Kamis, 01 September 2016

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 2

Bbal gang kaget saat melihat Lee Hwa shin (samchoon) dan Sang sook (ahjumma) berurutan menari di iklan rekrutmen SBC, lebih kaget lagi saat ibunya, Ja young muncul berikutnya. Kontras dengan kondisinya sekarang, Bbal gang dengan emosi melemparkan ponselnya di tv sambil berteriak “selamatkan ayah!!”. Dae goo dan Chi yeol yang baru datang berusaha menenangkan Bbal gang.

Masih di belakang monitor tv di lobi SBC, Na ri menjelaskan kalo dada Hwa shin mirip punya ibunya yang dulu kena kanker payudara. Hwa shin geregetan dan berteriak kalo dia ini pria. Saking sebelnya, dia sampai mukul dadanya sendiri. Tapi bukan Nari kalo gak bisa ngeles. Dia berkata kalo pria tetaplah manusia dan punya dada juga. Lee Hwa shin, yang sudah putus asa dan jengkel pelan pelan mundur dan pergi. Mungkin dia sudah lelah hihihi.

Di kantor penyiaran, PD Oh Jong hwan dan sutradara Choi dibuat pusing karena Sang sook protes kenapa Hwa shin jadi yang pertama muncul di iklan rekrutmen itu. Dia minta iklan itu diedit dan dia yang muncul pertama. Menurutnya, yang paling penting adalah reporter yang cantik. Dia malah menuduh PD Oh main belakang karena mereka satu alamater. PD oh sampai gak bisa ngomong apa apa karena Sang sook terus mengomel tentang hebatnya reporter seperti dia.
“aku bukan burung beo yang Cuma membaca tulisan yang ada di teleprompter, aku melaporkan berita dilokasi secara akurat”

Ja young tidak mau kalah. Karena kesal mendengar ocehan Sang sook, dia ganti memuji kubu penyiar.
“penyiar adalah bunganya stasiun tv”

Kata Ja young penyiar tidak hanya membaca berita saja, Sang sook bilang seperti itu karena dia tidak tahu pentingnya kerja penyiar. Sang sook tidak terima dan megancam akan mengusulkan kalo penyiar dijadikan saja pegawai kontrak sama seperti penyiar cuaca. Dan saat Sang sook menyinggung masalah para penyiar yang minta kenaikan gaji, Ja young langsung menamparnya. Semua kaget. PD Oh hanya diam. Giliran Sang sook ganti menampar Ja young.

 Sang sook mengultimatum kalo dia tidak akan ikut dalam pekrutan penyiar. Dibalas Ja young kalo dia, yang juga punya suara dalam perekrutan reporter, akan memilih yang super jelek hehehe.

Sutradara Choi keluar dari ruang berita dan disapa oleh Hwa shin yang membawa 2 koper. Dia buru buru melarang Hwa shin pergi ke ruang berita karena sitasi sedang kacau. Tapi tetap saja dia memaksa masuk meskipun sutradara Choi menarik kakinya.
Yunior Ja young tidak terima karena Sang sook akan menjadikan penyiar sebagai pekerja kontrak. Salah dua dari mereka bahkan ada yang mau melaporkannya ke ayahnya agar Sang sook dipindahkan ke desa, dan ada yang lapor ke kakenya agar membeli iklannya. Tapi usulnya ditolak dan dia menyuruh yuniornya bertarung untuk menunjukkan kalo tanpa penyiar, tv tidak ada apa apanya.
Hwa shin pergi ketoilet. Tak sengaja dibelakang, Na ri keluar ruangan sambil membawa baju. Dia menunggu sampai Hwa shin keluar dan memanggilnya. Dan tetap yang dibahas adalah dada Hwa shin.

“kau hanya perlu pergi ke ginekolog dan minta janji temu dengan bagian kanker”

Na ri sama sekali gak ngeh kalo Hwa shin sudah sebel tingkat universitas. Dengan santainya Na ri malah menawarkan menemaninya ke ginekolog. Hwa shin lalu menarik tangannya masuk ke toilet.

 “kau masih suka aku ya? Aku benci gadis sepertimu”

“ ‘gadis sepertimu’ maksudnya apa?”

Dan Hwa shin menjawab singkat. Perempuan gampangan. Na ri terkejut dengan jawaban itu. Dia hanya diam dan pergi dari situ.

Go Jung won menyiapkan kemeja keluaran terbaru buat Hwa shin. Sekretaris Cha protes karena Hwa shin hanya ingin memakai kemeja bagus tapi gratisan. Jung won menjawab kalo tahu tapi dia ingin membantu Hwa shin karena mereka berteman.
Hwa shin keluar lobi dan menelpon Jung won. Sekretaris Cha yang menerima telp berbohong kalo Jung won sudah kembali ke Itali dan tidak bisa menemuinya. Setelah itu dia menghapus riwayat panggilan di ponsel Jung won. Padahal sih, Jung won ada disebelah ruangan sedang ganti baju. Setelahnya dia memberi perintah pada sekretaris Cha, berikan kemeja itu pada Hwa shin. Sekretaris Cha sampai sepeceles.

Na ri berlari ke rumah sakit dan semua sudah berkumpul disana. Tak lama dokter bedah datang dan memberitahu kalo pendarahan sudah berhenti, tapi ada pembuluh darah yang tersumbat, jadi Jong shin harus diobservasi dulu.
Akhirnya Hwa shin pulang kerumah. Tapi rumahnya sepi. Dia menelpon seseorang dan diberitahu kalo ibunya pergi selama 10 hari. Dia bergumam hanya Pyo Na ri yang tak berguna yang menyambut kepulangannya.

Pagi itu didepan pintu masuk SBC, Na ri bertemu sutradara Choi. Dia menyuruh membelikan kopi untuk rapat. Saat antri beli kopi, dia melihat tempat pendaftaran rekrutmen baru. Na ri kesana dan minta 1 formulir. 

“temanku ingin aku ambilkan formulir aplikasi”  

Na ri memasukkan formulir pendaftarannya. Tak lama hujan turun dan dia berlari keluar.

Sedang Jung won baru saja berjalan keluar dari mobil saat itu. Walhasil dia kehujanan juga. Saat sekretaris Cha mengambil paying, Jung won tersenyum sendiri saat ingat waktu di Bangkok dulu. Dia dan Hwa shin berjalan berdua. Saat tiba tiba hujan turun, Na ri tanpa berpikir langsung berlari memayungi mereka berdua. Awalnya dia dan Hwa shin sama menolak dipayungi. Tapi saat Na ri ngambek dan membuang payungnya, mereka mengalah dan akhirnya berpayungan bertiga.
 
Nah, saat ada petir, Na ri yang terkejut spontan berlindung ke Jung won dan membuat Hwa shin jadi kehujanan.

Kembali ke Hwa shin. Sekarang dia mengumpat karena hujan. Jadi dia berlari masuk gedung SBC karena tidak bawa paying. Na ri juga heran kenapa hujan padahal dari tadi tidak kelihatan awan sama sekali. Saat menoleh, Hwa shin sedang berlari masuk gedung. Na ri bergumam kalo dia akan mengundurkan diri saja sebagai penyiar cuaca meski dia harus kelaparan.

Na ri bertemu Hwa shin didepan lift. Dia sengaja tidak menyapa Hwa shin. Tak lama ponsel Na ri berbunyi. Hwa shin menoleh padanya. Na ri menerima telepon yang ternyata dari sekretaris Cha yang protes tentang cuaca hari ini yang tiba tiba hujan.
“anda menonton siaran cuacaku? Kau nonton ramalan cuaca dan kehujanan? Kau kehujanan karena aku?” Tanya Na ri. Hwa shin terganggu melihat Na ri diprotes orang, tapi Na ri malah senang ada yang mengkomplainnya. Na ri minta maaf, tapi Hwa shin merebut ponselnya dan mengomeli sekretaris Cha.
Na ri berusaha merebut ponselnya lagi tapi Hwa shin mengibaskan tangannya kemudian menutup telp. Sekretaris Cha juga menutup telp dan melihat no Na ri disimpan dengan nama “terbang mengambang di awan” (eeerrrr!!!!).  Jung won tanya siapa orang yang tadi memarahinya di telepon.

Dengan kesal Hwa shin mengembalikan ponsel Na rid an meyuruhnya jangan kuatir masalah kompalin pemirsa. Tapi jawaban Na ri sebaliknya.

“aku tidak kuatir…aku ingin kuatir”

Dia senang karena akhirnya setelah sekian lama ada yang menonton siarannya. Jadi dia marah karena Hwa shin tiba tiba merebut ponselnya. Na ri menegaskan kalo dia sudah tidak suka lagi pada Hwa shin.

“aku juga tidak tertarik dengan dadanya reporter! Berdiri tegak berdiri tegak…dari awal aku juga sudah berdiri tegak!” semprotnya sambil masuk lift. Dia tidak menunggu Hwa shin masuk dan langsung menutup pintu lift. Hwa shin jengkel dan dengan kasar memencet tombol lift.

Ternyata sekretaris Cha menelpon Na ri tadi memakai ponsel Jung won karena ponselnya ketinggalan. Sekretaris Cha tanya kenapa Jung won melakukan itu. Jung won menjawab tidak ada ada alasan. Dia lalu memandangi hujan sambil tersenyum.
Hwa shin masuk ruang berita dan menuju meja Sung sook. Dia tanya dimana kakaknya dan Bal gang tinggal.
“lelaki yang sudah aku ceraikan 10 tahun yang lalu mana aku tahu ada dimana?”

Hwa shin balik kanan dan PD Oh memanggilnya. Dia bertanya kenapa dia mengabaikannya. Hwa shin ganti membalas kalo PD oh juga mengabaikannya selama 3 tahun. Dia tahu PD Oh menelpon semua koresponden di luar negeri tapi dia tidak. Dibelakang PD Oh, sutradara Choi sibuk memberi kode agar Hwa shin diam dan pergi. Hwa shin berkata dia hanya menemui kakak iparnya dan akan menghadap PD Oh saat masuk kerja.
Keluar ruang berita, dia berpapasan dengan Na ri. Dengan suara pelan di bilang…”Kojja”….Haaa….jadi ingat seseorang dimasa lalu, ya nggak Na ri.

Hwa shin ganti menemui Ja young dan bertanya dimana Bbal gang. Ja young menyuruhnya bertanya pada ibunya. dia mengejeknya karena berlagak menjadi paman yang baik. Di bahkan menuduh Hwa shin lah yang menyebabkan Bbal gang dan ayahnya pindah rumah.

Sung sook dan Ja young berdiri hampir bersamaan dan mengejar Hwa shin.

Di restoran, Chef Kim rak yang sedang memasak mendapat telp kalo Bbal gang tiba tiba pergi dari kelasnya. Kim rak pulang karena menyangka Bbal gang dirumah. Dia masuk kamar nya dan menemukan 2 foto pernikahan Jong shin. Kim rak menebak siapa ibu Bbal gang.

Dari belakang, Sung sook memanggil Hwa shin dan menyuruhnya memberi tahu tempat tinggal Bbal gang karena bagaimanapun juga dia ibunya. Hwa shin mengejek Sung sook yang belum bisa menemukan putrinya. Sung sook maju dan menjewer telinganya. Hwa shin menyuruh Sung sook hidup demi dirinya sendiri seperti selama ini.
“Bbal gang mungkin benci aku tapi tak sebenci dia padamu, pasti dia ingin membunuh pamannya, bukankah itu sebabnya pamannya kabur ketakutan ke Bangkok?”

Perkataan Sung sook mak jlebb banget. Hwa shi pergi tanpa menjawab lagi.

Ganti Ja young yang menemuinya di  mobil dengan perintah yang sama, memberitahu dimana Bbal gang. Dan Ja young juga menyalahkan Hwa shin karena menyebabkan Bbal gang tidak punya rumah.
Kim rak menemukan Bbal gang dirumah sakit. Dia menghibur Bbal gang dan menyuruhnya sekolah lagi. Bbal gang menangis dan bilang kalo ayahnya mati dia juga mati.
Dalam perjalanan, Hwa shin berhenti karena lampu merah. Dia terpaku pada lampu merah. Bbal gang artinya kan merah. Dan ingatannya kembali ke beberapa tahun lalu. Dia memberi laporan tentang francise yang menjual daging punggung tapi membohongi pelanggan dan memakai daging pinggang. Rupaya perusahaan francise itu punya Jong shin.

Ja young yang saat itu masih menikah dengan kakaknya, menarik baju Hwa shin dengan marah.

“ini sama saja kau membunuh kakakmu!”

Ja young ditarik oleh kru karena mereka akan segera on air. Tinggal 10 detik lagi dan tiba tiba Sung sook datang dan langsung menamparnya. Ja young terpaku melihatnya.
Lampu lalin sudah hijau dan mobil dibelakang sudah membunyikan klakson. Tapi saat Hwa shin baru memajukan mobilnya, dia menabrak mobil didepannya. Dadanya terbentur setir mobil.

Di ruang penyiar cuaca, mereka berkumpul dan membicarakan perekrutan baru. Hanya ada lowongan untuk 1 laki laki dan 2 perempuan. Tapi kalo tidak ada yang memenuhi syarat, ya semua bakal ditolak. Na Joo hee syok saat mendengar kabar itu dan membuat teman temannya sadar kalo dia sebenarnya mau ikut rekruitmen.

Mereka memojokkannya tapi Joo he dengan jujur berkata kalo selama ini teman temannya tidak menganggapnya. Na ri, yang dipaksa akhirnya ikut memarahi Joo hee.
Dae go diam diam memesan ayam kentaki lewat gojek korea dan segera berlari ke kelas sambil menyembunyikan makanannya didalam baju seragamnya. Bbal gang tiduran dimeja. Dae go membuka bungkus ayam itu dan menyuruh Bbal gang makan. Dia sengaja beli ayam karena itu kesukaannya. Bbal gan menolak ayam yang disodorkan Dae go. Dia malah minta rokok. Dae go yang awalnya marah karena rokok malah menyodorkan bir. Bbal gang mengambil bir itu, tapi belum sempat diminum, Chi yeol dengan cepat menyambarnya. Dae go protes karena itu birnya. Tapi Chi yeol tetap menghabiskannya.
Bbal gang marah dan memukuli Chi yeol sampai salah satu guru datang dan melerai mereka.

Na ri melihat Joo he minum sendiri di warung dekat kantor. Dia akhirnya menemani Joo he minum. Na ri minta maaf atas kejadian tadi. Dia menyuruh Joo he berusaha lagi.
“kau malu pada sunbae mu?”

Maksudnya sunbae ya dirinya sendiri. Na ri berkata kalo dia juga malu pada dirinya. Mata na ri berkaca kaca. Karena kasihan, Joo he malah mengejak minum lagi. Awalnya Na ri menolak minum karena mau siaran. Tapi ya sudahlah….dia tergoda juga buat minum.

Kita sekarang diajakin ke rumah sakit saya (pengennya) karena Hwa shin sedang di foto thorax setelah kecelakaan tadi. Hasilnya bagus sih, gada retak ato patah, tapi ternyata dokternya, yang dengan santainya memegang megang dada Hwa shin, malah menyuruhnya periksa ke bagian Gynekologi.

Hwa shin tidak terima dan menyebut dokter itu gadungan.

“belum pernah aku dengar ada laki laki kena kanker payudara di Korea”

Dokter itu cuek dan tetap menyuruhnya periksa ke bagian gynekologi. Akhirnya Hwa shin menurut juga. Saat sampai depan pintu bagian gynekologi/breast, suara Pyo Na ri terngiang dikepalanya.

“bukankah laki laki manusia juga? Laki laki tidak punya dada?”

Na ri masih ada di tempat minum tadi dan sudah mabuk. Dia mengambil ponselnya dan menelpon orang yang tadi complain tentang laporan cuacanya.


PD Oh mencari Na ri karena sudah waktunya siaran.

Ponsel Jung won berbunyi. Dia tidak melihat siapa yang menelponnya. Jadi saat mendengar suara Na ri, Jung won terkejut dan melihat layar ponselnya. ‘terbang mengambang diawan’ sedang menelponnya. Na ri minta maaf karena tadi menutup telp tiba tiba. Jung won bertanya apa dia Na ri mabuk. Lalu dia melihat jam dan sadar kalo itu jam Na ri siaran cuaca. Na ri masih mengoceh kalo dia akan menelpon dan memberikan informasi cuaca seminggu penuh pada Jung won. Jung won terpaksa mengiyakan karena Na ri terus memaksanya.

Telp ditutup dan Na ri makan selada lagi. Sialnya, selada  itu jatuh dan kena baju yang mau dipakai siaran nanti. Joo he usil. Dia sengaja menumpahkan makanan lagi dibaju Na ri. Saat mereka heboh membersihkan baju, tv disitu sudah menyiarkan berita pukul 7. Mereka saling berpandangan.
Di kantor HERA, Jung won melarang pegawainya pergi mengantar baju untuk penyiar Geum Soo jung karena dia yang akan mengantarkannya sendiri.

Na ri dan Joo he berlari naik ke lantai atas lewat tangga menuju departemen busana. Dia minta Joo he ambil baju karena dia mau mengecek make up nya. Ponselnya berdering terus. Ternyata Hwa shin yang menelponnya. Saat Na ri mengangkatnya dia hanya berkata kalo dia harus siaran kemudian menutupnya. Na ri tidak sempat mendengar Hwa shin berkata “aku memikirkanmu”.

Hwa shin sedang duduk ditangga rumah sakit dan memakai baju periksa.

Sekretaris Cha membawa baju pada Soo jung diruang rias sambil berkata kalo Sajang-nimnya sendiri yang mengantarkan. Na ri juga ada disana sibuk sendiri. Mendengar itu, Soo jung antusias menunggu Jung won masuk ruangan. Tapi zonk. Sekretaris Cha sampai celingukan menunggu bosnya. Dia akhirnya keluar mencari Jung won.

Joo he berlari masuk dan bilang kalo tidak ada satupun baju di departemen busana. Dia bermaksud pinjam ke Soo jung tapi tentu saja ditolak.

Dan Na ri siaran juga pake baju Joo he. Masalahnya baju Joo he ini jauh dari sopan kalo buat siaran. Apalagi PD Oh curiga kalo Na ri mabuk. Na ri dengan keras membantahnya. Jung won melihat mereka dari balik kaca. Sudah mepet waktunya siaran cuaca tapi PD Oh malah mengusir Na ri dari set. Sutradara Choi yang tidak bisa mendengar apa yang terjadi sudah hitung mundur dan mau tak mau PD membiarkan Na ri siaran.
Yaa gitu deh yang namanya orang mabuk lagi siaran. Dia baik baik saja pas baca teleprompter, cuman gayanya jadi sekseh. Sutradara Choi bingits deh. PD Oh cuman bisa menghela nafas panjang. Udah gitu, Na ri bilang kalo hari itu dia dapat telepon complain. Jung won tersenyum mendengarnya.
Dae goo menonton juga menonton siaran itu dirs, tapi dia tidak bilang kalo kakaknya aneh malam itu. Hwa shin yang baru datang ke gedung SBC melihat siaran mabuk Na ri sampai melongo. Melongonya sampai kebawa masuk lift. Jadi Hwa shin ini kagetnya udah kayak orang kesamber kilat hahaha.
Siaran selese dan semua lega krisis sudah lewat. Jung won diam diam pergi dari situ. Satu satunya yang memuji penampilan Na ri tentu saja cuman Choi Dong gi. Hah...dasar sutradara pervert.

Na ri mengejar PD Oh.

“keluarlah..kau dipecat!” kata PD Oh.

Na ri membela diri. Dia tidak mengacaukan siarannya. Kebetulan disitu ada Sung sook dan Ja young. Mereka berdua memandang Na ri dengan jengkel. Keputusan PD Oh tetap memecatnya. Na ri menangis.

Jung won balik ke gedung SBC padahal dia sudah hampir masuk mobil.

Na ri menangis diruangannya sambil memandangi formulir rekrutmen. Hwa shin yang sedang lewat masuk dan mendekatinya. Dan seperti biasa dia mengomeli Na ri.
“melihatmu siaran cuaca, hatiku jadi berdebar kencang takut kau mengacau. Kenapa kau pakai baju begitu? Siapa yang menyuruhmu minum alcohol sebelum siaran? Kenapa kau membuatku tidak tenang? Kenapa kau membuatku tegang?”

Na ri menoleh dan menatap Hwa shin.                          

“aku tidak tertarik lagi dengan dada reporter”. Dia merobek formulir rekrutmen, berdiri dan berkata 

“jangan khawatir, hari ini adalah siaranku yang terakhir”. Lalu pergi meninggalkan Hwa shin.

KOMENTAR

Hiyaaa…..akhirnya kesampaian juga bikin sinopsis dramanya mbk Gong lagi. Sebenarnya bos saya juga nunggu karena kangen sama Jo Jung seok katanya.

Mbak Gong turun pangkat ya. Abis jadi PD nya Mubank di Producers sekarang jadi part-timer weather-broadcaster. Kkkk biar keren daripada cuman penyiar cuaca. Seperti biasa mbk Gong luar biasa. She’s numero uno buat saya.

Saya jadi mikir kalo orang yang diterima jadi penyiar apa kebanyakan dari keluarga yang kaya ya. Sampe ada yang mau lapor ke ayah dan kakeknya buat mindahin Sung sok dan mengurangi iklan. 

Scene siaran mabuk itu lucu. Kena banget mabuknya haha. Gimana ya kalo ada penyiar yang beneran siaran abis mabuk. Gak lucu kan kalo ditengah siaran tiba tiba pingsan.

Menurut saya Hwa shin memang punya perasaan pada Na ri. Tapi perasaan itu datangnya entah dari dulu atau baru baru saja setelah Na ri mendeklarasikan rasa sudah-tidak-sukanya pada dada Hwa shin hehe. Hwa shin memang belagu. Sok gak care tapi aslinya dia gak suka liat Na ri down.

Juga Hwa shin bermaksud menebus kesalahannya 3 tahun lalu yang membuat Bbal gang dan kakaknya menghilang.

3 tahun lalu cinta Na ri bertepuk sebelah tangan. Itu menurutnya. Sekarang?? Oh belum tentu.
Eh Jung won disini diceritain umur berapa ya? Karena kayaknya dia kliatan lebih muda buat mbk Gong. Tapi gak tau juga kalo memang ada hubungan nunna-dongsaeng. Belum bisa komen banyak soal Jung won. Cuman mau bilang Go Gyung pyo kamu ganteng deh…

Saya ketawa kalo Jung won dan Na ri ada di 1 scene. Karena wajah Na ri kliatan gede banget hehehe.

Saya kembali bertemu dengan actor senior paporit saya, Kwon Hae hyo (PD Oh). Dia sudah pernah jadi kepala departemen drama di King of Drama. Kualitas ekting Kwon Hae hyo tidak pernah mengecewakan saya.

Dan Chef Kim rak. Yeey…akhirnya bisa lihat Lee sung jae lagi setelah Warm and Cozy. Ahjussi itu tetep aja keren padahal umurnya udah berapa gitu ya. Melihat Na ri manggil dia Chef, saya jadi ingat drama paporit saya sepanjang masa, Pasta. Hiks kangen saja sama chef yang itu. Bakal ada loveline gak antara Kim rak dan Na ri? Saya harap sih gak. Karena bakal complicated.

Dae goo dan Chi yeol, mana yang lebih disukai Bbal gang? Ato gak keduanya?


Perjalanan masih panjang…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih reader, sudah menyempatkan membaca. Komentarnya selalu ditunggu ya. Senang kalo bisa membaca juga komen komen dari reader. Tolong jangan di kopas ya tulisan saya, sertakan saja link aktifnya. Gumawo...