Kamis, 07 Juli 2016

Sinopsis Wanted Episode 3

Episode 2 bisa dibaca di kdramastory


Hye turun dari mobil dan berlari menuju mobil itu. Seung in lebih dulu sampai dan membuka bagasinya. Tak lama, dia menutup bagasi dan berlari kearah Hye in untuk menghalanginya mendekati mobil itu. Tapi Dong wook malah menggunakan kesempatan ini untuk mencari tahu isi bagasi. Giliran Seung in melarangnya, dia ganti menyuruh Bo yoon yang sedang membawa kamera mendekat dan merekamnya.

Dari belakang, Hye in mendekat dan melihat ada seorang anak didalamnya. Tapi itu bukan Hyun woo. Hye in menatapnya lama sebelum akhirnya menggendong anak itu menuju ambulan.

Seung in menyuruh petugas yang lain memeriksa cctv, setelah itu dia mengikuti ambulan yang membawa anak itu dan Hye in ke rumah sakit.


Di ruang control OCN, Woo shin mendiktekan caption untuk adegan tadi


"mereka tiba dimobil itu sesuai petunjuk penculik, seorang anak tidak dikenal ditemukan dalam bagasi dalam kondisi kritis"

Staff diruang control ragu untuk mengetik karena anak laki laki tadi tidak kritis, tapi Woo shin tetap memaksa.

Dong wook dan Bo yoon mengikuti mobil Seung in. Kameramen yang ikut diambulan menyuruh petugas 911 melepas masker oksigennya supaya dia dapat gambar wajahnya dengan jelas. Tapi petugas 911 melarangnya. Hye in akhirnya menyuruh cameramen merekam pakaian dan sepatunya. 

"Dia ditemukan dalam bagasi mobil yang ditetapkan penculiknya, jika anda mengenal dia tolong hubungi stasiun penyiaran. aku sungguh berharap orang tuanya menyaksikan ini. kami dalam perjalanan ke rumah sakit Incheon Dongwoon"

Seung in menyuruh Young gwang memeriksa laporan anak hilang antara usia 6 sampai 10 tahun.

Kamera terus merekam saat mereka masuk ruang UGD. Setelah itu petugas melarang mereka mengikuti anak itu masuk keruang observasi.

Sementara itu di ruang kontrol, Woo shin terus terusan mengomeli Dong wook agar berusaha mendapatkan gambar didalam. Kalo tidak mereka akan sulit menambah jumlah penonton.

Dong wook akhirnya mencoba bicara dengan dokter magang UGD.

"semua pasien di UGD kesal, itu akan mengganggu perawatan, kamu tak punya izin apa apa, dan direktur RS tidak bisa dihubungi karena diluar negeri”

“makanya…anggap saja saat direkturmu ke luar negeri, seorang dokter magang memutuskan untuk ikut campur dalam acara ini dan putra dari Jung Hye in meninggal, bukankan RS ini harus ditutup? Bukankah lebih baik menunjukkan kalo acara ini berhasil tayang berkat kerja sama RS?”

Akhirnya dokter magang itu mengijinkan Dong wook merekam hanya didalam ruang observasi.

Sementara itu, didalam sebuah rumah, seorang pria menyuruh istrinya untuk bersiap siap pergi. Si istri, tersungkur dibawah dan disekelilingnya banyak pecahan perabot ruangan. Badannya juga penuh bekas luka tapi dia berusaha menahan sakitnya.

Dong wook mulai merekam Hye in. Dia bertanya kenapa Hye in malah ada di RS menemani anak ini, bukannya mencari Hyun woo yang teleponnya terlacak tidak jauh dari mobil tempatnya ditemukan. Hye in bingung dengan pertanyaan itu, sampai akhirnya Dong wook menyuruhnya membaca tulisan ditelapak tangan.
 “demi 20% rebut hati para penonton”

Hye in tahu maksudnya.

“anak ini sekarat didepanku, aku tak bisa memikirkan hal lain, aku ingin menyelamatkan dia lebih dulu. Dia hanya Hyun woo yang lain” jawab Hye in sambil terus memegangi tangannya. Tiba tiba anak itu sadar dan memanggil ibunya. Hye in bertanya siapa namanya, dia menjawab “Han sol”.

Ponsel Hye in berbunyi. Telp dari penculik. Hye in sempat ragu ragu sebelum akhirnya menerima telp itu. Dong wook menyuruh menggunakan pengeras suara. Seung in masuk dan ikut mendengarkan telp itu. Ternyata suara Hyun woo yang ketakutan seperti sebelumnya.

Det Park dan det Yoo sudah sampai ke penginapan Anseong dan melaporkan kalo memang ada laki laki bersama seorang anak kecil menginap disini dan belum check out.

Di rumah sakit, Hye in masih mendengarkan tangisan Hyun woo. Tiba tiba Seung in mendengar lagi suara perlintasan kereta api. Dia dan Hye in saling pandang sebelum akhirnya Seung in mengelurkan catatan dan menulis

“tidak ada kereta yang beroperasi setelah pukul 21.00”

Saat itulah mereka sadar kalo telp itu hanya rekaman. Kemudian ada suara ditelp.

“aku hanya ingin memeriksa jika kamu membuat acara itu sesuai permintaanku ato kamu melakukan trik untuk menemukan Hyun woo. Hati hati, jika kamu macam macam lagi, kamu akan mendapat masalah”

Dan telp ditutup. Seung in segera menyambat ponsel Hye in dan membawanya pergi. Karena putus asa, Hye in menatap kamera Dong wook dengan berani dan bicara seakan akan si penculik ada didepannya


“jangan lakukan trik semacam ini lagi, jika aku berhenti mempercayaimu, dan menyakini bahwa Hyun woo masih hidup, kamu tidak bisa mendapat apa yang kamu mau. Kamu menyuruhku melakukan ini karena ada yang kamu mau kan? Aku akan melakukan semuanya, apapun yang kamu perintahkan”

Dong wook menurunkan kameranya dan menghardik Hye in karena berkata seperti itu. Hye in frustasi karena tidak bisa bicara dengan si penculik, tapi Dong wook menyuruhnya berakting seperti yang selama ini dilakukannya dan menarik empati publik.

Kembali ke 2 det tadi di penginapan. Mereka mendobrak masuk kamar dan hanya menemukan rekaman suara Hyun woo yang dipakai untuk menelpon Hye in. Pak Kadep menyuruh mereka membawa rekaman itu kekantor polisi.

Bersamaan dengan itu, Young gwang juga menelpon Seung in dan memberi informasi kalo telp yang diterima Hye in tadi terlacak dari Jamaika. Dibelakangnya, ada sepasang suami istri sedang mencari Han sol. Si ibu adalah orang yang dipukuli suaminya tadi. Dia terus terusan memegangi scarf dilehernya supaya tidak jatuh. Seung in mendengar mereka mencari Han sol.

Ibu Han sol menangis dan memeluk anaknya. Dong wook terus merekam mereka. Di ruang kontrol, Woo sin masih merasa kalo rating mereka masih kurang tinggi meskipun perkembangan misi nya tak terduga.



Ayah Han sol berlari lari mendekati mereka. Tapi Han sol ketakutan dan memeluk ibunya lebih erat. Seung in melihatnya tapi dia hanya diam. Ayah Han sol marah dan minta jangan merekam mereka. Dia merasa anaknya sengaja diculik untuk acara ini. Saat ayah Han sol menggendong anaknya dan mengajak pergi, tak sengaja scarf ibunya jatuh dan ternyata dilehernya banyak luka lebam. Seung in dan Hye in jelas melihatnya tapi tidak berkomentar karena ibu Han sol cepat cepat mengambil lagi scarfnya dan berusaha menutupi lehernya dengan kerah baju


Hye in dan Seung in saling pandang lagi, sedang kan Dong wook, dengan kamera yang diam diam masih menyala bergumam kalo ada yang mencurigakan dengan mereka. Dia minta Bo yoon menayangkan mereka lagi.

Han sol tiba tiba kencing di celana. Wajahnya ketakutan dan tubuhnya gemetar. Dia segera berlindung dibalik ibunya yang juga ketakutan. Seung in melihat kalo tangan ayah Han sol juga  terluka, dia bertanya kenapa. Ayah Han sol menjawab dia terluka saat berolah raga. Tapi Hye in tidak percaya, apalagi saat dia menyuruh Han sol mendekat, anaknya malah tambah takut.

“kamu memukul putra dan istrimu?”         

Ayah han sol tidak terima dituduh seperti itu dan dia mau memukul Hye in tapi Seung in menahannya. Seung in berkata pada ibu Han sol kalo dia bisa lapor pada polisi. Tapi ibu Han sol terlanjur takut dan dia hanya minta pergi dari situ.
Hye in lalu menyuruh Dong wook untuk merekamnya.

“lihat aku…pikirkan putramu, maaf..” dan tanpa ragu, Hye in membuka baju ibu Han sol yang penuh luka lebam. Ayah Han sol marah, untung Seung in menahannya agar tidak mendekati istrinya.

Dan dimanakah Jung ho?. Ternyata dia juga sedang menonton wanted. Dia menerima telepon entah dari siapa dan membahas soal Wanted.

Ibu Han sol diwawancarai Dong wook. Dia bercerita kalo sebenarnya mereka sedang berusaha kabur dari ayah Han sol. Karena tidak tahu harus pergi kemana, ibu mengajak Han sol ke spa dan disitulah Han sol hilang.

Woo sin dan Joon goo cukup puas dengan akhir dari episode pertama. Tapi mereka masih membutuhkan bukti kalo Hyun woo masih hidup. Dan juga mereka belum tahu berapa rating nya.

Ayah Han sol akhirnya ditahan.

Hye in minta maaf pada ibu Han sol karena membuka aibnya didepan tv. Ibu Han sol hanya menangis. Saat Hye in keluar, dia berpapasan dengan Seung in. Dengan dingin, seung in bertanya apa motif Hye in tadi. Benar benar membantu ibu Han sol ato untuk rating, karena menurut Seung in, Hye in tidak perlu sejauh itu. 

“bagaimana kalo memang begitu? Aku bahkan tidak punya waktu untuk menangis. Terkadang aku merasa mau gila sebab tidak bisa mengingat wajah anakku. Hanya 1 hal dalam pikiranku, waktuku 10 hari. Selama 10 hari itu aku akan melakukan apapun, jika aku ragu walau sesaat, aku bisa kehilangan Hyun woo, jika aku kehilangan penonton, Hyun woo bisa terluka”

Tetap saja, Seung in merasa kalo apa yang dilakukan Hye in tadi melukai ibu Han sol. Tapi buat Hye in, justru itu yang harus dilakukan agar ibu Han sol berani mengungkapkan kebenarannya.

Seung in bertanya lagi pada ibu Han sol apa ada orang lain yang tahu tentang penderitaan mereka,karena bisa saja itu dimanfaatkan untuk Wanted. Ibu Han sol menggeleng.Seung in lalu bertanya mereka akan pergi kemana. Dengan menangis ibu Han sol menjawab kalo dia tidak tahu.

Dirumah, Hye in membayangkan kalo Hyun woo ada disana dan tidur dipangkuannya seperti dulu. Hyun woo sempat protes karena Hye in jarang dirumah. Sebagai gantinya dia minta dibacakan bagian favorit ibunya dari cerita Narnia. Hyun woo bertanya kenapa ibunya suka bagian itu. Hye in menjawab kalo dia ingin Hyun woo jadi anak pemberani.

Kyung hoon membangunkan Hye in saat dia meletakkan jaket dipundaknya. Kyung hoon takut kalo Hye in masih marah padanya. Hye in menggeleng, tapi dia menyuruh Kyung hoon untuk bekerja pada artis lain karena Hye in juga akan pensiun setelah Wanted berakhir. Kyung hoon tidak mau.

“acara ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kamu tidak bisa kerja sendirian dan kamu tidak bisa pekerjakan orang baru saat ini. Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu”

Dia berjanji akan membantu mencari Hyun woo karena dia adalah keluarga. Tapi entah kenapa, ekpresi Kyung hoon agak mencurigakan.

Malam itu, Hye in mau tidur di kamar Hyun woo. Saat masuk, ada Jung ho berdiri dilemari mainan. Hye in menyuruhnya keluar. Tapi Jung ho malah mengejek Hye in dan berkata kalo ekting Hye in memang bagus.

Jung ho meletakkan mainan yang dia pegang tadi dan pergi keluar. Hye jin mengambil mainan itu dan meletakkannya di lemari. Dan saat itulah dia melihat ada kamera kecil seperti dalam mobilnya.

Diambilnya kamera itu dan pikirannya tertuju pada Jung ho.

Seung in akhirnya membawa Han sol dan ibunya pulang kerumahnya dan menyuruh mereka tinggal disana.

Di UCN, Woo shin dan Dong wook membahas episode semalam. Dong Wook mengakui kalo berkat Hye in lah acara itu bisa berjalan dengan bagus. Tapi Woo shin mengeluh soal Joon goo yang selalu mengeluh tentang ha hal kecil. Tapi Dong wook malah senang karena biasanya dia yang harus memikirkan itu. Dia memuji Woo shim.
“kau pedal ku…dia rem ku…”. Tapi Woo shim malah merasa dia seperti penyihir jahat.

Pak Kadep mengumpulkan mereka berempat. Seung in, Young gwang, det Park dan det Yoo diminta saling kerja sama dengan tim produksi wanted karena ada keterkaitan antara kasus yang ditangani Seung in dan det Park. Dengan catatan mereka tidak mengganggu kerja mereka. Pak kadep juga minta mereka segera melapor kalo ada kejadian dilapangan. Tapi det Park sepertinya tidak suka harus kerja sama dengan Seung in. Dia mengancam tidak akan membiarkan Seung in kalo dia tidak mematuhi protokol.

Seung in tidak membalas det Park dan pergi ke mejanya. Disitu ada orang mencurigakan yang sedang mencari sesuatu dimeja. Seung in memanggilnya. Ternyata Jang Jin woong. Young gwang melapor kalo Jin woong tertangkap sedang menyusup di mobil produksi UCN. Seung in tidak suka melihatnya. Dia mengancam kalo lain kali dia akan menangkap Jin woong.

Kyung hoon membawakan makan Hye in, tapi didepan kamar dia ragu ragu mengetuk pintu. Didalam kamar, Hye in tidur sambil memeluk kaos Hyun woo.

Pagi itu, Bo yoon pergi ke coffee shop. Disana dia mendengar beberapa komentar tentang Wanted. Ada yang bilang kalo Hye in keterlaluan, tapi satunya bilang kalo mungkin Hye in tidak punya banyak waktu karena anaknya disiksa. Dijalanpun, dia melihat banyak orang yang sedang menonton siarannya lewat ponsel.

 Masuk gedung UCN, dia melihat berita kalo ternyata ayah Han sol adalah seorang professor dan dia sekarang sedang diselidiki polisi. Yang membuat Bo yoon tersenyum, dia membaca dipengumuman kalo rating mereka 20,3%.

Tim wanted membicarakan apa misi berikutnya karena mereka tidak punya petunjuk apapun. Dong wook berharap kalo reality show ini akan berjalan seperti drama, dengan Hye in  sebagai tokoh antagonis. Woo shin mengusulkan mereka punya nama sebutan untuk si penculik, tapi menurut Bo yoon biarkan netizen saja yang memberi nama.

Di kantor polisi, det Park memanggil Jin woong yang mau masuk ruangannya. Dia menawarkan akan membagi informasi yang dia punya tapi dia juga minta informasi dari det Park.

Tim wanted berusaha mencari jawaban kenapa mereka diberikan misi seperti kemarin. Sepertinya bukan kebetulan kalo ujung ujungnya ayah Han sol yang ditangkap. Makanya Det Yoon minta agar mereka bekerjasama dengan polisi untuk mengungkap kasus ini. Woo shin yang kesal menjawab ya dengan sarkasme.


Ibu dan Han sol kembali diinterogasi Seung in. Kali ini dia menunjukkan foto Ji eun dan Park Se young dan berharap ibu mengenali mereka. Sayangnya dia tidak pernah bertemu dengan kedua orang itu. Han sol yang juga ikut melihat menunjuk Ji eun.

“kau pernah melihatnya?”

“dia bilang padaku bahwa ayah hampir tiba, dia bilang aku harus lari agar ibu tidak tertangkap. Dia bilang kami akan tertangkap jika bersama sama. Dia bilang kami bisa bertemu nanti. Dia menggandengku dan menuntunku keluar”

Setelah itu, Ji eun memberinya susu pisang dan Han sol tertidur setelah minum susu itu. Tau tau dia sudah ada didalam bagasi mobil.

Seung in tersenyum dan berterimakasih karena Han sol sudah membantunya. Tapi tak lama Yong gwang datang memberitahu kalo prof Kim, ayah Han sol dibebaskan.

Seseorang mengamati Prof kim yang keluar dari kantor polisi bersama pengacaranya.                

Seung in menyuruh ibu dan Han sol jangan pulang dulu kerumah. Mareka sementara tinggal di rumah Seung in.

Dari dokter forensik, Seung in mendapat laporan kalo Park Se young memang bunuh diri dan tidak ada tanda tanda pembunuhan. Juga menurutnya, Se young minum obat epilepsi sebelum bunuh diri. Karena obat itu belum tercerna dan masih ada di lambung. 

“jika orang tanpa epilesi minum itu, mereka bisa kecanduan dan menyebabkan halusinasi”.

Masalahnya Se young tidak punya riwayat medis menderita epilepsy. Seung in ingat saat dia mendobrak masuk rumah Se young. Kelihatannya ibu Se young sedang sakit dan ada banyak obat dirumahnya. Dia menyuruh Young gwang memeriksa rekam medis ibu Se young. Yang membuat Seung In kaget, Se young ternyata menderita kanker pancreas stadium akhir. Dokter forensik itu menyimpulkan kalo Se young bunuh diri karena merasa bersalah, tapi Seung in menyanggahnya dan bilang kalo semua itu sudah direncanakan.

Dimobil, Seung in membuka buku yang ditemukan dikamar Se young. Disitu ada beberapa foto selebritis yang meninggal karena dibunuh oleh penguntitnya. Mereka akhirnya sepakat untuk mencari tahu apakan Hye in punya penguntit yang membahayakan.

Diruang ganti, Hye in yang mau memilih baju ganti menemukan amplop tergantung disalah satu bajunya.  Dia membuka amplop itu dan menemukan foto Hyun woo terikat dan disampingnya, Ji eun memegang koran. Dibalik foto itu tertulis “misi pertama selesai. Hyun woo masih hidup”.

Hye in melihat Kyung hoon dengan curiga, tapi dia berkilah kalo sempat meninggalkan pintu mobil terbuka sebentar saat menerima telp. Dia buru buru keluar untuk memeriksa cctv dan menelpon polisi.

Seung in datang dan menyuruh Hye in mengingat apa dia pernah bertemu Se young ato Ji eun. Tapi Hye in memang sama sekali belum pernah bertemu mereka. Seung in menjelaskan kalo Se young dan Ji eun sudah dimanfaatkan oleh si penculik.

“ada kemungkinan dia dekat denganmu. Siapa orang pertama yang kamu pikirkan saat aku mengatakan itu. Intuisi alam bawah sadar seorang ibu seringkali benar”

Dan tentu saja Hye in memikirkan Jung ho. Dia ingat malam saat Hyun woo diculik, Jung ho berkata kalo dia bisa saja memanfaatkan Hyun woo. Juga saat Hye in menemukan kamera dikamar Hyun woo, Jung ho juga ada disana.

Hye in hampir saja menunjukkan kamera itu pada Seung in saat Jung ho masuk. Dia menyuruh Hye in ganti baju karena akan ada pertemuan dengan pihak iklan. Jung woo lalu berjalan dan memilihkan baju untuk Hye in. Dan entah kenapa dari sekian banyak baju, dia memilih baju hitam tempat amplop tadi digantung.

Seung melihat kalo Hye in enggan ikut Jung ho, makanya dia bilang masih ada yang harus dia tanyakan. Dan saat Jung ho sudah keluar, Seung in dengan serius bertanya “apa suamimu bisa dipercaya?”

Sementara itu, Young gwang memberitahu kalo kamera cctv yang ada didekat Kyung hoon memarkir mobil ternyata rusak. Dan dengan terang terangan, Young gwang mencurigai Kyung hoon karena kamera yang ditemukan di mobil dan amplop yang tergantung dibaju. Semuanya terhubung dengan Kyung hoon. Kyung hoon tetap menyanggahnya, tapi Young gwang tetap akan mengawasinya.

Young gwang bertanya apa pernah ada penguntit. Kyung hoon berkata kalo dia menyimpan daftar para penguntit tapi tidak pernah lapor polisi. Tapi Park Se young tidak ada diantara mereka. Young gwang minta dikirimi daftar hitam itu.

Seung in pergi ke cafĂ© manhwa. Dia berkeliling dan akhirnya duduk disebelah seorang ahjumma yang sedang asyik membaca komik. Ahjumma itu memandangnya sebentar dan dengan lesu bertanya “apa? Kenapa kau datang? Apa kau dipecat?”

“siapa yang akan menangkap penjahat jika aku dipecat?”

Ajumma itu, Oh Min ok adalah senior Seung in dikepolisian, dan tujuan Seung in mencarinya adalah minta tolong. Min ok menolaknya karena dia sedang cuti panjang untuk melihat sisi terang dunia XD. Tapi Seung in tak perduli, dia memberi Min ok sebuah amplop dan berkata kalo itu akan selesai dalam 10 hari. Min ok tetap menolaknya. Dengan wajah serius Seung in berkata kalo dia ingin berusaha melakukan apa yang dia bisa untuk kasus ini.

“itu bukan salahmu, semua sudah terjadi” aku tidak mau mendengar itu lagi kata Seung in. 

“aku menunggu telponmu” sambungnya pergi. Eh tapi gak pergi juga sih, dia menunggu didepan sambil menghitung 5..4..3..2..1..dan Min ok menelponnya. Hah..orang ganteng mah susah nolaknya.

Hye in yang sedang duduk diruang ganti dan memegang foto Hyun woo dan Ji eun, mendengar seseorang masuk. Dia lantas menyembunyikan foto itu. Ternyata Dong wook yang memanggil Hye in untuk rapat. Dia bertanya apa si penculik sudah menghubunginya untuk mengirim bukti kalo Hyun woo mamsih hidup. Hye in menggeleng.

“aku bisa tahu kalo kamu berbohong”

“kita baru saja bertemu setelah sekian tahun, jangan pura pura mengenalku” Dong wook diam dan menyuruh Hye in segera ke ruang rapat.

Hye in menerima pesan kalo dia harus membuka emailnya untuk misi ke 2 dan dia harus membukanya sendirian. Email itu dari orson_welles yang menyuruh login di Coconut tv dengan menggunakan username dan passwordnya. Saat sudah masuk, dia melihat video dari Ji eun.

“Hye in ssi…ini misi kedua Wanted”.


KOMENTAR

Makin kesini makin seru ya. Di episeode 3 ini kecurigaan masih pada Jung ho. Tapi lho ya, biasanya kalo misteri gini, endingnya suka twist. Makanya jangan percaya pada mata anda haha.

Aneh memang kalo liat Jung ho dan Kyunf hoon. Dari awal, Hye in sudah menekankan kalo Kyung hoon patuh banget sama Jung ho. Jadi insiden amplop di baju tadi kayaknya memang kerjaan Kyung hoon. Apalagi, saat Jung hoo datang, dia milih baju itu, seakan memastikan sendiri kalo Hye in sudah membuka amplopnya.

Si penculik ini hebat lho. Dia searching dulu korban calon pengantinnya. Bukan buat ngeledakin bom sih, tapi buat pionnya. Hehehe udah kayak kampanye Turn Back Crime aja.
Se young, punya kanker yang memang sudah menyebar dan kemungkinan dia mati. Nah terus si Ji eun ini punya kelemahan apa sampai dia dipilih juga, ato cuman tebang pilih aja?

Kira kira apa misi ke duanya...kata anak muda jaman sekarang "yuk...cuzz ke kdramastory yaa"

4 komentar:

  1. Sefri tania salsabilah8 Juli 2016 20.52

    Lanjut terus ya sinopsis nyaa, penasaran banget sama cerita wanted

    BalasHapus
  2. Baru baca sinopsis wanted dan langsung suka.. padahal biasanya gak sreg sama genre thriller misteri kayak gini. Semangat ya kak dan juga partnernya untuk nulis sinopsis wanted

    BalasHapus
  3. penasaran banget klanjutx..can't wait the next episode

    BalasHapus
  4. Eh seru jg lama2. Jd makin penasaran endingnya, eh bkn2, tp otak2 (bkn makanan lo)/ dalang dibalik ini smua.
    Dibikin list deduksi2 awal dl kali ya, ntr di cek di eps2 kedepan, bbr ngga sih dia ini bgini bgitu..hhehe

    BalasHapus

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...