Senin, 15 Juni 2015

Sinopsis Warm and Cozy episode 10


Hari itu, di Maendorong Ttottot banyak pelanggan yang datang. Mulai dari Jong Bae yang mengajak teman temannya, pegawai balai kota bawahan Hwang Wook, bahkan 3 ahjumma penyelam Sorang, Hae Sil, Yoo Ja dan Bok Nyo ikut makan disana. Jong Bae memuji Jeong Joo yang menurut paman Hwang Wook pantas menjadi ibu walikota. Sedang pegawai balaikota malah bingung harus memberi uang berapa untuk pernikahan nya dengan Jeong Joo nanti. Hae Sil berkata 
"Sekarang gosip sudah menyebar, kau tak kan bisa menikahi orang lain"
Bok Nyo malah berharap mereka membuatkan mie diresepsi pernikahan nanti. Jeong Joo sibuk mengelak sambil tersenyum.

Dari jauh, Geun Woo cemberut melihat Jeong Joo dituduh seperti itu. Tapi Poong San pinter deh, dia memanas manasi Geun Woo dan berkata kalo Jeong Joo memang sudah menjadi ibu walikota bagi warga situ. Dan Geun Woo tambah jengkel.

Jeong Joo menghitung kasir dan senang karena uang dikasir sudah banyak. Poong San juga ikut senang melihat Jeong Joo tertawa. Dia bertanya apa panggilan ibu walikota tidak membuatnya terganggu. Jeong Joo menghela nafas dan berkata kalo dia tidak bisa mencegah semuanya. 
"Geun Woo hyung tampaknya tak senang, aku tidak bisa bilang apakah dia kesal karena usaha berkembang pesat, ato dia tidak senang karena mungkin saja kau jadi ibu walikota"
Mau tak mau mata Jeong Joo mengarah ke Geun Woo yang sedang mengecek persediaan wine mereka. Jeong Joo mengingat ingat kejadian malam sebelumnya saat Geun Woo berkata kalo dia akan bersikap lebih baik pada Jeong Joo. Tapi tetap saja Jeong Joo tidak tahu apa maksudnya. Jeong Joo mendekati Geun Woo di gudang wine. Dengan sedikit ragu ragu, dia bertanya apa maksud perkataan Geun Woo malam itu. Geun Woo menjawab kalo dia tidak mau Jeung Joo menjadi istri walikota. Dan....Jeong Joo ternyata hanya melamun sodara sodara. Setelah sadar dari lamunananya, dia menatap punggung Geun Woo dan dengan cepat memeluk punggungnya. Geun Woo kaget.
"Geun woo, soal yang kau katakan malam itu, kalo kau akan baik padaku, apa artinya kau juga menyukaiku?
Geun Woo pun menjawab tepat seperti jawabannya dalam lamunan Jeong Joo. Lha kug bisa sama? ya iyalah orang yang ini juga hasil lamunannya Jeong Joo XD. Jeong Joo aslinya senyum senyum sendiri sambil memeluk tiang tempat lilin. Tapi Geun Woo salah paham dan mengira Jeong Joo senang karena dia dipanggil ibu walikota. Geun Woo lalu mengajak Jeong Joo ditempat yang sudah dia pesan ke temannya. Tapi dia menyuruh Jeong Joo membawa barang keluar. Tapi tali sepatu Jeong Joo lepas, dan Geun Woo menalikannya. Jeong Joo ikut ikutan jongkok dan bertanya apa yang akan Geun Woo lakukan jika dia terus meyukainya.
"fakta kalo kau menyukaiku, tidak buruk juga, aku merasa jadi orang yang cukup baik untuk kau sukai dan merasa sepertinya aku harus terus menjadi orang baik. mungkin itulah aku tidak berniat menghilangkan perasaanmu padaku" 
Tapi Jeong Joo protes karena dia tidak mau terus terusan menyimpan cinta yang tidak terbalas.

Hwang Wook menemui seorang ahjumma yang akan pergi ke amerika dan memerlukan seseorang yang bisa mengurus restoran milik ahjumma itu.

Hwang Wook menemui Jeong Koo dan memberinya buket bunga yang baru dia petik dari suatu tempat. Tapi dia berjanji akan terus menerus mengiriminya bunga sampai Jeong Joo mau diajak ketempat bunga itu dipetik. Poong San melihat mereka.

Didalam, Jeong Joo menata bunga itu di vas. Poong San memanas manasi Geun  Woo. Geun Woo mendekati Jeong Joo dan berkata kalo dia akan membeli bunga....tapi untuk gadis lain.

Ternyata bunga itu untuk makam ibunya. Hee Ra bertanya pada Jung Geun soal itu. Mereka juga membahas tentang beberapa kerabat yang masih penasaran siapa ayah Geun Woo. jung geun memberi tahu Hee Ra kalo kemungkinan paman Geun Woo akan mengajak Geun Woo bekerja diperusahaannya. Lalu Hee Ra bertanya
"bagaimana perasaanmu belakangan ini? maksudku orang yang kau kencani, tidak berjalan lancar ya? lagipula dia tidak datang ke acara pesta"
Hee Ra mau mengenalkan pada seorang Direktur di Galeri Miso Jeju, tapi Jung Geun menolak dan menjawab kalo orang yang dia temui adalah seorang Presidir hihihi.

Jung Geun membawa motornya yang keren ke sekolah menyelam. Dia bermaksud memberikan kalung mutiara hitam pada Hae Sil. setelah mencari kesana kesini, akhirnya dia menemukan seseorang berbaju selam duduk dikursi penumpang motor Hae Sil dan membelakanginya. Tanpa bertanya lagi, Jung Geun memakaikan helm dan menariknya ke motor, lalu pergi dari situ.  Tapi tak lama dari dalam, Hae Sil dan Yoo Ja keluar. Lha terus siapa yang digonceng Jung Geun?

Ternyata Jung Geun membawa Bok Nyeo XD. Tapi Bok Nyo akhirnya membantu Jung Geun dengan membawakan Hae Sil untuknya. Jung Geun memperkenalkan dirinya secara resmi dan mengajak Hae Sil berkencan. Hae Sil, ternyata setuju untuk berkencan.

Geun Woo jengkel pada Jong Bae yang memaksanya ikut dalam rencana menjodohkan Hwang Wook dan Jeong Joo. Rencana nya mereka akan membuat kencan bioskop.
"bujuk nona Lee diam diam dan bawa dia keluar, buat dia duduk dikursi ini, dan kau keluar dari sana, aku akan membuat Wook duduk disampingnya, dan aku juga akan pergi, saat mereka cuma berduaan, mereka akan bersama sama sampai film nya selesai, dan kencan akan berlangsung setelahnya"
Tentu saja Geun Woo langsung menolaknya. Targetpun berubah pada Poong San yang ternyata setuju membantu Jong Bae. Dan Jeong Joo pun masuk perangkap Poong San.

Ji Won kaget saat diberitahu temannya kalo tangan Geun Woo terluka karena terhimpit pintu mobil saat berusaha mencegahnya pergi dengan Kim Min Seok. Juga soal Geun Woo menyelamatkannya dari hinaan karena tidak jadi ikut pestanya Min Seok.

Hae Sil diajak Jung Geun untuk dimake over. Hae Sil dengan lucunya bilang
"kau sudah tergila gila padaku dengan pakaian selam, apa kau bisa menanganinya saat aku jadi cantik?" 
Jung Geun tersenyum mendengar pertanyaan itu dan dia menjawab kalo dia akan mencoba mengatasinya. Dan inilah dia, Hae Sil dengan dress merahnya. Jung Geun aslinya tersenyum lebar melihat perubahan Hae Sil, tapi dia cepat cepat menutupi senyumnya dan menghampiri Hae Sil. Dia menggoda Hae Sil dan berkata kalo Hae Sil tidak secantik itu meskipun sudah berdandan. Hae Sil melengos kecewa. Tapi Jung Geun segera menyambungnya dengan berkata kalo mungkin ada yang kurang.

Setelah dia memasang kalung mutiara hitam itu, dia berkata kalo Hae Sil jadi cantik sekarang hihihi. Jung Geun memberitahu kalo mereka akan pergi makan malam di kaapal pesiar, dan Hae Sil berkata kalo dia masih bisa menangkap abalon meskipun dengan pakaian seperti itu.

Di Maendorong Ttottot, Geun Woo yang masih tidak mau Jeung Joo berdua nonton film dengan Hwang Wook, memaksa Jeong Joo suit. Kalo dia menang, Jeong Joo harus ikut dia. Sebelum suit, Geun Woo bilang kalo dia akan mengeluarkan kertas, maksudnya agar Jeong Joo mengeluarkan batu, ternyata Jeong Joo malah gunting hahaha. Dan dengan jengkel Geun Woo berkata "nikmati filmnya!"

Di bioskop, mereka ternyata nonton Jurassic Park. Jong Bae yang sudah ada di lobi dengan Hwang Wook, mengirim text ke Poong San yang sudah didalam bersama Jeong Joo, menyuruhnya pergi. Poong San pun memberitahu Jeong Joo kalo dia mau ketoilet. Poong San pergi dan Hwang Wook juga sudah dipaksa jong Bae masuk duluan ke theaternya. Tapi ternyata dia kalah cepat dengan Geun Woo. Jeong Joo kaget, dan bertanya apa yang dilakukan Geun Woo disitu.
"ayo main sekali lagi, gunting-batu-kertas, kalo menang ikutlah denganku, ayo lakukan, aku akan keluarkan yang sama dengan tadi"
Kali ini Jeong Joo mengeluarkan batu. Geun Woo langsung meraih tangan Jeong Joo dan mengajaknya pergi dari situ. Hwang Wook, yang baru datang, melihat mereka berdua keluar. Dan tak lama sms dari Jong Bae masuk. Dia membaca isinya, "bersenang senanglah dengan Nona Lee".

Geun Woo menggandeng tangan JeongJoo dan mengajaknya jalan jalan.

Ji Won pergi ke Maendorong Ttottot yang tutup hari itu.

Hwang Wook nonton film sendirian dan melihat disebelahnya banyak pasangan yang sedang berkencan.

Jong Bae memberitahu Yoo Ja dan Bok Nyo rencananya untuk mendekatkan Hwang Wook dan Jeong Joo. Mereka berdua medukung rencana itu. Yoo Ja lalu memberitahu Jong Bae
"Oh ya...pasangan novelis itu, berkeliling kota bertanya tentang suami Hae Sil yang sudah meninggal, mereka datang kerumahnya tapi sudah aku usir"
Jong Bae juga tidak suka kalo ada yang mengganggu Hae Sil.

Dirumah, Hae Sil membuka kotak kalung mutiaranya. Dia mengingat perkataan Jung Geun kalo dia menginginkannya, dia harus memakai kalung ini dan datang padanya.

Jeong Joo mengajak Geun Woo ke cafe es serut tempat dia dulu menunggu Geun Woo sampai esnya cair. Disana dia malah marah marah pada Geun Woo karena terus mengungkit masalah bunga yang diberikan Hwang Wook. Akhirnya Geun Woo pergi meninggalkan Jeong Joo.

Jeong Joo kembali ke bioskop dan mengira kalo Poong San masih disana. Dilobi, dia bertemu Hwang Wook. Hwang Wook bertanya kenapa Jeong Joo kembali sendirian, padahal tadi dia melihatnya bersama Geun Woo. Jeong Joo lalu bercerita kalo dia ditingalkan Geun Woo setelah dengan sukarela kalah suit.
"Apa bunga yang kubawakan sebelumnya masih segar?, ada sebuah restoran bagus dikaki bukit dengan bunga bunga itu. Apa kau mau melarikan diri dan makan disana? Kalo kau terus kalas, jawabannya adalah melarikan diri, melarikan diri juga adalah strategi terbaik dalam perang"
Setelah itu Hwang Wook menyuruh Jeong Joo mencuci muka sebelum mereka pergi. Saat berjalan ke toilet, Jeong Joo bertemu Poong San. Jeong Joo yang tidak tahu tentang rencana Jong Bae, minta maaf pada Poong San karena dia pikir Poong San nonton film sendirian. Saat Poong San tahu Jeong Joo pergi dengan Geon Woo, dia memberi tahu kemana Geun Woo akan pergi. Ke pemakaman ibunya.

Lee Jeong Joo menyusul Geun Woo setelah meminta maaf karena batal ikut dengan Hwang Wook.

Dipemakaman, Geun Woo belum turun dari mobilnya. Dia ingat tahun lalu, ada buket bunga mawar merah dan sekotak makanan diletakkan di batu nisan ibunya. Dia penasaran pada orang yang mengunjungi makam ibunya, dan bertanya tanya apa tahun ini dia akan datang lagi.

Jeong Joo mengetuk pintu mobil Geun Woo dan dia tersenyum.

Hee Ra minum teh bersama Ji Won. Dia bercerita kalo Geun Woo kemungkinan akan menjadi pewaris bisnis pamannya yang besar karena pamannya tidak punya anak kandung. Mendengar itu, Ji Won langsung tersenyum matre.

Geun Woo dan Jeong Joo berjalan menuju makam ibunya. Jeong Joo masih bertanya tanya bagaimana bisa ayahnya berfoto bersama ibu Geun Woo.

Poong San menerima telp dari seorang wanita yang sepertinya ibu Jeong Joo, karena dia punya foto ulang tahun pertama Jeong Joo. Dia bertanya bagaimana cara sampai ke Maendorong Ttottot.

Geun Woo dan Jeong Joo sampai di makam ibu Geun Woo. Dan seperti dugaannya, ada bunga mawar merah lagi disitu. Geun Woo menduga kalo yang meletakkan itu adalah ayahnya. Jadi ayah Geun Woo ternyata belum meninggal.

Mi Ra dan suaminya menemui Jong Bae dan bertanya tentang Hae Sil. Ternyata mereka sudah mencaritahu dan menemukan kalo yang menyebabkan kecelakaan suami Hae Sil adalah pria difoto ini.

Jung Geun menunggu jawaban dari Hae Sil. Hee Ra masuk kantornya dan memberitahu kalo direktur galeri yang mau dia kenalkan ke Jung Geun akan datang dan mereka akan makan bersama di villanya.

Hae Sil datang dan dia memakai kalung nya...omo..Dia bertemu sekretaris Jang yang membawanya ke villa. Saat dia menunggu, Hee Ra dan direktur galeri itu datang.  Hee Ra menyangka Hae Sil adalah pembantu, menyuruhnya bersih bersih dilantai atas. Ternyata direktur itu adalah anak dari presdir yang pernah membantu Jung Geun saat membangun hotel di Bali.
"maaf setelah mengatur perkenalan jadinya malah begini, oppa bilang dia sedang menemui seseorang belakangan ini"
Mendengar itu Hae Sil memutuskan untuk pergi. Sayang Hee Ra malah menganggap Hae Sil pencuri karena melihatnya memakai kalung Jung Geun. Hae Sil tidak bisa mengatakan siapa dia, dia hanya memberitahu kalo dia mau mengembalikan kalung itu. Tapi akhirnya Hee Ra bisa menebak siapa Hae Sil. Hae Sil menitipkan kalung nya pada sekretaris Jang. Jung Geun melihat Hae Sil berjalan pulang dari kaca kantornya tanpa bisa berbuat apa apa.

Geun Woo bercerita tentang ayahnya pada Jeong Joo. Dari cerita almarhum ibunya, ayah Geun Woo adalah orang jahat. Geun Woo berpikir apakah dia akan mewarisi sifat jahat ayahnya. Tapi dia merasa seperti orang baik karena ada Jeong Joo yang menyukainya. Makanya dia ingin Jeong Joo terus menyukainya. Mendengar itu Jeong Joo marah dan memaki Geun Woo "kau benar benar brengsek". Dan dia pergi.

Hee Ra bercerita pada Ji Won tentang Hae Sil Tapi dia malah membawa bawa Jeong Joo yang selalu ada didekat Geun Woo.

Geun Woo menerima telp dari Hee Ra.

Ji Won menunggu Jeong Joo di Maendorong Ttottot. Dia mengajak Jeong Joo bicara.
"kau tidak mengharapkan sesuatu selagi tinggal disini kan? sudah kubilang untuk tidak berkhayal dan mengharapkan sesuatu, jadinya berat untukmu. aku mau kalo kau dan restoran ini tidak berada disekitar Geun Woo lagi"

Hee Ra memberi cek pada Geun Woo sejumlah 2x uang yang diberikan Jeong Joo untuk menyewa restorannya. 100 juta won. Dia menyuruh memberikan uang itu pada Jeong Joo dan menyuruhnya pergi dari restoran. Tapi Geun Woo dengan tegas menolak tawaran Hee Ra. sebelum pergi dia mengambil bunga mawar di vas kamar Hee Ra

Jong Bae  membawa neneknya Hwang Wook menemui Jeong Joo. Hwang Wook yang tahu langsung menyuruh Jong Bae membawa neneknya pergi. Tapi setelah itu dia kembali membujuk Jeong Joo untuk ikut dengannya.
"oh ya kau sendirian lagi? dia meninggalkanmu lagi? banyak bunga yang layu, apa kau tidak ingin memetik bunga? cobalah melarikan diri, kalo sulit, akan kugenggam tanganmu dan lari bersamamu"

Geun Woo sampai direstoran dengan membawa setangkai bunga mawar. Saat dia tahu Hwang Wook disana untuk menjemput Jeong Joo, dia kelihatan sedih dan dia tidak jadi memberikan bunganya.

Malam itu, saat Jeong Joo pulang membawa buket bunga dari Hwang Woo, dia melihat vasnya sudah diganti dengan mawar Geun Woo. Bunga itu dibuang ke wastafel. Geun Woo marah dan berkata kalo itu bunga mahal seharga 100 juta. Jeong Joo  juga tidak mau kalah, dia juga balik memarahai Geun Woo. Jeong Joo bilang kalo dia tidak akan kalah dengan Geun Woo. Geun Woo menjawab "coba kalo kau bisa". dan dia mencium Jeong Joo.
"kau kalah kan?"
Waaa....2 drama yang saya ikuti semua ada adegan kisseu nya. Saya masih meraba apa yang terjadi dimasa lalu. Jadi suami Hae Sil meninggal karena kecelakaan yang disebabkan oleh ayah Jeong Joo. Terus ada hubungan apa sebenarnya ibu Geun Woo dengan ayah Jeong Joo????

1 komentar:

  1. Disisni dikatakan ayah geun woo itu jahat...kalau yg berdiri di foto bareng ibunya geun woo itu, ayahnya jeung joo yah?bukan ayahnya geun woo????jadi ayah geun woo dan ibu jeung joo ada kemungkinan masih hidup dan ayah geun woo juga????
    Heheehe maksudnya nyium jeung joo apaan tuh...yeh...geyn woo.....
    Gumapshimnida mbak poet....








    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...