Kamis, 09 Juli 2015

Sinopsis Warm and Cozy episode 16 (End)

Jeong Joo dan Geun Woo saling mengolok olok. Jeong Joo mengejek Geun Woo yang merindukannya sampai menangis. Sebaliknya, Geun Woo mengejek Jeong Joo yang berkhayal tentang "pangeran impian berkuda hitam" yang jadi cinta pertamanya. Jeong Joo berkelit kalo image Geun Woo adalah seorang bajingan. Tapi Geun Woo berkata kalo dia sudah mengarah ke kehidupan terhormat. 

Maksudnya adalah Geun Woo ternyata selama ini pergi ke Amerika dan bekerja dengan pamannya. Dan sepertinya, dia akan mewarisi perusahaan pamannya. Hee Ra dan Ji Won membicarakan tentang Geun Woo. Hee Ra bertanya apa karena Geun Woo akan menjadi pewaris, makannya Ji Won terus berada didekat Geun Woo.
"aku punya harapan besar kalo dia akan jadi seseorang yang kuinginkan, tapi dia tak pernah memberiku ruang"
Hee Ra tersenyum dan bertanya apa benar Ji Won akan menikah. Ji Won mengiyakan dan memberitahu kalo dia akan menikah dengan pewaris grup Youngseok.

Jeong Joo berkenalan dengan calon suami Ji Won. Ji Won sih bolak balik menyombongkan kalo Joon adalah pewaris grup Youngseok dan dia punya villa yang besar. Geun Woo bertanya apa tidak apa apa Ji Won menikah di sebuah ladang. Joon, yang kuatir, juga bertanya padanya. 
"tidak...aku suka, aku akan merubah segalanya dalam diriku demi Joon Hee"
Geun Woo dan Jeong Joo melongo melihatnya. Saat Ji Won dan Jeong Joo sama sama di toilet, Ji Won bercerita kalo Geun Woo adalah calon pewaris perusahan besar pamannya. Jeong Joo yang tidak mengira kalo Geun Woo sukses, hanya menghela nafas dan sepertinya cemas.

Hae Sil akhirnya tahu tentang presdir Jin dan putranya. Dia tidak sengaja mendengar Jong Bae bicara pada presdir Jin ditelepon. Dia memaksa Jong Bae memberitahukan siapa anak presdir Jin dan terkejut saat tahu dia adalah Geun Woo. Dia tambah kaget saat diberitahu kemungkinan bukan presdir Jin yang menabrak suami Hae Sil, tapi ibu Geun Woo. 

Di kamar, Hae Sil menatap foto ibu Geun Woo. Dia lalu menemukan hadiah yang disembunyikan suaminya dibelakang foto ibunya.
Saat menatap 2 benda itu, Jung Geun masuk. Dia melihat istrinya memegang kado darinya dan menyuruh Hae Sil menganggap kalo itu adalah hadiah dari ibunya. Hae Sil berkata "kau tidak melakukan kesalahan, tapi aku sangat membencimu". Jung Geun heran dan salah sangka, dikiranya Hae Sil marah karena dia tidak memberitahu tentang kedatangan Geun Woo. Hae Sil hanya pasrah karena tahu bagi Geun Woo sangatlah berat kalo harus bertemu dengannya.

Jung Geun menyuruh Geun Woo menyapa Hae Sil. Geun Woo sebenarnya tidak mau karena dia tidak ingin Hae Sil tahu rahasianya. Jung Geun menyetujuinya.
"benar, jangan saling bertemu, aku akan pergi ke Jepang, jadi kau bisa tinggal disini kalo mau, ku dengar dari sekretaris Jang kalo Lee Jeong Joo sangat spesial bagimu, jangan meninggalkannya, aku yang akan pergi kali ini"
Geun Woo menunggu Hae Sil di depan kamar dan menyapanya. Hae Sil hanya terdiam dan tidak berkata apa apa sampai Geun Woo pergi. Ditempat lain, Jong Bae berbicara dengan presdir Jin yang ingin bertemu dan berbicara pada Hae Sil.

Malam itu, Jeong Joo sengaja menata meja dikamarnya. Ada anggur, dan juga lilin. Jeong Joo sepertinya bahagia sekali. Dia terus terusan tersenyum sambil menyemprotkan parfume di sekelilingnya dan juga mengusapnya di tangan dan leher. Heemm...ngarep ni mbk?.
Jeong Joo sih sebenarnya juga berfikir apa ini terlalu blak blakan. Tapi tetap saja dia malah memakai masker wajah demi terlihat ketje didepan Geun Woo. Nah ternyata sampai jam 12 lebih pun Geun Woo belum juga sampai. Jeong Joo akhirnya menelponnya. Dan ternyata Geun Woo malah tidak tahu kalo Jeong Joo sedang menunggunya. Jeong Joo yang malu karena ketahuan H2C nya, langsung menutup ponselnya. Tapi Geun Woo lalu menelponnya lagi dan menggodanya. "Apa kau pikir aku sedang menunggumu?" kata Jeong Joo.
"kupikir kau mungkin menyalakan lilin dan sedang menungguku, kalo kau mungkin berdandan dan memakai parfum, aku penasaran apakah vampir penggoda mungkin terbangun"
Jeong Joo tetap tidak mau mengakui. Dia mengucapkan selamat malam dan langsung menutup ponselnya. Tapi Geun Woo memang cowok keren. Malam malam juga dia nyamperin Jeong Joo yang sudah pulas tidur. Dia hanya tersenyum melihat meja yang tertata rapi dan bergumam kalo dia sudah terlambat. Geun Woo duduk di pinggir tempat tidur Jeong Joo, melihatnya tidur dan berkata pelan "tidurlah yang nyenyak, aku tak punya pilihan lain selain pergi lagi, Lee Jeong Joo, lain kali jangan menahannya". Setelah itu dia pergi.

Besoknya, saat Geun Woo pergi ke Maendorong Ttottot, Poong San senang melihatnya datang. Geun Woo lalu menyuruh Poong San menyebarkan berita kalo dia dan Jeong Joo sedang pacaran. Dibilang begitu, Jeong Joo mah senyam senyum saja. Tapi saat Geun Woo menghampirinya, dia tetep kekeuh kalo semalam dia tidak menunggu dan tidak berharap melakukan apa apa dengan Geun Woo. "Aku tidak terbakar oleh hasrat semacam itu!" katanya.
"baiklah Lee Jeong Joo yang tahan diri, kau hebat!, seandainya kau tidak bisa menahan, teruskanlah dan beritahu aku, aku akan bekerjasama denganmu kapanpun"
Jeong Joo menahan malu dan pamit mau ke gudang sambil meringis bmenahan malu.

Hee Ra menunggu Hwang Wook di balai kota. Hee Ra sih modus mau mengembalikan jaketnya Hwang Wook. Tapi aslinya dia pengen ketemu dengannya. Hwang Wook yang clueless dengan maksud Hee Ra hanya mengucapkan terimaksih lalu beranjak pergi. Tapi Hee Ra menahannya dan mengajaknya makan. Hwang Wook tetap tidak mau. Karena jengkel, Hee Ra mendorongnya dan berteriak "Kau sudah memelukku dan melepas jaketmu untukku!". Mendengar itu, Hwang Wook, beberapa pegawai dan warga yang ada didekat situ langsung melogo. Hwang Wook yang bingung, segera mengajak Hee Ra keluar dari situ. Hwang Wook bertanya apa maksud Hee Ra.
"berdasarkan intel kualitas tinggi yang kudengar, Pak Walikota bisa memasukkanku ke sekolah penyelam wanita, masukkan aku"
Hee Ra mengancam Hwang Wook karena dia tahu sesuatu. Hwang Wook salah mengira kalo Hee Ra tahu soal pria tanah merah liat, tapi bukan. Hee Ra mengancam akan menyebarkan foto Hwang Wook yang menangis di gudang anggur pas pernikahan kakaknya. Hwang Wook tidak takut dengan ancaman Hee Ra. Dia lalu berdiri dan meninggalkan Hee Ra. Hee Ra berlari kecil mengikuti Hwang Wook, tapi dia terjatuh saat menuruni tangga. Hwang Wook jengkel melihat Hee Ra, tapi dia tetap mengulurkan tangannya membantu Hee Ra dan memboncengnya pulang.

Di Maendorong Ttottot, Geun Woo membantu mengupas kentang. Jeong Joo, yang melihatnya, teringat Ji Won pernah berkata kalo jalur Geun Woo berbeda dengan jalurnya. Jeong Joo jadi ragu, apa dia boleh membuat Geun Woo bekerja seperti itu. Tapi menurut Poong San, Geun Woo benar benar ingin menarik perhatian Jeong Joo. Dia juga bercerita tentang bisnis paman Geun Woo.
"beberapa bisnis distribusi, kudengar Geun Woo hyung satu satunya pewaris dalam keluarga Baek"
Jeong Joo merasa tidak enak karena mempekerjakan Geun Woo seperti itu. Dia jadi pusing pala barbie. Dia berkata pada Geun Woo dia akan memaafkan Geun Woo kalo seandainya dia bersikap dingin, karena demi dia, Geun Woo menyerah jadi pewaris keluarga Baek. Geun Woo bingung, "Kenapa juga aku harus menyerah karenamu?" tanyanya.
"aku merenungkan apa yang harus aku lakukan, tetap saja aku harus kembali sekarang. Aku tidak bisa cuma bilang 'aku keluar' lalu keluar, aku ini bukan orang brengsek, kau tak apa soal hubungan jarak jauh? Jeong Joo ku sangat sabar kan?"
Jeong Joo bergumam sendiri "aku sama sekali tidak punya kesabaran" sambil tertunduk lesu.

Bok Nyeo dan Yoo Ma bertanya tentang hubungannya dengan Geun Woo. Jeong Joo menjelaskan kalo Geun Woo akan pergi sebentar karena ada yang harus dikerjakan. Tapi ternyata dua ahjumma itu tidak suka mendengarnya. Mereka melarang Jeong Joo melepas Geun Woo untuk kedua kalinya.

Jeong Joo masih menyesali nasipnya yang akan ditinggal Geun Woo di rumah bobrok yang dulu dia beli saat pertama kali ke Jeju. Saat Geun Woo datang, dia menjelaskan kalo akan membangun sebuah cafe karena uang tabungannya sudah cukup. Tapi Geun Woo tidak setuju, dia malah mau membangun sebuah rumah. Saat Jeong Joo protes, dia berkata "kau memberikannya padaku sebagai jaminan karena uang setoranmu tidak cukup!, kau tidak bisa membetulkannya semaumu tanpa ijinku!". Jeong Joo tidak bisa mengelak. Lalu mereka berdua berdebat soal Jeong Joo yang masih menahan diri terhadap Geun Woo
"lihat dirimu, kuberikan kesempatan untuk menerkamku dan kau masih tetap membuatku aman, baik....akan kutunggu dan lihat seberapa lama kau bisa bersabar, kau tahu aku akan pergi dalam beberapa hari kan? jangan buang waktumu dengan menjadi pemalu"
Ya ampun...Geun Woo ini bener bener ngarep diapa apain ya.

Ji Won berkunjung ke Maendorong Ttottot dan minta Jeong Joo untuk mengatur acara pernikahannya dengan Joon Hee-nya. Jeong Joo sebel dengan Ji Won, jadi dia berkata kalo dia melakukannya untuk Joon Hee. Ji Won kemudian bertanya kenapa Jeong Joo membiarkan Geun Woo pergi begitu saja. Apalagi dia ikut memanas manasi Jeong Joo.
"kurasa kau tidak mengerti sama sekali, kau bahkan tidak bisa bayangkan berapa banyak wanita yang melirik Geun Woo setahun terakhir ini?"
Dan Ji Won langsung pergi. Jeong Joo meradang, tapi Poong San malah mendukung perkataan Ji Won. Jeong Joo tambah galo.

Malam itu, Jeong Joo sengaja berdandan untuk Geun Woo. Didepan kaca dia melatih pidato untuk merayu Geun Woo. Dan setelah itu, dia turun dengan pelan pelan. Dia melihat Geun Woo sedang main tablet. Jeong Joo menarik nafas panjang dan mengajak Geun Woo nonton film dan makan bubur kacang merah. Tapi Geun Woo tidak mau. Dia bahkan juga tidak mau diajak jalan jalan dipantai. Jeong Joo putus asa dan berkata kalo Geun Woo ternyata sudah nyaman dengan hubungan mereka yang sekarang ini.
"aku merasa tidak nyaman selama ini, aku gelisah menunggumu disini, penasaran kapan kau akan turun dan merasa sangat tidak nyaman"
Geun Woo menarik tangan Jeong Joo kemudian menciumnya.
Mereka berdua jelas tidak berani keluar malam itu......

Hae Sil dan Jung Geun bernostalgia di tebing tempat mereka sering bicara dulu.

Hae Sil akhirnya memutuskan untuk menemui presdir Jin. Tanpa mereka tahu Geun Woo melihat mereka dari jauh. Dari perkataan kiasan presdir Jin, sepertinya memang dia yang menabrak suami Hae Sil. Presdir Jin berpamitan dan berharap mereka tidak saling bertemu lagi. Saat presdir mau pulang, Jong Bae memberitahu kalo Geun Woo sudah mendengar pengakuan ayahnya. Tapi Presdir Jin tidak menyesal.

Hae Sil termenung di kamar. Tanpa sengaja dia melihat sebuah kado dibungkus watna merah ada dibawah meja. dia mengambil dan membukanya. Didalamnya ada sebuah surat dan butiran pasir dalam botol. Surat itu dari Jung Geun.
"akhirnya kau temukan batu permata yang sudah kusiapkan dengan kerja kerasku, nama batu permata ini adalah Pulau Jeju, aku pergi ke berbagai tempat di Jeju yang kau cintai dan mengumpulkannya sedikit demi sedikit, Tanah dari gunung Halla, pasir hitam dari Muara Soesokkak, pasir dari Pantai Sorang dimana kau biasanya pergi menyelam setiap hari juga disini, aku punya banyak uang, karena permata yang dibeli dengan uang tampaknya tidak seberharga itu, jadi aku pergo ke setiap sudut dan celah Pulau Jeju. Bagaimana menurutmu? Kau menyukainya?
Hae Sil menangis dan menyadari kalo Jung Geun sangat mencintainya.

Jeong Joo memeluk Geun Woo yang masih tidak percaya mendengar pengakuan ayahnya.

Jung geun memberitahu geun Woo kalo Hae Sil setuju meninggalkan Jeju dan menetap di Okinawa.

Presdir Jin mengunjungi Maendorong Ttottot. Jeong Joo mempersilahkan masuk dan membawakan masakan Geun Woo padanya. Setelah presdir Jin mengincipi sedikit masakannya, Jeong Joo berkata
"Maendorong Ttottot kan? itu adalah uangkapan Pulau Jeju yang artinya 'Hangat dan Lezat'. Itu juga nama restoran kami, itu adalah ungkapan dari ayahnya chef kami pada ibunya, ungkapan yang cukup indah kan? Chaf kami yang membuat semua hidangan ini, Chef kami punya hati yang hangat dan dia adalah orang yang baik, jadi hidangan inin hangat dan enak juga......silahkan dinikmati"
Selesai makan Presdir Jin mengucapkan terimakasih saat diantar Jeong Joo ke depan. Geun Woo, yang tahu ayahnya datang, memilih untuk tidak menyapanya. Tapi dia diam diam menangis saat mobil ayahnya menjauh.

Arsitek yang disewa Jeong Joo menerima perintah Geun Woo untuk membangun sebuah rumah. Jeong Joo tersipu sipu saat ahjussi itu menggoda kalo dia akhirnya akan menikah dengan Tn. Maendorong.

Malamnya, Geun Woo berpamitan kalo dia akan segera kembali ke New York. Jeong Joo cemas dan bertanya sesering apa Geun Woo bisa datang. "Sebulan sekali?~dua bulan sekali?~bahkan bukan 3 bulan sekali?".
"aku akan kembali dalam seminggu, Hyung dan istrinya pergi ke Jepang bulan depan, dengan begitu semuanya sedikit berubah, aku bisa tinggal di Jeju"
Ciee yang gg jadi LDR.....

Mereka akhirnya bernostalgia tentang awal mereka bertemu sampai sekarang.

Geun Woo memasakkan Ji Won dan Joon Hee sup landak laut sebagai hidangan pernikahan mereka. Ji Won masih tetap berpura pura kalo dia menyukainya karena Joon Hee suka. Tapi saat Joon Hee mengajaknya ke Puncak Oksunbong, menanam gandum dihalaman belakang, memelihara ayam dan kambing, dan memasak sendiri untuk makan sehari hari, Ji Won langsung berteriak marah.
"lupakan, aku tidak mau, tidak sudi, masak saja 3 kali sehari sendiri, nikmati saja pernikahanmu sendiri diladang bunga matahari atau di ladang gandum"
Joon Hee dengan gugup langsung mengejar Ji Won.

Hae Sildan Jung Geun bersiap siap berangkat meninggalkan Jeju. Sebelumnya mereka makan dulu di Maendorong Ttottot.

Hee Ra mengejar Hwang Wook dan memaksa minta dibonceng ke Maendorong Ttottot.

Maendorong Ttottot rame sekali. Ada Hae Sil, Jung Geun, dan sekretaris Jang, ada Bo Mi Ra dan suaminya, Jong Bae, Yoo Ja, dan Bok Nyeo, terus ada beberapa pegawai balai kota.
Bo Mi Ra ternyata sedang menulis kisah baru tentang Hwang Wook yang berkencan dengan Hee Ra. Tapi suami Bo Mi Ra merasa kalo Hee Ra hanya Hee Ra yang selalu mengejar ngejar Hwang Wook.

Poong San akhirnya berhasil mengajak Yoo Ra, keponakan Hwang Wook pergi kencan.

Jong Bae, Yoo Ja, dan Bok Nyeo tidak sabar merasakan sup mie pernikahan Geun Woo dan Jeong Joo.

Jeong Joo pamer pada Hae Sil kalo dia sudah bisa menangkap landak laut sendiri.

Dan datanglah pasangan baru kita. Hee Ra dengan pedenya menyapa semua yang ada disitu. Sedang Hwang Wook malah mau melarikan diri hehehe. Hee Ra lalu menyeret Hwang Wook ke meja Jung Geun dan disoraki oleh para pegawainya.

Dari jauh, Jeong Joo melihat semuanya sambil tersenyum.

Selesai mengurusi para tamunya, Geun Woo dan Jeong Joo duduk di depan restoran mereka.
"Kalo begitu...kita mau bagaimana?"
"apanya?"
"upacara pernikahan, kau mau yang bagaimana?"
"entahlah... kurasa kau yang akan jadi pengantin prianya?"
"benar, kurasa kau tidak punya pilihan soal itu, aku sudah memberikan segalanya padanya dulu, aku adalah milikmu sampai mati, kau tidak bisa menariknya"
Mereka membicarakan tentang bagaimana upacara pernikahan mereka nanti, Geun Woo mau mencoba menikah dibawah laut, tapi Jeong Joo menyelanya karena seharusnya itu kejutan. Dan terakhir Geun Woo tetap saja merayu Jeong Joo.
Nikmatilah malam yang hangat dan nyaman!

T     A     M     A     T

aaaahhh selesei juga drama itu. Saya sih gg habis pikir ya, kenapa Hae Sil masih belum bisa memaafkan Geun Woo, kan bukan salahnya juga, suaminya meninggal. Lagi pula Geun Woo juga gg deket sama ayahnya. Hahaha lucu ngliat Hwang Wook yang biasanya nguber sekarang ganti diuber. Hee Ra sih kayaknya bakal lengket sama Hwang Wook sampai cintanya diterima hehehe. Saya kurang suka ektingnya Kang Sora disini. Justru suka sama dia di Misaeng. yang pasti sebenernya saya bisa lumayan agak menikmati eps terakhir ini daripada sebelumnya.

Oke...next project drama kayaknya msh blm ada ya. Saya mau nerusin The Pirates sama Twenty dulu...Gumawo sama mbk Ratna yang udah nemenin saya...muuaahh...

7 komentar:

  1. Thanks juga mb put udah mau diajak duet recap drama ini muahhhhhh :)

    BalasHapus
  2. eh, dua film itu bikin gegulingan LOL
    thank you too mbak poetri >.<

    BalasHapus
  3. Aacihhh rekapnya,,, iya setuj,, rasa2nya lucuan geun woo deh,,

    BalasHapus
  4. Kamsahamnida mbak poet...ratna, tto...

    BalasHapus
  5. Kok mnurutku yg bunuh suaminya hae sil itu mamanya geon woo ya. Dr prkataan kasarnya, presdir jin ga bisa blg kalau istrinya yg bunuh krena dia trlalu cinta sama istrinya.

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...