Senin, 06 Juli 2015

Sinopsis Warm and Cozy episode 15


Jeong Joo dengan putus asa mencari Geun Woo dibandara. Dia bahkan mengirim beberapa pesan text untuk, tapi tidak dibalas.
"Geun Woo, aku merasa akan gila karena sekarang kau pergi"
"aku tidak percaya padamu"
"Aku tidak cukup percaya diri untuk mempercayai kata kata itu"
"Kau sama putus asanya seperti aku, benarkan?"
"Baek Geun Woo, dimana kau? bagaimanapun perasaanmu, aku akan tetap menyukaimu"

Jeong Joo akhirnya menyerah.

1 Tahun Kemudian.

Seseorang dibelakang meja koki sedang mengasah 2 pisau, ada kain yang tersampir dipundaknya. Sepintas gerakan tubuhnya mirip Geun Woo, tapi bukan, dia bukan Geun Woo, dia Poong San, Chef baru di Maendorong Ttottot. Sekarang Chef Poong San punya 2 pegawai yang membantunya menjalankan restoran. Jeong Joo datang bersama Yoo Ja ahjumma dan membawa gurita hasil tangkapan ahjumma. Poong San bertanya kapan Jeong Joo akan menangkap gurita hasil tangkapannya sendiri. 
"aku akan pergi besok"
Tiba tiba ada suara memanggilnya. Hwang Wook datang dengan membawa seorang anak kecil lucu. iihh mirip Mirza. Jeong Joo memanggilnya bayiku. Dia bertanya apa Hwang Wook sudah mengambil foto saat disuntik vaksin tadi. Dan ternyata Hwang Wook lupa. Akhirnya dia berfoto bareng sibayi. 

Jeong Joo lalu mengantarkan bayi tadi kepada ayahnya.

Geun Woo ternyata sedang menyusuri jalanan pinggir pantai Jeju sambil berbicara dengan Jong Bae di ponsel. Geun Woo akan menemui ayah kandungnya karena diminta Jong Bae. Dia menginap di resort. Tapi berpesan pada sekretaris Jang tidak memberitahukannya pada Hyungnya.

Jeong Joo juga ke resort membawa bayi tadi. Didepan lift, bayinya menangis sehingga Jeong Joo harus menggendongnya. Saat Jeong Joo mengangkatnya, mainannya terjatuh dan dia tidak tahu. Jeong Joo masih berusaha menenangkan bayinya saat pintu lift terbuka dan Geun Woo ada didalam. Mereka berdua sama sama kaget.

Mungkin yang lebih kaget Geun Woo karena melihat Jeong Joo menggendong bayi. Geun Woo bertanya pelan kenapa dengan bayinya. Jeong Joo menjawab kalo bayinya sedang tidak sehat karena habis divaksin. Geun Woo lalu menyuruhnya masuk lift dan membantunya mendorong kereta bayi. "dia imut....dia mirip denganmu.." kata Geun Woo.

Lalu pintu lift tertutup. Diluar Geun Woo masih syok melihat Jeong Joo sudah menggendong bayi. Saat tahu mainan bayi Jeong Joo terjatuh, dia langsung berlari melewati tangga mengejar Jeong Joo. Tapi sayang, dia tidak menemukan Jeong Joo dikoridor lantai 3.

Bayi itu bernama Han Byeol, anak dari Jung Min, sepupu Jeong Joo dan Mi Na, teman Jeong Joo yang dulu sudah membohongi Jeong Joo dan lari ke Brazil.

Geun Woo, duduk di sofa dan masih galo tentang Jeong Joo. Dia berpikir kalo Jeong Joo memang punya anak pasti Poong san akan mengaplod gambarnya di SNS. Jadi dia membuka akun SNS Poong San dan langsung lesu melihat foto Jeong Joo dan Han Byeol nangkring disitu.

Jeong Joo menolak permintaan Mi Na untuk menjaga Han Byeol lagi dan pergi untuk mencari Geun Woo. Dia setengah berlari saat Geun Woo memanggilnya. Ternyata dari tadi, Geun Woo duduk disofa lantai 3 dan menunggu Jeong Joo. Geun Woo berkata kalo dia tahu bayi itu bernama Han Byeol dari SNS Poong San, dan dia mau tahu siapa nama terakhirnya. Apa itu bermarga Hwang?
"apakah itu mengganggumu, kalo kalo saja aku menikah dengan pak walikota?
Tapi Geun Woo mengelak dan memberikan mainannya kemudian berpamitan. Tapi Jeong Joo memanggilnya dan bertanya "Han Byeol sangat mirip denganku kan? semua orang mengatakan dia mirip denganku, mereka bilang dia tidak mirip ayahnya". Geun Woo rupanya masih penasaran dan bertanya siapa ayahnya. Jeong Joo menjawab kalo Geon Woo sudah pernah bertemu ayahnya Han Byeol, dulu.

Mereka minum berdua. Jeong Joo minta maaf pada Geun Woo.
"ak merasa buruk padamu selama ini, aku tidak mempercayai apa yang kau katakan dulu, aku tidak menyadari betpa tulusnya dirimu, aku minta maaf, kau tidak terluka kan? aku membalas pesanmu setahun yang lalu, tapi sepertinya kau tidak membacanya"
Jeong Joo minta Geun Woo datang ke Maendorong Ttottot. Dan Geun Woo menyita mainan Han Byeol sebagai jaminan. Lhaaa ini aslinya kan mereka memang pengin ketemu lagi hihihi.

Dikamar, Geun Woo mencari ponselnya dan marah marah saat diberitahu kalo pesan yang setahun kemarin tidak bisa dilihat lagi.

Jeong Joo curhat pada Poong San tentang pesan textnya setahun lalu yang tidak pernah terkirim  ke Geun Woo. Poong San malah menyuruhnya mengirim lagi pesan itu. Tapi Jeong Joo menolaknya.
"aku rasa dia melihat postinganmu di sosial media, dia juga melihat gambar Han Byeol, dia tidak tahu kalo dia keponakanku, jadi aku berpura pura kalo dia adalah bayiku, tapi dia tidak percaya padaku"

Poong San punya rencana sendiri.

Dan benar, Geun Woo terprovokasi oleh postingan foto Hwang Wook menggendong Han Byeol di SNS Poong San dan langsung mengelilingi lantai 3 hotelnya untuk mencari bayi itu. Dia tersenyum senang saat tahu kalo Han Byeol ternyata adalah keponakan Jeong Joo. Mi Na, yang tahu kalo dia itu Geun Woo, keceplosan bicara.
"Kau cinta pertamanya Jeong Joo, Pangeran sempurna berkuda hitam dihatinya Jeong Joo yang suram di mimpinya, Tidak banyak yang kami lakukan untuk Jeong Joo, tapi karena kami dia bisa menemui cinta pertamanya lagi"

Mi Na meminta Geun Woo merahasiakan apa yang dia katakan tadi dari Jeong Joo.

Hwang Wook memarahi 2 pegawainya karena mengungkit hubungannya dengan Jeong Joo dulu saat mereka melihat foto Hwang Wook menggendong Han Byeol. Hwang Wook minta agar mereka tidak menjodohkan nya lagi dengan Jeong Joo.

Sekretris Jang menjemput Hee Ra dan menuju hotel. Tapi karena dia diceramahi tentang kebiasaan minumnya oleh sekretaris Jang, Hee Ra jengkel dan minta diturunkan dipinggir jalan. Setelah Sekretaris Jang pergi, Hee Ra malah membeli minuman dan sekotak kacang, lalu duduk duduk dipinggir pantai. Hwang Wook yang sedang memunguti sampah, geleng geleng kepala melihat daerahnya dikotori Hee Ra. Dia lalu menyuruh Hee Ra pergi. Cuman Hee Ra ini kan bandel, dia malah mengejek Hwang Wook dan meneruskan makan kacangnya. Dan yak...dia keselek hihihi. Hwang Wook segera menolong dengan menepuk nepuk punggungnya sampai kacangnya keluar. Dan setelah itu dia menyuruh Hee Ra memunguti sampah yang dia buang tadi hihi. Hwang Wook bertanya ada apa dengannya.
"aku dicampakkan, aku sangat baik padanya, tapi dia bilang bukan aku orangnya, aku memukulnya, dan dia harus dirawat selama 8 minggu. Dia keluar dari rumah sakiit 8 minggu kemudian, tapi aku masih terluka. Hatiku tercabik cabik, jadi aku minum untuk menetralkan hatiku, Jadi kenapa"
Hee Ra bermaksud pergi, tapi Hwang Wook mencegahnya karena dia melihat rok Hee Ra sobek sedikit. Dia lalu melepas jaketnya dan memasangnya dipinggang Hee Ra. "Orang lain tidak bisa melihat hatimu yang tercabik, tapi bisa melihat bokongmu yang tercabik cabik, pergilah!" perintah Hwang Wook. Hee Ra heran dan bertanya siapa Hwang Wook.
"Aku adalah walikota kota ini. Kau benar benar harus dimarahi, tapi karena bokongmu dan juga hatimu tercabik cabik, aku melepaskanmu hari ini"
Hae Sil pulang ke Jeju karena mendengar Hee Ra kesana. Hae Sil menyuruh Jang untuk merahasiakan kepulangannya pada Hee Ra. Sekretaris Jang jadi puusing karena selalu disuruh menjaga rahasia seluruh keluarga itu.

Akhirnya Geun Woo tahu siapa yang meletakkan buket bunga dan kue berass dimakam ibunya. Jong Bae memberitahukan kalo Presdir Jin menyuruh orang melakukannya. Jong Bae juga berkata kalo mungkin bukan Presdir Jin yang menabrak suami Hae Sil.  Karena tipikal presdir Jin adalah mau berkorban demi wanita yang dia cintai. Tapi Geun Woo masih tidak percaya. Jong Bae bertanya apa dia akan menemui Jeong Joo.
"aku pikir aku jadi gila saat melihatnya menggendong bayi lagi, aku tidak akan menemuinya kali ini dan berpura pura dingin, tapi aku harus mengambil umpan tidak masuk akal itu dan menemuinya"
Geun Woo pergi ke Maendoron Ttottot. Jeong Joo dan Poong San senang melihatnya. Geun Woo membawa hadiah untuk Han Byeol, dan berkata kalo dia ingin bertemu ayah Han Byeol. Disana, kebetulan ada 2 pegawai Hwang Wook yang pernah dimarahi dulu. Dan mereka segera melapor pada Hwang Wook kalo Geun Woo salah mengira kalo dia adalah ayah Han Byeol.

Jeong Joo akhirnya mengaku kalo Han Byeol adalah keponakannya. Tapi Geun Woo ingin balas dendam dan berkata kalo mungkin Han Byeol adalah anaknya. Yoo Ja, Bok Nyeo, Poong San dan 2 pegawai Maendorong Ttottot terkejut dan melihat mereka. Jeong Joo kelabakan dan menarik Geun Woo ke kamar.

Diatas, Jeong Joo jengkel karena Geun Woo tetap menggodanya kalo ada 1 malam yang mungkin tidak diingatnya. Jeong Joo juga minta maaf karena tidak mempercayai kata katanya dulu dan membuat Geun Woo pergi.
"tentang malam itu, maafkan aku tidak mempercayai kata katamu, apa yang terjadi malam itu masih membuatku marah, aku dengar dari walikota bahwa kau menemuiku malam itu, kalo saja aku mengingat malam itu, aku akan lebih bersemangat menemuimu, maka aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi sendirian. Tidak bisakah kita membicarakan kesalahpahaman itu?"
Geun Woo menyuruh Jeong Joo untuk tidak mengingat kembali masa lalu karena karena dia sudah sibuk dengan restorannya. Dan Geun Woo pun pergi. Tapi saat sampai di depan, dia bertemu Hwang Wook yang memaksanya untuk menemaninya minum. Poong San melihat mereka pergi.

Sekarang ganti Jung Geun yang mengikuti Hae Sil pulang. Dia sudah menyuruh Sekretaris Jang untuk tidak memberitahu istrinya. Dia juga sudah menyiapkan banyak jadiah untuk istrinya tapi tidak diserahkan langsung. Jung Geun akan membuat Hae Sil mencari hadiah yang dia sembunyikan. Jadi seperti perburuan harta karun. Malamnya saat Hae Sil pulang, Jung Geun mematikan lampu dan mengendap endap mendekati istrinya. Hae Sil yang kaget lalu memukul wajah Jung Geun dengan tas hahaha. Gagal deh kejutannya.
Hae Sil memarahi suaminya karena selalu berusaha memberikan kejutan tapi selalu gagal. Jung Geun memberikan misi pencarian harta karun pada istrinya, tapi istrinya dengan tersenyum dan memegang pipi Jung Geun berkata "kau menaruhnya ditempat yang sangat jelas, ada disini mutiara hitamku..." ihiiyy....gombal banget Hae Sil. Dan Jung Geun tersenyum lebar.

Poong San memberitahu Jeong Joo kalo Hwang Wok mengajaka Geun Woo minum. Mereka takut kalo 2 orang itu akan berkelahi.

Ternyata mereka berdua sudah mabuk. Heang Wook malah memunta Geun Woo nemanggilnya "hyung". Hwang Wook juga bercerita kalo ada laki laki yang minta dikenalkan dengan Jeong Joo.
"Tepatnya ada 25 pria yang memintaku untuk dijodohkan dengan Jeong Joo. lima orang tampan sepertimu, tujuh dari mereka tinggi, dan dua orang bahkan super kaya"

Selesai minum, Hwang Wook mengantar Geun Woo yang sudah sangat mabuk ke Maendorong Ttottot. Dia bahkan sudah meminumkan obat untuk mabuk Geun Woo. Sebelum pergi, Hwang Wook meminta Jeong Joo untuk memperbaiki situasinya dengan Geun Woo.

Diluar, Hwang Wook membuang cincin yang dulu dia beli untuk melamat Jeong Joo ke laut.

Jeong Joo duduk disebelah Geun Woo yang nasih belum sadar. Dia mengulurkan tangannya dan membelai rambut Geun Woo. Tak lama kemudian, Geun Woo bangun. Dia melihat Jeong Joo dan tersenyum mabuk.
"Ini Jeong Joo, Jeong Joo~a, aku merindukanmu, aku nmemikirkanmu selama ini, aku benar benar ingin bertemu denganmu, Lee Jeong Joo, aku mencintaimu"
Jeong Joo berkaca kaca dan berkata kalo dia juga merindukan Geun Woo. Tangan Geun Woo membelai pipi Jeong Joo, dan dia hampir menangis saat berbisik "aku mencintaimu". Lalu dia tidur lagi ditemani Jeong Joo yang tersenyum dan terus memegang tangannya.

Paginya, Geun Woo bangun dan sudah ada di kamar hotelnya. Dia merasa kalo semalam dia menemui Jeong Joo, tapi dia tidak yakin. Ponselnya berbunyi, dari Ji Won. JI Won minta bertemu untuk membicarakan tentang tempat pernikahannya dengan Joon. Geun Woo tidak mau, dia bahkan juga melarang Ji Won pergi ke kamar hotelnya.

Geun Woo penasaran apa sekretris Jang menunggunya saat dia tidur karena ada selimut yang tersampir dikursi. Saat dia akan menelpon sekretaris Jang, dia melihat tangannya ditempeli hansaplast.
Geun Woo penasaran siapa yang berbuat itu.

Ternyata Jeong Joo yang melakukannya. Dia juga menunggu Geun Woo di kamar sampai pagi sebelum akhirnya pergi ke kamar Mi Na untuk memberikan kado Geun Woo pada Han Byeol.

Geun Woo bermaksud menelpon sekretaris Jang dan bertanya apa yang terjadi semalam. Tapi ternyata yang menerima telpnya adalah Jung Geun yang meminta Geun Woo menemuinya. Jung Geun tidak mau adiknya pergi lagi. Dia meminta Geun Woo tinggal disini.
"Kalo kau mau tinggal di Jeju, tinggalah disini, aku berencana pindah ke Jepang bersama istriku, aku akan tinggal disana dengan alasan membeli resort baru di Okinawa"
Jung Geun juga akan menceritakan tentang ayah Geun Woo pada Hae Sil dan berharap istrinya itu akan bisa mengerti situasinya. Tapi Geun Woo tetap pesimis. Dia merasa kalo dia harus pergi. Saat Geun Woo keluar, dia sebenarnya berpapasan dengan Hae Sil, tapi dia tidak tahu, hanya Hae Sil melihatnya. Hae Sil bertanya pada Jung Geun apa adiknya datang. Jung Geun berbohong, tapi dia berjanji kan menceritakan semuanya.

Geun Woo menemui Jong Bae dan mengabaikan keinginan Jong Bae agar Geun Woo menunggu sedikit lagi sampai ayahnya menghubungi. Geun Woo berpamitan karena dia akan pergi hari itu.

Hee Ra mengajak Boo Mi Ra ke coffee shop. Dia bertanya apa sulit masuk ke sekolah penyelam wanita, karena dia sedikit tertarik. Tak lama Hwang Wook datang. Hee Ra tersenyum dan terus melihatnya. Mi Ra berkata kalo Hee Ra sudah pernah bertemu dengan Hwang Wook di parnikahan kakaknya. Dia berusaha mengingat Hwang Wook. Ternyata dia pernah melihat Hwang Wook menangis di gudang anggur Maendorong Ttottot.

Hae Sil turun dari kantor Jung Geun dan berjalan keluar. Di lobi dia bertemu Jeong Joo yang baru dari Han Byeol. Dia bertanya apa pada Jeong Joo apa Geun Woo ada di Jeju. Dia juga minta Jeong Joo memberitahu Geun Woo kalo dia ingin bertemu.

Geun Woo ternyata pergi ke Maendorong Ttottot. Di meja, dia menemukan hansaplast yang sama dengan yang dia pakai. Dia sadar kalo ternyata Jeong Joo yang memasang hansaplast itu ditangannya.

Jeong Joo sampai depan pintu kamar hotel. Dengan tersenyum dia memencet bel. Dan yang keluar adalah Ji Won. Jeong Joo kaget tapi tetap mengikuti Ji Won masuk kamar.
"Geun Woo dan aku bertemu di New York, kami juga kembali ke Korea bersama sama, kurasa kau tidak tahu, aku akan menikah di Jeju, kurasa Geun Woo tidak memberitahumu"
Jeong Joo kaget. Dia juga melihat cincin tunangan di jari Ji Won. Tapi Jeong Joo tidak percayaa begitu saja dengan kata katanya."Kau akan menikah dengan siapa? Kau tidak akan menikah dengan Geun Woo, jadi kenapa kau berbicara seperti itu? apakah menyenangkan bagimu kalo aku salah mengambil kesimpulan? aku sudah lama menunggumu untuk memberimu pelajaran, tapi aku menyerah karena aku pikir kita tidak akan bertemu lagi, tapi bagaimana kita bisa bertemu lagi disini?, hanya karena kau berada dikamarnya Geun Woo, kau pikir aku salah berpikir? Geun Woo sangat menyukaiku, Geun Woo dan aku bersama tadi malam!, kau pikir siapa yang kau bodohi?  Pergilah selagi aku masih baik padamu, aku bilang pergi!!!"

Dan Ji Won diusir oleh Jeong Joo hihi.

Jeong Joo menggeledah kamar Geun Woo tapi tidak bisa menemukan tas kopernya. Jong Bae menelpon dan berkata kalo Geun Woo akan pergi sekarang. Jeong Joo lalu mengejarnya.

Jeong Joo dengan lesu kembali ke Maendorong Ttottot. Sepertinya dia tidak bisa menemui Geun Woo.  Dia mengirim lagi pesan setahun lalu yang tidak diterima Geun Woo, tapi dia tidak berharap pesan tadi akan diterima Geun Woo. Makanya Jeong Joo kaget saat pesan tadi diterima dan dibaca Geun Woo.
"apa kau pergi?"
"apa kau pergi bajingan?"
"kau tidak ingat apa yang kau katakan tadi malam kan?"
"aku ingat semuanya"
"dimana kau?"


Geun Woo tidak membalas pesannya karena dia ada dibelakang Jeong Joo dan lalu duduk di sebelahnya. Jeong Joo kaget, apalagi saat Geun Woo berkata kalo dia ingat semua yang dia katakan saat mabuk. Dan sekarang, karena dia sudah sadar, Geun Woo mau Jeong Joo mendengarnya lagi. Geun Woo memegang pipi Jeong Joo dan berkata "Jeong Joo, aku mencintaimu".

Tinggal 1 episode lagi yaaa....Tungguin......

6 komentar:

  1. Wkwkkw gak kebayang hee ra mukulnya gmn sampe dirawat mantan pacarnya

    BalasHapus
  2. Iya.....(dengan nada lebay)...p@sti ditungguin mbak poet....habisin habisin habisin......^__^
    Yah....coba dari dulu geun woo seserius gitu....psti dramanYa gak 16 episode kan. Hahahaha...Kamsahamnida bak poet! Himne!

    BalasHapus
  3. So sweet!! He6,,,

    BalasHapus
  4. Semangat nulisnya......fighting..

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...