Senin, 02 November 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 1

"Ini adalah Black Radio dari studio 4 CBM. Dari jendela bisa dilihat halaman CBM yang terbentang luas, juga terlihat toko bunga dan apartemen dari sini. Apa yang sedang semua orang lakukan saat ini? apa ada yang sedang mendengarkan Black Radio? meski kita semua terpisah jarak, tanpa sadar kita saling tahu kegiatan masing masing. Selamat mendengarkan kami disenin yang indah ini, saya Oh Se young dari Black Radio"

Oh Se young (Kim Jung nan), penyiar Black Radio (BR) siaran malam itu. Setelah membacakan kiriman pesan, Kim Haeng ah (Jung Ryeo won) produsernya, memberikan catatan dikertas. Se young membacanya.
"PD kami menyarankan sesuatu, saat kami memutarkan lagu setelah ini, ayo nyalakan dan matikan lampu kamar kita. Supaya tidak dikira lampu rusak, bagaimana kalo kita ikuti irama lagu? Kita nyala dan maatikan sesuai irama lagu"

Jadilah malam itu banyak tempat yang lampunya hidup mati.

Dikamar istirahat BR, Jo Dong il (Park Won sang) menggerutu dan berkata kalo mereka aneh, tapi tetap saja dia menuruti perintah Se young. 
Lalu ditempat minum, Kwon Ji hoon (Lee Seung joon) juga sama, dia dengan bersemangat memencet saklar lampu berulang ulang diiringi teriakan teman temannya. 
Hong I seul (Park Hee bon) sampai membuka kaca mobilnya karena heran kenapa lampu pom bensin bisa hidup mati terus. 
Sedang dari koridor Rs, Park Sun young (Bae Jong ok), berhenti berjalan dan menoleh ke arah kamar pasien yang lampunya jadi kayak didiskotik. 
Park Ri hwan (Lee Dong wook) juga melakukan hal yang sama dirumah bibi Gongjoo ditemani suami dan anak perempuannya.
Hanya Kang Suk joon (Lee Jong hyuk) yang sepertinya tidak terpengaruh dengan ajakan itu. Dia hanya menatap radio kecilnya dengan wajah tanpa emosi. Dia lalu berjalan ke jendela sambil melihat hujan yang tiba tiba turun. 1 lantai dibawahnya, Haeng ah juga melakukan hal yang sama. 
Hujan masih belum reda saat Haeng ah memindahkan barang dari apartemen didepan ke apartemennya. Dia tidak memakai pelindung apa apa, jadinya badan Haeng ah basah kuyup. Satpam menegurnya dan bertanya apa yang terjadi dengan cowok yang tinggal bersamanya di apartemen depan. Haeng ah tersenyum kemudian meneruskan pekerjaannya.

Setelah membersihkan apartemen depan, Haeng ah yang melihat Suk joon pulang, menghampiri dan berkata 
"aku tidak akan datang lagi, barangku sudah aku pindahkan saat kamu pulang nanti"

Suk joon hanya menjawab dengan singkat "kita bicarakan nanti". Haeng ah berkata kalo dia sudah membereskan semuanya. Tapi Suk joon tidak menjawab dan masuk kamar. Haeng ah menata apartemen Seok joon dan setelah semua beres, dengan berat hati dia meninggalkannya. 

Banyak kenangan di apartemen itu. Tapi semuanya membuat Haeng ah kecewa. Ada saatnya dia harus makan malam sendiri, juga saat Suk joon tidak menepati janjinya untuk pulang atau menelpon. Dia juga harus merayakan ulang tahun dan Natal sendirian. Pada akhirnya, itu hanya jalan untuk memutuskan hubungan mereka.

Haeng ah merenung diapartemennya yang kecil dan jauh lebih sederhana daripada apartemen Seok joon. 

Pagi itu, Ri hwan memberi tumpangan pada Ji hoon yang tidur di mobil. Seperti biasa dia selalu mendengarkan siaran pagi Seok joon diradio. Dia segera mengusir Ji hoon saat sudah sampai Rs tempat mereka praktek. Hari itu Ri hwan mendapat pasien seorang pitcher baseball yang tidak mau bermain lagi dan berbohong kalo dia sakit. Ri hwan menyangkalnya karena saat melihat CCTV, dia tahu kalo lemparan itu keras. Sampai akhirnya, Ri hwan harus memecahkan gelas untuk membuat pitcher itu berkata jujur. Dia akhirnya mengaku kalo pelatihnya meminta uang dan dia tidak punya, karena untuk sekolahpun dia masih punya hutang. Ri hwan sadar karena dia tadi juga melihat pergelangan tangan ibunya sakit.
"apa kau tidak lihat pergelangan tangannya? dia memotong perban sampai sependek itu untuk membebat pergelangannya, untuk menghemat uang"

Ri hwan, yang melihatnya putus asa, memberinya nasihat.
"kamu punya 2 pilihan, menanggung semuanya diam diam sampai kamu lulus, atau berlatihlah memperbaiki kemampuan baseballmu dan tunjukkan langsung ke mereka saat ada kesempatan. Seseorang akan melihat bakatmu"

Ri hwan menambahkan kalo dia akan merawat tangan ibunya tanpa biaya apa apa, tapi sebagai gantinya, Ri hwan meminta tandatangannya kalo suatau saat dia sudah menjadi atlet terkenal. Mereka bahkan membuat surat perjanjian.

Pagi yang sama, Haeng ah juga terburu buru berangkat kerja berjalan kaki. Dia melewati satpam yang menggerutu karena ada kotak makanan berisi kimchi  yang ditinggalkan dipos tanpa tahu itu untuk siapa. Pak satpamnya jadi membawa kotak itu keluar karena sudah bau.

Ji hoon membuka pintu ruang Ri hwan yang sedang membereskan pecahan gelas tadi dan menawarinya minum sup mabuk bersama, tapi dengan nada lagu. Pada tahu gak film animasi Frozen, pas scene Anna mengetuk pintu kamar Elsa dan dia bilang, "do you want to build the snow man?". Elsa menyuruh Anna pergi dan Anna menyahut "oke byee". Nah persis kayak itu, Ji hoon bertanya pada Ri hwan yang sibuk membersihkan pecahan gelas dilantai, dan diawali dengan ketukan pintu yang sama kayak di Frozen. Tok~tok~tok~tok~tok
"do you want to get hangover soup with me?"

Dan saat Ri hwan menolak, karena ada janji dengan bibi Gong joo, Ji hoon mundur pelan pelan sambil berkata
"oke....byee..." 
Haha saya asli ketawa liat scene ini. Gak nyangka ahujussi juga fans nya Frozen.

Pak satpam apartemen menelpon nomer ponsel Ri hwan yang tertempel di bungkus kotak kimchi tadi dan melaporkan kimchi itu belum diambil. Dia juga memberitahu kalo setiap hari sudah memanggil si penerima kimchi lewat interkom, tapi tidak ada jawaban. Dia juga bertanya apa kamar itu benar ada penghuninya.

Ri hwan tidak menjawab dan segera menelpon Haeng ah. Ternyata kimchinya untuk Haeng ah. Ri hwan menginterogasinya. Dia tidak tahu kalo Haeng ah lagi nongkrong di halte bus sendiri.
"ada sesuatu yang terjadi kan?"
"teeng...."
"kamu sakit?"
"tengg..."
"dimana kamu?"
"rumah"
"apa kamu dirumah terus selama ini?"
"heemm..."
"rumahmu?"
"yeah...rumahnya siapa lagi? rumah kodok? haha"
"kamu sudah makan?"
"tentu saja.."
"benarkah, kamu pasti makan dengan kimchi lobak yang aku tinggalkan di pos satpam..."
Haeng ah berbohong.
"oh dari mana kau tahu?"

Ri hwan tidak menjawab, dia hanya menyuruh Haeng ah mengambil obat herbal yang sudah dia racik. Dan karena Haeng ah tidak bisa datang sekarang, dia akan menunggunya. Setelah meutup telepon, Haeng ah menoleh kanan kiri, lalu menutupi wajahnya. Takut kalo Ri hwan tahu dia disana.

Ri hwan mengunjungi bibi Gong joo dan memberikan pengobatan akupuntur untuk tangannya yang sakit. Gong Joo, bertiga dengan suami dan anaknya adalah bibinya Haeng ah. Mereka membuka cafe.  No Dong hwa, anak perempuannya tersenyum saat Ri hwan mengobati ibunya.

Haeng ah berpapasan dengan Ri hwan didepan pintu masuk cafe bibinya dan mencoba untuk melarikan diri dari Ri hwan. Tapi tangan Ri hwan lebih cekatan dan menarik baju Haeng ah, membuat dia tidak bisa lari. Karena sudah terlanjur bertemu, Haeng ah hanya bisa menjawab 'ya' saat Ri hwan bertanya. Ri hwan yang tahu kalo Haeng ah tidak bersemangat, berpura pura mau memukulnya, tapi saat Haeng ah tidak merespon, dia mencari cara lain.
Tapi semuanya tidak mempan pada Haeng ah. Sebal karena siasatnya tidak berhasil, Ri hwan akhirnya pergi sendiri dan membuat Haeng ah langsung masuk rumah bibinya sambil berlari, takut Ri hwan berubah pikiran. Didalam rumah, Haeng ah menyapa foto ayahnya
Dan setelah itu, Dong hwa, bibi dan pamannya mengerubunginya dimeja makan sambil membawa sarapan. Haeng ah makan dengan mendengarkan omelan mereka bertiga.
"unnie, kau kurusan...kelihatan tua"
"kau terlalu keras bekerja dimalam hari"
"kau menderita secara emosi?"
"aku dengar DJ barunya aneh"
"kerja siang siang saja"
"siapa pria yang mengganggumu?"
"apa benar dia bicara kotor di radio?"
"minta jam kerjamu jadi siang?"
"bawa pria itu kemari, ayahmu mengijinkan ku memukulinya seperti daging"
Haeng ah tersenyum. Di depan mereka, dia rasanya kembali menjadi anak kecil yang harus dilindungi sekaligus diomeli. Heng ah menjawab kalo dia sudah ada seseorang. Mendengar itu, Noh Swe peu, pamannya berdiri yang memaki maki. Jadinya Haeng ah menarik kembali kata katanya. Tapi Dong hwa tidak percaya dan bilang kalo unnienya bohong, aslinya dia memang sudah punya pacar. Haeng ah bersikeras.

"kalo aku memang punya pasti sudah kubawa kemari".

Dan Haeng ah tertolong karena ada telepon dari radio. Tae hee mengabarkan kalo Se young tidak mau datang karena anjingnya sakit. Jadi mereka berdua menuju rumah Se young dan membujuknya. Rayuan mereka berhasil meskipun Tae hee yang harus jadi korban menirukan suara anjing untuk menyakinkan Se young kalo dia bisa merawat anjing hihi.

Tapi Se young minta diantar ke dokter gigi dulu yang ternyata klinik tempat Hong I seul praktek. Mereka sukses menjaga anjing Se young dan saat selesai, Se young hampir saja bertabrakan dengan Lee Seul mo, ibu I seul. Ibu I seul sengaja datang ke praktekan anaknya untuk memberitahu tentang kencan buta yang sudah diaturnya. Begitu datang, Seul mo mengomentari penampilan I seul yang apa adanya. Beda banget sama ibunya. Apalagi badan I seul termasuk radak gak begitu langsing hehe. Jung woo mengambil foto Ri hwan yang meletakkannya di meja.
"Dia cucu tunggal Rs. Sehan. Anehnya dia dokter herbal. Jadi dia takkan mewarisi rumah sakit, tapi dia punya pekerjaan sendiri, dia takkan mengganggu bisnis hotel ayahmu. Ibunya dokter di Rs, ayahnya meninggal sebelum dia lahir, dia tidak punya masalah dengan keluarga besarnya. Tak akan ada masalah kali ini"
Karena I seul tak ada respon, dia hanya menyuruh I seul menemui Ri hwan. I seul tidak menjawab dan pergi menemui pasien. Tapi sebenarnya dia malah melamun di ruang prakteknya memikirkan kata kata ibunya.

Ri hwan datang ke CBM dan dengan norak berfoto dibawah poster Kang Seok jun sambil menirukan gayanya siaran. Haeng ah menyapanya dan Ri hwan menariknya ke sudut. Dia menarik rambut Haeng ah dan memaksanya minum obat herbal yang sudah dibawa. Haeng ah mengusirnya setelah acara minum obat selesei, tapi Ri hwan menolak. Dia malah menanyai Haeng ah bermacam macam pertanyaan yang membuat Haeng ah jengkel. Mereka sudah didepan pintu lift yang hampir terbuka saat Ri hwan ingin ke toilet. Haeng ah tidak percaya alasan Ri hwan yang kebelet pipis, dia lalu menarik tangan Ri hwan ke arah lift. Saat itulah pintu lift terbuka dan Park Sun young, ibu Ri hwan melihat mereka. Reflek Haeng ah melepaskan tangannya dari tangan Ri hwan dan menatap gugup Sun young. Ingatan masa lalu Sun young muncul.
Malam itu, dia membukakan pintunya untuk Haeng ah karena pamannya meminta untuk menjaga Haeng ah setelah kematian ayahnya. Sun young sebenarnya belum memberikan persetujuannya, tapi Ri hwan tersenyum dan menariknya masuk rumah. Jadi dengan terpaksa dia menerima Haeng ah.
Kaki Haeng ah mundur selangkah dan dengan gugup menyapanya. Haeng ah mengikuti Sun young sedangkan Ri hwan ke toilet. Haeng ah ingat saat mereka masih SMP, dia mendengar ibu Ri hwan menelpon dan mengancam akan mengusirnya kalo sampai dia berpacaran dengan Ri hwan. dan sekarangpun, aturan itu masih sama. Sun young kembali menegaskan itu saat Haeng ah bercerita tentang perjodohan Ri hwan.
"Haeng ah, berhubung kau membahas pertunangan, untuk kebaikanmu dan Ri hwan, aku tidak ingin kalian membuat orang salah paham, seperti bergandengan tangan barusan. Pasangan Ri hwan kali ini putus dengan tunangannya, tunangannya selingkuh, dia pasti sensitif kan? meski kalian sudah seperti saudara, tapi dimata orang lain......"

Tanpa dilanjutkanpun, Haeng ah sudah tahu maksud Sun young. Dia berjanji akan menjaga jarak dengan Ri hwan. Tae hee datang dan menyelamatkan Haeng ah dengan menyuruhnya naik karena DJ mencarinya. Ri hwan yang sudah datang, menyapa Tae hee dan memberitahu kalo Ji hoon baik baik saja. Bukannya senang dengan informasi gratis itu, Tae hee malah mengomeli Ri hwan. "apa kau mabuk? apa aku tanya kabarnya?". Yang membuat Ri hwan ngacir pergi.

Ternyata Tae hee memang benar menyelamatkan Haeng ah dari Sun young karena dia tidak suka melihatnya mengintimidasi Haeng ah. Dia jengkel karena selalu mengira Haeng ah mengincar Ri hwan karena dia anak dari pemilik rs. Dan Haeng ah bersyukur karena Tae hee perduli padanya dibalik sikapnya yang tegas itu.

Siaran hampir dimulai. Haeng ah kembali mengingatkan Se young untuk tidak bicara kotor dan memaki saat onair. Se young cemberut karena dia tanpa sadar biasanya suka memaki maki hehe.

Ri hwan juga mendengarkan saat dia dan Ji hoon berbelanja. Saat membacakan pesan, mereka dibuat heboh dengan mendapat kiriman dari Lee Ji na, seorang siswa SMA yang mengancam akan bunuh diri karena nilai ujiannya jelek dan membuat ibunya kecewa. Dia meminta Se young menyampaikan permintaan maaf pada ibunya.
Saat itu ada seorang gadis yang berdiri di atap gedung dan hampir melompat. Kru BR berusaha menelpon ponselnya. Sedangkan yanng lain berusaha melaporkan ke polisi. Ji na berdiri di pinggir atap sambil mendengarkan Se young siaran. Haeng ah menyuruh Se young untuk tetap bicara pada Ji na. Dan karena gugup, Se young bicara ngalor ngidul yang membuka aibnya sendiri hihi.
"Ji na~ya...kau dengar aku? nilai sekolah tidak penting, saat aku masih sekolah peeringkatku paling akhir, julukanku adalah "paling akhir" lihat aku sekarang, aku bisa bekerja dan hidup, iya kan PD Kim?" Se young melihat Haeng ah untuk memminta persetujuannya. Haeng ah mengiyakan.

"Iya benar, kadang aku juara pertama, tapi lihat sendiri, peringkat terakhir gajinya lebih besar dariku". Se young melihat Haeng ah sambil melongo bingung karena jawaban ngawurnya. Dia lalu meminta Ji na untuk tidak terlalu memasukkan ke hati perkataan ibunya.

"ibu memanng seperti itu kan? ibumu juga seperti itu kan?" tanyanya lagi pada Haeng ah. Tapi Haeng ahh malah menyahut kalo dia tidak punya ibu dan ayah. Se young mendadak kasihan padanya. Lalu dia mulai lagi mengoceh tidak jelas tentang kejelekannya untuk membuat Ji na kelihatan lebih baik. Saling menyahut dengan Haeng ah yang membuka rahasia kalo pas ulang tahun, dia memakan kuenya sendiri dan kemarin dia putus dengan pacarnya. Ri hwan mendengarnya dan menyadari kalo Haeng ah ternyata sedang punya masalah. Ri hwan berlari keluar supermarket dan meninggalkan barang belanjaannya pada Ji hoon yang sebenarnya lagi tidak bawa uang.

Akhirnya celotehan Se young dan Haeng ah berhasil membuat Ji na menghentikan usaha bunuh dirinya. Semuanya bisa bernafas lega.

Dong il berlari lari menuju ruang siaran dan mengucapkan selamat pada mereka. Dan pada Haeng ah dia hampir bertanya tentang Suk joon tapi melihat mata menyela Haeng ah, dia mengerem ucapannya. Lalu mulai mengganggu Tae hee.
"ku dengar kau sedang kerepotan, karena Kin Haeng ah, Oh Se young, anjing sakit, dan sekarang karena pendengar. Selamat, itu berarti kedepannya kau bisa bekerja dengan orang yang paling aneh sekalipun". Dong il mengajak high five tapi Tae hee menolak dengan dingin.
"Apa anda mencoba melakukan kontak fisik yang tak kuinginkan?"
Dong il malu dan akhirnya mengajak yang lain toss

Di ruang siaran, Haeng ah dan Se young sama sama menyesali apa yang mereka omongkan pas siaran tadi. Jadi malu lah, aibnya kebongkar semua.

Ri hwan menunggu Haeng ah pulang dan mulai menginterogasinya. Dia kesal karena Haeng ah tidak bicara padanya tapi malah diradio.
"apa yang kau katakan saat ultahmu, kau bilang banyak yang merayakan denganmu, akku bilang tak apa apa pulang larut, tapi kau bilang mau ke laut, belum lagi kuenya..."
Haeng ah mau menjelaskan tapi Ri hwan tidak mau mendengar karena dia pasti akan bohong lagi. Ri hwan tidak suka karena Haeng ah bahkan tidak mencarinya saat dia ada masalah.
"hal ini memang berat, apa kau tidak dengar, karena kau selalu seperti ini. Tetanggamu sampai tidak tahan dan akhirnya pindah".

Debat mereka dihentikan oleh pak satpam. Haeng ah ngacir masuk apartemen yang diikuti Ri hwan. Didalam lebih parah. Ri hwan bermaksud membantu memindahkan kotak, tapi dia tidak tahu kalo isinya adalah harta karun Haeng ah. Dan saat isinya jatuh, Ri hwan hanya bisa tersenyum melihatnya. Apalagi saat dia memegang pembalut Haeng ah. Dia baru ngeh waktu Haeng ah memarahinya karena dia tidak bisa memakai pembalut bekas dipegang Ri hwan. "kau tahu kan ini dipakai dimana?". Hahaha Ri hwan langsung menutup matanya.

Ponsel Haeng ah bergetar. Dia hanya melihat, masih ragu untuk mengangkat. Ri hwan yang kepo, mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon. Haeng ah jadi bingung, takut Ri hwan mengangkatnya, Jadilah mereka rebutan ponsel.
Tapi dasar Ri hwan, dia sengaja menekan tombol hijau, dan suara Suk joon terdengar dari seberang. "dimana kau sekarang?". Hanya itu saja, karena ponsel Haeng ah terlempar dan sambungan terputus. Ri hwan akhirnya tahu kalo penyiar idolanya yang dulu menjadi pacar Haeng ah. Dia bertanya kenapa Suk joon meninggalkannya sendiri saat ulang tahun.
"bukan begitu, kau tidak tahu apa apa. Ulang tahunku semua karena dia sibuk. Besoknya dia bahkan menyanyi untukku, meski dia bilang semua orang tahu liriknya, meski dia cuma menyanyi 2 bait, dia  tidak pernah bernyanyi, tapi dia bernyanyi demi aku. Bahkan semua ini, dia tidak suka barangku dirumahnya, tapi tetap kubawa, aku sengaja biar dia ingat aku, kau sudah tahu semuanya, pergilah".

Ri hwan bertanya kenapa mereka putus. Ri han bahkan menebak kalo Suk joon suka memukulnya. Tapi haeng ah membantahnya. Haeng ah hanya lelah karena harus selalu menunggu Suk joon. Suk joon tidak bersalah apa apa. Haeng ah menyalahkan dirinya yang terlalu mencintai Suk joon. Sebelum Ri hwan pulang, Haeng ah tiba tiba ingat kalo gelang ibunya masih ada di apartemen Suk joon. Dia bingung bagaimana menngambilnya. Ri hwan yang jengkel karena keteledoran Haeng ah, mengambil payung dan berpura pura memukul Haeng ah dengan gemas.
Dibawah, Ri hwan melihat Suk joon turun dari mobil. Dia melihat sekilaas kearah apartemen Haeng ah, tapi kemudian berbalik menuju apartemennya sendiri. Ri hwan jengkel karena hanya Haeng ah yang terlihat sedih karena putus, dan dia memutuskan untuk mengikutinya.

Suk joon yang kaget bertanya siapa Ri hwan. Dia menjawab kalo dia mau mengambil gelang.

"kau pikir apa yang kau lakukan?" tanya Suk joon lagi.

"kau sendiri apa yang kau lakukan, saat dia pindah sendiri, apa yanng kau lakukan?" bentak Ri hwan dengan emosi.
"HARUSNYA KAU BERITAHU AKU"

Ri hwan kecil masuk rumah dengan takut. Dia melihat Haenng ah disana sedang makan. Haeng ah melihat luka dilutut dan kaki Ri hwan. Dia memaksa Ri hwan menceritakan kenapa dia sampai terluka. Dan Haeng ah marah saat tahu Ri hwan bermain trampolin berdua dengan Sol mi. Dengan suarra pelan karena takut, Ri hwan menjelaskan.
"Cuma sekali kug, selama main aku selalu memikirkanmu"
"aku tidak mau dengar...keluar!!"

Ri hwan tidak mau karena itu rumahnya, tapi Haeng ah tidak perduli dan tetap mengusir Ri hwan. Diluar Ri hwan mengadu pada ayah Haeng ah. Ayah Haeng ah menyuruh Ri hwan untuk merahasiakan kalo dia  bemain dengan Sol mi, tapi Ri hwan tidak mau karena dia sudah berjanji akan saling jujur dengan Haeng ah. Dia bahkan membwakan gelang milik ibunya untuk diberikan pada haeng ah.

Malaamnya, saat Haeng ah mau tidur, ayahnya membawakan gelang itu untuknya. Ayahnya berbohong kalo itu adalah gelang darinya, karena Haeng ah tidak mau menerima kalo itu dari Ri hwan. Ayahnya berkata kalo itu adalah gelang dari ibunya, dan dengan senang dia menerimanya.
Gelang itu sekarang ada di laci meja kamar Suk joon.

Komentar
Saya seneng banget dengan komebeknya mbak JRW ini. Apalagi bareng LDW. Jujur saya bukan pens LDW, tapi pengen lihat dia main drama ronkom.

Eps 1 cukup membuat saya tertawa melihat kelakuan 2 sahabat mulai kecil ini. Mereka berdua sebenarnya saling care, tapi Haeng ah menganggap kalo Ri hwan itu overdosis carenya. Sedang kan Ri hwan sendiri merasa dia harus selalu melindungi Haeng ah. Pasti ada sesuatu yang terjadi sampai sampai Ri hwan terlalu mencampuri urusan Haeng ah.

Bagaimana perasan Suk joon pada Haeng ah sih? habisnya sikapnya itu dingin banget. Betah juga Haeng ah pacaran sama orang yang selalu nyuekin dia. Tapi memang kelihatan kalo cuma Haeng ah yang mencintai Suk joon. Kalo saya, widih..mending gak pacaran daripada korban perasaan terus.

Ibu Ri hwan sudah dari awal memberi garis batas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan Haeng ah. Dia takut anaknya akan menyukai Haeng ah yang bukan berasal dari kalangannya. Padahal kayaknya keluarga Ri hwan sendiri juga gak kaya dari awal ya, buktinya mereka dulu juga tinggal di apartemen yang biasa. Cuman kan Sun young ini dokter, Ri hwan juga dokter, kayak disini juga sih, anak dokter pasti pengen anak dan mantunya dokter juga. Haha ini sih kenyataan, saya gaulnya sama dokter dokter kalo kerja.

Eps 2 agak ada melonya ya. So tungguin....

2 komentar:

  1. Bener bangeeett... dokter pengen mantunya juga dokter. Eh.. malah ada dokter yang anaknya udah dokter, pengen mantunya dokter yang anak dokter pula. hahaha... udah paling top itu.

    BalasHapus
  2. Oh....jadi Karena gaulnya bak poet sama dokter jadi tau tuh gimana maunya (hahaha).mbak Dee malah kayaknya lebih ngerti lagi......
    Berarti mbak poet kebalikan saya yah, saya kan sukanya LDW , baru sekali ini liat dramanya miss jung....tp episode pertama mmg kocak .lee jong hyuk cocok jadi pria super cuek.....kayaknya dia dingin bgt....msh mistery sih bgmana.hubungan keduanya hingga putus.
    Gumapshimnida bak Poet.....HIM!

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...