Rabu, 03 Februari 2016

Sinopsis Remember : War of the Son Episode 12

 Sinopsis Remember : War of the Son Episode 10  
                           

Gyu man keluar dari ruang sidang diikuti Soo bum dan Dong ho. Sedangkan Jin woo dan In ah bersamaan keluar dari pintu sebelahnya. Tanpa mereka duga, Gyu man dengan keras menampar pipi Dong ho. Kali ini Gyu man benar benar kesal karena dipojokkan seperti itu. Dia mengancam akan menghukum Dong ho melebihi tamparan kalo Dong ho mempermalukan dia lagi. Dong ho tidak menjawab. Tapi begitu Gyu man pergi, dia malah melihat Jin woo sedang memandanginya. Meskipun begitu, dia mengabaikannya dan berbalik pergi.

Manager Byun menghawatirkan Dong ho. Dia merasa Gyu man keterlaluan karena menampar bosnya. Tapi Dong ho dengan santai  berkata kalo dia tidak apa apa.

Jin woo pergi makan dengan Min soo dan ayahnya. Mereka berdua berterimakasih pada Jin woo atas bantuannya.
"aku tak tahu apa yang akan terjadi jika aku bunuh diri, aku merasa sangat malu untuk bahkan mempertimbangkan itu"
Jin woo senang karena Min soo bisa melindungi ayahnya. Tidak seperti dia yang gagal membela ayahnya. Ingatannya kembali saat ayahnya, minta tolong untuk menyampaikan kalo dia kangen dengan anaknya. Jin woo menangis karena ayahnya sudah tidak bisa mengenalinya lagi. Tiba tiba Min soo bertanya, kenapa pengacara dari pihak lawan malah merekomendasikan Jin woo waktu itu. Jin woo tahu yang dimaksud adalah Dong ho. 
"saat aku melakukan protes diluar gedung grup Il ho, pria itu memberikan kartu nama milikmu. dia berkata kalo kamu akan membantu"

Manager Byun memberikan daftar para korban ledakan microwave. Dia berkata kalo kasus ledakan itu tampak mencurigakan. Ternyata selain itu, Dong ho juga meminta dokumen tentang Nam Il ho. Dia menghubungi det. Bae dan minta berkas kasus ledakan grup Seogwang. Det. Bae menemuinya dengan membawa berkas yang tebal dan berkata kalo Hong Mo suk yang menangani kasus itu. Det. Bae yang mencurigai adanya keanehan, berniat menyelidikinya, Menurutnya, presdir Seogwang meninggal sebelum perusahaan itu meluncurkan proyek besarnya, dan Nam Il ho yang akhirnya mengambil alih proyek itu. Mereka berdua tidak berani mengambil kesimpulan kalo Nam Il ho yang telah membunuh presdir Seogwang. 
"tapi ayahmu menolak untuk mengikuti perintah dan memutuskan untuk melarikan diri ketika dia terperangkap dalam kecelakaan itu"
Dan lagi lagi nama Nam Il ho lah yang mengisi daftar tersangkanya. Kemungkinan memang Nam Il ho yang menyuruh orang melakukannya. Det. Bae waktu itu sudah mengendus ada yang tidak beres, tapi waktu dia berusaha menyelidiki lebih jauh, dia malah dipindahtugaskan. 

Dari jauh, mata mata presdir Suk diam diam mengamati mereka.

Jin woo, In ah, Jae ik dan manager Yoon minum bersama. Melihat Jin woo dan In ah saling tersenyum, manager Yoon sadar diri dan segera menarik Jae ik untuk pergi. Saat In ah mau membuka kaleng bir lagi, Jin woo melarangnya. In ah yang sudah sedikit mabuk menertawakannya. In ah menyuruh Jin woo memanggilnya kakak karena umur mereka terpaut 5 tahun. Awalnya Jin woo menolak, tapi karena In ah terus memaksanya, akhirnya dia memanggil kakak. Mereka tertawa bersama.

Mata mata itu menemui presdir Suk dan melapor kalo Dong ho sedang menyelidiki kasus yang berhubungan dengan ayahnya. Presdir Suk kaget.
"aku pikir entah bagaimana kematian ayahnya terkait dengan Nam Il ho, aku melihat dia bertemu dengan seorang detektif untuk mengkonfirmasinya"
Presdir Suk memberi perintah jangan sampai Gyu man tahu akan hal ini.

Malam itu, ketua Nam memanggil presdir Suk dan Dong ho untuk membahas masalah persidangan. Ketua Nam khawatir kalo Jin woo akan memenangkan kasus ini. Tapi dengan tegas, Dong ho menyakinkan ketua Nam kalo dialah yang akan menang. Presdir Suk yang mendengar jawaban Dong ho, meragukan kesungguhan kata katanya. Saat pulang, presdir Suk mengajak Dong ho ikut minum bersamanya. Dong ho menolak tapi presdir Suk memaksanya. 

Presdir Suk tanpa basa basi bertanya apa Dong ho menyelidiki grup Il ho. Dong ho tidak menjawab, dia malah balik bertanya kenapa presdir Suk mengirim orang untuk mengikutinya. Karena presdir Suk tidak menjawab, dia meneruskan

"aku punya satu pertanyaan, kapan kamu mengetahui kalo Nam Il ho terlibat dalam kematian ayahku?". Presdir Suk menjawab kalo dia tidak akan sejahat itu. Memberikan Dong ho pada orang yang sudah membunuh ayahnya. Tapi presdir Suk memperingatkan.
"Nam Il ho adalah orang yang kulayani sekarang, jika kau ingin menyentuhnya, kau harus melangkahiku dulu"
Sebelum pergi, Dong ho tiba tiba berkata kalo presdir Suk sudah seperti ayah buatnya. Presdir Suk menjawab kalo dia bukan ayahnya. Dong ho berterimakasih dengan jawaban itu, karena mulai mereka akan berjalan sendiri sendiri mulai saat itu. Juga Dong ho memperingatkan, kalo sampai orang suruhan presdir Suk masih mengikutinya, dia akan membunuhnya. 

Dong ho dan manager Byun memutuskan untuk kembali ke kantor lama mereka. Manager Byun senang karena dia merasa seperti pulang kerumah. Sedangkan Dong ho malah teringat saat pertama kali Jin woo kesitu sambil membawa tas yang berisi uang dan memohon agar ayahnya dibantu. Manager Byun bertanya kapan Dong ho akan menyerang grup Il ho.
"tunggu sedikit lebih lama, semakin lama kau menunggu, semakin besar mangsanya, sudah hampir waktunya"

Min soo dan ayahnya kembali ke pabrik dan berniat untuk membersihkan pabrik mereka. Mereka yakin jika menang nanti, pabrik nya bisa beroperasi lagi. Min soo senang melihat ayahnya bersemangat. Jin woo menyusulnya tak lama untuk meminta daftar karyawan Smile Light Bulbs. Di kantor, In ah jadi bertanya kenapa dia minta daftar itu. Menurut Jin woo, hal hal sepele itu adalah yang paling penting. In ah tersenyum dan ingat kalo Jin woo pernah berkata hal yang sama 4 tahun lalu, di kantor polisi saat kejadian pencurian di bus. Jin woo terkejut karena In ah masih mengingatnya.

Dengan terburu buru, det Gwak masuk ruang kepala jaksa Hong. Dia minta bantuan jaksa Hong untuk bicara pada Gyu man karena dia sudah mabuk dan berbuat salah. Kepala jaksa Hong memotongnya,
"kamu pikir dimana kamu? apa kamu pikir kamu bisa datang dan berbicara denganku hanya karena kita makan bersama satu kali?aku bisa menemukan penggantimu dalam waktu singkat"
Sukurin det Gwak...Kepala jaksa Hong juga mengingatkannya untuk berhati hati kalo dia masih ingin berada di sisi Gyu man. Dengan menahan emosi, Det Gwak berkata kalo selama ini dia sudah bekerja keras untuk Gyu man dan jaksa Hong. Jaksa Hong malah menjawab dengan santai "apa aku memintamu untuk melakukan itu?". Dia menambahkan kalo det Gwak melakukannya untuk kepentingannya sendiri dan dengan tidak sabar dia mengusir det Gwak keluar.

Suk kyu melihat kembali berkas pembunuhan mahasiswa Seochon. Dia ingat saat In ah dengan serius berkata kalo dia yakin Jae hyuk tidak bersalah. Saat akan keluar dari gedung pengadilan, dia melihat Yeo kyung dan memanggilnya. Dia tahu kalo Yeo kyung yang jadi juri di persidangan pertama Jae hyuk dulu. Dia  ingin tahu perdapat Yeo kyung, apakanhmenurutnya, Jae hyuk memang bersalah. Tapi jawaban Yeo kyung sangat berbeda dengan In ah. Dia yakin kalo Jae hyuk memang bersalah. 

Kepala jaksa Hong menemui Gyu man untuk membahas det Gwak dan Suk kyu. Mereka sepakat kalo det Gwak sudah tidak mereka butuhkan lagi. Dan soal Suk kyu, jaksa Hong melaporkan kalo dia masih ragu dengan kemungkinan Jae hyuk bersalah. 

Dan benar, Suk kyu menunggu Jin woo dan In ah pulang dikantornya. Dia penasaran dengan kasus jae hyuk.
"ada sebuah video pengakuan dari Kim Hyun ok, dan juga laporan investigasinya menunjukkan banyak kekurangan, pergantian hakim yang begitu tiba tiba, belum pernah terjadi sebelumnya"
"bagiku, 4 tahun yang lalu, dan bahkan saat ini, aku percaya dan masih percaya bahwa dia tidak bersalah, itu karena aku melihat video pengakuan dari pembunuh sebenarnya"
Suk kyu terkejut. Dia terdiam saat Jin woo menyebut nama Nam Gyu man sebagai pembunuh yang sebenarnya.

Di kantor lamanya, Dong ho memandangi fotonya bersama ayahnya. Dia ingat saat ayahnya ngebut sebelum kecelakaan itu. Dong ho yang heran bertanya ada apa dengan ayahnya. Ayahnya hanya menjawab kalo dia  punya alasan melarikan diri seperti itu.

Hari itu ayah dan ibu In ah datang ke kantor disaat semuanya sedang sibuk. Mereka membawakan pitsa dan  minuman. In ah terkejut melihat ibunya. Bahkan dia juga membersihkan barang barang In ah yang berserakan di sekitarr kantor. Ibunya hanya meminta In ah untuk menjadi pengacara yang baik

Dong ho menemui manager pabrik, Tn Shim Byung hoon. Kebetulan anak nya sedang sakit dan dia butuh untuk segera dirawat. Dong ho menggunakan kesempatan ini untuk membujuknya memberikan keterangan palsu dipengadilan dengan balasan pengobatan anaknya gratis di Rs Il ho.

Sedangkan Jin woo masih berkutat pada menemukan bukti  di laboratorium. Dia bahkan merekamnya setelah dilakukan percobaan disana.
"lampu yang biasanya digunakan untuk microwave adalah 10 W dan resistensi filamen berada diatas 1,5 kW,  seperti yang kamu lihat, masalah dapat terjadi ketika arus yang lebih tinggi mengalir masuk. Filamen yang terbakar menyebabkan masalahnya"
kesimpulannya adalah microwave tidak akan meledak hanya karena bola lampu yang rusak. Kecuali kalo bola lampu itu benar benar cacat.

Presdir Suk dikenalkan oleh Gyu man dengan presdir Yang Hyun soo dari Youngwon elektronik untuk membicarakan kemungkinan kerjasama pembuatan bola lampu. Saat mereka sedang bersulang, det. Gwak tiba tiba menyerobot masuk dan berteriak marah pada Gyu man karena diperlakukan tidak adil. Det Gwak akhirnya dibawa pergi dengan paksa oleh anak buah presdir Suk. Gyu man melihat nya dengan pandangan kejam.

Det Gwak dibawa kegudang tempat nya dulu menginterogasi Jae hyuk. Dia diikat diatas. Tak jauh dari situ, sebuah kamera kecil tersembunyi siap merekam mereka.

In ah mengunjungi ibu Jung ah dan memohon untuk meminjam benda benda yang digunakan sebelum kematiannya. Di buku agendanya, In ah melihat ada jadwal pertunjukan menyanyi tepat pada hari dia meninggal. Dan lagi dia menemukan kartu nama Soo bum disitu. In ah langsung menghubungkan kedua bukti yang dia temukan.
Disebuah ruang baca, Soo bum dan manager Byun sedang berdiskusi seru. Mereka membahas Kim Tae hee. Manager Byun memujinya dan berkata kalo dia membutuhkan wanita yang lebih tua untuk memimpinnya. Soo bum tertawa dan membalas kalo semua wanita diatas manager Byun semuanya pasti sudah menikah. Manager Byun dengan oonya malah bertanya "menurutmu Song Hye kyo, Kim Tae hee, dan Moon Chae won adalah ahjumma?". Soo bum jadi heran dan menjawab kalo mereka bertiga jauh lebih muda dari manager Byun, mana bisa dikatakan ahjumma. Ternyata eh ternyata...benar mereka bertiga lebih tua dari manager Byun, karena dia lahir tahun 1988. Hahaha..Soo bum jadi geregetan karena selama ini dia mengira dia lebih muda. Manager Byun ini boros di wajah ternyata. 

Keluar dari situ, Soo bum dicegat oleh In ah. Tanpa basa basi, dia langsung menuduh Soo bum telah mengundang Jung ah ke villa Seochon 4 tahun lalu. Soo bum mengelak. Dari jauh, Gyu man mengamati mereka. In ah menunjukkan kartu namanya yang disimpan Jung ah, tapi tetap Soo bum menyangkalnya.

Di mobil Gyu man bertanya pada Soo bum tentang In ah, tapi kali ini dia tidak berkata yang jujur. Dia hanya bilang kalo In ah mencoba mengorek beberapa informasi tentang Smile Light Bulbs. Gyu man tidak percaya begitu saja, meskipun Soo bum berusaha menyakinkannya.

Det Gwak menemui Jin woo dengan wajah babak belur.

Sementara itu, In ah yang menemukan bukti bahwa catatan bunuh diri ayah Jung ah ternyata dipalsukan, membawa bukti itu pada jaksa Tak. Dia jengkel mengetahui kalo selama ini grup Il ho dilindungi oleh kepala jaksa Hong.
"sekarang, karena aku sudah tahu tikus yang mencoba mengacaukan penyelidikan polisi, aku tak bisa menerimanya lagi"
Jaksa Tak mungkin jadi salah satu jaksa yang kariernya mandek karena berusaha menyelidiki beberapa kasus yang berhubungan dengan grup Il ho. Nasipnya sebenarnya sama seperti det. Bae.

Keluar dari kantor jaksa Tak, In ah berpapasan dengan kepala jaksa Hong Moo suk. Secara tidak langsung, jaksa Hong mengancam akan memecat jaksa Tak kalo In ah terus berusaha melibatkannya dengan kasus grup Il ho. In ah tidak takut, dia dengan tenang membalas kalo mungkin, jaksa Hong lah yang akan pergi duluan.

Jin woo dan Jae ik diusir keluarga korban ledakan saat mereka berusaha mencari informasi. Ternyata Dong ho sudah ada disana.  Jin woo bertanya kenapa Dong ho memberikan kartu namanya pada Min soo waktu itu. Dong ho menjawab hanya itu caranya agar mereka berdua bisa berhadapan di ruang sidang.
"Jin woo, jika kau ingin menjatuhkan Nam Gyu man, kalahkan aku dulu. aku pasti akan mengalahkanmu di pengadilan, jadi kamu harus mengalahkanku"
Tanpa tahu maksud tersembunyi Dong ho, Jin woo memastikan kalo dia yang akan menang nanti. Dong ho tersenyum mendengarnya.

Saat Jae ik pusing karena gagal mendapatkan keterangan korban, tiba tiba manager Shim melintas didepan mereka sambil mendorong kursi roda anaknya. Sepintaspun, Jin woo sudah tahu kalo Dong ho berhasil membujuk manager Shim untuk memberikan keterangan palsu nanti dipersidangan. Jin woo menawarkan akan meminjami uang untuk perawatan anaknya. Dia juga mengingatkan kaalo Smile Light Bulbs sudah seperti keluarga buatnya.
"kau mencoba untuk menyangkal semua tahun yang kau jalani bersama Smile Light Bulbs dengan kesaksian palsumu"
Manager Shim sepertinya memikirkan perkataan Jin woo.

Hari itu Soo bum merasa harga dirinya diinjak injak karena teman Gyu man ingin dia membungkukkan badan dengan hormat saat mereka bertemu. Gyu man bahkan memaksa Soo bum bungkuk 90 derajat dihadapan temannya. Apalagi teman Gyu man menyebut kalo dia seharusnya jangan bergaul dengan orang rendahan macam Soo bum. Gyu man menepuk pipi Soo bum dan berkata sinis kalo selama ini Soo bum tahu posisinya dan dia tidak punya kebanggaan. Tangan Soo bum terkepal menahan marah.

Akibatnya hari itu dia melampiaskan kekesalannya dengan mabuk ditemani oleh jaksa Suk. Tanpa dia sadar, Soo bum berkata "jika aku buka mulutku, Gyu man akan langsung masuk penjara....anak itu tidak menyadari bahwa aku memegang garis hidupnya...kurang ajar....".

Jaksa Suk langsung bisa menyimpulkan kebenaran kata kata Jin woo tentang pembunuhan yang dilakukan Gyu man.

Jin woo memberikan petunjuk bahwa ada pabrik lain yang bangkut setelah di tuntut grup Il ho. Kasusnya sama dengan  Smile. Bedanya mereka bergerak dibisnis sistem pendingin kulkas. Jae ik dan In ah langsung menemui mantan presdir pabrik itu.

Ternyata selama ini, untuk mengkamuflasekan kejahatannya, ketua Nam sering melakukan pelayanan publik pada orang miskin, dan sekarang diikuti Gyu man. Mereka memberikan makanan gratis pada orang orang tua. Bahkan ada yang memuji kalo sifat dermawan sudah turunan dari keluarga Nam. Preeettt.
Tak lama, disaat Gyu man masih melayani orang orang itu, ponselnya berbunyi. Ada kiriman video yang isinya saat dia dan presdir Suk menyiksa det Gwak. Dengan jelas disitu terdengar kalo Gyu man mengakui sendiri, dia sudah menyuruh det Gwak membunuh. Gyu nam kaget. Apalagi, tak lama si pengirim video, siapa lagi kalo bukan Jin woo menelpon dan sedikit mengancamnya. Gyu man yang emosi langsung berteriak marah dan membalikkan meja tempat makanan, membuat semua orang kaget.

Usut punya usut, det. Gwak lah yang memberikan flashdisk berisi rekaman video itu. Entah bagaimana caranya dia bisa dengan tepat menyiapkan alat perekam itu dan kabur dari siksan preman preman presdir Suk. Yang pasti dia sudah mengakui ketololannya mengabdi pada orang yang salah.
"silahkan berfikir sesukamu...aku adalah seorang idiot..untuk mempercayai dan setia kepada sampah itu seperti anjing, tapi aku tak bisa jadi satu satunya yang hancur"
Det Gwak berencana membawa Gyu man untuk ikut hancur bersamanya. 

Investigasi In ah dan Jae hyuk mendapat titik terang kalo sebenarnya itu adalah kesalahan Youngwon Elektronik, perusahaan yang dipimpin presdir Yang. Orang yang dikenalkan Gyu man pada presdir Suk agar bekerja sama memproduksi bola lampu dulu. Youngwon membuat sistem kabelnya rusak. Tapi tetap saja, melalui penyelidikan internal grup Il ho, anak perusahaan itulah yang disalahkan bukannya Youngwon, sehingga mereka menarik semua kulkas yang diproduksinya. Padahal beberapa lembaga yang meneliti menyatakan kabel buatan mereka layak.

Tanpa menunggu lama, jaksa Tak menunjukkan taringnya. Dengan mengantongi ijin dari jaksa wilayah, dia menyita semua dokumen di kantor kepala jaksa Hong. Jaksa Hong tidak bisa berkutik lagi. 

Selanjutnya, In ah dan Jae ik berusaha menemui presdir Yang. Tapi sayang presdir Yang menolak untuk bertemu setelah tahu mereka mewakili Smile Bulbs.

Jaksa Hong menghubungi Gyu man untuk memberitahunya bahwa dia sekarang sedang dalam penyelidikan internal affairs. Dia menyebut bahwa In ah lah sumbernya.

Dong ho dan manager Byun berhasil membuat mata mata presdir Suk, yang terus mengikutinya babak belur. 

Disaat keadaan sedang tegang, Jin woo malah mendapat berita buruk dari dokter.  Dokter berharap Jin woo tidak terlalu sibuk atau dia akan sakit. Bahkan dia menyebut kalo ingatan Jin woo itu yang super itu sebenarnya sebuah cacat. Jin woo memaksa bertanya berapa banyak waktu yang tersisa buatnya sebelum jatuh pada kondiri terburuk.
"semakin kamu menggunakan ingatanmu, itu hanya akan memperburuk....paling lama setahun...enam bulan adalah skenario terburuk, ketika berdegenerasi, kamu akan mulai kehilangan ingatanmu sedikit demi sedikit"

Jin woo syok mendengarnya. Dia ingat saat menyedihkan ketika ayahnya tidak bisa mengenalinya sama sekali saat di penjara.

Di kantor, In ah sedang menunggu Jin woo pulang di kamar rahasianya. Tanpa dia tahu, Gyu man dan Soo bum masuk kantor mereka. Melihat pintu kamar rahasia terbuka, Gyu man penasaran karena ada ruang dibalik rak buku. Dan saat dia masuk, Gyu man akhirnya melihat semua gambar dan foto semua orang yang berhubungan dengannya. Dia menatap In ah tajam. Sementara itu, Jin woo dengan langkah gontai, berjalan menuju kantornya.


KOMENTAR

Dugaan saya sih....Il ho membuat sub kontraktornya bangkrut biar mereka bisa memproduksi sendiri bekerjasama dengan rekanan mereka. Kayak presdir Suk akhirnya dengan Youngwon kerjasama dalam pembuatan bola lampu. Youngwon sendiri juga memproduksi sistem pendingin setelah sub nya di gugat. Masuk akal gg sih? Mereka mungkin pengen menguasai pasar sendiri. Dengan begitu kekuatan mereka akan semakin besar karena bekerja sama dengan perusahaan yang bisa mereka "beli".

Penyakit Jae hyuk menurun dengan cepat ke Jin woo. Karena selama ini Jin woo terlalu memforsir ingatannya, jadi ya kemungkinan dia lebih cepat pikun nanti.

Saya penasaran bagaimana Soo bum membalas dendam pada Gyu man. Dia kan pengecut aslinya.

Saya sengaja postingnya hari rabu biar kalian gak lama lama penasarannya, kan nanti malam sudah tayang episode 13 nya. Apalagi Lilik pasti cepet bikin recapsnya. Hehehe aslinya ngeles ini. Oke deh...ketemu di tempat Lilik ya.

2 komentar:

  1. Tadi malam udah episode 15 mbaaaaaak^^"
    Tp thank you:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha mian...saya baru sadar kalo udah eps 15...maaf ya..

      Hapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...