega dia jauh lebih kuat dari yang kupikir, tapi dari apa yang kudengar tentang rumah lain, mereka mengadakan ajang bakat kecil kecilan dan mengunjungi tetangga, mereka mengisi waktu mereka dengan melakukan hal hal seperti ini, tapi Cindy dia terus melakukan pekerjaan rumah tangga layaknya seperti pembantu rumahtangga, akan sulit mengisi waktu untuk program, waktu kupikir kita mungkin kekurangan rekaman dari Cindy, bukankah aku barusan terdengar seperti PD?"
Dan Seung Chan tersenyum sendiri menyadari kalo dia sudah berbicara seperti seorang PD.

Pak Kadep pusing saat Tae Ho melaporkan kalo Joon Mo membawa Cindy ke lokasi 1D2N. Lebih pusing lagi memikirkan reaksi Byun kalo dia tahu. Tae Ho mengusulkan agar mereka berdua makan dulu sebelum menemui Byun, tapi saat mereka akan berangkat, Byun membuka pintu dan masuk ruangan Kadep.  Seperti biasa, Tae Ho menyalahkan Joon Mo, tapi begitu Byun memaksa Pak Kadep menghentikan 1D2N dan menggantinya dengan Star Wars, Pak Kadep tersinggung.
"sekarang bahwa kau datang kesini sendiri dan mengatakan itu padaku secara langsung, aku merasa sedikit tersinggung, hanya karena sesuatu yang sedikit kacau, singkirkan saja itu, jika ada sedikit masalah, singkirkan saja itu, jika kita melakukan itu, program apa yang akan berlangsung lebih lama dari 6 bulan? para agensi muncul dan mengatakan tempatkan dia kesini dan kesana, jika aku mendengarkan semua permintaan tersebut, mengapa aku butuh PD disini. entah kami akan menghentika program ato tidak, dan siapa yang kami rekrut, hanya kami yang bisa memutuskan, CEO Byun, itu sebabnya aku berada diposisi ini"

Mendengar jawaban Pak Kadep, Byun mengalah, tapi tetap dia mengancam untuk tidak memberikan bantuan meskipun mereka berdua memintanya.

Diruang kontrol,  tim MuBank lega karena menampilkan Cindy sebagai pemenang sebelum skandalnya menyebar. Ada yang menghakimi Cindy karena sudah berbohong, Tapi Ye Jin menjawab kalo mungkin Cindy berbohong bukan karena kemauannya sendiri. Mendengar itu, salah seorang dari mereka bercerita kalo dia pernah melihat Cindy menangis waktu diwawancara. Itu terjadi saat dia masih menjadi grup rookie.
"dia mengatakan orangtuanya meninggal karena dia dan itu membuatnya sedih, dia terus menangis, manager datang dan mengakhiri wawancara ditengah tengah itu, dia adalah seorang rookie pada waktu itu, dan bukannya cantik, dandanannya luntur dan terus menangis, jadi kita harus menghentikan wawancaranya, aku yakin mereka meminta PD untuk tidak menampilkannya"
Ye Jin memikirkan perkataannya.

Byun, Jin Ni, dan Sekretaris Kim masuk ruang ganti. Tapi mereka malah menemukan Da Jung duduk di kursi yang seharusnya diduduki Jin Ni. Da Jung cuek meskipun itu Byun yang datang. Malah dia mengejek Jin Ni yang berdandan seperti koordinaror dan bukan artis hihi.

Malam itu, Joon Mo mengecek Cindy yang ditemani Seung Chan di rumah halmoni. Seung Chan memberitahu kalo Cindy melakukan pekerjaan rumah dan sekarang di sedang membersihkan dapur, menata gelas dan alat makan dikabinet, lalu mengelap mangkuk makan.

Seung Chan dengan serius bertanya apa mereka benar benar akan berakhir. Joon Mo menjawab
"apa kau tahu, tidak ada variety show yang berakhir dengan tepuk tangan, variety show hanya berakhir dalam kehancuran, drama sudah ditentukan dalam 16 ato 50 episode, jadi jika semuanya berjalan dengan baik, drama akan berakhir dengan tepuk tangan meriah, berakhir bahagia, tapi berbeda dengan kita, jika orang bertepuktangan, kau bisa melanjutkan programmu, tapi mereka tidak akan bertepuktangan untukmu selamanya. suatu hari mereka akan bosan, akhirnya berhenti menonton dan bberpikir bahwa kau adalah gangguan, saat itulah akhir dari programmu telah datang, itu sebabnya sulit untuk memiliki akhir yang baik"

Seung Chan tidak mau acaranya berakhir. "Apa kau pikir aku ingin berakhir? ini adalah program berumur panjang yang sudah ada sekitar tahun 2007, semakin lama acara itu bertahan, semakin aku tidak menyukai kenyataan bahwa aku yang harus menutupnya" ujar Joon Mo. Dan mereka berdua duduk di sambil tenggelam pada pikirannya masing masing.

Episode 12  Memahami Program Yang Bertahan Lama

Ye Jin mencoba bertanya pada petugas penyimpanan, apa mereka masih menyimpan wawancara Pinky4 di Entertainment Weekly ato MuBank sekitar 7 ato 8 tahun lalu. Ternyata ada, tapi byuh...Ye Jin harus memilih diantara banyak kaset. Ye Jin membawa kaset kaset itu keruang editing. Melihat banyaknya kaset hampir dia menyerah. Belum lagi dia menggerutu.
"aku tidak akan melakukan ini, aku sangat lelah, mengapa aku melakukan ini?"
Ye Jin mematikan monitor dan berdiri sambil merenggut, tapi dia tidak jadi keluar dan kembali duduk meneruskan pencariannya.

Cindy akhirnya menemani Joon Mo dan Seung Chan duduk didepan. Seung Chan sudah menguap lebar. Cindy bingung, dia takut kalo harus kekamar mandi sendiri. Joon Mo membenarkan kalo syuting didaerah pedesaan seperti ini kadang mereka akan melihat banyak hantu. Mendengar itu Seung Chan sempat mengira Joon Mo bercanda, tapi akhirnya dia sepertinya ketakutan saat Joon Mo melanjutkan cerita hantunya.
"tahun lalu, gunung apa itu? kami pergi kegunung yang sangat besar untuk bermalam, wanita aneh ini muncul dalam mimpiku, rambutnya panjang dan pakaiannya serba putih, jadi aku bertanya tanya apakah wanita ini seseorang ato hantu? kemudian dipagi hari aku sedang berbicara dengan seorang kameramen, dia mengatakan bahwa dia melihatnya juga, kami melihat wanita yang sama, tanda lahir pada hidungnya dan caranya menatapnya persis sama"
Lalu..Boooo...Joon Moo mengageti Seung Chan yang ketakutan hihi.

Mereka terdiam beberapa saat, sampai Cindy berkata kalo karena skandalnya lah yang membuat ada rumor penghentian 1D2N. Tapi Joon Mo menyanggahnya. "Cindy, kau tahu harga ketenaran? Harga ketenaran juga seperti pajak, tidak hanya dalam arti moneter, tapi dalam arti emosional, kau bertanya tanya mengapa kau harus melewati ketidaknyamanan dan ketidakadilan, kau hanya harus menerimanya secara alami, itu hanya pajak yang harus kau bayar, dengan begitu kau bisa lebih tenang".

Joon Mo lalu memberitahu Cindy kalo baru baru ini dia melihat Yuna, hidup Yuna benar benar baik dan dia punya toko bunga. Cindy tersenyum mendengarnya. Dia juga berangan angan mau jadi apa kalo sudah tidak jadi artis.
"jika aku tidak melakukan apa apa nanti, apa kau harus melakukan itu juga? toko bunga? tidak..tidak..aku harus menjalankan bisnis jasa pengiriman pindahan, aku sangat hebat dalam mengatur rumah, para pelanggan akan puas"

Mereka tertawa bersama. Tapi Joon Mo jadi kesal karena tiba tiba Seung Chan yang ternyata tertidur, kepalanya rebah dibahu Joon Mo. Tanpa berpikir panjang, dia menggeser kepala Seung Chan yang akhirnya jatuh dibahu Cindy. Cindy kaget dan bengong. Joon Mo mengomel karena semua member belum ada yang tidur tapi PD nya malah molor duluan.

Joon Mo menyuruh Cindy masuk, tapi dia beralasan kalo diluar anginnya sejuk dan dia mau duduk sebentar disana. Padahal sih sebenarnya dia masih mau duduk dengan Seung Chan. Ihiiyy...modus. setelah beberapa saat, akhirnya Seung Chan bangun juga. Sadar kalo dia sudah tidur dibahu Cindy, dia minta maaf. Cindy menjawab kalo Seung Chan begitu cepat tidur jadi dia tidak mau membangunkannya.
"aku tahu siapa yang kau suka PD nim, aku tidak bisa merelakannya, tapi aku juga tidak ingin mengganggu, tapi, aku tidak ingin membohongi diriku sendiri"
"uhm..seseorang mengatakan padaku bahwa cinta satu sisi seperti kau membangun rumahmu sendiri dan lalu juga meruntuhkannya sendiri, ini benar benar melelahkan"

Tapi setelah itu mereka berdebat.

"astaga.. apa kau khawatir tentangku sekarang? mengatakan jangan membangun dan meruntuhkannya sendiri? dan tidak repot repot dengan apapun?

"Tidak bukan itu...."

"apa kau kasihan padaku karena aku dalam cinta satu sisi?"

"Tidak!, bagaimana bisa? bagaimana mungkin aku pernah...padamu? aku sangat terhormat dan aku menyukainya"

"kau menyukainya?"

"tidak...maksudku aku suka dengan cara begitu"

"Kemudian kau tidak menyukainya?"

"oh tidak tidak! aku tidak mengatakan bahwa kau tidak suka sama sekali, kenapa aku tidak suka ketika seseorang menyukaiku?"

"wooww...jadi kau suka jika siapapun menyukaimu?"

"tidak juga...tidak sama sekali...." Seung Chan jadi gugup.

Cindy minta Seung Chan untuk selalu mengingatnya. Dia juga mengaku kalo dia benar benar suka pada Seung Chan. Selama beberapa lama mereka saling berpandangan. Cindy lalu minta Seung Chan untuk memegang tangannya.

Saya senang dengan kenyataan kalo Yuna lebih bahagia dengan ketidaktenarannya. Ternyata tidak jadi idol pun dia baik baik saja. Cindy akhirnya bisa selangkah lebih maju dengan berhasil membuat Seung Chan memegang tangannya. Dan Joon Mo, nanti mbk Dee yang akan menruskan tentang hubungan Ye Jin-Joon Mo, apakah happy ending?

Senin, 22 Juni 2015

Sinopsis Warm and Cozy episode 12


Mimpi Jeong Joo persis sama seperti yang dilakukan Geun Woo. Dia tersenyum senyum sendiri ditidurnya. Tapi sayang, Jeong Joo benar benar hanya menganggap itu mimpi. Saat alarm ponselnya berbunyi, dia mematikan dan melihat kertas kontrak yang sudah dia sobek jadi nyambung lagi. Dia bertanya pada Geun Woo apakah dia yang menyambungnya. Geun Woo mengangguk. Tapi rupanya memang Jeong Joo tidak ingat apa yang dilakukan semalam waktu mabuk. Dia malah dengan pedenya bercerita tentang apa yang terjadi semalam.
"kapanpun aku keluar untuk minum, aku berhenti saat kurasa cukup , aku memanggil taxi dan pulang dengan selamat"
Dan sekarang waktunya Geun Woo bercerita tentang semalam menurut versinya. Jeong Joo yang mabuk berat bahkan tidak bisa mengenali Geun Woo dan terus memanggilnya pak walikota. Bahkan dia sempoyongan dan menolak masuk mobil Geun Woo. Jeong Joo duduk di depan toko dan masih dengan mabuk menyuruh Geun Woo (yang dikiranya walikota) untuk pulang karena dia menunggu taxinya.

Pokoknya, malam itu Geun Woo sudah memperbarui kontrak restorannya dengan Jeong Joo. Meskipun Jeong Joo menolaknya, Geun Woo tidak akan membatalkan kontrak itu. 

Hae Sil terbangun dan melihat kursi Jung Geun kosong. Dia lalu menoleh dan kaget saat melihat Jung Geun tertidur pulas disampingnya. Tanpa suara dia menghadap ke Jung Geun, tapi cepat cepat menutup matanya saat Jung Geun bangun. Jung Geun tahu kalo sebenarnya Hae Sil sudah bangun tapi dia pura pura tidak tahu.
"aku tepati janjiku kalo aku akan disini bersamamu saat kau membuka mata, aku akan kembali dan terus memandangimu, tapi aku manja seperti anak kecil, jadi saat tidur aku merangkak ke ranjangku, aku harus pergi kerja sekarang dan kau harus banyak istirahat, aku tak mau hilang begitusaja tanpa bertukar kata kata dan meninggalkanmu, hitunglah sampai 10 dan buka matamu"
Saat Hae Sil merasa aman, dia membuka mata dan kaget ternyata Jung Geun duduk lagi dikursi yang semalam. Hae Sil tersenyum melihatnya. Dia lalu melamar Jung Geun untuk mencoba menjadi pacarnya. Jung Geun setuju.

Jeong Joo baru sadar kalo dia sudah menyuruh Hwang Wook untuk merayunya saat mabuk semalam. Hwang Wook juga masih merana karena saat dia membelikan obat untuk mabuknya Jeong Joo, tempatnya diambil Geun Woo.

Jeong Joo ke balai kota tapi pegawai disana memberitahu kalo Hwang Wook sakit dan tidak masuk kerja. Jeong Joo akhirnya menjenguk Hwang Wook.
"aku mau memeriksa keadaanmu, dan juga mau minta maaf, aku tahu soal perasaanmu, tap aku mabuk berat dan melakukan hal yang sangat keliru kemarin malam, aku sungguh minta maaf"
Hwang Wook menjawab kalo dia juga lupa dengan apa yang terjadi semalam. Dia juga berkata kalo dia baik baik saja dan mau masuk kerja. Dia merenggangkan tangannya untuk membuktikan kalo dia sehat, tapi gerakannya malah membuat kancing bajunya longgar dan dia melepasnya. Akhirnya Jeong Joo membantu memasang kancingnya.

Sambil kancingnya di pasang, Hwang Wook bertanya apa Jeong Joo masih akan menjalankan Maendorong Ttottot bersama Geun Woo. Jeong Joo menjawab kalo kontrak mereka sudah berakhir semalam. Hwang Wook heran karena dipikir ada sesuatu yang terjadi saat dia membeli obat mabuk Jeong Joo.
"kau bahkan membeli obat untukku? aku tidak ingat apapun setelah 'aku akan menikahimu' "
Hwang Wook merasa sepertinya dia masih ada kesempatan. Tiba tiba Jong Bae, Yoo Ja dan Bok Nyo datang untuk melihat Hwang Wook. Saat melihat Jeong Joo disana, mereka senang dan akan memberitahu ibu Hwang Wook. Bok Nyo bahkan memotret mereka di ponselnya. Saat mereka bertiga pergi, Jeong Joo hampir mengejar mereka dan memberi panjelasan kalo tidak ada apa apa antara dia dan Hwang Wook. Tapi dengan cepat Hwang Wook menarik tangan dan mencegahnya. Dia berkata kalo dia yidak akan menjelaskan apa apa karena memang dia menyukai Jeong Joo. Hwang Wook juga menyuruh Jeong Joo untuk memberitahu pada Geun Woo kalo dihati nya sudah ada orang lain. Jeong Joo menjawab kalo itu bohong.
"bohong juga merupakan jenis langkah strategi, aku akan menjadi kebohongan itu untukmu, terlepas dari langkah macam apa yang dibuatnya, jangan tertipu dan jangan biarkan hatimu goyah, meski dia mengakui perasaannya dan berkata dia akan mencintaimu mulai sekarang, untuk membuat hatimu goyah, kau tidak harus goyah, jika kau dengar hal seperti ituakankah kau biarkan hatimu goyah lagi?
Jeong Joo menjawab kalo dia tidak akan percaya kata kata Geun Woo lagi.

Direstoran, Poong San diancam Geun Woo kalo dia masih saja memanggil Jeong Joo dengan sebutan Bu Walikota. Dan dia memberitahu kalo Jeong Joo akan pergi dari situ. Geun Woo keluar dan bertemu Jong Bae dipintu. Jong Bae memberitahu foto Jeong Joo dan Hwang Wook berdua. Geun Woo jengkel saat tahu ternyata Jeong Joo ada dirumah Hwamg Wook. Geun Woo mau menelpon Jeong Joo, tapi Jong Bae melarangnya dan memintanya untuk bekerja sama.
"aku tidak mau bekerja sama dengan paman, aku sangat menyukai Jeong Joo, jadi aku tak bisa kerjasama soal itu,dan akulah yang sudah mengacaukan semua kejutan yang diatur warga kota"
Mendengar itu, Jong Bae lalu bertanya pada Poong San. Tapi jawaban Poong San yang ambigu malah membuatnya bingung.

Geun Woo ternyata menunggu Jeong Joo pulang. Dia diantar Hwang Wook yang berpesan agar dia tidak goyah lagi. Jeong Joo langsung masuk rumah. Didalam, dia bertemu Poong San dan bertanya apa Geun Woo pergi semalam. Poong San menjawab kalo ada Ji Won tadi malam. Diluar, Geun Woo menghampiri Hwang Wook dan bertanya apa Hwang Wook melihatnya bersama Jeong Joo dan mengantarnya pulang. 
"kau datang menjemput Lee Jeong Joo? aku gg liat tuh"
Geun Woo masuk dan melihat Jeong Joo masih bingung. Dia memberitahu kalo dia tahu apa yg terjadi semalam. Jeong Joo tidak percaya. Geun Woo berkata kalo dia cemas makanya dia mencari Jeong Joo. Geun Woo akhirnya mengaku kalo dia suka pada Jeong Joo. Sayang, Jeong Joo yang sudah didoktrin Hwang Wook tidak percaya kata kata Geun Woo dan pergi naik kekamar. Jong Bae senang karena sudah tahu kalo Geun Woo ditolak. Dia menyuruh Geun Woo bekerjasama hari ini karena kerabat Hwang Wook akan datang mengunjungi Jeong Joo.

Dan inilah kakak dan adik Hwang Wook
Mirip semua ya hihi. Hwang Wook menunjukkan foto ayahnya yang mirip dirinya. Jeong Joo lalu bertanya apa benar semalam Geun Woo tidak menjemputnya. Hwang Wook berbohong dan berkata tidak. Dia lalu mengajak Jeong Joo pergi kencan. Jeong Joo mau.

Sebelum berangkat, Jeong Joo menyompan barang digudang anggur dan bertemu Geun Woo. Geun Woo bertanya apa dia masih tidak percaya kalo semalam dia menjemputnya. Geun Woo menyuruh Jeong Joo mengingat ingat, dan dia memberikan bonus yang disembunyikan di lemari bagian atas. Geun Woo menyuruhnya mengambil bonus itu. Tiba tiba Jeong Joo ingat sesuatu dimimpinya. Tapi tetap dia tidak mengaku dan memilih membiarkan bonus itu diatas lemari.

Hee Ra menemui Hae Sil dikamar Jung Geun. Dia bermaksud memberi pelajaran pada Hae Sil dan menyuruhmya menjauhi kakaknya. Dia menyuap Hae Sil dengan uang. Tapi Hae Sil menolaknya.
"memang benar kalo aku tergila gila pada kakakmu, tapi tidak pada hartanya, aku menyukainya karena dia tampan, dia tampan, berharga seperti sebuah mutiara hitam,aku tak perduli yang lainnya, tapi aku sangat perduli dengan penampilan seorang pria. kalo dia tidak akan bertahan lama seperti yang kau bilang, kalo dia jadi botak dan gendut, maka aku yakin akan segera menyadarkan diriku"
Hee Ra tersinggung dan hampir menyiram Hae Sil dengan air minum. Tapi reflek Hae Sil lebih cepat dan menangkap tangan Hee Ra sebelum sempat menyiram air di wajahnya. sekretaris Jang melaporkan apa yang sudah terjadi pada Jung Geun, dan beginilah reaksi Jung Geun saat tahu Hae Sil menyebutnya ganteng.
Hee Ra yang kesal bertemu dengan Bo Mi Ra dan menceritakan tentang kakaknya yang jatuh cinta apa penyelam wanita. Bo Mi Ra berusaha menutupi kalo dia sudah tahu tentang wanita yang suaminya dibunuh oleh ayah Geun Woo.

Di restoran, Geun Woo dan Jeong Joo bertengkat tentang gurame dan vampir hihihi. Sampai akhirnya Jeong Joo pergi dan menemani Hwang Wook berbelanja untuk keponakannya.

Geun Woo cemas menunggu Jeong Joo pulang. Tapi ternyata Ji Won datang. Ji Won masih berusaha membujuknya untuk meninggalkan Jeong Joo. Dia bahkan menangis. Tapi sayang Geun Woo sudah tahu semua kebohongan Ji Won.
"Ji Won~a, aku sudah mengamatimu sejak lama, jadi aku tahu kalo kau tak benar benar menangis sekarang,sejak perasaanku padamu bertepuk sebelah tangan, jadi bukannya aku tidak berusaha berubah demi kau, apa yang ingin kaujaga bukanlah perasaanku padamu, cuma tekadku kalo aku ingin menyukai satu orang saja"
Apalagi saat Ji Won mengungkit soal ayahnya yang sudah menghianati ibunya. Geun Woo kesal dan menyuruh Ji Won pergi.

Presdir Jin turun dari mobil dan berpapasan dengan Jong Bae yang mengenalinya. Mereka berbicara berdua. Jong Bae bertanya kenapa Presdir Jin bisa kesini, Presdir Jin merasa kalo dia sudah bersalah dengan membunuh suami Hae Sil, tapi begitu mendengar Hae Sil kecelakaan dilaut dia ingin menolongnya.
"tidak bukan menolongnya, aku akan menebus dosa dosaku karena aku sudah membunuh suaminya"
Dia minta tolong pada Jong Bae untuk membantunya menolong Hae Sil.

Hae Sil diantar pulang oleh Jung Geun. Mereka habis nonton konser dan Hae Sil menawari Jung Geun makan ramen dulu sebelum pulang.

Geun Woo menunggu Jeong Joo pulang, dan heran saat dia membawa banyak barang. Jeong Joo berkata kalo dia pulang dari rumah kakak Hwang Wook dan bertemu semua keluarga besarnya. Ibu Hwang Wook bahkan membawakan kue beras untuknya. Jeong Joo menawari Geun Woo. Tapi dasar Geun Woo, saking jengkelnya dia menampis kue beras yang disodorkan Jeong Joo.
Jeong Joo marah dan naik ke kamar. Geun Woo merayunya. Dia menawari Jeong Joo untuk memasakkan makanan, tapi Jeong Joo tidak mau. Geun Woo menyebutnya vampir gurame hehehe. Jadi Geun Woo memaksa Jeong Joo kebawah dan memberikan kue ikan yang didalamnya ada selai setroberi. Itulah Jeong Joo menurut Geun Woo, vampir gurame.
"maaf  soal yang tadi, aku sudah merusak masakan ibu orang lain yang sudah menyempatkan waktu membuatnya, tapi kapan kau panggil orang tua seseorang, 'ibu, ayah' dan kau senang, aku sungguh merasa terintimidasi, aku tidak punya daya saing soal itu, makanya kau ingin mereka jadi orangtuamu karena kau tidak punya, tapi aku tak bisa memberikan itu padamu"
Puk puk Geun Woo. Dia merasa kalo orang yang paling sayang padanya adalah ibunya. Dia hampir bercerita soal ayahnya, tapi tidak jadi.

Presdir Jin minta Jong Bae merahasiakan soal bantuannya nanti pada Hae Sil. Saat Jong Bae menyinggung masalah wanita yang sedang hamil anaknya, Presdir Jin tidak menjawab.

Di depan rumah Hae Sil, Jung Geun mendengarkan ceritanya tentang mantan suami nya yang meninggal. Jung Geun menguatkan Hae Sil dan memeluknya.

Geun Woo akhirnya mengakui perasaannya pada Jeong Joo.
"setelah kau menghabiskan waktu didapur, kau bisa tahu suhu oven disana ato panci diatas kompor. kalo ovennya cukup panas, saat air diatas kompor mulai mendidih kau bisa tahu, Jeong Joo, kau masih panas mendidih, aku tahu kau belum mendingin. Jeong Joo, aku tidak merasa hangat dan nyaman seperti saat aku berbuat baik padamu, aku sekarang benar benar panas"

Tapi kali ini Jeong Joo ragu antara percaya ato tidak.

Jong Bae memberitahu Hae Sil kalo ada orang yang tertarik membeli rumahnya dengan harga 10x lipat. Hae Sil sepertinya akan mempertimbangkannya karena dia ingin pindah dan melupakan semuanya. Hae Sil bertanya siapa yang berniat membeli dengan harga fantastis seperti itu. Dia bahkan menelpon Jung Geun dan mengira dia yang mau membeli. Tapi bukan. Jung Geun malah mau memperkenalkan Hae Sil pada Geun Woo dan Hee Ra.

Jong Bae bertanya pada Bo Mi Ra tentang keberadaan anak dari presdir Jin. Dia akhirnya tahu kalo Geun Woo lah orangnya. Dia menemui Geun Woo dan akhirnya membuka rahasia tentang ayahnya.
"kau tak tahu dan hyungmu juga tidak tahu, aku yakin Hae Sil juga tidak tahu, orang yang dibunuh ayahmu adalah suaminya Hae Sil"
Geun Woo kaget. Jong Bae bingung bagaimana caranya memberitahu Hae Sil. Tapi Geun Woo dengan tegas menyuruh Jong Bae untuk tidak memberitahu mereka, karena ini tidak ada hubungannya dengan mereka. Jong Bae tidak setuju karena presdir Jin yang selama ini hilang sudah muncul.

Jung Geun akhirnya memperkenalkan Hae Sil pada Hee Ra. Geun Woo sebenarnya datang, tapi dia duduk menyendiri, beberapa meja didepan meja mereka. Dia tersenyum miris melihat keakraban mereka. Dari jauh Ji Won memperhatikannya.

Malam itu, Geun Woo menemui Jong Bae dan mengutarakan niatnya untuk pergi dari Jeju karena takut itu akan merusak hubungan Jung Geun dan Hae Sil. Jong Bae sedikit membela ayahnya yang mau menebus dosa pada Hae Sil, tapi sayang Geun Woo tetap tidak suka. Dia tidak sadar kalo ayahnya melihat dan mendengar kata katanya.
"jadi tolong katakan apada ayahku kalo dia jangan pernah muncul lagi disini, katakan padanya untuk tidak melakukan hal seperti itu, katakan juga jangan dekati orang orang yang berharga bagiku, katakan kalo aku memutuskan ini untuknya agar tak ada hubungannya dengan dia"
Presdir Jin pelan pelan meninggalkan mereka.

Di restoran, Poong San yang tidak tahu masalah Geun Woo malah mengoceh dan mengajaknya ke pesta makgulli Hwak Wook dan warga kota. Geun Woo pergi sendiri, dan melihat Jeong Joo dari jauh bersenang senang dengan mereka.
"Jeong Joo~a, kurasa aku harus segera melarikan diri dari sini, kau mau ikut denganku?"

Mendekati episode terakhir, semua jadi banyak terbuka. Tapi kemarin saya sempat bbm an sama mbak ratna dan kita berdua jadi pusing pala barbie gegara alur ceritanya hehehe. Entah kenapa ya drama Hong Sister yang ini saya kurang klik sama ceritanya. Kayaknya bukan tipikal drama mereka, maapin kalo saya salah...moga2 endingnya gg geje kayak Big ya nanti..

Jumat, 19 Juni 2015

Sinopsis The Producers episode 9



Seung Chan yang menerima telepon dari Cindy, berusaha menelpon Ye Jin. Sayang ponsel Ye Jin mati. Cindy masih menunggu di sekitar rumah Seung Chan. Dia bahkan duduk jongkok, ditengah hujan tanpa payung. Seung Chan bingung, mana yang harus dia dulukan. Cindy melihat ada seseorang mendekatinya. Dia melihat keatas. Ye Jin tersenyum melihat seseorang datang. 
ah ternyata Seung Chan memilih untuk menemui Ye Jin dulu. Meskipun begitu dia ternyata meminta Yee Jin untuk membatalkan nonton filmnya. Di mobil, Ye Jin terus mengomel karena batal  nonton. Tapi dia juga khawatir tentang Cindy.
"astaga, apa menurutmu dia bertengkar dengan CEO Byun? dia memang temperamental, ini benar benar menghawatirkan"
Karena mendengar omelan Yee Jin, Seung Chan tidak sadar ada lampu merah. Dia lalu mengerem mendadak. Tapi tangannya dengan cepat menahan tubuh Ye Jin agar tidak terbentur dasbor mobil.

Ternyata Joon Mo lah yang mendekati Cindy. Dia bahkan memayunginya. Meski dia heran kenapa dia menunggu Baek Seung Chan, dia hanya diam dan menawari nya masuk rumahnya karena hujan dan Cindy bisa demam. Setelah membuatkan teh untuk Cindy, Joon Moo bertanya apa yang terjadi deangannya. Cindy tidak menjawab pertanyaannya, dia malah berbicara tentang yang lain.
"PD nim, kau  dapat membayangkan apa yang akan ku lakukan sepulu tahun dari sekarang bukan? sedangkan aku tidak bisa"
Mendengar apa yang dikatakan Cindy, Joon Mo diam. Dia jadi ingat seseorang pernah berkata yang persis sama dulu.

Lima tahun lalu.
"aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan sepuluh tahun dari sekarang, bukan hanya sepuluh tahun, bahkan lima tahun, aku tidak tahu apa yang akan aku laukan satu tahun dari sekarang, semakin aku berjuang untuk keluar, semakin aku merasa terjatuh kedalam lubang"
Joon Moo melarang dia melakukan semua yang dia tidak suka. Joon Mo bahkan menyuruhnya untuk keluar dari agensi Byun. Gadis itu, Yuna, seorang idol dari Byun Entertainment, meminta Joon Mo untuk membantunya. Joon Mo dengan sangat percaya dirinya berkata kalo dia akan bertanggungjawab pada Yuna, dan dia akan memasukkan Yuna ke semua program yang dia tangani, karena dia seorang PD.

Kembali ke sekarang. Cindy memanggil Joon Mo yang sedang melamun dan bertanya kenapa tangan Joon Mo luka. Dan dia menawarkan diri mengobati lukanya. Saat itulah Ye Jin dan Seung Chan datang. Cindy jaga Joon Moo sama sama heran melihat mereka datang berdua. Ye Jin berkata kalo mereka berdua hampir menonton film.

Cindy melirik Seung Chan. Dan Seung Chan memandang Cindy tanpa ekpresi. Cindy menelpon manager dan minta untuk dijemput. Ye Jin heran karena dipikir Cindy mau bertemu Seung Chan.
"itu tidak penting, terjadi konflik kecil sebelumnya, aku berpikir harus minta maaf karena aku member dari programnya, meskipun aku tidak tahu seberapa sering kita akan melihat satu sama lain nantinya, aku akan merasa buruk tentang hal itu, maaf tentang hari itu"
Seung Chan mau mengatakan sesuatu, tapi Cindy memotongnya dan pergi. Sebelum pergi, Ye Jin memberinya sesuatu. Melihat Cindy keluar sendiri, Joon Mo menyuruh Seung Chan menemaninya sampai jemputannya datang.

Seung Chan menemani Cindy didepan sambil minta maaf, Cindy menjawab kalo dia memang seperti apa yang dikatakan orang, kasar dan tidak sopan.
"ini adalah sesuatu yang kudengar dari suatu tempat, hal hal yang dikatakan orang orang dibelakangmu itu seperti panah beracun, tapi untungnya kata kata yang dikatakan mereka tidak memiliki kekuatan, jadi panah mereka tidak bisa menembus jantungmu, namun hal paling bodoh yang bisa kau lakukan adalah mengambil panah mereka yang telah jatuh ditanah kemudian menusuk jantungmu sendiri dengan panah itu"
Cindy sepertinya mengerti kata kata kiasan Seung Chan. Dan dia juga mengerti kalo sebenarnya Seung Chan bukan ingin menonton film, tapi dia ingin bersama Ye Jin. Cindy bisa menebak dengan mudah perasaan Seung Chan.

Ye Jin memanggil Joon Mo yang sedang melamun dan melihat air hujan dan menceramahinya untuk tidak menunda nunda membayar tagihan, dan beebrapa hal lain. Joon Mo heran dengan apa yang dilakukan Ye Jin. Saat Ye Jin menerangkan kalo waktu pindahnya kurang 3 minggu lagi, Joon Mo jadi jengkel dan berkata kalo 3 minggu itu masih lama.

Dua minggu kemudian Joon Mo mendengar berita buruk, salah satu episodenya dibatalkan dan diisi oleh episode pilot acara lain, yang kebetulan CPnya adalah Tae Ho. Joon Mo marah marah karena acara mereka baru saja masuk musim baru. Reaksi tim 2D1N berbeda beda. Joon Mo jelas marah, Tapi Seung Chan senang karena dia bisa beristirahat.
"orang orang salah pahan jika mengira pasti bagus bisa libur seminggu, tapi penulis tidak akan mendapatkan upah naskah ketika ada episode yang dibatalkan, untuk penulis siaran, itu fatal, ketika kita punya uang, kita tidak punya waktu, ketika punya waktu, kita tidak punya uang"
"pembatalan episode, jika kau mencoba memberikan nilai positif dalam acara, ini kesempatan untuk membuktikan nilai dari acara kami, setelah kau menjadi program yang bertahan lama, orang tak akan menyadari nilaimu, entah itu orang ataupun program tv, kau akan menyadari nilai mereka setelah semuanya pergi"

Episode 9 Memahami Pembatalan Siaran

Di gedung Byun Entertainment, Cindy berpapasan dengan CEO Byun yang sedang bersama Jin Hee, penyanyi pemenang Star Audition. CEO Byun mau memberikan pengalaman siaran TV pada Jin Hee, jadi dia ingin Jin Hee ikut semua kegiatan yang dijadwalkan Byun untuk Cindy. Cindy menolak dan berkata kalo dia disuruh membantu Jin Hee, maka dia akan mendapatkan ide lain saat nanti perpanjangan kontrak. Cindy kemungkinan tidak akan mau memperpanjang kontrak dengan CEO Byun. Tapi CEO Byun tidak takut dan menjawab
"ide lain? memang seharusnya. ini adalah keputusan penting, kau harus berpikir tentang banyak hal, tapi apa kontrak itu diperpanjang oleh kau sendiri? aku harus melakukannya juga, mendapatkan ide lain, begitu"
Cindy sepertinya memikirkan kata kata Byun.

Joon Mo sedang santai rumah. Ye Jin masuk bersama Seung Chan dengan membawa korden. Ye Jin mengoceh tentang betapa pintarnya Seung Chan membantunya mengurus rumah barunya. Mulai memilih korden, mendapatkan diskon untuk wallpaper, dan pengurangan harga untuk marmer lantai. Ye Jin terus terusan memuji Seung Chan sehingga membuat Joon Mo jengkel. Dia lalu  menawari membantu bersih bersih saat mendekati pindahan. Tapi itu ternyata juga sudah dibereskan oleh Seung Chan. Karena merasa tidak berguna, Joon Mo keluar rumah sambil cemberut.

Seungat  Chan membantu Ye Jin berkemas. Saat melihat album foto, dia membuka dan berteriak memanggil Ye Jin. Ternyata dia menemukan dirinya yang masih kecil, tidak sengaja ikut difoto bersama Joon Mo dan Ye Jin.

Seung Chan mau menyimpan foto itu dan Ye Jin memberikannya sebagai hadiah karena sudah membantunya.

Joon Mo merenung di taman dan duduk diayunan. dia mengingat semua momen pindahannya Ye Jin


Seung Chan memandangi foto itu sambil tersenyum. Tapi foto itu dilipatnya sehingga wajah Joon Mo jadi tidak kelihatan, dan hanya ada dia dan Ye Jin difoto itu. Lalu disimpan dikotak yang ada  sketsa gambar seorang gadis.

Malam itu, Ye Jin ngobrol dengan Joon Mo sambil minum. Dia berterimakasih sekaligus minta maaf karena menempatkan persahabatan mereka dalam bahaya. Joon Mo bertanya
"Ye Jin~a, mari kita mengatakan bahwa kita berdua bertemu pria dan wanita lain dan menikah, tapi istri dan suami kita tidak menyetujui dengan persahabatan kita, lalu apa yang akan kau lakukan?"
Yaa,,,kalian kawin aja hihihi (itu jawaban geje saya). Tapi Ye Jin dengan bijaksana menjawab kalo wajar saja istri  dan suami mereka tidak setuju dengan persahabatan mereka. Itu adalah batasan untuk pertemanan mereka. Joon Mo sepertinya khawatir kalo dia tidak akan bertemu Ye Jin lagi setelah mereka menikah. Tiba tiba di tv ada Cindy yang sedang ikut variety show. Ye Jin heran kenapa Cindy mau ikut, padahal dia tidak suka acara variety.

Dan memang benar, Cindy harus ikut semua perlombaan di variety show itu. Sayangnya dia selalu kalah, bahkan oleh Jin Hee. Malamnya, Cindy yang kelelahan dan tidur di van, masih harus menerima telepon dari radio yang mengadakan wawancara dengan Jin Hee. Dia diminta untuk mengatakan pendapatnya tentang Jin Hee.

Ye Jin ingat kalo dulu dia sempat diberitahu tentang cara CEO Byun untuk menyingkirkan Yuna dulu.
"oh ya, kau memberitahukanku tentang itu beberapa tahun yang lalu, siapa namanya? oh aku bahkan tidak ingat namanya, dia benar benar populer dulu"
"Yuna..namanya Yuna. Byun menggunakan popularitas Yuna untuk mendongkrak Pinky4 dan menjualnya, tepat sebelum perpanjangan kontrak, dia memaksakan semua padanya, dia mempromosikan pendatang baru dan membuangmu ketika kau sudah tidak berguna"
Dalam kamar, Joon Mo mengingat apa yang terjadi 5 tahun yang lalu. Dia berusaha menolong Yuna dengan memasukkan ke acaranya. Tapi anggota tim nya tidak setuju karena citra Yuna sudah jelek. Tae Ho bahkan memanggilnya dan bertanya apa Joon Mo menyukai Yuna.

Hong Soon lewat meja Yang Mi, dan ternyata mejanya diduduki orang lain. Dia bertanya pada penggantinya kemana Go Yang Mi.

Ye Jin sudah dimobil saat menyadari ponselnya ketinggalan dirumah. Dia kembali kerumah dan memarkir mobilnya menghadap depan. Ye Jin sudah mau masuk rumah saat ibu Seung Chan memanggil dan menegurnya karena parkirnya salah. Ye Jin berusaha menjelaskan kalo dia hanya sebentar saja dan langsung pergi, tapi ibu Seung Chan ngotot Ye Jin harus memindahkan mobilnya. Mereka sama sama beradu pendapat sampai akhirnya Seung Chan datang dan menyapa ibunya. Ye Jin kaget saat tahu itu ibunya Seung Chan, ibu Seung Chan juga terkejut saat tahu  Ye Jin adalah sunbae anaknya. dan mereka berdua sama sama ribut saling meminta maaf.

Ye Jin mengajak Seung Chan pergi bersama ke kantor. Ye Jin bertanya apa Seung Chan tidak keberatan selalu dia mintain tolong. Seung Chan menjawab tidak.
"aku melakukannya karena aku menyukaimu"
Ye Jin salah mengira Seung Chan hanya suka dan bukan "suka" padanya. Dia malah minta Seung Chan untuk membantunya lagi di MuBank karena Seung Chan sedang tidak ada acara. Apalagi saat Ye Jin berkata kalo Seung Chan adalah yunior favoritnya, Seung Chan langsung tertawa lebar.

Ibu Seung Chan bercerita pada Baek Jae Hee, kakak Seung Chan tentang insiden tadi pagi. Jae Hee malah menakuti ibunya dan berkata kalo dia penyebab hancurnya karir Seung Chan. Tiba tiba Jae Hee ingat kalo adiknya dulu pernah menginap di rumah sunbaenya yang sekomplek dengan mereka. Jae Hee jadi mengira kalo Seung Chan menginap dirumah Ye Jin.

Joon Mo masuk ke ruang konfrensi tempat biasanya tim 2D1N berkumpul. Disana dia memberitahu tim episode pilot kalo sebenarnya mereka mengambil slot tayang 2D1N. Joon Mo juga mengeluh pada Tae Hoo. sayang konsentrasinya buyar saat melihat Ye Jin datang berdua dengan Seung Chan sambil tertawa tawa.
Tae Ho "Joon Mo, aku tidak mengatakan ini untuk apa apa, kau harus bisa menerimanya, apa arti dari pembatalan? ini kesempatan bagi seseorang untuk menunjukkan kemampuannya, pada akhirnya itu keuntungan orang lain, jika kau terlalu percaya diri dan tidak hati hati, tempat itu akan diambil darimu"
Maksud Tae Ho adalah tentang acaranya. Tapi Joon Mo yang masih memandangi Ye Jin dan Seung Chan menganggap itu tentang Seung Chan yang mengambil Ye Jin darinya.

Joon Mo galo seharian ini. Dia bahkan menolak tawaran teh gingseng Seung Chan. Dia juga menegur Seung Chan yang keliahatan gembira padahal acara mereka sedang dibatalkan penayangannya. Teman Seung Chan memberitahu kalo Joon Mo sedang sensitip tentang acaranya yang berating rendah dan terancam diambil alih. Seung Chan kemudian menirukan cara Joon Mo memarahinya.
"apa kau senang bisa beristirahat?"
"kau begitu bersemangat"
"haruskah aku membuatmu beristirahat selamanya"

"Itu yang dia katakan padaku"
Hong Soon masih penasaran kenapa Yang Mi tidak masuk kerja. Kata Tae Ho dia sakit. Hong Son mendekati pengganti Yang Mi dan mencoba meminta kertas. Ternyata penggantinya sangat ramah dan menyilahkan Hong Soon mengambil kertas sendiri. Hong Soon heran, apalagi saat penulis 2D1N dan yang lainnya dengan bebas mengambil kertas.

Ye Jin melihat cara berpakaian Da Jung yang terlalu seksi. Senior Da Jung sudah berusaha memberitahu tentang pakaiannya, tapi dia merasa tubuhnya seksi. Dan karena itulah sekarang Da Jung dibantu membawakan kerdus kerdus berisi poster yang dipesan MuBank oleh beberapa karyawan cowok.


Ye Jin dan Seung Chan sedang berbenah dirumah baru Ye Jin. Salah seorang tetangga mereka menegur tentang perbaikan rumah yang mengganggu istirahatnya. Dia menyebut mereka pasangan pengantin baru. Seung Chan mah senyum senyum dibilang begitu.

Di rumah Ye Jin, Seung Chan membantu semua pekerjaan Ye Jin. Bahkan mencampurkan mie saat mereka mau makan. Tiba tiba Joon Mo datang dan membawa raket nyamuk. Ye Jin senang dengan pemberiannya. Seung Chan menawari duduk disebelahnya, tapi Joon Mo malah duduk disebelah Ye Jin. Seung Chan bertanya bagaimana bisa Joon Mo tahu password rumahnya, padahal kata Ye Jin hanya dia yang tahu.
"paling paling kalo tidak tanggal lahirmu ya tanggal lahirku, dan itu tanggal lahirku, 0520"
Seung Chan diam.

Kekacauan terjadi diruangan Yang Mi. Semua yang mengambil kertas kemarin disuruh mengembalikan. Hong Soon senang saat tahu Yang Mi sudah masuk. Dia buru buru menemuinya. Yang Mi malah menyuruh Hong Soon mengembalikan kertas yang sudah diambilnya.

Acara spesial MuBank hampir dimulai. Ye Jin di kontrol room memberi banyak perintah pada Seung Chan, termasuk melihat persiapan Cindy. Seung Chan tiba disana berbarengan dengan rombongan CEO Byun dan Jin Hee. Byun ingin Jin Hee menempati ruang ganti yang sama dengan Cindy, tapi Cindy bersikeras menolaknya. Seung Chan menjadi penengah dan mencarikan ruang lain untuk mereka.

Ternyata tidak berhenti sampai situ, Byun juga menemui Ye Jin dan berharap dia mau membantu Jin Hee di debut pertamanya. Tapi jawaban Ye Jin membuat Byun hanya tertegun.
"tapi masalahnya, penampilan terpentingku hari ini, yang kukerjakan dengan sepenuh hati, dan ketulusan akan kutuangkan ke Cindy, bukan Cindy kedua, hari ini akan jadi penampilan terakhir Cindy untuk albumnya tahun ini, Cindy fighting!!!"
Cindy tersenyum mendengarnya. Malam itu Cindy berhasil mengalahkan K. Will di MuBank. Ye Jin sudah memberi aba aba kalo Cindy hanya akan mengucapkan terimakasih saja setelah itu dia akan bernyanyi, karena durasi waktunya tidak cukup. Tapi ternyata thanks to-nya Cindy malah panjang.
"terimaksih, hari ini pernghargaan ini berarti untukku, aku ingin mengucapkan terimakasih pada beberapa orang. Pertama aku ingin mengucapkan terimaksih kepada anggota Pinky4 dan aku juga minta maaf, aku tak pernah mengatakan ini sebelumnya, tapi aku benar benar sangat menyukai kalian, untuk orang tuaku yang mengawasiku dari jauh, aku merindukan dan mencintai kalian, dan PD Tak Ye Jin, aku sudah membuat begitu banyak kesalahan, Kau menggerutu didepanku tapi diam diam memperhatikanku, aku sungguh sungguh berterimaksih, dan untuk PD Ra Joon Mo dari 1D2N, terakhir, untuk orang yang menjadi payungku ketika aku berdiri sendiri ditengah hujan, aku ingin mengucapkan terimakasih, berkat dia terasa sangat hangat"
Seung Chan seperti biasa hanya bengong dan terus melihat Cindy yang bernyanyi.

Joon Mo memandangi album Yuna.

Hong Soon dan Yang Mi dengan brutalnya berciuman didepan mesin fotokopi hahaha. Bahkan tangan mereka berdua ikut terkopi dan menjadi saksi bisu hihihi.

Joon Mo sepertinya memikirkan Ye Jin dalam perjalanan pulang. Seung Chan menelpon Ye Ji dan bertanya dia dimana dia. Joon Mo menghampiri Ye Jin saat mereka berpapasan. Joon Mo menyuruh Ye Jin agar menyewakan saja rumah barunya, Ye Jin bertanya kenapa.
"kau masih tidak mengerti, aku ingin kita tetap tinggal bersama, aku tak ingin kau pergi"

Epilog

Seung Chan kecil memang sudah memperhatikan Ye Jin sejak pertama kali dia bertemu Ye Jin. Dia bahkan ikut terpotret karena memperhatikan Ye Jin dari dekat saat akan berfoto bersama Joon Mo. Begitu juga saat Ye Jin mau pindah rumah, dia memungut skesa gambar yang jatuh dari box yang dibawa Ye Jin. Saat Seung Chan memberikan sketsa itu, Ye Jin memujinya sebagai anak baik dan mengucek rambut dikepalanya. Ye Jin menyuruh Seung Chan menyimpannya.


Joon Mo...aja aja hwaiting hihi...awas ya jangan sampe Ye Jin jadian sama Seung Chan. Bow to mbk Fanny sebagai pens nya Seung Chan.

Terus terang saya kaget liat Kim Jong Kook berciuman disini. Finally beneran ada loveline antara Go Yang Mi dan Hong Soon.

Jadi kmrn ada yg sempet tanya juga di soompi, sejak kapan sih Seung Chan suka sama Ye Jin. Mungkin karena kebiasaan Ye Jin ngucek rambut Seung Chan akhirnya dia ingat kebiasaan cinta pertamanya (mungkin) meskipun dia tidak tahu kalo itu Ye Jin.

btw Seung Chan kecil imut juga hihihi....