Kamis, 31 Maret 2016

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 7

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 6


Beberapa Episode Sebelumnya
Pak Han adalah guru pengganti wali kelas di kelas 2-3 SMU Yosan yang misterius. Dengan caranya sendiri, dia berhasil membujuk 3 murid untuk menjual jiwa mereka ditukar dengan keinginan. Kim Seul gi, Oh Ki chul, dan Ahn Si yeon sudah menjadi korban, siapakan berikutnya?......

*          *          *


Seorang siswa menatap cermin dengan pandangan mata kosong. Sepertinya dia berusaha keras mengingat sesuatu.
"ini kelas 2-3 SMA Yosan, teman teman sekelasku ada Go Do hae, Kang Ye rim, Seo Sang woo, Go Ki tae......Go Ki tae adalah temannku, sahabat baikku, dan namaku....siapa namaku??"
Saat itulah sebuah teriakan keras memanggil namanya dan membuatnya menoleh "hei....Cheon Jae su!"

Go Ki Tae menggedor pintu toilet dengan keras. Dia mengingatkan Jae su kalo sekarang waktunya sudah mepet masuk kelas. Didalam, Jae su dengan tenang menyalin materi ujiannya di post it dan di jari tangannya. Istilah kerennya sih Jae su ini mau ngerpek.
Dikelaspun, Jae su bolak balik melihat post it yang ditempel di pergelangan tangannya. Sampe sampe dia kanget waktu Ki tae datang dan bertanya kisi kisi ujian hari itu. Jae su memberitahu beberapa soal yang mungkin keluar, dan Ki tae dengan gembira langsung berlari ke mejanya untuk ngerpek juga di kursi. Haha sama aja ya kelakuan anak anak sekolah dimana mana.
Pak Han datang dan memberi pengarahan sebelum ujian dimulai.
"mulai hari ini, ujian tengah semester selama 3 hari kedepan dimulai. Entah kalian rajin belajar atau tidak sudah siap atau tidak, pada akhirnya ada yang peeringkat 1 dan terakhir di kelas ini, jadi kalian tidak perlu minta contekan yang lain karena kalianlah yang jatuh"
Lalu Pak Han minta muridnya untuk bertukar posisi dengan teman sebelahnya. Ki tae yang sudah susah susah menyalin jawaban dibangkunya langsung lemas. Jae su tersenyum melihatnya dari bangku depan.

Saat ujian sudah dimulai, Jae su mulai melirik kertas contekannya berkali kali. Dia tidak sadar kalo Pak Han yang berdiri diseberang dan membaca buku diam diam tersenyum. Dia tahu apa yang dilakukan Jae su.
Pak Han lalu jalan mengelilingi kelas sampai akhirnya dia hampir mendekati bangku Jae su. Tepat saat itu pula, kertas contekannya jatuh.Jae su gugup karena tahu sebentar lagi Pak Han bakal lewat disebelahnya. Beruntung Ki tae tiba tiba memanggil Pak Han karena ijin mau ke toilet, jadi Jae su dengan cepat mengambil kertas contekan itu dan memakannya...(hah...??)
Pak Han rupanya tahu kalo Ki tae bermaksud mengalihkan perhatiannya dari Jae su tadi. Dia hanya tersenyum tipis.

Ye rim masuk ruang guru untuk meletakkan file di meja Pak Han. Tapi dia tidak langsung keluar malah menoleh kanan kiri untuk memastikan kalo situasi aman sebelum membuka laci meja Pak Han. Dia melihat daftar absen yang aneh. Ada beberapa nama yang dicoret dengan tinta merah. Tentu saja itu nama teman sekelasnya yang sudah menghilang. Paling bawah, ada tanda tanya disebelah nama Cheon Jae su.
Tiba tiba Pak Han memanggilnya. Ye rim kaget dan langsung menutup laci meja. Dia  bertanya apa yang dilakukan Ye rim. "Saya bawa file yang anda minta" jawab Ye rim. Mendengarnya, Pak Han seperti biasa hanya tersenyum kecil, tahu kalo Ye rim memang sudah berusaha menyelidikinya. Pak Han menyuruhnya keluar, tapi tatapan matanya terus mengikuti Ye rim. 

Saat Ki tae main basket sendiri dilapangan, Jae su menghampirinya. Dia berhutang terimakasih karena sudah diselamatkan Ki tae. Jae su penasaran, bagaimana bisa Ki tae bisa tahu kalo dia menyontek.
"nggak usah kaget...karena pertemanan kita ya jelas aku tahu lah. Kau ditoilet lama lama aku sudah tahu. Kau kenapa? murid baik sepertimu sampai berani menyontek, ada apa?"
Jae su tidak menjawab malah berusaha memasukkan bola ke net. Bola nya jatuh kebawah kemudian menggelinding tepat dikaki Pak Han. Mereka melihat Pak Han mencoba memasukkan bola ke net tapi gagal. Kemudian dia berpaling pada Jae su dan menyuruhnya ikut ke ruang BK. Jae su dan Ki tae saling pandang.

Pak Han duduk dimeja sambil menulis. Tanpa menoleh dia bertanya pada Jae su.
"ujianmu lancar? kau punya teman baik yang membantumu, bapak rasa ujianmu bakal bagus"
Dia mengucapkan kalimat terakhir smbil menatap tajam Jae su. Entah kenapa, tiba tiba Jae su merasa tenggorokannya seperti tercekik, kemudian dia terbatuk batuk dan kertas post it yang tadi ditelannya jadi keluar. Pak Han hanya berkata kalo ternyata kertas itu belum dicerna dengan baik. Lalu dia mengambil botol minuman kaleng dan menyodorkan ke Jae su "minumlah!"
Jae su masih ngotot kalo dia tidak mencontek. Pak Han tersenyum "tentu saja....tadi bapak hampir saja memergokimu". Mendengar jawaban Pak Han barulah Jae su dengan ragu mengambil minuman kaleng itu dan meminumnya. Kemudian Pak Han menyodorkan soal ujian tadi dan meminta Jae su mengerjakan. Kalo dia bisa menyelesaikan soal itu tanpa contekan, Pak Han akan menganggap Jae su tidak menyontek.

Jae su melihat soal ujian didepannya. Tiba tiba dia merasa aneh, matanya kabur dan tidak bisa fokus pada kertas ujian.

Masih linglung, Jae su pergi ke perpustakaan. Di depannya ada banyak tumpukan buku. Ki tae muncul tiba tiba dan bertanya khawatir ada apa didalam ruang BK tadi. Jae su menjawab dengan tidak bersemangat kalo dia harus mengerjakan ujian berikutnya dengan baik. Dia melirik buku yang dibawa Ki tae dan membukanya dengan cepat seakan akan dia bisa menyerap semua ilmu didalamnya.
Jae su tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Dia merasa mual dan akhirnya muntah dikamar mandi. 

Ujian ke 2 dimulai, dan tanpa diduga, Jae su bisa menyelesaikannya dengan cepat, jauh lebih cepat dibandingkan yang lainnya. Sampai Pak Kim heran dikiranya Jae su tidak bisa mengerjakan. Padahal materi ujiannya sulit.

Karena penasaran, Ki tae bertanya selesai ujian apa Jae su hanya menyerahkan lembar jawaban kosong. Masih dengan sorot mata yang kosong, Jae su menjawab kalo soal ujiannya  terlalu gampang.  Dia bahkan membantu Ye rim dan beberapa temanya yang sedang berdiskusi tentang jawaban soal tadi. Tapi saat dia mau menerangkan jawaban yang lain, tiba tiba pandangnya kembali kabur dan tidak fokus.

Jae su akhirnya sadar kalo dia bisa sangat pintar mengingat karena minuman yang diberikan Pak Han. Jadi, dia memberanikan diri minta minuman itu lagi. Seperti biasa, Pak Han mempersulitnya dan menawarkan solusi lain. "Kalo kau ingin membelinya, kau harus bayar dengan hal lain" kata Pak Han.

"Pake apa?"
"Ingatan...."
"Ingatan?"
"ingatan yang tak kau perlukan lagi yang membuat otakmu penuh, kalo kau ingin dapat ilmu, ingatan yang tidak diperlukan harus dihapus, kau bersedia Cheon Jae su?"
"kalo saya bersedia, nilai saya akan jadi yang tertinggi?....saya bersedia"
KONTRAK DISEPAKATI

KOMENTAR

Lagi lagi karena keserakahan dan putus asa. Saya heran, diawal episode kan dijelaskan kalo Jae su termasuk murid pandai, juara 2, tapi kenapa dia jadi nyontek?. Kayaknya memang Jae su berambisi jadi yang pertama disekolah.

Ingatan menggantikan ingatan. Yang gak perlu ya dibuang. Masalahnya Jae su gak bisa memilah mana yang harus dibuang mana yang tidak. Diawal episode dilihatkan sepertinya ingatan Jae su yang dibuang berhubungan dengan lingkungan dan teman teman sekelasnya. Dia bahkan tidak ingat siapa dirinya. Lha trus piye???

Biarlah mbk Fanny yang menjelaskan nanti....

Selasa, 29 Maret 2016

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 5

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 4

Ye rim melihat nama yang tertera didalam kontrak itu. Sayangnya Ye rim tidak ingat dengan 2 orang teman sekelasnya itu. Waktu kenop pintu dibuka, mereka berdua cepat cepat bersembunyi di bawah kolong meja Pak Han. Saat Pak Han masuk, dia melihat kursinya sudah berubah posisi. Dia hanya tersenyum memandangi mejanya, seakan akan dia tahu kalo ada orang yang ngumpet disitu. Ye rim dan Sang woo menahan nafas, takut kalo Pak Han memergoki mereka. Untung, tak lama kemudian. Pak Kim datang dan menagih janjinya untuk memberikan konsultasi soal asmara. Pak Kim mengajaknya minum kopi diruang santai. Sebelum keluar, Pak Han tersenyum misterius kearah mejanya.

Ahn Si yeon berlari dan berhenti didepan kaca misterius yang besar. Dia masih berusaha mengatur nafasnya yang terengah engah saat melihat sosok berjaket hitam dan memakai tudung kepala mendekatnya. Si yeon ketakutan.
*          *          *

Jam istirahat, Ahn Si yeon bercerita kalo dia punya stalker pada Ye rim dan 2 orang temannya.
"Sekeliling gelap, aku tak bisa melihat jelas, tingginya sih sekitar 180, kurus dan memakai tudung kepala"
Park byul, salah seorang temannya bertanya pada Ye rim, apa yang harus dilakukan, Ye rim menjawab kalo Si yeon harus melapor pada sekolah karena takut kalo ada kejadian yang berbahaya. Tapi Park byul tidak setuju, menurutnya penguntit itu tidak ada karena pasti mereka pernah melihatnya juga. Mendengar itu, Si yeon agakgugup. Apalagi, Sang woo yang tiba tiba datang membenarkan Park byul. "Betul tuh, kalo ada orang semacam itu harusnya sudah kupotret duluan" katanya.

Ye rim merasa orang tua dan pacar Si yeon pasti khawatir. Tapi Si yeon menjawab kalo orang tuanya tinggal berjauhan dan pacarnya malah ada di Boston. Park Byul diam diam melihat buku warna pink yang dipegang Si yeon. Dia menyela Si yeon karena seingatnya pacarnya ada di New York. Si Yeon diam tak menjawab kemudian pamit pergi karena mau ke perpus mengambalikan buku. Entah kenapa Park byul ini sepertinya tidak percaya dengan cerita Si yeon. "Hidupnya ngenes banget, kalo dibuat buku pasti best seller" ujarnya.

Siang itu Pak Han menerangkan tentang sastra. Lebih tepatnya tentang  penulisan karakter. Menurutnya, kepribadian si penulis akan berpengaruh pada karakter yang akan ditampilkan. Park byul bertanya bagaimana kalo penulisnya ternyata adalah seorang pembohong, sambil melirik Si yeon. Pak Han yang tahu segalanya, malah memberikan jawaban yang sepertinya membela Si yeon.

"ah..inti membuat cerita adalah menari perhatian dan minat pembaca. Meskipun kau mengatakan semuanya bohong, selama itu menarik perhatian, hal itu akan benar, setidaknya didunia cerita"

Dia kemudian membagikan nilai tugas menulis. Dan Si yeon mendapat nilai terbaik. Jadi, Pak Han memintanya ke ruang BK untuk mengambil hadiah yang sudah disiapkan. 

Saat Si yeon kembali ke bangkunya, Park byul dengan suara yang dibuat buat minta Si yeon untuk menelpon pacar Bostonnya dengan video call. Yang lainnya juga ternyata kepo. Tapi Si yeon cuma diam.

Pak Han memberikan sebuah buku diary sebagai hadiah. Dia minta Si yeon menuliskan daftar keinginannya disitu dan akan menjadi kenyataan. Si yeon pun menulis.
"yang paling kuinginkan sekarang adalah pacar Seok Pil ho. Sekarang ini dia sekolah di Boston, dia tinggi seperti seorang model, stylenya luar biasa keren, yang pasti dia hanya melihatku seorang. oh ya Pil ho memiliki bakat dibidang seni, meskipun dia ingin jadi gitaris. Dan setahun belakangan ini , ada yang menguntitku kemana mana"

Si yeon selesai menulis, dan Pak Han menyuruhnya keluar tanpa membawa serta buku diarynya. Si yeon bingung karena menyangka kalo buku itulah hadiahnya. Pak Han tersenyum sambil menggelengkan kepala. Dia menyuruh Si yeon menunggu hadiah sesungguhnya datang.

Kembali ke kelas, Si yeon masih galo dengan perintah Pak Han tadi. Hadiah apa lagi yang harus dia tunggu. Tiba tiba Park byul mengagetkannya. Dia terus memaksa Si yeon untuk menelpon pacar Bostonnya. Si yeon menolak dengan alasan perbedaan waktu. Tapi bukan Park byul namanya kalo gak ngotot.
"lho...sekarang kan jam 11 pagi...berarti Boston jam 8 malam kan?"
Pak Han berjalan menuju kelas 2-3. Diikuti oleh seorang siswa pindahan.

Park byul masih memaksa Si yeon, padahal Si yeon sudah menambah alasan biaya video call yang mahal. Tepat saat Si yeon kehabisan alasan, Pak Han masuk kelas dan memperkenalkan seorang siswa baru.
"Kelas kita ada murid baru, Seok Pil ho. Pil ho datang dari Boston tapi dia tidak asing dengan bahasa Korea, bertemanlah dengannya!"
Selesai memperkenalkan diri, Pak Han menyuruh Pil ho duduk. Pil ho berjalan kearah bangku belakang. Tanpa diduga, dia berhenti di bangku Si yeon, duduk jongkok dan memegang tangannya. Si yeon jadi bingung.
"kau sudah lama menunggu ya? aku merindukanmu"
Si yeon menoleh ke Pak Han yang tersenyum, sedangkan Sang woo sampe gigit pulpen saking sosuitnya si Pil ho.

Karena masih tidak mengerti dengan kejadian tadi, Si yeon bergegas ke kantor Pak Han untuk bertanya. Pak Han menjelaskan kalo itulah hadiah yang sesungguhnya. Si yeon tetap masih belum mengerti.

"murid yang imajinasinya tinggi sepertimu kenapa seperti ini? bapak sudah bilang kan? apapun yang kau tulis akan jadi kenyataan"

Hanya saja Si yeon tidak mengira kalo Pil ho, pacar imajinasinya bisa menjelma jadi tokoh yang nyata. Pak Han berpesan kalo sebagai murid yang baik, si yeon harus mendengarkan apa kata gurunya.

Pil ho yang tahu kalo Si yeon suka dianggap berbohong karena punya pacar di Boston, membelanya didepan teman sekelas. Membuat semua iri.
"Yang dikatakan Si yeon tak satupun yang bohong.  Sebetulnya, akulah yang mengejarnya"
Park byul akhirnya minta maaf juga karena sempat mencurigai Si yeon berbohong. Si yeon tidak mempermasalahkannya. Saat itu mereka bertemu di tangga. Pil ho mengajaknya turun, tapi Si yeon merasa ada yang memperhatikannya dari tangga paling atas. Dia menoleh ke atas, tapi tidak ada siapa siapa.  Si yeon pun mengikuti Pil ho. Dari lantai atas, seseorang berbaju hitam muncul dari tangga.

Si yeon seperti seorang putri. Pil ho benar benar membuat iri dengan memanjakan Si yeon.
Bahkan sampai makanpun, dia mengambilkan untuk Si yeon. Pil ho mengawasi Si yeon makan. Sambil menoleh kebelakang, takut kalo ada yang mendengar suaranya, dia bertanya apa yang akan mereka lakukan lagi. Si yeon tidak tahu maksud pertanyaan itu.
"kemarin semua ceritamu jadi kenyataan kan? jadi mulai sekarang kau harus  menulis lebih baik lagi"
Lama lama dia mengerti kalo dia harus kembali lagi menemui Pak Han untuk mendapatkan diarynya. Tapi Pak Han malah berkata kalo hadiah untuknya cukup sampai disitu saja. Dia menawarkan solusi.
"mulai sekarang kau harus tanda tangan kontrak, tak masalah kan?"
"jadi kalo saya menandatangani kontrak ini, Saem akan memberikan diary itu kan?"
Si yeon terkejut Pak Han tiba tiba saja bisa duduk disebelahnya, padahal jelas jelas tadi dia didepannya. Si yeon pun menyetujui kontrak itu.

KOMENTAR

Saya penasaran dengan isi kontrak itu sayang gada terjemahannya. Pasti isinya gg serem karena baik Seul gi, Ki chul dan Si yeon tidak menunjukkan reaksi yang aneh saat membacanya. Pak Han sebenarnya sudah menyihir seluruh murid di kelas, karena tik ada satupun yang ingat tentang 2 teman mereka. Cuman Ye rim yang sudah mulai curiga. Semoga saat Ye rim mampir ke ruang BK, dia tidak terlalu serakah untuk minta sesuatu yang bakal disesali nya.

Oh kalo seandainya ada 1 murid yang gag bisa dibujuk Pak Han, gimana ya? apa jiwa jiwa yang sudah ditangkap bisa dilepas? Untuk membuat foto bersama muridnya, apa dia harus sukses mengambil semua jiwa tanpa ada yang gagal?

Rabu, 23 Maret 2016

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 3

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 2

Seorang siswa laki laki, Oh Ki chul, berjalan tertatih tatih dengan wajah babak belur ke depan sebuah kaca misterius yang besar. Sementara itu, terdengar banyak suara yang memanggilnya.

"Oh Ki chul...kau tidak mau berhenti?"
"keluar kau pengecut!"
"kalo tertangkap...mampus kau!"
"lari kemana kau?"
"hoii Oh Ki chul...bos kami? huh?"
Tiba tiba banyak murid laki laki yang mengerubunginya. Dan Oh Ki chul hanya menoleh tidak berdaya.

Jam istirahat kelas 2-3 SMA Yosan.
"Jangan pernah keruang BK"
Kang Ye rim tertegun membaca peringatan yang ditulis Kim Seul gi. Dia merasa terganggu dengan pikirannya sendiri kalo selama ini memang bangku itu ada yang menempati. Tapi sayang, Ye rim tidak bisa ingat siapa. Seo Sang woo pun tidak menaruh curiga apa apa melihat tulisan itu. Dia bahkan mengejek Ye rim ingatannya berkurang karena kurang tidur. 

Tiba tiba, Bang Ji seok masuk kelas dengan heboh dan berkata kalo Oh Ki chul, teman sekelas nya akan menantang Sang tae, pimpinan preman sekolah berkelahi. 

Oh Ki chul berjalan disamping Gyeong jin mengikuti Sung jin naik tangga menuju tempat Sang tae biasa mangkal. Gyeong jin ini teman Oh Ki chul, sedangkan Sung jin anak buah Sang tae. Oh Ki chul berteriak kesal pada Sung jin.
"Hei...setelah menghajar Gyeong jin apa kau tidak mau bertanggung jawab?
Sung jin tidak menjawab malah mempercepat jalannya. Gyeong Jin yang ketakutan berusaha menghalangi Oh Ki Chul mendatangi Sang tae. Sang tae sepertinya memang preman banget. Bahkan saat Sung jin mengadu kalo dia sudah dipukuli Oh Ki chul saja malah ditendang. 

Sang tae menyapa Oh Ki chul dengan dingin. Melihat Sang tae tega menendang anak buahnya sendiri, Oh Ki chul sepertinya sedikit takut.
Oh Ki chul menjelaskan kalo dia menghajar Sung jin karena melihat Gyeong jin sudah babak belur. Dia minta maaf karena sudah ikut campur dalam duel mereka berdua. Merasa urusannya sudah selese, Oh Ki chul balik kanan, tapi Sang tae mencegahnya.
"Peraturan perkelahian no. 3 SMA Yosan, tidak boleh ikut campur dalam duel orang lain, masih ingat kan? yang namanya peraturan harus dipatuhi demi ketertiban, tapi kau telah melanggar peraturan"
"benar...aku memang melanggar peraturan, tapi keroyokan menghajar Gyeong jin, kalian sama sekali tak menyesal? kalo kau melanggar peraturan hanya ada 2 cara, diam saja sampai lulus atau kau berani menantang untuk merebut posisi bos di Yosan...maju kalo berani!"
Sang tae dan yang lainnya tersenyum mendengar ancaman Oh Ki chul. Belum sempat Sang tae membalasnya, seorang guru datang dan membubarkan mereka. 

Seluruh siswa sudah mendengar tentang tantangan duel itu. Seo Sang woo dan Ji seok bahkan sudah mengunggulkan Sang tae. Ye rim mendengarkan mereka ngobrol dari bangkunya. Tak lama Oh Ki chul masuk kelas dengan frustasi. Dia menyesal sudah mengajukan tantangan itu. Jadinya dia sensi dan membentak teman sekelasnya karena diam diam memandanginya.
Ye rim yang jengkel dengan kelakuan Oh Ki chul, ganti menghardiknya. Ye rim marah karena Oh Ki chul mengganggu konsentrasi teman sekelasnya yang sedang belajar. Melihat Oh Ki chul melongo, Seo Sang woo menengahi mereka dengan berkata kalo Ye rim marah karena dia sedang "dapat" hehehe. Pasti itu ya satu satu nya alasan cowok kalo liat cewek sensi.

Wajah Sung jin nongol di pintu depan sambil berkata
"Oh Ki chul...selesai pelajaran buruan ke atap gedung sekolah!"
Pak Han, yang mau masuk kelas, memukul kepala Sung jin dengan map. Sung jin membungkuk dan pergi dari situ. Sedangkan Pak Han, melihat ke arah Oh Ki chul, menimbang nimbang sebentar dan berkata "Oh Ki chul....pergi ke ruang BK!". 

Sesi konsultasi kali ini seperti biasanya hanya ditemani dengan jam pendulum yang aneh itu. Pak Han dari awal sudah membahas kesempatan Oh Ki chul menang melawan Sang tae itu kecil. Oh KI chul yang disuruh tidur relax di kursi panjang protes karena merasa Pak Han tidak tahu apapun tentang dia.
"nah..no 2 SMA Yosan, Oh Ki chul. Kau selalu kalah oleh Sang tae, tapi sekarang kau lebih kuat dari dia kan? makanya sekarang kau mengira bisa mengambil alih posisi Sang tae"
Pak Han menyuruh Oh Ki chul berandai andai apa yang akan terjadi setelah dia berhasil mengalahkan Sang tae. Dengan tersenyum, Oh Ki chul menjawab
"menjadi bos"
Oh...jadi dia memang pengin ya menggantikan Sang tae jadi pemimpin di SMA. Tapi Oh Ki chul sempat protes karena curiga, kenapa Pak Han malah membahas masalah ini, padahal seharusnya dia melarangnya. Pak Han hanya menjawab diplomatis "jangan merusak suasananya....hal menarik seperti ini bapak bisa temukan dimana coba?". 

Pak Han akan memberinya kesempatan. Dia mengambil stempel dan membuat tanda di tangan Oh Ki chul tanpa menjelaskan apapun. Pak Han hanya berpesan mereka akan bertemu lagi tepat pada jam itu, sambil mengetukkan jarinya pada jam yang menunjukkan pukul 11.05.
"TANTANGAN"
Saking hebohnya duel maut ini, Ji seok sampai membroadcast bursa taruhan. Dan tetap Sang tae masih diunggulkan. Hebatnya lagi, Sang woo dan Ji seok , yang terus membuntuti Oh Ki chul, juga mengirimkan video latihannya di gedung olah raga. Sayang mereka ketahuan dan ponsel Sang woo dirampasnya.
Saat pelajaranpun, Oh Ki chul sudah tidak konsentrasi. Dia gugup dengan duel itu. Akhirnya dia memasang pelindung diperutnya. Oh ya, FYI, dari bursa taruhan sepertinya sekarang pendukung Oh Ki chul sudah mulai banyak loh.
Waktunya tiba, Oh Ki chul dengan percaya diri naik ke atap gedung sekolah. Gyeong Jin membuntuti dari belakang. Dia menoleh pada Gyeong Jin dan berkata
"kalo aku jadi pemimpin mulai sekarang sekolah ini akan menjadi dunia kita"
Dan dibelakangnya, banyak siswa yang mengikuti mereka.

VJ Ji seok dan kameramen Seo Sang woo is in da house. Hahaha saya sampe ketawa liat kelakuan 2 anak geje ini. Mereka berdua melaporkan live dari tempat kejadian.
"Hari ini adalah pertarungan abad ini Oh Ki chul melawan Kang Sang tae. Kalo kalian melihat taruhannya, prosentase menunjukkan 60% dan 30%, Sang tae masih unggul,akankah kali ini Oh Ki chul membalikkan keadaan dan menang? itulah yang kami nantikan dan pastikan sekarang ini"
Mereka berdua sudah berhadapan siap menyerang. Siswa lain membuat pagar mengelilinginya.
"kalo aku menang, aku akan jadi bos di Yoasan"
Dan bertarunglah mereka. Sang tae dominan menyerang Ki chul. Beberapa kali pukulan Sang tae mengenai badannya. Sampai akhirnya Ki chul bisa balas menendang perut Sang tae. Merasa bisa menang, Ki chul dengan agresif menyerang Sang tae lagi. Tapi lagi lagi Sang tae bisa menguasai duel dengan mendaratkan pukulan diperut Ki chul berkali kali. Cuman, Sang tae tidak tahu kalo perut Ki chul sudah ada pelindungnya jadi ganti tangannya yang berdarah. Tak sengaja Ki chul terpeleset batu dan jatuh, Sang tae bisa melihat kalo dia curang dengan memasang pelindung. Karena emosi, Ki chul langsung meyerang Sang tae, sayang kali ini dia tanpa perhitungan, akibatnya Sang tae yang memang kuat, meninju wajahnya sampai dia terhuyung dan pingsan.

Tau tau Ki chul terbangun seperti barusan bermimpi di ruang BK, persis waktu dia konseling dengan Pak Han tadi. Dia terengah engah dan berkeringat. Ki chul bingung dengan apa yang terjadi.
Dengan tersenyum Pak Han bertanya "mimpi yang sangat nyata kan?". Tapi Ki chul beranggapan kalo itu bukan mimpi. Pak Han menyuruhnya melihat stempel di tangannya. Ki chul terkejut karena stempel yang tadinya ada lambat laun menghilang. 

"Tantangannya, kalo kau kalah, kau akan dapat kesempatan lagi, kau barusan kembali ke jam 11.05. Baiklah...sekarang apa yang bisa kau lakukan?"
Merasa ada yang aneh, Oh Ki chul bergegas bangun dan akan pergi, tapi Pak Han mencegah dan membujuknya "Oh Ki chul....kau tidak ingin menang?"

Dan segera saja Oh Ki chul terbujuk. Pak Han mengeluarkan surat perjanjiannya itu. 

"jika kau kalah, kau bisa kembali ke jam 11.05 tapi dengan 1 syarat, kau tak akan menyerah dalam tantangan itu, kau harus janji begitu"

Begitu Oh Ki chul mengangguk, jarinya seperti dilukai dan mengelurakan darah. Darah dari menetes dan membentuk namanya. Kontrak sudah disepakati. Oh Ki chul kembali menerima stempel dari Pak Han. Jarum pendulum pun berhenti bergerak tepat ditengah.
Another soul locked into a mysterious mirror. Jiwanya Oh Ki chul.

KOMENTAR

Pak Han pasti sudah punya target siapa siapa yang bakal jadi korbannya. Anak yang bermasalah dengan temannya, anak yang punya ambisi besar, atau juga malah yang punya cinta bertepuk sebelah tangan. Saya agak merinding pas nonton ending eps 2, sebuah foto tua dengan Pak Han diantara siswa sekelasnya. Apa itu goalnya sebagai penyihir? mengumpulkan jiwa jiwa yang masih muda entah buat apa. Kenapa jadinya saya ingat  Dementor ya...mahluk penghisap jiwa yang ditakuti para penyihir di Harry Potter. 

Eh saya aja ato memang kalian merinding juga kalo Pak Han sudah berkata "Pergi ke ruang BK!"

Kita anggapa aja Ki chul sudah menjual jiwanya. Apa ada pesan yang akan dia tuliskan dibangku nya mungkin, seperti Seul gi dulu?. Kepoin tempat mbk Fanny ya...