Kamis, 05 November 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 2


Ri hwan berjalan tergesa gesa menuju mobilnya sambil membawa kain biru besar berisi barang barang Haeng ah dipunggungnya. Dia memasukkannya kedalam mobil sambil mengutuki dirinya sendiri. "aku membuat masalah"

Flashback
Ri hwan menghadapi Suk joon seperti mengajaknya berantem. Dia bilang kalo Haeng ah tidak menyuruhnya berbuat seperti ini. Dia bahkan memotong perkataan Suk joon dengan tidak sabar.
"akan kudengar penjelasanmu. Bagaimana bisa dia sampai merasa kesepian? meski kalian putus, paling tidak bantu dia!. Tak bisakah kau lihat betapa lemah dia? Dia tak ingin dikasihani, karena itu dia menahan rasa sakitnya, apa saja yang sudah kau lakukan?"

Suk joon menjawab singkat. "Suruh dia kemari kapanpun kalo ada yang ketinggalan".

Tapi Ri hwan menegaskan kalo Haeng ah tidak akan kembali ke tempat Suk joon dan dia yang akan mengambil barang yang ketinggalan. Ri hwan bertanya mana gelang Haeng ah. Saat Suk joon mengambilnya, dia juga mulai berkeliling mencari barang barang Haeng ah yang memang masih sengaja ditunggalkan. Satu persatu diambil Ri hwan dan dia mengambil sprei biru Suk jun untuk membungkus barang barang itu. Sebelum pergi, Suk joon bertanya apa Haeng ah baik baik saja. Dan dia bersyukur saat tahu kalo Haeng ah memang baik baik saja. Yang membuat Ri hwan tertohok adalah saat Suk joon berkata
"kalo kau tahu seperti apa dia, kau pasti tahu dia tidak suka hal semacam ini"

Saat itu Ri hwan tahu, dia sudah kalah.

Suk joon melihat sekeliling apartemennya yang berantakan karena ulah Ri hwan. Dia lalu meletakkan gelang Haeng ah di meja dekat tempat tidurnya. Lha....gelangnya malah lupa gak kebawa Ri hwan.

Pagi pagi, Haeng ah sudah harus mendengarkan omelan Dong il yang uring uringan karena harus memakai jas hari itu. Dong il merasa dia tidak pantas memakai setelan resmi.

Seharian ini Ri hwan berusaha menghindari Haeng ah. Dia takut kalo Haeng ah memarahinya gara gara semalam. Jadi kalo Haeng ah menelpon, dia minta ibunya berkata kalo dia sedang keluar. Mendengar itu, Sun young heran dan bertanya apa Ri hwan sering menemui Haeng ah. Ri hwan sih tanpa berdosa mengiyakan. Ternyata Sun young sebenarnya takut kalo Haeng ah cerita pada Ri hwan tentang apa yang dia sampaikan di gedung CBM kemarin.

Sun young mengingatkan Ri hwan agar serius di perjodohan kali ini. Apalagi kakeknya sangat berharap padanya.
"kapan ibu mau berbaikan dengan kakek?"
"setelah kau menikah dengan keluarga baik baik"

Ri hwan tiba tiba mengerti kenapa kakeknya marah saat ibunya memutuskan untuk melahirkannya. Apalagi Sun young membesarkannya sendiri. Orang tua mana yang suka melihat anaknya seperti itu.

Setali 3 uang dengan Sun young, Seul mo juga mengingatkan Yi seul dengan kencan butanya. Seperti biasa, komentarnya tentang baju Yi seul pasti negatif. Yi seul ini orang yang mementingkan kenyamanan daripada penampilan. Dia bahkan hanya memakai blus putih dan rok hitam juga sepatu flat untuk acara kencannya. Itu yang membuat ibunya mengomel. "Kau mau pakai sepatu itu?"
"memangnya harus nyeker?"
"kakimu itu bukan kaki beruang...sungguh kaki yang besar.."

Seul mo kayaknya sudah desperate dengan style anaknya.

Sebelum bertemu Yi seul, Ri hwan makan Ji hoon. Dia bertanya bagaimana pendapatnya tentang Suk joon. Saat Ji hoon menjawab "aku tidak menyukainya", Ri hwan lega, tapi alasan Ji hoon bener bener keplak~able. "Karena dia pria".

Ri hwan yang jengkel balik bertanya bagaimana  kalo dia perempuan. Ji hoon dengan genit mengerling padanya kemudian menjawab "aku akan mengajaknya kencan" hihihi. Bromance yang aneh.

Curhat berlanjut saat mereka berjalan kembali ke klinik. Ri hwan bertanya bagaimana kalo barang punya Ji hoon ketinggalan dan dia mengambilkannya. Dasar Ji hoon, dia malah melirik 2 orang wanita seksi yang lewat didepan mereka. Ri hwan jadi kehilangan mood.

Sampai diparkiran, mereka bertemu dengan Yi seul yang sedang memarkir mobil. Insting Ri hwan mengatakan kalo dialah kencannya. Dia lalu mendorong Ji hoon masuk klinik dulu. Ji hoon heboh melihat Yi seul dan menyangka kalo dia artis. Ri hwan lalu menghampiri mobil Yi seul. Kebetulan Yi seul kesulitan memarkir mobilnya karena dihimpit 2 mobil. Ri hwan mengetuk kaca mobil dan menyapanya.
"Selamat siang..apa mungkin....?"
"ah iya...kuncinya ada didalam..." kata Yi seul sambil membuka pintu mobil. Hahaha Ri hwan dikira petugas valet. Tanpa menoleh lagi, Yi seul masuk klinik dan Ri hwan dengan patuh memarkir mobilnya.

Se young bertanya tentang pertemuan Haeng ah dengan direktur terkait siaran yang menghebohkan kemarin. Se young sebenarnya takut kalo dia akan dipecat karena waktu itu dia menyebut dirinya "paling akhir". Tapi sebenarnya mereka malah mendapat bonus untuk makan. Se young juga minta  untuk hari ini, maknae BR menemaninya pergi wawancara sebagai manager.

Saat Ri hwan mengembalikan kunci mobil Yi seul dan memperkenalkan diri sebagai Park Ri hwan, Yi seul benar benar terkejut. Dia  jadi tambah salah tingkah. Dia berkata kalo Ri hwan beda dengan fotonya. Jadi Ri hwan juga mengatakan hal yang kurang lebih sama. "Kau juga lebih cantik aslinya". Sekarang ganti Yi seul yang heran, karena seingatnya dia tidak pernah mau difoto. Ri hwan mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Yi seul. Ternyata itu foto wisudanya. Melihat Yi seul mengeryitkan dahinya, Ri hwan jadi tidak enak.
"pasti aneh kalo orang dewasa punya mata seperti ini pupilmu tidak bertambah besar sejak kau lahir. Kalau wajah saat dewasa seperti ini, itu artinya saat kau lahir separuh wajahmu adalah pupil...lumayan menakutkan"

Mendengar lelucon Ri hwan, Yi seul akhirnya agak rileks.

Se young menanyai maknae BR tentang Haeng ah yang yatim piatu. Se yung selama ini salah paham dan mengira kalo Ri hwan adalah mantan pacarnya. Tapi maknae mengklarifikasinya. "Bukan pria itu sudah seperti keluarganya".
"orang tua mereka dekat, jadi mereka tumbuh bersama. Setelah ayah PD Kim meninggal, mereka tinggal bersama"
"PD radio membuat dramanya sendiri. Mirip seperti 'Autumn in My Heart' dan 'Feeling' begitu?"

Si maknae malah bertanya, 'Feeling' itu drama tahun berapa hahaa. Ketara banget gap umurnya hihihi.

Obrolan Ri hwan dan Yi seul berlanjut. Ri hwan menanyakan pertanyaan serupa yang tadi pagi tidak digubris Ji hoon. "Bagaimana jika barangmu ketinggalan dirumah orang dan kakakmu mengambilnya tanpa memberitahumu, bagaimana perasaanmu?". Oh jadi selama ini Ri hwan memposisikan dirinya sebagai kakak Haeng ah ya. Jawaban Yi seul diluar ekspektasinya, jadi dia hanya mengangguk saja.Yi seul tiba tiba tersenyum kaku pada Ri hwan. Ri hwan yang bingung ikut ikutan tersenyum.
"sebenarnya, sepertinya ibu mengirim seseorang....dia akan mengambil foto lalu pergi"
Ri hwan menoleh dan melihat Ji hoon sedang memotret mereka. Dia geregetan. Tapi akhirnya Ri hwan menjelaskan kalo dia itu temannya. Karena malu, Ri hwan mengejar Ji hoon yang berlari menuruni tangga. Ji hoon yang ketangkap basah beralasan kalo dia mau memoto pemandangan hihi. Dasar ahjussi kepo.

Haeng ah berjalan dengan Tae hee dikoridor sambil membahas masalah Lee Ji na. Direktur menyuruhnya memanggil Ji na untuk on air. Tapi Haeng ah sudah menolaknya. Mereka malah mendoakan agar direkturnya cepar diganti. Kayaknya itu doa yang sama dengan karyawan kayak kita ya haha. Dari arah berlawanan, Haeng ah melihat Suk joon berjalan, dan reflek dia menarik tangan Tae hee berlari menuruni tangga. Suk jun tahu tapi hanya diam.

Seul mo menelpon Yi seul dan bertanya bagaimana acara kencannya. Dia bahkan membuat anaknya gerah dengan bertanya apakah  Ri hwan akan melamarnya. Yi seul menutup telepon saat Ri hwan datang dan berpura pura tertarik pada hammock Ri hwan. Ri hwan menyuruh Yi seul naik hammocknya. Karena tidak seimbang, hammocknya jadi terbalik dan Yi jatuh berputar kebawah hehehe
Ri hwan dengan sabar membersihkan telapak tangan Yi seul yang kotor. Sebaliknya, Yi seul terpana melihat ketelatenan Ri hwan. Apalagi saat Ri hwan memuji sepatu flatnya bagus. Yi seul benar benar terpukau dengan pesona Ri hwan.

Tae hee curiga dengan tindakan Haeng ah tadi. Mengajaknya berlari lari itu bukan Haeng ah banget. Tae hee mengomelinya, tapi Haeng ah yang tadi menoleh kearah pintu, jadi gugup dan berlari lagi kearah tangga darurat. Tae he bengong. Tapi saat Jun suk berjalan melewatinya dan mengikuti arah Haeng ah berlari, Tae hee mendadak tahu apa yang sedang terjadi.
Mata Tae hee mesih mengikuti arah Suk joon dan Haeng ah saat Dong il menjawil lengannya. Tanpa permisi, Dong il menyeruput kopi Haeng ah yang ditinggalkan begitu saja di meja. Mata Dong il mengikuti kemana arah Tae hee memandang dan dia pura pura tidak tahu apa yang sedang terjadi. Firasat Tae hee lebih tajam. Dia memaksa Dong il bercerita, tapi Dong il bersikeras kalo dia tidak tahu apa apa. Tapi bukan Tae hee kalo tidak bisa membuat Dong il bicara.
"kau menjodohkan mereka kan?"
"bukan.. mereka bertemu dikantor pemasaran apartemen, waktu aku ke sauna dengan Suk jun, aku lihat ada tato di punggungnya, waktu aku lihat, ternyata itu nama Haeng ah pakai spidol......"

Kena deh. Dong il masuk jebakan Tae hee tanpa sadar.

Haeng ah berlari tanpa berhenti. Dia takut kalo Suk joon mengikutinya. Salah satu sepatunya lepas, dan saat dia mau mengambilnya, Suk joon muncuk dari tangga bawah. Haeng ah terpaku. Suk jun berdiri tepat didekat sepatunya. Haeng ah memberanikan diri turun lagi mengambil sepatunya. Dan dia tidak menyangka kalo Suk jun akan melakukan hal itu.
Tangan Haeng ah terulur mengambil sepatunya tapi ditepis oleh Suk joon. Dia meletakkan tangan Haeng ah dikepalanya, memegangi kaki Haeng ah, lalu memasangkan sepatunya. Iiiihhh... sosuitnya. pelan pelan, Haeng ah mengangkat tangannya dari rambut Jun suk.

Mereka berdua naik lift bersama. Haeng ah mau turun saat ada orang lain masuk tapi tangan Suk joon menariknya, melarangnya pergi.

Flashback
Dulu, mereka juga pernah seperti itu. Haeng ah mau turun tapi Suk joon menariknya masuk lagi. Dia lalu memencet tombol lantai secara acak. Haeng ah protes karena ada cctv, tapi Suk joon tidak perduli. Dia mendorong Haeng ah ke samping dan menciumnya.

Sekarang, di lift, Haeng ah teringat saat saat itu.

Tujuan mereka atap gedung CBM. Suk joon mengajaknya bicara, tapi seakan tidak mau membuat segalanya jadi mudah, Haeng ah bahkan tidak berusaha menjawab pertanyaan Suk joon. Haeng ah pengennya Suk joon jadi frustasi. Tapi Suk joon malah mengajaknya pergi karena tidak ada yang bisa mereka bicarakan. Gantian Haeng ah yang jengkel. "Mau pergi begitu saja?"
"kalo begitu bicaralah!"
"kenapa aku harus bicara? kau tak ingin bicara sesuatu? kau senang dengan situasi saat ini? lalu kenapa mengikutiku kesini? kau sedang menyelidikiku? kau ingin tahu kenapa wanita ini ingin putus denganmu? karena aku diam kau menyelidikiku? benar begitu? aku cuma wanita biasa bagimu kan? aku tidak pernah ingin jadi nomer satu bagimu, aku tahu kau sibuk, aku tahu waktumu terbagi untuk banyak orang, tapi aku tak pernah diurutan 5 ato 10, aku selalu diurutan terakhir, apapun itu selalu lebih penting dariku. Bisa bisanya kau bilang 'ayo pergi' dalam situasi seperti ini? aku pasti bukan apa apa bagimu, kau pasti tidak membutuhkanku"

Tentu saja Suk joon mengelak. Tapi Haeng ah tetap pada pemikirannya. Dia merasa kurang peka saat Suk jun selalu tidak ada waktu untuknya. Harusnya dia tahu kalo Suk joon tidak mencintainya. Jadi dia hanya ingin meninggalkan Suk joon sebelum dia ditinggalkan.

Haeng ah termenungi pertemuannya dengan Suk joon tadi. Hampir saja dia menangis, tapi dia berusaha menahannya.

Karena ada janji dengan bibi Gongjoo, Ri hwan harus ke restoran, tapi sebelum kesana dia menepon dulu untuk memastikan apa Haeng ah ada disana. Karena tidak ada, Ri hwan cepat cepat meluncur kesana.

Yi seul masuk mall milik keluarganya. Dia melihat dibagian baju dalam dan membuat pegawainya malu karena tidak bisa menemukan ukuran bra yang pas buat Yi seul. Soalnya kan semuanya mini mini. Lha badan Yi seul kan agak tidak mini hihi. Pegawai sana tidak tahu kalo dia adalah adik wakil direktur. Jadi saat Hong Jung woo, kakak Yi seul datang dan mengenalkan dia sebagai adiknya, semua nya heran karena mereka berdua kayak bumi dan langit. Jung woo bertanya bagaimana kencan Yi seul, tapi Yi seul malu malu menjawabnya. Jadi dia tidak memaksa. Dia menyuruh Yi seul berbelanja sendiri.
"tentu saja aku bisa potong gaji, bulan lalu ibu kemari dan belanja banyak, gajiku tinggal 180 won"

Ternyata Haeng ah sudah ada di restoran bibi Gongjoo. Ri hwan hampir balik kanan kalo bibi tidak menarik bajunya. Ri hwan takut bertemu Haeng ah karena dikiranya sudah tahu kejadian di tempat Suk jun. Mereka berdua mengintip Haeng ah yang sedang makan semangkuk besar mie. Bibi Gongjoo mendorong Ri hwan mendekati Haeng ah. Ri hwan agak takut sih, apalagi Haeng ah kurang semangat. "Kau punya jepit rambut?" tanyanya tiba  tiba. Bukannya menjawab Haeng ah, dia malah bergumam karena semalam dia tidak melihat ada jepit rambut di tempat Suk joon.
"aku tidak lihat ada jepit rambut, sepertinya aku ambil ikat rambut". Haeng ah heran. "Apa yang kau ambil?". Ri hwa hanya diam, sadar kalo dia sudah membuka rahasianya sendiri.

Yi seul melanjutkan jalan jalannya. Dia memutuskan untuk membeli high heels karena dia tidak mau kelihatan terlalu pendek kalo berada disebelah Ri hwan.
Dihalaman restoran, Ri hwan membongkar 'barang sitaan' nya. Ri hwan tidak berani menatap Haeng ah. Sebaliknya, Haeng ah speechless. Dia frustasi sendiri melihat kelancangan Ri hwan. Pelan pelan Ri hwan berjalan menjauhi Haeng ah, tapi Haeng ah malah melemparinya dengan kerikil. Mereka akhirnya bertengkar. Bibi, paman dan Dong hwa mengintip dari jendela.

Ri hwan menghentikan pukulan Haeng ah dan berdalih kalo itu dia lakukan karena dia adalah oppanya. Tapi Haeng ah membalas kalo memang dia oppanya, seorang oppa harusnya tidur saat adiknya menangis, bukannya tetap tidur sambil menggaruk pantatnya dan minta dibuatkan ramyun. Perumpaman yang aneh. Haeng ah tidak mau orang lain terutama ibu Ri hwan salah paham tentang hubungan mereka. Ri hwan tentu saja tidak paham maksud Haeng ah. Dia juga tidak suka Haeng ah terus membela Jun suk. "apa dia manusia?"
"iya...kau itu yang seperti masker. saat kau khawatir padaku, kau pikir aku bisa tenang? saat tahu aku khawatir, kau selalu melihatku seperti itu, kau tahu betapa sesaknya diriku?"
"baiklah...temui saja pria gas beracunmu itu...aku tak akan ikut campur...puas?"

Kemudian mereka berpisah jalan.

Saat itu, Ri hwan merasa sakit didadanya karena menjadi orang yang tidak diinginkan Haeng ah padahal dia ingin berada didekatnya.

Pulang kerja, Suk joon minum dengan Dong il. Dong il berusaha mengorek tentang hubungannya dengan Haeng ah tapi Suk joon tidak berkata sepatah katapun. Suk joon malah bertanya tentang Ri hwan. Dong il bilang kalo dia bukan saudara Haeng ah.

Haeng ah merasa dia jahat pada Ri hwan, makanya dia mau minta maaf. Tapi dia tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk dikirim lewat sms. Begitu juga dengan Ri hwan. Dia memaksa main mobil remote merah tapi pikirannya ke pertengkarannya tadi. Ri hwan memutuskan untuk pergi ke tempat Haeng ah. Di pintu dia berpapasan dengan Ji hoon yang mabuk berat.

Ri hwan membelikan kue ikan kesukaan Haeng ah. Dia sksd ke penjual kue ikan, tapi malah membuat penjualnya ilfil.

Suk joon juga membeli kue untuk Haeng ah karena tadi Dong il menegurnya karena melupakan ulang tahun Haeng ah. Dia bahkan menyebut Suk joon pria jahat.
Haeng ah mengingat perkataan Suk joon di atap gedung tadi siang yang membuatnya tertegun.
"bagimu, aku ini...apa aku terlihat sebaik itu dimatamu? apa aku membiarkanmu disisiku hanya karena kau menyukaiku? atau aku melakukannya karena tidak ada orang lain yang bisa kukencani?atau karena aku tidak bisa mencari wanita lain? kalo disuruh beli atau tidak, aku memilih tidak. Aku memilih tidak makan. Kenapa? karena aku ini sibuk. Kau...jika aku bisa hidup tanpa perlu melihatmu...pasti sudah kulakukan dari dulu..."

Haeng ah tersadar dari lamunannya karena lampu nya tiba tiba mati dan nyala sendiri.

Diparkiran, Ri hwan melihat Suk joon membawa kotak kue besar. Dia menghadangi jalan. Ri hwan tahu kalo Suk jun akan menemui Haeng ah dengan membawa kue itu, makanya dia memberitahu kalo Haeng ah paling suka kue ikan seperti yang dia bawa. Tapi Suk joon cuek. "Bagi Haeng ah yang terpenting adalah siapa yang makan dengannya". Dan tanpa memperdulikan Ri hwan yang terus mengganggunya, dia masuk ke dalam. Ri hwan menarik bahu Suk jun, menyuruhnya berhenti. Begitu mereka berhadapan, Suk joon bertanya " kau ini siapa?"
"sudah kubilang aku oppanya"
"kuberi kesempatan menjawab yang benar. Pilihlah, jangan bersikap seperti kakaknya ato jangan bersikap seperti kekasihnya"

Karena Ri hwan tidak menjawab, Suk joon masuk. Tapi untuk kedua kalinya dia dihentikan Ri hwan. Kali ini Ri hwan tidak marah. Dia hanya menundukkan kepala dan berkata "aku mohon padamu"
KAU MINTA TOLONG PADAKU

Ayah Haeng ah mengedap endap masuk kamar rawatnya dengan membawa plastik berisi minuman. Ternyata Ri hwan sudah menunggu disana. Dia sedang belajar untuk ujian minggu depan. Joon hyuk mengajak Ri hwan minum sambil memohon sesuatu pada Ri hwan.
"Ri hwan kau sudah dewasa. Sekarang aku bisa bergantung padamu, nanti kalo Haeng ah seperti aku dan suka minum, temani dia dan bantu dia, bawa dia pulang supaya tidak bertemu pria aneh, lakukan itu, kalo kau berjanji, akan kubelikan mobil remote kontrol"

Joon hyuk berkali kali memohon dan akhirnya Ri hwan mengiyakan.

Beberapa hari kemudian, kondisi Joon hyuk drop dan nyawanya tidak tertolong meskipun sudah dilakukan pijat jantung. Haeng ah terduduk di depan pintu kamar ditemani Sun young. Ri hwan yang baru datang sambil membawa mobil remote kontrol merah hadiah dari Joon hyuk syok. Karena dia mendengar dari dokter kalo penyebab kematian Joon hyuk adalah minuman. Ri hwan jatuh terduduk sambil meyadari kalo dialah penyebab ayah Haeng ah meninggal.


Komentar
Episode 2 ini saya sudah bisa meraba bagaimana perasaan Ri hwan, Haeng ah dan Jun suk. Ri hwan sudah berjanji pada ayah Haeng ah untuk menjaganya dari pria aneh itu, makanya secara tidak sadar, dia kurang serius dengan acara perjodohan. Ri hwan menganggap kalo Haeng ah adalah adik, tapi tidak sekedar itu. Hanya Ri hwan masih belum menyadari perasaannya. Ri hwan mungkin awalnya merasa dia bertanggungjawab pada Haeng ah. Tapi lama lama perasaannya bergeser sedikit jadi suka.
Haeng ah sangat mencintai Suk joon. Dia bahkan rela bertahan sebegitunya karena ingin diperlakukan sebagai pacar. Tapi karena Jun suk selalu seperti itu, Haeng ah memutuskan untuk mundur. 

Suk joon itu mirip hubby saya. Bukan bukan cakepnya hehee. Tapi dia bukan type orang yang romatis yang suka menggombal kata kata. Jadi saya tahu benar perasan Haeng ah. Cewek kan pengenya di gombalin, ya gak hehehe. Pernah saya tanya, kenapa sih yah gg sosuit sama kyk si itu? kata hubby, memang mau disosiut in tapi dibelakngnya dibohongin, enggak kan?. Nah sejak saat itu saja stop komplain. tapi Suk joon ini keliwatan lho cueknya. Masak Haeng ah sakit dan ulang tahun juga dia gak inget. Baru kerasa kan kalo udah ditinggal gitu. Rasain!!!.

2 komentar:

  1. wah LJH cool bingiiitz hahaha dinginnya ngalahin freezer.. jgn2 dia ratu es :-D (etapi terlalu ganteng bwt jd elsa) dua eps awal nya udh bikin suka.. LDW fresh jga nih di romkomin :-) sya langsung bayangin klo suk joon pacaran sm yi seul, cuek ketemu dingin gmna jdinya? :-P

    BalasHapus
  2. Masih dua episode saya masih gak ngeh dg fell antara ri hwan dg yi seul.beneran baru kali ini saya liat dramanya miss jung.hanya saya atau mmg dia agak chadel yah.....(hehehe)
    Uri nampyun jg Mirip sukjun kok mbak poet.to the point aja gt...gak bisa sosuit sosuitan pake kata2. Bahkan beliau jg gak pernah ngerayain ulang tahun saya atau ultah pernikahan, krn menurut beliau kan yg penting perasaan dan kesetiaan gt....(hahaha) gak suka bgt seremonial apaan gt....(awalnya saya Jg kyk heng ah, sekarang sih sudah kebal....ups)
    Jd krn perasaan bersalah yah ri hwan jd over bgt varenya ke heng ah.tp emang dasar ri hwan aja kali yah yg tipenya tuh telaten bgt....buktinya sepatu yi seul aja dia bersihin.....(good namja)gumapshimnida bak poet sinopnya, biar kata sendirian.....ttp semangat yah mbak poet nulisnya....HIM!

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...