Minggu, 10 April 2016

Sinopsis Page Turner Episode 2 (Bagian 1)

Episode 1 bagian 1 nya di kdramatized  ya terus bagian 2 nya di kutudrama.



"Hidup atau mati. Semua atau tidak sama sekali. Kita tidak tahu pilihan itu sangat jelas. Bagaimanapun juga akan kita temukan. Dari hal baik dan buruk daripada memilih salah satu antara yang jelek dan yang paling buruk. Keputusan yang kupilih adalah yang terbaik.

Episode 2 : Mereka yang mendapatkan persahabatan sejati

Cha sik memandangi piano di lorong pejalan kaki. Dia penasaran siapa pemilik piano itu. Karena hanya ada ahjussi pedagang kaki lima disitu, dia bertanya apakah piano itu miliknya. Ahjussi itu menggeleng. Jadi Cha sik merasa kalo semua orang bisa memainkannya. Cha sik senang karena itu artinya dia bisa belajar disitu. 
Hari pertama Yoo seul masuk sekolah. Ibu mau membantu Yoo seul ke kamar mandi, tapi dia menolak. Yoo seul berjalan ke kamar mandi dan memakai sandal meski terbalik.

Jin mok juga bersiap masuk sekolah. Setelah menyiapkan buku, dia menoleh ke arah salib yang ada di meja. Dia mengambil salib itu dan melemparkannya kedalam laci dan menutupnya.

Cha sik dengan semangat bersiap pergi sekolah ditemani alunan musik klasik. Ibunya datang menyuruh sarapan.

"hari ini jadwalku padat, nanti tak keburu"

Cha sik buru buru keluar rumah. Rupanya semalam dia mengumpulkan informasi tentang sekolah seni Global Arts Training.

Di halte, teman sekelas Yoo seul membicarakan bagaimana Yoo seul nanti. Ada yang bilang kenapa dia tidak pindah saja ke sekolah umum. Yang lain menimpali kalo dia akan mendukung Yoo seul berjuang. Jin mok yang juga berdiri disebelah mereka menyahut dengan dingin.

"kenapa dia menyerah main piano kalo mau bertahan? dia harus terus main"

Tapi kemudian temannya itu berkata jangan jangan Yoo seul tidak suka main piano. Mendengar itu ingatan Jin mok kembali saat Yoo seul mau bunuh diri.
"sekarang aku sudah muak...aku muak pura pura suka piano...aku lelah membencimu"

Jin mok menghela nafas. Dan saat bus mereka datang, dia tidak ikut naik. Jin mok malah berlari kearah rumah Yoo seul. Dari trotoar seberang, Cha sik turun dari sepeda dan mengepos surat untuk ayahnya.


Yoo seul keluar rumah dan berusaha berjalan sendiri. Dia tidak sadar kalo masih ada 1 rol yang nyangsang dirambutnya. Ibunya menyuruh menunggu sebentar karena ponselnya ketinggalan, tapi Yoo seul berkata kalo dia akan berangkat sendiri kesekolah. Ibunya jadi marah.

"kamu kenapa begini Yo seul? lagi puber? kamu benci mama dan mau memberontak? begitu? 

Yoo seul menjawab kalo dia tidak membenci ibunya. Tapi ibunya tetap tidak mau tahu. Dia masih saja menekan Yoo seul.
"kenapa kamu membenci mama? bagaimana caramu melakukannya sendiri? pelajarannmu bagaimana?"

"aku bisa sendiri...aku bisa minta bantuan temanku disekolah..jangan mengikutiku, diam disitu" bentak Yoo seul. Tapi ibunya tidak mau menuruti. Dengan mengendap endap, dia tetap mengikuti Yoo seul dari belakang. Tapi Yoo seul yang mendengar langkah ibunya segera berbalik dan mengultimatum ibunya untuk benar benar tidak mengikutinya lagi. Yoo seul menegaskan kalo dia akan berangkat dan pulang sekolah sendiri. Ibu tertegun tapi tidak lagi mengikuti Yoo seul. Dia hanya berteriak karena ada rol yang nempel dirambutnya. Jin mok melihat mereka dari jauh. 

Diam diam, dia mengikuti Yoo seul yang berjalan pelan sambil menempelkan tangannya ke dinding. Tiba tiba sebuah mobil melaju cepat dari belakang dan membuat Yoo seul limbung. Spontan tangan Jin mok memegangi siku dan menahannya. Yoo seul kaget tapi dia masih mengira kalo itu ibunya. 

"ibu..berapa kali harus kukatakan aku bisa melakukannya sendiri! meskipun aku jatuh dan terluka, yang sakit ya aku, jadi jangan lakukan ini, juga jangan ikuti aku!"

Dia mengeluarkan rol rambut dari saku dan menyodorkannya ke Jin mok. Jin mok sama sekali tidak menjawab. Yoo seul berjalan lagi, tapi baru beberapa langkah, dia kembali berbalik. Dia dengar langkah kaki dan menyangka kalo ibu masih mengikutinya. Padahal saat itu ada bapak yang lewat. "Ma...jangan mengikutiku lagi! aku ini putrimu, aku bisa lihat jelas ekspresi wajah mama, sudah pulang sana jangan khawatir". Bapak itu sampai heran karena Yoo seul memanggil Jin mok mama. Jin mok tersenyum. Eh gak lama, Yoo seul berbalik dan marah lagi.

Jin mok mengikutinya sampai stasiun kereta. Dia membantu Yoo seul dengan tiket otomatis kereta. Dia terus mengawasi Yoo seul. Jin mok bahkan membuka pintu keluar stasiun dan mengambilkan sandal saat mereka tiba disekolah. 2 teman yang tadi membicarakan Yoo seul di halte jadi heboh saat tahu.

Mereka masih kepo dan sengaja makan bersama Jin mok siang itu. Si cewek bilang kalo dia melihat Jin mok menyiapkan sandal untuk Yoo seul, sedangkan yang cowok menyangka kalo Jin mok hanya memungut uang yang jatuh. Jin mok termanggu dan mengangguk setuju dengan si cowok. 

"apaan...padahal aku sudah terharu, kupikir meskipun kalian musuh bebuyutan, kau masih mau menolongnya. Aku juga mau membantu Yoo seul" 

Tapi si cowok malah memarahi si cewek, karena kalo dia memang benar mau membantu, harusnya tadi dia angkat tangan saat guru mencari sukarelawan untuk Yoo seul. Tiba tiba terdengar suara benda jatuh. Ternyata Yoo seul yang sedang membawa nampan menabrak temannya dan membuat semuanya jatuh. Dia sudah minta maaf tapi temannya masih saja mengomel.

Karena kasihan, Jin mok mendekati Yoo seul lalu menariknya berdiri. Tapi Yoo seul terlanjur malu.

Sementara itu, Cha sik sudah ada diundakan sekolah seni. Dia terkesima dengan sekelilingnya. Saat ada sekelompok siswi lewat, dengan sok akrab Cha sik menyapa mereka dan berkata

"wow hei...biolamu besar sekali...kelihatan keren sekali"

Mereka tidak mengubris Cha sik dan pergi sambil berguman "ngomong apa sih dia". Ya iyalah lah dasar Cha sik, wong yang dibawa itu bukan biola tapi cello ckckck.

Dia lalu pergi ke ruang guru dan langsung ditolak pindah sekolah karena bukan tahun ajaran baru dan juga karena Cha sik hanya punya kemauan. Tapi dengan pedenya, dia berkata kalo dia punya bakat.

"bocah edan" kata pak guru sambil tersenyum mengejek.

Disisi ruang guru yang lain, Yoo seul sedang menghadap gurunya untuk membahas siapa yang akan jadi pemandunya selama sekolah nanti. Mereka kesulitan mencari guru karena sudah tengah tahun ajaran. Saat bu guru berkata akan memberi tahu mamanya, Yoo seul langsung mencegahnya.

"jangan..meskipun saya mati, jangan minta mama. Saya akan minta tolong teman saja"

Bu guru pesimis karena tadi saja tidak ada yang mengacungkan tangan dan juga akan merepotkan yang lain kalo harus selalu membantu Yoo seul. Tak disangka, Jin mok datang dan berkata kalo dia bersedia membantu Yoo seul. Dia bahkan sudah mengisi surat persetujuannya. Yoo seul yang tadinya duduk spontan berdiri dan dengan tegas menolak Jin mok. Saat itulah Cha sik melihatnya.

"huh...si bego dan Sam shik"

Yoo seul masih berdebat dengan Jin mok. Dia bertanya apa bisa Jin mok membantunya.

"aku bisa. Aku akan baca agak keras catatan selama pelajaran, dan setelah sekolah, aku bisa mengantarkanmu pulang"

"membayangkan kau memikirkan aku membuatku mau muntah"

Yoo seul masih ngeyel dan berkata pada bu guru kalo dia bisa melakukannya sendiri. Tapi bu guru malah mengungkit kejadian dikantin tadi. Disaat Yoo seul sudah terpojok, Cha sik mendekati mereka dan berteriak "boleh saya yang membantu?"

Yoo seul awalnya tidak tahu siapa Cha sik, tapi setelah dengar suaranya lagi, dia ganti berteriak

"kau...kau yang diatap gedung itu kan? yang mengerjaiku dan menyuruhku mati"


"iya benar...memang benar, tapi sekarang aku jadi pribadi yang baik hati. Dulu aku memang sotoy, sekarang aku terlahir jadi orang yang baru, sama seperti ulat yang jadi kupu kupu". Errrrr!!!!


Cha sik lalu berlutut dan minta maaf "maafkan aku, aku melakukan kesalahan dan pantas mati, biarkan aku membantumu ya?. Biar aku yang membaca pelajaran saat dikelas dan mengantarmu pulang"

Belum sempat Yoo seul menjawab, pak guru yang tadi menolak Cha sik datang dan mengusirnya. Tapi Cha sik menolak pergi dari situ. Dia berkata kalo akan membantu Yoo seul. Yoo seul bertanya kenapa dia mau membantunya.

"sekolah ini tidak menerima murid transfer tapi aku harus ikut kelas disini, jadi biarkan aku membantumu. Aku akan melindungimu jadi tak bakalan ada yang bisa menyentuh rambutmu sekalipun, kita berangkat sekolah bersama ya?"

Yoo seul malah menganggap Cha sik gila. Jin mok yang sedari tadi hanya melongo mendengar perdebatan itu, jadi kesal karena Cha sik berkata kalo dia sangat dibenci Yoo seul. Jin mok menarik jaket Cha sik dan mengusirnya. Tapi Cha sik masih ngotot dan menyuruh Yoo seul memilihnya atau Sam shik. Jin mok jadi kesal karena sebutan itu.

"kenapa kau terus memanggilku Sam shik?"
"lihat saja...ada ikan yang tampangnya sepertimu" jawab Cha sik sambil tersenyum. Jin mok yang penasaran buru buru mencarinya diinternet dan kesal karena dibilang mirip ikan hahaha. Dia lalu menarik jaket Cha sik dengan marah. Hampir saja mereka berkelahi kalo 2 guru itu tidak mencegahnya. Karena tidak bisa membalasnya, Jin mok akhirnya memaki Cha sik dengan sebutan ulat bulu hihihi.

Yoo seul yang greregetan melihat 2 orang itu, akhirnya memutuskan tuk memilih salah satu dari mereka. Dan itu adalah.........

Dikelas, Jin mok duduk disebelah Yoo seul. Dia tidak berhenti memandanginya sampai akhirnya seseorang menghalangi pandangannya

"aku pemenangnya dan kau kalah, jangan lihat lihat!" kata Cha sik memperingatkan Jin mok. Beneran scene ini lucu banget. Bodor deh si Cha sik. Dia menghadap Yoo seul dan berjanji akan membacakan semua  catatan dipapan.

Sekarang mereka sedang belajar tentang komposer asal Finlandia, Jean Sibelius. Dasar si bodor, dia malah bilang kalo namanya seperti umpatan. Belum lagi saat membaca karya nya, Symphony no 2 : Allegretto.


"sekarang diperlihatkan notasi balok dan yang diatas....are-gre-to?....oh, arigato....bukannya bahasa jepang ya?"

oalah mas mas...kurang minum aq*a ya?. Jin mok jadi kesal sendiri dengan Cha sik.

Dia lalu mencari karya Jean yang lain, Vivasissimo dan menunjukkannya pada Yoo seul. Tapi Yoo seul sudah memasang earphone ditelinganya. Saat Yoo seul ketoilet, Jin mok mengikuti dan membantunya. Dia bertanya kemana si ulat bulu, bukannya dia harus terus berada disamping Yoo seul. Yoo seul menjawab kalo Cha sik pergi membetulkan sesuatu. Dia bertanya lagi, kenapa Yoo seul lebih memilih Cha sik.

"kau kira aku memilihnya karena suka padanya? seberapa besar benciku padamu sampai aku memilih anak absurb sepertinya, bukannya seperti itu?"

"kau bilang sudah lelah membenciku, aku juga sama, jadi, bisa kita lebih akur?"

Permintaan Jin mok membuat Yoo seul tertawa sinis "kau sangat asing, kapan kau jadi lembut begini? aah...setelah aku kehilangan penglihatanku. Kenapa? akhirnya kau menemukan kebebasan dengan kondisi mataku yang seperti ini? aku terlihat menyedihkan dan gampangan?"

Jin mok mengelak, tapi Yoo seul dengan tegas berkata kalo dia tidak mau dikasihani. Kalo nanti dia juara 1 lagi dan Jin mok masih bersikap baik padanya, dia akan mempertimbangkan untuk menerimanya sebagai teman. Tapi buat Yoo seul itu tak akan terjadi karena matanya tidak bisa disembuhkan. Jin wook menatap iba.

Jam pulang sekolah, Cha sik menjemput setelah memperbaiki sepedanya. Ternyata dia menambah bel dan boncengan belakang biar bisa membonceng Yoo seul. Tapi Yoo seul mengabaikannya dan lebih memilih naik kereta. Dia juga menolak waktu Cha sik menyuruhnya duduk dikursi kosong. Cha sik mengira kalo Yoo seul kesal karena malu dibilang bodoh.

"ya...style ku memang begitu, seperti tiket lotere yang belum digosok. Awalnya aku seperti kertas lecek tapi setelah digali lebih dalam, aku luar biasa!, cowok yang makin lama makin menawan?". Aduh.....

Dia bahkan menjamin, kalo Yoo seul akan segera mencarinya kalo dia tidak ada dan akan menyambut kedatangannya. Yoo seul diam trus saking jengkelnya. Jadi, saat Cha sik bertanya jam berapa besok dia harus menjemput dirumah, Yoo seul menjawab

"tidak perlu. aku tak ingin melihatmu. Tak mau dengar suaramu dan tak bakalan mencarimu, jadi tak perlu repot"

Dia juga menegaskan kalo mereka punya punya tujuan yang sama menguntungkan, Yoo seul tidak ingin mamanya datang kesekolah dan Cha sik butuh alasan untuk datang ke sekolah seni. Jadi dia minta Cha sik untuk berpura pura saja saat disekolah.

Selesai berkata seperti itu, Yoo seul balik badan dan berjalan pulang. Tapi tongkatnya malah menyentuh  dinding dan pintu. Cha sik menyuruhnya balik lagi. Karena malu, Yoo seul dengan pede menjawab "aku tahu" sambil mengibaskan rambutnya. Gantian Cha sik yang gregetan.

Minggu pagi, ibu Cha sik yang baru bangun tidur kaget melihat kaca riasnya penuh dengan tempelan post it. Dia mencari Cha sik yang sudah bersiap mau pergi ke perpus untuk belajar musik. Dia bahkan sudah berencana untuk pulang subuh.

Dia mulai belajar tentang perbedaan antara keyboard, piano, upright piano, dan grand piano. Juga menghafal beberapa komposer dunia. Cha sik bingung waktu menemukan ada 2 Mozart, Wolgang Amadeus Mozart dan Leopold Mozart. Dia bertanya pada surat yang akan dikirimkan pada ayahnya, "Ayah...ayah tahu kalo ada 2 mozart?". Ya tahu lah pastinya, wong Leopold Mozart itu ayah Wolfgang Mozart yang juga sama sama komposer.

Akhirnya, usaha Cha sik belajar berguna juga. Dia dengan lancar bisa mengikuti pelajaran dan membantu Yoo seul. Teman teman sekelas sampai kagum melihat kemajuan Cha sik. Tapi bukan Cha sik kalo gak geje. Begitu dipuji keluar deh pedenya. Dia berdiri dan berterimakasih sambil tersenyum.

Yoo seul puas meskipun di tetap tidak mau tersenyum. Sedangkan Jin mok tidak percaya kalo Cha sik sudah menguasai pelajaran. Saat pulang sekolahpun, dia masih membacakan catatan tentang komposer Rusia. Sampai sampai beberapa temannya yang sedang olahraga berteriak "ulat bulu, kau hebat" padanya.

Mereka sudah berjalan mendekati rumah Yoo seul. Cha sik menuntun sepedanya karena dia tidak berhasil membujuk Yoo seul untuk dibonceng. Sampai di tikungan, Yoo seul pulang sendiri. Tapi tak lama Cha sik mendengarnya berteriak. Dia segera balik dan melihat apa yang terjadi. Ternyata seekor anjing menggeram dan menghalangi jalannya.

Si pemilik anjing marah dan menuduh Yoo seul memukul anjingnya. Padahal anjing itu hanya kena tongkat Yoo seul. Yoo seul kesal dan ganti menuduh kalo anjingnya tidak ditali. Si pemilik anjing yang tahu Yoo seul buta, segera menali anjingnya dan berbohong kalo anjing itu sudah ditali sejak tadi. Untung Cha sik datang dan membela Yoo seul. Dia melihat cctv dan mengancam akan melaporkan ke kantor polisi. Si pemilik anjing takut ketahuan berbohong dan akhirnya pergi.

Cha sik menawarinya pulang naik sepeda, dan kali ini Yoo seul mau. Ini pertama kalinya Yoo seul bersepeda, jadi dia senang sekali. Yoo seul bahkan melepaskan pegangan dan membentangkan tangannya untuk merasakan segarnya angin yang berhembus.

Ibu sudah menunggunya didepan rumah, jadi dia tahu kalo Yoo seul diantar Cha sik. Begitu turun, Yoo seul segera mengusir Cha sik, takut kalo sampai ibunya tahu. Tapi terlambat, ibu sudah memanggil namanya. Yoo seul kaget dan spontan menjatuhkan tongkatnya.

"temanmu ini siapa?" tanyanya ramah. Yoo seul diam karena tahu kalo ibunya hanya pura pura. Tapi Cha sik yang gagal paham, tersenyum lebar dan memperkenalkan dirinya.

"ah...saya Jeong Cha sik. saya pemandunya Yoo seul. Saya satu sekolah dengannya"

Ibu mengucapkan terimaksih dan menyuruhnya pulang. Dia lalu menuntun Yoo seul yang wajahnya sudah tegang. Mereka tidak sadar kalo tongkatnya terjatuh sampai akhirnya Cha sik memungut dan bermaksud mengembalikannya. Tapi sampai didepan pintu Cha sik berhenti karena mendengar Yoo seul dimarahi ibunya.


Komentar
Ya ampun Cha Sik....awal Episode 2 ini saya ketawa terus ngliat kelakuan nya. Ada ya model manusia hidup kayak gitu. Beruntungnya Cha Sik karena dia sudah dipilih Yoo seul, jadi dia bisa belajar di sekolah seni meskipun bukan sebagai murid.

Ibu Yoo seul beneran kaku n gak peka. Sampai sekarangpun dia masih belum bisa mengerti perasaan anaknya. Haloo...anakmu baru aja kehilangan penglihatan, bisa gak sih egonya di tahan dikit. Mana pake bilang Yoo seul lagi puber. Saya gak bisa paham kalo sampai ada ibu yang egoisnya kebangetan.

Jin mok perhatian karena dia sangat menyesal. Dia menganggap kalo kejadian kecelakaan Yoo seul sampai dia buta adalah kesalahannya. Jadi mungkin saja Jin mok memang tulus membantu. Sayangnya Yoo seul masih membenci karena membuatnya menjadi pelampiasan ego ibunya.

Lama lama Yoo seul mungkin bakal tergantung pada Cha sik. Tapi saya berharap ga da loveline sama mereka. Juga sama Jin mok. Pengennya drama ini pure tentang persahabatan aja. Sesuju???

2 komentar:

  1. Kataknya gitu ya mbak? Tapi ayolah,siapa yg ga gemes sama 2 cowok itu wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh...sudah ada yg gemes aja nih sm mrk b2...

      Hapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...