Selasa, 22 Desember 2015

Sinopsis Remember : War of the Son Episode 3 Part 1

Sinopsis Remember : War of the Son Episode 2


In ah mencari kantor Dong ho dan akhirnya didalam, dia melihat Jin woo sedang berusaha meminta Dong ho menjadi pengacara ayahnya. Dia bahkan membawa uang yang sangat banyak. Dong ho berkata kalo uang itu kurang 10 juta. Tanpa berpikir panjang, Jin woo menyangggupi untuk mencari 10 juta. Melihat Jin woo putus asa, Dong ho jadi berulah, dia minta tambahan 120 juta lagi. Sebenarnya, Dong ho hanya ingin Jin woo menyerah saja. In ah yang masih ada diluar kantor, mengeryit saat mendengar itu. Dan saat manager Byun menyeret Jin woo keluar, In ah masuk dan memprotesnya. Dong ho tidak mau tahu dan tetap mengusir mereka meskipun Jin woo masih memohon dengan mata yang sembab.

Tapi, ternyata Dong ho seperti melihat deja vu saat ingat waktu Jin woo tiba tiba berjalan didepan mobilnya dan mencoba menghentikannya. Itu seperti dirinya bertahun tahun yang lalu. Entah kenapa Dong ho sepertinya masih ragu ragu untuk memutuskan apakah dia mau menolong Jin woo ato tidak.

Di persidangan, agenda hari ini adalah pemeriksaan silang dari jaksa penuntut umum. Hakim masih menunggu saksi yang meringankan Seo Jae hyuk. Tapi sayangnya, sampai sekarang pengacara Song Jae ik belum bisa menemukan saksi.

Dong ho sedang menemui kliennya saat manager Byun menelponnya untuk menyampaikan berita penting. Oh Jung ah berada di villa tempat Nam Gyu man berpesta malam sebelum dia dibunuh. Dong ho akhirnya mengambil keputusan kalo dia akan membela Jae hyuk.

Jin woo terkejut begitu melihat Dong ho sudah berdiri disebelahnya. Dia bahkan mengerlingkan mata dan minta maaf karena membuat Jin woo menunggu lama. Sambil menatap Hakim dia berkata
"mulai sekarang, saya adalah pengacara Seo Jae hyuk.
Setelah itu, Dong ho menuju meja terdakwa dan memperkenalkan diri pada Jae hyuk. Untuk menghilangkan keraguan Jae hyuk, dia meyebutkan kalo Jin woo sudah menunjuknya sebagai pengacara menggantikan Jae ik. Jae ik protes kalo itu adalah posisinya tapi Dong ho malah bertanya apa dia sudah sembuh dari penyakit gagapnya. "Aku hanya gagap saat persidangan saja!" jawab Jae ik. Mendengar itu Dong ho menyuruh Jae ik untuk "minum obat dan pulang ke rumah" saja.

Hakim melerai keduanya dan bertanya apa Jae hyun benar benar menginginkan Dong ho menjadi pengacaranya. Dong ho mengeluarkan kontrak berstempel dan menunjukkan nya pada Jae hyuk.
"ini adalah kontrak. Jika anda menandatanganinya, aku akan membela anda di pengadilan ini"
Awalnya Jae hyuk masih bingung, tapi setelah melihat Jin woo menganggukkan kepalanya, dia akhirnya mau menandatangani kontrak itu. Dong ho resmi menjadi pengacaranya menggantikan Jae ik. Jae ik dengan marah keluar dari ruang sidang. Sedangkan Dong ho menghampiri Jin woo dan berbisik pelan.
"mendekatlah...Jin woo, dengarkan aku baik baik, bocah yang punya kekuasaan yang besar, berhubungann dengan kasus ini, kau mengerti? aku sudah mencium baunya"

Saat itu, mereka berdua tidak sadar kalo ada salah satu dari pengunjung sidang yang ternyata adalah mata mata Gyu man. Dia lalu melaporkan pada So bum dan diteruskan ke Gyu man.
"mereka mengganti pengacaranya. Pengacara barunya adalah pengacara yang menemui anda kemarin"

Gyu man, yang tadinya merem langsung melek dan mengingat kata kata Dong ho kemarin. "Jika ada satu saja rekaman CCTV sat kejadian, riwayatmu sudah tamat, iyakan?..oh satu hal lagi, kudengar kau mengadakan pesta divilla Seochon mu kan? dengan dia ini.." 

Sebagai pengacara baru Jae hyuk, Hakim ingin Hong ho memberikan pembelaannya. Dan Dong ho hanya meminta sidang lanjutan saja. Jin woo agak kecewa karena dia pikir Dong ho akan melanjutkan pemanggilan saksi. Bahkan Hakim juga bertanya kenapa. 
"Ada saksi penting dalam kasus ini, tapi kami masih dalam tahap pencarian saksi itu, saya hanya butuh 1 hari, dan juga agar sidang tetap adil bagi terdakwa" jawab Dong ho. Hakim akhirnya memberikan persetujuannya setelah meminta pendapat dari Jaksa Hong Moo suk.

Saat keluar dari ruang sidang, Dong hoo memanggil Jaksa Moo suk dan mengajaknya bicara. Setelah berbasa basi, Jaksa berkata kalo sesuai laporan polisi, pembunuhan itu sama sekali tidak memiliki saksi kunci.
"apakah aku membawa saksinya ataukah....menangkap pelaku yang sebenarnya dan membawanya ke pengadilan, tunggu dan lihat jawabannya"

"apa aku salah dengar? apa kau bilang 'Pelaku yang sebenarnya' tadi?

Dong ho hanya tersenyum kecil dan mengajak Jin woo yang sedari tadi menunggunya untuk pergi menemui ayahnya. Moo suk melihat mereka sambil bertanya tanya apa maksud Dong ho tadi.

Ih ah melihat Dong ho merangkul Jin woo dan berjalan keluar dari gedung pengadilan. "aku yakin dia menolak kemarin" gumamnya. Dia tidak sadar kalo Yeo kyung, berdiri disebelahnya dan mendengar gumamannya. Dia bertanya apa In ah mengenal Dong ho. "Tentu saja karena uang. Dia sangat terkenal karena gila dengan uang, jika ada uang, dia akan melakukan apa saja untuk menang" jelas Yeo kyung. Dan sepertinya In ah mempercayainya. Dia khawatir dengan Jin woo. 

Dong ho menemui Jae hyuk. Dia meminta Jae hyuk untuk jujur padanya kali ini, karena disini bukan ruang sidang.
"baiklah Seo Jae wook, apa kau membunuh Oh Jung ah? Jika memang benar dan kau pura pura hilang ingatan, kita harus menyamakan cerita kita. Karena aku sudah bepengalaman dalam kasus yang seperti ini, katakan saja"
Jae hyuk dan Jin woo terkejut karena tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti ini dari Dong ho. "Hubungan antara pengacara dan kliennya adalah menjaga informasi, hal ini tertulis dalam hukum pidana, ayat 337, Pengacara tidak akan membocorkan data apapun untuk keberhasilan kasusnya".
"ahjussi, kau tidak percaya pada ayahku? jika begitu, apa bedanya kau dengan detektif  dan semua jaksa itu"
Protes Jin woo membuat Dong ho membentaknya. "Kau diam saja!...pengacara ayahmu adalah aku. Jangan ikut campur". Dia lalu menoleh ke Jae hyuk "bahkan jika kau mengaku membunuhnya, aku tak akan bersaksi atas fakta itu, tapi sebagai gantinya, aku ingin tahu kebenarannya". Dong ho mengeluarkan copian surat pernyataan pengakuan Jae hyuk pada polisi. Dia ingin tahu kenapa Jae hyuk masih menyangkal kalo dialah pembunuh Jung ah padahal polisi sudah berhasil mendapatkan surat pengakuannya.

Jae hyuk akhirnya mengaku kalo surat pertanyaan itu dia tandatangani karena dia diancam.

Flashback.

Detektive Gwak menyodorkan kertas kosong dan pulpen pada Jae hyuk. Tappi karena Jae hyuk bersikeras kalo dia tidak akan menulis pertanyaan, det Gwak marah dan menodongkan pistol dipelipis Jae hyun.
"tidak mau? bukannya kau yang membunuhnya?
Dengan terbata bata, Jae hyuk yang ketakutan segera menyangkalnya. Tapi itu malah membuat det Gwak lebih marah.
"Tn. Seo Jae hyuk, apa kau tahu berapa kasus orang hilang tiap tahunnya? Lebih dari 90.000 orang, 90.000 orang. Sebanyak 89.000 berhasil pulang, tapi 1000 lainnya tidak bisa pulang, selamanya. Dan sepertinya..kau punya 1 putra. kami adalah tim yang menangani kasus itu, apa kau mau kami memasukkan anakmu dalam daftar orang hilang? ataukah sebuah mayat ditemukan  di sungai Han, kami bisa menganggap identitasnya tidak diketahui dan....."
Jae hyuk tahu kalo Jin woo akan menjadi target selanjutnya kalo dia masih tetap bersikeras menolak tuduhan itu. Akhirnya mau tidak mau, Jae hyuk menulis pengakuan itu.

Jin woo dan Dong ho tidak tahu mesti berkata apa. Mereka hanya memandangi Jae hyuk.
"Pengacara, meskipun kepalaku tak mengingatnya, tapi hatiku mengingatnya. aku juga tak tahu bagaimana harus menjelaskan hal ini, tapi aku sungguh tak membunuh Jung ah. Apa yang harus aku lakukan? aku tidak membunuhnya. Jika anda tidak percaya, anda tidak perlu membelaku"

Lama Dong ho memikirkannya, sampai akhirnya dia berkata kalo dia akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Jae hyuk. Jae hyuk dan Jin woo lega mendengarnya.

Malamnya, Jin woo pergi ke kantor Dong hoo dengan membawa tas ransel berisi uang. Dia menyerahkan pada Dong ho, tapi tas itu malah di lemparkan lagi padanya.
"Berjanjilah 1 hal, jika aku menyelamatkan hidup ayahmu, kau harus menggunakan kemampuanmu itu hanya untukku. Kau menyebutnya apa? ingatanmu yang bagus itu? Hyperthymesia? kau bisa jadi pengacara,dalam waktu singkat, tidak sepertiku yang membutuhkan waktu 10 tahun"
Dong ho mengambil selembar uang 50.000 won kemudian menandatanganinya. Setelah itu dia minta Jin woo menandatanganinya juga.
"ini adalah kontrak, tandatangan disini!"
Jin woo salah paham dan menganggap Dong ho membelinya dengan harga hanya 50.000 won saja. Dong ho menjelaskan kalo dia hanya akan menerima bayaran 50.000 won saja dari Jin woo sebagai imbalan menjadi pengacara ayahnya. Ji woo jadi bertanya kenapa Dong ho akhirnya setuju membantunya. Padahal jelas jelas dari awal dia sudah menolaknya. Dong ho menjawab kalo Jin woo tidak perlu tahu alasanya. Jin woo bertanya lagi  "Di pengadilan tadi, lawanku adalah orang yang berkuasa, orang itu, apakah dia yang membunuh Ah jung noona?". Kali ini Dong ho menjawab jujur, 

"Itu hanya dugaan sementara, jika sudah pasti aku akan memberitahumu. Dan mulai sekarang, kau harus lakukan perintahku, gunakan segala kemampuanmu itu dan katakan padaku semua hal yang terjadi mulai dari hari hilangnya ayahmu, semuanya secara  rinci dan akurat!"

Jadilah malam itu mereka berdua lembur. Tapi ternyata buikan hanya mereka, In ah pun ikut mengumpulkan berita tentang kasus ini. Dia mencatat semua hasil browsingnya lalu menempelkannya didinding bersama potongan potongan koran.
Sedangkan Dong ho bertanya berdasarkan ingatan Jin woo. Tentang barang Ah jung dan senjata pembunuh yang semuanya tidak ditemukan di TKP.  Lalu saat Dong ho bertanya dimana polisi menangkap ayahnya, Jin woo tiba tiba ingat kalo det Gwak membawa pistol. Dia memberitahu Dong ho. Akhirnya mereka bisa mendapatkan bukti kalo Jae hyuk memang diancam oleh polisi untuk memmbuat pertanyaan pembunuhan.

Dong ho menemui  Suk Joo il di sauna. Dia bercerita tentang kasus yang sedang ditangani melawan Nam Gyu man. Dia juga bercerita tentang kemampuan Jin woo yang ingat semua hal. Joo il meledek dan bertanya apakan Jin woo akan menguntungkan buatnya.
"aku telah menandatangi kontrak mahal dengannya"

Pagi itu, ditemani Manager Byun, Dong ho pergi ke TKP. Dari sana, dia mengamati dengan villa Seochon dengan teropong.
"seberapa jauh villa itu dari sini?"
"jika kita melihatnya dari sini, mungkin jaraknya adalah 1,5 km? 
Dong ho akhirnya mengambil kesimpulan kalo memang Jung ah pergi ke viila Gyu man malam itu.

Sidang Pengadilan.

Dong ho keluar dari lift dan segera dihadang oleh In ah.
"aku tak akan bertele tele...itu bukanlah uangnya..meskipun kau sangat suka uang, kau harus mempertimbangkannya dulu, kau pasti tahu, kita tak boleh memanfaatkan anak yang tidak tahu apa apa itu"
"aku tak tahu apa hubunganmu dengan klien ku, tapi jangan sampai kau tak hadir dipersidangan itu"
Dan dia masuk ruang sidang. Hakim bertanya tentang saksi yang akan dibawa Dong ho. Tapi dia minta waktu karena saksinya belum datang. Akhirnya saksi dari Jaksa penuntut umum yang dihadirkan. Dia adalah det Gwak. Setelah Jaksa Hong meminta det Gwak memperkenalkan diri, dia meminta det Gwak menceritakan kronologi penangkapan Jae hyuk. 

"Aku hanya curiga kenapa dia bisa tersesat menuju rumahnya sendiri. Dan dia bahkan sangat mengenal korban dan dia tidak mengakuinya"

Jaksa lalu bertanya apakah ada fakta lain yang mereka temukan di TKP.
"saat itu terdakwa dalam keadaan mabuk, bajunya tercium aroma alkohol"
Tentu saja jawabab det Gwak membuat Jae hyuk dan Jin woo kaget, karena ayahnya sama sekali tidak minum. Untung Dong ho mengajukan keberatan.
"keadaan mabuk yang saksi katakan tak tercantum dalam laporan penyelidikan polisi. Karena pengakuan saksi tak berdasar sama sekali, tolong adakan pemeriksaan"

Jaksa Hong lalu mengambil kesimpulan berdasarkan keterangan det Gwak kalo Jae hyuk waktu itu dalam keadaan mabuk saat melakukan pembunuhan, jadinya dia tidak bisa mengingatnya.

Sekarang giliran Dong ho yang memanggil saksinya. Yang tidak lain adalah det Gwak juga. Sesaat det Gwak bingung dan kaget. Jaksa Hong dan Hakim juga heran kenapa Dong ho malah menginginkan kesaksian det Gwak yang tadi jelas jelas malah memberatkan Jae hyuk. Tapi Dong ho cuek dan bertanya pada det Gwak. 

"pertama tama saya mau bertanya sebelum mendengarkan kesaksian anda, apakah anda tahu hukumaan berat untuk pengakuan palsu kan?". Det Gwang mengiyakan kemudian duduk lagi di kursi saksi. Dan Dong ho mulai beraksi. Dia bertanya apakah benar det Gwak menahan Jae hyuk selama 3 hari dan memaksanya menulis pengakuan. Tentu saja det Gwak segera menyangkalnya. Dong ho bertanya lagi tentang surat perintah penangkapan yang tidak dia bawa saat menangkap Jae hyuk. det Gwak juga menyangkalnya.
"dan saat anda memintanya menulis pengakuan itu apakah anda mengancam terdakwa akan menembak kepalanya?"
mendengar pertanyaan itu, pengunjung sidang langsung ribut.
"kami tidak diijinkan untuk menggunakan senjata saat proses interogasi"
Mendengar jawaban itu, Jae  hyuk langsung emosi. Dia berteriak marah sampai harus dipegangi oleh petugas pengadilan.
"kenapa kau berbohong?! katakan yang sebenarnya! katakan! kenapa kau berbohong?1

Jae hyuk baru diam setelah Hakim menengetuk palunya menyuruh semuanya tenang. Dong ho melanjutkan interogasinya. 

"Karena menghadiri pengadilan seperti ini termasuk dalam tugas kalian, apa anda membawa pistol? apakah anda bisa mengeluarkannya?"

Det Gwak merogoh sakunya dan hampir mengeluarkan pistolnya saat dengan tiba tiba, Dong ho menyuruhnya berhenti.

"Tunggu....apakah itu adalah...sebuah pistol a.38 caliber dengan isi peluru 6?". Det Gwak mengiyakan. Dia bahkan menambahkan kalo 8 dari 10 polisi akan mendapatkan pistol seperti ini. Dong ho lalu berusaha menebak apa lagi yang dia ketahui tentang pistol det Gwak.

Flashback.

Malam itu, Jin woo berusaha mengingat ingat semua detail pistol det Gwak dan Dong ho yang berusaha memvisualisasikan lewat gambar. 
"uhm..pegangan pistolnya hangus seperti sudah terbakar dan ditengah pegangannya juga tertulis inisial GHS"
Dan itulah yang dia katakan pada det Gwak.
"huruf ' S ' nya tak begitu jelas, karena pasti sudah terhapus. GHS detektif, nama anda adalah Gwak Han Soo....sekarang perlihatkan pistol anda...tolong tunjukkan pada kami..."

Det Gwak tidak bisa berkutik dan pelan pelan mengeluarkan pistolnya. Semuanya menahan nafas karena penasaran apakah pistol itu benar benar seperti yang sudah dijelaskan Dong ho. Kalo iya, berarti det Gwak sudah berbohong pada sidang dan itu memperjelas bahwa Jae hyuk memang sudah diancam saat penyelidikan.

Dan saat Dong ho menunjukkan pistol itu dihadapan Hakim, dengan lantang, Dong ho berkata "bagaimana saya bisa tahu persis pistol yang anda gunakan ini? karena terdakwa yang memberitahuku pistol yang digunakan untuk mengancamnya". Det Gwak terkejut dan reflek menoleh pada Jae hyuk. Dia tidak menyangka kalo Jae hyuk bisa inget dengan detail pistol yang dia pakai. Para pengunjung ruang sidang juga ribut karena penemuan ini. 

Dong ho lalu berjalan menuju tempat juri.
"Para juri sekalian, orang tua macam apa yang tega melihat anaknya dalam bahaya. Pengakuan yang tertulis dibawah tekanan dan paksaan tak boleh digunakan sebagai bukti. Saya meminta bukti dicabut"

Dan dengan percaya diri, Dong ho kembali ke mejanya.


Komentar.

Episode 3 ini terpaksa saya bagi jadi 2 part ya. InsyaAllah besok saya posting lanjutannya. Saya mau nonton para Jedi dulu ya. See you besok..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...