Kamis, 24 Desember 2015

Sinopsis Remember : War of the Son Episode 3 Part 2


Jae hyuk dan Jin wo tersenyum senang melihat kali ini mereka bisa mendapat pembelaan yang masuk akal. Tidak mereka saja, Dong ho pun juga dikerubutu wartawan didepan pengadilan karena keberhasilannya membuat det Gwak mengakui keterangan palsunya. Didepan wartawan dia berkata 

"detektif yang memaksa terdakwa harus mendapatkan hukuman setimpal, dan pelaku yang sebenarnya belum bisa tertangkap. Jika 'KAU' menonton ini, sebaiknya kau menyerahkan diri atau aku akan menyeretmu"

Dong ho sepertinya yakin sekali kalo Gyu nam pasti mengikuti kasus ini. Dan dia sengaja berkata seperti itu agar Gyu nam terpancing. Dan memang benar dia menjadi emosi saat melihat siaran itu.

Jaksa Hong menghampiri Dong ho saat dia dan Jin woo berjalan keluar pengadilan. Jaksa Hong penasaran dengan rencana Dong ho. Karena yang dia tahu, Dong ho hanya menerima klien yang kaya dan mampu membayar mahal. Dan menurutnya aneh saja Dong ho kali ini mau membantu Jae hyuk yang miskin. Tapi Dong ho seperti biasanya hanya tersenyum dan menyuruh Jaksa Hong bersiap karena dia yang pasti menang.

Gyu nam dipanggil oleh ayahnya. Disana juga ada adiknya yang ternyata adalah si pintar Yeo kyung. Gyu man ini ternyata sangat sopan kalo bicara dengan ayahnya. Ayahnya berpesan agar Gyu man berhati hati dulu sekarang. Dan saat itulah ada laporan ditelevisi tentang wawancara dengan Dong ho didepan pengadilan. Yeo kyung berkata kalo dia menjadi juri dalam kasus itu. 
"Gyu man...kau...kau pasti tahu kita akan membuka cabang baru, jangan membuat masalah lagi. Karena masalahmu akan menghambat kita"
Gyu man merasa ancaman Dong ho tertuju padanya. Dia berpikir Dong ho benar benar tahu kalo dialah si pembunuh. Dia memanggil So bum  dan menyuruhnya untuk membereskan masalah ini sebelum ayahnya tahu. 
"pastikan ayahku tak mengetahui ini, aku lebih takut ayah daripada pengadilan, mengerti?"

Jin woo akhirnya mendapat kepastian dari dokter kalo ayahnya menderita Alzheimer. Dan sepertinya progress penyakitnya berjalan dengan cepat. apalagi dengan kondisinya sekarang yang berada didalam penjara. Dokter berpesan "jika kau membutuhkan dokter, jangan ragu untuk menghubungi aku saja".

Sepulangnya dari dokter, Jin wo mengunjungi ayahnya. Jae hyuk memuji Dong ho yang bisa membelanya kali ini. Dia bertanya tentang ayah Jung ah yang dipenjara karena menyerangnya di persidangan sebelumnya.
"dia akan dibebaskan dari kantor polisi hari ini. Dia tidak diijinkan untuk menghadiri persidangan"
Jae hyuk lega mendengarnya. Dia merasa kalo bisa mengerti apa yang dilakukan ayah Jung ah karena pasti dia akan sangat sedih kalo kehilangan anaknya. Saat Jin wo mau bercerita tentang dokter yang tadi ditemui, dia melihat ekspresi wajah ayahnya dan bertanya ada apa.
"setelah aku bebas, aku akan membelikanmu ponsel yang baru, apa kau kira ayahmu tak tahu kalo layar ponselmu sudah pecah? tak ada yang tidak aku tahu tentangmu Jin woo...."

Jin woo tertunduk tidak bisa berkata apa apa. Dia sedih karena ayahnya bahkan tidak ingat kalo dia sudah membelikan 3 ponsel yang semuanya disembunyikan dalam lemari.


Saat ayah Jung ah dibebaskan, Jin woo sengaja menunggunya didepan rumahnya. Dia berusaha menyakinkan ayah Jung ah kalo bukan ayahnya yang membunuh putrinya. tapi ayah Jung ah tetap tidak percaya.
"lepaskan aku brengsek...ayahmu tidak hanya membunuh anakku, dia juga sudah 'membunuhku'!"
Setelah itu, dia masuk rumah. Tidak perduli Jin woo yang terus memohon padanya untuk mempercayainya dan ayahnya. 
"ahjussi..aku akan membuktikan kalo ayahku tak bersalah...aku berjanji..aku akan menemukan pembunuh yang sebenarnya agar dia bisa dihukum...aku berjanji padamu dan juga Jung ah noona...jadi hingga saat itu, mohon bersabarlah"


Dong ho jadi orang pertama yang diberi tahu Jin woo kalo ayahnya menderita Alzheimer. "Kita tak akan menang dengan mudah, kenapa keadaan anak dan ayah bisa sangat berbeda?" kata Dong ho. Tapi meskipun begitu, dia menyuruh Jin woo untuk tidak khawatir. Dong ho lalu mengajaknya makan. Dia bertanya apa Jin woo ingat apa yang dia katakan waktu mereka ada di rumah duka. "entah bersalah ato tidak, kau akan tetap memenangkannya" jawab Jin wo. Dong ho lalu mengibaratkan pekerjaan pengacara itu seperti dokter.

"jika kau adalah dokter, seseorang pembunuh datang menemuimu dengan luka sayatan dan memintamu mengoperasinya, apa kau akan menolongnya atau nembiarkannya mati?"

Jin woo menjawab kalo dia akan menolongnya karena dia dokter.
"sama seperti pengacara, bukan kami yang memutuskan salah atau tidaknya. Tapi hakim. karena itu aku tidak pernah meminta klienku untuk mengatakan sebenarnya. tapi beda dengan kasus ayahmu, aku sangat ingin melindungi ayahmu yang memang tidak bersalah. dan juga karena kau telah memberiku uang 50.000 won"

Dong ho juga memuji Jin woo karena sudah berusaha keras membuktikan kalo ayahnya tidak bersalah.

Dong ho mengantar Jin woo pulang. Saat turun dari mobil, In ah melihat mereka dari seberang jalan dan memutuskan untuk mengikuti Jin woo. Saat In ah merasa aman untuk bicara berdua, dia menghampiri Jin woo.
"pengacara itu, jangan terlalu percaya padanya. aku sudah menyelidikinya, dan reputasinya tidak begitu bagus"
Tapi Jin woo tidak perduli dengan larangan In ah. Dia yakin kalo Dong ho bisa membantu ayahnya. Saat in ah meragukan ayahnya yang selalu tidak ingat dengan kejadian itu, jin woo akhirnya memberitahu tentang kondisi ayahnya.
"ayahku mengidap Alzheimer. bukannya dia berpura pura lupa, tapi dia sungguh tidak mengingatnya"
Tanpa menunggu jawaban In ah, Jin woo bergegas masuk rumah.

Malam itu manager Byun bertanya pada Dong ho tentang rencana mereka malam itu. Dong ho memastikan kalo mereka akan menjalankannya malam itu juga.

Gyu man datang kesebuah klub malam elite. Disana sudah menunggu beberapa wanita cantik. Setelah memandang dengan gaya bosan, Gyu man berkata
"apa diantara kalian ada yang mau kunci ini?ini adalah mobil yang baru aku beli minggu lalu, kau? kalo bbegitu menggonggonglah seperti anjing"
Dia bahkan menuangkan minuman keras kedalam asbak dan meminta mereka meminumnya seperti anjing. Para wanita itu saling pandang. Mereka risih dengan permintaan Gyu man yang melecehkan itu. Tapi tanpa disangka, salah seorang dari mereka maju dan menerima tantangan itu. Gyu man heran karena baru kali ini dia melihat wanita itu. Dengan cuek wamita itu menjawab
"aku kesini untuk cari uang"
Tanpa menunggu lama, dia langsung menggonggong dan meminum minuman diasbak tadi. Melihat itu, Gyu man tertawa seperti orang gila. Tapi saat wanita itu meminta kunci mobil sebagai imbalannya, Gyu man malah berkata kalo dia gagal. Dia sama sekali tidak mirip anjing yang sedang minum. Gyu man mengusir nya keluar. Tanpa memprotes, wanita itu berbalik dan pergi. Tapi tangannya masih sempat meletakkan bungkus rokok diatas meja.

Rokok itu adalah kamera kecil yang memang sengaja dihadapkan kearas Gyu man yang sekarang sedang berbicara dengan temannya. Ternyata wanita itu adalah orang suruhan Dong ho. Dia langsung berlari kearah van tempat Dong ho dan manager Byun menyadap pembicaraan gyu man.

Teman Gyu man membahas masalah Jung ah. Dia bertanya apakah benar Gyu man membunuhnya.
"dia duluan yang bersikap kasar. menurutmu bagaimana aku bisa menahan emosiku pada wanita itu?"
Temannya lalu mengambil rokok berkamera dan membukanya. Dia dan Gyu man sangat kaget saat tahu kalo mereka disadap. Dari dalam van, Dong ho sadar kalo Gyu man tahu siapa yang sudah menyadap pembicaraannya, dan dia bersiap siap untuk berkonfrontasi dengannya. Meskipun begitu, Dong ho puas dengan rekaman pembicaraan yang sudah dia dapat.

In ah menemui Jin woo dan meminta maaf karena sempat meragukan ayahnya.

Tanpa menunggu lama, Gyu man menemui Dong ho dikantornya pagi itu. Dong ho berpura pura terkejut dengan kedatangan Gyu man.
"aigoo..Tn. Nam, kau sudah jauh jauh mau kekantor yang lusuh ini. Kau tahu pengadilannya diadakan besok kan? aku sedang mempersiapkan bukti untuk pengadilan besok. Aku baru saja menemukan bukti yang penting, kau mau mendengarnya?"
Dan Dong ho memutar hasil rekamannya semalam di laptopnya. Gyu man tidak bisa menahan emosinya. Apalagi Dong ho bertanya "bagaimana rasanya membuat orang tak bersalah menjadi pembunuh?". Gyu man tidak menjawab. Dia mengambil laptop itu dan dengan geram melemparkannya kebawah sampai hancur. Melihat itu Dong ho tidak marah. Dia malah mengejek Gyu man dengan menunjukkan copian rekamannya. Sadar kalo Dong ho bukan orang yang mudah digertak, dia menggunakan cara lain.
"kau suka uang kan? aku bisa menambahkan 2 nol dalam gajimu itu"
Tapi apa? Dong ho tetap tidak bergeming dengan tawaran itu. "Dua angka nol? kau pasti akan terkejut mengetahui berapa banyak yang kudapat untuk kasus ini....apa kau ingin bertaruh sesuatu denganku?". Dong ho mengajaknya bertaruh kalo dialah yang akan memenangkan pertarungan ini. Gyu man tambah marah dan menarik kerah baju Dong ho. Untung keduanya segera dipisah oleh manager Byun dan Soo bum.

Pulang dari kantor Dong ho, Gyu man masih terngiang perkataan Dong ho. "Membusuk dipenjara selamanya atau kehilangan semua uangmu". dan itu membuat Gyu man marah. Dia memerintahkan Soo bum untuk mengantarnya ke villa, karena dia sendiri yang akan memeriksa keadaan villa. Jangan sampai ada barang bukti atau tanda tanda kalo Jung ah pernah disana sebelumnya.

Diwaktu yang sama, Jin woo dan In ah ternyata juga ke villa. Mereka mengendap endap masuk untuk mencari barang bukti. Tak lama kemudian mereka melihat mobil putih datang dan Gyu man turun dari mobil lalu masuk ke villa. Mereka berdua juga mencari jalan masuk. Sampai akhirnya mereka harus bersembunyi karena hampir ketahuan Gyu man. 

Mereka masuk ke dalam kamar rias. Disitu Jin woo merasa pernah melihat beberapa gaun yang ada digantungan. tapi dia juga merasa ada 1 gaun yang hilang. Mulailah ingatannya beraksi. Saat dia ditelp ayahnya, ahjumma yang menegur ayahnya dari belakang membawa gantungan baju itu. Jin woo ingat juga kalo gaun paling depan di gantungan itu adalah gaun yang dipakai Jung ah saat dibunuh.
"tempat Jung ah noona tewas ada didekat sini....dia mengenakan gaun merah yang ada disini...."
"Dia mengenakan gaun merah yang ada disini" tambahnya. Tapi belum sempat mereka berdiskusi, Ada suara langkah kaki mendekat. Dan karena gugup, mereka menjatuhkan lampu.  Gyu man dan Soo bum mendengar suara dari kamar rias. Jin woo dan In ah bersembuyi dengan cepat, jadi Soo bum tidak bisa menemukannya. 

Soo bum lalu pergi ke sebuah kamat. Dia masuk dengan hati hati dan membuka ruang rahasia kecil yang tersembunyi dibalik lukisan. Dia mengambil sebuah bungkusan yang ternyata berisi pisau yang ada noda darahnya. Akhirnya terjawab sudah dimana senjata pembunuhnya berada.


Setelah keluar dari villa, Jin woo berlari ketempat Dong ho. Dong hoo sedang keluar. jadi dia dan In ah menunggu dikantor. In ah melihat berkas kasus Jae hyuk. Dia terkejut saat melihat ada beberapa foto Gyu man turun dari mobil saat malam terjadi pembunuhan itu. Belum lagi saat dia juga memutar rekaman itu. Jin woo dan In ha tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Oh Jung ah, dia membuatku terlihat seperti sampah, aku sudah lembut padanya tapi dia malah melawanku, kau tahu aku tak suka ditolak kan?"
"jadi kau yang membunuhnya?"
"dia duluan yang bersikap kasar, bagaimana aku bisa menahan emosiku"
"aigoo...kau memang gila..hei orang itu masuk perjara bukannya kau, dia salah apa?"
"itu salahku ya? dia yang salah karena tak punya uang. apa aku yang memintanya masuk penjara menggantikanku?"

Tanpa berpikir panjang, Jin woo langsung menelpon Dong ho. Dia bertanya "Orang yang membunuh Jung ah noona, adalah Nam Gyu man, iya kan?". Dong ho jelas tidak menyangka Jin woo akan tahu secepat itu. tapi dengan tenang, Dong ho meminta Jin woo tenang dan mereka akan bicara nanti. Dong ho menutup ponselnya kemudian mematikannya. Dia tidak mau diganggu disaat sedang menemui orang penting. Orang itu adalah Nam Il ho, pemilik Il Ho grup dan ayah dari Gyu nam. Nam Il ho sepertinya hendak menawarkan kesepakatan damai dengan Dong ho.
"aku bisa membantumu...dan kau bisa membantuku"


Komentar

Harus saya akui kalo Nam Gong Min lah bintang drama ini. Saya pikir ektingnya jadi villain bener2 jahat bgt. Liat deh ekpresinya waktu marah. Nakutin kan? Ini yang namanya GGS...Ganteng Ganteng Sadis. 

Saya gag nyangka lho Gyu man ini tipikal org yg masih takut sm bapaknya. Dia sopan banget kl ngomong sama bokapnya. Takut kali ya kl gg disuplay. Bisa bisa krismon dia haha.

Yang masih saya bingung adalah kondiri Jae hyuk yang kadang dia ingat kejadian masa lalunya, kadang juga tidak ingat. Apa memang gitu ya, ada fase dimana pasien ingat saat tertentu dihidupnya. tapi kadang juga tidak ingat. Kalo menurut buku sih, progress penyakit ini cepet banget. Demensianya bisa parah sampai sampai pasien bahkan tidak bisa mengingat kosa kata percakapan sehari hari. Syerem ya.

Ayah Gyu nam tahu dari mana ya kalo anaknya terlibat kasus serius. eh...pasti tahu ya kan koneksinya banyak. Cuman apa yang bakal ditawarkan ke Dong ho? dia kan gg mau gegara Gyun nam bisnisnya jadi berantakan. Pasti bokapnya juga sudah hapal kelakuan anaknya.

Episode 4 di kutudrama ya. Mian telat posting readers. Happy long holiday......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...