Kamis, 16 Juli 2015

Sinopsis The Pirates part 2


Sa Jeong tertawa melihat Yeo Wol dan anak buahnya berusaha menghalangi niatnya menghukum Park Mo. Dia meremehkan Yeo Wol. "sangat disayangkan, wanita cantik berlidah kasar, dengan siapa aku bicara?". Yeo Wol yang tidak menjawab, berjalan melewati Sa Jeong. Tapi dia berhenti karena tangan Sa Jeong dibahunya. Yeo Wol segera berbalik dan dengan cepat menyerang Sa Jeong. Sa Jeong menangkis tangan Yeo Wol, dan pertarungan tangan mereka berlanjut sampai akhirnya jari jari Yeo Wol mengunci dagu Sa Jeong. 
"Aku tidak tahu soal harimau, tapi aku yakin kau memang gila" jawab Yeo Wol lalu berjalan melewati Sa Jeong. Yong Gap, dengan raut wajah serius, bertanya apa Sa Jeong itu bandit. Sa Jeong mengiyakan, dan Yong Gap menepuk dada Sa Jeong sambil berkata "pasti berat makan rumput..." hihi. 

Yeo Wol bernegosiasi dengan Park Mo tentang pembelian senjata dari Eropa dan Arab. Dia akan menukar dengan sepeti patung emas budha. Park Mo sudah bisa menduga kalo itu ada hubungannya dengan penangkapan paus yang sudah menelan stempel kerajan dari Kaisar Ming. Diluar, Sa Jeong dan biksu mencuri dengar pembicaraan mereka. 
Dihutan, Cheol Bong bercerita tentang penyerangan dikapal saat dia masih menjadi perompak. Para anak buah Sa Jeong mendengarkan ceritanya sambil tiduran ditanah.
"mungkin 2 atau 3 tahun yang lalu, kami menghadapi 120 pasukan kapal dilautan! apa kami melarikan diri? Tidak!, kami para perompak tidak pernah melarikan diri! kami melawan 5 ribu orang selama 2 minggu sampai laut menjadi merah! itu pertempuran ke 17 aku sebagai perompak"
Dari belakang, Sa Jeong dan Biksu kembali. Dia mengumpukan anak buahnya. Belum juga dia bercerita, Chun Seop berkata "baik, aku mengerti ketua, aku sudah menduga hari ini akan datang, kau ingin kami menempuh jalan masing masing kan? kita bersama sudah terlalu lama, jaga dirimu kapten!" dan dia berjalan pergi diikuti yang lainnya. Perintah Sa Jeong untuk tetap tinggal tidak digubris. Mereka bahkan bertanya dimana tempat untuk mendaftar menjadi Perompak hahaha. Sa Jeong kemudian berdiri dan berkata "ada sebuah kapal berisi penuh emas". Chun Seop, berhenti kemudian berbalik diikuti yang lain.
"Kaisar Ming mengirim kapal berisi penuh dengan emas, kapalnya pasti besar kan? Tapi kapal itu....aahh...bagaimana aku menjelaskannya.....?"
Chun Seop tidak sabaran mendengar kelanjutan 'tapi' nya Sa Jeong. Melihat Sa Jeong ragu ragu, biksu meneruskan "kapalnya ditelan ikan". Mendengar itu, Chun Seop dengan cepat menedang dada biksu sampai dia terpelanting kebelakang. Chun Seop lalu memukuli kepala biksu dengan geram. "Sial! kau sudah terlalu lama menjadi biksu, kau tidak tahu kapan harus tutup mulut!, beraninya kau memotong pembicaraan kapten!, kapalnya ditelan ikan?, seluruh kapal? omong kosong!". Sa Jeong salah tingkah melihat biksu dipukuli. Dia bahkan tidak berani memandang Chun Seop hahaha. Scene ini lucu banget. Dan saat Chun Seop meminta Sa Jeong bercerita soal kapalnya. Sa Jeong, mundur beberapa langkah darinya, dan menjawab dengan ragu ragu kalo kapalnya ditelan ikan. Sa Jeong takut digetok kepalanya juga ternyata.

Mereka akhirnya percaya pada Sa Jeong, dan menurut Cheol Bong, kalo ikannya bisa menelan seluruh kapal, bisa jadi itu adalah ikan paus. Chun Seop bertanya apa mereka bisa menangkapnya dengan jala. Cheol Bong menggeleng dan berkata kalo ikannya sangat besar. Dia menggambar seberapa besar mata ikan paus.
"lihatlah, mata ikan paus sebesar ini....."
Mereka tidak percaya. Juga waktu Cheol Bong menjelaskan kalo ikan paus itu bernafas lewat punggung dan juga kalo ikan paus itu menyusui. Akibatnya biksu jadi emosi kemudian memukulnya. Dia ditahan yang lain karena hampir menyerang Cheol Bong lagi hihihi. Mereka tertunduk lesu mendengarnya. 
"dasar keras kepala, bagimana aku menjelaskannya? kalian orang daratan tidak mengerti, tapi dilaut itu dalam dan luas dan berisi segala macam mahluk. Ada yang memiliki sinar dikepala, jika ratusan ekor bersinar dari kepala mereka, laut tiba tiba menjadi terang, juga ada ikan terbang, jika ratusan ikan terbang, melompat dari air, mengepakkan sayapnya, ratusa ekor terbang didepanmu, pemandangan luar biasa"
Cheol Bong berkata kalo mungkin mereka akan butuh puluhan meriam untuk menangkapnya.

Paginya, rombongan Yeo Wol pergi ke tempat Park Mo untuk membeli meriam. Park Mo menjelaskan berbagai macam senjata yang ada disana.Yeo Wol tertarik pada botol granat. Saat Park Mo mencoba meledakkan granat itu, Yeo Wol langsung memutuskan untuk membeli semuanya.

Sa Jeong menghalangi jalan Yong Gap yang sedang memindahkan peti peti berisi botol granat kedalam gerobak. Yong Gap menyuruh Sa Jeong menyingkir tapi saat dia menengok kebelakang, 2 anak buahnya sudah disandera oleh Chun Seop. Sa Jeong membalas perkataan Yong Gap "apa kau perompak? pasti susah menangkap ikan! lalu membenturkan kepalanya ke kepala Yong Gap. Yong Gap jatuh. Yeo Wol, yang baru keluar dari tempat Park Mo, kaget melihat Yong Gap jatuh dan gerobak mereka hilang.
Yeo Wol mengejar gerobak yang dibawa lari Sa Jeong dan Chun Seop. Dia melompat dari atap ke atap dan meluncur kebawah melewati saluran air yang ada diatas sambil membidik Sa Jeong dengan panah. Sebaliknya, Sa Jeong ganti menembakkan meriam ke arah Yeo Wol. Tapi terkena roda besar menggerak saluran air dan akhirnya meledak.
Yeo Wol terus meluncur kebawah. Tapi roda besar itu lepas dari penyangganya dan menggelinding mengikuti gerobak Sa Jeong. Dia terkejut saat tahu ada roda besar yang mengejarnya, dan meminta Chun Seop untuk berlari lebih kencang. Chun Seop, yang juga melihat kebelakang, lebih kaget dan menarik gerobaknya lebih cepat.
Yeo Wol melompat ke pohon karena saluran air nya runtuh tertabrak roda besar tadi. Dan dia mendarat di atap rumah sambil kesakitan. Dari atap, dia bisa melihat gerobaknya. Dia lalu melompat tepat didalam gerobak dan menyerang Sa Jeong yang sudah berada diatas gerobak. Otomatis gerobaknya jomplang karena bebannya tidak seimbang
Yeo Wol tidak perduli, dia tetap menyerang Sa Jeong. Sa Jeong pun membalas serangannya. Mereka tidak sadar kalo akan berpapasan dengan roda besar yang masih menggelinding tadi. Tapi mereka berhasil melewati bagian bawah roda yang kayunya sudah patah. Well, mereka selamat, tapi kemudian roda belakang menabrak batu dan kayu penariknya patah. Chun Seop ikut jatuh sambil memegangi kayu tadi.
Chun Seop berteriak pada Sa Jeong yang masih berdiri diatas kereta yang masih melaju kencang. Dan saat dia dan Yeo Wol melihat pagar pembatas, mereka berteriak karena kereta mereka menabrak pagar tadi dan meluncur kebawah.
Kereta mereka meluncur kebawah melewati burung merpati yang langsung jatuh pingsan saking kagetnya dan mendarat dengan keras menabrak kandang ayam. Yeo Wol langsung mendorong Sa Jeong sambil menekankan pedang didadanya. Tapi Sa Jeong memberi isyarat agar Yeo Wol menoleh kebelakang. Dan dia kaget saat tahu tentara kerajaan yang jumlahnya ratusan, sudah bersiap membidik mereka dengan panah. Saat beberapa panah ditembakkan, reflek Sa Jeong melindungi Yeo Wol, dan akibatnya dia terkena banyak panah dipunggungnya.
Yeo Wol bertanya lirih, "apa kau sudah mati?". Dan Sa Jeong tiba tiba saja melepaskan Yeo Wol sambil bergumam kesakitan. Dia kemudian meminta Yeo Wol untuk menyerah tapi Yeo Wol tidak mau. Saat itulah bantuan datang. Roda besar tadi sampai ditempat mereka dan segera menubruk gerobak berisi botol granat.
Untung Sa Jeong dan Yeo Wol sudah berlari menghindar. Tapi tetap saja mereka terlempar karena ledakannya tadi. Yeo Wol bangun dan terbatuk batuk manahan asap hasil ledakan. Dia berjalan menjauh dan menemukan gambar Sa Jeong yang sedang dicari oleh kerajaan.

Lalu dimanakah Sa Jeong? apakah dia mati karena terkena panah? oohh tentu tidak karena dia memakai perisai dari bambu di punggungnya.
"dasar bodoh, jika terkena di kepalamu kau bisa mati"
Chun Seop melepaskan anak panah yang tertancap di perisai Sa Jeong. Setelah semua anak panah terlepas, Sa Jeong memberi perintah anak buahnya untuk segera pergi kelaut dengan membawa seluruh bahan peledak yang sudah berhasil mereka curi dari Yeo Wol.

Dilaut, Yeo Wol juga memberi perintah awak kapalnya untuk segera bersiap siap menangkap ikan paus.

Akhirnya Sa Jeong dan anak buahnya sampai juga di tepi pantai. Sa Jeong berpidato "Walaupun kita hidup sebagai bandit, kita bukan perampok pengecut seperti Lee Seong Gye, dia menguasai negara dengan paksa, tapi dia akan membayar kita untuk mendapatkan stempel Kerajaan!Di laut itu ada ikan paus yang akan membuat kita kaya, mari kita pergi kelaut, ayoo!!!" teriak Sa Jeong pada anak buahnya yang sedang duduk diatas kapal yang akan membawa mereka ke laut.

Kapal yang sangat kecil. Yang bernama perahu.
Hahaha...gemes saya. Aje gile mau nangkap paus pake yang beginian. Cheol Bong yang berteriak tidak setuju harus menerima pukulan lagi hihi.

Paus yang sedang dicari oleh kubu perompak dan perampok itu sedang berenang dilautan sambil menyusui anaknya. Dipunggungnya tertancap bendera Kerajaan Joseon.
Di balai Istana sedang diadakan rapat tentang pemindahan ibu kota. Menurut pejabat Do Jeon, Istana Joseon harus dibangun di tanah baru, bukan dibekas kerajaan Goryeo. Raja setuju, tapi dia hanya akan memindahkan ibukota kalo stempel kerajaannya sudah ditemukan. Dan Raja hanya memberikan waktu 5 hari lagi untuk mencarinya. Pejabat Do Jeon hanya bisa berharap Hong Gap bisa menyelesaikan misinya.

Mo Hong Gap membaca perkamennya dengan serius dan mengancam membunuh Oh Man Ho karena banyak bicara dan mengganggunya.

Seseorang berambut perak yang dikucir duduk ditepi pantai sambil melihat sebuah kapal dibangun. Dia juga mendengarkan laporan tentang kapalnya. "Semuanya sudah siap, kami sudah lebih dari 300 meriam". Orang itu adalah Kapten Soma.
"akhirnya...aku bisa merasakan laut lagi! kita berlayar besok, jika kita menunggu lebih lama, Yeo Wol bisa menikmati hidup sehari lagi"
Ternyata Kapten Soma masih hidup. Dan dia akan memburu Yeo Wol.

Perahu kecil yang membawa tim perompak terapung apung ditengah laut. Mereka semua sudah kelelahan dan kehabisan makanan dan air minum. Saking hausnya, Sa Jeong tetap meminum air laut meskipun Cheol Bong dengan pelan dan hampir kehabisan tenaga, melarangnya. Sa Jeong, yang tidak puas, memasukkan kepalanya ke air laut sambil terus meminum airnya. Tiba tiba saja seekor ikan hiu mendekati dan hampir memakannya. Untung Sa Jeong cepat cepat menarik kepalanya keluar dari laut. Ikan hiu itu mengikuti Sa Jeong dan muncul dipermukaan. Segera Sa Jeong berteriak 'ikan paus' dan membuat anak buahnya bangun.
Mendengar teman temannya heboh, Cheol Bong ganti beteriak kalo itu adalah hiu putih. Tapi tidak ada yang mendengarnya. Lalu hiu itu meluncur cepat dibawah perahu, dan membuat perahunya miring, sehingga ada yang jatuh ke laut. Chun Seop segera melemparkan tali dan berusaha menariknya sebelum dia digigit hiu. Sedangkan Sa Jeong memanahnya. Bidikan Sa Jeong meleset, tapi dia kembali mengambil tombak dan dengan cepat menancapkan ke hiu. Nah ternyata, tombak tadi diikat dengan tali tambang yang langsung menyeret perahu mereka dengan sangat cepat sampai layar perahu patah tertiup angin.
Dari jauh, Kapten Soma melihat ada perahu yang meluncur cepat. dan hampir menabrak kapalnya. Sa Jeong mengambil meriam dan membidiknya ke arah hiu. Sayang bidikan Sa Jeong meleset dan mengenai tiang kapal Kapten Soma. Kapten Soma menyangka meriam tadi sengaja ditembakkan ke arah mereka. Dia lalu memerintahkan untuk menyiapkan meriam juga. Tapi karena perahu meluncur dengan cepat, tembakan meriam Kapten Soma juga meleset.
"katamu ini kapal tercepat....."
Lha Kapten Soma malah menyalahkan anak buahnya haha.

Perahunya tiba tiba saja berhenti. Chun Seop mengambil jala. Tapi ternyata hiu itu sudah mati. Dipantai, mereka berteriak kegirangan, menyangka kalo yang mereka bunuh adalah ikan paus. Tapi Cheol Bong dengan berteriak sampai suaranya serak, menjelaskan kalo itu bukan ikan paus. Akhirnya Sa Jeong menyuruh mereka untuk menyiapkan perahu dan berlayar lagi. Biksu berusaha untuk membuka penutup botol granat. Dia mengira kalo itu adalah botol arak. Karena tutupnya sulit dibuka, dia jengkel dan akhirnya melemparkan botol granat tadi dan terkena perahu.
Mereka jadi bingung bagaimana akan menangkap ikan paus.

Di kapal perompak, Yeo Wol mencoba menembakkan panah lewat meriam dan tepat mengenai sasaran. Para perompak semakin semangat untuk memburu ikan paus.

Para perompak bermaksud mencuri kapal kerajaan yang ada dipelabuhan. Tapi Sa Jeong bingung siapa yang akan mengemudikan kapalnya. Lho kan ada Cheol Bong?. Iya sih, masalahnya dia ngambek dan mau pergi karena kebanyakan di bulli dan dipukuli oleh seniornya. Sa Jeong, akhirnya menaikkan pangkatnya menjadi pangkat ke 2, yang artinya dia bisa memerintah yang lain. Semuanya protes, tapi Sa Jeong tidak perduli. Dan Cheol Bong memberikan instruksinya.
"Berenang dilaut berbeda dengan didanau, jika melawan arus kau akan mati, ikuti arus seperti ular diatas batu, dilaut kalian harus mendengarkanku"
Cheol Bong lalu memberi perintah "kau kepala ular, bakar semua kapal agar mereka tidak bisa mengikuti, jangan berselisih, lakukan dengan benar, aku akan bersiap dengan yang lain untuk berlayar, aku lupa satu hal penting, selalu ada minyak disamping obor, setiap kapal selalu memilikinya, tuangkan minyak ke kapal lain, lalu kembali ke kapal kita dan menembak panah api ke mereka, mengerti?".

Nah, apa para perompak bisa menjalankan rencana itu dan berhasil mencuri kapal kerajaan? Postingan part 2 nya sangat amat jauh dari part 1 ya hehehe. Gegara project sinopsis 3 drama jadi terbengkalai. Tapi akhirnya saya sudah kembali kejalan yang benar hahaha. ok tungguin part 3 nya. Saya buat 3 part karena filmnya padat banget dan hampir semua scene penting untuk ditulis. Part 2 ini saya  tulis di kereta api Sarangan yang membawa saya ke kota kelahiran saya Madiun. Hehehe jadi pamer kalo saya punya kampung. Part 3 selesei lebaran  aja ya.

Selamat menunaikan puasa hari terakhir ya, pesen saya nanti malam jgn ikut takbir keliling, takbiran aja di musholla ato masjid dekat rumah.

Sekalian saja saya ucapin Minal Aidin Wal Faidzin buat readers, mungkin kalo ada tulisan saya yang kurang berkenan, saya minta maaf ya. Gumawo...

5 komentar:

  1. Kamsahamnida chinguya!*bhskoreaseadanya

    BalasHapus
  2. Mbak tolonh disambung doong sinopsisnya, saya sukaa bgt bacanya bikin ngakak sendiri hehehe. Ditunggu ya mbak part 3 nyaaa

    BalasHapus
  3. Sumpah gokil banget filmnya,, dah lm aku nyari2 sinopsisnya, akhrnya ktmu jg,, di tunggu part selanjutnya,, buat mbk nya salam kenal dan ttp semangat ya buat nulis,,

    BalasHapus
  4. D lnjutin min sinopsisnya ... semangaat ...

    BalasHapus
  5. Udah 2 thn... Gak ada part 3 nya.

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...