Selasa, 26 Januari 2016

Sinopsis Remember : War of the Son Episode 9

Sinopsis Remember : War of the Son Episode 8-1
Sinopsis Remember : War of the Son Episode 8-2


In ah terus mengikuti si pembunuh sambil memberitahu Jin woo tempat dia berada. Tapi sayang, dia kehilangan jejaknya dibelokan. In ah berusaha mencari sambil tetap menelpon Jin woo. Dia tidak sadar si pria kalajengking sudah ada dibelakangnya dan memukul kepalanya dengan batu. 

Jin woo, yang masih belum memutuskan teleponnya, curiga karena tidak ada sahutan dari In ah. Dia terus memanggil In ah, sampai dia sadar kalo In ah sudah bertemu dengan pria kalajengking. Agak jauh dibelakangnya, Dong ho berhenti lalu turun dari mobil. Dong ho mengabaikan Jin woo dan memilih melewati jalan yang lain.

Jin woo, masih terpaku ditempatnya berdiri, berusaha mengingat kemungkinan dimana pembunuh itu membawa In ah. Dia ingat, pria kalajengking itu menyebut sebuah restoran bernama Gombo dan menunggu temannya disana. Jin woo berlari kesana. Dia dan Dong ho berlomba untuk sampai kesana lebih dulu.

Dalam sebuah ruangan, In ah sudah setengah sadar. Dia ketakutan tapi berusaha melepaskan ikatan ditangannya. Si pria kalajengking yang tahu In ah sudah bangun, mendekatinya. In ah memang takut, tapi dia tetap saja bertanya siapa yang menyuruhnya menjebak Jin woo. Pertanyaan In ah hanya menghasilkan senyuman saja, lantas pembunuh itu  mengeluarkan kawat dari jam tangannya dan mencekik leher In ah.

Dong ho sudah sampai di depan pintu. Sedangkan Jin woo masih berlari. Dong ho terpaksa memecahkan kaca pintu depan agar bisa masuk kedalam. Mendengar suara kaca pecah, perhatian si pembunuh teralihkan. Dengan santai Dong ho masuk dan menghadapi pria kalajengking itu. Di belakangnya, Jin woo juga masuk  dan langsung berusaha membangunkan In ah yang pingsan.

Pria kalajengking akhirnya dibawa ke kantor polisi. Presdir Suk sengaja mengunjunginya dan menyuruh untuk tutup mulut. Biarkan dia yang mengurus semuanya. Det. Gwak (yang ternyata masih belum dipecat karena memberikan keterangan palsu) menghampiri mereka dan menyuruh secepatnya membereskan masalah ini.

Jin woo dan In ah dijemput oleh Jae ik dan manager Yoon. Saat meninggalkan kantor polisi, Soo bum yang sedari tadi mengikuti mereka, melaporkan pada Gyu man kalo Jin woo sudah bebas karena In ah berhasil menangkap si pembunuh. Posisi Gyu man saat itu sedang menyetir mobil. Saat menerima telepon dari Soo bum, ada sebuah mobil kecil yang menyalipnya membuat dia kaget. Antara marah karena Jin woo dan kesal karena disalip mobil, Gyu man ganti menyalip dan berhenti tepat didepannya. Gyu man keluar dari mobil sambil memasang sarung tangan dan bergumam
"aku bingung.....kenapa tak ada orang yang bisa dengan becus bekerja? aku sungguh tidak mengerti, menyebalkan sekali"
Gyu man membuka bagasi mobil dan mengambil stik golfnya. Dia berbalik menghadap ahjumma yang masih terkejut didalam mobilnya karena tiba tiba dihadang. Gyu man tersenyum dan melambaikan tangannya. Tapi tiba tiba, dia berlari dan berdiri diatas mobil itu.
"ajumma...apa kau bisa seenaknya hanya karena kau pemula? kau telah salah memilih teman bermain. moodku sedang jelek hari ini, jangan keluar oke, kau bisa terluka nantinya!"
Dan dengan membabi buta, dia memukuli kaca mobil itu dengan stik golf sambil berteriak emosi "Kenapa mereka tak bisa becus dalam bekerja? menyebalkan sekali!! sungguh tak becus!! aku akan membunuhmu!. 

Gyu man melampiaskan kekesalannya pada kaca mobil itu. Setelah puas dengan aksinya, Gyu man tinggal menelpon Dong ho untuk membereskan masalahnya kali ini. Oke...baiklah...anak pintar memang si Gyu man ini.

Presdir Suk segera mendatangi Dong ho. Presdir Suk tidak habis pikir kenapa Dong ho harus merusak rencananya. "Aku tak ingin lagi kau membunuh demi mereka"
"kenapa kau mengotori tanganmu itu demi perintah orang lain? apa  kau tak bisa hidup sebagai manusia mulai dari sekarang?"
"dengarkan aku baik baik...aku tak pernah membuat keputusan yang akan aku sesali nantinya. bahkan jika aku harus membunuh seseorang, akan aku pastikan bahwa keputusan itu benar. apa kau tahu, ada lebih dari 150 mulut yang harus kuberi makan? putuskanlah, apa kau akan terus melindungi Jin woo atau hidup dibawah naungan keluarga Nam bersamaku?"
Sebelum pergi, Presdir Suk yang masih melihat kalo Dong ho ragu ragu, minta agar kali ini mereka bisa sejalan seperti di masa lalu. Presdir Suk sadar kalo pendirian Dong ho sudah mulai goyah karena perjuangan Jin woo.

Anak dari ahjumma menemui Jin woo dan In ah yang sedang berjalan pulang. Ternyata dia membawa bukti rekaman video ibunya dan berharap Jin woo bisa mengungkapkan kebenaran tentang kasus ayahnya. Dia juga minta maaf atas nama ibunya.

Dong ho datang membereskan kekacauan yang ditimbulkan Gyu man. Dia memberikan banyak uang pada si ahjumma pemilik mobil dan menyuruh untuk tidak menyebarkannya didunia maya. Satu mulut lagi yang ditutup untuk menyelamatkan Gyu man.

Saatnya melihat video ahjumma yang kirim anaknya. Ternyata isinya adalah pengakuan kalo dia sudah berbohong.
"aku adalah Kim Hyun ok. 4 tahun yang lalu, dalam sebuah sidang pembunuhan mahasiswi Seochon, aku telah memberikan kesaksian palsu. aku tak pernah melihat Seo Jae hyuk menyembunyikan sesuatu diruang pegawai pada tanggal 2 Desember. Hari itu, Seo Jae hyuk behkan tak masuk kerja. Yang aku katakan ini adalah kebenarannya. maafkan aku...aku sungguh minta maaf"
Hakim Kang juga menerima salinan video itu. Melihat bukti yang cukup kuat itu, akhirnya dia membuat keputusan untuk menerima persidangan ulang kasus pembunuhan mahasiswa Seochon yang diajukan Jin woo.

Keputusan itu sangat tidak menyenangkan buat Ketua Nam dan Gyu man. Melihat berita ditelevisi, saat Jin woo diwawancara tentang keberhasilannya membuka kembali kasus ayahnya, membuat Ketua Nam marah. Gyu man, yang tahu kalo ayahnya marah, berlutut dan berjanji akan membereskan masalahnya dengan memenangkan persidangan itu.
"jika kau tak mau bernasip seperti ibumu, menangkan kasus ini, jika nama ayah tercemar karena masalah bodoh ini, aku tak akan memaafkanmu"  ujar presdir Nam geram.

In ah sedang membuka berkas kasus mendiang Kim Hyun ok ahjumma. Dia melingkari bagian yang penting dan mencocokkan dengan bukti foto jenasah yang ada. Saat tiba tiba Kepala jaksa Hong masuk ruangannya, dia buru buru menutupi berkas itu. Jaksa Hong menghardiknya karena mengacuhkan perintah untuk melepaskan kasus ahjumma. In ah bersikukuh kalo kasusnya ada hubungannya dengan kasus ahjumma. Dengan tenang, kepala jaksa  Hong mengancamnya.
"kali ini kau ku maafkan, tapi jika terulang lagi, aku tak akan diam saja"
In ah jadi dilema menghadapi tekanan dari kepala jaksa Hong. Dia tambah syok saat tahu kasus ahjumma sudah dihentikan oleh kepolisian. Tentu saja itu ulah det. Gwak.

Ketua Nam menelpon Kepala jaksa Hong. Dia minta jaksa Hong memilihkan "anak kuda". Maksudnya, Ketua Nam minta agar jaksa penuntut yang akan menangani kasus mahasiswa Seochon benar benar bisa berpihak pada mereka.

Jin woo dan Jae ik berkunjung ke penjara. Diluar, mereka melihat ketua Hosan yang dibebaskan lebih awal padahal kasusnya adalah korupsi 30 juta dolar. Alasan pembebasannya simple sih, Parkinson. Widih,,,kenapa gg sekalian kena flu ayam. Jae hyuk berjalan sangat pelan saat mendatangi Jin woo. Sepertinya dia menahan sakit. Tapi Jin woo masih belum sadar. Jin woo dengan senang mengabarkan kalo persidangan kasus nya sudah dibuka kembali. Tapi tanpa diduga, Jae hyuk menolak untuk melakukannya.

Ternyata Gyu man menemuinya sebelum Jin woo datang. "kau pasti merasa beruntung bisa melupakan kejahatanmu kan?" katanya pada Jae hyuk.

Tapi Jin woo tetap berusaha untuk membujuk ayahnya sampai akhirnya dia bersedia. Baru saat itulah Jin woo menyadari kalo kondisi ayahnya memburuk. Dia melihat Jae hyuk terus memegangi perutnya dan wajahnya berusaha menahan sakit.

Jin woo meminta penjelasan dokter penjara tentang kondisi ayahnya. Bagaimana bisa ayahnya menderita sakit perut yang parah tanpa ada perawatan lebih lanjut. Jae ik juga menambahkan kenapa perlakuannya pada ketua Hosan tadi sungguh berbeda. Ketua Hosan tidak sakit tapi bisa bebas, sedangkan Jae hyuk yang jelas jelas sakit tidak dirawat. Tapi dokter itu dengan santai menjawab kalo itu adalah keputusan jaksa.

In ah menemui det. Gwak dan bertanya kenapa kasus ahjumma ditutup secepat itu.
"pembunuhnya sudah tertangkap dan buktinya juga sudah jelas, inilah prosedurnya, memangnya apayang salah, jaksa?"
In ah menjawab kalo pembunuh itu hanya melakukan perintah sari seseorang, tapi kenapa poliisi tidak mau menyelidiki lebih lanjut siapa yang sudah memerintahkannya. Det. Gwak malah menyuruh In ah untuk bertanya pada Kepala Jaksa Hong, karena dia juga hanya melakukan apa yang diperintahkan jaksa Hong.

Karena curiga kalo Kepala jaksa Hong sudah ada dipihak lawan, In ah bertanya pada Jin woo, dan dia mendapat bukti bahwa ada beberapa berkas menutupan kasus yang ditandatangani oleh Jaksa Hong. Semua kasus itu berhubungan dengan grup Il Ho.

Jae hyuk terus mengeluh perutnya sakit dan dia memohon pada dokter untuk diberi obat. Tapi dokter itu hanya memberi analgesik dan menyuruh sipir cepat cepat membawanya kembali ke sel. Dokter itu sama sekali sudah tidak punya rasa empati. Dia bahkan menyingkirkan tangan Jae hyuk yang memegang tangannya sambil terus memohon supaya diobati. Begitu Jae hyuk keluar, dia menelpon Soo bum dan melaporkan tentang kondiri Jae hyuk sambil tertawa.

Tentu saja Gyu man tersenyum senang mendengar laporan itu. Tapi tidak dengan Soo bum. Sepertinya Soo bum mulai menyadari kalo bosnya itu skizofren alias sempel, gendeng, edan banget.

Rupanya, mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju kantor Dong ho. Gyu ma memberi tepukan karena masalah vandalisme kaca mobil sudah selesai. Tapi dia juga tidak puas karena kasus Kim Hyun ok ahjumma. Dia marah karena Jin woo bisa mendapatkan video pengakuan itu dan membuat kasus pembunuhan 4 tahun lali dibuka lagi. Dengan ekspresi wajah setan dia mengancam Dong ho.
"Pengacara Park Dong ho, jadilah anjing yang baik dan tangkap mangsaku dengan cepat. Aku...bisa membunuh anjing yng tidak berguna, kau harus ingat itu"
Wasyemm ini anak orang.....orang tua di samain sama anjing. Cakep sih cakep, tapi kelakuan kayak grandong.

Jaksa Tak mengajak teman detektifnya minum soju. Detektif Bae adalah teman sekampungnya. Dia terkejut karena bertemu dengan Dong ho yang sedang minum soju sendirian. Mereka berbincang bincang sampai pada akhirnya, detektif Bae bercerita tentang kasus kecelakaan yang membuat hidupnya berubah. "Apa kau pernah melihat pria mabuk mengantar anaknya?" tanya detektif Bae yang membuat Dong ho terkejut. Karena itu adalah kata katanya dulu, didepan polisi yang menuduh ayahnya telah mengantarnya dalam keadaan mabuk.

Ketua Nam dan Gyu man datang ke kantor kejaksaan. Kepala jaksa Hong menyambut mereka, ditemani dengan si "anak kuda" , Jaksa Chae Kyung jin. In ah memandangi mereka dari jauh dan sadar kalo dia tidak akan  bisa melawan Kepala jaksa Hong dengan Ketua Nam dibelakangnya.

Gyu man mengajak jaksa Chae dan Dong ho minum bersama. Rupanya dulu, Dong ho dan jaksa Chae adalah teman seangkatan. Gyu man meminta Dong ho membantu jaksa Chae. Saat Gyu man pulang, Dong ho bertanya pada jaksa Chae .

"bukankah hidup itu sangat dramatis? kelasmu jauh diatas kelasku saat kita pelatihan dulu. Bukannya namamu "Dike" dulu, simbol keadilan? bukannya kau bermimpi menjadi jaksa paling adil dikorea? hidup memang merubah orang, iya kan? merubah aku dan juga kau"
"jangan anggap aku sampah hanya karena pertemuan ini, kau percaya keadilan bisa dibeli dengan uang, bukannya begitu? apa sekarang kau mau menjualnya lagi? kau masih tak berubah, dan aku tak serendah kau'
Senyum Dong ho perlahan memudar. Jaksa Chae ternyata masih punya idealisme. Tapi Dong ho tidak mau kalah begitu saja. Dia tetap masih menganggap temannya itu sudah pindah haluan karena mau membantu keluarga Nam. Dengan tegas jaksa Chae menjawab "Tapi aku tak akan mengubah arahku dipengadilan sepertimu dulu". Maksud jaksa Chae adalah saat Dong ho meninggalkan kasus Jae hyuk demi keluarga Nam 4 tahun yang lalu.

Satu satunya saksi dari Jin woo, Park Dae soo tiba tiba pindah rumah dan tidak diketahui keberadaannya. Jin woo bingung bagaimana lagi dia bisa mendapatkan saksi. Jin woo tidak tahu ternyata Soo bum sudah memberikan sejumlah uang dan menyuruh Dae soo pergi dan menutup mulutnya.

Dong ho menemui det. Bae dan minta tolong untuk melihat laporan kecelakaan yang mereka bicarakan kemarin.

In ah dipanggil Kepala jaksa Hong. Disana juga ada jaksa Chae. Maksud jaksa Hong memanggilnya adalah memerintahkan In ah untuk membantu jaksa Chae di persidangan ulang Jae hyuk. Menerima perintah itu, In ah mengeryitkan dahinya.  Eng ing eng...ternyata itu adalah permintaan Gyu man.

"apa kau bisa membuat jaksa Lee menyerah?"
"posisiku masih belum bisa membuatnya menyerah seperti itu, tapi aku sudah punya rencana. Aku akan memberikannya pekerjaan yang akan membuatnya menyerah"
Dan begitulah, kepala jaksa Hong memberikan tugas yang secara langsung menyuruh In ah untuk melawan Jin woo dan membuktikan kalo Jae hyuk memang bersalah. In ah menerima uluran tangan jaksaa Chae dengan setengah hati. Dia tahu apa maksud perintah ini. Kepala jaksa Hong berharap kalo Jae hyuk bisa bebas, tapi In ah melihat senyum licik dari wajahnya.

Jin woo menemui dokter Lee Jung hoon yang sekarang menjadi wakil direktur Rs. Il Ho. Dokter Lee tidak suka dengan kunjungan Jin woo. Tapi Jin woo tidak perduli. Dia malah menyebutkan beberapa kasus medis yang ditangani dokter Lee, yang mendiagnosis pasiennya mengalami gangguan jiwa dan mengirimnya ke rsj. Padahal mereka sama sekali tidak menderita gangguan jiwa. "apa kau tahu sebagian dari mereka hampir bunuh diri untuk bisa bebas?" kata Jin woo. "Apa yang kau inginkan?" tanya dokter Lee.
"aku tak akan melaporkanmu jika kau mengakui kebohonganmu 4 tahun lalu saat persidangan ulang nanti"

Dong ho menerima salinan berkas kecelakaan dari det. Bae. Dan dia menangis sejadi jadinya saat tahu kalo Jae hyuk dan Jin woo adalah korban tabrakan truk yang dikemudikan ayahnya.

Jaksa Chae mengajak In ah bicara. Dia rupanya bisa membaca keberatan In ah untuk membantunya. Entah sih, dia memang tahu atau jaksa Hong sudah memberitahukan rencananya untuk membuat In ah menyerah. Yang pasti jaksa Chae membesarkan hati In ah.

"jaksa Lee aku sangat mengerti, tapi seorang jaksa juga harus menuruti perintah atasan. Jangan libatkan emosi mu".

In ah tetap bersikukuh pada pendiriannya untuk melanjutkan investigasi yang sudah dia mulai. Mendengar itu, jaksa Chae tersenyum dan menyarankan In ah untuk menahan egonya karena itu akan berbalik sendiri padanya. "Keberhasilan kasus ini akan membukakan jalan Kepala menjadi Kepala Kejaksaan Seoul, jadi mohon kerja samamu, mengerti?" lanjutnya. Oh...jadi  itu tujuannya jaksa Hong selama ini.

Dong ho mengunjungi Jae hyuk. Setelah sekian lama baru kali ini Dong ho kesana. Dengan suara serak, dia memperkenalkan diri sebagai pengacara Jae hyuk 4 tahun lalu. Jae hyuk malah minta maaf karena tidak bisa mengingatnya. "Mungkin anda merasa tak berhasil karena yang anda bela dijatuhi hukuman mati, tapi terimakasih atas bantuan anda karena mau membelaku, dan maaf...karena aku tidak bisa mengingat jasa anda dulu" kata Jae hyuk sambil membungkukan badan. Dong ho berusaha keras menahan air matanya.

Dia lalu menemui dokter penjara. Dokter itu menceritakan tentang kondisi Jae hyuk yang semakin parah. Tapi Dong ho tiba tiba emosi saat dokter menyebut Jae hyuk dengan sebutan "tahanan 37295"
"jangan pernah....sekali lagi menyebut manusia dengan angka angka itu...jangan pernah!!"
Dokter itu cepat mengangguk ketakutan.

Secara tidak sengaja kepala jaksa Hong bertemu Jin woo di pengadilan. Dan dia sengaja memberitahu kalo Jin woo akan berhadapan dengan In ah diruang sidang nanti. Kebetulan juga In ah datang. Mereka berdua sama sama terkejut karena In ah memang belum sempat memberitahukan itu pada Jin woo. Saat mereka berdua akhirnya bicara, Jin woo sadar kalo kepala jaksa Hong sudah memaksanya untuk menerima perintah itu. Meskipun begitu, In ah tetap saja bingung karena dia tahu kalo Jae hyuk tidak bersalah. Tapi Jin woo dengan percaya diri berkata kalo dia akan berusaha memenangkan sidang  itu, jadi In ah tidak akan merasa bersalah.

Dong ho, ditemani manajer Byun pergi ke brankas penyimpanan bank untuk mengambil sesuatu yang penting. Dong ho membuka kotak penyimpanannya yang ternyata berisi salinan video yang dia rekam 4 tahun lalu, saat Gyu man mengaku pada temannya kalo dia sudah membunuh Jung ah. Sebenarnya, rekaman yang asli sudah diambil Gyu man, dan Gyu man memastikan kalo tidak ada lagi salinannya. Tapi ternyata Dong ho masih menyimpan satu.

In ah, yang sedang tidak enak hati karena pertemuannya dengan Jin woo tadi, memarahi ibunya dirumah karena memaksanya untuk membantu kasus sengketa tanah teman ibunya.

Di mobil, Dong ho mengingat perkataan Jae hyuk tadi.
"terimakasih karena anda sudah mau membelaku saat itu, dan maaf karena aku tak bisa mengingat jasa anda dulu"
Ponselnya berbunyi. Dari Gyu man yang mengajaknya bertemu dan berbicara tentang sidang ulang itu. Gyu man ternyata sedikit khawatir karena sikap Dong ho agak lain.

Malam itu Gyu man ternyata mengajak Dong ho bertemu di kantor Jin woo. Begitu masuk kantor, tanpa basa basi, Gyu man berkomentar kalo dia bisa melihat kantor perusahaan dari situ. Gyu man bertanya apakah itu hanya kebetulan saja karena menurutnya tidak ada hal yang namanya kebetulan. Jin woo tidak mengubrisnya.

"mendengar ucapanmu itu, dan kedatanganmu kesini, sepertinya kau gugup!" jawab Jin woo. Gyu man menarik nafas panjang.
"sebenarnya apa yang harus kulakukan agar si Seo Jin woo ini tenang? jika kau mau uang, akan kuberikan, jika kau mau pekerjaan, bisa....aah...atau kah kau mau keduanya?"
Jin woo tidak terpengaruh tawaran Gyu man. Sampai Dong ho datang dan dengan dengan berat hati berkata
"sejak awal sidang itu tak akan bisa kau menangkan, 4 tahun telah berlalu dan tak akan ada yang berubah" 
Dong ho tahu dia sudah menyakiti Jin woo dengan berkata sseperti itu. Tapi Gyu man membuatbya tidak punya pilihan lain. Jin woo dengan emosi menyuruhnya diam. Tapi Gyu man malah tersenyum sinis.
"orang kecil sepertimu inilah yang sangat meyebalkan didunia. bahkan jika kau mempertaruhkan seluruh hidupmu, tak akan ada yang berubah, karena......aku yang akan menang, mengerti!"
Mendengar itu, Jin woo hanya bisa menarik nafas panjang. Perkataan Gyu man tadi sedikit banyak memang ada benarnya. Karena itu sudah dia alami sendiri 4 tahun yang lalu. Dong ho yang melihat Jin woo jadi tertekan berusaha menenangkannya. Tapi Jin woo malah membentaknya dan menyuruhnya pergi. Dong ho, dengan wajah serius, menatap mata Jin woo dan berkata kalo dia, dengan sungguh sungguh berharap Jin woo akan memenangkan kasus ini.

Sepeninggalan Dong ho, Jin woo masuk ke kamar rahasianya, dan menatap foto musuh musuhnya satu persatu dengan tatapan marah.

Gedung Pengadilan.

Hari itu adalah sidang perdana kasus Jae hyuk. Jaksa Chae berpapasan dengan Jin woo di koridor. Dia menyapa Jin woo dan memperkenalkan diri sebagai tim jaksa. Jaksa Chae juga berharap kalo Jin woo bisa memenangkan kasus ayahnya.

Masuk diruang persidangan, jaksa Chae dan Jin woo duduk berhadapan. Jaksa Chae tersenyum tapi Jin woo tidak membalasnya. Matanya malah tertuju pada kursi In ah yang masih kosong. Jin woo tertunduk memikirkan apa yang akan terjadi seandainya mereka berdua benar benar berhadapan nanti. Secara tidak sengaja, saat Jin woo menoleh ke pintu masuk, dia melihat Dong ho masuk.

Lalu dimana jaksa Lee In ah yang seharusnya duduk di sebelah jaksa Chae?. In ah ternyata masih galau. Dia bingung memutuskan. Perkataan kepala jaksa Hong waktu itu membuatnya tertekan.
"jaksa Lee, apa kau ingin membantu jaksa Chae di persidangan? Kau tahu akulah yang bertugas pada sidang pertamanya, bagaimanapun kau harus memenangkan kasusu ini"
Dengan wajah tegang, In ah masuk ruang sidang. Lama dia berdiri diantara kursi jaksa dan pengacara. Jaksa Chae dan Jin woo sama sama memandangnya. In ah menatap jaksa Chae yang tersenyum lalu berganti ke arah Jin woo. Setelah itu, tanpa disangka sangka, dia malah memutuskan untuk duduk di kursi pengunjung. In ah sudah memutuskan untuk melanggar perintah kepala jaksa. Akibatnya, jaksa Chae harus menelpon jaksa lain untuk mendampinginya. Sedangkan Jin woo tersenyum lega kepadanya.
Persidangan dimulai dengan kesaksian video Kim Hyun ok ahjumma. Semuanya terdiam mendengar pengakuannya. Setelah itu, Jin woo memberikan pernyataannya.

"Kim Hyun ok, yang bersaksi bahwa terdakwa menyembunyikan sebuah senjata, telah berkata bahwa dia telah berbohong. dia lebih lanjut menyatakan bahhwa dia tidak melihat terdakwa Seo Jae hyuk berada di vila hari itu"

Giliran pihak penuntut yang memberikan pernyataan dan jaksa Chae berdiri. "pertama, kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami untuk almarhum, tapi pernyataan saksi tidak dapat diterima sebagai bukti". Hakim Kang bertanya kenapa.
"karena dia menyatakan ini dibawah tekanan setelah diancam, dan karena itu, kita tidak begitu saja percaya pada pernyataan itu, saya memiliki saksi sendiri"
Bersamaan dengan itu, anak buah Soo bum menelpon dan melaporkan kalo jaksa Chae sangat hebat dipengadilan. Tentu saja Gyu man tersenyum mendengarnya.

Saksi yang dimaksud jaksa Chae adalah karyawan disupermarket tempat Jin woo bertemu Hyun ok ahjumma. Karyawan itu bersaksi kalo Jin woo sudah mengancam Hyun ok ahjumma.
"saya jelas sekali mendengarnya, jika begini terus, aku akan melaporkanmu"
Jaksa Chae berbalik menghadap hakim Kang "menurut dari pernyataan saksi, pria yang telah mengancam almarhum adalah pengacara dalam persidangan ini, yang juga adalah anak dari terdakwa". Pernyataan jaksa Chae membuat Jin woo mengajukan keberatan karena jaksa Chae hanya berspekulasi. Hakim Kang mengabulkan keberatan Jin woo. Tapi jaksa Chae tidak gentar. Dia sudah menyiapkan bukti lain berupa analisis suara Hyun ok di video itu.
"grafik menunjukkan bahwa dia dibawah tekanan emosional yang tinggi, dengan begitu sangat mungkin dia hanya mengikuti perintah pengacara. Sebuah pernyataan paksaan tak dapat diterima sebagai bukti"
Bukti yang ditunjukkan jaksa Chae begitu akurat, sehingga hakim Kang bertanya pada Jin woo, apakah ada yang ingin disampaikan. Jin woo ingin putri Hyun ok ahjumma didatangkan sebagai saksi.

Awalnya jaksa Chae tetap keberatan dengan pernyataan putri ahjumma. Putri ahjumma berkata kalo ibunya memang mengakui sendiri kalo dia sudah berbohong di persidangan 4 tahun yang lalu. Sekarang dia ingin merekam pengakuannya lewat video. Menurut jaksa Chae, ahjumma hanya memberikan pendapat pribadinya saja, bukan mewakili ibunya. Jin woo bertaya apa ada bukti.

"Karena sayalah yang merekam ibu saya!" jawabnya membuat semua orang terhenyak.
"ibu menelpon setelah dia bertemu dengan pengacara Seo, ibu ingin memberitahu sesuatu. dia berkata dia telah berbohong dipersidangan 4 tahun lalu, dan dia ingin merekam pernyataannya dalam sebuah video. Pengacara Seo bahkan tidak tahu tentang video ini, sesuai keinginan ibu saya, saya memberikan video ini padanya"
Mendengar itu, Jin woo, In ah, bahkan Dong ho terlihat lega. Hakim Kang mengistirahatkan sidang sebentar.

Jin woo bertemu In ah diluar. In ah berkata kalo mungkin dialah satu satunya jaksa yang hanya menonton sidang disaat seharusnya dia  bertugas. Jin woo penasaran kenapa In ah menolak tugas ini. In ah tersenyum dan menjawab kalo nanti dia akan memberitahukannya.

Sidang dilanjutkan. Jin woo memanggil dokter Lee Jung hoon. Dokter Lee masuk. "Saksi adalah wakil direktur di RS Il Ho........". Jin woo tiba tiba berhenti bicara. Dia berusaha meneruskan kata katanya tapi tidak bisa. Ingatannya kembali pada saat dia bertemu dengan dokter Lee. Dia melihat papan nama dimeja dokter Lee kosong. Tidak tertulis nama disitu.
Lalu, tubuhnya terhuyung kedepan, Jin woo seakan akan tidak kuat menahan beban tubuhnya. Ingatannnya kembali ke 4 tahun lalu, mulai saat penangkapan ayahnya, saat kematian ayah Jung ah, juga saat ayahnya ditarik dengan paksa oleh petugas pengadilan. Entah kenapa semua ingatan itu tiba tiba datang lagi. Jin woo berusaha berdiri tegak, tapi ternyata dia malah terjatuh pingsan.

Komentar
Saya yakin suatu saat Dong ho akan kembali ke jalan yang benar. Apalagi dia sekarang sudah tahu kalo Jin woo adalah korban dari tabrakan ayahnya. Cuman kapan dia berani membelot dari Gyu man. Ditambah lagi presdir Suk jelas jelas melarangnya membela Jin woo.

Gyu man? mending gg usah bahas dia deh. Bawaannya gregetan aja. Untung cakep, jadi agak sedikit termaafkan. Buat saya, disini Nam Goong min minta ampun kejamnya. Saya suka scene pas dia senyum ke ahjumma sebelum akhirnya mecahin kaca mobil. So scary......

Jaksa Chae. Sepintas dia lemah lembut lho. Ternyata taringnya tajam juga. Saya masih belum tahu dia berpihak pada siapa. Perkataannya ke Dong ho ambigu sih, tapi moga moga dia masih punya hati nurani.

Dokter penjaranya keplak able. Minta dijotos pake apa orang kayak gitu. Moga moga hanya ada dalam drakor, kalo memang bener ada didunia nyata...ckckckck....

Episode 10 di tempat Lilik ya.....