Jumat, 20 November 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 3

Sadar kalo dia tidak akan bisa melawan Suk joon dengan emosi, Ri hwan menundukkan kepala, memohon dengan sangat pada Suk joon.
"aku mohon padamu...."
"demi siapa? dirimu? bagaimana kalo dia tak sungguh ingin putus?"

Tanpa menunggu jawaban Ri hwan, Suk joon meninggalkannya berdiri mematung di depan apartemen. Suk joon masuk lift dan berpapasan dengan satpam yang baru saja mengganti lampu di kamar Haeng ah. Haeng ah mendengar bunyi pintu lift terbuka dari kamarnya. Seandainya saja dia tahu kalo lift itu membawa Sun joon. Tapi Sun joon tidak keluar. Dia membiarkan pintu lift menutup lagi.

Ri hwan menyetir mobil tapi pikirannya tidak fokus. Suk joon membawa pulang kue dan membuka nya dirumah. Dia mencari gunting dan saat membuka laci, dia menemukan sebuah selotip.
Saat itu mereka makan siang. Haeng ah sengaja menyelotip tangannya biar disuapi Suk joon. Tapi dasar Suk joon, dia menganggap itu kekanak kanakan. Haeng ah ngambek. Akhirnya mau tidak mau Suk joon mengalah dan menyuapinya sekali.

Ri hwan memarkirkan mobilnya dipinggir jalan. Ingatannya kembali saat natal kemarin.  Mereka berdua ditemani Ji hoon dan Tae hee makan bersama. Ri hwan bertanya pada Haeng ah tentang rencananya saat ulang tahunnya besok. tapi Haeng ah menjawabnya sambil lalu. Dia malah tersenyum sendiri membaca pesan diponselnya.
Ri hwan hanya bisa diam. Juga saat Haeng ah pergi duluan karena ada janji bertemu. Ri hwan sebenarnya kecewa, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa. Ri hwan masih belum tahu dia mau bertemu dengan siapa, tapi mungkin sekarang dia sudah tau.
Malam itu, tidak satupun dari mereka yang bisa tidur dengan nyenyak.

Paginya, Ri hwan menemani Ji hoon sarapan sup anti mabuk lagi. Ri hwan putus asa bagaimana bisa membuat Ji hoon tidak minum lagi. Apalagi Ji hoon juga sering mengeluh perutnya sakit.

Hari itu, Haeng ah sudah berjanji akan menemui Sun young di rumah sakit. Haeng ah menarik nafas panjang sebelum akhirnya masuk melewati pintu putar. Ponselnya berbunyi, dari Sun young yang bertanya apa Haeng ah sudah sampai di Rs. Haeng ah berbohong. Dia bilang kalo dia belum sampai. Setelah menutup telepon, Haeng ah ragu ragu untuk terus masuk. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar lagi.

Sun young rupanya sudah hafal dengan kebiasaan Haeng ah. Pada dr Go Sang gyoo, temannya dia bercerita tentang phobia Haeng ah pada rs.

"dia mulai seperti ini sejak kelas 2 SMA. Awalnya tidak apa apa, lalu dia melihat seseorang berdarah darah di rs, lalu dia pingsan. Kedua orang tuanya masuk rs karena sakit sepele, tapi keduanya tak pernah dipulangkan"

dr Go berpendapat kalo seharusnya phobia semacam itu sudah tidak mempengaruhi dia lagi. Dia lalu bertanya alasan Sun young memeriksakan Haeng ah. Ternyata sun young punya kekawatiran kalo Haeng ah mengidap penyakit seperti kedua orang tuanya. Sun young sudah mau pergi saat dr Go mengingatkannya untuk berkonsultasi karena dia sudah mebawakan status medis pasien. Sun young bingung karena dia bahkan tidak ingat kapan dia memberikan itu pada dr Go.

Di kliniknya, Ri hwan mendapat pasien ahjumma yang berkata kalo sakitnya  itu adalah sakit kangen dengan kampung halamannya. Dia minta tolong Ri hwan untuk memberitahu anaknya kalo obat untuk sembuh adalah dengan membiarkannya pulang kampung.

Dimana Haeng ah. Ternyata dia masih di halaman rs. Dia duduk ditangga, masih mengumpulkan keberanian untuk masuk rs. Di klinik, Ri hwan memutuskan untuk menelpon Haeng ah. Sayang teleponnya tidak diangkat karena Haeng ah membuang kaleng minumannya. Begitu juga saat Haeng ah menelpon balik Ri hwan, ponselnya diletakkna di meja kantornya karena Ri hwan sedang ada pasien.

Saat makan siang, Jung woo mengajak Yi seul makan. Yi seul tidak tahu kalo ibunya juga datang. Dia senewen kalo bertemu ibunya karena pasti ada saja yang membuat ibunya mengomel. Siang itu juga sama. Seul mo mengoceh tentang kebiasaan makan 3x seharinya Yi seul. Seul mo penginnya Yi seul diet. Dia juga bertanya kapan Yi seul mulai merawat rambutnya. Yi seul menjawab kalo dia sibuk. Tapi tetap saja ibunya tidak perduli. Saat membahas Ri hwan, ibunya berkata kalo dia harus bersikap dingin dan mengabaikan teleponnya dulu. Tentu saja Jung woo membela adiknya.
"Benar jangan telepon duluan, langsung temui saja, mau aku pinjamkan helikopter?" haha. Jung wo kasihan pada Yi seul yang selalu jadi korban ketidakpuasan ibunya. Mendengar itu, Yi seul buru buru mengambil ponselnya kemudian menelpon Ri hwan. Membuat ibunya melongo.
"ini Hong Yi seul. Aku mau ketemu, ada waktu?....tidak....cuma ingin melihatmu saja....". 

Ri hwan menerima ajakan bertemu Yi seul di secret garden, restoran paman Haeng ah. Ji hoon menggodanya dengan berkata kalo wajah Ri hwan mengandung aura uang. Dia mencubit wajah Ri hwan, seakan mengambil sesuatu dari situ sambil berkata
"10 juta....20 juta....30 juta..."

Wajah Ri hwan dihargai segitu ya sama Ji hoon hehe. Tapi Ri hwan yang peka tahu kalo nada suara Yi seul sepertinya sedang marah. Dia jadi berpikir jangan jangan kaki Yi seul terkilir saat jatuh kemari. Ri hwan pura pura takut.
"dia pasti mau menuntutku..."

Dan Ji hoon mengembalikan lagi uang 10 juta, 20 juta dan 30 juta yang sudah dia ambil dari wajah Ri hwan hahaha.

Setelah berpikir panjang, akhirnya Haeng ah kembali ke pintu putar tadi. Sama seperti sebelumnya, dia masih menimbang nimbang untuk masuk atau tidak. Disaat galo itulah, Dong hwa mengirim pesan memintanya datang ke secret garden atas perintah paman. Pamannya bermaksud membuat Ri hwan dan Haeng ah berbaikan.

Mereka akhirnya saling minta maaf. Ri hwan bertanya apa Haeng ah menerima sebuah kue. Tapi Haeng ah salah pengertian dan mengira Ri hwan sudah menitipkan kue dipos satpam lagi. Ri hwan mengambil kesimpulan kalo Suk joon tidak jadi pergi ke tempat Haeng ah.

Bibi Gongjoo mendekati mereka dan memberi tahu kalo orang yang mau dijodohkan dengan Ri hwan akan datang. Haeng ah ternyata kenal dengan  Jung woo, karena saat sekolah SMP dulu, dia ngepens dengan Jung woo yang tinggi, putih dan kekar. Bahkan dia jadi tukang soraknya waktu Jung woo main basket dulu. Ri hwan hanya bisa mencibir dan menutupi wajahnya, ogah melihat Haeng ah yang ribut memuji Jung woo.

Untung Yi seul datang. Saat berkenalan, Haeng ah kaget karena dia adalah dokter gigi yang mengusirnya keluar saat menemani Se young periksa. Saat itu Haeng ah membawa anjing Se young dan Yi seul menyuruhnya keluar. Yi seul jadi agak malu. Haeng ah memperkenalkan diri sebagai kakak Ri hwan. Tapi Ri hwan membantahnya.
"adikku...dia ini agak telmi..sudah 33 tahun aku bilang padanya, yang lahir duluan itu kakak...dia masih tidak mengerti"

Karena perkenalan berlangsung lumayan lama, Yi seul yang tadinya sudah mau duduk, jadi tidak bisa karena 2 orang itu sibuk bicara sendiri. Akhirnya saat Haeng ah mau pulang, Yi seul yang sudah duduk ikut berdiri. Haeng ah melambaikan tangan melarangnya berdiri. Melarangnya bersikap terlalu resmi, padahal....
"tidak usah berdiri....tak usah berdiri.."
"aku mau ketoilet...mau cuci tangan..."

Haha baper si Haeng ah.

Ri hwan mengantar Haeng ah ke pintu sambil bertanya bagaimana perasaannya setelah mendapat suntikan. Dia marah waktu tahu Haeng ah minum bis setelahnya. Karena Haeng ah tidak mau mendengarkan peringatannya, dia menarik tangan Haeng ah, membuatnya kaget
"jangan kau ulangi lagi....mengerti...."

Saking kagetnya, Haeng ah sampai tidak bisa menjawab. Tapi Ri hwan malah menyangka kalo Haeng ah sengaja membuatnya jengkel. Akhirnya karena pengin menakuti Haeng ah, dia pura pura mengambil ponsel dan melaporkannya pada ibunya. Haeng ah berteriak saat Ri hwan pura pura memanggil ibunya. Setelah itu mereka saling kejar di halaman.

Keluar dari kamar mandi, Yi seul melihat banyak foto didinding. Foto dari Ri hwan dan Haeng ah kecil sampai besar. Ada juga foto saat orang tua Haeng ah masih hidup. Mereka berfoto didepan secret garden bersama ri hwan dan ibunya. Bibi Gongjoo menghampiri dan bercerita padanya.
"ini Haeng ah, ini ayah ibunya, ini Ri hwan dan ibunya. Ini adalah saat terakhir Yeon hwa datang kesini. Dulu kami tidak tahu pencernaannya bermasalah, jadi dia kerumah sakit sendiri, setelah itu dia tak pernah pulang. Dulu agak lama mendeteksi penyakit. Ini saat anak anak lulus SD".

Bibi Gongjo juga bercerita kalo ayah Haeng ah meninggal karena penyakit yang sama dengan ibunya. Tiba tiba Yi seul merasa bisa melihat Ri hwan kecil dan Haeng ah kecil masuk restoran dan bertengkar sampai paman preman melerai mereka.

Yi seul bertanya tentang Haeng ah saat dia dan Ri hwan berjalan jalan. Ri hwan menjelaskan kalo Haeng ah adalah teman pertamanya. Ri hwan menawari es krim, tapi Yi seul menolak karena takut gemuk. Ri hwan mengalah. Melihat Yi seul salah tingkah karena menolak tawaran es krimnya,Ri hwan berkata kalo Yi seul agak sedikit tinggi sambil melihat sepatu baru Yi seul. Yi seul malu dan pelan pelan berjalan mundur demi menutupi sepatunya. Dia tidak tahu kalo dibelakangnya ada sepeda yang lewat. Yi seul kaget dan terjatuh.....lagi hihi. Hobinya keren lho, selalu jatuh kalo didepan Ri hwan.
Ri hwan menuntun Yi seul ke bangku taman. Tapi pas mau diperiksa, Yi seul malah menutupi pergelangan kakinya. Ri hwan jadi bingung, dikiranya Yi seul terkilir parah. Ri hwan membujuk Yi seul dan pelan pelan dia mengijinkan Ri hwan melihat kakinya. Ri hwan pergi sebentar dan mengambilkan sepatu miliknya untuk dipakai Yi seul.
Yi seul tambah kesengsem dengan perhatian Ri hwan.

Selesai rapat managemen, Suk joon bertanya pada Dong il dimana Haeng ah. Dong il memberitahu juga rencana makan bersama merekka nanti malam di restoran ayam milik keluarga maknae BR. Dong il mengajak Suk joon tapi dia tidak mau. Kata Dong il "bagus...tak usah datang, kau akan kena masalah. Tim itu punya penulis yang aneh, dan dia dekat dengan Haeng ah". Walah..kesian Tae hee dibilang aneh.

Tim BR rapat masalah bintang tamu mereka. Tae hee berniat mengganti bintang tamunya tapi Se young menolaknya. Maknae Br punya usul bagaimana kalo bintang tamu mereka bukan dari artis. Se young malah sewot. "Lalu siapa? masa ibuku?" tanya Se young. Tae hee dengan dingin menjawab.
"Tidak buruk, kau pernah menyebutnya waktu itu, beliau bisa bercerita tentang sulitnya membesarkan putri "paling akhir".

Hehe Se young jadi tembah sewot. Ganti Haeng ah yang mengusulkan mendatangkan ahjumma yang jualan heottok didepan gedung tapi ternyata dialah pemilik gedung itu. Se young setuju karena waktu sekolah ada juga orang seperti itu. Maknae BR juga bersemangat, dia mengusulkan seseorang dan membuat Haeng ah salah tingkah.
"Aku penasaran pada satu orang. Direktur Kang Suk joon. Tak ada yang pernah lihat dia tersenyum, tak pernah mengantuk, tak pernah kekamar mandi, tak minum alkohol, dia tak pernah senyum saat siaran"
Tae hee membentaknya karena kasihan melihat Haeng ah. Apalagi Se young menambah nambahi kalo dia dulu preman yang sanggup membunuh anjing dengan tangan kosong hehehe. Halah...gitu juga dulu kan mantan suamimu..ya kan ya kan....

Setelah semua pergi, Tae hee bertanya apa Suk joon lah yang putus dengannya waktu itu. Haeng ah mengiyakan sambil meminta maaf karena tidak bercerita pada Tae hee.

Karena pergelangan kaki Yi seul belum baikan, Ri hwan mengajaknya ke klinik dan melakukan akupuntur. Yi seul melihat dinding praktek Ri hwan dipenuhi foto tempat yang ingin dikunjungi Ri hwan diluar negeri. Ternyata Ri hwan sama sekali belum pernah jalan jalan ke luar negeri. Jadi, dia ingin mempelajari semuannya dulu sebelum akhirnnya berangkat ke tempat manapun yang akan dia tuju.
Percakapan mereka terhenti karena Jio hoon dengan reseknya bolak balik menelpon Ri hwan. Ji hoon ternyata sedang mengumpulkan semua orang ditempat minum. Semuanya ada, termasuk Dong il, Tae hee, Se young Yi seul juga diajak Ri hwan. Haeng ah datang paling akhir. Tapi meskipun begitu, dia tetap tidak bisa ikut minum karena Tae hee memelototinya tiap kali dia mencoba mendekatkan gelas bis ke mulutnya.
Haeng ah yang hanya diam dan mengamati semuanya mengobrol dan tertawa malah teringat perkataan Suk joon saat mereka di atap gedung.

Di Secret Garden, Dong hwa sedang mengamati rekaman cctv karena mereka dtuduh mencuri scraf seorang pelanggan. Setelahnya, paman Swe peu melihat Yi seul berdiri didepan bingkai foto dan matanya tertuju pada 1 foto. Bibi Gongjoo berusaha melihat foto siapa yang membuat Yi seul begitu lama memandannginya.
Ternyata itu foto wisuda Haeng ah.

Setelah selesai minum, semuaya pulang. Yi seul akhirnya harus mengantar Ji hoon karena dia mabuk berat. Ri hwan yang juga pulang bersama mereka menghawatirkan Haeng ah . Jadi saat mereka sudah masuk mobil, Ri hwan berteriak pada Haeng ah supaya cepat masuk taxi dibelakangnya.
"cepat naik...naik itu...jangan cuma bicara..cepat naik...."

Yi seul agak kesal karena Ri hwan begitu menghawatirkan Haeng ah. Haeng ah berpura pura memanggil taxinya, tapi setelah Ri hwan tidak melihatnya lagi, dia menyuruh taxinya pergi. Lalu dia malah masuk lagi ke dalam dan minum sendiri.  Keluar dari sana, Haeng ah mabuk berat sampai jalannya terseok seok.

Sepanjang jalan, Haeng ah membeli ikan hias dan juga frappuccino di Sunny Place, kedai minuman kepunyaan Taeyang Grup, keluarga Yi seul. Tapi karena tidak sama dengan yang diposter, Haeng ah menelpon Yi seul dan memprotesnya. Dia bahkan memanggilnya unnie. Yi seul yang sebenarnya sudah sampai rumah, akhirnya menjemput Haeng ah karena dia mabuk berat dan sendirian di jalan. Yi seul menemukannya sedang duduk didepan toko dan mengoceh tidak jelas. Tapi Haeng ah cepat cepat berdiri saat Yi seul berkata Ri hwan sudah datang menjemputnya. Karena takut Ri hwan marah saat melihatnya mabuk, Haeng ah cepat cepat masuk toko. Tapi ya begitulah, dia juga membuat onar dengan pelanggan lain didalam toko sampai akhirnya Ri hwan masuk dan membopongnya keluar dengan marah. 

Haeng ah dilempar kedalam mobil tapi kemudian dia merangkak keluar dari pintu samping saat Ri hwan meminta maaf pada Yi seul. Ri hwan berteriak padanya, tapi Haeng ah malah mendekati Yi seul dan memasukkan ikan hias kedalam tasnya. Tidak perduli Yi seul yang jijik, Haeng ah langsung memanggil taxi dan pergi. Ri hwan masih sempat memotret nopol taxinya. Jaga jaga kalo Haeng ah nyasar.
Ri hwan jadi salah tingkah karena tas Yi seul jadi akuarium.
"sepertinya tas itu mahal....satu juta won lebih ya?"

Yi seul menjawab tidak. Jadi Ri hwan lega. Tapi jantungnya mau copot saat Yi seul meneruskan "15 juta won..." hahaha.

Haeng ah membawa ikannya ke gedung CBM. Suk joon hampir pulang saat mendengar ada suara lagu dari studio Black radio. Dia berjalan kesana dan mendapati Haeng ah sedang tertidur. Dia tidak membangunkan Haeng ah tapi duduk di sofa sebelah sambil terus memandanginya. Jas Suk joon menutupi badan Haeng ah.
Ponsel Haeng ah bergetar. Suk joon mengangkatnya. Dari Ri hwan yang sudah ada didepan gedung CBM dan menyuruh Haeng ah cepat turun. Ri hwan kaget saat tahu Suk joon yang bicara. Apalagi dia berkata "bagaimana kalo bicara lain kali...Haeng ah.....sedang tidur disampingku". Telepon ditutup dan Suk joon langsung melepas baterai ponsel Haeng ah. Ri hwan syok dan marah. Dia berlari kedalam tapi dihadang security. 

Suk joon mengecilkan volume musik dan membuat Haeng ah bangun. Haenng ah terkejut dan melihat kanan kiri, takut kalo ada yang memergoki mereka. Dibawah, Ri hwan berusaha menelpon Haeng ah tapi ponselnya mati. Nah, saat ada pintu lift terbuka, dia buru buru berlari masuk dan naik keatas. Ri hwan masuk kedalam radio dan melihat Suk joon berdiri berhadapan dengan Haeng ah didepan pintu ruang siaran. Ri hwan mendekati mereka, tapi Suk joon malah mendorong Haeng ah sehingga badannya menutupi pintu masuk. Suk joon mengunci pintunya. Ri hwan kalah cepat karena pintu sudah terkunci dari dalam. Dia berusaha menggedor gedor pintu. Haeng ah yang tidak tahu kalo Ri hwan diluar, menganggap kalo Suk joon berusaha menyembunyikan mereka dari pandangan orang.
Ri hwan yang putus asa akhirnya menggedor gedor kaca. Dan matanya terbelalak saat wajah Suk joon mendekat kearah wajah Haeng ah. Seperti mereka sedang berciuman. Ri hwan marah dan mencari cara membuka pintu itu. Dia memecahkan alarm kebakaran. Dan saat bel berbunyi dia kembali ke studio. Pintunya sudah terbuka dan Haeng ah keluar. Dengan sangat marah, Ri hwan berjalan mendekati Suk joon, tak perduli Haeng ah yang bingung karena melihatnya disana.
"tak perduli aku kakaknya ato bukan...yang penting dia tidak denganmu...bajingan..."

Ri hwan meninju wajah Suk joon dengan keras dan membuatnya terpelanting kebelakang.

YANG KU INGINKAN ADALAH YANG KAU INGINKAN
 
Dua anak kecil itu sedang ada di tempat ahjussi penjual ikan hias. Eh dasar anak anak bandel, bukannya berkomentar soal ikan mas yang mau dibeli, mereka malah membuli ahjussi nya karena botak. Ri hwan bertanya kenapa kepalanya mengkilat begitu. Lalu Haeng ah meneruskan apa ahjussi tidak perlu menghidupkan lampu kalo gelap. Ahjussi itu akhirnya menyuruh mereka berdua megang kepalanya karena Ri hwan penasaran, apa kepala ahjussi terasa panas kalo di pegang hehe. Untung ayah Haeng ah datang dan menyuruh mereka minta maaf pada ahjussi. 
Sampai dirumahpun mereka masih bertengkar. Haeng ah memarahi Ri hwan karena tidak mau membersihkan aquarium tempat ikan mereka. Tapi Ri hwan memprotesnya karena Haeng ah hanya bisa bermain dan tidak mau ikut menjaga ikannya. Ayah Haeng ah yang ada dibawah mendengar mereka ribut dan melerainya.
" heii kalian berdua....tunggulah 4 minggu lagi.."

Tapi 2 anak itu malah mencibir nya.
"Ngomong apa dia?......"
"Entahlah...."

Komentar
Mian mian mian reader....saya bener2 banyak yang harus dikerjakan dikantor. Jadi baru bisa posting eps 3.

Ri hwan jadi tambah menyadari kalo dia suka Haeng ah. Cuman dia masih menganggap Haeng ah masih mencintai Suk joon. 

Juga dengan Yi seul yang jelas jelas cemburu dengan perhatian Ri hwan ke Haeng ah. Kenapa dia sampai memandangi foto Haeng ah lama? Mungkin karena Yi seul ingin membandingkan dirinya dengan Haeng ah yang cerah ceria merah merona. Mungkin juga karena dia sadar kalo dia orang yang membosankan. 

Jadi dimana Haeng ah menempatkan dirinya? Sepertinya sementara ini dia masih di area abu abu. Dia tidak sadar Suk joon masih mencintainya. Sama tidak sadarnya karena dia tidak tau kalo Ri hwan juga suka dengannya. Jadi....siapa cepat dia dapat hehee....

1 komentar:

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...