Jumat, 23 Oktober 2015

Sinopsis Twenty Again Episode 16 (Tamat)

Sinopsis Twenty Again Episode 15

Pagi hari, No ra bersepeda ke taman. Setelah sedikit menggerakkan badan, dia mengeluarkan bekal, sandwich yang dulu pernah dibelikan Hyun suk. Tapi beda saat makan dengan Hyun suk, kali ini dia makan dengan lahap sambil tersenyum. Setelah itu dia meneruskan membeli bahan bahan untuk membuat dobboki dipasar.
Ternyata No ra minta diajari Dong chul memasak dobboki dengan menggunakan resep neneknya. Tapi Chong chul galak juga, dia benar benar menyuruh No ra menghitung waktu yang tepat untuk menumis bawang. Padahal saat itu Dong chul juga sedang membaca skrip untuk audisi drama.
"irisan bawang perlu digoreng diapi yang kecil seperti itu, tumis selama 20 menit, jika kau meninggalkannya meski hanya 1 detik, maka hasilnya tidak akan bagus"

No ra gemes dengan kecerewetan Dong chul, tapi tetap saja dia mematuhinya. Tanpa diduga Dong chul menyinggung masalah Hyun suk. Dia bilang entah bagaimana kalo Hyun suk tahu dia mengajari No ra membuat saus dobbokki dari resep neneknya.

"Hyun suk melarangku untuk membagikan kepada siapapun". Mendengar itu nama Hyun suk disebut, ekpresi wajah No ra berubah, tapi untuk menutupinya, berkata sambil tersenyum "apakah aku orang lain? itu kan nenekku". 

Setelah Dong chul barangkat audisi, No ra menemukan artikel tentang proyek You and Now. Terpampang pula foto Hyun suk. No ra mengambil koran itu dan membacanya. Ternyata, Hyun suk tetap menggunakan ide No ra untuk judul pertunjukannya.
Yoon young datang tiba tiba dan membuat No ra harus menyembunyikan koran tadi. Setelah membahas betapa cerewetnya Dong chul mengajari No ra, Yoon young bertanya apa No ra tidak menyesal berhenti kuliah. Nora menggeleng dan berkata kalo ternyata menyenangkan belajar membuat dobbokki dengan resep neneknya.

Flashback

Yoon young kecewa saat tahu No ra akan berhenti kuliah ditengah jalan, karena dia tahu perjuangan No ra.  Nora menjelaskan kalo biaya kuliahnya ternyata sangat mahal dan sebenarnya dia sudah tidak ada alasan lagi untuk melanjutkan kuliah. Dulu dia kuliah karena Woo chul. Yoon young bertanya apakah No ra tidak mau kuliah demi Hyun suk. No ra bingung kenapa pendidikannya harus sama dengan Hyun suk. Yoon young beralasan kalo Hyun suk sudah sangat sukses dan setidaknya No ra bisa mengimbanginya agar tidak terlihat terlalu mencolok. Yoon young ternyata shipperannya Hyun suk-No ra ya.

"Hidupku standar orang lain? aku tidak akan hidup seperti itu lagi, dan untuk Cha Hyun suk, aku akan mengingatnya sebagai cinta pertamaku" jawab No ra. No ra tidak mau hidupnya tergantung pada orang lain lagi. Dia berjanji akan hidup sesuai kemampuannya sendiri mulai sekarang.

Hari itu Yoon young menemui No ra, selain untuk membelikan dobbokki untuk siswa baletnya, dia memberitahu kalo ingin ikut No ra pulang ke Okcheon untuk merayakan ulang tahun nenek No ra. Yoon young kasihan pada No ra yang harus naik bus padahal dia harus membawa banyak barang, No ra tentu tidak menolak ajakan Yoon young. Dia berkata kalo harus menyiapkan bekal yang banyak buat mereka berdua. Yoon young bertanya "Cha Hyun suk belum datang kesini?". No ra menggeleng dan menjawab kalo Hun suk mungkin sibuk dengan projeknya.
"Tak apa jika dia tidak datang, Dong chul bilang padanya bahwa kau bekerja disini dan dia melarang untuk berbicara tentangmu dan tidak berbicara tentangmu untuk selamanya. Apakah dia marah?"

No ra berusaha menjawab dengan tenang, padahal hatinya galo. "Apa maksudmu? wajar saja, itulah yang kita sepakati". Dilihat dari wajahnya, No ra sepertinya juga tidak yakin dengan jawabannya sendiri.

Saat latihan teater, Hyun suk memarahi salah satu aktor yang menurutnya kurang ekspesif dalam memainkan perannya. Tapi untung Soon nam datang membawakan makanan, jadi latihan segera dihentikan. Manager panggung, yang melihat makanaan yang dibawa Soon nam protes.
"Dulu Produser Cha membelikan kue beras pedas, kue pedas benar benar lezat, kenapa kita tidak lihat hari ini?"

Hyun suk hanya menjawab pendek "karena aku tidak ingin memakannya" sambil berlalu. Sang ye hanya melihatnya tanpa berkomentar.

No ra pergi ke toko buku. Setelah mendapatkan buku yang dia cari, No ra berjalan ke kasir. Mata No ra melihat dari depan, Hyun suk berjalan menuju ke arahnya. No ra bingung apa yang harus dia lakukan. Hyun suk juga melihatnya. Mereka saling tatap. Saat Hyun suk sudah hampir mendekatinya, No ra dengan gugup menyapa "lama tidak bertemu...".

Tapi apa, Hyun suk hanya melewatinya tanpa berhenti dan membalas salamnya.
No ra balik badan dan hampir saja menyusul Hyun suk karena jengkel. Tapi kemudian ucapan Hyun suk saat mereka bertemu terakhir muncul di ingatannya. Membuatnya menghentikan langkahnya
"Tapi kau harus tahu satu hal. Tidak ada selamanya. Sudah saatnya bagiku untuk pindah sekarang. Aku tidak bisa meraih cinta pertamaku selamanya, aku tidak bisa menjalani hidupku seperti itu"

No ra sekarang tinggal diapartemen kecil sendirian. Lalu dimana Min soo?. Min soo ternyata pergi ke Amerika(?). Dan sekarang mereka sedang berbicara lewat video call. No ra bertanya bagaimana pekerjaannya.
"baik baik saja, selesai dipeternakan blueberry, aku mau ke Hillstone untuk mencari pekerjaan"

No ra menyuruh Min soo pulang saja kalo disana berat, tapi Min soo menyakinkan ibunya bahwa dia bisa melakukannya dan dia bahagia. No ra senang melihat anaknya sudah dewasa sekarang. Selesai dengan Min soo, No ra beranjak ke meja belajarnya dan menulis dibuku kebahagiaan yang dulu diberikan Hyun suk. Dia membuka kembali beberapa tulisan yang pernah dia buat. Setelah selesai No ra mengambil buku yang tadi dibeli. Melihat buku itu, dia jadi ingat kalo tadi membawa koran yang ada artikelnya Hyun suk. No ra membaca sambil mengingat pertemuannya dengan Hyun suk tadi. No ra masih jengkel karena dicuekin. Setelah itu dia mengambil surat yang dikirim Min soo dan menyimpannya dikotak yang juga diberikan Hyun suk. Saat membuka kotak itu, No ra mengambil kartu ucapan yang diterima bersama buket mawar merah.
'Dari orang yang memperhatikanmu'

Hari itu No ra seharusnya berangkat ke Okcheon diantar Yoon young. Tapi paginya, Yoon young menelpon kalo seharusnya hari itu dia ada janji mengantar ibunya ke rumah sakit. Jadilah No ra berangkat sendiri naik bus. Saat No ra sedang dipinggir jalan menunggu bus, mobil Hyun suk berhenti didepannya. Hyun suk menawarinya tumpangan tapi karena No ra menolak, tanpa berkata apa apa, dia menutup kaca mobil dan langsung menginjak gas. No ra yang masih bingung, hanya bisa melihat mobil Hyun suk yang maju beberapa meter tapi akhirnya berhenti lagi. Hyun suk keluar dan menghampiri No ra. Dia bertanya
"apa kau mau ke Okcheon? Nenek meninggal bulan april, jadi kenapa kau pergi sekarang?"

Dan saat No ra menjawab kalo hari ini ulang tahun neneknya, Hyun suk bersikeras untuk mengantar No ra ke terminal. Dia segera memasukkan barang barang No ra yang banyak ke bagasi dan menyuruh No ra masuk mobil. No ra protes, tapi Hyu suk tidak perduli. Meskipun begitu, setelah mereka jalan, Hyun suk tetap cuek. Dia malah asik menelpon reporter yang mengajaknya wawancara. Tapi ternyata itu memang rencana Hyun suk agar No ra tidak protes karena Hyun suk sengaja melewati terminal dan dia akan mengantarkan langsung ke Okcheon. No ra tetap protes, tapi Hyun suk dengan wajah dingin menjawab 

"kenapa kau merasa tidak nyaman? perasaan cinta sudah berakhir, ini hanya pertemuan antara teman lama saja". 

Mereka sampai di rumah nenek dan No ra menyuruh Hyun suk langsung pulang saja. Tapi dia tidak mau. Dia menyuruh No ra membersihkan makam nenek, sedang dia sendiri membersihkan rumah. 

Sambil membersihkan makam neneknya, No ra bercerita kalo selama ini dia sudah kuliah dengan uang yang ditinggalkan nenek padanya. No ra berterimakasih pada neneknya karena sudah menjadi neenk yang mencintainya. Dia sudah mau bercerita tentang Hyun suk, tapi ternyata Hyun suknya datang. Hyun suk menyuruh No ra pulang ke rumah dan gantian dia yang membersihkan makam nenek.

No ra sedang memasak saat dia ingat waktu mereka berdua ngobrol disungai sambil makan semangka 20 thn yang lalu. Saat itu mereka sepakat untuk mengubur kapsul waktu dan sepakat akan datang bersama sama lagi dan membukanya. No ra menyusuri jalan menuju tempat mereka menguburnya. Dia tidak tahu Hyun suk melihatnya dari belakang.
'Kau harus bersamaku, kau bilang bahwa kita sudahh bermain bersama selama 11 tahun, kau tidak ingat?"

Hyun suk menyuruh No ra maju 3 langkah lagi. No ra mengajak Hyun suk membuka kapsul waktu mereka, tapi Hyun suk menolak dan menyuruh No ra membaca semuanya sendiri. No ra menggali tanah dan menemukan 2 botol berisikan kertas itu masih ada. Dia membukanya. Tulisan Hyun suk.
"Tahun 2015, Ha No ra berusia 38 tahun, kau tidak banyak berubah, kau masih energik dan cantik, 30 juli 1995, 20 tahun yang lalu. Ha No ra, aku bahagia bisa berada disampingmu selama 20 tahun, dan terimakasih, semoga kebahagiaan ini abadi. Dari Cha Hyun suk yang selalu ingin berada di samping Ha No ra"
"Tahun 2015, Cha Hyun suk akan menjadi produser terbaik di Korea, 30 Juli 1995, dari orang yang memperhatikanmu"

"orang yang memperhatikanku?" gumam No ra. Dia jadi ingat buket bunga yang dikirim Hyun suk, kartu ucapannya bertuliskan 'untuk orang yang selalu memperhatikanku'. 

No ra mengejar Hyun suk dan bertanya apakah Hyun suk sudah membuka kapsul waktu. Hyun suk mengangguk dan berkata kalo dia membukanya waktu selesai wamil dan akan ke Rusia. Sebenarnya saat itu dia hampir saja membuang kapsul waktu, tapi tidak jadi. Dia malah membuka dan membacanya lalu menguburnya kembali. Hyun suk hanya berharap suatu hari, 20 thn yang akan datang, mereka bisa kembali kesini bersama sama. Tapi Hyun suk menyerah. "Kau memang sulit dimengerti" katanya pada No ra sebelum berbalik dan pergi.

Wajah No ra pucat mendengar Hyun suk yang setia menunggunya sampai 20 tahun. Tanpa berpikir panjang, dia berlari dan memeluk Hyun suk dari belakang. No ra menangis. Tapi Hyun suk tetap berwajah dingin.
"Apa artinya semua ini?"
"Apakah kau bertanya karena kau tidak tahu?"
"Kita tidak saling berpelukan jadi aku tidak tahu apa artinya...ucapkan sesuatu" 

No ra berusaha bicara, tapi segera dipotong Hyun suk karena terlalu berbelit belit. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, mungkin aku bisa mengerti jika kau tidak berbelit belit, seperti terakhir kali".

Maksud No ra adalah saat dia tidak ingin Hyun suk ada disisinya lagi. Sekarang No ra mengucapkan kebalikannya. 

"aku ingin kau.......untuk berada disisiku"
"mengapa?"
"karena aku menyukaimu...karena aku merindukanmu...karena aku tidak bisa melupakanmu...aku bisa mati karena ingin melihatmu...." kata No ra sambil menangis.
Hyun suk tersenyum, "katakan sekali lagi....!"
"apa kau ingat aku?"

Hyun suk lalu berbalik dan memeluk No ra yang masih menangis. Dia berbisik "bagaimana aku bisa melupakanmu".

No ra ganti memukul manja Hyun suk "kau brengsek..."

Hyun suk melepaskan pelukannya "apa?...apa yang kau katakan?..."

"bagaimana kau bisa....." No ra belum sempat meneruskan perkataannya karena Hyun suk menutup bibir No ra dengan menciumnya (yeeaayy!!!...akhirnya)
Saya mau juga abis nangis nangis terus dapat kisseu dari Hyun suk hehe.

Mereka kembali ke makan nenek sambil membawa banyak makanan dan arak. Setelah menghormat, No ra menuang arak dan kemudian meminumnya didepan makam. Hyun suk sih senyum senyum aja disampingnya. Ciiee yang baru jadian. Hyun suk bercerita kalo nenek suka roti kacang merah. Dia bercerita kalo dulu nenek kelaparan dimusim dingin, dan saat peternakan tempatnya  bekerja tidak bisa membayar upah, mereka menggantinya dengan roti kacang merah. Sebenarnya nenek sangat kelaparan, tapi dia menahan diri memakannya, dan memberikannya pada cucunya. Tapi cucunya malah menyuapkan roti itu ke neneknya. No ra baru tahu cerita itu dari Hyun suk. 

Lalu mereka saling ledek. Hyun suk meledek No ra yang diam diam datang kerumah dan mengintipnya. Padahal sih Hyun suk tahu No ra sembunyi dibalik tembok.
Tapi dia juga bercerita suatu malam, dia datang dan melihat No ra dari jauh sedang memakan Dobboki. Hyun suk bahkan memotretnya.
Ternyata selama ini Yoon young dan Dong chul adalah mata mata Hyun suk. Mereka selalu menceritakan apa yang terjadi dengan No ra. Mulai dia drop out kuliah dan belajar memasak dobbokki di tempat Dong chul. Hyun suk menyuruh mereka berkata pada No ra kalo dia melarang Yoon Young dan Dong chul menyebut nama No ra didepannya. Padahal kebalikannya, Hyun suk malah pengin tahu semuanya. 

No ra akhirnya tahu kalo 2 temannya juga terlibat. 

Apa kabar Woo chul? Woo chul yang dulu bukanlah yang sekarang. Penampilannya acakadut. Rambutnya tidak ditata rapi, kumis nya tidak dicukur klimis, terus kancing bajunya juga hampir lepas. Dia sekarang bekerja di Univ. Yoobae. Dia menyemangati dirinya dengan menempelkan banyak post it berisi kata kata motivasi.
Selesai memberikan kuliah, Woo chul berjalan keluar. Dia tidak tahu kalo dari balik pohon, Yi jin mengamatinya. Eh tapi salah ding, Woo chul menghentikan langkahnya, berbalik dan menyapa Yi jin. Yi jin yang kaget segera menutupi wajahnya dengan topi dan kacamata berusaha untuk tidak dikenali Woo chul. 

"lama tidak bertemu...apa yang kau lakukan disini....?" sapa Woo chul. Tapi Yi jin tetap mengelak kalo dia tidak kenal. Woo chul menyebut nama Kim Yi jin sambil melepas kacamatanya. Ternyata Yi jin menyamar tapi memakai topi dan kacamata yang sama seperti saat mereka ketahuan No ra di teather. Woo chul meminta Yi jin untuk tidak marah lagi padanya.
"kau tidak melarangku pindah ke Univ. Yoobae, jadi kukira kau memang sudah tidak perduli padaku".

Lalu Woo chul menyodorkan pipinya sambil berkata "usir aku...". Hahaha bilang aja minta di tampar manja pipinya. Pake alasan minta diusir hihi. Yi jin gemes, tapi saat melihat kancing baju Woo chul yang hampir lepas, dia jadi iba. Yi in bertanya Woo chul sendirian disini, Woo chul mengiyakan.

Flashback
Woo chul bertemu dengan No ra saat akan pindah ke Univ. Yoobae. Woo chul merasa setidaknya dia harus berpamitan pada No ra. 

"Apa kau masih membenciku?" tanya Woo chul. No ra menjawab kalo dia sudah tidak punya perasaan apa apa padanya.  
"Aku masih muda, aku memikirkannya dan aku masih berusia 23 tahun, aku harus belajar dari kesalahanku, aku terlalu muda, aku takut sesuatu akan terjadi, aku sudah melakukan 1 kesalahan, aku sudah menghancurkan hidupku"

No ra menyuruh Woo chul agar memulai hidup yang baru dan melupakan masa lalu mereka. Sebelum pergi, Woo chul memberikan kalung yang seharusnya sudah dia berikan dulu. Ternyata Woo chul masih menyimpannya. Woo chul memberikannya sebagai tanda maaf. Saat No ra membukanya, dia menemukan kartu bertuliskan
"selama 20 tahun terakhir...maaf dan terimakasih"

Woo chul tersenyum saat No ra mau menerima pemberiannya.

Yi jin yang mendengar cerita itu dan merasa kalo mereka berdua sangat berkelas, karena tidak mudah buat mereka  untuk berbicara baik baik setelah perpisahan terjadi. Woo chul juga menebak kalo Yi jin pasti masih marah padanya, dan dia juga minta maaf.
"aku sudah mengundurkan diri dari Woocheon, berkat produser Cha, aku tidak bisa hanya diam, apa yang sudah kulakukan pasti suatu kejahatan. Setelah aku melakukan sesuatu seperti itu, aku tidak harus berdiri di mimbar".

Woo chul bertanya apa rencana Yi jin setelah itu. Yi jin akan refresing ke Amerika tapi dia akan kembali karena dia tidak bisa meninggalkan Korea terlalu lama. Meninggalkan Woo chul kali ya. 

Hari itu hari pertunjukan You and Now. Mas Hyun suk dandannya keren abis. Haduh...untung kacanya gak bisa ditanyain siapa yang paling ganteng se Korea.
Eh ternyata yayangnya juga sama, kalo yang ini untung kacanya gak pecah hehehe.
No ra datang bersama Soon nam membawa banyak makanan kecil untuk para aktor di ruang ganti. Hyun suk memarahi Soon nam karena mengajak yeoja-nya membeli makanan. Tapi Soon nam dengan cerdas menjawab
"Agar dia mau keluar dari pekerjaan paruh waktu, siapa yang mau mendengarkannya..."

Hahaha...Son nam malah memilih nonna nya. Tapi saat Woo chul memberinya kesempatan untuk menjadi anggota tim produksi, Soon nam memilih pergi daripada harus memilih antara nonnanya dan bosnya hehe. Soon nam memang sudah memutuskan untuk tidak jadi PNS dan bergabung dengan Hyun suk di teaternya. 

Pertunjukan You and Now nya sukses sekali. Dari jauh, No ra dan Yoon young membawa buket besar dan melihatnya dari jauh. Tapi dasar Hyun suk, dengan pedenya dia bilang kalo harus menerima bunga dari pacarnya dulu baru bisa meneruskan foto dan wawancara. Mana pake acara kedip kedipan pula. Halah...
No ra memberikan juga buket pada Sang ye. Hyun suk datang dan memeluk Sang ye karena sudah sukses hari ini. Tapi Soon nam tidak rela melihat pacar nonnanya memeluk cewek lain didepannya. Dia langsung menarik tangan Hyun suk agar menjauh dari bahu Sang ye, sambil mengancam Seung hyun untuk tidak menirunya. Begitu Seung hyun menjawab "oppa....."dengan manja, mereka baru tahu kalo ternyata Soon nam dan Seung hyun jadian hihi.

Sekarang waktunya cemburu cemburuan. Hyun suk datang ke toko saat No ra mau keluar. Dia juga tidak mau memberi tahu mau kemana. Jadilah Hyun suk menunggu No ra dari sore sampai malam. Eh ternyata tokonya sudah menjadi milik No ra lho. Hyun suk sebenarnya sudah mengantuk saat No ra datang, tapi dia langsung melek bagitu No ra kembali. Hyun suk mau menyapa No ra, tapi ada suara pria menyapa No ra lebih dulu dibelakangnya. Hyun suk melotot sampai matanya mau keluar. Dia penasaran siapa pria itu. Apalagi dia dengan akrab menyapa No ra.
"aku datang lebih awal dan kau tidak ada disini, jadi aku kembali ke kantor"

Hyun suk yang seperti kebakaran jenggot, menjawil Dong chul dan bertanya siapa pria itu. Jawaban Dong chul malah membuat Hyun suk tambah gregetan.
"Dia adalah seorang pengacara di seberang jalan, dia hanya datang untuk makan ketika No ra disini, 1 lagi...dia masih berumur 35 tahun"

Hyun suk lalu memanggilnya keluar dan meminta No ra untuk tidak menjual dobbokki pada pengacara Lee lagi dan berhenti tersenyum padanya. Tapi karena No ra tidak mau, akhirnya Hyun suk memberi pilihan terakhir. "Perkenalkan aku...sebagai pacarmu...". No ra bertanya kenapa dia harus berbuat seperti itu.
"apa maksudmu kenapa? sehingga pengacara Lee yang brengsek itu akan berhenti menyukaimu"
"benarkah...? akku pikir dia hanya tertarik dengan dobbokki pedas buatanku...apa terlihat bahwa dia menyukaiku? wwoooww..daebak!!!"

Hahaha..No ra pede juga sekarang. Kayaknya dia sengaja membuat Hyun suk cemburu. Dan saat Yoon young datang, dia menertawai mereka berdua yang sedang bertengkar. Tapi meskipun begitu, saat No ra menyuguhkan dobbokki pada mereka bertiga, dia sengaja memberi dobboki Hyun suk potongan tempura dan membuat 2 temannya berteriak tidak adil.

Seung hyun membantu No ra mengaplod cerita bergambarnya ke forum. Isinya sih sudah bisa ditebak, perjalanan cintanya dan Hyun suk. No ra senang karena beberapa saat setelah diaplod, ada komentar yang masuk dan menunggu kelanjutan ceritanya.

Hyun suk dan No ra berjalan jalan dikampus. Mereka melihat Hye mi yang sedang pamer kartu pos yang dikirim Min soo. Hye mi menolak ajakan Min hee untuk nongkrong karena harus pergi belajar di perpus.
"Kau sudah tahu 2,5 semester ini nilaiku F, aku harus belajar sekarang, aku pergi..."

Melihat Hye mi semangat, No ra tersenyum. Hyun suk bertanya apa Hye mi tahu dia ibu Min soo. Ternyata tidak dan No ra juga tidak punya niat untuk memberitahukannya. Itu sebabnya, Hyun suk langsung menggandeng tangan No ra karena tidak ada yang perlu dia khawatirkan.

Mereka berjalan berdua ditaman. No ra ingat semua kenangan mulai dia masuk kampus. Kagoknya dia saat dikelas untuk pertama kali, dibuli Hyun suk, saat membantu Hye mi yang dilecehkan, saat dipeluk Hyun suk, saat menari dipanggung dan akhirnya menangis, dan banyak lagi yang dia ingat.

Hyun suk bertanya apakah dengan kembali ke kampus membuat No ra ingin kuliah lagi.
"tidak...aku sudah merasakannya...banyak kenangan yang tak terlupakan"
"dari semua kenangan itu, yang terbaik adalah aku kan?"
"untuk beberapa hal. Aku banyak belajar karena bertemu denganmu" 

Mereka pergi piknik ke taman. No ra tidur di lengan Hyun suk sambil membaca skrip. Tak lama, No ra ketiduran dan sekarang jadi memeluk Hun suk. Yang dipeluk mah senyam senyum aja. Dan saat ada anak kecil menendang bola disebelahnya, Hyun suk, dengan berbisik berkata "bisakah kau main disebelah sana, temanku sedang tidur" sambil memberi permen padanya. Hyun suk lalu mencium pelan dahi No ra dan ikut memejamkan mata.

Selesai.

Komentar 
Endingnya nanggung amat. Saya berharap mereka kawin langsung aja. Tapi mungkin mereka masih butuh waktu (khususnya No ra) untuk menata perasaannya. Untung saja ini Korea, coba kalo disini, barusan cerai udah jalan sama cowok lain, pasti dicap yang aneh aneh.

Buat Woo chul dan Yi jin seharusnya ada ending lain buat mereka. Saya kurang puas dengan scene terakhir mereka berdua.

Kapan ya Min soo bakal bilang kalo No ra adalah ibunya pada Hye mi. Mungkin nanti kalo mereka jadi serius kali ya. Dilihat dari modelnya, Min soo ini type cowok setia. Akhirnya Hye mi sadar juga kalo dikampus itu harusnya belajar ya neng, bukan nongkrong nongkrong aja. Kayaknya dia malu kalo tidak bisa sukses seperti Min soo.

Oh ya...semoga Sang ye cepat nemu jodoh ya. Cakep cakep masak jomblo.

Selamat buat Soon nam dan Seung hyun. Ini yang kata orang jawa "witing trisno jalaran soko kulino" (perasaan suka karena terbiasa). Tapi khusus kasusnya mereka, peribahasanya jadi "witing trisno jalaran soko ora ono liyane" (perasaan suka karena gak ada yang lain)hehehe.

Terakhir...gumawo mbk Dee...reader sudah mau menemani saya sampai ending. *deepbow*

Next week, tidak seperti yang saya posting kapan lalu, Bubblegum bakalan jadi proyek solo saya yang perdana. Ketiga teman yang bakalan saya ajak kuartet ternyata sudah sibuk dengan proyeknya sendiri. Jadi untuk Bubblegum kalian tidak perlu lompat lompat ya bacanya hehehe.
Anneyong...

Sabtu, 17 Oktober 2015

Update Drama Korea D-Day

From Hecting With Love

Waah....judulnya telenovela banget ya. Entah kenapa, saya malah milih bikin updetan D-Day daripada Bubblegum yang juga baru kluar spoiler dan BTS nya. Update an Bubblegum bisa kalian buka di tempat Ratna ya.

Sekarang saya bukannya mau nunjukkin sibuknya kota setelah gempa, tapi ini tentang romance. Oh ada romancenya tho D-Day?, saya pikir awalnya juga gg ada.

Ini tentang Dol mi dan Hae sung.
Dol mi adalah dokter residen (ppds) orthopedi dari Busan yang seharusnya cuma merujuk pasien saja tapi harus terjebak di Seoul saat gempa terjadi.
Kalo Hae sung itu dokter bedah yang berani mengambil resiko hanya untuk menyelamatkan pasien. Dia sih sering kontra dengan Dir Rs Mirae karena ngotot menerima pasien dengan trauma post TA (traffic accident) ato kecelakaan lalu lintas yang sebenarnya bukan spesialisasi Rs Mirae. Rs Mirae adalah Rs Onkologi.

Yak dan seperti kebiasaan romance di drama korea biasa terjadi, Termasuk mereka sih awalnya gontok gontokan juga. Itu gegara Dol mi yang tidak mau melakukan thorakosentesis (menyedot cairan dari pleura, rongga antara paru paru dan dinding dada) karena dia belum pernah melakukan. Malah Park Ji na, seorang perawat yang melakukan.
Karena konfrontasi itu, Dol mi sebenarnya bete juga. Dia sudah dalam perjalanan pulang saat gempa terjadi, dan tanpa dia sadari dia sudah mulai bekerjasama dengan Hae sung untuk melakukan operasi pada pasien. Itupun harus dia awali dengan melakukan pijat jantung yang dramatis begitu turun dari mobil ambulace sampai OR (Operating Room).

Karena saking jengkelnya, Dol mi 2 kali menyepak kaki Hae sung hihihi. Tapi Hae sung gentle kug, dia menikmati siksaan fisik Dol mi.
Bahkan saat Dol mi ngambek, Hae sung merayunya untuk tetap tinggal dan membantunya.
Tentu saja Dol mi tetap disana menemani Hae  sung, sampai akhirnya saat Hae sung nekat mengambil persediaan darah di PMI, dia cidera karena dipukul. Dol mi yang setia menunggu diluar Rs, syok saat tahu Hae sung pingsan dan dadanya berdarah.
Dia melakukan sebisanya untuk mendiagnosis dengan cepat apa yang terjadi dengan Hae sung. Syukurlah, dia hanya punya luka robek di dada. Nah ini scene fav saya. Pas Dol mi mau menjahit luka Hae sung, dia liat dong dada Hae sung yang kotak kotak itu. Jahilnya kumat dan tangannya mulai bergerilya mengetes se kekar apa dada Hae sung hahaha. Hae sung tiba toba bangun dan menuduh Dol mi melakukan pelecehan padanya ^_^. Tapi akhirnya Dol mi meskipun dengan grogi bisa juga menghecting luka Hae sung.
Sejak saat itu, Hae sung sering mengamati Dol mi dari jauh. 
Dan akhirnya yang ditunggu tunggu pun terjadi. Apalagi kalo bukan kisseu nya. Hae sung spontan mencium Dol mi saat dia membersihkan wajah Dol mi yang kena cipratan lumpur saat mereka mendorong ambulance yang bannya terjebak di lumpur. Mereka sedang berusaha mentranfer pasien saat itu. 
Adegan ini baru terjadi di eps 9 yang tayang semalam lho ya. Tapi meskipun begitu, ending eps 9 gg keren ah. Hae sung akhirnya membiarkan Dol mi pergi membawa pasien yang akan di transfer. Dol mi berteriak memanggil Hae sung, tapi sayang, pintu pesawat sudah harus ditutup. Dan mereka hanya bisa saling pandang lewat jendela.
Jadi gimana? Masa pisah gitu aja?.....moga moga episode 10 nanti malam pertanyaan itu bisa terjawab. Yang pasti Hae sung.....saranghae...