Selasa, 29 Maret 2016

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 5

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 4

Ye rim melihat nama yang tertera didalam kontrak itu. Sayangnya Ye rim tidak ingat dengan 2 orang teman sekelasnya itu. Waktu kenop pintu dibuka, mereka berdua cepat cepat bersembunyi di bawah kolong meja Pak Han. Saat Pak Han masuk, dia melihat kursinya sudah berubah posisi. Dia hanya tersenyum memandangi mejanya, seakan akan dia tahu kalo ada orang yang ngumpet disitu. Ye rim dan Sang woo menahan nafas, takut kalo Pak Han memergoki mereka. Untung, tak lama kemudian. Pak Kim datang dan menagih janjinya untuk memberikan konsultasi soal asmara. Pak Kim mengajaknya minum kopi diruang santai. Sebelum keluar, Pak Han tersenyum misterius kearah mejanya.

Ahn Si yeon berlari dan berhenti didepan kaca misterius yang besar. Dia masih berusaha mengatur nafasnya yang terengah engah saat melihat sosok berjaket hitam dan memakai tudung kepala mendekatnya. Si yeon ketakutan.
*          *          *

Jam istirahat, Ahn Si yeon bercerita kalo dia punya stalker pada Ye rim dan 2 orang temannya.
"Sekeliling gelap, aku tak bisa melihat jelas, tingginya sih sekitar 180, kurus dan memakai tudung kepala"
Park byul, salah seorang temannya bertanya pada Ye rim, apa yang harus dilakukan, Ye rim menjawab kalo Si yeon harus melapor pada sekolah karena takut kalo ada kejadian yang berbahaya. Tapi Park byul tidak setuju, menurutnya penguntit itu tidak ada karena pasti mereka pernah melihatnya juga. Mendengar itu, Si yeon agakgugup. Apalagi, Sang woo yang tiba tiba datang membenarkan Park byul. "Betul tuh, kalo ada orang semacam itu harusnya sudah kupotret duluan" katanya.

Ye rim merasa orang tua dan pacar Si yeon pasti khawatir. Tapi Si yeon menjawab kalo orang tuanya tinggal berjauhan dan pacarnya malah ada di Boston. Park Byul diam diam melihat buku warna pink yang dipegang Si yeon. Dia menyela Si yeon karena seingatnya pacarnya ada di New York. Si Yeon diam tak menjawab kemudian pamit pergi karena mau ke perpus mengambalikan buku. Entah kenapa Park byul ini sepertinya tidak percaya dengan cerita Si yeon. "Hidupnya ngenes banget, kalo dibuat buku pasti best seller" ujarnya.

Siang itu Pak Han menerangkan tentang sastra. Lebih tepatnya tentang  penulisan karakter. Menurutnya, kepribadian si penulis akan berpengaruh pada karakter yang akan ditampilkan. Park byul bertanya bagaimana kalo penulisnya ternyata adalah seorang pembohong, sambil melirik Si yeon. Pak Han yang tahu segalanya, malah memberikan jawaban yang sepertinya membela Si yeon.

"ah..inti membuat cerita adalah menari perhatian dan minat pembaca. Meskipun kau mengatakan semuanya bohong, selama itu menarik perhatian, hal itu akan benar, setidaknya didunia cerita"

Dia kemudian membagikan nilai tugas menulis. Dan Si yeon mendapat nilai terbaik. Jadi, Pak Han memintanya ke ruang BK untuk mengambil hadiah yang sudah disiapkan. 

Saat Si yeon kembali ke bangkunya, Park byul dengan suara yang dibuat buat minta Si yeon untuk menelpon pacar Bostonnya dengan video call. Yang lainnya juga ternyata kepo. Tapi Si yeon cuma diam.

Pak Han memberikan sebuah buku diary sebagai hadiah. Dia minta Si yeon menuliskan daftar keinginannya disitu dan akan menjadi kenyataan. Si yeon pun menulis.
"yang paling kuinginkan sekarang adalah pacar Seok Pil ho. Sekarang ini dia sekolah di Boston, dia tinggi seperti seorang model, stylenya luar biasa keren, yang pasti dia hanya melihatku seorang. oh ya Pil ho memiliki bakat dibidang seni, meskipun dia ingin jadi gitaris. Dan setahun belakangan ini , ada yang menguntitku kemana mana"

Si yeon selesai menulis, dan Pak Han menyuruhnya keluar tanpa membawa serta buku diarynya. Si yeon bingung karena menyangka kalo buku itulah hadiahnya. Pak Han tersenyum sambil menggelengkan kepala. Dia menyuruh Si yeon menunggu hadiah sesungguhnya datang.

Kembali ke kelas, Si yeon masih galo dengan perintah Pak Han tadi. Hadiah apa lagi yang harus dia tunggu. Tiba tiba Park byul mengagetkannya. Dia terus memaksa Si yeon untuk menelpon pacar Bostonnya. Si yeon menolak dengan alasan perbedaan waktu. Tapi bukan Park byul namanya kalo gak ngotot.
"lho...sekarang kan jam 11 pagi...berarti Boston jam 8 malam kan?"
Pak Han berjalan menuju kelas 2-3. Diikuti oleh seorang siswa pindahan.

Park byul masih memaksa Si yeon, padahal Si yeon sudah menambah alasan biaya video call yang mahal. Tepat saat Si yeon kehabisan alasan, Pak Han masuk kelas dan memperkenalkan seorang siswa baru.
"Kelas kita ada murid baru, Seok Pil ho. Pil ho datang dari Boston tapi dia tidak asing dengan bahasa Korea, bertemanlah dengannya!"
Selesai memperkenalkan diri, Pak Han menyuruh Pil ho duduk. Pil ho berjalan kearah bangku belakang. Tanpa diduga, dia berhenti di bangku Si yeon, duduk jongkok dan memegang tangannya. Si yeon jadi bingung.
"kau sudah lama menunggu ya? aku merindukanmu"
Si yeon menoleh ke Pak Han yang tersenyum, sedangkan Sang woo sampe gigit pulpen saking sosuitnya si Pil ho.

Karena masih tidak mengerti dengan kejadian tadi, Si yeon bergegas ke kantor Pak Han untuk bertanya. Pak Han menjelaskan kalo itulah hadiah yang sesungguhnya. Si yeon tetap masih belum mengerti.

"murid yang imajinasinya tinggi sepertimu kenapa seperti ini? bapak sudah bilang kan? apapun yang kau tulis akan jadi kenyataan"

Hanya saja Si yeon tidak mengira kalo Pil ho, pacar imajinasinya bisa menjelma jadi tokoh yang nyata. Pak Han berpesan kalo sebagai murid yang baik, si yeon harus mendengarkan apa kata gurunya.

Pil ho yang tahu kalo Si yeon suka dianggap berbohong karena punya pacar di Boston, membelanya didepan teman sekelas. Membuat semua iri.
"Yang dikatakan Si yeon tak satupun yang bohong.  Sebetulnya, akulah yang mengejarnya"
Park byul akhirnya minta maaf juga karena sempat mencurigai Si yeon berbohong. Si yeon tidak mempermasalahkannya. Saat itu mereka bertemu di tangga. Pil ho mengajaknya turun, tapi Si yeon merasa ada yang memperhatikannya dari tangga paling atas. Dia menoleh ke atas, tapi tidak ada siapa siapa.  Si yeon pun mengikuti Pil ho. Dari lantai atas, seseorang berbaju hitam muncul dari tangga.

Si yeon seperti seorang putri. Pil ho benar benar membuat iri dengan memanjakan Si yeon.
Bahkan sampai makanpun, dia mengambilkan untuk Si yeon. Pil ho mengawasi Si yeon makan. Sambil menoleh kebelakang, takut kalo ada yang mendengar suaranya, dia bertanya apa yang akan mereka lakukan lagi. Si yeon tidak tahu maksud pertanyaan itu.
"kemarin semua ceritamu jadi kenyataan kan? jadi mulai sekarang kau harus  menulis lebih baik lagi"
Lama lama dia mengerti kalo dia harus kembali lagi menemui Pak Han untuk mendapatkan diarynya. Tapi Pak Han malah berkata kalo hadiah untuknya cukup sampai disitu saja. Dia menawarkan solusi.
"mulai sekarang kau harus tanda tangan kontrak, tak masalah kan?"
"jadi kalo saya menandatangani kontrak ini, Saem akan memberikan diary itu kan?"
Si yeon terkejut Pak Han tiba tiba saja bisa duduk disebelahnya, padahal jelas jelas tadi dia didepannya. Si yeon pun menyetujui kontrak itu.

KOMENTAR

Saya penasaran dengan isi kontrak itu sayang gada terjemahannya. Pasti isinya gg serem karena baik Seul gi, Ki chul dan Si yeon tidak menunjukkan reaksi yang aneh saat membacanya. Pak Han sebenarnya sudah menyihir seluruh murid di kelas, karena tik ada satupun yang ingat tentang 2 teman mereka. Cuman Ye rim yang sudah mulai curiga. Semoga saat Ye rim mampir ke ruang BK, dia tidak terlalu serakah untuk minta sesuatu yang bakal disesali nya.

Oh kalo seandainya ada 1 murid yang gag bisa dibujuk Pak Han, gimana ya? apa jiwa jiwa yang sudah ditangkap bisa dilepas? Untuk membuat foto bersama muridnya, apa dia harus sukses mengambil semua jiwa tanpa ada yang gagal?

3 komentar:

  1. gomawo sinopnya bener2 serasa aku ada dalam drama itu.....

    BalasHapus
  2. Emg ada yg brcita2 ada yg menguntitnya? Bner2 aneh nih imajinasi si yeon. Klo gue jdi dia, gua tulis top bigbang terbang dari korea ke indonesia buat ngajarin gue bahasa korea, hahaha. Kira2 bisa gak tu pak guru mwujudkan mimpi bodoh ini? :D

    BalasHapus
  3. Boleh pinjem gak tuh bukunya. Numpang lewat pengen nulis big bang konser gratisan di rumahku ha ha

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...