Senin, 28 Desember 2015

Sinopsis Remember : War of the Son Episode 6

Berdasarkan keterangan Cho Gun won, assisten profesor itu, Jin woo mengeluarkan bukti print out rekening bank Kim Ha na. In ah mengajukan keberatan, tapi hakim Kang malah menyuruh Jin woo melanjutkan. Apalagi setelah itu, terkuak kalo Kim Ha na adalah kekasih dari Gun won. Kim Ha na jadi tersudut, karena seakan akan dia adalah wanita yang bahkan mau melaporkan pacarnya sendiri demi mendapatkan uang.

Selesai sidang, In ah menghampiri Jin woo. Tanpa lebih dulu berbasa basi, dia bertanya kenapa Jin woo mengambil kasus yang melibatkan grup Ill Ho. Bukankah sudah jelas kalo orang yang dia benci adalah pemilik dari Ill Ho?. Jin woo menjawab kalo wakil presdir sendiri yang sudah memilihnya. In ah terkejut.
"dengan alasan apapun aku harus menangkan klienku dipengadilan"
Jin woo pergi tanpa memberikan kesempatan In ah untuk bertanya lagi. Setelah itu, In ah menemui Ha na dan bertanya kenapa dia tidak memberitahukan apa yang dituduhkan Jin woo tadi. Ha na mengaku kalo Gun won tidak mau mengajarnya lagi kalo gugatannya tidak ditarik Dan juga uang yang diterima itu sebenarnya bukan dia yang meminta, tapi Gun won memberikannya karena merasa bersalah. 

Yang In ah tidak tahu adalah, Jin woo ternyata bertemu secara rahasia dengan Gun won di tempat parkir. Mereka berdua sedang barter. Kesaksian Gun wo dipersidangan diganti dengan sekumpulan foto dan berkas yang menunjukkan kalo Gun wo ternyata sudah berjudi. Kalo hal itu sampai terungkap mungkin karier mengajarnya bisa kacau. Gun wo heran bagaimana Jin woo bisa tahu. Ternyata 4 tahun yang lalu, waktu Jin woo berjudi untuk menyewa Dong ho sebagai pengacara, dia ingat kalo ada sosok Gun wo disitu. Saat Gun wo pulang, Dong ho menghampirinya.

"kudengar tingkat kemenanganmu ada 100%, kau mirip denganku. Kenapa kau mengambil kasus ini?"

Jin woo menjawab kalo ini adalah kasus pemerkosaan dan dia akan berusaha memenangkan kliennya. tapi Dong ho hanya tertawa mendengar jawaban naif Jin woo. Dia bisa menebak kalo Jin woo melakukan ini karena ingin membalaskan dendam ayahnya dengan cara yang halus.
"apa kau menerimanya karena ingin menangkap Nam Gyu man?
"apa aku butuh alasan lain?"
Dan Jin woo pergi meninggalkan Dong ho.

Jaksa Tak mengajak In ah makan siang untuk menenangkannya karena sudah hampir dikalahkan oleh 'seorang pengacara muda'. Dia malah menyuruh In ah untuk makan gukbap direstoran situ tiap kali dia kalah dalam persidangan. In ah jadi protes. Tapi jaksa Tak juga menyemangati In ah.
"In ah, kau tahu bisbol? menjadi pemenang dibabak terakhir adalah poin yang sangat penting. Babak akhirlah yang penting, jadi kau harus bersiap untuk sidang berikutnya. kau pasti menang dan tak perlu makan gukbap disini lagi"
Walah...support macam apa ituh. Ponsel jaksa Tak berbunyi. Ada perintah untuk menghadap pada kepala jaksa yang baru. Dan dia adalah jaksa Hong Moo suk.
In ah sempat terkejut melihatnya kini sudah menjadi atasannya. Dia masih ingat saat jaksa Hong menuntut Jae hyuk atas pembunuhan terhadap Jung ah. In ah berhasil menghubungi Jin woo dan mengajaknya bertemu. Sebenarnya dia hanya ingin menyapa Jin woo dan memberi selamat padanya karena sudah menjadi pengacara. Tapi jawaban dingin Jin woo membuatnya terhenyak.

"jika kau mau mengobrol saja, aku tak bisa menemanimu. akan tidak baik jika pengacara dan jaksa bertemu secara pribadi. kita akan bertemu dipengadilan"
"apa kau masih sama dengan Jin woo yang ku kenal?
"dulu...apa kau masih ingat dengan apa yang kau katakan padaku? kebenaran akan memenangkan kenyataan? Tidak, karena sekarang aku sadar bahwa kebenaran itu relatif. Karena bersifat relatif, maka aku akan selalu berpegang pada kebenaran itu"
Karena tidak tahu harus bagaimana menjawab kesinisan Jin woo, In ah hanya berkata kalo dia tidak akan melupakan persidangan ayahnya 4 tahun lalu. Dia juga memberitahu kalo jaksa Hong sekarang adalah kepala jaksa yang baru.

Jin woo mendapati Jae ik sedang makan mie ditemani manager Yoon dikantor. Jin woo memerintahkan Jae ik untuk mencari black box dari mobil yang berada didekat mobil wakil presdir saat waktu kejadian. Jae ik yang sedang makan buru buru diusir oleh manager Yoon. Sepeninggalan Jae ik, Jin woo masuk ke kamar, diikuti manager Yoon. Jin woo melihat lagi semua data keluarga Nam yang sudah dia kumpulkan. Dia berencana untuk mendekati Nam Yeo kyung, adik Gyu man. Manager Yoon kelihatan ragu ragu. "Apa menggali infonya tidak terlalu berlebihan?"
"Tapi demi mengetahui lebih dalam tentang Nam Gyu man, Nam Yeo kyung adalah cara yang paling pasti dan tercepat. satu langkah untuk tiap harinya, bahkan terlalu lambat bagiku"
 
Hari itu Dong ho dan presdir Suk menghadap ketua Nam Il ho. Presdir Nam berpesan agar wakil presdir jangan sampai menang. Pulangnya, Dong ho dan presdir Suk minum berdua. Presdir Suk memberitahu Dong ho kalo sejak awal Presdir Nam lah yang menjdi dalang kasus wakil presdir.  
"bahkan setitik debupu yang akan menganggu masa depan anaknya, akan langsung dibersihkan. Begitulah sifat ketua"
ckckc....bapaknya lebih devil daripada anaknya. Ketua Nam bahkan tega menjebak wakil presdirnya sendiri supaya Gyu man bisa lebih bebas mengatur perusahaannya. Presdir Suk juga berkata kalo masih ada bukti lain yang bisa memberatkan wakil presdir. wah..jangan jangan buktinya mereka manipusi lagi.

Jin woo mengikuti Yeo kyung yang habis makan malam dengan hakim Kang. Tiba tiba In ah menelponnya dan memaksanya datang. In ah yang sedang mabuk hampir mencari gara gara dengan salah seorang pengunjung. Untung Jin woo datang tepat waktu dan menyelamatkannya. In ah mengomel tidak jelas. Dia iri pada Jin woo yang punya ingatan bagus, tidak seperti dia harus ekstra belajar dan menghapal untuk bisa menjadi jaksa. Jin woo berusaha menghentikannya minum soju, tapi In ah malah membentaknya.

"kau mau membela Il Ho grup? bagaimana dengan ayahmu? apa...memenangkan kebenarannya? yaa...apa kau mau menjadi seperti Park Dong ho? kenapa kau tidak meniru logatnya juga?"

In ah berusaha berdiri dengan sempoyongan. Jin woo memegang bahunya agar tidak jatuh, tapi tangannya malah ditepis In ah.
"apa kau tahu kenapa aku jadi jaksa? ayahmu, yang dituduh, aku ingin membelanya dan membantumu...aku ingin membantumu...tapi kenapa kita saling menyerang begini?"
Dan In ah tertidur di meja. Jin woo menggendongnya pulang. Digendongan Jin woo, In ah sempat bergumam "terimakasih sudah mau kembali Jin woo".

Keluarga In ah sedang menutup restorannya saat melihat In ah digendong Jin woo. Mereka menghampirinya dan mengenali Jin woo. Akhirnya Jin woo mengantar In ah sampai rumah. Setelah mengantar In ah kekamarnya, ayah ibu In ah bertanya bagaimana kabar ayahnya. Ibu In ah bahkan berkata kalo In ah berubah karena karena persidangan ayah Jin woo. Jin woo menoleh dan melihat adik In ah sedang menghias pohon natal. Dia jadi ingat beberapa tahun yang lalu saat natal bersama ayahnya.

Jae hyuk bertanya kanapa saat Natal Jin woo hanya dirumah saja dengannya, apa dia tidak punya pacar?. Jin wook menjawab kalo sebenarnya dia populer, tapi dia kasihan karena ayahnya pasti kesepian kalo ditinggal sendiri. lalu mereka tertawa bersama.

Sepulang dari rumah In ah, Jin woo melewati rumah lamanya. Dia berdiri didepannya dan berjanji pada dirinya sendiri. "Aku..sebelum membawa ayahku, aku tak kan pernah masuk kesana!" sambil meremas kalung cincin kepunyaan ibunya.

Pagi itu Jin woo menemui ayahnya. Jae hyuk kelihatan ragu ragu tapi dia duduk didepan Jin woo. Dia memperkenalkan diri sebagai Seo Jae hyuk. Jin woo tidak menjawab, dia hanya menyerahkan kalung cincin pada ayahnya, berharap ayahnya segera mengenalinya. Tapi sayang Jae hyuk benar benar tidak ingat. Jin woo putus asa dan menangis.
"appa...lihatlah aku...aku Jin woo, anakmu, Seo Jin woo...aku mohon lihat aku...aku anakmu...Seo Jin woo!"
"Tn pengacara, aku...sepertinya anda telah salah orang, aku tak punya anak"
Jin woo terus menangis sambil terus memandangi ayahnya berharap ayahnya mengingatnya.

"Namanya Seo Jin woo. Dia lulus tes segera setelah lulus SMA.  Dia menjadi pengacara termuda diKorea dengan usia 22 tahun. Hanya dalam setahun setelah mendapat lisensi, jam terbangnya sudah sukses, dan yang paling penting dia punya kelebihan. ingatannya sangat bagus...."

Soo bum memberikan informasi selengkap lengkapnya pada Gyu man tentang Jin woo. Saat tahu kalo kelebihan Jin woo adalah ingatannya yang bagus, dia mengejeknya. "Aduhh..aku pikir matanya bisa mengeluarkan laser!, lalu kenapa memangnya jika ingatannya bagus?".

Soo bum menjelaskan kalo Jin woo bisa mengingat semuanya dengan detail. Dia juga mendapat info kalo Jin woo sedang bersiap untuk membuka lagi kasus Jung ah dan sesegera mungkin Jin woo akan menyelidiki orang orang yang mungkin berhubungan dengan kasus itu. Mendengar itu, Gyu man tidak khawatir.
"ayahnya pelupa, tapi ingata ayahnya bagus? hah..keren sekali...mereka sedang main sitkom ato apa?"
Sambil merobek robek kertas berisi biodata Jin woo, Gyu man dengan geram berkata kalo dia akan membuat "lalat yang mengganggunya mati". Siapa lagi lalat itu kalo bukan Jin woo.

Dikantor, Dong ho lama melihat uang kertas 50.000 won tanda kontraknya dengan Jin woo dulu. Dia segera menyimpannya begitu manager Byun masuk. Dong ho memberi perintah manager Byun untuk terus mengawasi Jin woo sampai sidang selesai. 

Pendekatan Jin woo pada Nam Yeo kyung di mulai. Dia sengaja datang dan berlama lama melihat salah satu lukisan Yeo kyung sehingga menarik perhatian Yeo kyung. Maka dia menghampiri Jin woo.  
Yeo kyung bertanya kenapa Jin woo memandangi lukisannya dari tadi. Jin woo menjawab kalo salah seorang pelukis terkenal juga memakai warna biru untuk mengungkapkan kesedihannya karena ditinggal wanita yang dicintainya. Yeo kyung sepertinya terkesan dengan jawaban Jin woo. Saat Yeo kyung mengantar Jin woo keluar dari galerinya, Dong ho ternyata sudah menunggunya didepan.

"sejak kapan kalian berdua saling kenal? jika presdir Nam Gyu man tahu, dia akan pingsan karena terkejut?" tanya Dong ho. Jin woo mengabaikannya. Dia malah berlalu dan pergi melewati Dong ho. Merasa Jin woo tidak menggubrisnya, Dong ho melanjutkan.
"Kau pikir aku tak tahu alasanmu mengambil kasus wakil presdir? wakil presdir telah mengabdi pada ketua Nam sejak dulu, apakah itu perusahaan yang besar atau tidak, jika selama itu, dia pasti tahu rahasia perusahaan. dan kau  pasti memintanya unntuk memberitahumu beberapa rahasia daripada uang"
Mereka sekarang berdiri berhadapan. Jin woo sama sekali tidak takut karena niatnya sudah terbaca Dong ho. Dia malah mengancam kalo Dong ho lah terget berikutnya setelah Gyu nam. Tapi diluar dugaannya, Dong ho malah berkata dengan tenang kalo selama ini, dia menganggap kontrak 50.000 won mereka masih berlaku. Itu berarti dia selalu siap membantu Jin woo. Hanya saja dia memperingatkan kalo apa yang sudah Jin woo lakukan sekarang itu melewati batas. Tapi tetap saja Jin woo tidak takut.


Oohh...ketahuan ya belangnya kepala jaksa Hong. Dia ternyata juga menyebrang ke pihak Gyu man. Gyu man meminta pergantian jaksa untuk kasus wakil presdir agar kasus ini cepat selesai dan tidak menodai citra asuransi grup Il Ho yang dipimpinnya. Kepala jaksa Hong menurut dan akan secepatnya mengganti In ah dengan jaksa veteran.

Malam itu, Gyu nam mengajak hakim Tak untuk minum bersama. Gyu nam, hakim Kang Suk kyu dan Soo bum memang teman kuliah dulu. Saat Gyu nam menyinggung masalah kasus wakil presdir, hakim Kang  menolak dan hampir saja pulang. Tapi Gyu man meralatnya dan tidak menyinggung lagi masalah itu.
Soo bum bertanya apa hakim Kang sudah punya pacar. Dia menjawab kalo ada wanita yang dia sukai. "Jika Yeo kyung mendengarnya, dia pasti akan kecewa" sahut Gyu nam. Oh jadi Yeo kyung memang menyukai hakim Tak. Tapi ternyata bagi hakim Kang, Yeo kyung tidak lebih  dari adik sendiri.

Beberapa jam sebelumnya.

Hakim Kang mencegat In ah yang sedang keluar dari gedung pengadilan. Dia mengajak minum kopi. (hemm...ternyata wanita yang disukai Hakim Kang adalah In ah). Mereka berbicara tentang kasus yang sedang dihadapi. Hakim Tak bercerita kalo dulu dia pernah punya kasus yang serupa. Tapi karena dia salah mengambil keputusan, terdakwa yang sebenarnya tidak bersalah ternyata bunuh diri.
"Dalam sidang ini, putusanku akan berdasarkan bukti yang tersedia, aku...tak ingin mengulangi kesalahanku 2 kali"
In ah tidak bisa menjawab. Dia hanya tersenyum kaku, menyadari mungkin saja dia akan kalah dalam kasus ini.

Jae ik melaporkan penyelidikan blackbox hasilnya masih nihil Tapi Jin woo tetap memintanya untuk meneruskan pencarian.

Jaksa kepala Hong memanggil In ah dan menyuruhnya melepaskan kasus wakil presdir Il Ho. In ah menolak karena tidak sesuai prosedur. Tapi jaksa kepala Hong bersikukuh.
"karena kau masih baru, kau pasti belum mengenal sifatku. aku bukanlah kepala yang suka melihat kasus timku jadi kacau. jaksa yang menggantikanmu akan ditunjuk hari ini dan aku akan memberikanmu kasus yang lainnya"
In ah menerima pesan singkat yang mengabarkan kalo ada petunjuk tentang blackbox yang sedang mereka cari. Melihat bahwa kasus nya mungkin saja bisa menang, dia berkata, dia siap mundur kalo tidak bisa membalikkan keadaan sidang hari ini. Jaksa kepala hanya diam. 

In ah menemui si pemilik blackbox dan mendapatkan rekaman kejadian hari itu. Dari jauh Dong ho mengawasi mereka.
Dan dengan penuh keyakinan, dia membawa bukti itu kepengadilan. Dari rekaman itu memang terlihat kalo wakil presdir Kang, dibopong oleh Kim Ha na kemobil dan setelah itu, dia mulai melecehkan Ha na. Semuanya terkejut dengan penemuan itu. Terlebih Jin woo. Saat Jin woo menemui wakil presdir di penjara, dia berkata dengan menyesal kalo dia sekarang tidak yakin apakah dia memang melakukan pelecehan itu atau tidak.
"pengacara Seo, sekarang, aku tak takut pada perusahaan atau orang lain didunia ini, tapi aku takut pada istri dan anakku....aku takut mereka akan membenciku dan meninggalkanku"
Wakil presdir Kang menangisi nasibnya sekarang.

Jin woo pergi menemui ayah Kim Ha na, Tn Kim Kyung in. Dia bertanya kenapa Tn Kim tidak kembali pada keluarganya. Tn Kim malu karena dia masih punya hutang yang banyak, meskipun sebenarnya dia merindukan keluarganya, dia masih belum bisa kembali. Ini mengingatkan Jin woo pada ayahnya. Tn Kim menitipkan pesan agar disampaikan pada Ha na, kalo ayahnya menyesal tidak bisa berada disampingnya sekarang. 

Jin woo melihat rekaman yang dibawa In ha dipengadilan tadi. Jin woo menemukan sesuatu yang aneh. Orang yang ada dimobil yang sudah melecehkan Kim Ha na tidak meninggalkan tanda bekas cincin dijari manisnya. Padahal dia ingat kalo jari manis wakil presdir ada tanda itu. Dan dia langsung mengkonfirmasi pada Ny. Kang. Setelah mendapat jawaban yang sudah bisa dia perkirakan, Jin woo langsung meminta Jae ik untuk menemukan siapa informan pemilik video itu. Karena dia yakin video itu sudah dimanipulsi. 

Dan benar, sewaktu melihat si informan, Jin woo mengingatnya sebagai preman anak buah Dong ho yang 4 tahun lalu mengusirnya dari kantor pengacara. Dia membuntuti orang itu. Yang tidak dia tahu, manager Byun ternyata juga membuntutinya atas perintah Dong ho.  

Mereka sampai dipelabuhan. Jin woo melihat orang itu, bersama 1 orang lagi menemui presdir Suk. Melihat orang yang baru muncul itu, potongan puzzle mulai terbentuk dikepala Jin woo. Mereka berdualah yang sudah menyembunyikan wakil presdir dalam van, kemudian si ahjussi gemuk pemilik blackbox sengaja mengarahkan kamera mobilnya kearah ahjussi kurus yang sengaja terlihat seperti wakil presdir yang mabuk dan digandeng oleh Kim Ha na. Dan drama pun dimulai. 

Presdir Suk memberi mereka pasport dan sejumlah uang lalu menyuruh mereka pergi naik kapal. Jin woo mau menghentikan mereka, tapi tangan Dong ho lebih kuat menahannya.
"Jin woo bukannya aku sudah memperingatkanmu?
Jin woo kaget melihat Dong ho. Dia tidak tahu kenapa Dong ho ada disitu dan menahannya. Jin woo berusaha melepaskan diri dari cengkraman Dong ho, tapi Dong ho memegangnya dengan erat. Akhirnya dengan satu entakan, pegangan tangan Dong ho terlepas. Jin woo berlari kearah kapal, tapi para preman anak buah Dong ho sudah menyegatnya tak jauh dari sana. Karena Jin woo meronta, mereka terpaksa memukulinya.
Melihat Jin woo jatuh tersungkur karena dipukuli, Dong ho kasihan juga. Dia memerintahkan preman itu untuk berhenti dan berkata pada Jin woo "sekarang, lupakan dendammu pada Nam Gyu man, apa kau sudah mengerti?".

Dengan susah payah Jin woo berdiri dan pergi kerumah sakit. Ternyata disana, dia malah bertemu dengan Kim Ha na yang sedang menunggu ibunya yang sudah dioperasi. Lho...katanya uangnya sudah dicuri? jadi dapat uang dari mana dia?. Ha na tidak menyangka kalo dia akan bertemu Jin woo. Tapi Jin woo tidak bertanya tentang ibunya. Dia hanya menyampaikan permintaan maaf ayahnya yang tidak bisa mendampinginya.
"Aku harap ibumu cepat sembuh. ini adalah doaku yang tulus, tapi sekarang Kim Ha na, kau mencuri ayah orang lain, jangan lupa itu!"
Jin woo hanya ingin Ha na sadar dan tidak membuat orang lain bernasip sama sepertinya.

Hari itu sidang terakhir wakil presdir Kang. Dikediaman ketua Nam, Yeo kyung sedang makan pagi bersama ayahnya. Yeo kyung, yang aslinya membela wakil presdir berkata, dia akan mengajukan banding kalo memang putusannya tidak sesuai. Sayangnya, ayahnya malah berkata kebalikannya. Tapi Yeo kyung masih belun sadar dengan konspirasi yang terjadi dibelakangnya. 

Sementara itu, Soo bum sudah membuat daftar pengganti wakil presdir dan mengusulkan siapa diantara mereka yang pantas. Pantas dalam arti kata dia harus menurut pada semua keputusan Gyu nam.

Ruang Sidang Pengadilan.

In ah memandang Jin woo yang baru datang dengan ekspresi bertanya tanya karena wajahnya yang lebam. Tak lama wakil presdir Kang datang. Sebelum sidang dimulai, wakil presdir minta tolong pada Jin woo.

"Hari ini, jika aku divonis bersalah, aku pasti akan langsung dipenjara, surat ini, apa kau bisa memberikannya pada keluargaku? bahkan jika dunia menngutukku, aku ingin mereka percaya pada ku".

Jin woo menarik nafas panjang. Dia menjawab kalo wakil presdir bisa memberikannya sendiri pada keluarganya karena mereka akan menang. Dari jauh, Kim Ha na melihat mereka kemudian bergantian memandang istri dan anak perempuan wakil presdir Kang. Wajahnya terlihat ragu ragu. 

Akhirnya Jin woo bisa menyanggah video itu. Dia bisa membuktikan kalo wakil presdir memang memakai cincin kawin saat penangkapan, dan itu dibuktikan dengan daftar barang yang disita saat dia ditangkap. Itu tidak sesuai dengan video yang didapat Jaksa In ah. Jelas jelas tidak ada bukti bekas cincin. 

"apa anda tak berpikir mungkin saja dia melepas cincinnya saat kejadian?" tanya In ah. "Apa maksud anda? apakah bukti jasa adalah palsu?" ganti hakim Kang yang bertanya.

"ya...pria dalam video ini bukanlah terdakwa!".

Jawaban Jin woo membuat ruang sidang ribut. In ah yang tidak terima segera berdiri dan memprotes karena mengira Jin woo menuduhnya telah mengedit video itu. Tapi dengan tenang, Jin woo meluruskan kalo video itulah yang palsu. Dan untuk membuktikannya dia memanggil Kim Ha na sebagai saksi. 

Di saat yang sama, Yeo kyung datang dan melihat Jin woo. Dia langsung mengenalinya sebagai orang yang dia temui di galeri.

Dong ho juga masuk ruang sidang.

Kim Ha na tidak bisa berkelit lagi saat Jin woo bertanya bagaimana dia mendapatkan uang untuk mengoprasi ibunya, padahal jelas jelas dia belum dapat pekerjaan baru dan juga uang nya habis dirampok. Jin woo berkali kali mendapat keberatan dari In ah dan peringatan dari hakim Kang karena bertanya dengan nada keras pada Kim Ha na. Ha na bingung apa yang harus dilakukan. Dia menoleh kebelakang dan melihat istri dan anak wakil presdir. Setelah itu, dibelakang mereka, ayahnya, Tn Kim ternyata juga ada disana. Itu yang membuat Ha na akhirnya membuat keputusan yang tepat.

"wakil presdir..tidak bersalah....dia tidak melakukan apapun padaku..maaf saya sungguh menyesal..saya tak tahu lagi bagaimana caranya mencari uang...."ujarnya sambil menangis. Wakil presdir dan keluarganya menangis mendengar pengakuan itu. Beda dengan In ah yang masih syok. 

Jin woo lalu tidak sengaja melihat Tn kim ada di kursi pengunjung.

In ah mengejat Jin woo yang keluar dari ruang sidang. Dia memberitahu kalo Kim Ha na tidak mungkin dalang dari kejadian ini.
"hal ini bukan urusanku, klienku adalah proritas utama. tugasku selesai disini. mencari tahu pelaku lainnya adalah tugasmu, karena kau adalah jaksa"
Jin woo berjalan melewatinya. In ah hanya bisa melihatnya dan dia heran saat Yeo kyung memanggil Jin woo. Dia tidak tahu kalo Jin woo dan Yeo kyung sudah saling kenal. Apalagi dengan akrab, Yeo kyung mengajak Jin woo minum sebagai rasa terimakasih karena sudah memenangkan kasus wakil presdir.

Ketua Nam melihat laporan dari televisi tentang bebasnya wakil presdir. Presdir Suk minta maaf sambil berlutut karena sudah gagal dalam melaksanakan tugasnya.

Gyu nam yang sedang minum juga tidak percaya dengan laporan Dong ho. Dia tambah geram saat tahu Jin woo lah yang menyelamatkan wakil presdir. Sambil berteriak marah, dia menyuruh Dong ho membawa Jin woo kepadanya. Permintaannya terkabul, Jin woo masuk bar itu bersama Yeo kyung.
Dengan tenang, Jin woo memperkenalkan dirinya sebagai pengacara wakil presdir. Gyu nam menahan dirinya untuk tidak marah dihadapan adik nya. Dia memuji hasil kerja Jin woo dan menawarinya posisi di perusahaan tapi dengan segera ditolak Jin woo. Melihat situasinya tidak kondusif, Dong berinisiatif mengajak Gyu nam pergi. Saat Gyu nam berjalan, Jin woo memanggilnya, kemudian mengambil ponsel Gyu nam yang masih tergeletak dimeja. Sambil memberikan ponsel itu, Jin woo berkata kalo tidak seharusnya mereka berpisah secepat itu.

"Jika kau masih merindukanku...datanglah ke kantorku kapan saja" jawab Gyu nam. Jin woo segera menyahut

"ataukah kita bisa bertemu dipengadilan saja? aku akan membuatmu duduk dikursi saksi"

Komentar

Akhirnya mereka berdua berhadapan.

Yang saya masih gagal paham adalah In ah bilang kalo dia jadi Jaksa agar bisa menolong Jae hyuk. Nah, Jaksa itu kan tugasnya menuntut terdakwa, kalo memang mau membela ya jadi pengacara aja. Gimana dia mau nolong ya. Apa mungkin dia mau nyarikan informasi dari dalam kejaksaan? 

Ah maafkeun ketololan saya ya..

Saya senang karena Yeo kyung ada dijalur yang benar. Moga moga nanti dia bisa jadi pion yang tidak terduga dalam kasus Jae hyuk..

Sumpah ya...Ketua Nam ini gila kug...aduh amit amit jabang baby..jangan sampe bayi saya kyk dia (elus elus perut...)

Oke sekedar info, sepertinya rabo besok Remember gag tayang ya karena ada acara award award an. Moga moga mc nya gag salah nyebut kayak di Miss Universe hehe...coba deh dikepoin hari kamis aja. See ya....

6 komentar:

  1. Kalo menurutku, In Ah pengen jadi pengacara karena dia pengen menyeret pelaku aslinya ke pengadilan. Kalau ada pelaku aslinya dan ia bisa membuktikan kalau bersalah, maka vonis ayah Jin Woo otomatis gugur. Sama seperti Jin Woo yang sudah gak percaya lagi sama pengacara, makanya dia jadi jaksa. cmiiw ya yang lagi kuliah hukum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngoreksi typo aja mbak in ah yang jadi jaksa, jin woo jadi pengacara hihihi
      thank you mbak poetri^^
      saya yang nggak tahu awalnya jadi tahu :)
      mbak poetri nambah adek nih? aaaaaaaa chukkae

      Hapus
    2. kata kuncinya ada di perkataan jin woo kalo mencari pelaku lainnya adalah tugas jaksa, tugas pengacara hanya membela klien
      jin woo jelas beda dengan dong ho yang bahkan membela klien saja tidak t.t

      Hapus
    3. bukannya in ah jaksa, jinwo pengacara ? cmiiw.. :)

      Hapus
    4. hahahaha.. iya kebalik. jam berapa sih aku ngomong? hahaha... siang-siang ngelindur :D

      Hapus
  2. chukkae mbak poet..........
    bener kata bak Dee....in ah nyeret pelaku sebenarnya ke pengadilan, trus jin woo tuh, buka lagi kasus ayahnya, untk jadi pengacaranya...ngebelain.
    intinya sama sebenarnya sama , jalurnya sama juga , hukum yah...bedanya yah caranya aja, in ah si luuuuurus, jujur dan tetap dijalannya. jin woo????
    rada nikung dikit.......bisa dimengerti sih mengingat dendamnya tentunya lebih besar yah......
    pokoknya, kamsahamnida mbak poet......eeh eh gak ngidam yah mbak poet........

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...