Rabu, 16 Maret 2016

Sinopsis Remember : War of the Son Episode 19


Dengan santainya jaksa Tak memperkenalkan In ah sebagai jaksa pengganti yang akan menangani kasus Gyu man. Tentu saja ini membuat Hong Moo suk dan ketua Nam geram. Mereka sama sekali tidak menyangka kalo jaksa Tak ternyata tidak loyal. 

Setali 3 uang dengan bapaknya, Gyu man juga emosi melihat Jin woo yang datang dikantornya. Sambil menginjak laptopnya, Gyu man mengancam kalo dia bisa membalikkan keadaan ini dan akan balik mengejar Jin woo. Tapi Jin woo malah tersenyum dan menyuruh Gyu man  untuk menunggu hukuman untuknya.

Dong ho protes kepada jaksa Tak karena tidak diberitahu tentang rencananya berpura pura ada dipihak ketua Nam. Apalagi Dong ho sebenarnya sudah gerah pengen meninju wajah jaksa Tak belakangan ini.

Jin woo bertemu  In ah dan bertanya bagaimana rasanya menjadi jaksa lagi. Rupanya In ah memang sengaja direkomendasikan Jaksa Tak pada Kepala Jaksa yang baru. Mereka berdua menertawakan reaksi Hong Moo suk saat tahu In ah lah yang akan menjadi jaksa Gyu man nanti.
Ketua nam memberi perintah Hong Moo suk untuk secepatnya mengganti jaksa dan hakim persidangan Gyu man. Sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan karena akan menimbulkan kotroversi dimasyarakat.
"Tuan, masyarakat tidak dalam kondisi yang menguntungkan saat ini, kita perlu menemukan cara untuk menaikkan popularitas lagi. Pertama tama kita perlu menjadikan masyarakat mendukung kita"
Usul Hong Moo suk adalah, meminta Ketua man menggelar konfrensi pers dan meminta maaf secara terbuka pada publik atas kesalahan anaknya.

Nah, Gyu man yang tidak tahu kalo ayahnya juga harus menanggung perbuatannya, terus saja berulah. Di kantor, dia memukuli karyawan kantor yang secara tidak sengaja membicarakan tentang statusnya yang akan segera dicopot sebagai presdir. Apalagi karyawan itu juga menyebutnya sebagai pembunuh. Dengan penuh emosi, dia menyeret karyawan itu keluar dari lift dan memukulinya tanpa perduli kalo hampir semua orang disana melihat dan merekam kejadian itu lewat kamera ponsel mereka.

Jin woo cs sedang berdiskusi tentang saksi mata yang harus mereka ajukan pada sidang. Mereka sudah punya Gwak Han soo, tapi menurut Jin woo ada 1 orang saksi lagi yang dia yakin bisa membantu mereka memenangkan mereka. Dia adalah Ahn Soo bum. Karena tidak mungkin meminta langsung padanya, In ah mengusulkan akan minta tolong pada hakim Kang agar membujuk Soo bum. Untungnya Hakim Kang mau membantu. Masalahnya, Soo bum seperti menghilang. Berkali kali hakim Kang mencoba menghubungi ponselnya, hanya dialihkan ke voice mail. Lalu dimanakan Soo bum?
Dia ternyata terkunci disebuah ruangan gelap dalam keadan terikat dan ada luka di dahinya. Soo bum sudah kehabisan tenaga untuk berteriak minta tolong, karena sepertinya memang sudah beberapa hari dia disekap disitu.

Video pemukulan karyawan kantor sudah tersebar di internet. Bukannya sadar, Gyu man malah menyalahkan Moo suk yang tidak bisa menangani masalahnya dengan benar.
Hari itu, ketua Nam menggelar konfrensi pers dan mengundang banyak reporter. Dia membungkukkan badan sebelum membacakan permintaan maafnya.
"aku minta maaf sedalam dalamnya karena kesulitan yang sudah disebabkan anakku, sebagai ketua grup Ilho dan ayah dari Nam Gyu man, aku mohon pengampunan, ini semua salahku. Terlepas dari putusan pengadilan, Nam Gyu man akan mengundurkan diri dari posisinya sat ini sebagai presdir juga semua jabatan yang dia punya disemua anak perusahaan. Bagian produksi Ilho akan dikembalikan posisinya. Aku juga akan minta maaf dan meninta pengampunan kalian sekali lagi"
Gyu man dan Dong ho sama sama menonton. Bedanya Gyu man geram dengan keputusan ayahnya, sedangkan Dong ho malah bertepuk tangan melihat ketua Nam harus dipermalukan seperti itu.
Dong ho dan rombongan ketua Nam bersimpangan dijalan. Dong ho memuji cara ketua Nam untuk mencari simpati publik, tapi Dong ho mengingatkan kalo mereka akan menghadapi masalah yang lebih besar lagi. Tak ketinggalan, Dong ho juga menyebut Moo suk sebagai anjing Ilho, dia bahkan menirukan gonggongan anjing untuk mengejeknya hehe.

In ah pulang kerumah dan mendapati ibunya marah karena In ah bersikeras untuk berada disamping Jin woo yang sewaktu waktu bisa kehilangan ingatannya.

Dirumah, Ketua Nam bertanya berapa lama Gyu man akan dipenjara kalo seandainya dia memang terbukti bersalah dipersidangan nanti. Moo suk menjawab paling lama sekitar 20 tahun, tapi mereka akan mengajukan grasi khusus setelah beberapa tahun. Tiba tiba Gyu man masuk dan memprotes keputusan ayahnya yang sudah mencopot semua jabatannya. Eh ini orang gak tau diri ya, udah salah masih protes.
"aku berkonsultasi dengan Tuan Hong tentang skenario terburuk yang mungkin terjadi pada kamu setelah sidang, aku menarik kamu keluar dari posisi kamu untuk menenangkan masyarakat, jadi tinggal dengan tenang"

Hong Moo suk mengunjungi Gwak Han soo dipenjara dan mencoba membujuknya untuk merubah kesaksiannya nanti dipengadilan dengan imbalan keluar dari penjara lebih cepat. Gwak Han soo tampaknya memikirkan tawaran itu.

Karena sudah beberapa hari kesulitan menghubungi Soo bum, hakim Kang akhirnya mendatangi Gyu man untuk bertanya tentang keberadan Soo bum. Hakim Kang curiga kalo Soo bum disuruh bersembunyi. Gyu man menjawab kalo Soo bum sudah berada di Amerika. Tapi Hakim Kang sama sekali tidak percaya. Dia segera menemui In ah untuk memberitahu hilangnya Soo bum. Jin woo yang mendengar kabar itu menyuruh Jae ik untuk mencari Soo bum.

Dengan bantuan Sang ho, mereka mencoba menelpon ponsel Soo bum, tapi tetap nihil. Dong ho yang tahu kalo saksi mata utama nya hilang, bergegas bembantu mencari. Dong ho menyuruh Sang ho mengumpulkan anakbuah mereka sementara dia menemui seorang hacker untuk mencari keberadan Soo bum.

Soo bum ternyata disembunyikan didalam sebuah kontainer. Gyu man mendatanginya. dengan sedikit kekuatan yang tersisa, Soo bum meminta agar Gyu man melepaskannya. Gyu man mau dengan syarat Soo bum harus mengambil alat bukti pembunuhan yang sudah ada ditangan Jin woo. Soo bum menolaknya.
"aku akan melakukan apapun selain itu"
"sejak kapan kau menjadi sangat keras kepala? kenapa kamu bisa menyembunyikannya selama ini?"
Karena Gyu man tetap tidak bisa membujuk Soo bum, dia lalu pergi tak perduli Soo bum terus memanggilnya. Tapi tak disangka, diluar sebuah mobil menghadangnya. Dong ho keluar dan menantang Gyu man. Tapi tentu saja, bukan dia sendiri yang menghadapi Dong ho. Anak buahnya mengepung dan menghajar Dong ho. karena kalah jumlah, Dong ho berhasil dilumpuhkan. Tapi bukan Dong ho kalo tidak punya skenario yang brillian. Disaat Gyu man mengira dia sudah menang, anak buah Sang hoo datang dan gantian menyerang mereka. Melihat anak buahnya kalah jumlah, Gyu man melarikan diri dari sana.
Soo bum berhasil diselamatkan. Sang hoo berterimaksih karena Soo bum masih bertahan hidup, sedangkan Soo bum balik berterimaksih karena sudah menyelamatkannya. Dong ho yang duduk dibelakang mengejek mereka yang terlalu so suit.
"ya ampun...kalian berdua seperi sepasang sejoli. pergilah kekamar kalian berdua"
Hehehe..Dong ho memang oyee deh. Apalagi Dong ho mengijinkan Soo bum untuk tinggal bersama dikantor mereka. Mereka sadar kalo nyawa Soo bum masih dalam incaran Gyu man.

Ternyata, Moo suk sudah memikirkan cara untuk membuat Gyu man lepas dari hukuman. Gyu man hanya harus memalsukan kematiannya sebelum sidang dimulai. Dan itu harus tanpa sepengetahuan Ketua Nam. Tentu saja solusi Moo suk itu tidak gratis. Dia minta kepemilikan resort golf yang ada diluar negeri diganti dengan namanya. Sayangnya mereka tidak sadar kalo Yeo kyung mendengar percakapan itu.

Dengan gembira, Dong ho mendatangi Jin woo dan membawanya ke kantor tempat Soo bum bersembunyi. Jin woo meminta Soo bum untuk bersaksi melawan mantan atasannya. 
"kupikir aku tak akan bisa bersaksi, apa kau tahu apa yang sudah aku pelajari selama puluhan tahun mengawasinya? jika kamu melawan Gyu man, kamu akan mati. Gyu man mungkin saat ini terpojok, tapi aku takut"
Jin woo tidak bisa merubah pendirian Soo bum, bahkan dengan tawaran kalo dia akan dilindungi sepenuhnya oleh Jin woo.

Dikamar, Gyu man memikirkan kembali solusi yang ditawarkan Moo suk. Setelah surat kematiannya dibuat, dia harus bersembunyi di China dan menggunakan identitas baru. Setelah semuanya reda, dia bisa mendapatkan kembali bisnisnya dan pulang ke Korea. Gyu man suka dengan ide itu.

Jin woo bersiap pergi ke sidang. Didepan kaca, dia ingat 4 tahun yang lalu saat menemui ayahnya dipenjara. Dia menangis melihat ayahnya menderita.
"bisakah kamu menebak apa hal tersulit saat tinggal disini? itu adalah karena aku tak bisa melihatmu bertambah dewasa, itu yang membuatku sedih. Aku hanya bisa membayangkan. Aku ingin membuat kenangan yang hebat bersamamu, aku benar benar sedih karena tidak  bisa melakukan itu Jin woo, aku benar benar menyesal"
Ayahnya tambah menangis, takut kalo semua kenangan akan Jin woo hilang karena penyakitnya.

Dan hari itu, sebelum mulai persidangan ulang ayahnya, dia berjanji akan nerusaha membersihkan nama ayahnya.

Di koridor ruang sidang dia dan In ah berpapasan. Mereka saling melempar senyum. In ah bahkan memeluk Jin woo untuk memberinya kekuatan. Dong ho melihatnya dari jauh.

Sidang dimulai dengan memanggil saksi pertama, Gwak Han soo. Akhirnya, det Gwak benar benar membuktikan bahwa dia akan membayar semua kejahatannya. Dia mengakui didepan sidang kalo dia memang memaksa Jae hyuk menandatangani surat pernyataan pembunuhan dibawah ancaman senjata.
"Seo jae hyuk tidak mengakui kejahatan itu, aku memaksa dia membuat pernyataan palsu"
Jawaban Gwak Han soo membuat pengunjung sidang mendesah panjang. Begitu juga dengan Dong ho yang sangat lega karena kesaksian itu. Apalagi Gwak Han soo menyebut ada bukti alat pembunuhan yang asli yang tidak ada sidik jari Jae hyuk. Tentu saja jaksa penuntut keberatan dengan pengakuannya, tapi hakim lebih penasaran karena dia meminta bukti itu dihadirkan saat itu juga. Gwak Han soo diam karena memang dia tidak menyimpannya. Tak disangka, tiba tiba tanpa diduga Jin woo dengan lantang berkata
"pembuka anggur yang digunakan sebagai bukti dalam persidangan 5 tahun lalu adalah palsu, aku akan menyerahkan pembuka anggur yang sebenarnya digunakan untuk pembunuhan sebagai bukti"
Jin woo menyerahkan pembuka anggur itu beserta bukti forensik yang yang menunjukkan perbedaan 2 sidik jari. Punya ayahnya dan si pembunuh. Sekali lihat saja, semua bisa menyimpulkan siapa yang benar benar melakukan pembunuhan. Tanpa takut, Jin woo menyebut Gyu man adalah pembunuh yang sebenarnya. Sayangnya hakim tidak lantas percaya, dia meminta dihadirkan orang yang sudah memberinya bukti. Karena itu menyangkut keabsahan barang bukti. Jin woo tidak bisa memberitahu karena sudah berjanji pada Soo  bum. 

Tanpa diduga, Soo bum datang dan bersedia bersaksi.
"tanggal 2 November 2011, pesta penyambutan Nam Gyu man, diadakan di villa Seochon, Oh Jung ah ada disana untuk bernyanyi. Pagi pagi setelah pesta usai, aku berlari kehutan setelah mendapatkan telepon dari Nam Gyu man. Oh Jung ah sudah mati saat aku sampai disana. Nam Gyu man berada dibawah pengaruh obat obatan, dia menyerahkan senjata pembunuhan kepadaku dan memerintahkan aku untuk mengurusnya. Dia kabur dari tempat kejadian, jadi aku menyembunyikan senjata pembunuh yang sebenarnya"
Soo bum mengakui kalo senjata yang ditemukan polisi di TKP itu palsu. Soo bum punya alasan sendiri kenapa dia menyebunyikannya. Dia takut suatu saat, Gyu man akan memfitnahnya dan menuduhnya membunuh Jung ah. 

Berita tentang kesaksian Soo bum sampai juga ketelinga Gyu man, sehingga dia memutuskan untuk mempercepat rencana melarikan diri ke China.

Hakim memberikan waktu pada Jin woo untuk memberikan argumen penutup. Dia mengatakan kalo Jae hyuk adalah ayahnya dan dia berniat membersihkan nama baiknya. Jadi dia akan terus berjuang untuk membuktikan kalo ayahnya tidak bersalah dan akan menangkap Gyu man yang sudah memfitnah ayahnya.
Pengadilan akhirnya memenangkan gugatan Jin woo. Jae hyuk dinyatakan tidak bersalah. Bahkan hakim minta maaf atas nama sistem pengadilan atas kesalahan yang telah mereka lakukan pada Jae hyuk dulu.

Ruang sidang sudah sepi, hanya tinggal Dong ho dan Jin woo. Dong ho sudah membuktikan kalo dia adalah teman Jin woo sampai akhir. Itu dia lakukan untuk menebus dosa nya pada Jin woo.

Karena sudah memenangkan kasus ayahnya, Jin woo baru bisa pulang kerumah lamanya. Dia membuka kotak dan mengambil surat yang ditulis ayahnya dulu. Setelah itu dia melihat foto mereka berdua saat bahagia dulu.

Yeo kyung masuk kamar kakaknya dan mencari pasportnya. Ketemu sih, pasport dengan foto Gyu man tapi dia sudah menggunakan identitas lain. Tak lama kemudian Gyu man masuk kamar dan melihat dengan curiga kearah adiknya. Karena Yeo kyung gugup, Gyu man jadi tahu kalo Yeo kyung menyembunyikan pasportnya. Dia mengambil pasport itu dan mengancam Yeo kyung agar tidak berkata apa apa.

Dengan surat perintah, In ah mendatangi kantor Gyu man untuk menangkapnya. Tapi ruangan itu kosong. Mereka berusaha melacak mobil Gyu man. Seorang jaksa lain menggeledah kediaman ketua Nam dan bertemu Yeo kyung. Dia bertanya kemana In ah.

In ah membuntuti sebuah mobil yang dicurigai sebagai mobil Gyu man. Mobil itu menuju dermaga. In ah mengabari Jin woo yang segera meluncur kesana. 

Ketua Nam mendapat telpon yang melaporkan kalo Gyu man hendak melarikan diri. Dia marah besar. Didepannya, Moo suk seakan akan tidak tahu dengan rencana Gyu man.

Sebuah mobil mewah melintas didepan pagar pengamanan polisi. Si supir terus menerjang tanpa perduli para polisi yang berusaha menghentikannya. Ada Gyu man dalam mobil itu.

In ah datang atas permintaan Yeo kyung. Dia kaget saat diberitahu kalo Gyu man berusaha untuk melarikan diri ke China. In ah segera bertindak. Dia menelpon Jin woo yang langsung menyangka kalo Gyu man memang pergi ke dermaga. Ternyata bukan hanya Jin woo yang punya pikiran seperti itu, Dong ho juga. Bedanya, Dong ho sudah ada didermaga karena dia membuntuti mobil Gyu man. Dengan pede, dia memotong jalan mobil itu dan membuka pintunya. Gyu man tidak ada. Sopir nya hanya tersenyum sinis, tahu siasatnya berhasil. 

Ternyata Gyu man tidak kedermaga. Dia kebandara dimana sebuah helikopter menunggu. Jin woo entah bagaimana bisa datang tepat dibelakangnya, membuat Gyu man marah. Dia hendak melangkah ke arah helikopter saat pilot menerbangkannya sebelum Gyu man masuk. Tak lama kemudian, In ah datang bersama polisi dan mengepungnya.

KOMENTAR
Akhirnya selesai juga tugas saya. Maaf ya telat banget postingnya. Aslinya, saya yang sering banget telat nulisnya, jadi nyebabin Lilik sama mbk Dee jadi molor juga hehe.

Kuis nih, ada yang bisa nebak gak, kenapa saya bilang dengan sekali lihat perbandingan sidik jari ini, bisa tau siapa pembunuh sebenarnya?. Aah kalian kan pada pinter, pasti bisa nebak hehee.

Tengkyu sudah menenin saya di Remember. Maachin juga buat Lilik sm Mbk Dee yang cukup sabaaar menunggu telatnya postingan saya. Gumawoooo....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...