Jumat, 20 November 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 3

Sadar kalo dia tidak akan bisa melawan Suk joon dengan emosi, Ri hwan menundukkan kepala, memohon dengan sangat pada Suk joon.
"aku mohon padamu...."
"demi siapa? dirimu? bagaimana kalo dia tak sungguh ingin putus?"

Tanpa menunggu jawaban Ri hwan, Suk joon meninggalkannya berdiri mematung di depan apartemen. Suk joon masuk lift dan berpapasan dengan satpam yang baru saja mengganti lampu di kamar Haeng ah. Haeng ah mendengar bunyi pintu lift terbuka dari kamarnya. Seandainya saja dia tahu kalo lift itu membawa Sun joon. Tapi Sun joon tidak keluar. Dia membiarkan pintu lift menutup lagi.

Ri hwan menyetir mobil tapi pikirannya tidak fokus. Suk joon membawa pulang kue dan membuka nya dirumah. Dia mencari gunting dan saat membuka laci, dia menemukan sebuah selotip.
Saat itu mereka makan siang. Haeng ah sengaja menyelotip tangannya biar disuapi Suk joon. Tapi dasar Suk joon, dia menganggap itu kekanak kanakan. Haeng ah ngambek. Akhirnya mau tidak mau Suk joon mengalah dan menyuapinya sekali.

Ri hwan memarkirkan mobilnya dipinggir jalan. Ingatannya kembali saat natal kemarin.  Mereka berdua ditemani Ji hoon dan Tae hee makan bersama. Ri hwan bertanya pada Haeng ah tentang rencananya saat ulang tahunnya besok. tapi Haeng ah menjawabnya sambil lalu. Dia malah tersenyum sendiri membaca pesan diponselnya.
Ri hwan hanya bisa diam. Juga saat Haeng ah pergi duluan karena ada janji bertemu. Ri hwan sebenarnya kecewa, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa. Ri hwan masih belum tahu dia mau bertemu dengan siapa, tapi mungkin sekarang dia sudah tau.
Malam itu, tidak satupun dari mereka yang bisa tidur dengan nyenyak.

Paginya, Ri hwan menemani Ji hoon sarapan sup anti mabuk lagi. Ri hwan putus asa bagaimana bisa membuat Ji hoon tidak minum lagi. Apalagi Ji hoon juga sering mengeluh perutnya sakit.

Hari itu, Haeng ah sudah berjanji akan menemui Sun young di rumah sakit. Haeng ah menarik nafas panjang sebelum akhirnya masuk melewati pintu putar. Ponselnya berbunyi, dari Sun young yang bertanya apa Haeng ah sudah sampai di Rs. Haeng ah berbohong. Dia bilang kalo dia belum sampai. Setelah menutup telepon, Haeng ah ragu ragu untuk terus masuk. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar lagi.

Sun young rupanya sudah hafal dengan kebiasaan Haeng ah. Pada dr Go Sang gyoo, temannya dia bercerita tentang phobia Haeng ah pada rs.

"dia mulai seperti ini sejak kelas 2 SMA. Awalnya tidak apa apa, lalu dia melihat seseorang berdarah darah di rs, lalu dia pingsan. Kedua orang tuanya masuk rs karena sakit sepele, tapi keduanya tak pernah dipulangkan"

dr Go berpendapat kalo seharusnya phobia semacam itu sudah tidak mempengaruhi dia lagi. Dia lalu bertanya alasan Sun young memeriksakan Haeng ah. Ternyata sun young punya kekawatiran kalo Haeng ah mengidap penyakit seperti kedua orang tuanya. Sun young sudah mau pergi saat dr Go mengingatkannya untuk berkonsultasi karena dia sudah mebawakan status medis pasien. Sun young bingung karena dia bahkan tidak ingat kapan dia memberikan itu pada dr Go.

Di kliniknya, Ri hwan mendapat pasien ahjumma yang berkata kalo sakitnya  itu adalah sakit kangen dengan kampung halamannya. Dia minta tolong Ri hwan untuk memberitahu anaknya kalo obat untuk sembuh adalah dengan membiarkannya pulang kampung.

Dimana Haeng ah. Ternyata dia masih di halaman rs. Dia duduk ditangga, masih mengumpulkan keberanian untuk masuk rs. Di klinik, Ri hwan memutuskan untuk menelpon Haeng ah. Sayang teleponnya tidak diangkat karena Haeng ah membuang kaleng minumannya. Begitu juga saat Haeng ah menelpon balik Ri hwan, ponselnya diletakkna di meja kantornya karena Ri hwan sedang ada pasien.

Saat makan siang, Jung woo mengajak Yi seul makan. Yi seul tidak tahu kalo ibunya juga datang. Dia senewen kalo bertemu ibunya karena pasti ada saja yang membuat ibunya mengomel. Siang itu juga sama. Seul mo mengoceh tentang kebiasaan makan 3x seharinya Yi seul. Seul mo penginnya Yi seul diet. Dia juga bertanya kapan Yi seul mulai merawat rambutnya. Yi seul menjawab kalo dia sibuk. Tapi tetap saja ibunya tidak perduli. Saat membahas Ri hwan, ibunya berkata kalo dia harus bersikap dingin dan mengabaikan teleponnya dulu. Tentu saja Jung woo membela adiknya.
"Benar jangan telepon duluan, langsung temui saja, mau aku pinjamkan helikopter?" haha. Jung wo kasihan pada Yi seul yang selalu jadi korban ketidakpuasan ibunya. Mendengar itu, Yi seul buru buru mengambil ponselnya kemudian menelpon Ri hwan. Membuat ibunya melongo.
"ini Hong Yi seul. Aku mau ketemu, ada waktu?....tidak....cuma ingin melihatmu saja....". 

Ri hwan menerima ajakan bertemu Yi seul di secret garden, restoran paman Haeng ah. Ji hoon menggodanya dengan berkata kalo wajah Ri hwan mengandung aura uang. Dia mencubit wajah Ri hwan, seakan mengambil sesuatu dari situ sambil berkata
"10 juta....20 juta....30 juta..."

Wajah Ri hwan dihargai segitu ya sama Ji hoon hehe. Tapi Ri hwan yang peka tahu kalo nada suara Yi seul sepertinya sedang marah. Dia jadi berpikir jangan jangan kaki Yi seul terkilir saat jatuh kemari. Ri hwan pura pura takut.
"dia pasti mau menuntutku..."

Dan Ji hoon mengembalikan lagi uang 10 juta, 20 juta dan 30 juta yang sudah dia ambil dari wajah Ri hwan hahaha.

Setelah berpikir panjang, akhirnya Haeng ah kembali ke pintu putar tadi. Sama seperti sebelumnya, dia masih menimbang nimbang untuk masuk atau tidak. Disaat galo itulah, Dong hwa mengirim pesan memintanya datang ke secret garden atas perintah paman. Pamannya bermaksud membuat Ri hwan dan Haeng ah berbaikan.

Mereka akhirnya saling minta maaf. Ri hwan bertanya apa Haeng ah menerima sebuah kue. Tapi Haeng ah salah pengertian dan mengira Ri hwan sudah menitipkan kue dipos satpam lagi. Ri hwan mengambil kesimpulan kalo Suk joon tidak jadi pergi ke tempat Haeng ah.

Bibi Gongjoo mendekati mereka dan memberi tahu kalo orang yang mau dijodohkan dengan Ri hwan akan datang. Haeng ah ternyata kenal dengan  Jung woo, karena saat sekolah SMP dulu, dia ngepens dengan Jung woo yang tinggi, putih dan kekar. Bahkan dia jadi tukang soraknya waktu Jung woo main basket dulu. Ri hwan hanya bisa mencibir dan menutupi wajahnya, ogah melihat Haeng ah yang ribut memuji Jung woo.

Untung Yi seul datang. Saat berkenalan, Haeng ah kaget karena dia adalah dokter gigi yang mengusirnya keluar saat menemani Se young periksa. Saat itu Haeng ah membawa anjing Se young dan Yi seul menyuruhnya keluar. Yi seul jadi agak malu. Haeng ah memperkenalkan diri sebagai kakak Ri hwan. Tapi Ri hwan membantahnya.
"adikku...dia ini agak telmi..sudah 33 tahun aku bilang padanya, yang lahir duluan itu kakak...dia masih tidak mengerti"

Karena perkenalan berlangsung lumayan lama, Yi seul yang tadinya sudah mau duduk, jadi tidak bisa karena 2 orang itu sibuk bicara sendiri. Akhirnya saat Haeng ah mau pulang, Yi seul yang sudah duduk ikut berdiri. Haeng ah melambaikan tangan melarangnya berdiri. Melarangnya bersikap terlalu resmi, padahal....
"tidak usah berdiri....tak usah berdiri.."
"aku mau ketoilet...mau cuci tangan..."

Haha baper si Haeng ah.

Ri hwan mengantar Haeng ah ke pintu sambil bertanya bagaimana perasaannya setelah mendapat suntikan. Dia marah waktu tahu Haeng ah minum bis setelahnya. Karena Haeng ah tidak mau mendengarkan peringatannya, dia menarik tangan Haeng ah, membuatnya kaget
"jangan kau ulangi lagi....mengerti...."

Saking kagetnya, Haeng ah sampai tidak bisa menjawab. Tapi Ri hwan malah menyangka kalo Haeng ah sengaja membuatnya jengkel. Akhirnya karena pengin menakuti Haeng ah, dia pura pura mengambil ponsel dan melaporkannya pada ibunya. Haeng ah berteriak saat Ri hwan pura pura memanggil ibunya. Setelah itu mereka saling kejar di halaman.

Keluar dari kamar mandi, Yi seul melihat banyak foto didinding. Foto dari Ri hwan dan Haeng ah kecil sampai besar. Ada juga foto saat orang tua Haeng ah masih hidup. Mereka berfoto didepan secret garden bersama ri hwan dan ibunya. Bibi Gongjoo menghampiri dan bercerita padanya.
"ini Haeng ah, ini ayah ibunya, ini Ri hwan dan ibunya. Ini adalah saat terakhir Yeon hwa datang kesini. Dulu kami tidak tahu pencernaannya bermasalah, jadi dia kerumah sakit sendiri, setelah itu dia tak pernah pulang. Dulu agak lama mendeteksi penyakit. Ini saat anak anak lulus SD".

Bibi Gongjo juga bercerita kalo ayah Haeng ah meninggal karena penyakit yang sama dengan ibunya. Tiba tiba Yi seul merasa bisa melihat Ri hwan kecil dan Haeng ah kecil masuk restoran dan bertengkar sampai paman preman melerai mereka.

Yi seul bertanya tentang Haeng ah saat dia dan Ri hwan berjalan jalan. Ri hwan menjelaskan kalo Haeng ah adalah teman pertamanya. Ri hwan menawari es krim, tapi Yi seul menolak karena takut gemuk. Ri hwan mengalah. Melihat Yi seul salah tingkah karena menolak tawaran es krimnya,Ri hwan berkata kalo Yi seul agak sedikit tinggi sambil melihat sepatu baru Yi seul. Yi seul malu dan pelan pelan berjalan mundur demi menutupi sepatunya. Dia tidak tahu kalo dibelakangnya ada sepeda yang lewat. Yi seul kaget dan terjatuh.....lagi hihi. Hobinya keren lho, selalu jatuh kalo didepan Ri hwan.
Ri hwan menuntun Yi seul ke bangku taman. Tapi pas mau diperiksa, Yi seul malah menutupi pergelangan kakinya. Ri hwan jadi bingung, dikiranya Yi seul terkilir parah. Ri hwan membujuk Yi seul dan pelan pelan dia mengijinkan Ri hwan melihat kakinya. Ri hwan pergi sebentar dan mengambilkan sepatu miliknya untuk dipakai Yi seul.
Yi seul tambah kesengsem dengan perhatian Ri hwan.

Selesai rapat managemen, Suk joon bertanya pada Dong il dimana Haeng ah. Dong il memberitahu juga rencana makan bersama merekka nanti malam di restoran ayam milik keluarga maknae BR. Dong il mengajak Suk joon tapi dia tidak mau. Kata Dong il "bagus...tak usah datang, kau akan kena masalah. Tim itu punya penulis yang aneh, dan dia dekat dengan Haeng ah". Walah..kesian Tae hee dibilang aneh.

Tim BR rapat masalah bintang tamu mereka. Tae hee berniat mengganti bintang tamunya tapi Se young menolaknya. Maknae Br punya usul bagaimana kalo bintang tamu mereka bukan dari artis. Se young malah sewot. "Lalu siapa? masa ibuku?" tanya Se young. Tae hee dengan dingin menjawab.
"Tidak buruk, kau pernah menyebutnya waktu itu, beliau bisa bercerita tentang sulitnya membesarkan putri "paling akhir".

Hehe Se young jadi tembah sewot. Ganti Haeng ah yang mengusulkan mendatangkan ahjumma yang jualan heottok didepan gedung tapi ternyata dialah pemilik gedung itu. Se young setuju karena waktu sekolah ada juga orang seperti itu. Maknae BR juga bersemangat, dia mengusulkan seseorang dan membuat Haeng ah salah tingkah.
"Aku penasaran pada satu orang. Direktur Kang Suk joon. Tak ada yang pernah lihat dia tersenyum, tak pernah mengantuk, tak pernah kekamar mandi, tak minum alkohol, dia tak pernah senyum saat siaran"
Tae hee membentaknya karena kasihan melihat Haeng ah. Apalagi Se young menambah nambahi kalo dia dulu preman yang sanggup membunuh anjing dengan tangan kosong hehehe. Halah...gitu juga dulu kan mantan suamimu..ya kan ya kan....

Setelah semua pergi, Tae hee bertanya apa Suk joon lah yang putus dengannya waktu itu. Haeng ah mengiyakan sambil meminta maaf karena tidak bercerita pada Tae hee.

Karena pergelangan kaki Yi seul belum baikan, Ri hwan mengajaknya ke klinik dan melakukan akupuntur. Yi seul melihat dinding praktek Ri hwan dipenuhi foto tempat yang ingin dikunjungi Ri hwan diluar negeri. Ternyata Ri hwan sama sekali belum pernah jalan jalan ke luar negeri. Jadi, dia ingin mempelajari semuannya dulu sebelum akhirnnya berangkat ke tempat manapun yang akan dia tuju.
Percakapan mereka terhenti karena Jio hoon dengan reseknya bolak balik menelpon Ri hwan. Ji hoon ternyata sedang mengumpulkan semua orang ditempat minum. Semuanya ada, termasuk Dong il, Tae hee, Se young Yi seul juga diajak Ri hwan. Haeng ah datang paling akhir. Tapi meskipun begitu, dia tetap tidak bisa ikut minum karena Tae hee memelototinya tiap kali dia mencoba mendekatkan gelas bis ke mulutnya.
Haeng ah yang hanya diam dan mengamati semuanya mengobrol dan tertawa malah teringat perkataan Suk joon saat mereka di atap gedung.

Di Secret Garden, Dong hwa sedang mengamati rekaman cctv karena mereka dtuduh mencuri scraf seorang pelanggan. Setelahnya, paman Swe peu melihat Yi seul berdiri didepan bingkai foto dan matanya tertuju pada 1 foto. Bibi Gongjoo berusaha melihat foto siapa yang membuat Yi seul begitu lama memandannginya.
Ternyata itu foto wisuda Haeng ah.

Setelah selesai minum, semuaya pulang. Yi seul akhirnya harus mengantar Ji hoon karena dia mabuk berat. Ri hwan yang juga pulang bersama mereka menghawatirkan Haeng ah . Jadi saat mereka sudah masuk mobil, Ri hwan berteriak pada Haeng ah supaya cepat masuk taxi dibelakangnya.
"cepat naik...naik itu...jangan cuma bicara..cepat naik...."

Yi seul agak kesal karena Ri hwan begitu menghawatirkan Haeng ah. Haeng ah berpura pura memanggil taxinya, tapi setelah Ri hwan tidak melihatnya lagi, dia menyuruh taxinya pergi. Lalu dia malah masuk lagi ke dalam dan minum sendiri.  Keluar dari sana, Haeng ah mabuk berat sampai jalannya terseok seok.

Sepanjang jalan, Haeng ah membeli ikan hias dan juga frappuccino di Sunny Place, kedai minuman kepunyaan Taeyang Grup, keluarga Yi seul. Tapi karena tidak sama dengan yang diposter, Haeng ah menelpon Yi seul dan memprotesnya. Dia bahkan memanggilnya unnie. Yi seul yang sebenarnya sudah sampai rumah, akhirnya menjemput Haeng ah karena dia mabuk berat dan sendirian di jalan. Yi seul menemukannya sedang duduk didepan toko dan mengoceh tidak jelas. Tapi Haeng ah cepat cepat berdiri saat Yi seul berkata Ri hwan sudah datang menjemputnya. Karena takut Ri hwan marah saat melihatnya mabuk, Haeng ah cepat cepat masuk toko. Tapi ya begitulah, dia juga membuat onar dengan pelanggan lain didalam toko sampai akhirnya Ri hwan masuk dan membopongnya keluar dengan marah. 

Haeng ah dilempar kedalam mobil tapi kemudian dia merangkak keluar dari pintu samping saat Ri hwan meminta maaf pada Yi seul. Ri hwan berteriak padanya, tapi Haeng ah malah mendekati Yi seul dan memasukkan ikan hias kedalam tasnya. Tidak perduli Yi seul yang jijik, Haeng ah langsung memanggil taxi dan pergi. Ri hwan masih sempat memotret nopol taxinya. Jaga jaga kalo Haeng ah nyasar.
Ri hwan jadi salah tingkah karena tas Yi seul jadi akuarium.
"sepertinya tas itu mahal....satu juta won lebih ya?"

Yi seul menjawab tidak. Jadi Ri hwan lega. Tapi jantungnya mau copot saat Yi seul meneruskan "15 juta won..." hahaha.

Haeng ah membawa ikannya ke gedung CBM. Suk joon hampir pulang saat mendengar ada suara lagu dari studio Black radio. Dia berjalan kesana dan mendapati Haeng ah sedang tertidur. Dia tidak membangunkan Haeng ah tapi duduk di sofa sebelah sambil terus memandanginya. Jas Suk joon menutupi badan Haeng ah.
Ponsel Haeng ah bergetar. Suk joon mengangkatnya. Dari Ri hwan yang sudah ada didepan gedung CBM dan menyuruh Haeng ah cepat turun. Ri hwan kaget saat tahu Suk joon yang bicara. Apalagi dia berkata "bagaimana kalo bicara lain kali...Haeng ah.....sedang tidur disampingku". Telepon ditutup dan Suk joon langsung melepas baterai ponsel Haeng ah. Ri hwan syok dan marah. Dia berlari kedalam tapi dihadang security. 

Suk joon mengecilkan volume musik dan membuat Haeng ah bangun. Haenng ah terkejut dan melihat kanan kiri, takut kalo ada yang memergoki mereka. Dibawah, Ri hwan berusaha menelpon Haeng ah tapi ponselnya mati. Nah, saat ada pintu lift terbuka, dia buru buru berlari masuk dan naik keatas. Ri hwan masuk kedalam radio dan melihat Suk joon berdiri berhadapan dengan Haeng ah didepan pintu ruang siaran. Ri hwan mendekati mereka, tapi Suk joon malah mendorong Haeng ah sehingga badannya menutupi pintu masuk. Suk joon mengunci pintunya. Ri hwan kalah cepat karena pintu sudah terkunci dari dalam. Dia berusaha menggedor gedor pintu. Haeng ah yang tidak tahu kalo Ri hwan diluar, menganggap kalo Suk joon berusaha menyembunyikan mereka dari pandangan orang.
Ri hwan yang putus asa akhirnya menggedor gedor kaca. Dan matanya terbelalak saat wajah Suk joon mendekat kearah wajah Haeng ah. Seperti mereka sedang berciuman. Ri hwan marah dan mencari cara membuka pintu itu. Dia memecahkan alarm kebakaran. Dan saat bel berbunyi dia kembali ke studio. Pintunya sudah terbuka dan Haeng ah keluar. Dengan sangat marah, Ri hwan berjalan mendekati Suk joon, tak perduli Haeng ah yang bingung karena melihatnya disana.
"tak perduli aku kakaknya ato bukan...yang penting dia tidak denganmu...bajingan..."

Ri hwan meninju wajah Suk joon dengan keras dan membuatnya terpelanting kebelakang.

YANG KU INGINKAN ADALAH YANG KAU INGINKAN
 
Dua anak kecil itu sedang ada di tempat ahjussi penjual ikan hias. Eh dasar anak anak bandel, bukannya berkomentar soal ikan mas yang mau dibeli, mereka malah membuli ahjussi nya karena botak. Ri hwan bertanya kenapa kepalanya mengkilat begitu. Lalu Haeng ah meneruskan apa ahjussi tidak perlu menghidupkan lampu kalo gelap. Ahjussi itu akhirnya menyuruh mereka berdua megang kepalanya karena Ri hwan penasaran, apa kepala ahjussi terasa panas kalo di pegang hehe. Untung ayah Haeng ah datang dan menyuruh mereka minta maaf pada ahjussi. 
Sampai dirumahpun mereka masih bertengkar. Haeng ah memarahi Ri hwan karena tidak mau membersihkan aquarium tempat ikan mereka. Tapi Ri hwan memprotesnya karena Haeng ah hanya bisa bermain dan tidak mau ikut menjaga ikannya. Ayah Haeng ah yang ada dibawah mendengar mereka ribut dan melerainya.
" heii kalian berdua....tunggulah 4 minggu lagi.."

Tapi 2 anak itu malah mencibir nya.
"Ngomong apa dia?......"
"Entahlah...."

Komentar
Mian mian mian reader....saya bener2 banyak yang harus dikerjakan dikantor. Jadi baru bisa posting eps 3.

Ri hwan jadi tambah menyadari kalo dia suka Haeng ah. Cuman dia masih menganggap Haeng ah masih mencintai Suk joon. 

Juga dengan Yi seul yang jelas jelas cemburu dengan perhatian Ri hwan ke Haeng ah. Kenapa dia sampai memandangi foto Haeng ah lama? Mungkin karena Yi seul ingin membandingkan dirinya dengan Haeng ah yang cerah ceria merah merona. Mungkin juga karena dia sadar kalo dia orang yang membosankan. 

Jadi dimana Haeng ah menempatkan dirinya? Sepertinya sementara ini dia masih di area abu abu. Dia tidak sadar Suk joon masih mencintainya. Sama tidak sadarnya karena dia tidak tau kalo Ri hwan juga suka dengannya. Jadi....siapa cepat dia dapat hehee....

Kamis, 05 November 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 2


Ri hwan berjalan tergesa gesa menuju mobilnya sambil membawa kain biru besar berisi barang barang Haeng ah dipunggungnya. Dia memasukkannya kedalam mobil sambil mengutuki dirinya sendiri. "aku membuat masalah"

Flashback
Ri hwan menghadapi Suk joon seperti mengajaknya berantem. Dia bilang kalo Haeng ah tidak menyuruhnya berbuat seperti ini. Dia bahkan memotong perkataan Suk joon dengan tidak sabar.
"akan kudengar penjelasanmu. Bagaimana bisa dia sampai merasa kesepian? meski kalian putus, paling tidak bantu dia!. Tak bisakah kau lihat betapa lemah dia? Dia tak ingin dikasihani, karena itu dia menahan rasa sakitnya, apa saja yang sudah kau lakukan?"

Suk joon menjawab singkat. "Suruh dia kemari kapanpun kalo ada yang ketinggalan".

Tapi Ri hwan menegaskan kalo Haeng ah tidak akan kembali ke tempat Suk joon dan dia yang akan mengambil barang yang ketinggalan. Ri hwan bertanya mana gelang Haeng ah. Saat Suk joon mengambilnya, dia juga mulai berkeliling mencari barang barang Haeng ah yang memang masih sengaja ditunggalkan. Satu persatu diambil Ri hwan dan dia mengambil sprei biru Suk jun untuk membungkus barang barang itu. Sebelum pergi, Suk joon bertanya apa Haeng ah baik baik saja. Dan dia bersyukur saat tahu kalo Haeng ah memang baik baik saja. Yang membuat Ri hwan tertohok adalah saat Suk joon berkata
"kalo kau tahu seperti apa dia, kau pasti tahu dia tidak suka hal semacam ini"

Saat itu Ri hwan tahu, dia sudah kalah.

Suk joon melihat sekeliling apartemennya yang berantakan karena ulah Ri hwan. Dia lalu meletakkan gelang Haeng ah di meja dekat tempat tidurnya. Lha....gelangnya malah lupa gak kebawa Ri hwan.

Pagi pagi, Haeng ah sudah harus mendengarkan omelan Dong il yang uring uringan karena harus memakai jas hari itu. Dong il merasa dia tidak pantas memakai setelan resmi.

Seharian ini Ri hwan berusaha menghindari Haeng ah. Dia takut kalo Haeng ah memarahinya gara gara semalam. Jadi kalo Haeng ah menelpon, dia minta ibunya berkata kalo dia sedang keluar. Mendengar itu, Sun young heran dan bertanya apa Ri hwan sering menemui Haeng ah. Ri hwan sih tanpa berdosa mengiyakan. Ternyata Sun young sebenarnya takut kalo Haeng ah cerita pada Ri hwan tentang apa yang dia sampaikan di gedung CBM kemarin.

Sun young mengingatkan Ri hwan agar serius di perjodohan kali ini. Apalagi kakeknya sangat berharap padanya.
"kapan ibu mau berbaikan dengan kakek?"
"setelah kau menikah dengan keluarga baik baik"

Ri hwan tiba tiba mengerti kenapa kakeknya marah saat ibunya memutuskan untuk melahirkannya. Apalagi Sun young membesarkannya sendiri. Orang tua mana yang suka melihat anaknya seperti itu.

Setali 3 uang dengan Sun young, Seul mo juga mengingatkan Yi seul dengan kencan butanya. Seperti biasa, komentarnya tentang baju Yi seul pasti negatif. Yi seul ini orang yang mementingkan kenyamanan daripada penampilan. Dia bahkan hanya memakai blus putih dan rok hitam juga sepatu flat untuk acara kencannya. Itu yang membuat ibunya mengomel. "Kau mau pakai sepatu itu?"
"memangnya harus nyeker?"
"kakimu itu bukan kaki beruang...sungguh kaki yang besar.."

Seul mo kayaknya sudah desperate dengan style anaknya.

Sebelum bertemu Yi seul, Ri hwan makan Ji hoon. Dia bertanya bagaimana pendapatnya tentang Suk joon. Saat Ji hoon menjawab "aku tidak menyukainya", Ri hwan lega, tapi alasan Ji hoon bener bener keplak~able. "Karena dia pria".

Ri hwan yang jengkel balik bertanya bagaimana  kalo dia perempuan. Ji hoon dengan genit mengerling padanya kemudian menjawab "aku akan mengajaknya kencan" hihihi. Bromance yang aneh.

Curhat berlanjut saat mereka berjalan kembali ke klinik. Ri hwan bertanya bagaimana kalo barang punya Ji hoon ketinggalan dan dia mengambilkannya. Dasar Ji hoon, dia malah melirik 2 orang wanita seksi yang lewat didepan mereka. Ri hwan jadi kehilangan mood.

Sampai diparkiran, mereka bertemu dengan Yi seul yang sedang memarkir mobil. Insting Ri hwan mengatakan kalo dialah kencannya. Dia lalu mendorong Ji hoon masuk klinik dulu. Ji hoon heboh melihat Yi seul dan menyangka kalo dia artis. Ri hwan lalu menghampiri mobil Yi seul. Kebetulan Yi seul kesulitan memarkir mobilnya karena dihimpit 2 mobil. Ri hwan mengetuk kaca mobil dan menyapanya.
"Selamat siang..apa mungkin....?"
"ah iya...kuncinya ada didalam..." kata Yi seul sambil membuka pintu mobil. Hahaha Ri hwan dikira petugas valet. Tanpa menoleh lagi, Yi seul masuk klinik dan Ri hwan dengan patuh memarkir mobilnya.

Se young bertanya tentang pertemuan Haeng ah dengan direktur terkait siaran yang menghebohkan kemarin. Se young sebenarnya takut kalo dia akan dipecat karena waktu itu dia menyebut dirinya "paling akhir". Tapi sebenarnya mereka malah mendapat bonus untuk makan. Se young juga minta  untuk hari ini, maknae BR menemaninya pergi wawancara sebagai manager.

Saat Ri hwan mengembalikan kunci mobil Yi seul dan memperkenalkan diri sebagai Park Ri hwan, Yi seul benar benar terkejut. Dia  jadi tambah salah tingkah. Dia berkata kalo Ri hwan beda dengan fotonya. Jadi Ri hwan juga mengatakan hal yang kurang lebih sama. "Kau juga lebih cantik aslinya". Sekarang ganti Yi seul yang heran, karena seingatnya dia tidak pernah mau difoto. Ri hwan mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Yi seul. Ternyata itu foto wisudanya. Melihat Yi seul mengeryitkan dahinya, Ri hwan jadi tidak enak.
"pasti aneh kalo orang dewasa punya mata seperti ini pupilmu tidak bertambah besar sejak kau lahir. Kalau wajah saat dewasa seperti ini, itu artinya saat kau lahir separuh wajahmu adalah pupil...lumayan menakutkan"

Mendengar lelucon Ri hwan, Yi seul akhirnya agak rileks.

Se young menanyai maknae BR tentang Haeng ah yang yatim piatu. Se yung selama ini salah paham dan mengira kalo Ri hwan adalah mantan pacarnya. Tapi maknae mengklarifikasinya. "Bukan pria itu sudah seperti keluarganya".
"orang tua mereka dekat, jadi mereka tumbuh bersama. Setelah ayah PD Kim meninggal, mereka tinggal bersama"
"PD radio membuat dramanya sendiri. Mirip seperti 'Autumn in My Heart' dan 'Feeling' begitu?"

Si maknae malah bertanya, 'Feeling' itu drama tahun berapa hahaa. Ketara banget gap umurnya hihihi.

Obrolan Ri hwan dan Yi seul berlanjut. Ri hwan menanyakan pertanyaan serupa yang tadi pagi tidak digubris Ji hoon. "Bagaimana jika barangmu ketinggalan dirumah orang dan kakakmu mengambilnya tanpa memberitahumu, bagaimana perasaanmu?". Oh jadi selama ini Ri hwan memposisikan dirinya sebagai kakak Haeng ah ya. Jawaban Yi seul diluar ekspektasinya, jadi dia hanya mengangguk saja.Yi seul tiba tiba tersenyum kaku pada Ri hwan. Ri hwan yang bingung ikut ikutan tersenyum.
"sebenarnya, sepertinya ibu mengirim seseorang....dia akan mengambil foto lalu pergi"
Ri hwan menoleh dan melihat Ji hoon sedang memotret mereka. Dia geregetan. Tapi akhirnya Ri hwan menjelaskan kalo dia itu temannya. Karena malu, Ri hwan mengejar Ji hoon yang berlari menuruni tangga. Ji hoon yang ketangkap basah beralasan kalo dia mau memoto pemandangan hihi. Dasar ahjussi kepo.

Haeng ah berjalan dengan Tae hee dikoridor sambil membahas masalah Lee Ji na. Direktur menyuruhnya memanggil Ji na untuk on air. Tapi Haeng ah sudah menolaknya. Mereka malah mendoakan agar direkturnya cepar diganti. Kayaknya itu doa yang sama dengan karyawan kayak kita ya haha. Dari arah berlawanan, Haeng ah melihat Suk joon berjalan, dan reflek dia menarik tangan Tae hee berlari menuruni tangga. Suk jun tahu tapi hanya diam.

Seul mo menelpon Yi seul dan bertanya bagaimana acara kencannya. Dia bahkan membuat anaknya gerah dengan bertanya apakah  Ri hwan akan melamarnya. Yi seul menutup telepon saat Ri hwan datang dan berpura pura tertarik pada hammock Ri hwan. Ri hwan menyuruh Yi seul naik hammocknya. Karena tidak seimbang, hammocknya jadi terbalik dan Yi jatuh berputar kebawah hehehe
Ri hwan dengan sabar membersihkan telapak tangan Yi seul yang kotor. Sebaliknya, Yi seul terpana melihat ketelatenan Ri hwan. Apalagi saat Ri hwan memuji sepatu flatnya bagus. Yi seul benar benar terpukau dengan pesona Ri hwan.

Tae hee curiga dengan tindakan Haeng ah tadi. Mengajaknya berlari lari itu bukan Haeng ah banget. Tae hee mengomelinya, tapi Haeng ah yang tadi menoleh kearah pintu, jadi gugup dan berlari lagi kearah tangga darurat. Tae he bengong. Tapi saat Jun suk berjalan melewatinya dan mengikuti arah Haeng ah berlari, Tae hee mendadak tahu apa yang sedang terjadi.
Mata Tae hee mesih mengikuti arah Suk joon dan Haeng ah saat Dong il menjawil lengannya. Tanpa permisi, Dong il menyeruput kopi Haeng ah yang ditinggalkan begitu saja di meja. Mata Dong il mengikuti kemana arah Tae hee memandang dan dia pura pura tidak tahu apa yang sedang terjadi. Firasat Tae hee lebih tajam. Dia memaksa Dong il bercerita, tapi Dong il bersikeras kalo dia tidak tahu apa apa. Tapi bukan Tae hee kalo tidak bisa membuat Dong il bicara.
"kau menjodohkan mereka kan?"
"bukan.. mereka bertemu dikantor pemasaran apartemen, waktu aku ke sauna dengan Suk jun, aku lihat ada tato di punggungnya, waktu aku lihat, ternyata itu nama Haeng ah pakai spidol......"

Kena deh. Dong il masuk jebakan Tae hee tanpa sadar.

Haeng ah berlari tanpa berhenti. Dia takut kalo Suk joon mengikutinya. Salah satu sepatunya lepas, dan saat dia mau mengambilnya, Suk joon muncuk dari tangga bawah. Haeng ah terpaku. Suk jun berdiri tepat didekat sepatunya. Haeng ah memberanikan diri turun lagi mengambil sepatunya. Dan dia tidak menyangka kalo Suk jun akan melakukan hal itu.
Tangan Haeng ah terulur mengambil sepatunya tapi ditepis oleh Suk joon. Dia meletakkan tangan Haeng ah dikepalanya, memegangi kaki Haeng ah, lalu memasangkan sepatunya. Iiiihhh... sosuitnya. pelan pelan, Haeng ah mengangkat tangannya dari rambut Jun suk.

Mereka berdua naik lift bersama. Haeng ah mau turun saat ada orang lain masuk tapi tangan Suk joon menariknya, melarangnya pergi.

Flashback
Dulu, mereka juga pernah seperti itu. Haeng ah mau turun tapi Suk joon menariknya masuk lagi. Dia lalu memencet tombol lantai secara acak. Haeng ah protes karena ada cctv, tapi Suk joon tidak perduli. Dia mendorong Haeng ah ke samping dan menciumnya.

Sekarang, di lift, Haeng ah teringat saat saat itu.

Tujuan mereka atap gedung CBM. Suk joon mengajaknya bicara, tapi seakan tidak mau membuat segalanya jadi mudah, Haeng ah bahkan tidak berusaha menjawab pertanyaan Suk joon. Haeng ah pengennya Suk joon jadi frustasi. Tapi Suk joon malah mengajaknya pergi karena tidak ada yang bisa mereka bicarakan. Gantian Haeng ah yang jengkel. "Mau pergi begitu saja?"
"kalo begitu bicaralah!"
"kenapa aku harus bicara? kau tak ingin bicara sesuatu? kau senang dengan situasi saat ini? lalu kenapa mengikutiku kesini? kau sedang menyelidikiku? kau ingin tahu kenapa wanita ini ingin putus denganmu? karena aku diam kau menyelidikiku? benar begitu? aku cuma wanita biasa bagimu kan? aku tidak pernah ingin jadi nomer satu bagimu, aku tahu kau sibuk, aku tahu waktumu terbagi untuk banyak orang, tapi aku tak pernah diurutan 5 ato 10, aku selalu diurutan terakhir, apapun itu selalu lebih penting dariku. Bisa bisanya kau bilang 'ayo pergi' dalam situasi seperti ini? aku pasti bukan apa apa bagimu, kau pasti tidak membutuhkanku"

Tentu saja Suk joon mengelak. Tapi Haeng ah tetap pada pemikirannya. Dia merasa kurang peka saat Suk jun selalu tidak ada waktu untuknya. Harusnya dia tahu kalo Suk joon tidak mencintainya. Jadi dia hanya ingin meninggalkan Suk joon sebelum dia ditinggalkan.

Haeng ah termenungi pertemuannya dengan Suk joon tadi. Hampir saja dia menangis, tapi dia berusaha menahannya.

Karena ada janji dengan bibi Gongjoo, Ri hwan harus ke restoran, tapi sebelum kesana dia menepon dulu untuk memastikan apa Haeng ah ada disana. Karena tidak ada, Ri hwan cepat cepat meluncur kesana.

Yi seul masuk mall milik keluarganya. Dia melihat dibagian baju dalam dan membuat pegawainya malu karena tidak bisa menemukan ukuran bra yang pas buat Yi seul. Soalnya kan semuanya mini mini. Lha badan Yi seul kan agak tidak mini hihi. Pegawai sana tidak tahu kalo dia adalah adik wakil direktur. Jadi saat Hong Jung woo, kakak Yi seul datang dan mengenalkan dia sebagai adiknya, semua nya heran karena mereka berdua kayak bumi dan langit. Jung woo bertanya bagaimana kencan Yi seul, tapi Yi seul malu malu menjawabnya. Jadi dia tidak memaksa. Dia menyuruh Yi seul berbelanja sendiri.
"tentu saja aku bisa potong gaji, bulan lalu ibu kemari dan belanja banyak, gajiku tinggal 180 won"

Ternyata Haeng ah sudah ada di restoran bibi Gongjoo. Ri hwan hampir balik kanan kalo bibi tidak menarik bajunya. Ri hwan takut bertemu Haeng ah karena dikiranya sudah tahu kejadian di tempat Suk jun. Mereka berdua mengintip Haeng ah yang sedang makan semangkuk besar mie. Bibi Gongjoo mendorong Ri hwan mendekati Haeng ah. Ri hwan agak takut sih, apalagi Haeng ah kurang semangat. "Kau punya jepit rambut?" tanyanya tiba  tiba. Bukannya menjawab Haeng ah, dia malah bergumam karena semalam dia tidak melihat ada jepit rambut di tempat Suk joon.
"aku tidak lihat ada jepit rambut, sepertinya aku ambil ikat rambut". Haeng ah heran. "Apa yang kau ambil?". Ri hwa hanya diam, sadar kalo dia sudah membuka rahasianya sendiri.

Yi seul melanjutkan jalan jalannya. Dia memutuskan untuk membeli high heels karena dia tidak mau kelihatan terlalu pendek kalo berada disebelah Ri hwan.
Dihalaman restoran, Ri hwan membongkar 'barang sitaan' nya. Ri hwan tidak berani menatap Haeng ah. Sebaliknya, Haeng ah speechless. Dia frustasi sendiri melihat kelancangan Ri hwan. Pelan pelan Ri hwan berjalan menjauhi Haeng ah, tapi Haeng ah malah melemparinya dengan kerikil. Mereka akhirnya bertengkar. Bibi, paman dan Dong hwa mengintip dari jendela.

Ri hwan menghentikan pukulan Haeng ah dan berdalih kalo itu dia lakukan karena dia adalah oppanya. Tapi Haeng ah membalas kalo memang dia oppanya, seorang oppa harusnya tidur saat adiknya menangis, bukannya tetap tidur sambil menggaruk pantatnya dan minta dibuatkan ramyun. Perumpaman yang aneh. Haeng ah tidak mau orang lain terutama ibu Ri hwan salah paham tentang hubungan mereka. Ri hwan tentu saja tidak paham maksud Haeng ah. Dia juga tidak suka Haeng ah terus membela Jun suk. "apa dia manusia?"
"iya...kau itu yang seperti masker. saat kau khawatir padaku, kau pikir aku bisa tenang? saat tahu aku khawatir, kau selalu melihatku seperti itu, kau tahu betapa sesaknya diriku?"
"baiklah...temui saja pria gas beracunmu itu...aku tak akan ikut campur...puas?"

Kemudian mereka berpisah jalan.

Saat itu, Ri hwan merasa sakit didadanya karena menjadi orang yang tidak diinginkan Haeng ah padahal dia ingin berada didekatnya.

Pulang kerja, Suk joon minum dengan Dong il. Dong il berusaha mengorek tentang hubungannya dengan Haeng ah tapi Suk joon tidak berkata sepatah katapun. Suk joon malah bertanya tentang Ri hwan. Dong il bilang kalo dia bukan saudara Haeng ah.

Haeng ah merasa dia jahat pada Ri hwan, makanya dia mau minta maaf. Tapi dia tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk dikirim lewat sms. Begitu juga dengan Ri hwan. Dia memaksa main mobil remote merah tapi pikirannya ke pertengkarannya tadi. Ri hwan memutuskan untuk pergi ke tempat Haeng ah. Di pintu dia berpapasan dengan Ji hoon yang mabuk berat.

Ri hwan membelikan kue ikan kesukaan Haeng ah. Dia sksd ke penjual kue ikan, tapi malah membuat penjualnya ilfil.

Suk joon juga membeli kue untuk Haeng ah karena tadi Dong il menegurnya karena melupakan ulang tahun Haeng ah. Dia bahkan menyebut Suk joon pria jahat.
Haeng ah mengingat perkataan Suk joon di atap gedung tadi siang yang membuatnya tertegun.
"bagimu, aku ini...apa aku terlihat sebaik itu dimatamu? apa aku membiarkanmu disisiku hanya karena kau menyukaiku? atau aku melakukannya karena tidak ada orang lain yang bisa kukencani?atau karena aku tidak bisa mencari wanita lain? kalo disuruh beli atau tidak, aku memilih tidak. Aku memilih tidak makan. Kenapa? karena aku ini sibuk. Kau...jika aku bisa hidup tanpa perlu melihatmu...pasti sudah kulakukan dari dulu..."

Haeng ah tersadar dari lamunannya karena lampu nya tiba tiba mati dan nyala sendiri.

Diparkiran, Ri hwan melihat Suk joon membawa kotak kue besar. Dia menghadangi jalan. Ri hwan tahu kalo Suk jun akan menemui Haeng ah dengan membawa kue itu, makanya dia memberitahu kalo Haeng ah paling suka kue ikan seperti yang dia bawa. Tapi Suk joon cuek. "Bagi Haeng ah yang terpenting adalah siapa yang makan dengannya". Dan tanpa memperdulikan Ri hwan yang terus mengganggunya, dia masuk ke dalam. Ri hwan menarik bahu Suk jun, menyuruhnya berhenti. Begitu mereka berhadapan, Suk joon bertanya " kau ini siapa?"
"sudah kubilang aku oppanya"
"kuberi kesempatan menjawab yang benar. Pilihlah, jangan bersikap seperti kakaknya ato jangan bersikap seperti kekasihnya"

Karena Ri hwan tidak menjawab, Suk joon masuk. Tapi untuk kedua kalinya dia dihentikan Ri hwan. Kali ini Ri hwan tidak marah. Dia hanya menundukkan kepala dan berkata "aku mohon padamu"
KAU MINTA TOLONG PADAKU

Ayah Haeng ah mengedap endap masuk kamar rawatnya dengan membawa plastik berisi minuman. Ternyata Ri hwan sudah menunggu disana. Dia sedang belajar untuk ujian minggu depan. Joon hyuk mengajak Ri hwan minum sambil memohon sesuatu pada Ri hwan.
"Ri hwan kau sudah dewasa. Sekarang aku bisa bergantung padamu, nanti kalo Haeng ah seperti aku dan suka minum, temani dia dan bantu dia, bawa dia pulang supaya tidak bertemu pria aneh, lakukan itu, kalo kau berjanji, akan kubelikan mobil remote kontrol"

Joon hyuk berkali kali memohon dan akhirnya Ri hwan mengiyakan.

Beberapa hari kemudian, kondisi Joon hyuk drop dan nyawanya tidak tertolong meskipun sudah dilakukan pijat jantung. Haeng ah terduduk di depan pintu kamar ditemani Sun young. Ri hwan yang baru datang sambil membawa mobil remote kontrol merah hadiah dari Joon hyuk syok. Karena dia mendengar dari dokter kalo penyebab kematian Joon hyuk adalah minuman. Ri hwan jatuh terduduk sambil meyadari kalo dialah penyebab ayah Haeng ah meninggal.


Komentar
Episode 2 ini saya sudah bisa meraba bagaimana perasaan Ri hwan, Haeng ah dan Jun suk. Ri hwan sudah berjanji pada ayah Haeng ah untuk menjaganya dari pria aneh itu, makanya secara tidak sadar, dia kurang serius dengan acara perjodohan. Ri hwan menganggap kalo Haeng ah adalah adik, tapi tidak sekedar itu. Hanya Ri hwan masih belum menyadari perasaannya. Ri hwan mungkin awalnya merasa dia bertanggungjawab pada Haeng ah. Tapi lama lama perasaannya bergeser sedikit jadi suka.
Haeng ah sangat mencintai Suk joon. Dia bahkan rela bertahan sebegitunya karena ingin diperlakukan sebagai pacar. Tapi karena Jun suk selalu seperti itu, Haeng ah memutuskan untuk mundur. 

Suk joon itu mirip hubby saya. Bukan bukan cakepnya hehee. Tapi dia bukan type orang yang romatis yang suka menggombal kata kata. Jadi saya tahu benar perasan Haeng ah. Cewek kan pengenya di gombalin, ya gak hehehe. Pernah saya tanya, kenapa sih yah gg sosuit sama kyk si itu? kata hubby, memang mau disosiut in tapi dibelakngnya dibohongin, enggak kan?. Nah sejak saat itu saja stop komplain. tapi Suk joon ini keliwatan lho cueknya. Masak Haeng ah sakit dan ulang tahun juga dia gak inget. Baru kerasa kan kalo udah ditinggal gitu. Rasain!!!.