Jumat, 16 Oktober 2015

Sinopsis Twenty Again Episode 14

Sinopsis Twenty Again Episode 13

Bukannya langsung pulang setelah dari pengadilan, No ra malah mampir ke toko Dong chul. Dong chul yang sepertinya lagi menemukan hal yang menarik di internet heran melihat No ra. Dia memberikan sepiring dobbokki dan No ra memakannya pelan pelan. 

Min soo mengantar ayahnya yang keluar dari rumah. Dia menyuruh ayahnya agar jangan mengkhawatirkan dirinya dan ibunya. sebenarnya, Woo chul mau bicara, tapi Min soo keburu membukakan pintu mobil dan mempersilahkan ayahnya masuk. Woo chul akhirnya hanya menepuk pundak Min soo sebelum masuk mobil.
Meskipun mobilnya sudah menjauh, tapi Woo chul masih melihat Min soo memandanginya dari tempatnya berdiri. Didalam rumah, No ra membuka kembali kotak kenangan berisi gambar yang dia buat dulu. Hampir semua gambar berisi tentang neneknya. Min soo masuk kemudian duduk disebelah ibunya. Dia tahu ibunya sedang galo, makanya dia juga menyampaikan hal yang sama dengan apa yang dikatakan pada ayahnya.

"Ibu jangan menghawatirkan aku, aku akan mengurus diriku sendiri, aku akan giat belajar, ibu juga butuh hidup" ujarnya sambil memeluk pundak ibunya. 

Woo chul ternyata memutuskan tinggal dihotel. 

Tidak biasanya, hari itu ayah Yi jin tiba tiba berbicara tentang Woo chul pada Yi jin. Ayahnya menganggap Woo chul tidak senang di Woocheon karena dia menolak bekerja sama dengan Hyun suk. Apalagi ternyata ayahnya sudah tahu kalo Woo chul juga berminat untuk mengisi kekosongan profesor psikologi yang ditinggalkan prof. Park di Jacheon. Yi jin terkejut. Dia jadi ingat pertengkaran mereka.  

"Kupikir pola pikir kita sama, begitulah yang kukira selama ini" kata Woo chul waktu itu.

Yi jin berkilah kalo sebenarnya itu hanya alasan Woo chul untuk menutupi kalo dia masih punya rasa suka pada No ra. Tapi Woo chul dengan tegas menolaknya.
"dia tidak ada hubungannya dengan putusnya kita. Yi jin, kau dan aku, kita terlahir dengan pola pikir yang berbeda. Kita tidak bisa menghindari itu".

Yi jin kembali ke kantornya dengan galo. Dia masih belum bisa percaya kalo Woo chul benar benar akan meninggalkannya. Bukan hanya putus, tapi dia juga punya niat untuk pindah dari sana. Yi jin yang kesal, menelpon seseorang untuk meminta sebuah foto. Setelah itu dia membuka file komputer yang ada foto kasus penyuapan dosen beberapa saat yang lalu. Sepertinya Yi jin punya rencana untuk mengacaukan Woo chul.

Yoon young mengunjungi No ra yang sedang mulai beres beres untuk pindah rumah. Sewa rumah mereka sudah mau habis, dan setelah itu dia juga Min soo akan tinggal di rumah yang kecil. Yoon young memarahi No ra karena belum menyelesaikan balik nama toko mereka di Yeonam-dong. Yoon young takut kalo Woo chul tidak menepati janjinya lagi.

Hari itu, No ra yang sebenarnya sedang sakit memaksa tetap ke rumah Hyun suk. Ada rapat dengan tim produksi disana, dan setelah selesai, mereka berencana makan diluar. Hyun suk mengajak No ra, tapi dia menolak karena ingin pulang saja. Hyun suk sebenarnya tahu kalo No ra agak pucat, tapi karena No ra berkata dia baik baik saja, Hyun suk akhirnya menyusul yang lainnya rapat. Dia lupa kalo ponselnya tertinggal di meja.

Ditempat minum, Hyun suk yang mencari ponselnya, meminta Sang ye menelpon No ra dan menyuruh membawakan ponselnya. Sekalian supaya No ra ikut makan dengan mereka. Sang ye keluar untuk menelpon, tapi dia ragu. Entah apa yang Sang ye pikirkan. Dia tidak mau Hyun suk dekat dengan No ra atau sebenarnya dia kecewa karena Hyun suk jelas jelas kelihatan sangat perduli pada No ra. Yang pasti Sang ye tidak menelponnya dan berbohong pada Hyun suk kalo No ra sudah pulang.

No ra tidak pulang karena ternyata dia memang sakit. Hyun suk menemukannya terbaring disofa, sedangkan pekerjaannya belum beres. Hyun suk meemgang dahi No ra terkejut karena badannya panas. Cepat cepat dia  mengambilkan bantal, menyelimuti, dan mengompresnya. Dia bahkan membuatkan bubur untuk No ra karena dia harus minum obat tapi perutnya masih kosong. Saat Hyun suk membangunkan No ra untuk makan, dia melihat No ra mengigau dan mennangis memanggil nama neneknya.
Hyun suk meyuapi No ra dan membantunya minum obat. Setelah itu dia membiarkan No ra tidur lagi. Paginya, No ra yang merasa sudah baikan, terbangun dan langsung berjingkat kaget saat tahu Hyun suk tidur terduduk disofa dekatnya. No ra juga melihat dimeja ada baskom air, mangkok bubur, juga obat. Dia berusaha mengingat apa yang terjadi. Ternyata samar samar, No ra ingat Hun suk menyuapinya. Lalu dia menoleh melihat Hyun suk. Pelan pelan tangan No ra membelai rambut Hyun suk. Tapi seakan sadar kalo apa yang dilakukannya tidak benar, dia bergegas pergi. Hyun suk yang baru bangun dan melihat No ra sudah tidak ada, segera berlari mengejar No ra keluar. Dia berusaha menelpon No ra. Hyun suk melihat No ra baru saja naik taxi, tapi saat No ra menjawab telponnya, dia bilang kalo dia sudah pulang dari jam 3 tadi pagi. No ra juga sempat memarahi Hyun suk.

"Hei...seharusnya kau bangunkan aku kalo aku ketiduran, itu memalukan sekali". 

Padahal pikiran No ra saat itu sedang kacau karena ingat saat tadi dia membelai rambut Hyun suk. Dia sibuk memaki dirinya sendiri. "Ha No ra, kau gila! kau gila...aku pasti sudah gila" gumamnya sambil memegangi dadanya.

Masih ditempatnya tadi, Hyun suk yang awalnya bingung kenapa No ra berbohong padanya, tiba tiba ingat sepertinya tadi dia merasakan sentuhan jari No ra di dahinya. Dan diapun tersenyum lebar...
"Ha No ra...kau...jangan jangan...."

Tanpa diteruskanpun, kita sudah tahu kalo Hyun suk sadar, No ra sudah mulai menyukainya. Dan senyumnya tambah lebar sampai dimplenya keluar. Ini part fav mbk Dee kayaknya...ya mbk?

Hyun suk masih diluar saat Sang ye datang. Dia melihat dapur berantakan dan bekas selimut disofa. Sang ye menyadari sesuatu yang membuat dia menahan nafas. Tahu kalo kebohongannya semalam sudah diketahui Hyun suk, Sang ye minta maaf. Tapi Hyun suk seperti tidak mau memperpanjang.

Siang itu, Min soo di kelas sedang mengerjakan soal soal latihan TEOIC. Dia menarik nafas panjang saat ternyata jawabannya ada yang salah 1. Puk puk Min soo, gak papa, manusia memang tempat salah dan khilaf hehehe. Ponselnya berbunyi. Hye mi mengirim pesan sos. Dia bergegas menemui Hye mi. Ternyata Hye mi mengajak Min soo dobel date dengan temannya. Niat Hye mi sih biar Min soo tidak stress karena memikirkan perceraian orang tuanya. Tapi Min soo menolak karena harus belajar untuk ujian

Saat mau menuju kelas teaternya, Hyun suk menerima pesan dari Woo chul yang mengajaknya bertemu. Ternyata Woo chul  memberitahu Hyun suk kalo dia sudah bercerai resmi. Dan dia menantang Hyun suk untuk bersaing dengan adil berebut cinta dari No ra.
"Aku cerai supaya bisa memulai awal yang baru, seseorang perlu menghapus masa lalu untuk menulis lembaran baru. Mari kita mulai cinta segitiga kita"

Tapi Hyun suk menganggap pikiran Woo chul sudah ngawur. 

Dijembatan menuju kelasnya, Hyun suk melihat No ra berdiri membelakanginya. No ra ragu ragu, antara mau masuk atau tidak. Hyun suk diam dan mengamati. Lalu dia memanggil No ra. Yang dipanggil kaget dan berjalan mundur karena Hyun suk terus maju mendekatinya.
Padahal Hyun suk hanya ingin memegang dahi No ra dan memastikan kalo dia sudah tidak panas lagi. Tapi mata No ra malah melotot dan gugup. Hyun suk bertanya apakah dia masih mau bekerja dikantornya. No ra mengindari menjawab dan berlari masuk kelas. Kali ini, sebagai tugas terakhir teater, Hyun suk menyuruh memainkan adegan dengan tema 'Suatu saat dalam hidupku'

"Setiap orang punya kenangan dan kesempatan dalam hidup, kalo aku, masa laluku mengerikan. Lalu bagaimana aku bisa melaluinya dan jadi sekeren ini? itu semua karena seseorang...Orang itu memberiku kesempatan untuk berubah, aku harap kalian menemukan saat saat seperti itu" jelasnya sambil beberapa kali melihat No ra.

Hye mi menggerutu pada Min hee tentang Mi soo yang tidak mau diajaknya liburan. Min hee yang browsing menemmukan berita tentang prof. K yang masuk Univ Woocheon dengan menggunakan koneksi. mereka menebak nebak siapa prof. K itu.

No ra berjalan sambil tenggelam memikirkan masa depannnya setelah kuliah tanpa menyadari tali sepatunya lepas. Dia bahkan juga tidak sadar kalo Woo chul berdiri didepannya sampai Woo chun berkata "kau bisa jatuh kalo begitu". Woo chul lantas jongkok dan membetulkan tali sepatu mantan istrinya. No ra keki dengan tindakan Woo chul. Karena ingat kata No ra, "kau tahu apa yang kau suka darimu dulu, punggungmu", Woo chul jadi memamerkan punggungnya berharap No ra akan terkesan. Tapi No ra malah menyuruh Woo chul berhenti. Juga saat Woo chul dengan sukarela menawarkan diri untuk membetulkan lampu yang mati. No ra tidak bergeming.
No ra berjalan menjauh, tapi Woo chul masih berharap dia menoleh kebelakang. Memang sih No ra menoleh,  sampai Woo chul kegirangan. Tapi No ra melihat Woo chul hanya karena dia ingat saat dulu dia berusaha menjajarkan diri dengan Woo chul.

Flashback

Malam itu, saat No ra meninggalkan Woo chul setelah menamparnya, Woo chul menunggunya dirumah.
"Ayo kita cerai, semua ini demi dirimu. Aku ketahuan bohong saat melarangmu datang ke pemakaman nenekmu, aku tak berhak menahanmu, hati nuraniku tidak mengijinkan, ini tanda penyesalanku" katanya sambil menyerahkan surat cerai pada No ra.
Padahal sebenarnya, malam itu dia akan memberikan hadiah kalung pada No ra. Tapi Woo chul optimis kalo cintanya No ra akan kembali padanya.

Di kantor Woo chul menerima email ancaman.
"Siapa gerangan prof. K yang banyak dibicarakan? Dia adalah prof. Kim Woo chul yang diangkat setelah Choi Kyu Won dipecat karena penyuapan. Aku akan bilang kalo kau yang menyuruh ku mengambil foto ini, kalo tidak mau itu terjadi, siapkan uang 300 juta won"

Woo chul bingung dengan ancaman itu, dia sama sekali tidak tahu apa hubungan kasus penyuapan itu dengannya. Apalagi dia menerima email lanjutan yang isinya "Kenyataannya tidaklah penting, Masyarakat akan percaya yang ingin mereka percayai".

Woo chul berfikir keras bagaimana jalan keluar masalahnya.

Yi jin sepertinya sedang menunggu seseorang. Saat Woo chul datang tergesa gesa, dia berekting sok jual mahal. Woo chul minta tolong Yi jin karena hanya dia yang bisa membantunya. Yi jin dengan tegas malah mengusirnya.
Tapi ternyata Yi jin hanya berlatih bagaimana nanti dia akan mengusir Woo chul kalo seadanya dia benar minta tolong padanya. Tapi ternyata Woo chul tidak muncul.

Woo chul ternyata masih sibuk dikantor. Dia membuka kolom komentar kampus yang sedang dibanjiri komen tentang siapa prof K itu. Dan sudah banyak yang menebak kalo itu Kim Woo chul. Apalagi di tv juga sudah ada berita tentangnya. Itu yang membuat Univ Jacheon menelpon untuk membatalkan kontraknya. Tak lama kemudian, beberapa orang dari kejaksaan juga datang untuk menginvestgasinya.

Tapi itu semua cuman ada dipikiran Woo chul. Haha 2 orang ini sama sama lebay pikirannya.

Hyun suk memuji No ra karena memberkan ide yang bagus tentang judul proyek mereka. No ra, yang tidak menyangka Hyun suk mendekat dan tersenyum padanya, jadi gugup dan segera lari ke kamar mandi. Hyun suk tersenyum senang melihat reaksi No ra. Berbeda dengan Sang ye kelihatan sedih. Setelah No ra berhasil menenangkan diri, dia berjalan kembali ke depan, tapi Hyun suk dari arah berlawanan menghalangi jalan No ra. Tanpa melihat wajahnya, No ra berusaha menghindar, tapi Hyun suk malah semakin menggodanya. No ra kekanan dia ikut, No ra ke kiri dia juga ikut. Hyun suk bertanya kenapa No ra tidak mau memandang wajahnya. "Tidak mau atao tidak bisa?"

Tentu saja No ra berkelit, tapi Hyun suk malah bilang kalo wajah No ra jadi merah.
"kau jadi seperti ini karena aku kan?"

Dan No ra jadi tambah merah pipinya. Ternyata Hyun suk memberikan No ra buku karena sudah membantu dengan ide judulnya. Hyun suk menyuruhnya membaca buku itu sambil standby di kantor. Waktu Hyun suk pergi, No ra baru bisa bernafas dengan lega.

Kalo kalian bertanya kemana Woo chul, dan kenapa dia tidak juga menemui Yi jin untuk minta bantuannya. Ternyata sedang berusaha menjual toko mereka di Yeonam-dong 218. Haah?? itu kan toko yang bakal jadi milik No ra kalo mereka resmi bercerai. Ih benar dugaan Yoon young, harusnya No ra membereskan balik nama tokonya dulu sebelum bercerai. Ternyata Woo chul masih juga bohong.

Di rumah, Yi jin masih setia menunggu Woo chul yang dikiranya akan datang. Tapi dia malah menerima telepon dari orang suruhannya yang memberi informasi kalo Woo chul lebih memilih untuk membayar tebusan 300 juta won. Mendengar itu Yi jin tambah kesal karena dia berharap Woo chul memohon bantuannya.

Siang itu, dikampus, Min soo dan Hye mi bertengkar. Masalahnya sih sepele, Hye Jin pengin Min soo lebih santai dan tidak mengurusi kuliah terus. Tapi Min soo tidak bisa, karena dia harus menata masa depannya mulai sekarang.
"apa kau kuliah untuk cari kerja?"
"apa kau kuliah untuk bermain?"
"iya benar"
"aku kesini untuk cari kerja"
"kau kuliah untuk cari kerja"
"sudah wajar kita cari kerja setelah lulus"
"kalo begitu silahkan belajar...Jadi kau lebih memilih belajar dari pada aku"

Dan mereka berdua putus. Haha lucu ya ternyata jaman masih abg, dikit dikit minta putus, padahal sih masih baper.

Min soo ternyata malam itu minum soju sendiri sambil terngiang ngiang perkataan ayahnya "4 tahun ini menentukan 80 tahun masa depanmu..kau harus jadi yang terdepan diantara sekitarmu. Kau ingin jadi Kim Min soo yang biasa atau Kim Min soo yang sukses?, lihatlah ayahmu. Ayah terus mengembangkan diri dan menjadi seperti ini".

Setelah itu ganti omelan Hye mi yang terdengar "kenapa kau ingin hidup seperti ini? apa rencanamu?". Min soo bergumam sendiri "entahlah...kenapa aku hidup seperti ini?.

Buku dari Hyun suk ternyata hampir mirip seperti diari. Judulnya "Tulis kebahagiaan hari ini". Dia membuka halaman demi halaman dan menemukan sebaris tulisan. No ra menyalinnya. "Masa depan tidak ditentukan masa lalu, masa depan ditentukan oleh bagaimana kau memanfaatkan masa lalu". Sang ye menelpon, tapi ternyata dari pemilik tempat minum yang memberitahu kalo Sang ye mabuk berat. No ra segera kesana dan menemukan Sang ye sedang minum sendiri.

Dan Sang ye mulai bicara ngelantur.
"akulah masalahnya, aku melakukan hal yang licik, aku pikir akan baik baik saja jika hanya aku yang mencintai Hyun suk, perasaan itu milikku, perasaan sunbaenim miliknya 'jangan datang padaku, sekali aku tak tertarik, selamanya aku tidak tertarik, aku tidak melihatmu sebgai wanita'. Apa alasannya? tidak ada alasan, kalo ada aalasan bagaimana mungkin sebuah hubungan bisa salah, justru tidak ada alasan itu yang jadi masalah, ya oke aku terima, tapi aku ketahuan sunbaenim, hatiku sakit, aku masih bisa lanjut seandainya tidak ketahuan. Itulah kondisi yang kualami, itulah takdirku, aku melanggar peraturan".

No ra hanya diam, karena dia tahu, mungkin karena dia, Sang ye jadi seperti ini.

Sang ye tidak tahu, saat dia sibuk menyesali dirinya, Hyun suk juga sibuk mencarinya karena tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Apalagi saat ditelp, Sang ye malah sengaja mematikan ponselnya.

Pagi itu Sang ye terbangun dan mendapati dirinya ada dikamar No ra. Dimeja makan, Sang ye bertanya apakah semalam dia bicara yang aneh aneh. Tapi No ra menggeleng. Mereka akhirnya sarapan juga dengan Min soo. Ternyata Min soo juga pulang dalam keadaan mabuk berat, dan itu baru sekali terjadi. Makanya No ra memasak sup untuk mengurangi mabuk mereka.

Sambil makan Min soo, yang sudah diberitahu ibunya kalo Sang ye adalah produser, bertanya kenapa Sang ye mau jadi produser, padahal kan penghasilannya kecil dan masa depannya tidak jelas.

"Masa depan selalu tidak pasti, saat masa depan jadi masa kini, masa depan yang lain menunggumu, jadi aku lakukan yang aku suka saat ini" jawab Sang ye.

No ra memikirkan Hyun suk sambil berangkat kuliah. Saat mereka beli makanan dipinggir jalan, saat Hyun suk memaksanya naik panggung untuk menari di festival kampus, saat masuk dan Hyun suk menepuk punggungnya, juga saat Hyun suk memasak untuk dia dan Sang ye di kemah. Setelah itu pikirannya beralih ke curhatan Sang ye semalam, lalu dia ingat Min soo. No ra mengingatkan dirinya sendiri "Sadarlah Ha No ra....sadarlah..."

Yi jin menerima laporan orang suruhannya tentang kondisi Woo chul.
"Toko di Yeonam-dong atas nama Kim Woo chuldan apartemennya menyewa, properti orang tua Kim Woo chhul di Geumsan dijual saat dia belajar di Jerman, setelah ibunya meninggal, dia menjual rumah yang didesa"

Lalu Yi jin juga diberitahu kalo sekarang Woo chul sudah bercerai dan lebih memilih tinggal dihotel. Yi jin geram saat mendengarnya.

Woo chul menerima kabar baik kalo dia kemungkinan besar akan diterima di Jacheon karena direkomendasikan prof. Lindemann juga prof. Park. Lalu tak lama kemudian agennya menghubungi karena ada yang mau membeli tokonya.

Malam itu juga, dia bertemu dengan pengancamnya dan mereka sepakat untuk mengakhirinya. Pengancam itu membuat surat perjanjian dengan cap jempol. Dan setelah itu Woo chul memberikan kotak kue berisi uang tebusan.
Sayangnya dia tidak tahu kalo ini jebakan dan ada orang yang memotretnya.

No ra melewati toko tempat dia diajak Hyun suk beli baju saat akan melamar ke sekolah tari disebelahnya. Dia tersenyum waktu ingat betapa gentengnya Hyun suk waktu itu. No ra  jadi melamar disana. Tapi ternyata bos nya adalah teman Hyun suk dan dia mengabari kalo No ra akan diterima. Cuman Hyun suk jadi heran saat tahu No ra juga mau bekerja dihari biasa selain akhir pekan.

Hyun suk menelpon No ra yang sedang membantu Dong chul jualan dobbokki karena Dong chul sedang ikut kesting. Dan dia menyusulnya. Tanpa berkata apa apa, Hyun suk langsung menarik tangan No ra dan menuju taman. Hyun suk bertanya kenapa No ra berkata pada orang dikelas tari kalo dia akan bekerja dihari biasa. No ra yang awalnya heran bagaimana Hyun suk bisa tahu, menebak kalo Hyun suk kenal dengan orang disekolah tari.

"Sudah kubilang untuk bekerja sampai pertunjukkanku selesai, aku sudah bilang berkali kali dan kau mau berhenti, jawab pertanyaanku"

"Karena dikantormu aku tidak dibutuhkan, aku ingin bekerja ditempat yang membutuhkanku"

Hyun suk marah karena dia masih membutuhkan No ra. Dengan tegas dia menyuruh No ra tetap bekerja dengannya, tapi No ra juga dengan tegas menjawab tidak mau.

"hei...kau melakukannya karena aku kan, kau menghindariku......karena kau menyukaiku, kalo kau menyukaiku, kenapa kau menghindariku? ".

No ra dengan gagap membantahnya "hei Cha Hyun suk...kau..kau...kau bilang apa?"

"Bukankah kau ingin merasakan cinta didaftar keinginanmu? kau membuang kesempatan ini? kau ingin melakukan sesuatu tapi kenapa malah melarikan diri?"

"Apa maksudmu 'cinta'? konyol sekali"
"kalo aku juga suka bagaimana? kalo aku juga menyukaimu......kau masih berpikir cinta itu konyol?"

Dan No ra langsung cegukan ^_^....

Komentar  
"kalo aku juga suka bagaimana? kalo aku juga menyukaimu......kau masih berpikir cinta itu konyol?"

Saya sukaaaa sama endingnya. Jujur ahjumma macam saya saja sampe dugun dugun sendiri lihat Hyun suk mengaku suka sambil sedikit menggoda No ra.

Sapa ya yang menyuruh memotret transaksi antara Woo chul dan orang yang mengancamnya? Masak sih Yi jin? Bukan ya kayaknya.

Sebenernya saya kasihan sama Yi jin, dia bener bener ditinggalkan oleh Woo chul. Bayangkan, sdh bercerai tp Woo chul bahkan tidak mengabarinya. Saya berharap Woo chul nnt jadian aja sm Yi jin lagi. Kesian Yi jin, kayaknya meskipun sebel Yi jin masih berharap kembali bersama Woo chul.

Minggu ini Twenty Again tamat. Semoga cepet cepet kisseu ya mereka hihi

3 komentar:

  1. Iyee... senyumnya itu bisa buat aku ikut senyum lebar kaya dia.. haduhh... es krim aja bisa meleleh kalau liat senyumannya.. *lebaaayyyy*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiah, bukan mbak dee aja kok mbak poet
      Siapa aja terkecuali yang sensi sama sang yoon juga suka atuh sama bagian ituuuuuuu
      Lha wong mbak poet aja bisa dugun dugun
      Semoga cepet nikah aja deh
      Mantan pacarnya nam sang mi udah move on kan ya? Masa dia belum ada kemajuan
      Jangan kayak kuliah yang sampai 13 th dong pak -.-

      Hapus
  2. Baru nyadar mbak kalau yang dilihat dong chul di awal episode ini mungkin tawaran casting haha makanya dia kok tetiba diceritain casting...
    Terharu sama pesan gambar no ra dan neneknya,zaman sekarang masih ada nggak ya yang sweetnya kayak gitu sama orang tua dan keluarga sendiri?gambar sendiri cuma buat bilang,aku sayang ibu t.t
    Btw kesentil juga ya sama omongan min soo dan hye mi,untuk apa kamu kuliah?kenapa kamu hidup seperti ini?
    Aih,pikiran anak muda banget,tapi min soo emang dididik ayahnya jadi gitu.Coba kalo ibunya yang bilangin,mungkin min soo ga sekaku woo chul juga dan bisa seceria no ra heheeee
    Kalau kisseu udah optimis mbak, dramanya swnim nggak ada yang nggak pake soalnya
    Two weeks aja yang ga gitu romantis masih ada di ending, atau udah ada di episode 15 yang baru tayang?

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...