Rabu, 10 Juni 2015

Sinopsis Warm and Cozy episode 8


Tubuh Jeong Jo dengan sigap ditahan Geun Woo agar tidak jatuh dilantai. Geun Wo bingung dan berguman sendiri "bagaimana ini, ini tidak nyaman". Tapi meskipun begitu, saat ponselnya bergetar, dia cepat cepat mengambil dari saku dan mematikannya. Jeong Jo malah tambah ndusel di dadanya Geun Wo. Pelan pelan Geun woo membopong tubuh Jeong Joo ke atas kursi dan menyelimutinya dengan apron dan selimut. Geun Wo mau pergi dan mengambil ponselnya di atas meja, saat Jeong Joo tiba tiba merintih. Geun Woo yang bingung, dan mengira Jeong Joo kesakitan, mengambil vitamin dan meminumkannya. Jeong Joo membuka matanya sebentar lalu terpejam lagi. Geun Woo berkata kalo dia akan mengambilkan air hangat. Tapi waktu Geun Wo beranjak, Jeong Joo menarik tangannya dan melarangnya pergi.
"Geun Woo.....kajima....."
Paginya, Jeong Joo yang masih pusing karena mabuk semalam bertanya kenapa Geun Woo kembali ke Maendorong Ttottot lagi. Geun Woo menjawab kalo dia diusir hyung nya.

Jung Geun malah keheranan saat bicara dengan Hee Ra.
"aku ntidak mencari Geun Woo dan mengusirnya, aku bahkan tidak tahu dia ada disana, dia mendadak lari kemari dan muncul dihadapanku, sejujurnya aku suka berhalusinasi belakangan ini, tapi benar itu Geun Woo"
Hee Ra juga bertanya tanya ada apa dengan adik mereka.

Di Maendorong Ttottot, Poong San yang senang Geun Woo kembali, memanas manasi Jeung Joo dan berkata kalo alasan Geun Woo kembali adalah dia. Jeong Joo salah paham dan bertanya apa Poong San menelponnya karena minta bantuan untuk makan malam kantor kota. Poong San menggeleng.
"tidak, hyung kembali bukan hanya karena Maendorong Ttottot,  tapi juga karenamu! hyung tidak akan pernah meninggalkanmu"
Jeong Joo agak kegeeran sekarang. Dia mengamati Geun Woo dari belakang. Tiba tiba Geun Woo memanggilnya dan dengan gugup, Jeung Joo menjawabnya. Geun Woo bertanya di mana dia menyimpan brokoli yang mereka beli waktu itu. Jeong Joo membuka kulkas, tidak sadar kalo Geun Woo berdiri belakangnya. Saat Jeung Joo berbalik, dadanya berdebar debar karena Geun Woo dekat sekali dengannya.  Geun Woo yang mengambil brokoli, heran melihat Jeung Joo hanya diam didepannya. Dia lalu menyuruhnya minggir agar pintu kulkas bisa ditutup.

Geun Woo kemudian mengungkit ungkit saat Jeong Joo memegang tangan dan melarangnya pergi semalam. Awalnya dia berkelit, tapi ingatan mabuknya semalam tiba tiba muncul, dan Jeong Joo jadi malu. Geun Woo kemudian berkata kalo dia akan menepati janjinya untuk menemani Jeung Jio saat dia sakit.

Geun Woo memberitahu Poong San kalo dia akan berbicara dengan Jeong Joo tentang penyakitnya. Poong San jadi gugup.

Hae Sil, Yoo Ja dan No Bok Nyo membicarakan Jung Geun yang tidak datang pada kelas menyelam padahal sudah lolos. Mereka bahkan menganggap Jung Geun pria lemah. Lhaa...belum tahu ya.
"kau selamatkan hidupnya dari laut, Hae Sil, ikatanmu dengannya dibuat oleh dewa laut, jadi jagalah dia hingga akhir"
Tapi Yoo Ja ahjumma malah  menyuruh membiarkan saja dia meskipun bertemu dengan dewa laut lagi. Hae Sil diam.

Jung Geun sedang berjalan bersama direksi menuju halaman depan hotel saat dia melihat Hae Sil disana. Jung Geun langsung berhenti dan membalikkan badan karena Hae Sil melihatnya. Ternyata Hae Sil mengikuti mereka sambil memanggil sekretaris Jang. Jung Geun setengah berlari menghindari Hae Sil lalu menyuruh Sekretaris Jang menemuinya. Padanya, Hae Sil bertanya apa dia kenal dengan Tn Song Jung Geun, orang dari bidang perhotelan.

Sekretaris Jang melaporkan pada Jung Geun. Dan seperti biasa, reaksi Jung Geun geje.
"dia merindukan aku, jadi dia jauh jauh kemari dan sedang menungguku sekarang, jadi haruskan kau bersikap ramah dan menemuinya? dimana dia sekarang?"
Sekretaris Jang mengatakan dia sudah menyuruh Hae Sil pulang. Jung Geun langsung turun ke bawah dan mengejarnya. Dia berlari sampai sampai mengabaikan kolega kolega nya yang kebetulan berkunjung di hotel. Sampai depan, dia melihat Hae Sil sudah keburu naik motornya dan pergi. Geun Woo akhirnya mengambil ponsel, berusaha menelpon Hae Sil sambil berlari kencang dibelakangnya. Ditikungan, Hae Sil baru merasa ponselnya berbunyi, dan dia turun dari motor untuk mengangkat ponselnya. Jung Geun yang melihatnya langsung mendekati dan menyandarkan punggungnya di punggung Hae Sil sambil masih terengah engah.

Mereka duduk berdua di tebing. Hae Sil bertanya kenapa Jung Geun tidak datang dipelajaran menyelam mereka. Jung Geun menjawab kalo dia pergi kesana bukan untuk menyelam, tapi untuk menemui Hae Sil. Kerena sekarang Hae Sil tidak mau bertemu dengannya, buat apa dia pergi. Tapi saat Hae Sil menyuruhnya datang, Jung Geun mau datang. Jung Geun dengan geer nya berkata kalo Gae Sil pasti rindu padanya karena jauh jauh datang untuk mencarinya. Tapi Hae Sil berkelit, "aku datang karena bertemu dengan presdir, jadi aku mencarimu selagi ada disana". Tentu saja Jung Geun tertawa dan bertanya bagaimana bagaimana presdirnya.
"dia agak gemuk dan bulat,  tampak seperti orang dermawan"
Jung Geun tertawa karena kebohongan Hae Sil dan berkata kalo Hae Sil tidak bertemu Presdir. Saat Hae Sil akan pulang, Jung Geun memakaikan helmnya dan berkata kalo jalannya tidak rata karena perbaikan, jadi dia akan memperbaikinya kalo Hae Sil datang lagi berkunjung. Hae Sil bingung.

Hee Ra memberitahu Ji Won kalo presdir sepertinya sedang mengencani seseorang. Ji Won terkejut karena tidak tahu sama sekali. Tapi Hee Ra berjanji akan memberitahunya kalo dia sudah tahu tentang itu. Hee Ra juga berkata untuk tidak menggantungkan Geun Woo lagi.
"jangan kelewatan, kau mungkin yakin kalo Geun Woo hanya melihatmu seorang, tapi Geun Woo bisa menghianatimu dan segera berpaling darimu seperti ayahnya"
Ji Won menebak apakah itu yang dilakukan ayah Geun Woo pada ibu Hee Ra. Hee Ra berkata itu rahasia.

Jong Bae pergi ke kantor kota menemui Hwang Wook dan bertanya kenapa dia mengadakan acara makan di Maendorong Ttottot dan bukannya di restoran sea foodnya. Hwang Wooj menjelaskan kalo mereka ingin perubahan suasana. Tapi tenryata kedatangan Jong Bae bukan hanya itu. Dia juga mengatur supaya walikota mereka menikah dengan Jeong Joo. Dia merencanakan ini dibantu dengan pegawai balai kota dan dia juga minta bantuan pada Geun Woo.

Geun Woo jelas jengkel dimintai tolong. Apalagi Jong Bae menceritakan rencana mereka untuk menyatukan mereka berdua.
"kami memainkan permainan Yut saat makan malam sebelumnya, tapi kali ini akan kami sarankan adu panco, seluruh karyawan sepakat untuk mengalah pada walikota Hwang, kau pikir Jeung Joo akan jatuh cinta padanya cuma karena menang main adu panco? itu belum semuanya, kami sudah menyiapkan sebuah kalung untuk pemenangnya, jika kami bisa memakaikan kalung itu dileher Jeong Joo, kejutan ini kan sukses besar"
Geun Woo yakin kalo Jeong Joo tidak akan menerima kalung Hwang Wook.

Malam makan malam pegawai kantor kota. Semua berkumpul dan bersulang untuk salah satu pegawai kantor yang akan pindah ke Seoul. Saat Jeong Joo mengantarkan makanan, dimulailah rencana mereka. Jeung Joo disuruh duduk di samping Hwang Wook dan mereka meyuruh nya menuangkan makgulli untuk Jeong Joo. Dari jauh Geun Woo hanya memandanginya. Poong San malah memanas manasi dengan berkata kalo Jeung Joo sedang menyemangati Hwang Wook.  Dan sesuai dengan skenario, mereka membiarkan pak walikota menang lomba adu panco sampai final. Difinal hadiahnya adalah kalung. Hwang Wook ditanya pada siapa kalungnya akan diberikan kalo dia menang.
"akan aku berikan pada seseorang yang menyemangatiku jadi aku bisa menang!"
Lalu satu persatu pegawai perempuan pindah dibelakang lawan Hwang Wook dan hanya tersisa Jeong Joo. Hwang Wook berjanji akan memberikan kalungnya pada Jeong Joo kalo menang.

Geun Woo tiba tiba mendekati mereka dan mengacaukan rencana. Dia sengaja berkata kalo pertandingan sudah diatur. Karena tersinggung, Hwang Wook menantang Geun Woo adu panco. Geun Woo setuju. Sebelum bertanding, dia juga berjanji akan memberikan kalung itu pada Jeung Joo.

Pertandingannya sengit. Geun Woo dan Hwang Wook sama sama ngotot untuk menang. Jeong Joo jadi merasa seperti putri raja yang menjadi rebutan 2 pangeran hihihi
"kalo aku berpikir tentang pengunjung tetap dari kantor kota, maka pak walikota harus menang, tapi aku tidak bisa membuang Geun Woo yang setia bersamaku di Maendorong Ttottot"
Poong San bertanya hati Jeong Joo memilih siapa. Jeong Joo sadar dan dia ingin Geun Woo menang. Karena Hwang Wook sudah hampir bisa mengalahkan Geun Woo, Jeong Joo akhirnya meniru pose pria tanah merah liat didepan Hwang Woo. San tumbanglah dia hehehe. Akal akalannya Jeong Joo.
Geun Woo dan Poong San kegirangan, dan Jeong Joo menundukkan kepala ke Hwang Wook yang melongo dan menghilang dari situ. Hihihi kesian Hwang Wook. Geun Woo mengikuti Jeong Joo kedapur dan memberikan kalungnya. Tapi Jeong Joo menolaknya karena Geun Woo ikut adu ponco bukan karena Jeong Joo tapi karena dia benci dengan walikota. Ponsel Geun Woo berbunyi dan dia segera pergi keluar. Jeong Joo melihatnya dari jauh. Poong San berkata sepertinya dia bertemu Ji Won.

Jung Geun, Hee Ra, Ji Won minum bersama. Mereka bicara tentang peresmian gedung baru. Hee Ra menyuruh oppa nya mengundang Geun Woo dan mengajak seseorang untuk menjadi pasangannya. Ji Won mengajukan diri menjadi pasangan Jung Geun, tapi dia langsung ditolak.

Ji Won menunggu Jung Geun di kamarnya. Dia ingin bicara dengan Jung Geun.
"aku cemas kau mungkin merasa tidak nyaman berada didekatku, karena salah paham mengenai aku dan Geun Woo, saat kubilang aku ingin berdiri di sampingmu sebagai pasanganmu tadi, itu bukanlah omong kosong, aku sudah mengagumimu, tak apa apakan jika aku berdiri disampingmu?"
"karena kau membahasnya secara langsung, ku rasa kau lebih baik tahu dengan jelas, Ji Won, kau tidak ada dalam hitunganku ataupun hatiku, aku juga berniat melupakan percakapan ini, jadi kau boleh pergi"
Widih...dasar Ji Won...

Jeong Joo mengantarkan rombongan kantor kota sampai depan saat mereka pulang. Hwang Wook masih tinggal dan bertanya mana kalungnya. Saat tahu kalo kalungnya bukan untuk Jeong Joo, Hwang Wook memarahi Jeong Joo karena menjadi orang bodoh. Jeong Joo memang mengira kalo Geun Woo pergi menemui Ji Won untuk memberikan kalung. Hwang Wook berkata
"Kau bertindak bodoh, dan kehilangan kalungnya, kenapa kau meyoraki pria yang kau sukai, kau seharusnya menyoraki pria yang menyukaimu!"


Mendengar itu Jeong Joo kaget, tapi dia menegaskan kalo dia hanya menyukai Geun Woo. Duengg...gantian Hwang Wook yang syok hihihi. Tiba tiba ada mobil mendekat, ternyata Ji Won. Dia mau mencari Geun Woo. Saat tahu yang dicari tidak ada, dia bilang kalo mau menunggu saja didalam. Wajah Jeong Joo tiba sumringah, karena sadar kalo Geun Woo bukan pergi menemui Ji Won.

Tapi kemana Geun Woo? Ternyata dia menemui dokter Kim, seorang dokter kenalannya dan bertanya mengenai sakitnya Jeong Joo.

Hae Sil sedang dirumah saat Jung Geun menelponnya. Hae Sil curiga kalo Jung Geun sebenarnya sedang mengintainya. Tapi Jung geun berkelit dan bilang dia tidak punya waktu sebanyak itu. Halah padahal lho dia lagi ada di pagar dan mengintip Hae Sil. Dia juga bertanya apa Hae Sil pernah ke pesta, karena dia akan mengajakknya. Hae Sil dengan ketus menjawab
"pesta? aku sering pergi ke pesta. aku sedang dalam perjalanan ke pesta lagi, jadi aku sibuk, dadah"

Ternyata Hae Sil memang sedang berkumpul dengan teman temannya di restoran seafood. Mereka bersenang senang, bahkan Yoo Ja ahjumma sibuk bernyanyi. Saat Jung Geun Jun melihat mereka dari jauh, Jong Bae muncul dari belakang dan menyapanya. Jong Bae memanggilnya "Tn Song yang berusaha membebani Hae Sil". Jong Bae bercerita pada Jung Geun tentang hidup Hae Sil.
"dia menikah diusia 19 tahun dan datang ke pulau Jeju, dia kehilangan suaminya bahkan sebelum beranjak satu tahun, tapi dia tetap hidup sendiri selama 30 tahun. Jangan permainkan dan merusak reputasinya, paham!"

Jung Geun akhirnya sadar kalo dunianya berbeda dengan Hae Sil. Dia baru saja beranjak pergi saat mendengar suara Hae Sil bernyanyi. Jung Geun berhenti dan memandang Hae Sil dari jauh. Saat pulangpun, dia mengikuti Hae Sil sampai rumah.

Dikamarnya, Jung Geun akhirnya mengerti kenapa Hae Sil dulu memarahinya waktu dia dikira mau bunuh diri.

Bo Mi Ra bertemu Hee Ra dan mengajaknya minum.
"istri dari nelayan yang meninggal karena kecelakaan adalah seorang wanita penyelam, akankah gadis penyelam berusia 19 tahun saat itu masih berada di kota sorang?"
Hee Ra yang sedang mabuk jengkel dengan dirinya sendiri yang selalu banyak bicara saat kebanyakan minum. Dia lalu melarang Bo MI Ra membuat novel tentang ibunya dan ayah Geun Woo.

Geun Woo pulang ke Maendorong Ttottot. Dia masih dimobil sambil mengingat ingat pembicaraannya dengan dokter Kim. Dia berkata kalo obat yang ditunjukkan Geun Woo adalah penahan nyeri yang sangat keras. Dan orang yang meminumnya harus segera dibawa ke rumah sakit.

Jeong Joo dan Geun Woo mengelap piring berdua. Geun Woo mengundang Jeong Joo ikut bersama di pesta kakaknya. Geun Woo mengambil kulit kerang dan memberikannya ke Jeong Joo. Jeong Joo bingung, tapi Geun Woo berkata kalo ada sesuatu didalam kerang itu untuk Jeong Joo. Ternyata isinya kalung tadi. Jeong Joo langsung tersenyum lebar. Geun Woo mengajaknya jalan jalan ke tempat yang ingin didatangi Jeong Joo.

Pagi itu Maendorong Ttottot tutup dan Jeung Joo memasang papan pengumuman dipagar depan. Pak walikota mendekatinya dengan raut wajah yang todak cerah ceria sama sekali. Tapi dasar Jeong Joo, dia tetap mengoceh dan tidak merasa berdosa sama sekali. Jeong Joo bertanya dimana tempat di Jeju yang indah.
"ada banyak tempat yang sangat indah di Jeju, aku tahu banyak tempat indah yang tersembunyi dan tidak diketahui orang lain"
Jeong Joo memohon minta diberitahu tempatnya tapi Hwang Wook menolak. Hahaha ternyata Hwang Wook pendendam juga ya. Dia meminta Jeong Joo menikah dengannya kalo dia benar benar pengin tahu tempatnya. Hwang Wook pergi dengan sepedanya tapi ternyata dia memang baik hati dan tidak sombong. Buktinya dia kembali lagi dan memberi tahu Jeong Joo meskipun dengan jengkel. "Kincir angin tepi pantai..."teriaknya.

Resort Jung Geun sibuk sekali dengan acara pembukaan gedung baru. Sayang, tim kesenian tradisional tidak bisa datang untuk sesi foto dan Ji Won memutuskan untuk menggantinya dengan wanita penyelam karena mereka sudah disponsori oleh resort.

Hee Ra bertanya pada Jung Geun apakah dia akan mengundang pasangannya.
"Ya aku mengirim sekretaris Jang, Dia akan membawanya"
Tapi ternyata Hae Sil tidak ada dirumah. Ya iyalah, Hae Sil, Yoo Ja dan Bok Nyeo datang ke resort dengan membawa alat selamnya.

Jeong Joo berdandan cantik sekali. Begitu juga dengan Geun Woo dan Poong San. Cuman Poong San agak bingung saat Geun Woo berkata kalo hari ini dia akan bicara dengan Jeong Joo soal penyakitnya.

Ji Won bertemu dengan dokter Kim di resort. Dia memberitahu kalo Geun Woo bertanya padanya tentang penyakit temannya. Ji Won penasaran siapa temannya itu.

3 ahjumma penyelam disuruh untuk berfoto bersama tamu asing selama sesi foto. Mereka kaget dan merasa terhina. Yoo Ja ahjumma langsung marah dan mau pergi, tapi tangannya dipengangi oleh Bok Nyeo dan Hae Sil. Tapi karena dia berontak, Hae Sil terkena kibasan tangannya dan terlempat ke kolam. Saat itulah presdir Song datang. Dan Hae Sil yang sudah naik keatas, terpaku. Dia lalu mendatangi Jung Geun.
"apa kau presdirnya? jadi ini caramu mengundangku kesebuah pesta?, ini adalah sebuah pesta yang hebat"
Hae Sil langsung pergi tanpa menoleh lagi kebelakang.

Poong San memberitahu supaya Jeong Joo bersiap siap kalo saja situasinya berubah. Jeong Joo tidak tahu apa maksud kata kata Poong San.

Geun Woo menemui kakaknya dan memintanya berhenti mencarikan pembeli Maendorong Ttottot.

Poong San keluar dari kamar mandi dan bertemu Ji Won. Sebenarnya dia mau menghindarinya, tapi Ji Won mencegahnya pergi dan bertanya tenang siapa teman Geun Woo yang sedang sakit parah. Poong San tidak sengaja akhirnya menceritakan kesalahan pahaman Geun Woo kepada Jeong Joo.

Ji Won mendatangi Jeong Joo dan dengan jahatnya memberitahu Jeong Joo apa yang terjadi.
"Geun Woo berpikir kau sakit keras, dia baik padamu karena kasihan, dai pikir kau akan segera meninggal"
Jeong Joo terdiam.

Geun Woo menelpon Jeong Joo yang tiba tiba menghilang. Tapi Ji Won yang muncul didepannya melarangnya. Dia bilang kalo sakitnya Jeong Joo itu bohong. Geun Woo kaget. Saat Ji Won meraih tangannya dan mengajaknya minum teh, Geun Woo menepis tangannya dan pergi mencari Jeong Joo.

Geun Woo menemukan Jeong Joo duduk di kincir angin tepi pantai.
"kau sudah datang, apa yang ingin kau tanyakan padaku disini soal apakah aku sedang sekarat? kau pikir aku sakit parah hingga bisa mati, apa kau selalu bersamaku karena kau mengasihiku? tapi maaf, aku sedang tidak sekarat. aku tidak sakit, aku tidak sekarat, kau jadi orang yang sangat bodoh, kau bilang kau milikku sampai aku mati kan? apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Geun Woo, dengan mata berkaca kaca, memeluk Jeong Joo erat sambil berkata "aku masih milikmu, sampai kau mati aku milikmu".

Mian mian mian...lagi lagi saya telat posting. Jangan marahin saya ya hihihi. Saya jadi mikir saat Bo Mi Ra bicara tentang Ibu Hee Ra dan ayah Geun Woo. Gadis penyelam berusia 19 tahun yang ditinggal suaminya karena kecelakan, apa itu ada hubungannya sama Hae Sil ya? tapi saya tidak yakin kalo suami Hae Sil berselingkuh dan menikah dengan ibu Hee Ra dan punya anak Geun Woo.

Saya penasaran gimana Hae Sil setelah tahu siapa Jung Geun sebenarnya. Dan si wanita penyihir Mok Ji Won, bakalan jadi saingannya Hae Sil kah? tapi kayaknya Ji Won sudah menyerah dengan Jung Geun dan sekarang mengejar Geun Woo. Huh...dasar iblis...(sabar sabar...bentar lagi puasa!!)


5 komentar:

  1. Drama inii tempat ny syantiik2 .. Seger mata ngeliat ny..
    Walo telat teteup.. Makasiih mbk put.. 😊

    BalasHapus
  2. Gpp bak poet....gidarilke.....
    Beneran gak nyangka geun woo bakalan bersikap kayak gitu....tp...ini masih episode 8 , baru setengah jalan ....misteri ayah geun woo sama ibunya jeung joo jg belum terkuak.....
    So , masih penasaran.....
    Kamsahamnida bak poet....

    BalasHapus
  3. lucuuuu bangeetttttttttss....ingat full house..asyik bgt dramanya...

    BalasHapus
  4. Makin seru aja ya dramanya...

    BalasHapus
  5. tau lagu yang dinyanyiin hae sil waktu lagi ngumpul sama penyelam lain(ep.8), itu lagunya siapa ya? Makasih

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...